ForumKristen.com

Iman Kristen => Pendalaman Alkitab => Started by: Brembo on April 11, 2008, 12:48:58 PM

Title: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:48:58 PM
Penjelasan Lengkap

SIAPAKAH YESUS KRISTUS (SYK) ini akan mempelajari tentang apa yang Alkitab ajarkan mengenai Yesus Kristus. Di antaranya yaitu bahwa Yesus adalah Penggenapan Nubuatan PL, Yesus adalah Firman Allah, Anak Allah, Allah yang Sejati, Manusia yang Sejati Tanpa Dosa, Juru Selamat, Tuhan, Berkuasa, Penakluk Kematian, Yesus untuk Semua Orang dan Hakim untuk Semua Orang.

Tujuan

   1. Memahami secara benar tentang pribadi Yesus Kristus.
   2. Semakin teguh di dalam iman kepada Yesus dan memiliki dorongan yang kuat  untuk menyampaikan kebenaran tentang Kristus kepada orang lain.

Materi Pelajaran (6 Pelajaran)

01: YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN PERJANJIAN LAMA

Tujuan: Yesus Kristus merupakan pribadi yang kedatangan-Nya telah dinubuatkan sebelumnya di dalam Kitab Perjanjian Lama.

02: YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH

Tujuan: Yesus Kristus adalah Firman yang menjadi manusia dan satu- satunya Anak Allah yang diberikan bagi manusia.

03: YESUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI TANPA DOSA

Tujuan:  Yesus Kristus memiliki dua sifat dalam diri-Nya, yaitu sebagai Allah sejati dan sebagai Manusia sejati yang tanpa dosa.

04: YESUS ADALAH JURU SELAMAT DAN TUHAN

Tujuan: Yesus Kristus adalah satu-satunya Juru Selamat dan Tuhan bagi orang percaya.

05: YESUS MEMILIKI SEMUA KUASA DAN PENAKLUK KEMATIAN

Tujuan: Yesus Kristus memiliki kuasa atas seluruh alam semesta, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan dan Dia telah menaklukkan kematian.

06: YESUS ADALAH HAKIM UNTUK SEMUA ORANG

Tujuan: Yesus Kristus adalah untuk semua orang dan akan menjadi hakim atas seluruh umat manusia di masa yang akan datang.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:49:29 PM
Pelajaran I :YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN PERJANJIAN LAMA

   1. YESUS ADALAH ANAK DOMBA ALLAH YANG DINUBUATKAN

      Pada pelajaran pertama ini, Anda akan mempelajari Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah yang disebutkan dalam kitab PL. Pada masa itu, domba digunakan sebagai korban penghapus dosa (korban yang dibunuh dan diletakkan di atas mezbah) yang sifatnya tidak kekal (karena harus dilakukan setiap tahun). Tetapi Yesus yang adalah Allah sendiri turun ke dalam dunia menjadi Anak Domba untuk dikorbankan sebagai penghapus dosa yang sifatnya kekal, karena dilakukan satu kali untuk selamanya. Di samping itu, Anda juga akan belajar bagaimana kitab PL telah berbicara mengenai prosesi kedatangan Anak Domba Allah ke dalam dunia dan bagaimana kitab Perjanjian Baru (PB) menunjukkan bahwa nubuat-nubuat ini digenapi dalam diri Yesus Kristus. Anda perlu ingat bahwa para nabi PL hidup dan berbicara ratusan tahun sebelum Yesus lahir. Mereka berbicara sebagaimana Tuhan mengajar mereka melalui ROH KUDUS. Dan hal-hal yang mereka katakan itu benar-benar terjadi.

      Ayat Hafalan:

          "Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia." (Yohanes 1:29)

      Yohanes Pembaptis mengatakan secara langsung bahwa Yesus adalah "Anak Domba Allah". Kata-kata tersebut mempunyai arti yang besar bagi para pendengarnya karena seekor domba mempunyai fungsi sebagai korban penghapus dosa mulai dari zaman PL hingga saat Yohanes mengeluarkan perkataan itu. Jika Anda ingin mengerti dengan benar gambaran yang diberikan kepada Yesus ini dan apa yang sudah Dia perbuat untuk umat manusia, maka kita harus belajar tentang korban anak-anak domba dalam PL.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:50:06 PM
1. Perlunya Sekor Domba

Dalam PL, ada banyak perintah yang diberikan Allah kepada umat-Nya. Ada hal-hal tertentu yang tidak boleh mereka lakukan. Ada juga hal- hal yang harus mereka lakukan. Bila seseorang mengetahui kehendak Allah dan menolak untuk menaatinya, orang tersebut berdosa terhadap Allah. Dosa adalah penolakan untuk melakukan kehendak Allah karena kita memilih melakukan kehendak kita sendiri.
Sebagai contoh, bayangkanlah seandainya ada seorang laki-laki yang hidup pada masa PL. Laki-laki ini telah berdosa terhadap Allah. Sesudah berdosa, dia sangat menyesal dan mulai berpikir, "Apa yang harus saya perbuat?" Lalu dia pergi kepada Imam dan berkata, "Saya telah berdosa melawan Allah. Apa yang harus saya perbuat?"

      Imam itu akan menjelaskan kepadanya bahwa dosa adalah suatu hal yang sangat serius bagi Allah. Orang itu harus dihukum atau harus ada orang lain yang menggantikan hukuman bagi dosa-dosanya. Yang jelas, dosa membawa akibat, yaitu hukuman. Selanjutnya, imam akan memberitahukan kepadanya bahwa Allah telah memberikan suatu rencana sehingga seekor domba dapat dikorbankan untuk menghapus dosanya. Artinya, domba itu harus menderita hukuman sebagai pengganti orang berdosa tersebut. Dengan demikian dosa-dosanya dapat diampuni. Bacalah Imamat 4:32-35.

      Andai kata orang tadi memohon, "Biarkanlah saya mengakui dosa saya padamu dan barangkali Allah akan mengampuninya." Maka imam itu akan menjawab, "Tidak! Sesuai ketetapan Allah, di mana ada dosa, di situ juga harus ada kematian untuk membayar hukuman atas dosa tersebut."

      Ia mungkin berkata, "Saya berjanji bahwa saya tidak akan melakukan dosa lagi. Dapatkah dosa ini diampuni tanpa mengorbankan seekor domba?" Imam akan menjawab, "Tidak, sesuai dengan ketetapan Allah, jika seseorang ingin agar dosa-dosanya diampuni, maka harus ada darah yang tertumpah" (Ibrani 9:22). Akhirnya, setiap manusia perlu meyadari bahwa jika dia benar-benar menghendaki agar dosa-dosanya dapat diampuni, ia harus mengikuti ketetapan Allah, yaitu mengorbankan seekor anak domba sebagai pengganti.

2. Jenis Domba yang Dibutuhkan

Allah telah menguraikan secara jelas dalam Alkitab bahwa jenis anak domba yang dikorbankan harus yang terbaik atau tanpa cacat; tidak sakit, terluka, atau yang tidak sempurna. Oleh sebab itu, ketika seseorang membawa seekor anak domba kepada Imam, dia akan memeriksanya dengan sangat cermat untuk meyakinkan bahwa anak domba tersebut benar-benar telah memenuhi semua kriteria (memiliki semua kualitas) yang ditetapkan dalam PL.

Allah sendiri telah menyampaikan pernyataan mengenai Yesus demikian, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (Matius 3:17). Yesus adalah satu-satunya pribadi yang memenuhi semua kualifikasi seperti anak domba dalam PL. Dia adalah pribadi yang sempurna dan tanpa dosa. Dengan demikian, Dia dapat menjadi korban "Anak Domba" untuk menggantikan hukuman atas dosa-dosa kita.

3. Kematian Anak Domba adalah untuk Orang Berdosa

Jika domba yang dibawa telah dipandang baik oleh imam, ada dua hal akan terjadi. Pertama, si pembawa korban akan meletakkan tangan mereka di atas kepala anak domba tadi dan mengakui dosanya. Ini adalah suatu gambaran bahwa dosa yang telah diakui orang itu telah dipindahkan dan diletakkan di atas anak domba tersebut.

Kedua, domba yang memikul dosa dan kesalahan orang tadi harus mati. Imam membawa domba tersebut dan dikorbankan menurut petunjuk yang diberikan oleh Allah. Anak domba yang tak bersalah itu telah mati untuk manusia yang bersalah.

Inilah yang terjadi ketika Yesus mati di atas kayu salib. Sebagai Anak Domba Allah, Dia menanggung dosa-dosa kita pada diri-Nya sendiri. Dia menderita dan mati oleh karena dosa-dosa kita. Hal ini terjadi supaya kita memperoleh pengampunan dosa dan kehidupan kekal selama-lamanya. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (2Korintus 5:21).

4. Jalan Pengampunan Dosa

Melalui pelajaran ini, Anda perlu memahami beberapa hal secara jelas. Ini benar dalam masa PL dan juga masa kini, jika seseorang mencari pengampunan atas dosa-dosanya, hal-hal berikut inilah yang harus terjadi.

1. Dia harus menyadari bahwa dia telah berdosa terhadap Allah. "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah" (Roma 3:23).
2. Dia harus sungguh-sungguh menyesal atas dosa-dosa-nya. Dia harus mau meninggalkan semua dosa-dosanya. Allah tidak akan menerima suatu korban tanpa ada penyesalan yang dalam (Amos 5:21-24).
3. Dia harus menerima rencana pengampunan Allah. Hanya ada satu cara untuk pengampunan, yaitu melalui Yesus Kristus Anak Domba Allah.

Dengan mengerti hal-hal di atas dan tentang korban domba, Anda dapat lebih mengerti akan apa yang dimaksud Yohanes Pembaptis ketika dia memanggil Yesus dengan sebutan "Anak Domba Allah". Yang dia maksudkan ialah bahwa Yesus adalah Juru Selamat tanpa dosa yang telah Allah utus ke dalam dunia untuk mati menanggung dosa-dosa kita.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:50:39 PM
KEHIDUPAN YESUS DI DUNIA TELAH DINUBUATKAN

Dalam pelajaran ini, kita akan mempelajari beberapa kebenaran agung yang berhubungan dengan Tuhan kita, Yesus Kristus, sebagaimana diajarkan dalam Firman Tuhan, yaitu Alkitab. Ratusan tahun sebelum Yesus lahir, para nabi dari Perjanjian Lama (PL) telah banyak berbicara tentang pesan Allah kepada manusia. Pesan itu adalah bahwa Allah akan mengirimkan seorang Juru Selamat (seseorang yang akan membebaskan manusia dari dosa dan menjadikannya benar di hadapan Allah) ke dalam dunia. Mereka tidak hanya membicarakan prosesi kedatangan-Nya, tetapi juga hal-hal tertentu yang akan terjadi dalam kehidupan-Nya.

Ayat Hafalan:

    "Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama- Nya." (Kisah Para Rasul 10:43)

Ayat tersebut adalah perkataan Rasul Petrus ketika berkhotbah di hadapan sekelompok orang. Dia mengingatkan mereka akan semua yang telah dikatakan para nabi tentang Yesus dan bagaimana keselamatan (menjadi benar di hadapan Allah) dapat diterima lewat iman dalam Yesus. Artinya, semua hal yang berhubungan dengan diri-Nya telah diberitahukan (dinubuatkan) jauh sebelum ia lahir ke dalam dunia ini.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:51:10 PM
1.Tempat Kelahiran-Nya Telah Dinubuatkan Sebelumnya (Mikha 5:1)

Mikha menyampaikan kata-kata ini lebih dari tujuh ratus tahun sebelum Yesus dilahirkan. Memang mustahil bagi manusia bisa mempunyai pengetahuan seperti itu. Hanya oleh ROH KUDUS yang bisa memberitahukannya. Melalui Matius 2:1-6 kita tahu bahwa Yesus adalah orang yang menggenapi nubuat dalam PL ini.

62.Perawan yang akan Melahirkan Telah Dinubuatkan (Yesaya 7:14)

Ketika Yesaya berbicara tentang seorang perawan yang akan melahirkan Yesus, ia sama sekali tidak tahu kapan hal itu akan terjadi. Ini juga merupakan sesuatu yang mustahil bahwa seorang perawan dapat melahirkan, jika bukan karena kuasa dari Allah yang menyebabkan perkara itu bisa terjadi. Tetapi dari Lukas 1:26-35, kita tahu bagaimana Maria, seorang perawan (dia belum menikah), menjadi ibu Yesus. Meskipun Yusuf diketahui sebagai ayah Yesus, firman Allah mengajarkan dengan jelas kepada kita bahwa Yusuf dan Maria tidak hidup bersama sebagai suami istri sampai Yesus lahir. Kita mempelajari hal ini dalam Matius 1:18-25. Semuanya terjadi tepat seperti yang Allah firmankan Allah lewat Nabi Yesaya.

3.Yesus Mempunyai ROH KUDUS yang telah Dinubuatkan (Yesaya 42:1)

Ketika membaca PB, kita menemukan janji yang telah diucapkan oleh Yesaya ini benar-benar digenapi. Yesus dipenuhi Roh Allah, yang disebut ROH KUDUS dalam PB. Bacalah dengan teliti Yohanes 1:32-34. "Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas. Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada- Nya" (Yohanes 3:34-35).

4.Penolakan Manusia akan Yesus telah Dinubuatkan (Yesaya 53:3)

Sudah bertahun-tahun orang Israel menantikan seorang Juru Selamat sebagaimana dinubuatkan oleh para nabi. Tetapi mereka tidak tahu seperti apa Juru Selamat yang akan diutus Allah kepada mereka. Mereka mengharapkan seorang Juru Selamat yang bisa menyelamatkan mereka dari musuh-musuh Israel dan memberikan kekayaan dan kuasa yang besar. Tapi Allah mengutus Yesus bukan untuk melakukan keinginan manusia tapi untuk menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka. Karena itu Yesus datang memberitahukan tentang dosa manusia dan kebutuhan untuk berpaling dari dosa-dosa mereka. Manusia menjadi menolak Yesus. Nubuat ini telah disampaikan lama sebelum terjadi dan dari kitab PB kita membaca bagaimana pemerintah dan pemimpin agama membenci Yesus dan akhirnya memakukan-Nya di atas kayu salib. Bacalah penolakan akan Yesus di dalam Matius 27:22-23, "Kata Pilatus kepada mereka, 'Jika begitu apakah yang harus kuperbuat dengan Yesus yang disebut Kristus?' Mereka semua berseru. 'Ia harus disalibkan!' Katanya, 'Tetapi kejahatan apakah yang telah dilakukan-Nya?' Namun mereka makin keras berteriak, 'Ia harus disalibkan!'"

5.Yesus Masuk ke Yerusalem Telah Dinubuatkan (Zakharia 9:9)

Nubuat ini menerangkan dengan jelas bagaimana Yesus masuk ke Yerusalem dengan kemenangan-Nya, seperti manusia yang rendah hati mengendarai seekor keledai. Sekarang bacalah Matius 21:1-9. Peristiwa ini juga terjadi dalam hidup Yesus tepat seperti yang telah dijanjikan Nabi Zakharia jauh sebelumnya.

6.Pengkhianatan akan Yesus Telah Dinubuatkan (Mazmur 41:10)

Ayat ini menceritakan kepada kita bahwa pengkhianatan terhadap Yesus dilakukan oleh seorang sahabat karib-Nya. Sahabat yang dimaksud ialah Yudas Iskariot. Dia hidup bersama Yesus selama 3 tahun sebagai salah seorang murid-Nya. Dia ikut melayani, tapi hatinya tidak benar dihadapan Allah. Dalam Yohanes 12:6 dikatakan bahwa hal itu dikatakannya bukan karena ia memerhatikan nasib orang- orang miskin, melainkan karena ia adalah seorang pencuri; ia sering mengambil uang yang disimpan dalam kas yang dipegangnya. Karena cintanya akan uang, dia setuju mengkhianati Yesus dan ini merupakan penggenapan dari nubuatan dari Mazmur 41:10, "Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku." Bacalah bagaimana nubuat tersebut telah digenapi dalam Matius 26:14-16.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:51:39 PM
7. Kematian Yesus telah Dinubuatkan

Dalam PL, banyak nubuat yang menceritakan kematian Yesus, yang tidak bisa dipelajari semuanya dalam pelajaran singkat ini. Kita akan memerhatikan beberapa dari nubuatan-nubuatan itu. Pertama, bacalah kematian Yesus di atas kayu salib dalam Matius 27:27-50. Sekarang, mari kita lihat beberapa ayat dalam PL yang menubuatkan peristiwa-peristiwa yang benar terjadi dari kematian Yesus itu.

   1. Yesus berseru kepada Allah, "Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong." (Mazmur 22:2). Digenapi dalam Matius 27:46, "Kira-Kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: 'Eli, Eli lama sabakhtani?' Artinya: AllahKu AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku?"
   2. Manusia mengolok-olok dan membenci Dia. Perhatikan, "Tetapi aku ini ulat dan bukan orang, cela bagi manusia, dihina oleh orang banyak. Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya. 'Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?'" (Mazmur 22:7-9). Bacalah Matius 27:39-43 sebagai penggenapannya.
   3. Paku-paku dipakukan ke dalam tangan dan kaki-Nya. "Sebab anjing- anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku" (Mazmur 22:17). Bacalah Yohanes 20:25, "Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya, 'Kami telah melihat Tuhan!' Tetapi Tomas berkata kepada mereka, 'Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya sekali-kali aku tidak akan percaya.'
   4. Mereka bertaruh untuk pakaian Yesus. "Mereka mambagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku" (Mazmur 22:19). Bandingkan dengan Matius 27:35, "Sesudah menyalibkan Dia mereka membagi-bagikan pakaian-Nya dengan membuang undi."
   5. Kematian-Nya di atas kayu salib adalah karena dosa-dosa kita. "Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita: ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti ombak, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian" (Yesaya 53:5-6). Baca dalam 2Korintus 5:21, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."
   6. Dia tetap diam dalam pengadilan. "Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian" (Yesaya 53:7b). Digenapi dalam Matius 27:12-14, "Tetapi atas tuduhan yang diajukan imam-imam kepala dan tua-tua terhadap Dia Ia tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya: 'Tidakkah Engkau dengar betapa banyaknya tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?' Tetapi Ia tidak menjawab satu kata pun sehingga wali negeri itu sangat heran."
   7. Dia dipandang sebagai seorang berdosa. "Sebab itu Aku akan membagikan kepadanya orang-orang besar sebagai rampasan, dan ia akan memperoleh orang-orang kuat sebagai jarahan, yaitu sebagai ganti karena ia telah menyerahkan nyawanya ke dalam maut dan karena ia terhitung di antara pemberontak-pemberontak, sekalipun ia menanggung dosa banyak orang dan berdoa untuk pemberontak- pemberontak" (Yesaya 53:12). Bacalah Markus 15:27, "Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan-Nya dan seorang di sebelah kiri-Nya."

8. Kebangkitan Yesus telah Dinubuatkan (Mazmur 16:10)

Sekarang, bacalah Kisah Para Rasul 2:22-27. Ketika Petrus berkhotbah pada hari Pentakosta, dia menggunakan ayat-ayat dari Mazmur 16:10 sebagai bukti bahwa Allah telah menubuatkan kebangkitan Yesus. Ketika Petrus selesai menyampaikan pesannya, banyak orang insaf bahwa Yesus telah memenuhi nubuat-nubuat dalam PL. Mereka kemudian percaya bahwa Yesus pasti Juru Selamat yang dijanjikan dalam PL. Hari itu, sekitar tiga ribu orang berpaling dari dosa- dosa mereka dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka. Ketika mereka melakukan hal ini, mereka menerima pengampunan dosa dan hidup yang kekal.

DOA

"Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau mau datang ke dunia ini. Kedatangan-Mu tidak Engkau sembunyikan, tetapi Engkau telah sampaikan lewat para nabi jauh sebelum semuanya terjadi. Engkau datang sebagai Anak Domba Allah yang sempurna dan tanpa dosa dengan tujuan menggantikan hukuman atas dosa-dosaku, sehingga aku beroleh pengampunan dosa dan dinyatakan benar di hadapan Allah. Terima kasih Tuhan. Amin"

Bersambung untuk pelajaran II
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:52:17 PM
REFERENSI PELAJARAN 01
YESUS ADALAH PENGGENAPAN NUBUATAN PERJANJIAN LAMA

BUKTI NUBUAT SANG MESIAS

Terdapat 322 nubuat mengenai sang Mesias dalam Perjanjian Lama. Berikut ini adalah deskripsi sang Mesias hanya dart nubuat Perjanjian Lama.
Sang Mesias akan diturunkan dari Sem (Kejadian 9,10), Abraham (Kejadian 22:18), Ishak (Kejadian 26:2-4), Yakub (Kejadian 28:14), Yehuda (Kejadian 49:10), Isai (Yesaya 11:1-5), dan Raja Daud (Samuel 7:11-16). Sebuah bintang cemerlang (Bilangan 24:17) akan muncul ketika Ia dilahirkan di kota Betlehem di tanah Efrata (Mikha 5:2). Itu akan merupakan kelahiran mukjizat oleh seorang perawan. (Yesaya 7:14)
Sang Mesias unik, Ia sudah ada sebelum kelahiran-Nya. (Mikha 5:2) Ia akan mengadakan banyak mukjizat: meneduhkan laut (Mazmur 107:29), dan membuat yang buta melihat, yang tuli mendengar, yang lumpuh berjalan, dan yang bisu berbicara. (Yesaya 35:4-6) Ia akan dirujuk dengan banyak cara termasuk: Allah menyertai kita, penasihat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal dan raja damai. (Yesaya 9:6) Suatu hari Ia akan memerintah atas segalanya-semua bangsa akan sujud bertelut kepada-Nya. (Yesaya 45:23; Mazmur 22)

Sang Mesias, bagaimanapun juga, akan datang untuk menyelamatkan umat manusia. (Yesaya 53) Ia akan menjadi korban dosa manusia (Yesaya 53) dan memberikan diri-Nya kepada Yerusalem sebagai raja yang diurapi sekaligus anak domba Paskah. (Yesaya 53) Ini akan terjadi tepat 173.880 hari setelah dekrit yang dikeluarkan oleh Artahsasta untuk membangun kembali baik Yerusalem maupun Bait Suci. (Daneil 9:20-27) Jadi, empat hari sebelum paskah, sang Mesias akan menghadirkan diri- Nya kepada Yerusalem yang bersukaria dengan menunggang seekor keledai. (Zakharia 9:9) Namun kemudian Ia akan sangat menderita. (Yesaya 53) Ia akan ditolak oleh banyak orang termasuk sahabat- sahabat-Nya. (Yesaya 53) Ia akan dikhianati oleh seorang sahabat (Mazmur 41:9) untuk 30 uang perak. (Zakharia 11:12,13) Belakangan uang itu akan dilemparkan ke lantai bait suci (Zakharia 11:12,13) dan akhirnya akan diberikan kepada penuang logam.18 Ketika diadili Ia tidak akan mem (Yesaya 53) bela diri. Ia tidak akan mengatakan apa-apa kecuali yang diharuskan oleh hukum. Israel akan menolak Dia. (Yesaya 8:14)
Sang Mesias akan dibawa ke sebuah puncak bukit yang diidentifikasi Abraham sebagai "Tuhan menyediakan." (Kejadian 22) Di sana Ia akan disalibkan dengan tangan dan kaki tertusuk. (Mazmur 22) Musuh-musuh- Nya akan mengelilingi Dia, (Mazmur 22) mengolok-olok Dia, dan akan membuang undi untuk pakaian-Nya. (Mazmur 22) Ia akan berseru kepada Tuhan bertanya mengapa Ia "ditinggalkan." (Mazmur 22) Ia akan diberi cuka dan anggur. (Mazmur 69:20-22) Ia akan mati bersama para pencuri. (Yesaya 53) Namun tidak seperti pencuri-pencuri itu, tak satu pun tulang-Nya akan dipatahkan. (Mazmur 22) Jantung-Nya akan gagal (Mazmur 22)... seperti yang diindikasikan oleh darah dan air yang memancar ke luar (Mazmur 22) ketika Ia ditikam dengan sebatang tomak. (Zakharia 12:10) Ia akan dikuburkan di kuburan seorang kaya. (Yesaya 53) Dalam tiga hari Ia akan bangkit dari kematian. (Yesaya 53; Mazmur 22)
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:52:36 PM
Pelajaran 02 - YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH

YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH
A.    YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH

Ayat Hafalan:
"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan
kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan
kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan
kebenaran" (Yohanes 1:14)

Sebagaimana Anda pelajari dalam Yohanes 1:1-14, Anda akan membaca istilah "Firman". Mungkin ada pertanyaan dalam pikiran Anda, "Siapakah atau apakah Firman itu?" Ayat hafalan di atas memberikan jawaban bahwa Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita. Karena hal ini, setiap orang bisa mengetahui dengan pasti bahwa Firman tersebut adalah Yesus. Tetapi mengapa Yesus disebut Firman? Allah mengirim Yesus dengan tujuan supaya pesan-pesan-Nya diketahui oleh manusia. Melalui Yesuslah kita mengetahui hal-hal yang ada dalam hati Allah, yaitu melalui pengajaran-Nya, tindakan-Nya dan terutama dari sifat- sifat-Nya. Yesus itulah penggenapan pesan Allah, bahkan Yesus itulah pesan Allah sendiri, yaitu Firman-Nya. Dia adalah pesan Allah untuk semua orang di segala zaman. Jadi, kita melihat bahwa "Firman" adalah satu dari beberapa nama untuk menyebutkan Yesus. Sekarang, lihatlah beberapa kebenaran agung tentang Allah yang Yesus perlihatkan kepada kita sebagaimana diungkapkan firman Allah.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:53:45 PM
1.    Yesus Mengungkapkan Sifat Alamiah Allah yang Benar

Yesus berkata, "Barang siapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9). Banyak orang mempunyai pertanyaan ini dalam hati mereka, "Apa sifat alamiah Allah yang benar?" Tidak mungkin untuk menggambarkan dengan tepat sifat alamiah dari seseorang, apalagi bila orang itu adalah Allah. Akan jauh lebih baik jika kita bisa melihat orang tersebut. Itulah yang telah terjadi dalam diri Yesus. Allah membiarkan kita melihat diri-Nya dalam Yesus Kristus. Nabi-nabi dalam PL telah mencoba beberapa cara yang berbeda untuk menerangkan sifat alamiah Allah yang benar pada manusia. Yang mereka katakan adalah benar, tapi mereka tidak pernah sanggup menerangkan segalanya tentang Allah. Ini hanya bisa diketahui dengan melihat Allah sendiri. Dan kini, manusia bisa melihat Allah seutuhnya dalam diri Yesus Kristus. Yesus adalah firman Allah untuk manusia sehingga manusia boleh sungguh-sungguh mengetahui sifat alamiah Allah.

2.    Yesus Menunjukkan Rencana Allah untuk Keselamatan Manusia

Setiap manusia merasakan kebutuhan yang sama akan Allah dalam hatinya. Mereka mengetahui bahwa mereka telah berdosa terhadap Allah. Mereka tahu bahwa dosa menjadi penghalang antara manusia dan Allah. Mereka mulai berpikir, "Bagaimana saya bisa membuat hal-hal yang benar antara saya dengan Allah?" Dalam usaha mereka melakukan hal-hal yang benar, mereka melakukan hal-hal yang berbeda. Beberapa orang menyembah pada nenek moyang mereka. Beberapa menyembah dewa- dewa yang terbuat dari kayu dan batu. Beberapa orang membunuh binatang untuk sebuah persembahan. Sebagian orang mengikuti pengajaran-pengajaran manusia. Semuanya itu tidak ada yang benar. Jika seorang manusia menginginkan keselamatan dari Allah, dia tidak boleh mengikuti pikiran-pikirannya atau pikiran-pikiran manusia yang lain. Dia harus belajar dan mengikuti rencana Allah.
Yesus adalah firman Allah yang melalui-Nya manusia beroleh jalan kebenaran bagi keselamatan dirinya. Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

3.    Yesus Menunjukkan Kehendak Allah untuk Hidup Orang-orang Kristen

Anda sudah melihat bahwa Yesus adalah firman Allah untuk manusia yang menunjukkan rencana keselamatan Allah kepada manusia. Yesus adalah juga firman Allah untuk manusia yang telah selamat. Jadi, manusia yang sudah diselamatkan tersebut bisa mengetahui bagaimana seharusnya dia hidup. Orang-orang Kristen seharusnya membaca Alkitab dengan saksama. Mereka seharusnya mempelajari kehidupan Yesus. Kehendak Allah, di atas segala-galanya, telah dinyatakan dalam hidup Yesus. Ketika Yesus berpikir tentang penderitaan besar yang akan dialami di atas kayu salib, Dia berdoa pada Allah, "Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki" (Matius 26:39). Jika ada cara untuk melarikan diri dari penderitaan di atas kayu salib, Yesus mau melarikan diri. Tetapi hasrat melakukan kehendak Allah lebih besar daripada keinginan untuk melarikan diri dari penderitaan yang akan datang. Karena Yesus meletakkan kehendak Allah di atas keinginan sendiri, ada jalan keselamatan untuk kita pada hari ini.
Kita juga harus mengingat hal ini. Yesus adalah firman Allah untuk semua manusia. Dia tidak hanya menerangkan pada manusia bahwa mereka harus mematuhi Allah, tapi Dia menunjukkan pada mereka bagaimana harus mematuhi Allah. Mereka harus melakukan itu dengan meletakkan keinginan Allah di atas semua keinginan dalam hidup mereka.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:54:40 PM
4.    Yesus Menunjukkan Kebenaran mengenai Kehidupan Sesudah Kematian

Seorang guru tidak bisa mengajarkan mata pelajaran yang sulit kepada anak-anak sekolah dasar. Mereka baru mulai belajar. Oleh karena itu, pertama kali mereka akan belajar hal-hal yang sederhana. Kemudian bila mereka belajar dengan baik, mereka siap untuk belajar hal-hal yang lebih tinggi. Perjanjian Lama (PL) adalah seperti sekolah dasar. Permulaan kebenaran yang agung yang diajarkan dalam PL dan kebenaran-kebenaran lain perlu untuk dipelajari dengan baik. Tapi dalam Yesus kita memperoleh pengertian yang lebih banyak tentang Allah dan hidup sesudah kematian. Pengajaran mengenai hidup sesudah mati lebih jelas dalam Perjanjian Baru (PB) daripada dalam PL. Yesus adalah firman Allah yang membuat kebenaran-kebenaran ini menjadi jelas bagi kita. Jika kita ingin mengerti segala sesuatu mengenai kehidupan sesudah kematian, kita harus mempelajari apa yang Dia ajarkan.

5.    Yesus adalah Firman Allah yang Terakhir Bagi Manusia

Bila kebenaran telah diberitakan, hal yang lain tidak perlu ditambahkan. Allah telah berbicara tentang kebenaran yang penuh melalui keselamatan dan hidup orang Kristen dalam Yesus Kristus. Dalam Kolose 1:15, mengenai Yesus kita membaca, "Ia adalah gambar Allah yang tak kelihatan." Allah telah ditunjukkan dengan sempurna dalam Yesus Kristus. Jadi, jika manusia ingin mengetahui kebenaran tentang Allah, dia harus belajar kebenaran ini dari Yesus Kristus. Orang lain berkata, "Tapi Allah memberitahukan pada kami lebih daripada tulisan yang ada dalam Alkitab. Kami mempunyai Alkitab dan kebenaran yang ditambahkan." INI ADALAH SUATU KEBOHONGAN. Hal-hal yang telah Allah tunjukkan tentang diri sendiri sudah dilengkapi dengan sempurna dalam Yesus Kristus.
Jika sebuah gambar telah sempurna dilukis, apa saja yang ditambahkan atau diambil akan merusak gambar itu. Allah telah digambarkan secara sempurna dalam diri Yesus. Kapan saja seseorang mencoba mengambil atau menambahkan sesuatu pada gambar Allah, yang kita lihat dalam Yesus Kristus, maka dia sedang merusak gambar Allah itu.
Allah telah berbicara dengan jelas tentang mereka yang mencoba mengubah Alkitab dengan cara apa pun juga. Dalam buku terakhir di Alkitab, dibuat jelas bahwa seseorang yang datang dengan "penambahan" tidak datang dari Allah. "Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: 'Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, Allah akan menambahkan kepadanya melapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan- perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini'" (Wahyu 22:18-19).

bersambung pelajaran 2
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:55:09 PM
B.    YESUS ADALAH ANAK ALLAH

Ayat Hafalan:
Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak
yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:17)
Beberapa orang mungkin berkata begini, "Kami setuju bahwa Yesus adalah Anak Allah. Mengapa? Karena semua manusia adalah anak Allah. Allah telah menciptakan kita semua dan Dia Bapa kami di surga." Hal ini tidak seperti apa yang diajarkan Alkitab mengenai Yesus sebagai Anak Allah. Alkitab mengajarkan bahwa Yesus adalah satu-satunya Anak Allah. Tidak ada, dan tidak akan pernah ada yang lain yang dihubungkan dengan Anak Allah seperti Yesus.

1.    Yesus tidak Mempunyai Ayah Secara Dunia

Bacalah dengan saksama Matius 1:18-25 dan Lukas 1:26-35. Dari ayat- ayat ini, kita belajar hal-hal berikut. Yusuf dan Maria merencanakan pernikahan. Kemudian Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Maria dan berbicara kepadanya bahwa dia akan mempunyai anak. Maria menjawab bahwa ini tidak mungkin karena dia seorang perawan. Gabriel menjelaskan kepadanya bahwa Roh dari Tuhan akan datang ke atasnya dan anak itu akan menjadi Putra Allah. Ketika Yusuf mendengar bahwa Maria telah mengandung seorang bayi, Yusuf berencana untuk memutuskan pertunangan. Akan tetapi, seorang malaikat menampakkan diri kepada Yusuf dalam mimpi dan menjelaskan kepadanya bagaimana Maria menjadi hamil. Kemudian Yusuf mengambil Maria sebagai istrinya, tetapi mereka tidak hidup bersama-sama sebagai suami istri sampai Yesus dilahirkan. Kita melihat bahwa Yesus tidak mempunyai ayah secara duniawi karena Maria telah hamil dari Roh Allah.

2.    Malaikat Gabriel menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah

Bacalah lagi Lukas 1:35, "Jawab malaikat itu kepadanya: ROH KUDUS akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah." Dari kata-kata Malaikat Gabriel itu, siapakah Yesus? Kita segera melihat bahwa hanya ada satu jawaban, Yesus adalah Anak Allah. Beberapa orang mencoba menjadi sangat bijak dan mengajukan banyak pertanyaan mengenai siapa Yesus. Malaikat dari surga tidak mempunyai pertanyaan tentang hal ini. Malaikat Gabriel tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah.

3.    Yohanes Pembaptis Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah

Bacalah Yohanes 1:29-34 dan pelajarilah ayat-ayat ini. Allah telah mengirim Yohanes Pembaptis untuk menyiapkan hati manusia supaya mereka menerima Yesus, Juru Selamat yang dijanjikan. Yohanes Pembaptis menjadi pembuka jalan dengan memanggil manusia untuk bertobat (menyesal atas dosa-dosa dan berpaling dari dosa-dosa). Allah juga menceritakan kepada Yohanes Pembaptis bagaimana dia akan bisa mengenali Penyelamat yang dijanjikan bila Dia datang. Bagaimana Yohanes Pembaptis mengetahui-Nya? Bacalah ayat 33. Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan. Ketika Yohanes Pembaptis melihat Roh Allah turun dan tinggal di atas Yesus, Yohanes Pembaptis langsung mengetahui Yesus adalah Juru Selamat yang dijanjikan.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:57:10 PM
4.    Allah Sendiri Menyatakan bahwa Yesus Anak Allah

Ayat-ayat berikut mengajar kita dengan sangat jelas. "Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan'" (Matius 3:16-17). Di bagian lain disebutkan pula, "Dan tiba-tiba, sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata, 'Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia'" (Matius 17:5). Demikian pula ayat ini, "Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia'" (Markus 9:7). Lalu, "Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka" (Lukas 9:34-35). Murid-murid mengerti dengan jelas bahwa suara yang mereka dengar adalah suara Tuhan. Bertahun-tahun kemudian ketika Petrus sedang menulis hal-hal yang terjadi di atas Gunung Transfigurasi (gunung tempat Yesus nampak dalam terang yang berkilau-kilauan), dia berkata bahwa Yesus telah menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa. Mereka mendengar suara yang berkata, "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan" (2Petrus 1:17-18). Allah ingin manusia mengerti siapa Yesus.

5.    Roh-roh Jahat Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah
Ada beberapa contoh dalam Alkitab tentang roh-roh jahat yang mengenal Yesus dan berkata bahwa Dia adalah Anak Allah. Marilah kita lihat dua contoh ini. Bacalah Lukas 8:26-39. Dalam ayat-ayat ini, iblis-iblis menyatakan bahwa Yesus adalah seorang yang mempunyai kuasa menghancurkan mereka. Sekarang, baca juga Markus 1:23-27. Di sini roh jahat berkata bahwa Yesus adalah yang kudus dari Allah. Perhatikan bahwa Yesus memerintahkan roh jahat untuk diam. Dia tidak ingin Setan atau orang-orang yang dipenuhi oleh roh Setan menanyakan siapakah yang seharusnya menceritakan tentang Yesus. "Pulanglah ke rumahmu dan ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu." Orang yang disuruh Yesus itupun pergi mengelilingi seluruh kota dan memberitahukan segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya (Lukas 8:39). Kehidupan orang itu dibuat menjadi benar oleh kuasa Yesus. Dan orang-orang seperti dialah yang diinginkan Yesus untuk menceritakan kepada orang lain tentang Dia.

6.    Murid-murid Menyatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah
Bacalah Matius 16:13-17. "Maka kata Yesus kepada kedua belas murid- Nya: 'Apakah kamu tidak mau pergi juga?' Jawab Simon Petrus kepada- Nya: 'Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal: dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah'" (Yohanes 6:67-69). Murid- murid telah hidup dengan Yesus selama kira-kira tiga tahun. Mereka mengamati kehidupan-Nya secara dekat. Mereka telah mendengarkan pengajaran-Nya tentang hal-hal yang luar biasa mengenai Allah. Mereka telah melihat hidup-Nya yang tanpa dosa. Mereka telah melihat mujizat-mujizat besar (pekerjaan-pekerjaan yang menakjubkan) yang Dia lakukan. Karena hal-hal ini, mereka tahu bahwa Yesus adalah benar-benar Anak Allah.

7.    Yesus Sendiri Menyatakan bahwa Dia adalah Anak Allah
Ketika Yesus di pengadilan, orang-orang mendengar kesaksian- kesaksian dan keterangan-keterangan di mana tak seorang pun menemukan orang yang bisa membuktikan bahwa Yesus bersalah dan melakukan dosa. Mereka mengajukan pertanyaan ini pada Yesus, "Apakah Engkau Mesias, Anak dari Yang Terpuji?" Yesus memberikan jawaban yang sangat berterus terang, "Akulah Dia" (Markus 14:60- 62). Jika Yesus berkata bahwa dia bukan Anak Allah, kemungkinan hidup-Nya tidak akan berakhir. Namun, Dia menolak berdusta tentang hal itu. Dia ingin orang mengerti bahwa Dia adalah Anak Allah.

8.    Kebangkitan Yesus dari Kematian Menunjukkan bahwa Dia Anak Allah
Ketika Yesus bersama dengan murid-murid-Nya, kerap kali Dia menceritakan kepada mereka bahwa Dia akan dibunuh dan pasti akan bangkit dari kubur pada hari ketiga. "Sejak waktu itu, Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga" (Matius 16:21). "Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku (Yohanes 10:17-18). Bacalah juga Yohanes 2:18-22, musuh-musuh Yesus juga mendengarkan kata-kata ini. Itulah sebabnya, mungkin mereka melakukan segala-galanya untuk menghentikan kebangkitan Yesus. Mereka meletakkan sebuah batu yang sangat besar di pintu masuk dari gua di mana tubuh Yesus dikubur. Mereka minta prajurit-prajurit untuk menjaga pintu masuk. Kekuatan manusia tidak pernah bisa menghentikan pekerjaan Allah. Yesus bangkit dari kematian seperti yang telah Dia katakan. Kebangkitan-Nya membuktikan bahwa Dia berbicara benar. Itu bukti bahwa Dia adalah sungguh-sungguh Anak Allah. Dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa atas kematian (Roma 1:4).
Alkitab sangat jelas berbicara tentang Yesus. Dulu dan sekarang, Dia adalah Anak Allah. Mengatakan bahwa hal ini tidak benar berarti mengatakan bahwa firman Allah tidak benar. Marilah kita menerima kebenaran tentang Yesus dan memercayai-Nya selalu sebagai Anak Allah dan Juru Selamat.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:57:49 PM
DOA

"Bapa, terima kasih karena Engkau mau mengirimkan Yesus Kristus yang adalah Firman untuk menjadi daging, sehingga aku mengerti apa yang menjadi kehendak hati-Mu atas hidupku. Aku juga bersyukur karena Yesus yang Engkau kirimkan itu merupakan satu-satunya Anak Tunggal Bapa dan tidak ada yang lain. Melalui Dialah aku dibenarkan dan diterima sebagai anak-anak-Mu. Amin."

bersambung ke pelajaran 3
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:58:25 PM
REFERENSI PELAJARAN 02 - YESUS ADALAH FIRMAN ALLAH DAN ANAK ALLAH

ARTI GELAR ANAK ALLAH

Gelar Anak Allah dipakai oleh beberapa pihak. Penggunaannya bergantung kepada adat kebudayaan, sehingga berbeda pula artinya. Sehubungan dengan arti gelar Anak Allah, William Barclay dalam bukunya Jesus as They Saw Him, mendaftarkan beberapa penggunaan gelar tersebut. Dalam Perjanjian Lama, malaikat-malaikat disebut anak Allah. Gelar itu tidak dipakai untuk seorang demi seorang (Ibrani 1:5), melainkan untuk malaikat secara keseluruhan. "Maka anak-anak Allah melihat, bahwa anak-anak perempuan manusia itu cantik-cantik, lalu mereka mengambil istri dari antara perempuan-perempuan itu (Kejadian 6:2). Pada awal cerita Ayub, anak-anak Allah menghadap Allah (Ayub 1:6). Pada waktu penciptaan alam semesta, bintang-bintang fajar dan anak-anak Allah bersorak-sorai bersama (Ayub 38:7). Para malaikat disebut anak Allah. Memang harus diingat bahwa ada beberapa tafsiran mengenai Kejadian 6:2. Dalam Perjanjian Lama, bangsa Israel disebut anak Allah. Sebutan itu dituntut oleh Allah terhadap Firaun (Keluaran 4:22-23). Ketika masih kanak-kanak, Israel dikasihi oleh Allah. Dan Ia memanggil mereka dari Mesir (Hosea 11:1). Umat pilihan Allah disebut anak Allah. Raja-raja Israel disebut anak Allah. Dalam arti khusus, raja Israel dipilih oleh Allah dan dipanggil anak Allah. Berkenaan dengan Salomo, Allah berkata kepada Raja Daud: "Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku (2 Samuel 7:14). Lukas membuat silsilah Yesus secara mundur kepada Adam. Dikatakan dalam Lukas 3:38: "Kenan anak Enos, anak Set, anak Adam, anak Allah." Adam adalah anak Allah. Dalam dunia kafir, orang-orang tertentu disebut anak Allah. Cerita mythos penuh dengan tokoh yang mengaku lahir dalam kesatuannya dengan allah tertentu yang tidak dapat mati. Herkules anak Alkmene dan Zeus. Achilles anak Thetis dan Peleus. Aleksander Agung dianggap sebagai keturunan Zeus, dan lain-lainnya.
Vos menunjukkan empat kemungkinan arti gelar Anak Allah Gelar anak Allah dalam arti nativistik (keturunan). Ciptaan Allah dapat disebut "anak Allah" sebab keberadaannya itu sebagai hasil daya cipta Allah. Adam disebut anak Allah sebagaimana Set disebut anak Adam (Lukas 3:38). Bangsa Israel juga,disebut anak Allah (Keluaran 4:22). Ada pendapat bahwa Yesus juga disebut Anak Allah dalam anti nativistik tersebut, karena kelahiran-Nya oleh ROH KUDUS (Lukas 1:35; Matius 1:21).

Arti di atas sejajar dengan pandangan orang Yunani pada masa Rasul Paulus tentang kebapaan Allah secara universal. Paulus mengutip pandangan itu dalam Kisah Para Rasul 17:28: "Sebab kita ini dari keturunan Allah juga." Dengan demikian keanakan manusia terhadap Allah terjadi secara alami. Tentu saja gelar Anak Allah bagi Yesus tidak diartikan secara theologis berdasarkan kelahiran secara alami. Gelar anak Allah dalam arti moral-keagamaan. Maksudnya ialah gelar itu dipakai untuk menyatakan hubungan Allah dengan manusia yang menjadi obyek kasih-Nya. Arti itu berlaku bagi semua bangsa termasuk Israel. Terhadap Israel, pemeliharaan Allah dinyatakan bukan hanya karena keberadaan mereka oleh Allah, tetapi juga disebabkan Allah ingin menjadikan mereka sasaran kasih-Nya. Dalam Perjanjian Lama, keanakan Israel terhadap Allah selalu disebut-sebut. Demikian juga dalam Perjanjian Baru, orang yang percaya kepada Yesus disebut anak Allah karena kelahiran baru (Yohanes 1:12; 3:3), atau oleh karena pengangkatan (Roma 8:14, 19; Galatia 3:26; 4:5). Arti kedua ini juga tidak cocok bagi Yesus. Gelar Anak Allah dalam arti Messianik. Gelar ini bersifat jabatan. Keturunan Raja Daud diakui sebagai anak Allah (2 Samuel 7:14). Gelar dalam anti theologis. Dalam Perjanjian Baru, gelar Anak Allah bagi Yesus mempunyai arti yang lebih dalam daripada arti-arti di atas. Ia disebut Anak Allah sebab Ia itu Tuhan dan memiliki sifat Ilahi. Rasul Yohanes dalam Injil karangannya menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus dan juga Anak Allah. Ia mempunyai pre-eksistensi sebagai Logos, yang berarti Allah sendiri. Ia menjelma manusia untuk menyatakan Allah kepada manusia. Paulus menyatakan bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging untuk menggenapi tuntutan hukum Taurat di dalam hidup manusia (Roma 8:3; Galatia 4:4)
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:58:59 PM
Sebab-sebab Yesus Disebut Anak Allah

Di depan telah disebutkan bahwa gelar Anak Allah diberikan kepada Yesus. Pemberian itu didasarkan atas beberapa alasan. Empat alasan sebagai berikut: Pertama Yesus bersatu dengan Allah Bapa. Alasan ini menyatakan adanya hubungan yang erat antara Yesus Anak Allah dengan Allah Bapa. Banyak ayat Alkitab yang mengajarkan hal tersebut. Yesus sendiri berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30). Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakan-Nya" (Yohanes 5:19). Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada (Yohanes 8:28). Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa (Yohanes 8:38). Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan Bapa kepada-Ku (Yohanes 12:50). Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; . . . apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku (Yohanes 14:9-11). Semua orang yang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa" (Yohanes 5:23). Semua perkataan- Nya itu menyatakan kesatuan diri-Nya dengan Allah Bapa. Kedua, Yesus adalah satu-satunya penyataan diri Allah. Yesus sendiri berkata dalam Matius 11:26-27, "Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak berkenan menyatakan-Nya." Demikian juga kesaksian Rasul Yohanes menyatakan hal yang sama dengan yang diucapkan Yesus. Tidak seorang pun yang dapat menyatakan Allah kepada dunia, kecuali Yesus. Hanya orang yang menjadi satu dengan Allah saja yang dapat menyatakan diri Allah dengan jelas kepada manusia. A.M. Hunter mengatakan, "Gelar Anak Allah menggambarkan hubungan Yesus dengan Bapa yang tidak kelihatan itu. Itu menunjuk rahasia terdalam dari eksistensi-Nya, dan menyarankan agar orang menyadari bahwa Ia datang kepada manusia dari kedalaman eksistensi Allah." Orang datang dari eksistensi Allahlah yang dapat menyatakan diri Allah kepada manusia. Orang itu adalah Yesus.
Allah ingin menciptakan persekutuan yang erat dengan manusia, dan antara manusia dengan sesamanya. Karena ide itu keluar dari Allah, maka Allah harus menyatakan diri kepada manusia. Caranya adalah dengan penyataan. Menurut Ibrani 1:1-4 puncak penyataan itu ada di dalam diri Yesus. Jadi kalau Yesus berani berbicara bahwa tidak seorang pun mengenal Bapa, kecuali Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya. Dengan demikian hanya Yesuslah yang mampu menyatakan Allah kepada manusia dan membawa manusia kepada Allah. Ia mengenal Bapa (Yohanes 10:15) dan menjadi jalan kepada Bapa (Yohanes 14:6). Ketiga; Yesus taat dalam melaksanakan pola, rencana dan tujuan Allah bagi hidup manusia dalam penciptaan, pemeliharaan dan pendamaian. Allah mempunyai pola, rencana dan tujuan bagi hidup manusia dalam penciptaan, pemeliharaan dan pendamaian itu.

Yesus dipilih dan diutus ke dalam dunia untuk melaksanakan pola, rencana dan tujuan Bapa-Nya bagi umat manusia. Mulai berumur 12 tahun, Yesus telahh menyatakan ketaatan-Nya dalam melakukan kehendak Bapa itu. Berikut ini didaftarkan beberapa peristiwa mengenai ketaatan-Nya: 1) Mulai umur 12 tahun Yesus telah mulai melakukan pekerjaan Bapa (Lukas 2:41-52); 2) Yesus dibaptiskan untuk menggenapkan seluruh kehendak Bapa (Matius 3:13-17); 3) Ia menolak godaan Iblis, karena ingin mengikuti kehendak Bapa (Matius 4:1-11); 4) Dalam doa-Nya di Getsemani, Yesus menyerahkan diri supaya kehendak Bapa saja yang jadi dalam diri-Nya (Markus 14:32, 39); 5) Yesus mengaku bahwa Ia adalah Anak Allah di depan Mahkamah Agama Yahudi, meskipun harus menghadapi hukuman (Matius 26:57-68); 6) Rela menderita penganiayaan di kayu salib (Matius 27:39-43), bahkan sampai mati di atas kayu salib.
Berkali-kali Yesus menyatakan bahwa Ia menuruti kehendak Bapa-Nya; "MakananKu ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya (Yohanes 4:34). Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku" (Yohanes 5:30).
Dari setiap peristiwa ketaatan dan kata-kata Yesus sendiri dalam hubungan-Nya dengan Allah, dapat disimpulkan bahwa Yesus sendiri sadar akan kedudukan-Nya sebagai Anak. Sebagai hasilnya, Ia selalu menaati kehendak Allah Bapa. William Barclay mengatakan dalam Injil Sinoptik kita dapat menyaksikan Yesus sebagai seorang pribadi yang hidup-Nya dimulai, dilanjutkan, dan diakhiri dalam kesadaran bahwa diri-Nya adalah Anak Allah." Yesus berhasil melaksanakan pola, rencana dan tujuan Allah bagi manusia dalam penciptaan, pemeliharaan dan pendamaian itu. Keempat,"karya a Yesus adalah karya Allah sendiri. Yesus disebut Anak Allah dalam Perjanjian Baru, karena karya yang dilakukan-Nya memadai dengan karya Allah Bapa. Karya itu ialah: Pertama, memberi hidup kepada semua orang (Yohanes 5:25,26). Yesus datang ke dunia agar manusia hidup de=n ngan segala kelimpahan. Kedua, menjadikan orang anak Allah. Orang orang yang percaya kepada-Nya, diberi-Nya hak menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12; Galatia 3:26; 1 Yohanes 3:1-2). Ketiga, membangkitkan orang yang telah mati (Yohanes 11:41-44). Keempat, memperdamaikan, menyelamatkan dan menyucikan orang percaya (Roma 5:10; 1 Yohanes 3:7,8; 4:10,14). Kematian Yesus memperdamaikan orang percaya dengan Allah. Yang diperdamaikan pasti akan diselamatkan oleh Yesus. Yesuslah yang diutus oleh Bapa untuk menjadi Juruselamat kita. Kelima, Yesus ikut menjadikan alam semesta (Ibrani 1:2). Oleh Dia Allah menjadikan alam semesta.
Dalam Perjanjian Lama, semua bangsa Israel, termasuk rajanya disebut anak Allah. Mereka dipilih dan diutus untuk melaksanakan karya Allah di dunia. Namun demikian, tidak seorang pun dari mereka dapat melakukan karya-karya Yesus di atas. Memang hanya Yesuslah satu-satunya orang yang pernah mengajarkan karya Allah Bapa. Sebab itu ia disebut Anak Allah. Bahkan dalam Yohanes 1:14 dan 3:16 Yesus diberi gelar Anak Tunggal Bapa.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 12:59:43 PM
Implikasi Gelar Anak Allah Bagi Yesus

Di depan telah diutarakan arti gelar Anak Allah dan sebab-sebab Yesus digelari Anak Allah. Dari uraian di atas dapat diperoleh implikasi gelar Anak Allah pada diri Yesus. Pertama, Yesus mempunyai hubungan yang erat sekali dengan Bapa. Bahkan tidak ada hubungan yang seerat itu dalam hidup manusia. Eksistensi Allah sama dengan eksistensi Yesus. "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30). Kedua, antara Allah Bapa dan Yesus ada kesetaraan. Dalam Filipi 2:6 Paulus menyatakan bahwa Yesus ada dalam rupa Allah. Itu berarti bahwa Kristus bukan saja sama dengan Allah, tetapi Ia adalah Allah, benar-benar Allah. Ia seujud, sehakekat dengan Dia. Ungkapan "berada dalam rupa Allah," menyatakan bahwa sebelum Kristus menjadi manusia Ia telah ada. Ia mempunyai pre-eksistensi. Ia seujud atau sehakekat dengan Allah dan Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah. Ketiga, Yesus menyatakan ketaatan yang mutlak kepada kehendak Bapa. Ketaatan seperti itu tidak akan terjadi jika Yesus bukan Anak Allah. Keempat, Yesus mengenal Allah secara istimewa. Pengenalan-Nya itu menunjukkan eratnya hubungan-Nya dengan Allah dan juga ketaatan-Nya. Karena berhubungan erat, maka Yesus mengenal dan akhirnya menaati-Nya. Pengenalan-Nya yang disebut dalam Matius 11:27 itu bukan secara mental dan akali, tetapi karena hasil hubungan-Nya yang erat tersebut. Kelima, karena Yesus itu satu dengan Allah, berhubungan erat, mengenal dan taat kepada Bapa-Nya, maka Yesus memiliki kuasa Allah. Tidak diragukan lagi bahwa Yesus memiliki kuasa yang hebat. Ia berkuasa atas alam, atas penyakit, kematian dan setan. Tanpa kuasa Allah ada pada diri Yesus, Ia tidak dapat melakukan semua pelayanan-Nya secara menakjubkan. Keenam, gelar Anak Allah dipakai di dalam kitab-kitab Injil untuk menunjukkan kesatuan Yesus dan Allah Bapa bukan untuk menunjukkan kemessiasan-Nya. Gelar Anak Allah sebagai gelar mesiasnis untuk Yesus terjadi pada perkembangan pengertian rasul-rasul selanjutnya. Dalam hubungan-Nya dengan Allah Bapa ia berada sejak semula sebagai Anak Allah bukan sebagai Mesias

Kesimpulan

Kesadaran Yesus akan kedudukan-Nya sebagai Anak Allah terdapat bukan hanya dalam Kitab Injil Yohanes, tetapi juga dalam Kitab Injil yang lain. Dalam Matius 11:26-27, Yesus secara langsung mengungkapkan hubungan diri-Nya dengan Bapa-Nya. Ia menyatakan diri sebagai Anak dari Bapa. Bahkan hanya Dia dan Bapa yang dapat saling mengenal dan orang yang kepadanya Anak mau menyatakan diri. Injil Yohanes beserta kitab lain yang dikarangnya dan bukubuku karangan Paulus merupakan dokumen mengenai perkembangan pengertian Kristologis, berdasarkan kesadaran Yesus akan diri-Nya sebagai Anak Allah.
Kita juga dapat menyimpulkan bahwa Yesus merasa sebagai Anak Allah dalam arti yang istimewa. Ia lain daripada orang lain. Dengan keanakan-Nya itu Yesus menyatakan kesatuan-Nya dengan Bapa yang tidak dapat dinyatakan oleh manusia. Untuk menghindari konsep yang salah tentang Messias, Yesus lebih banyak menggunakan gelar Anak Manusia yang erat hubungannya dengan Anak Allah. Maksud penggunaan gelar itu ialah untuk memberikan tekanan hubungan istimewa-Nya dengan Allah, bahwa Ia sebagai Anak dan Juruselamat.
Dapat disimpulkan pula, bahwa pikiran murid-murid Yesus mengenai pribadi Kristus selalu berkembang berdasarkan pengalaman. Dari karya- karya Yesus bersama murid-murid-Nya, para murid makin sadar bahwa Yesus adalah Anak Allah. Selama pelayanan mereka dengan Yesus, para murid melihat bagaimana Yesus menyucikan Bait Allah, memasuki Yerusalem pada minggu terakhir, memimpin perjamuan malam, disalibkan dan akhirnya bangkit pada hari ketiga sesudah mati. Dari situ pikiran murid-murid Yesus pada abad pertama itu menjadi jelas mengenai Mesias. Bagi mereka arti gelar Mesias berkembang mencakup Nabi, Pemberi Hukum yang Baru, Anak Allah, dan Anak Manusia.
2:29; Yoh 3:34; Rm 10:8; Ef 6:17; Ibr 1:3;
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:00:12 PM
Pelajaran 03 - YESUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI TANPA DOSA

A.    YESUS ADALAH ALLAH SEJATI

Ayat Hafalan
1.    Kita Diberitahu Secara Jelas Bahwa Yesus adalah Allah
2.    Kuasa Yesus Mengampuni Dosa Menunjukkan Bahwa Yesus adalah Allah
3.    Yesus Menyatakan Mempunyai Penghormatan yang Sama dengan Allah
4.    Yesus Menerima Pujian Seperti Allah
5.    Allah dalam Kristus
B.    YESUS ADALAH MANUSIA SEJATI TANPA DOSA

Ayat Hafalan
1.    Yesus adalah Manusia
2.    Sebagaimana Seorang Manusia Yesus Dicobai Sebagaimana Kita Dicobai
3.    Yesus Hidup dalam Kehidupan yang Tanpa Dosa
4.    Pentingnya Yesus Menjadi Manusia Tanpa dosa
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:00:54 PM
YESUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI TANPA DOSA

A.    YESUS ADALAH ALLAH SEJATI

Ayat Hafalan:

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah." (Yohanes 1:1)
Dalam pelajaran yang lalu kita telah belajar bahwa Yesus adalah firman Allah dan Anak Allah. Dalam pelajaran ini, kita akan melihat bahwa Yesus juga adalah Allah sendiri. Mungkin Anda bertanya, "Saya tidak mengerti ini -- bagaimana Yesus bisa menjadi firman Allah, Anak Allah, dan juga Allah itu sendiri?" Di awal pelajaran ini, baiklah kita memahami bersama bahwa Allah lebih besar daripada pengertian kita. Manusia memiliki pemikiran yang terbatas sehingga tidak bisa memikirkan Allah dengan sempurna. Kita tidak mengenal Allah karena kepandaian yang kita miliki. Dalam 1Korintus 1:21 kita membaca, "Oleh karena dunia, dalam hikmat Allah, tidak mengenal Allah oleh hikmatnya, ...." Tetapi puji syukur kepada Allah karena Ia memilih menyatakan itu kepada kita. Itulah tujuan kita dalam pelajaran ini, untuk belajar bagaimana Allah mengajar melalui Alkitab mengenai Yesus. Kita akan melihat bahwa Alkitab sangat jelas mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah.

1.    Kita Diberi Tahu secara Jelas bahwa Yesus adalah Allah

Kita akan memerhatikan dua ayat yang menceritakan bahwa Yesus adalah Allah. Pertama, Yohanes 1:1, ayat hafalan pertama kita untuk pelajaran ini. Kita telah belajar dalam pelajaran kedua, bahwa kata "Firman" menunjuk kepada Yesus. Ayat ini menerangkan kepada kita, "... dan Firman itu adalah Allah." Jika ada yang berkata bahwa Allah dan Firman (Yesus) tidak sama, berarti ia setuju bahwa Alkitab tidak benar.
Ayat kedua yang ingin kita lihat adalah Roma 9:4-5, "Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa- bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!" Ayat ini berbicara tentang anak-anak Israel (bangsa Israel) dan bagaimana mereka menerima Hukum Taurat dan janji-janji Allah. Hal itu menerangkan bagaimana Yesus secara fisik dilahirkan dalam bangsa mereka. Dengan kata lain, dalam pandangan manusia, Yesus akan jadi orang Israel. Tapi ayat ini juga menceritakan pada kita bahwa Kristus di atas segala-galanya, dihormati sebagai Allah selama-lamanya.
Kebenaran bahwa Yesus adalah Allah tidak ditemukan dalam dua ayat itu saja, masih ada fakta-fakta yang lain. Oleh karena itu, kita juga akan belajar di bagian lain yang memuat kebenaran yang lebih jelas lagi kepada kita.

2.    Kuasa Yesus Mengampuni Dosa Menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah

Semua dosa adalah melawan Allah. Pada masa lalu, Raja Daud berdoa pada Allah dan berkata, "Terhadap Engkau, terhadap Engkau sajalah aku telah berdosa" (Mazmur 51:6). Satu-satunya pribadi yang bisa mengampuni dosa adalah Pribadi kepada siapa manusia berdosa. Kita akan melihat bahwa Yesus mempunyai kuasa mengampuni dosa.
Bacalah Markus 2:1-12. Dari ayat-ayat ini, kita belajar hal-hal berikut. Yesus berkata kepada orang lumpuh itu bahwa dosa-dosanya diampuni. Musuh-musuh Yesus berkata bahwa hanya Allah saja bisa mengampuni dosa. Mereka benar tentang hal itu. Karena itu mereka menganggap Yesus melakukan kejahatan karena Dia mengatakan memiliki kuasa yang hanya mungkin dipunyai oleh Allah sendiri. Tapi kemudian Yesus menyembuhkan orang itu, dan hal ini membuktikan pada orang- orang bahwa Dia sungguh-sungguh punya kuasa untuk mengampuni dosa, karena menurut mereka kelumpuhan orang itu adalah karena dosa- dosanya. Mari kita memikirkannya dengan cara sebagai berikut. Andai kata di sini ada sebuah rumah yang kita tahu bahwa dia adalah orang yang mempunyai kunci itu. Jika kita melihat orang itu datang ke rumah, kemudian mengambil kunci dan membuka pintu, kita akan mengetahui bahwa dialah pemilik dari rumah itu. Kita mengetahui bahwa hanya Allah yang bisa mengampuni dosa. Oleh sebab itu, bila kita melihat Yesus datang dengan kuasa untuk mengampuni dosa, kita tahu bahwa Yesus adalah Allah.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:01:33 PM
3.    Yesus Menyatakan Mempunyai Penghormatan yang Sama dengan Allah

Yohanes 5:23 berkata, "Supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia." Dalam ayat ini, Yesus menyatakan dengan jelas bahwa manusia akan menghormati Dia sebagaimana mereka menghormati Bapa. Jikalau Anda mulai membaca dari ayat 16, Anda akan menemukan bahwa orang-orang Yahudi mau membunuh Yesus. Orang-orang Yahudi berkata bahwa Yesus telah mengajar bahwa Dia sama dengan Allah (ayat 18). Jika Yesus tidak menjadi sama dengan Allah, Dia sudah tentu akan membenarkan mereka. Dia akan membuat itu jelas bagi mereka bahwa Ia tidak sama dengan Allah. Apakah Dia melakukan ini? Tidak. Malahan Yesus memberitahukan kepada mereka bahwa "Semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa."
Perhatikan dalam Filipi 2:6, "yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan." Ayat ini menceritakan bahwa Yesus telah menjadi Allah sebelum Ia datang di dunia. Yesus tidak pernah berpikir bahwa Dia merampas hak Allah dengan menjadi sejajar dengan Allah, melainkan Ia sedang menyatakan sejajar dengan Allah karena Ia adalah Allah itu sendiri.

4.    Yesus Menerima Pujian seperti Allah

Perhatikan dua kenyataan berikut. Pertama, dalam Kisah Rasul 14:8- 18, kita membaca bahwa Paulus dan Barnabas sedang mengajar di Listra (dengan kuasa Yesus.) Orang banyak yang melihat mereka mengatakan bahwa ada dewa-dewa yang telah turun dari sorga. Paulus dan Barnabas dengan segera memperbaiki kesalahan ini dan memberitahukan kepada orang-orang itu bahwa mereka manusia sama seperti mereka yang tidak patut untuk diagung-agungkan. Tindakan ini tepat seperti yang seharusnya mereka lakukan.
Kedua, ketika Yohanes mendapat mimpi dari surga, ia jatuh tersungkur menyembah orang yang berbicara kepadanya. Orang itu memberitahukan bahwa dia tidak seharusnya melakukan demikian. Hanya Allah yang harus disembah. "Maka tersungkurlah aku di depan kakinya untuk menyembah dia, tetapi ia berkata kepadaku: 'Janganlah berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama dengan engkau dan saudara- saudaramu, yang memiliki kesaksian Yesus. Sembahlah Allah! Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat'" (Wahyu 19:10). Malaikat yang berbicara kepada Yohanes menolak disembah karena dia tahu bahwa hanya Allah yang patut disembah. Dia melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.
Sekarang bacalah Yohanes 20:27-29. Sesudah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri kepada Tomas. Ketika Tomas menyadari bahwa itu benar-benar Yesus yang telah bangkit dari kematian, dia berkata, "Ya Tuhanku dan Allahku." Apakah Yesus menolak untuk memperbaiki panggilan Allah yang ditujukan kepadanya? Tidak. Yesus menerima apa yang Tomas katakan. Mengapa? Karena Dia memang Allah.

5.    Allah dalam Kristus

Kadang-kadang orang tidak mau memuliakan Yesus seperti mereka memuliakan Bapa. Mereka membuat lelucon dan berkata, "Jika Yesus adalah Allah, itu artinya Allah mati di atas kayu salib." Sebenarnya, tepat yang Alkitab ajarkan kepada kita dalam 2Korintus 5:19, "Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus."
Kita juga membaca hal ini dalam Kisah Para Rasul 20:28, "Karena itu, jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan karena kamulah yang ditetapkan ROH KUDUS menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri." Paulus sedang berbicara kepada penatua-penatua Gereja di Efesus. Dia mengatakan kepada mereka bagaimana mereka harus memelihara Gereja Tuhan, yang dibeli dengan darah-Nya sendiri. Apabila Anda membaca ayat ini dengan saksama, Anda akan melihat bahwa Paulus sedang berbicara tentang Allah. Dia menyebut gereja dengan "Gereja Allah" dan kemudian menambahkan, "yang Allah beli dengan darah-Nya sendiri."
Bila kita melihat diri kita, kita melihat banyak hal yang terlalu sulit kita mengerti. Jika kita tidak bisa mengerti hal-hal yang diciptakan oleh Allah, betapa bodohnya kita meminta untuk mengerti semua hal-hal yang ada dalam diri Allah. Tetapi hal-hal yang Allah ajarkan kepada kita bisa kita percayai. Kita telah melihat bagaimana Alkitab benar-benar mengajar bahwa Yesus adalah Allah. Kita boleh tidak mengerti tentang semua itu, tetapi kita bisa mempercayai hal itu karena Allah telah mengajarkan itu kepada kita. Keajaiban itu adalah bahwa Allah telah datang ke dunia dalam rupa manusia, hidup di antara manusia, dan mati untuk dosa-dosa mereka sehingga mereka memiliki hidup selama-lamanya melalui iman kepada- Nya.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:02:01 PM
B.    YESUS ADALAH MANUSIA SEJATI TANPA DOSA

Ayat Hafalan:

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa." (Ibrani 4:15)
Sebelumnya, kita telah belajar tentang Yesus yang adalah Allah sejati. Kini, kita juga akan belajar bahwa Yesus adalah seorang Manusia sejati. Kita akan melihat bagaimana Yesus menjadi manusia dalam segala hal seperti kita kecuali bahwa Dia tanpa dosa. Jika kita hendak mengerti sifat alami yang sejati dari Yesus, kita harus mengerti bahwa Dia adalah Allah dan juga manusia.
Marilah kita memikirkan hal ini. Jika Anda memiliki sebuah mata uang di tangannya, maka ia tahu bahwa itu adalah satu mata uang. Tapi dia juga mengetahui bahwa mata uang itu mempunyai dua sisi. Itulah sifat Yesus, Ia adalah satu, tetapi memiliki dua sisi, sisi Allah dan sisi manusia. Sebagaimana yang kita pelajari tentang Yesus yang menjadi manusia, marilah kita juga mengingat bahwa Dia adalah Allah. Ayat hafalan kita di atas memberitahu kedudukan Sang Imam Besar kita, yaitu Tuhan Yesus Kristus, yang pernah menjadi manusia sama seperti kita, hanya Dia tidak berbuat dosa. Marilah kita pelajari hal ini bersama- sama.

1.    Yesus adalah Manusia

Sekarang, pikirkanlah hal-hal yang Alkitab terangkan kepada kita tentang Yesus yang menyebabkan kita mengetahui bahwa Dia adalah juga manusia.

a.    Yesus dilahirkan oleh seorang wanita sebagaimana kita adanya.

Meskipun Allah adalah Bapa-Nya, Dia dikandung dalam rahim Maria dengan kuasa ROH KUDUS. Dia bertumbuh dan dilahirkan seperti semua bayi-bayi yang lain dilahirkan. "Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat" (Galatia 4:4).

b.    Tubuh Yesus seperti tubuh kita. Kita tahu ini karena alasan- alasan berikut:

-    Dia bertumbuh dari bayi, ke masa muda dan tumbuh dewasa sama seperti semua manusia lainnya (Lukas 2:52).
  -    Dia merasa lapar dan haus seperti manusia lainnya, "Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus" (Matius 4:2). "Sesudah itu, karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai berkatalah Ia- supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: "Aku haus!" (Yohanes 19:28).
-      Dia menjadi lelah seperti manusia lainnya. "Di situ terdapat sumur Yakub, Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas" (Yohanes 4:6).

c.    Perasaan Yesus seperti perasaan kita.

-     Dia merasa amat berdukacita atas kematian seorang sahabat sehingga Dia menangis. "'Di manakah dia kamu baringkan?' Jawab mereka: 'Tuhan, marilah dan lihatlah!' Maka menangislah Yesus. Kata orang-orang Yahudi: 'Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!'" (Yohanes 11:34-36).
-     Dia merasa kasihan karena penderitaan orang lain. "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala" (Matius 9:35-36).
-     Dia merasa sedih dan marah karena kebejatan moral manusia. "Ia berdukacita karena kedegilan mereka, dan dengan marah Ia memandang sekeliling-Nya kepada mereka lalu Ia berkata kepada orang itu: 'Ulurkanlah tanganmu!' Dan ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu" (Markus 3:5).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:02:24 PM
2.    Sebagai Seorang Manusia, Yesus Dicobai Sebagaimana Kita Dicobai

"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (Ibrani 4:14-15). Dalam ayat ini Yesus disebut Imam Besar Agung kita. Selanjutnya dikatakan bahwa Dia dicobai dalam segala hal seperti kita dicobai. Kita jangan berpikir bahwa satu-satunya saat Yesus dicobai adalah ketika Setan datang kepada-Nya setelah Dia tidak makan selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Yesus dicobai dibanyak waktu yang berbeda dan dengan cara yang berbeda.
Suatu kali, Setan bahkan mencobai Yesus melalui Simon Petrus, salah seorang murid-Nya. Ketika Yesus memberitahukan murid-murid-Nya bagaimana Dia harus segera menderita dan mati, Petrus berbicara dengan kata-kata yang bersemangat bahwa hal seperti itu tidak akan pernah terjadi pada-Nya. Setan telah memakai Petrus untuk menggoda Yesus untuk menghindari kematian di atas kayu salib. Jika Setan bisa membujuk Yesus melepaskan diri dari kematian di atas kayu salib, tidak ada keselamatan bagi umat manusia. Yesus mengerti benar apa yang sedang Setan coba lakukan melalui Petrus. Itulah sebabnya, Yesus berbicara kepada Petrus sebagaimana tertulis dalam Matius 16:23, "Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: 'Enyahlah Iblis, Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.' Bacalah Matius 16:21-23. Kita semua harus mengerti ini. Ada saat-saat di mana Setan akan mencobai kita lewat teman-teman kita.
Ada hal-hal lain yang seharusnya kita mengerti tentang cobaan terhadap Yesus. Dia menolak mempergunakan kuasa untuk membuat pencobaan lebih ringan. Ketika Dia merasa lapar, Setan mencobai-Nya untuk mengubah batu-batu menjadi roti. Yesus mempunyai kuasa untuk melakukan itu. Namun, Ia menolak mempergunakan kuasa untuk meringankan cobaan-cobaan yang dibebankan Setan pada-Nya. Kenapa? Karena jika demikian, Dia tidak akan pernah dicobai seperti kita dicobai, Dia tidak bisa betul-betul seperti kita. Contohnya, seorang yang lapar, yang merampok atau mencuri, mungkin mencoba memaafkan dirinya sendiri dengan berkata, "Ya, ketika Yesus lapar Dia mengubah batu menjadi roti. Saya tidak bisa melakukan itu, tapi saya akan menghilangkan rasa lapar saya dengan mencuri." Karena itulah Yesus dengan berani rela menderita dan hasilnya Dia memperoleh kekuatan penuh dari pencobaan-pencobaan, Dia bisa mengerti secara penuh dan berbagi perasaan akan pencobaan- pencobaan kita. Dia juga akan memberikan kuasa kepada kita atas Setan, sebagaimana Dia lakukan jika kita memutuskan bergantung kepada-Nya.

3.    Yesus Hidup dalam Kehidupan yang Tanpa Dosa

Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini. "Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa" (Ibrani 4:15). "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (Korintus 5:21). "Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya" (1Petrus 2:22). Ini adalah satu cara di mana Yesus, sebagai manusia, berbeda dari semua umat manusia. Semua manusia telah berdosa, tetapi Yesus tanpa dosa.
Banyak orang tidak mengerti bahwa ada dua cara-cara manusia berdosa. Cara pertama adalah dengan melakukan hal-hal yang kita ketahui adalah jahat. Alkitab menerangkan pada kita beberapa hal yang Allah tidak ingin kita lakukan. Tapi jika ia tetap melakukan hal-hal ini, maka dia melawan Allah dan ia berdosa.
Cara kedua dari perbuatan dosa adalah gagal melakukan hal yang kita ketahui benar. Allah menerangkan pada kita bahwa ada beberapa hal yang seharusnya kita lakukan. Bila kita lalai melakukan hal-hal ini, kita berdosa terhadap Allah. Dalam Yakobus 4:17 kita membaca, "Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa."
Bila kita berkata bahwa Yesus adalah tanpa dosa, kita menunjukkan bahwa Dia tidak pernah melakukan apa pun yang jahat di mata Allah. Kita juga menunjukkan bahwa Dia selalu melakukan apa pun yang baik di mata Allah. Dia tidak pernah melakukan yang jahat. Dia tidak pernah gagal melakukan yang baik.

4.    Pentingnya Yesus Menjadi Manusia Tanpa Dosa

Dalam 2Korintus 5:21, kita belajar bahwa Yesus yang tidak berdosa, namun menjadi berdosa untuk kita sehingga kita dibuat menjadi benar di hadapan Allah melalui Yesus. "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." Jika seandainya Yesus berdosa, Dia tidak bisa menggantikan tempat orang-orang berdosa. Dia akan menerima hukuman atas dosa-dosanya sendiri.
Contohnya, dua orang membunuh seorang pria. Mereka diadili dan kedapatan bersalah. Kemudian seorang dari mereka berkata kepada hakim, "Tuan, biarkan saya mati menggantikan teman saya." Dengan segera hakim akan menjawab, "Tidak. Kamu dua-duanya bersalah. Dia harus mati untuk kesalahan yang dia lakukan dan kamu mati untuk kesalahanmu sendiri." Orang yang bersalah harus menderita karena kesalahannya sendiri.
Yesus adalah orang yang tidak berdosa dan tidak pernah melakukan dosa. Itulah sebabnya, Dia dapat menggantikan hukuman atas dosa- dosa kita.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:03:05 PM
DOA

"Ya Yesus, aku bangga bisa mengenal-Mu lebih dalam. Sebelum kedatangan-Mu ke dunia, jarak antara manusia dengan Allah begitu jauh, tetapi kini aku tahu bahwa Engkau adalah Allah itu sendiri, yang membuat hubungan manusia dengan Allah menjadi sangat dekat. Aku bangga bahwa dalam keberadaan-Mu sebagai Allah, Engkau mau merendahkan diri menjadi manusia yang sangat rendah, sehingga Engkau benar-benar memahami keberadaanku. Terpujilah Engkau Yesus. Amin."

bersambung ke Pelajaran 4
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:03:35 PM
REFERENSI PELAJARAN 03 - YESUS ADALAH ALLAH SEJATI DAN MANUSIA SEJATI TANPA DOSA

PRIBADI KRISTUS: DUA SIFAT DAN WATAK KRISTUS
Pembahasan tentang tujuan dan sifat penjelmaan Kristus dengan mudah menuntun kita untuk menguraikan dua sifat yang dimiliki Kristus: sifat manusia dan sifat Allah. Orang yang bagaimanakah Yesus Kristus dari Nazaret itu?
I.    KEMANUSIAAN KRISTUS
Kemanusiaan Kristus jarang dipersoalkan. Memang ada ajaran-ajaran sesat, misalnya, Gnostisisme yang menyangkal realitas tubuh Kristus, dan ajaran Eutikhes yang menjadikan tubuh Kristus itu tubuh yang ilahi. Akan tetapi, bagian terbesar dari gereja mula-mula menerima ajaran bahwa Kristus adalah manusia dan Allah. Penyimpangan dari doktrin Alkitab lebih banyak terjadi karena menolak sifat ilahi Kristus dan bukan menolak sifat manusia-Nya. Karena Kristus harus menjadi manusia sesungguhnya jika Ia hendak menebus manusia dari dosa, maka soal kemanusiaan Kristus bukan hanya merupakan soal yang akademis, tetapi soal yang sangat praktis. Apa saja yang menjadi bukti bahwa Yesus adalah manusia sesungguhnya?
A.    YESUS LAHIR SEPERTI MANUSIA LAINNYA
Yesus lahir dari seorang wanita (Galatia 4:4). Kenyataan ini dikuatkan oleh kisah-kisah kelahiran-Nya dari seorang anak dara (Matius 1:18 -2:11; Lukas 1:30-38; 2:1-20). Karena hal ini, Yesus disebut "anak Daud, anak Abraham" (Matius 1:1) dan dikatakan bahwa Ia "menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud" (Roma 1:3). Karena alasan yang sama, Lukas merunut asal usul Yesus sampai kepada Adam (Lukas 3:23-38). Peristiwa ini merupakan penggenapan janji kepada Hawa (Kejadian 3:15) dan kepada Ahas (Yesaya 7:14). Pada beberapa kesempatan Yesus disebutkan sebagai anak Yusuf, namun kita akan melihat bahwa setiap kali hal ini terjadi, orang yang melakukannya itu bukanlah sahabat Yesus atau mereka kurang mengenal Dia (Lukas 4:22; Yohanes 1:45; 6:42; bandingkan dengan Matius 13:55). Bila ada bahaya bahwa pembaca kitab Injil akan menganggap penulis Injil tersebut bermaksud untuk menyatakan bahwa Yesus betul-betul anak Yusuf, maka penulis menambahkan sedikit penjelasan untuk menunjukkan bahwa anggapan semacam itu tidak benar. Oleh karena itu dalam Lukas 23:23 kita membaca bahwa Yesus adalah anak Yusuf "menurut anggapan orang" dan di dalam Roma 9:5 dinyatakan bahwa Kristus berasal dari Israel dalam "keadaan-Nya sebagai manusia."
Dalam kaitan ini telah diajukan satu pertanyaan penting: Bila Kristus itu lahir dari seorang perawan, apakah Ia juga mewarisi sifat yang berdosa dari ibu-Nya? Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus tidak berhubungan dengan dosa. Alkitab menandaskan bahwa Yesus "tidak mengenal dosa" (2 Korintus 5:21); dan bahwa Ia adalah "yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa" (Ibrani 7:26); dan bahwa "di dalam Dia tidak ada dosa" (1 Yohanes 3:5). Pada saat memberitahukan bahwa Maria akan melahirkan Anak Allah, Gabriel menyebutkan Yesus sebagai "kudus" (Lukas 1:35). Iblis tidak berkuasa apa-apa atas diri Yesus (Yohanes 14:30); ia tak ada hak apa pun atas Anak Allah yang tidak berdosa itu. "Dosalah yang membuat Iblis berkuasa atas manusia, tetapi di dalam Yesus tidak ada dosa." Melalui naungan ajaib ROH KUDUS, Yesus lahir sebagai manusia yang tidak berdosa.

B.    YESUS TUMBUH DAN BERKEMBANG SEPERTI MANUSIA NORMAL
Yesus berkembang secara normal sebagaimana halnya manusia. Oleh karena itu dikatakan dalam Alkitab bahwa Ia "bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya" (Lukas 2:40), dan bahwa Ia "makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia" (Lukas 2:52). Perkembangan fisik dan mental Kristus ini tidak disebabkan karena sifat ilahi yang dimiliki-Nya, tetapi diakibatkan oleh hukum-hukum pertumbuhan manusia yang normal. Bagaimanapun juga, kenyataan bahwa Kristus tidak mempunyai tabiat duniawi dan bahwa Ia menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan, yang berdosa, sudah pasti turut mempengaruhi perkembangan mental dan fisik-Nya. Perkembangan mental Yesus bukanlah semata-mata hasil pelajaran di sekolah-sekolah pada zaman itu (Yohanes 7:15), tetapi harus dianggap sebagai hasil pendidikan-Nya dalam keluarga yang saleh, kebiasaan-Nya untuk selalu hadir dalam rumah ibadah (Lukas 4:16), kunjungan-Nya ke Bait Allah (Lukas 2:41, 46), penelaahan Alkitab yang dilakukan-Nya (Lukas 4:17), dan juga karena Ia menggunakan ayat-ayat Alkitab ketika menghadapi pencobaan, dan karena persekutuan-Nya dengan Allah Bapa (Markus 1:35; Yohanes 4:32-34).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:03:58 PM
C.    IA MEMILIKI UNSUR-UNSUR HAKIKI SIFAT MANUSIA

Bahwa Kristus memiliki tubuh jasmaniah jelas dari ayat-ayat yang berbunyi, "mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku" (Matius 26:12); "yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah adalah tubuh-Nya sendiri" (Yohanes 2:21); "Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapatkan bagian dalam keadaan mereka [darah dan daging]" (Ibrani 2:14); "tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku" (Ibrani 10:5); "kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus" (Ibrani 10:10). Bahkan setelah Ia dibangkitkan Ia mengatakan, "Rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada- Ku" (Lukas 24:39).
Bukan saja Kristus memiliki tubuh manusiawi yang fisik, Ia juga memiliki unsur-unsur sifat manusiawi lainnya, seperti kecerdasan dan sifat sukarela. Ia mampu berpikir dengan logis. Alkitab berbicara tentang Dia sebagai memiliki jiwa dan/atau roh (Matius 26:38; bandingkan dengan Markus 8:12; Yohanes 12:27; 13:21; Markus 2:8; Lukas 23:46; dalam Alkitab bahasa Indonesia sering diterjemahkan sebagai hati dan nyawa). Ketika mengatakan bahwa Ia mengambil sifat seperti kita, kita selalu harus membedakan antara sifat manusiawi dan sifat yang berdosa; Yesus memiliki sifat manusiawi, tetapi Ia tidak memiliki sifat yang berdosa.

D.    IA MEMPUNYAI NAMA-NAMA MANUSIA

Ia memiliki banyak nama manusia. Nama "Yesus", yang berarti "Juruselamat" (Matius 1:21), adalah kata Yunani untuk nama "Yosua" di Perjanjian Lama (bandingkan Kisah 7:45; Ibrani 4:8). Ia disebut "anak Abraham" (Matius 1:1) dan "anak Daud". Nama "anak Daud" sering kali muncul dalam Injil Matius (1:1; 9:27; 12:23; 15:22; 20:30, 31; 21:9, 15). Nama "Anak Manusia" terdapat lebih dari 80 kali dalam Perjanjian Baru. Nama ini berkali-kali dipakai untuk Nabi Yehezkiel (2:1; 3:1; 4:1, dan seterusnya), dan sekali untuk Daniel (8:17). Nama ini dipakai ketika bernubuat tentang Kristus dalam Daniel 7:13 (bandingkan Matius 16:28). Nama ini dianggap oleh orang-orang Yahudi sebagai mengacu kepada Mesias. Hal ini jelas dari kenyataan bahwa imam besar merobek jubahnya ketika Kristus menerapkan nubuat Daniel ini kepada diri-Nya sendiri (Lukas 26:64, 65). Orang-orang Yahudi memahami bahwa istilah ini menunjuk kepada Mesias (Yohanes 12:34), dan menyebut Kristus itu Anak Manusia adalah sama dengan menyebut Dia Anak Allah (Lukas 22:69, 70). Ungkapan ini bukan saja menunjukkan bahwa Ia adalah benar-benar manusia, tetapi bahwa Ia juga adalah wakil seluruh umat manusia (bandingkan Ibrani 2:6-9).

E.    IA MEMILIKI BERBAGAI KELEMAHAN YANG TAK BERDOSA DARI SIFAT MANUSIAWI

Oleh karena itu, Yesus pernah lelah (Yohanes 4:6), lapar (Matius 4:2; 21:18), haus (Yohanes 19:28); Ia pernah tidur (Matius 8:24; bandingkan Mazmur 121:4); Ia dicobai (Ibrani 2:18; 4:15; bandingkan Yakobus 1: 13); Ia mengharapkan kekuatan dari Bapa-Nya yang di sorga (Markus 1:35; Yohanes 6:15; Ibrani 5:7); Ia mengadakan mukjizat (Matius 12:28), mengajar (Kisah 1:2), dan mempersembahkan diri-Nya kepada Allah oleh ROH KUDUS (Kisah 10:38; Ibrani 9:14). "Orang-orang Kristen memiliki seorang imam besar di sorga dengan kemampuan yang tiada terhingga untuk merasa belas kasihan terhadap mereka dalam semua bahaya, dukacita, dan pencobaan yang mereka alami dalam kehidupan, karena Ia sendiri mengalami semuanya itu, karena Ia menjadi sama dengan manusia." Kembali harus ditekankan bahwa menyebutkan kelemahan-kelemahan dalam sifat Kristus tidaklah berarti kelemahan-kelemahan yang berdosa.

F.    BERKALI-KALI IA DISEBUT SEBAGAI MANUSIA

Yesus menganggap diri-Nya sendiri manusia (Yohanes 8:40). Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:30), Petrus (Kisah 2:22), dan Paulus (1 Korintus 15:21, 47; Filipi 2:8; bandingkan Kisah 13:38) menyebut- Nya manusia. Kristus benar-benar diakui sebagai manusia (Yohanes 7:27; 9:29; 10:33), sehingga Ia dikenal sebagai orang Yahudi (Yohanes 4:9); Ia dikira lebih tua dari usia sebenarnya (Yohanes 8:57); dan Ia dituduh telah menghujat Allah karena berani menyatakan bahwa diri-Nya lebih tinggi daripada manusia (Yohanes 10:33). Bahkan setelah bangkit, Kristus nampak sebagai manusia (Yohanes 20:15; 21:4, 5). Lagi pula, sekarang ini Ia berada di sorga sebagai manusia (I Timotius 2:5), akan datang kembali (Matius 16:27, 28; 25:31; 26:64, 65), serta menghakimi dunia ini dengan adil sebagai manusia (Kisah 17:31).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:04:22 PM
II.    KEILAHIAN KRISTUS

Ayat-ayat Alkitab dan alasan-alasan yang telah kami kemukakan ketika membicarakan perihal Trinitas untuk membuktikan kesamaan antara Kristus dengan Bapa, juga membuktikan kenyataan sifat keilahian yang dimiliki Kristus setelah Ia menjelma menjadi manusia.
Kristus memiliki sifat-sifat khas Allah; berbagai jabatan dan hak istimewa ilahi dimiliki-Nya; hal-hal yang dikatakan dalam Perjanjian Lama tentang Yehova telah dikatakan dalam Perjanjian Baru mengenai Kristus; nama-nama ilahi diberikan kepada-Nya; Kristus memelihara hubungan-hubungan tertentu dengan Allah yang mebuktikan keilahian-Nya; Ia disembah sebagai Allah dan Ia tidak menolak pemujaan itu selama Ia hidup di muka bumi ini; Kristus menyadari bahwa Ia adalah Allah yang telah menjelma.

III.    KEDUA SIFAT KRISTUS

Pokok ini merupakan rahasia yang sangat dalam. Bagaimana mungkin ada dua sifat di dalam satu orang? Sekalipun sulit untuk memahami konsep ini, Alkitab menganjurkan agar kita merenungkan rahasia Allah ini, yaitu Kristus (Kolose 2:2, 3). Yesus sendiri menyatakan bahwa pengenalan yang benar akan Dia hanya akan diperoleh melalui penyataan ilahi (Matius 11:27). Mempelajari pribadi Kristus sangatlah sulit karena kepribadian-Nya sangat unik; tidak ada oknum lain yang sama dengan Dia sehingga kita tidak dapat berargumentasi dari hal-hal yang sudah kita ketahui kepada hal-hal yang belum kita ketahui.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:04:42 PM
A.    BUKTI PERPADUAN KEDUA SIFAT ITU

Pertama-tama, kita harus menjelaskan beberapa salah paham. Perpaduan sifat ilahi dengan sifat manusiawi di dalam Kristus itu tidak dapat dibandingkan dengan hubungan pemikahan, karena kedua belah pihak dalam pemikahan tetap merupakan dua pribadi yang berbeda walaupun sudah menikah. Demikian pula perpaduan kedua sifat itd tidak sama seperti perhubungan orang-orang percaya dengan Kristus. Juga tidaklah tepat untuk beranggapan bahwa sifat ilahi itu tinggal di dalam Kristus sebagaimana Kristus tinggal di dalam orang percaya, karena itu berarti bahwa Yesus hanyalah seorang manusia yang didiami oleh Allah dan la sendiri bukan Allah. Gagasan yang mengatakan bahwa Kristus mempunyai kepribadian rangkap tidaklah alkitabiah. Tidak disebutkan dalam Alkitab bahwa Logos mengambil tempat pikiran dan roh manusiawi di dalam Kristus, karena dalam hal demikian Kristus bersatu dengan kemanusiaan yang tidak sempuma. Demikian pula kedua sifat itu tidak bersatu untuk membentuk sifat yang ketiga, sebab dalam hal itu Kristus bukanlah manusia sejati. Juga tidak dapat dikatakan bahwa Kristus secara berangsur-angsur menerima sifat ilahi, karena dalam hal demikian keilahian-Nya bukanlah suatu kenyataan hakiki sebab harus diterima secara sadar oleh kemanusiaan Kristus. Gereja pada umumnya dengan tegas menyalahkan pandangan-pandangan ini sebagai tidak alkitabiah dan karena itu tidak bisa diterima.
Bila pengertian-pengertian di atas itu salah semua, bagaimanakah kita dapat menerangkan perpaduan kedua sifat tersebut di dalam Kristus sehingga menghasilkan satu pribadi, namun dengan dua kesadaran dan dua kehendak? Sekalipun ada dua sifat, tetapi ada satu pribadi saja. Dan sekalipun ciri-ciri khas dari sifat yang satu tidak dapat dikatakan merupakan ciri khas dari sifat lainnya, namun kedua sifat itu berada dalam satu Oknum, yaitu Kristus. Tidaklah tepat untuk mengatakan bahwa Kristus adalah Yang Ilahi yang memiliki sifat manusiawi, atau bahwa Ia adalah manusia yang didiami oleh Yang Ilahi. Dalam hal yang pertama, maka sifat manusiawi tidak akan memperoleh tempat dan peranan yang semestinya, dan dalam hal yang kedua sifat ilahi itulah yang tak akan memperoleh tempat dan peranan yang semestinya. Oknum kedua dari Tritunggal Allah menerima keadaan manusia dengan semua ciri khasnya. Dengan demikian kepribadian Kristus berdiam di dalam sifat ilahi-Nya, karena Allah Anak tidak bersatu dengan seorang manusia tetapi dengan sifat manusia. Terpisah dari penjelmaan sifat manusiawi Kristus tak bersifat pribadi; akan tetapi hal ini tidak benar tentang sifat ilahi-Nya. Begitu sempurnanya penyatuan menjadi satu pribadi ini sehingga, sebagaimana dikatakan oleh Walvoord, "Kristus pada saat yang 'sama memiliki sifat-sifat yang nampaknya bertolak belakang. Ia bisa lemah dan mahakuasa, bertambah dalam pengetahuan namun mahatahu, terbatas dan tidak terbatas," dan kita dapat menambahkan, Ia bisa berada di satu tempat namun Ia Mahahadir.
Yesus berbicara tentang diri-Nya sebagai satu pribadi yang utuh dan tunggal; Ia samasekali tidak menunjukkan adanya gejala-gejala keterbelahan kepribadian. Selanjutnya, orang-orang yang berhubungan dengan Dia menganggap Dia sebagai seorang dengan kepribadian yang tunggal dan tidak terbelah. Bagaimana dengan kesadaran diri-Nya? Jelaslah bahwa dalam kesadaran diri yang ilahi Yesus senantiasa sadar akan keilahian-Nya. Kesadaran diri yang ilahi itu senantiasa beroperasi penuh, bahkan pada masa kanak-kanak. "Namun ada bukti bahwa dengan berkembangnya sifat manusiawi maka kesadaran diri yang manusiawi itu mulai aktif." Kadang-kadang Ia akan bertindak dari kesadaran diri yang manusiawi, dan pada saat-saat lain Ia bertindak dari kesadaran diri yang ilahi, namun keduanya itu tidak pernah bertentangan.
Hal yang sama dapat dikatakan mengenai kehendak-Nya. Pastilah, kehendak manusiawi ingin menjauhi salib (Matius 26:39), dan kehendak yang ilahi ingin menjauhkan diri dari hal dijadikan dosa (2 Korintus 5:21). Dalam kehidupan-Nya, Yesus berkehendak untuk melakukan kehendak Bapa-Nya yang di sorga (Ibrani 10:7, 9). Hal ini dilaksanakan-Nya sepenuhnya.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:05:55 PM
B.    SIFAT PERPADUAN KEDUA SIFAT ITU

Maka jika kedua sifat Kristus itu terbaur secara sempurna di dalam satu pribadi, lalu bagaimanakah sifat pembauran itu? Sebagian besar jawaban untuk pertanyaan ini telah disinggung dalam uraian sebelumnya. Tidak mungkin kami memberikan analisis kejiwaan yang tepat tentang kepribadian, unik Kristus sekalipun Alkitab memberikan sedikit petunjuk.

1.    Perpaduan itu tidak bersifat teantropik. Diri Kristus adalah teantropik (artinya mempunyai sifat ilahi dan sifat manusiawi), tetapi sifat-Nya tidak. Maksudnya, seseorang dapat berbicara tentang Allah - manusia bila Ingin mengacu kepada diri Kristus; akan tetapi, kita tidak dapat berbicara tentang sifat ilahi- manusiawi, melainkan kita harus berbicara tentang adanya sifat ilahi dan sifat manusiawi di dalam Kristus. Hal ini jelas dari kenyataan bahwa Kristus memiliki pengertian dan kehendak yang tak terbatas dan juga memiliki pengertian dan kehendak yang terbatas; Ia memiliki kesadaran ilahi dan kesadaran manusiawi. Kecerdasan ilahi-Nya tidak terbatas; kecerdasan manusiawi-Nya makin bertambah. Kehendak ilahi-Nya adalah mahakuasa; kehendak manusiawi-Nya hanya terbatas pada kemampuan manusia yang belum jatuh dalam dosa. Dalam kesadaran ilahi-Nya Ia dapat berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yohanes 10:30); dalam kesadaran manusiawi-Nya Ia dapat berkata, "Aku haus" (Yohanes 19:28). Namun harus ditekankan bahwa Kristus tetap Allah- manusia.

2.    Perpaduan itu bersifat pribadi. Perpaduan kedua sifat di dalam Kristus disebut perpaduan hipostatis. Maksudnya, kedua sifat atau hakikat itu merupakan satu cara berada yang pribadi. Karena Kristus tidak bersatu dengan diri manusia, tetapi dengan sifat manusia, maka kepribadian Kristus bertempat dalam sifat ilahi-Nya.

3.    Perpaduan itu meliputi berbagai sifat dan perbuatan manusiawi dan ilahi. Baik sifat dan perbuatan yang manusiawi maupun yang ilahi dapat dilakukan oleh Sang Allah-manusia tanpa kecuali. Demikianlah berbagai sifat dan ciri khas manusia dihubungkan dengan Kristus di bawah gelar -gelar yang ilahi, "Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi" (Lukas 1:32); "mereka tidak akan menyalibkan Tuhan yang mulia" (1 Korintus 2:8); "jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri" (Kisah 20:28). Dari ayat-ayat tersebut kita melihat bahwa Allah telah lahir dan Allah telah mati. Ada juga ayat-ayat yang menyebut berbagai ciri khas dan sifat ilahi serta menghubungkannya dengan Kristus di bawah nama-nama manusiawi-Nya, "Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia" (Yohanes 3:13); "dan bagaimanakah, jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada?" (Yohanes 6:62); "Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya" (Roma 9:5); Kristus yang mati itu adalah Kristus yang "memenuhi semua dan segala sesuatu" (Efesus 1:23; bandingkan Matius 28:20); Dialah yang telah ditentukan oleh Allah untuk menghakimi dunia (Kisah 17:31; bandingkan Matius 25:31, 32).

4.    Perpaduan tersebut menjamin kehadiran yang tetap dari keilahian dan kemanusiaan Kristus. Kemanusiaan Kristus hadir bersama dengan keilahian-Nya di setiap tempat. Kenyataan ini menambah keindahan kenyataan bahwa Kristus ada di dalam umat-Nya. Ia hadir dalam keilahian-Nya, dan melalui perpaduan kemanusiaan-Nya dengan keilahian-Nya, maka Ia juga hadir dalam kemanusiaan-Nya
(http://tbn0.google.com/images?q=tbn:jiyT0LlVkkU37M:http://purwatma.files.wordpress.com/2006/12/jesus-1.jpg)
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:06:23 PM
A.    Ia Memiliki Sifat-sifat yang Hanya dimiliki oleh Allah

1.    Kekekalan. Ia mengaku sudah ada sejak kekal (Yoh. 8:58; 17:5).
2.    Mahahadir. Ia mengaku hadir di mana-mana (Mat. 18:20; 28:20).
3.    Mahatahu. Ia memperlihatkan pengetahuan tentang hal-hal yang hanya dapat diketahui jika Ia mahatahu (Mat. 16:21; Luk. 6:8; 11:7; Yoh. 4:29).
4.    Mahakuasa. Ia memperagakan dan menyatakan kekuasaan satu Pribadi yang Mahakuasa (Mat. 28:20; Mrk. 5:11-15; Yoh. 11:38-44).
Sifat-sifat Kealahan yang lain dinyatakan bagi diri-Nya oleh orang lain (mis. "tak berubah", Ibr. 13:5), tetapi apa yang dikutip di atas tadi adalah apa yang diakui oleh-Nya bagi diri-Nya sendiri.

B.    Ia Melakukan Hal-hal yang Hanya Dapat Dilakukan oleh Allah

1.    Pengampunan. Ia mengampuni dosa selama-lamanya. Manusia mungkin dapat melakukannya untuk sementara, namun Kristus memberikan pengampunan kekal (Mrk.2:1-12).
2.    Kehidupan. Ia memberikan kehidupan rohani kepada barang siapa yang dihendaki-Nya (Yoh.5:21).
3.    Kebangkitan. Ia akan membangkitkan orang mati (Yoh. 11:43).
4.    Penghakiman. Ia akan menghakimi semua orang (Yoh. 5:22, 27). Lagi-lagi, semua contoh di atas adalah hal-hal yang Ia lakukan atau pengakuan yang diucapkan-Nya sendiri, bukan orang lain.

C.    Ia diberi Nama-nama dan Gelar-gelar Keallahan

1.    Anak Allah. Tuhan kita mempergunakan gelar bagi diri-Nya (meskipun hanya kadang-kadang, Yoh. 10:36), dan Ia mengakui kebenarannya ketika dipergunakan oleh orang lain untuk menunjuk kepada-Nya (Mat. 26:63- 64). Apakah artinya? Meskipun frase "anak dari" dapat berarti "keturunan dari", hal ini juga mengandung arti "dari kaum." Jadi, dalam Perjanjian Lama "anak- anak para nabi" berarti dari kaum nabi (1 Raj.20:35), dan "anak- anak penyanyi" berarti kaum penyanyi (Neh. 12:28). Petunjuk "Anak Allah" apabila dipergunakan untuk Tuhan kita, berarti dari kaum Allah dan merupakan suatu klaim yang kuat dan jelas untuk Keallahan yang penuh." Dalam penggunaan di antara orang Yahudi, perkataan "Anak (dari)..." umumnya tidak berarti suatu pembawahan, tetapi lebih kepada persamaan dan jati diri hakikat. Jadi, Bar Kokba, yang memimpin pemberontakan Yahudi pada 135-132 SM semasa pemerintahan Hadrian, diberi nama yang artinya 'Anak Bintang.' Diperkirakan ia memakai nama ini untuk memperkenalkan dirinya sendiri sebagai Bintang yang dinubuatkan dalam Bil. 24:17. Nama 'Anak Penghiburan' (Kis. 4:36) tak pelak lagi berarti, 'Si Penghibur'. "Anak-anak Guruh' (Mrk. 3:17) mungkin sekali berarti 'Penggeledek.' 'Anak Manusia, terutama sebagaimana berlaku untuk Kristus dalam Dan. 7:13 dan selalu dalam Perjanjian Baru, hakikatnya berarti "Orang yang Mewakili". Jadi, bagi Kristus untuk mengatakan, 'Akulah Anak Allah' (Yoh. 10:36) dianggap oleh orang-orang pada masa-Nya sebagai memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah, sejajar dengan Bapa, yang menurut mereka tidak layak" (J. Oliver Buswell, A Systematic Theology of the Christian Religion [Grand Rapids: Zondervan, 19621, 1:105).

2.    Tuhan dan Allah. Yesus disebut Yahweh dalam Perjanjian Baru. Hal ini menunjukkan Keallahan-Nya yang penuh (band. Luk. 1:76 dengan Mal. 3:1 dan Am. 10:13 dengan Yl. 2:32). Ia juga disebut Allah (Yoh. 1:1; 20:28; Ibr. 1:8), Tuhan (Mat. 22:43-45), dan Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuan (Why. 19:16).

D.    Ia Mengaku sebagai Allah.

Mungkin peristiwa yang paling kuat dan jelas tentang pengakuan ini, terjadi pada waktu hari raya penahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika Ia berkata, "Aku dan Bapa adalah satu" (Yoh. 10:30). Kata "satu" di sini bukan berarti Ia dan Bapa merupakan satu Pribadi melainkan bahwa mereka merupakan kesatuan dalam sifat dan kegiatannya, suatu fakta yang benar, hanya jika Ia sama Keallahan - Nya dengan Bapa. Orang-orang yang mendengar pengakuan ini memahaminya demikian karena itu mereka segera berupaya merajam-Nya dengan alasan penghujatan karena Ia menyatakan diri-Nya sebagai Allah (Ay. 33).
Bagaimana seseorang dapat mengatakan bahwa Yesus dari Nazaret sendiri tak pernah mengaku sebagai Allah? Dan bahwa pengikut-Nyalah yang menyatakan demi Dia? Kebanyakan dari kutipan diatas berasal dari kata-kata Kristus Sendiri. Karena itu, kita haruslah menghadapi satu-satunya pilihan: apakah yang diakui-Nya itu memang benar ataukah Ia seorang pembohong. Dan apa yang diakui-Nya itu merupakan Keallahan yang penuh dan sempurna - tak ada yang kurang atau dikurangkan semasa hidup-Nya di bumi.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:07:35 PM
Pelajaran 04 - YESUS ADALAH JURU SELAMAT DAN TUHAN

A.    YESUS ADALAH JURU SELAMAT
Ayat Hafalan
1.    Yesus adalah Satu-satunya Juru Selamat
2.    Yesus Menyelamatkan Kita dari Dosa
3.    Yesus Menyelamatkan Kita untuk Hidup Melayani Allah
B.    YESUS ADALAH TUHAN
Ayat Hafalan
1.    Arti Kata "Tuhan"
2.    Yesus adalah Tuhan Atas Setiap Orang Kristen
3.    Orang-orang Kristen Harus Mematuhi Yesus Sebagai Tuhan
4.    Pada Hari Terakhir Semua Manusia akan Mengakui Yesus Sebagai
5.    Tuhan

YESUS ADALAH JURU SELAMAT DAN TUHAN
A.    YESUS ADALAH JURU SELAMAT
Ayat Hafalan:
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." (Matius 1:21)
Dalam pelajaran yang pertama, Anda telah belajar tentang apa yang dilakukan Yesus untuk menyelamatkan kita. Dia mati sebagai Anak Domba Allah karena dosa-dosa kita. Itulah sebabnya, kita menyebut-Nya sebagai "Juru Selamat". Kini Anda akan belajar lebih dalam tentang Yesus sebagai Juru Selamat. Keselamatan itu diberikan-Nya dengan cuma-cuma bagi semua orang yang bertobat dari dosa-dosa mereka dan yang percaya kepada-Nya.
1.    Yesus adalah Satu-satunya Juru Selamat
Beberapa orang dari kalangan Kristen sering mengajukan pertanyaan seperti ini, "Bagaimana nasib orang dari agama lain? Akankah mereka diselamatkan? Bagaimana kalau hidup mereka lebih baik daripada orang Kristen?" Alkitab memberi jawaban: "Tidak ada keselamatan di luar Yesus, karena Ia adalah Anak Allah satu-satunya yang dapat menyelamatkan."
Misalnya, ada seseorang yang ingin pergi dari satu kota ke kota lain. Untuk bisa sampai ke sana hanya ada satu jalan yang harus dipilih. Orang itu menjadi bingung ketika mulai mempersiapkan perjalanannya. Dalam kebingungannya, dia memilih jalan yang salah. Dengan tulus dia mengira bahwa dia berjalan di jalan yang benar. Walaupun tulus, dia tidak akan pernah tiba di tempat yang ingin dituju. Banyak orang seperti itu, bersungguh-sungguh tulus tapi mereka keliru memilih jalan. Dalam Amsal 14:12 kita membaca, "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."
Yesus membuat hal itu menjadi sangat jelas, bahwa tidak seorang pun yang dapat datang kepada Allah, kecuali melalui-Nya. "Kata Yesus kepadanya: 'Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku'" (Yohanes 14:6).
Kisah Rasul 4:12 juga dikatakan, "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan." Ayat Alkitab ini mengajarkan bahwa jika seseorang percaya pada jalan lain selain Yesus Kristus untuk mendapatkan keselamatan, maka orang itu salah jalan.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:08:12 PM
2.    Yesus Menyelamatkan Kita dari Dosa
Hal berikut yang harus Anda mengerti tentang Yesus sebagai Juru Selamat ialah bahwa Yesus menyelamatkan manusia dari dosa. Beberapa orang percaya bahwa jika mereka menjadi seorang Kristen, mereka diselamatkan dari semua penyakit dan kesusahan/kesulitan. Sehingga ketika mereka sakit atau mengalami kesulitan, mereka merasa bahwa Yesus telah gagal melakukan hal-hal yang seharusnya Dia lakukan untuk mereka. Ini karena mereka tidak mengerti maksud Yesus sebagai Juru Selamat. Bila kita membaca Alkitab tentang kehidupan murid- murid Yesus, kita mengamati bahwa mereka juga menderita berbagai kesulitan. Beberapa orang dipukuli. Beberapa orang yang lain dipenjarakan. Bahkan beberapa orang dibunuh. Kesulitan-kesulitan mereka alami karena mereka menjadi pengikut Yesus. Jadi, bukan karena kejahatan mereka. Mereka tidak mengeluh. Mereka menyadari bahwa Yesus telah menyelamatkan mereka dari dosa-dosa mereka dan mereka telah mempunyai tempat tinggal yang kekal di surga bersama Dia. Marilah kita sekarang pikirkan tentang dosa yang membawa maut.

a.Yesus menyelamatkan kita dari hukuman dosa.
"Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal" (Matius 25:46). Bacalah Lukas 16:19-31; Wahyu 20:11-15. Dalam ayat-ayat ini, Anda akan belajar bahwa di sana ada satu tempat hukuman yang mengerikan untuk selama-lamanya bagi setiap orang yang menolak jalan Tuhan. Hukuman kekal bagi orang berdosa. Yesus mati di atas kayu salib dan menderita menggantikan posisi kita sebagai orang berdosa sehingga kita tidak harus menanggung penghukuman dosa-dosa kita. Kita memahami bahwa Yesus menyelamatkan kita dari hukuman dosa.

b.Yesus menyelamatkan kita dari kuasa dosa.
Orang-orang yang mencoba melepaskan dosa dari kehidupannya akan segera menyadari bahwa dosa mempunyai kuasa yang sangat membelenggu. Mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki kekuatan menjauhkan dosa-dosa tersebut. "Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik" (Roma 7:18). Ketika seseorang menjadi orang Kristen, Yesus menyelamatkannya dari kuasa dosa. Yesus menaruh ROH KUDUS ke dalam hati orang Kristen. Dengan demikian, orang Kristen mendapat kemenangan atas dosa karena kuasa Yesus di dalam dirinya, sebagaimana tertulis dalam Filipi 4:13, "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku."

c.Yesus menyelamatkan kita dari perbuatan dosa.
Manusia pada dasarnya mencintai dosa. Dia mencari jalan untuk berbuat dosa. Mungkin dia suka mencuri, berjudi, dosa seks, berbohong atau dosa-dosa lainnya. Bila tidak ada kesempatan melakukan dosa, ia tidak merasa bahagia. Itulah orang yang belum percaya.
Berbeda halnya dengan orang-orang yang sudah menerima Kristus. Dia memiliki hati nurani yang baru. Dia rindu melakukan kehendak Allah dalam hidupnya. Oleh karena itu, dosa menjadi masalah besar baginya. Tapi suatu hari Yesus akan menyelamatkan semua orang Kristen dari dosa dan semua kesulitan yang disebabkan oleh dosa. Yesus akan membawa orang-orang Kristen hidup bersama-Nya di surga selama-lamanya. Di dalam surga tidak akan ada lagi dosa, kesedihan, kematian, kelaparan atau kesusahan. Bacalah Wahyu pasal 21 dan 22. Ayat-ayat tersebut akan menolong Anda memahami bahwa semua orang akan bersukacita dan bahagia di tempat yang sudah Allah sediakan bagi anak-anak-Nya.

3.Yesus Menyelamatkan Kita untuk Hidup Melayani Allah
Sebagai Juru Selamat, Yesus mengerjakan lebih dari sekadar menyelamatkan kita dari dosa. Dia menyelamatkan kita dengan satu tujuan agar kita hidup menyenangkan Allah. Suatu hari, seorang pendeta berbicara dengan beberapa orang tentang dosa yang biasa mereka lakukan. Suatu dosa yang telah mereka perbuat cukup lama. Mereka tidak menyadari bahwa dosa itu sangat jelek di mata Allah. Pendeta tersebut menjelaskan tentang keseriusan akibat dosa itu. Setelah mendengarnya, salah seorang dari mereka berkata kepada pendeta tersebut, "Kalau begitu yang harus kami miliki adalah hati dan hidup yang baru sehingga kami mampu melakukan apa yang pendeta ajarkan."
Itulah yang Yesus lakukan bagi setiap orang bila Dia menyelamatkannya. Dia memberikan suatu kehidupan dan hati yang baru. Dalam 2Korintus 5:17, kita membaca Firman Tuhan sebagai berikut, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang!"
Pada saat seseorang memiliki hati dan hidup yang baru, dia akan rindu melakukan kehendak Allah. Ada seorang laki-laki yang sangat berdosa. Dia telah melakukan banyak kejahatan dan bila dia bertemu dengan orang di jalan, orang pun takut padanya. Suatu malam, laki- laki tersebut membuka hatinya bagi Yesus. Dia memercayai Yesus untuk keselamatannya. Dia meninggalkan teman-temannya yang jahat termasuk cara hidupnya yang jahat. Kemudian dia bersaksi kepada orang lain tentang Yesus dan bagaimana mereka juga dapat diselamatkan. Allah memakai laki-laki tersebut secara ajaib setelah dia menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya.
Rasul Paulus menuliskan kepada orang-orang Kristen di Korintus dan mengatakan hal ini kepada mereka, "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu " (1Korintus 6:19-20).
Jadi, setiap orang yang hidupnya sudah diselamatkan oleh Yesus seharusnya memberikan hidupnya hanya untuk melayani Allah dan bukan melayani dosa lagi.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:08:38 PM
B.    YESUS ADALAH TUHAN
Ayat Hafalan:
"Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." (Kisah Para Rasul 2:36)
Selanjutnya, dalam pelajaran ini Anda juga akan mempelajari kebenaran agung lain yang berhubungan dengan Yesus. Anda akan mengetahui bahwa Yesus adalah Tuhan. Sebagai Tuhan, Yesus sendiri berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku" (Lukas 9:23). Yesus menyampaikan kata-kata tersebut agar setiap orang yang ingin mengikuti-Nya mengerti bahwa Kekristenan bukanlah sesuatu yang mudah. Kadang-kadang pengikut-pengikut (orang yang percaya kepada) Yesus akan menghadapi bahaya besar. Yesus sendiri menghadapinya sampai akhirnya, pada kematian yang paling menyakitkan -- mati di atas kayu salib. Sebagai pengikut-pengikut Yesus, kita harus bersedia berjalan di jalan Tuhan dan melakukan kehendak Allah berapa pun harga yang harus di bayar.

1.    Arti Kata "TUHAN"
Dalam Alkitab kata "Tuhan" mempunyai arti yang kuat. Tuhan lebih dari sekadar gelar yang diberikan kepada seseorang. Penggunaan kata "Tuhan" dalam Alkitab berarti "tuan". Jika ia menjadi tuan atas sesuatu, maka sesuatu itu adalah kepunyaannya dan dia mempunyai kuasa penuh atasnya. Dia dapat perlakukan benda-benda tersebut sesuai dengan kehendaknya.
Jika Anda membeli sebuah sepeda, Anda menjadi pemilik atas sepeda itu. Anda juga mempunyai kuasa untuk menggunakan dan memperlakukan sepeda itu. Sama seperti itulah arti ketuhanan Yesus Kristus.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:09:10 PM
2.    Yesus adalah Tuhan atas Setiap Orang Kristen

Ada dua alasan mengapa Yesus adalah Tuhan atas setiap orang Kristen.

a.Yesus adalah Tuhan atas setiap orang Kristen karena Dia telah membayar harga untuk menyelamatkan setiap orang Kristen dari dosa dan penghukuman kekal karena dosa. Dalam 1Korintus 6:19-20, kita membaca ayat-ayat ini, "Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait ROH KUDUS yang diam di dalam kamu, ROH KUDUS yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu, muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" Beberapa ayat lain yang berkaitan dengan hal ini ditemukan dalam 1Petrus 1:18-19. "Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana; bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Anak Domba yang tak bernoda dan tak bercacat." Jadi, Anda dapat melihat bahwa Yesus berkuasa atas kehidupan setiap orang Kristen karena Yesus telah membeli orang itu dengan kematian-Nya di atas kayu salib.

b.Yesus adalah Tuhan atas setiap orang Kristen karena kita telah bertobat dan menyerahkan diri kepada-Nya. Satu hal yang harus dikerjakan orang Kristen pada masa Perjanjian Baru (PB) adalah mengakui Kristus sebagai Tuhan mereka. Bacalah Roma 10:9. Anda juga akan melihat bahwa semua orang Kristen menyadari ketuhanan Yesus bila mereka membaca 1Korintus 8:6 yang berbunyi, "Namun bagi kita, hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup."

3.Orang-orang Kristen Harus Mematuhi Yesus sebagai Tuhan
Beberapa orang mau mengakui Yesus sebagai Tuhan hanya dengan mulut mereka saja. Yesus tidak menerima pengakuan seperti ini. Dalam Lukas 6:46 Yesus mengajukan satu pertanyaan, "Mengapa kamu berseru kepadaKu: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?" Yesus berbicara lagi mengenai hal ini dalam Matius 7:21, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak BapaKu yang di sorga." Yesus menginginkan orang yang sungguh-sungguh menerima-Nya sebagai Juru Selamat dan juga sebagai Tuhan dalam seluruh hidupnya. Apabila seorang Kristen mengetahui kehendak Allah tentang kehidupannya, dia akan mencoba melakukannya. Berikut ini ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh orang Kristen.

a.Yesus ingin orang Kristen mengakui-Nya sebagai Juru Selamat dan Tuhan. Orang Kristen seharusnya tidak malu mengakui Yesus. "Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga" (Matius 10: 32-33).

b.Yesus ingin orang Kristen hidup dalam jalan yang akan menyebabkan orang bisa memuliakan Allah. "Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan di bawah gantang, melainkan di atas kaki dan sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya" (Matius 5:14-16).

c.Pekerjaan dan peranan setiap orang Kristen harus sesuai dengan kehendak Allah. "Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah" (1Korintus 10:31).
d.Yesus mempunyai rencana bagi pernikahan setiap orang Kristen dan bagaimana dia seharusnya hidup di rumahnya. Orang Kristen harus membaca Alkitab dan mempelajari serta melakukannya. "Hai anak- anak taatilah orang tuamu di dalam Tuhan karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu--ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi. Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan" (Efesus 6:1- 4). Bacalah (Efesus 5:22-33).

e.Yesus seharusnya menjadi Tuhan atas uang orang Kristen. Seluruh harta milik orang Kristen adalah kepunyaan Allah dan sepersepuluh dari uang orang Kristen seharusnya diberikan untuk pekerjaan Tuhan. "Dan di sini manusia-manusia fana menerima persepuluhan, dan di sana Ia, yang tentang Dia diberi kesaksian, bahwa Ia hidup" (Ibrani 7:8). Sisa uang yang ada haruslah digunakan dengan cara yang akan menyenangkan Allah.

f.Yesus harus menjadi Tuhan atas waktu orang Kristen. Orang Kristen seharusnya tidak melakukan kesibukan sampai menyita waktu untuk membaca Alkitab. Dalam 2Timotius 2:15 menyebutkan, "Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." Untuk berdoa, bacalah Matius 26:41, "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah." Dan mengikuti ibadah di Gereja, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat" (Ibrani 10:25).

g.Yesus ingin agar setiap orang Kristen memberitakan kepada orang lain tentang Dia dan tentang jalan keselamatan. "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman" (Matius 28:19-20).

h.Yesus ingin setiap orang Kristen dibaptis dan aktif saling melayani di Gereja. Bacalah Kisah Para Rasul 2:37-47, bagaimana orang-orang yang diselamatkan melakukan hal ini pada zaman PB.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:10:13 PM
4.    Pada Hari Terakhir Semua Manusia akan Mengakui Yesus sebagai Tuhan

Memang benar banyak orang menolak menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan mereka. Beberapa orang menertawakan orang Kristen yang hidup sesuai kehendak Tuhan Yesus Kristus. Namun, suatu hari kelak, orang-orang ini akan menyadari kesalahan mereka. Bacalah dalam Filipi 2:5-11. Mereka akan muncul di hadapan Yesus ketika mereka berdiri di hadapan Allah untuk dihakimi. Mereka akan melihat Yesus sedang duduk di atas takhta dan siap sedia untuk menghakimi mereka. Maka mereka akan mengetahui kekeliruan besar mereka. Tapi waktu bertobat telah berlalu. Pada hari terakhir, Tuhan Yesus hanya akan menerima setiap orang yang menerima-Nya sebagai Juru Selamat dan Tuhan ketika mereka masih hidup di dunia.

DOA

"Tuhan Yesus, aku ingin menjadikan Engkau Juru Selamat dan Tuhan bagi hidupku. Karena itu ambillah hidupku menjadi milik-Mu. Dan biarlah hidupku senantiasa mencerminkan kehendak-Mu. Karena itu Tuhan, tolonglah aku untuk terus belajar hidup bagi kemuliaan-Mu. Amin"
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:10:52 PM
REFERENSI PELAJARAN 04 - YESUS ADALAH JURUSELAMAT DAN TUHAN

ETIMOLOGI ISTILAH JURUSELAMAT

Istilah "Juruselamat" mewakili istilah kata bahasa Yunani soter. Kata soter mewakili kata jadian bahasa Ibrani yang berasal dari akar kata Yasha, yang biasanya menunjuk kepada "Juruselamat." Untuk memahami pengertian "Juruselamat" yang tepat, perlu kiranya menganalisa istilah tersebut secara seksama.

A. Yasha

Dari akar kata Ibrani "Yasha" ini bila diperoleh kata-kata jadian seperti "moshia," Yesha," dan "Yeshua," yang seringkali berhubungan dengan arti "keselamatan." Walaupun demikian istilah tersebut tidak jarang dipakai sebagai "Juruselamat" (Yesaya 19:20; 43:11; 49:26 dan 52:10). Dalam Hakim-Hakim 3:9,15 diterjemahkan sebagai "penyelamat," ada kemungkinan bahwa penulis berpikir mengenai "Juruselamat" yaitu sebagai Juruselamat Illahi.
Yasha dapat diartikan, "menolong," "melindungi," "membebaskan," dan "menyelamatkan." Dengan demikian kata tersebut berarti membebaskan atau mencari jalan untuk membebaskan seseorang dari beban hidup, penderitaan, dan atau bahaya. Karena pertolongan tersebut dapat menghasilkan semacam: kemenangan, kemakmuran, kebahagiaan dan keselamatan (Ulangan 20.4, Yesaya 26:1; 11 Samuel 8:6; Yesaya 60:18).
Kata itu juga dapat mengandung arti yang lebih luas, bebas dari bahaya dan kemampuan untuk mencapai tujuan (kehendak Allah). Berpindah dari bahaya kepada keselamatan memerlukan pembebasan. Biasanya pembebasan harus datang dari luar. Di dalam PerjanjianLama ada macam-macam bahaya, yang bersifat nasional maupun individu, termasuk musuh, bencana alam, seperti bahaya wabah atau kelaparan, dan penyakit. Seseorang yang menjadi penyelamat dikenal sebagai "Juruselamat.
Tetapi pada umumnya dalam Perjanjian Lama kata itu mempunyai arti keagamaan yang kuat, karena hal itu Yehovah sendiri yang membawa kebebasan atau keselamatan. Dalam hal itu Ia diketahui sebagai "Allah adalah keselamatan kita" (Mazmur 68:19-21). Walaupun keselamatan dapat dilaksanakan melalui manusia, tetapi manusia hanya bertindak sebagai agen-Nya saja. Kesemuanya itu terjadi hanya karena Allah sendiri sumbernya.

B. Soter

Kata bahasa Yunani "soter" ini biasanya diartikan "penyelamat" dan "keselamatan." Kadang-kadang terjadi, tetapi hal ini sangat jarang sekali "soter" bukan menunjuk kepada seseorang, misalnya sungai yang dengan tiba-tiba meluap untuk menghindarkan kejaran musuh. Namun demikian, hanya dewa-dewa, atau manusia yang kuat saja disebut "soteres." Friedrich menyimpulkan penggunaan soter hanya terbatas pada lingkungan manusia. Pada dasarnya seseorang yang diselamatkan tergantung pada seseorang yang menyelamatkan.
Kata itu sudah biasa dipakai di lingkungan orang Yunani yang aplikasinya untuk sebutan illahi. Dalam Perjanjian Baru khususnya berbeda dengan penggunaan lain, sebab istilah itu tidak pernah dipakai sebutan untuk menunjuk kepada manusia biasa. "Juruselamat" merupakan sifat (attribute) Allah dalam Perjanjian Lama. Hal ini agaknya yang menjadi alasan dari penggunaan Juruselamat yang erat hubungannya dengan nama Kyrios. Sebagaimana kita ketahui nama Kyrios adalah sangat berperanan penting pada permulaan Kekristenan. Karena Kyrios adalah nama di atas segala nama, sehingga tidak mengherankan bila soter sering dipakai dalam Perjanjian Baru sebagai suplemen untuk Kyrios (Filipi 3:20; 2 Petrus 1:1,11; 2:20; 3:2,18)
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:11:19 PM
PERJANJIAN LAMA

Dalam Perjanjian Lama Allah disebut sebagai "Juruselamat." Kitab Mazmur (24:5; 27:1; 35:3; 62:2,6; 65:5; 79:9) dan Yesaya (12:2; 17:10; 43:3,11; 45:15,21; 60:16; 62:11; 63:8) memberikan jabatan ini kepada Allah secara jelas. Dan memang sebutan ini dapat kita temui di mana- mana di seluruh bagian Perjanjian Lama (Ulangan 32:15; 1 Samuel 10:19; Habakuk 3:18; Mikha 7:7; Yeremia 14:8, dan lain-lainnya). Walaupun demikian tentang rencana Allah mengenai keselamatan di dalam Perjanjian Lama telah menimbulkan tidak sedikit perdebatan tentang sifatnya yang tepat:
Kaum modernis dalam theophani berusaha menyesuaikan pernyataan Perjanjian Lama dengan pola evolusioner yang cenderung meniadakan setiap pernyataan tentang kasih dan kemurahan Allah sampai di bagian akhir Perjanjian Lama. Sebaliknya bagi ahli-ahli theologia konservatif telah menunjukkan kenyataan belas kasihan Allah mulai dari dari Kitab Kejadian sampai dengan Kitab Maleakhi.
Adalah merupakan dasar dari Perjanjian Lama, konsep bahwa Allah adalah pembebas umat-Nya. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat menyelamatkan dirinya, dan tidak ada seorang pun di dunia ini mengadakan penebusan buat sesamanya. Mazmur 49:8 berbunyi, "Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya." Manusia yang menjadi "Juruselamat" di mana Allah mengangkatnya untuk membebaskan umat-Nya dari tangan musuhnya (Hakim-Hakim 3:9; 2 Raja-Raja 13:5; Nehemia 9:27, dan sebagainya), adalah "Juruselamat" sebagai alat Tuhan dan bersifat sekunder. Oleh karena itu pada setiap aspek karya Allah adalah untuk kepentingan manusia dan bukan sebagknya karya manusia untuk kepentingan Allah. Hanya Allahlah Juruselamat.
Aku, Akulah Tuhan dan tidak ada juruselamat selain daripada-Ku. Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku, demikianlah Firman Tuhan, dan Akulah Allah. Juga seterusnya Aku tetap Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?
Penggunaan nama diri Tuhan di sini sebagai nama yang menunjukkan inti pokok: "Aku dan tidak ada nama lain yang eksis dan hidup," seperti Dia yang membuktikan eksistensinya melalui karya-Nya, dan tentu dengan karya penyelamatan-Nya. "Juruselamat" dan "Tuhan" mempunyai kesamaan di sini. Tuhan dalam pernyataan diri dalam sejarah sebelumnya dilengkapi dengan janji akan pembebasan. Dia memberitakan dan membawa keselamatan, tanpa ada yang dapat mencegahnya; misalnya suatu kuasa atau allah di Israel yang membuktikan eksistensinya, atau dalam kenyataannya memberikan suatu pertanda. Karenanya mereka harus mengakui: hanya Dia, Dia sendiri, adalah Tuhan, Allah yang Mahatinggi. Dan sejak saat itu dan untuk selamanya Dia tidak berubah, dan hanya Dia, menunjukkan sifat keilahian dan hidup kekai. Di hadapan Tuhan tidak ada allah lain, dan tidak akan ada lain kecuali Dia; karenanya itu Dialah kekal untuk selamanya.
Dan karena seluruh bagian Kitab Yesaya berkenaan dengan pembebasan Israel, alasan dan konsekwensinya, sehingga ditambahkan "tidak ada juruselamat lain daripada-Ku." Oleh karena itu Israel harus menjaga untuk tidak mencari keselamatan dan yang lain. Dalam penutupan kata memberikan pengertian kepada mereka, bahwa keselamatan tiba diwaktu pelaksanaan hukuman. Tuhan akan terus melaksanakan karya-Nya, dan apabila Dia yang sama kemarin, hari ini dan selamanya, siapakah yang dapat mencegahnya.
Dalam pasal 42:1-17 Tuhan mengintroduksikan hamba-Nya, pengantara keselamatan. Dan pasal 42:18; 43:13 mulai dengan pendekatan-Nya kembali dan berusaha untuk membawa Israel kepada keselamatan yang dari Allah, Allah yang tiada tandingannya.
Dalam bahasa Ibrani "Juruselamat" biasanya dalam bentuk participle, bukan kata benda, dimana menunjukkan kepada pemikiran Perjanjian Lama. Istilah ini bukanlah merupakan suatu gelar sebagaimana hal ini digambarkan kepada kegiatan-kegiatan Allah untuk kepentingan umat-Nya. Walaupun istilah tersebut mesianis dalam Perjanjian Lama, mesias digambarkan sebagai seseorang yang datang memberikan/menyodorkan keselamatan kepada semua bangsa (Yesaya 49:6,8; Zakharia 9:9).

PERJANJIAN BARU

Dalam Perjanjian Baru istilah "Juruselamat" tidak pernah menunjuk kepada seseorang, tetapi hanya kepada Allah Bapa dan Anak-Nya, Yesus Kristus. Tuhan dilukiskan sebagai "Juruselamat" dalam Perjanjian Baru, karena Ia menyediakan keselamatan untuk manusia dengan mengutus Anak- Nya, dan melalui Dia" (Lukas 1:47; 1 Timotius 1:1; 2:3; 4:10; Titus 1:3; 2:10; 3:4; Yudas 25). "Juruselamat" dalam Perjanjian Baru merupakan kedudukan utama Yesus, sejak mulanya Ia telah mengumumkan kepada dunia sebagai Juruselamat (Lukas 2:11). Walaupun istilah Juruselamat tidak digunakan dalam Matius, misi Yesus digambarkan dalam Injil tersebut sebagai Seseorang yang menyelamatkan umat-Nya dari dosa (Matius 1:21). Pembagian dari 24 penggunaan istilah dalam Perjanjian Baru akan menunjuk hal tersebut, walaupun penggunaan istilah telah digunakan dari permulaan Kekristenan, hal ini menjadi sangat penting kepada periode penutupan Perjanjian Baru. Dua pertiga dari penggunaannya nampak pada kitab-kitab bagian akhir: sepuluh di surat- surat Pastoral; lima di 2 Petrus; dan masing-masing satu di Injil Yohanes, 1 Yohanes, dan Yudas. Injil Markus dan permulaan surat-surat Paulus tidak menggunakan istilah "Juruselamat."
Sebagai tambahan berkenaan dengan "Juruselamat" dalam Perjanjian Baru memberikan pandangan yang penting pada Kekristenan yang mula- mula, Yesus dilukiskan oleh Yohanes sebagai "Juruselamat dunia." Dalam surat-surat Pastoral, "penampilan Juruselamat kita" digunakan (2 Timotius 1:10; Titus 2:13), dimana menyaksikan akan kedua sifat supranatural dan kemuliaan-Nya. Istilah itu juga berhubungan dengan "kemurahan" dalam Titus 3:4.
Yesus sendiri menafsirkan misi-Nya sebagai salah satu keselamatan, berkata, "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Lukas 19:10). Istilah tersebut mengisyaratkan akan bahaya, bencana, dari seorang penolong. Istilah Juruselamat di kedua Kitab, Perjanjian Lama (Yesaya 53) dan Perjanjian Baru mengusahakan pembebasan dari penderitaan yang sangat dan kesusahan yang diketahui oleh umat manusia - pembebasan dari dosa Juga ada penekanan pada pelayanan Yesus berkenaan dengan si penerima pembebasan-Nya. Ia sebagai Juruselamat bukan hanya kepada yang kuat dan kaya atau mereka yang terdidik, tetapi juga seperti gembala-gembala dan orang buangan; yang disingkirkan dari masyarakat seperti Zakheus dan sebagainya.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:11:46 PM
ARTI YESUS JURUSELAMAT

PENEBUS

Sebagaimana kita telah diajarkan oleh perkataan Petrus yang terkenal, "Tidak ada nama lain di bawah langit yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12). Nama "Yesus" diberikan kepada-Nya tidaklah dengan suatu alasan dan kesempatan, atau dengan suatu keputusan seseorang, tetapi hal ini telah disampaikan dari surga oleh malaikat. Alasannya untuk itu ialah: Ia diutus agar menyelamatkan manusia dari dosa-dosanya (Matius 1:21; bandingkan Lukas 1:31). Kita harus memperhatikan kata-kata sebagai berikut: jabatan sebagai Penebus yang disandang-Nya agar Ia menjadi Juruselamat kita.
Pada hari Pentakosta, Petrus berkhotbah yang menyatakan. "Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (Kisah Para Rasul 2:36). Yesus adalah Manusia, namun telah dibuktikan oleh kebangkitan dan kenaikan-Nya menjadi Allah, Tuhan dan Kristus, sebagai Mesias. Mereka harus meletakkan imannya lebih daripada kepada manusia; hal ini harus dalam Seseorang yang juga Allah yang merupakan perjanjian Mesias dalam Perjanjian Lama. Illahi dan Kemanusiaan harus disatukan agar dapat menyediakan keselamatan secara sempurna. Jutuselamat harus manusia agar dapat mati dan agar dapat menanggung hukuman atas manusia dan Dia haruslah Allah agar kematian dapat efektif untuk seluruh umat manusia. Ketika Paulus menuliskan suratnya kepada Roma, ia berkata mengenai Anak Allah, Yesus Kristus, dan kemudian menjelaskan dua fakta yang penting tentang Yesus Kristus - Kemanusiaan-Nya ("yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud") dan Keillahian-Nya ("bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa") (Roma 1:1-4). Kemudian 10:9; "Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu bahwa Yesus adalah Tuhan ... kamu akan diselamatkan." Ini merupakan pengakuan terhadap Yesus sebagai Tuhan dan imannya dalam Allah-Manusia yang menyelamatkan dari dosa.

Pernyataan dasar dari penebusan ini berarti membeli atau membayar harganya untuk sesuatu. Ini digunakan, misalnya, sebagaimana biasanya dalam kehidupan sehari-hari mengenai perumpamaan harta benda terpendam dan mutiara yang berharga yang mendorong orang untuk membeli (menebus) ladang (Matius 13:44). Dalam hubungannya dengan keselamatan kita, istilah itu berarti membayar harga karena tuntutan dosa kita agar kita dapat ditebus (Wahyu 5:9; 14:3-4; 2 Petrus 2:1; 1 Korintus 6:20; 7:23). Dan ini hanya dapat dibayar oleh darah Kristus.
Istilah ini juga ada hubungannya dengan tempat di pasar, maka seseorang yang ditebus digambarkan atau berarti dibeli dari pasar. Dengan kata lain, ide dari istilah ini ialah kematian Kristus tidak hanya membayar harganya untuk keselamatan kita tetapi juga memindahkan kita dari pasar dosa agar memberi jaminan kepada kita sehingga tidak akan pernah dikembalikan kepada perbudakan dan hukuman dosa. Kedatangan Kristus agar "menebus mereka yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak" (Galatia 4:5). Penggunaan istilah dalam ayat ini berarti memberi jaminan kepada kita bahwa kita tidak akan kehilangan hak sebagai anak dan kembali kepada perbudakan.

Penebusan bukan hanya penting karena telah dibeli, tetapi dapat juga berarti dibebaskan. Sekali lagi Paulus berkata bahwa kematian Kristus agar "membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk mengkuduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik" (Titus 2:14). Oleh karena itu, penebusan secara penuh konotasi berarti bahwa karena penumpahan darah Kristus orang-orang percaya telah dibeli, dipindahkan dan dibebaskan. Pembayaran harga dari Anak Allah melalui kematian-Nya seharusnya lebih memberikan motivasi kepada anak-anak Allah untuk menyerahkan diri kepada Tuhan.

Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya diselamatkan (Yohanes 3:14-15); jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah (Yohanes 12:24). Tuhan tidak dapat mengampuni dosa berdasarkan pertobatan seseorang. Hal ini mustahil untuk kesucian Allah melakukan. Tuhan dapat mengampuni dosa hanya apabila hukaman itu dibayar lebih dahulu. Agar Allah dapat mengampuni dosa seseorang dan ia dalam waktu yang sama dibenarkan, dan Kristus membayar hukuman orang-orang berdosa (Roma 3:25-26). Kristus berkali-kali berkata bahwa Ia harus menderita dalam banyak hal, dibunuh, dan dibangkitkan pada hari ketiga (Matius 16:21; Markus 8:31; Lukas 9:22; 17:25; Yohanes 12:32-34). Dua orang yang ada di kubur Yesus sesudah Ia bangkit mengingatkan perempuan-perempuan yang datang untuk mengurapi tubuh Yesus di mana Kristus berkata bahwa Ia harus disalibkan dan bangkit kembali (Lukas 24:7). Paulus mencari bukti kepada orang-orang Tesalonika akan kepentingan kematian Kristus (Kisah Para Rasul 17:3). Dari sudut Allah, kematian Kristus adalah sangat penting bila manusia diselamatkan.

Tetapi di sini kita harus merenungkan secara bersungguh-sungguh bagaimana Dia melaksanakan keselamatan bagi kita. Karenanya itu kita seharusnya tidak terbius oleh karena Dia sebagai pelaksananya, tetapi berusaha untuk memperkembangkan iman kita, menolak apa pun yang membahayakan dan yang berusaha untuk mengalihkan kepada arah yang lain. Tidak ada seorang pun yang dapat merendahkan diri terhadap-Nya dengan secara serius tanpa memperhatikan perasaan akan ketidakperkenan Allah dan perasaan memusuhi Dia.

KEMURAHAN ALLAH

Kesadaran akan murka Allah membuat kita mengucap syukur atas kasih setia-Nya di dalam Kristus.
Sebelum melangkah lebih jauh, kita harus melihat bagaimana belas kasihan dan kemurahan Allah diperuntukkan bagi kita. Bagaimana Allah telah memberikan Anak-Nya yang tunggal dengan satu ikrar suci karena cintanya kepada kita apabila Dia tidak siap merangkul kita dengan kebebasan-Nya. Karena sering adanya perbedaan pendapat di sini, maka saya akan mencoba untuk menghindarinya. ROH KUDUS biasanya bicara demikian dalam Kitab Suci: "Tuhan adalah musuh manusia sampai mereka diperdamaikan atas anugerah melalui kematian Kristus" (Roma 5:10). "Mereka berada di bawah kutuk sampai kejahatannya dilenyapkan dengan pengorbanan Yesus" (Galatia 3:10,13). "Mereka jauh dari Allah dan melalui tubuh jasmani Kristus mereka diperdamaikan" (Kolose 1:21-22). Pernyataan yang singkat ini memberikan situasi manusia yang perlu kita mengerti bagaimana keadaan kita sangat menyedihkan dan bagaikan puing- puing apabila kita terpisah dari Kristus. Apabila hal ini tidak secara jelas dinyatakan bahwa kemarahan dan pembalasan Allah serta kematian kekal adalah akibatnya, kita dengan gemetar telah menyadari betapa mengerikan apabila hidup ini tanpa kemurahan dan belas kasihan dari Allah.
Sebuah contoh, bila Tuhan menghancurkan Saudara sementara Saudara masih dalam keadaan hidup dalam dosa, dan membuangkan Saudara, seperti Saudara ketahui, betapa celaka Saudara karena kehancuran sedang menantikan Saudara. Tetapi karena Dia berusaha dengan anugerah-Nya, atas dasar kehendak-Nya sendiri, maka tidak membiarkan Saudara terpisah dari-Nya, sehingga Saudara terlepas dari ancaman maut.

Orang tersebut mengalami dan merasakan sesuatu di mana dia merasakan kebesaran rasa belas kasihan serta kemurahan Allah. Di pihak lain, seandainya ia belajar, sebagaimana Alkitab mengajarkan, bahwa dia telah terpisah dari Allah karena dosanya, ialah mewarisi murka, dan berakibat kematian kekal, terlepas dari segala pengharapan keselamatan, segala berkat-berkat Allah, hamba setan, seorang buangan karena dosanya, yang tujuan akhimya ialah penderitaan kekal. Pada saat demikian Kristus mengetengahi sebagai advokatnya, menimpakan kesalahan itu pada diri-Nya dan menderita hukuman dari hukuman Allah, yang mengancam semua orang-orang berdosa. Di mana Dia membersihkan dengan darah-Nya karena setan yang menjadikan orang-orang melawan Allah. Dengan demikian Dia membuat kepuasan dan pengorbanan yang patut di hadapan Allah Bapa, sehingga sebagai penengah telah menentramkan murka Allah. Atas dasar ini maka terjadilah damai di antara Allah dan manusia. Dengan ikatan ini kebajikan memelihara mereka.

Kemurahan Allah merupakan basis dedikasi kita, karena Dia lebih besar dari semua tuan-tuan yang ada di dunia ini. Berkat kehidupan karena dedikasi kita dalam pelayanan kepada Allah adalah lebih pasti dan memperkaya. Mengapa banyak orang malu mendedikasikan hidup-Nya adalah sukar dimengerti!

PENDAMAI

Murka Allah menentang orang berdosa, kasih-Nya mendamaikan kita di dalam Kristus. Untuk Tuhan benar adalah sifat-Nya, tidak dapat mengasihi orang yang perbuatannya melanggar hukum-Nya, seperti yang terlihat di dalam hidup kita semua. Karena itu kita semua ada perasaan kebencian kepada Allah. Sifat nature kejahatan kita dan kelemahan hidup mengakibatkan tak berkenan di hadapan Allah, bersalah dipemandangan-Nya dan dilahirkan untuk hukuman neraka. Tetapi karena Allah menyatakan tidak ingin seorang pun binasa, terlepas dari kebaikan kita. Dan memang kasihlah sebagai sifat-Nya. Allah mengasihi mereka yang remuk hatinya, meninggalkan jalannya dan berbalik kepada jalan Tuhan. Walaupun bagaimana keadaan kita, sebagai orang berdosa, dan keji, namun kita adalah tetap ciptaan-Nya. Memang kita mati karena perbuatan kita sendiri atau pilihan kita sendiri, walaupun demikian Ia menciptakan kepada hidup. Oleh karena itu, dengan kasih Allah Bapa berlangsung dan memberikan harapan akan pendamaian di dalam Kristus, sudah barang tentu karena Ia mengasihi kita lebih dahulu (1 Yohanes 4:19), kemudian Ia mendamaikan kita dengan-Nya.

Kematian Kristus sepenuhnya membaskan tuntutan Allah yang benar mengenai hukuman atas orang berdosa (Roma 3:25; 1 Yohanes 2:2; 4: 10; Ibrani 2:17). Ajaran Perjanjian Baru tentang jalan pendamaian adalah seperti yang diajarkan Perjanjian Lama, bergantung pada konsep murka Allah yang menuntut pemuasan. Murka Allah dengan tegas disebut dalam Matius 3:7; Markus 3:5; Lukas 3:7;21:23; Yohanes 3:36; Roma 22; Efesus 5:6; Kolose 3:6; Wahyu 6.16; 11:18; 14:10; 16:19 dan 19:15. Perjanjian Baru mengajarkan tentang jalap pendamaian adalah jawaban Allah bagi problema mengenai hukuman-Nya yang adil ke atas orang berdosa.
Dalam Roma 3:25-26 "Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada mala ini supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus." Dari ayat tersebut di atas ada dua fakta yang menempatkan jalan pendamaian dalam Alkitab. Pertama, bahwasanya hal itu bukan soal memuaskan satu Allah yang bernafsu membalas dendam, melainkan memuaskan satu Allah yang adil, benar dan suci dalam segala perbuatan-Nya. Kedua, Allah semacam itu, meskipun pada satu pihak menuntut pemuasan penuh terhadap kebenaran-Nya, adalah Allah yang sama yang karena kasih-Nya kepada umat manusia yang terhilang mengutus Anak-Nya untuk menjadi jalan pendamaian.

Kristus dalam kematian-Nya di atas salib melalui pencurahan darah-Nya dan pengorbanan hidup-Nya menyelesaikan suatu terhadap keadilan ilahi yang Allah terima bagi yang berdosa. Jalan pendamaian ini memungkinkan Allah menyatakan kasih-Nya kepada manusia dan mengaruniakan kebenaran melalui pembenaran oleh iman. Keyakinan ini didukung oleh perlunya jalan-pendamaian karena dosa (Roma 3:9,23; 5:12), kebenaran Allah (Mazmur 119:137; 145:17; Roma 3:25-26), dan fakta bersejarah bahwa Kristus benar mati bagi manusia berdosa (Yesaya 53:5-7; Galatia 1:4; 3:13 dan sebagainya).

Jadi hubungan baru pendamaian ini hanya dimungkinkan oleh darah Kristus yang dicurahkan di salib Golgota. Kepada orang-orang berdosa yang diselamatkan oleh anugerah yang dahulunya jauh dan musuh oleh perbuatan jahatnya, tetapi sekarang diperdamaikan dan dinyatakan suci, tanpa noda, dan tak bercela di hadapan Allah. Tindakan perdamaian dalam kematian Kristus itu sendiri tidak mengakibatkan pendamaian bagi individu, melainkan bersifat menyediakan saja, dan memungkinkan individu itu diperdamaikan. Orang yang belum diselamatkan tak berubah dalam keadaannya semula bahkan sesudah kematian Kristus sampai saat ia percaya di mana pendamaian itu mulai berlaku bagi dia. Setelah percaya, ia masuk ke dalam hubungan baru di dalam Kristus, dan oleh Allah ia dianggap suci tanpa noda dan tak bercela. Inilah kedudukan orang yang percaya di hadapan Allah - diperdamaikan dengan Allah.

KESIMPULAN

Pembukaan rahasia rencana keselamatan dari Allah sesudah Adam merupakan kisah yang bertahap pemyataannya. Masa manusia meninggalkan pernyataan keselamatan yang diberikan dan terjerumus ke dalam kegelapan dan dosa. Semakin hari manusia semakin jauh dari Allah, hanya bagian kecil saja yang dilukiskan dalam Kitab Suci tetap percaya kepada Allah, dan menerima terang selanjutnya. Nabi Yesaya mengutarakan bahwa "masing-masing menempuh jalannya sendiri-sendiri," dan sudah barang tentu kematian kekallah yang menantikannya. Secara jelas masalah manusia dapat diatasi dari pemyataan Kitab Suci dengan menaruh kepercayaannya kepada Kristus maka dia akan beroleh selamat (Yohanes 1:12; 3:16).
Yang menjadi masalah d: sini ialah seolah-olah ada perbedaan pendapat dengan cara keselamatan dalam Perjanjian Lama dan Baru. Untuk itu Walvoord menjelaskannya secara tepat sekali.

"Jelas bahwa orang-orang kudus di Perjanjian Lama tidak percaya kepada Kristus di dalam cara yang sama dan di dalam pengertian yang sama seperti orang-orang percaya dalam Perjanjian Baru, oleh sebab mereka hidup pada masa yang berlainan dan tidak memiliki keterangan yang sama. Dalam sifat kasus ini, perkara iman ialah mempercayai masing- masing pernyataan yang diberikan pada saat itu. Sebaliknya juga tidak ada dua jalan keselamatan. Seluruh keselamatan Allah berasal dari sang Juruselamat, Anak Allah, dan pekerjaan-Nya di kayu salib. Juga jelas bahwa keselamatan dari setiap jiwa menuntut iman. Bahkan rahmat dan kemurahan Allah tidak dapat menyelamatkan satu jiwa yang masuk kekekalan dengan tidak percaya. Dua unsur penting dari keselamatan ini - pekerjaan Kristus di kayu salib dan iman dari keselamatan Adam sampai kepada jiwa terakhir yang Allah tarik kepada diri-Nya di masa depan. Iman adalah syaratnya, dan kematian Kristus adalah dasarnya."
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:12:09 PM
MENGAPA YESUS SATU-SATUNYA JALAN KEPADA ALLAH?

Orang senantiasa menanyakan, "Apakah keistimewaan Yesus? Mengapa Dia sate-satunya jalan bagi manusia untuk dapat mengenal Allah?" Seiring dengan masalah orang-orang kafir, tidak ada pertanyaan lain yang ditanyakan lebih sering dari pertanyaan yang satu ini. Kita dituduh berpikiran sempit karena kita menegaskan bahwa tidak ada jalan lain kepada Allah.

Hal pertama yang harus kita kemukakan ialah bahwa bukan kita yang membuat-buat pernyataan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan. Ini bukan pernyataan kita, melainkan Tuhan Yesus sendiri. Kita hanya mengemukakan pernyataan-Nya, dan pernyataan para penulis Perjanjian Baru.

Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6) dan " . . . jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu" (Yohanes 8:24). Rasul Petrus menggemakan kata- kata ini, "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12).

Paulus setuju, "Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus" (1 Timotius 2:5). Jadi, seluruh Perjanjian Baru bersatu memberi kesaksian bahwa tidak ada seorang pun yang dapat mengenal Allah kecuali melalui pribadi Yesus Kristus.

Untuk mengerti mengapa demikian, kita harus kembali ke permulaan. Allah yang Mahabesar telah menciptakan langit dan bumi (Kejadian 1:1) dan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri (Kejadian 1:26). Setelah Ia selesai menciptakan, segala sesuatu sungguh amat baik (Kejadian 1:31). Manusia, laki-laki dan perempuan, ditempatkan dalam suatu lingkungan yang sempurna, dengan segala kebutuhan mereka terpenuhi. Mereka diberikan hanya sebuah larangan; mereka tidak boleh makan dari buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, supaya jangan mereka mati (Kejadian 2:17).

Sayang sekali, mereka makan buah pohon itu (Kejadian 3), dan akibatnya ialah kejatuhan dalam empat hal yang berbeda. Hubungan antara Allah dan manusia sekarang putus, sebagaimana dapat terlihat dari usaha Adam dan Hawa menyembunyikan diri dari hadapan Allah (Kejadian 3:8).

Hubungan antara manusia dengan sesama manusia menjadi renggang, karena keduanya, Adam dan Hawa, saling membantah dan mencoba melemparkan kesalahan kepada yang lain (Kejadian 3:12,13).
Ikatan antara manusia dan alam juga putus, sehingga tanah menghasilkan semak duri dan rumput duri dan binatang-binatang tidak lagi jinak (Kejadian 3:17,18). Manusia juga menjadi terpisah dari dirinya sendiri. Hatinya dipenuhi perasaan kekosongan dan ketidaklengkapan, sesuatu yang tidak dialaminya sebelum kejatuhan itu.

Namun demikian, Allah berjanji akan memperbaiki segalanya dan memberikan Firman-Nya bahwa Ia akan mengutus seorang Juruselamat, atau Mesias, yang akan membebaskan seluruh ciptaan dari perbudakan dosa (Kejadian 3:15). Perjanjian Lama terus mengulangi tema ini dan bahwa suatu hari kelak Juruselamat ini akan datang ke dalam dunia dan membebaskan umat manusia.

Firman Allah sungguh-sungguh menjadi kenyataan. Allah menjadi manusia dalam oknum Yesus Kristus (Yohanes 1:14,29). Yesus akhirnya mati sebagai pengganti kita supaya kita dapat mempunyai hubungan yang benar dengan Allah lagi. Kitab Suci berkata, "Allah di dalam Kristus itu memperdamaikan isi dunia ini dengan diri-Nya" dan "Ia, yang tiada mengenal dosa, telah dijadikannya dosa ganti kita, supaya kita ini akan menjadi kebenaran Allah di dalam Dia" (2 Korintus 5:19,21, TL).

Yesus telah membuka jalan! Allah telah melaksanakan semuanya, dan tanggung jawab kita ialah menerima kenyataan itu. Kita tidak dapat melakukan apa-apa untuk menambah karya Kristus; segala sesuatunya telah dikerjakan bagi kita.
Jikalau umat manusia dapat mencapai Allah melaiui suatu jalan lain, maka Yesus tidak harus mati. Kematian-Nya menunjukkan fakta bahwa tidak ada jalan lain. Oleh sebab itu, tidak ada agama atau pemimpin agama lain yang dapat membawa orang kepada pengenalan akan Allah yang esa dan benar itu.

Tetapi kematian Yesus bukanlah akhir ceritanya. Marilah kita menggambarkan mengapa Vita jauh lebih suka memilih Yesus daripada para pemimpin agama lain. Seandainya sekelompok orang sedang berjalan kaki dalam sebuah hutan suaka yang sangat lebat. Pada waktu kita masuk lebih jauh ke dalam hutan, kita tersesat.
Karena menyadari bahwa mengambil jalan yang salah mungkin berarti kita akan kehilangan nyawa, maka kita mulai menjadi takut. Akan tetapi, tidak lama kemudian kita melihat di kejauhan ada dua sosok tubuh berdiri di persimpangan jalan.
Setelah berlari mendekati orang-orang ini, kita melihat bahwa yang seorang memakai seragam penjaga hutan. Ia berdiri di sana dengan keadaan sehat sekali dan hidup, sedangkan yang seorang lainnya tergeletak di tanah, mati. Sekarang, yang mana di antara kedua orang ini yang akan kita tanyai jalan keluar hutan itu. Tentu, kepada orang yang masih hidup itu.

Jika hal itu diterapkan pada hal-hal yang kekal, kita tentunya akan menanyakan oknum yang hidup mengenai jalan keluar dari keadaan berbahaya yang kita hadapi sekarang ini. Yesuslah satu-satunya yang bangkit kembali dari kematian. Hal ini membuktikan kebenaran pernyataan-Nya (Roma 1:4), Dialah Anak Allah yang tunggal dan jalan yang satu-satunya bagi manusia untuk mempunyai suatu hubungan pribadi dengan Allah yang benar dan hidup.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:13:40 PM
YESUS ITU TUHAN

Sejarah membuktikan bahwa banyak orang Kristen yang mula-mula mati syahid karena teguh berpegang pada keyakinan mereka bahwa Yesus itu Tuhan. Mereka memilih terpaku di salib ataupun terbakar di tiang gantungan, sebagai obor di taman kaisar Romawi, daripada menyangkal Yesus, yang mereka lihat dengan mata jasmani dan mata rohani, adalah Tuhan. Bahkan bagi mereka, ciri utama seorang beriman ialah apabila orang itu mengaku bahwa Yesus itu Tuhan (Roma 10:9), karena ini berarti bahwa ROH KUDUS telah berdiam dan mematrikan keyakinan itu di hatinya (1 Korintus 8:5-6). Azas ini juga menjadi tema utama ajaran dan pemberitaan mereka.

Hal ini terlihat jelas dalam pemberitaan Yohanes dan Paulus. Tentang hal ini Prof. L. Berkhof berkata,
Berdasarkan hasil penelitian sangatlah mustahil menyangkal bahwa Yohanes dan Paulus mengajar tentang ke-Tuhanan Kristus. Di dalam Injil Yohanes pandangan tentang kemuliaan Kristus terlihat dalam nats-nats berikut: Yohanes 1:1-3,14,18; 2:24,25; 3:16-18,35,36; 4:14-15; 5:18, 20-22,25-27; 11:41-44; 20:28; 1 Yohanes 1:3: 2:23; 4:14-15; 5:5,10- 13, 20. Pikiran-pikiran yang surra terdapat dalam surat-surat Paulus dan surat Ibrani, yaitu Roma 1:7; 9:5; 1 Korintus 1:1-3; 2:8; 11 Korintus 5:10; Galatia 2:20; 4:4; Filipi 2:6; Kolose 2:9;1 Timotius 3:16; Ibrani 1:1-3,5,8; dan sebagainya.

Arti Istilah Tuhan

Istilah Tuhan berasal dari kata bahasa Yunani, "Kyrios." Dalam pemakaian sehari-hari pada masa Yesus hidup di dunia ini, istilah ini bisa berarti "bapak yang kekasih," "guru yang tercinta," "majikan yang terhormat," "raja yang berkuasa," dan "Tuhan yang di sembah." Kenyataannya ialah bahwa ada terkandung di dalam istilah "Kyrios," anti umum dan arti khusus. Arti umum yang bisa digunakan bagi manusia dan Tuhan, mengandung makna kasih dan penghargaan. Arti khusus yang hanya digunakan bagi Tuhan, mengandung mhkna penyembahan.

Di dalam Perjanjian Lama kata Tuhan dipakai bagi Allah dengan pengertian penguasa Yang Maha Tinggi. William Childs Robinson menandaskan hal itu dengan menyatakan,

Sebagaimana diterapkan kepada Allah dalam Perjanjian Lama, Tuhan mengandung pengertian penggunaan secara aktif kuasa-Nya atas dunia dan dan manusia, sebagai Pencipta dan Penguasa, Pemberi hidup dan mati. Jadi Tuhan adalah suatu istilah yang menyatakan bukannya sifat metaphisik dari keilahian melainkan kuasa tertinggi dari Yang Maha Tipggi."

Istilah "Kyrios," yang artinya Tuhan digunakan di dalam Septuaginta (Firman Allah Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani) untuk menggantikan kata Yahweh yaitu Allah. Ini berarti bahwa di masa sebelum Perjanjian Baru dunia mengenal Allah dengan panggilan Tuhan. Suatu persiapan yang diadakan Allah sendiri untuk memperkenalkan diri-Nya yang kelak menjelma dalam ujud berlembaga, yaitu Tuhan Yesus Kristus.

Allah dipanggil Tuhan (Kyrios) tidak kurang dari 150 kali dalam Perjanjian Baru. Di kala Yesus lahir dikatakan bahwa kemuliaan Tuhan bersinar meliputi gembala-gembala (Lukas 2:9). Waktu Ia mengajar Ia membaca dari buku Yesaya yang mengatakan bahwa "Roh Tuhan ada pada-Ku." Yang dimaksud dengan Tuhan dalam kedua ayat di atas ialah Allah Bapa. Istilah yang sama digunakan juga bagi Yesus Kristus. Bagi orang Kristen yang mula-mula Yesus adalah Tuhan yang juga Allah adanya.

Arti Yesus itu Tuhan

Istilah Tuhan (Kyrios) yang dikenakan kepada Yesus Kristus ternyata melibatkan arti umum dan arti khusus. Ia dikasihi, dihormati, maupun disembah sebagai Guru dan Tuhan oleh murid-murid-Nya. Panggilan Tuhan yang digunakan oleh wanita Samaria di dalam Yohanes 4:19, sesudah terjadi dialog dengan Kristus, menunjukkan penghargaan wanita itu setelah menyadari, bahwa Yesus mengetahui rahasia hidupnya. Di pihak lain, Petrus yang sesudah bergaul lama dengan Yesus Kristus dan menyaksikan mujizat-mujizat yang dilakukan-Nya mengakui dengan rasa penyembahan yang dalam, bahwa ialah Tuhan Yang Kudus tempat bergantung satu-satunya dan yang menaruh perkataan hidup yang kekal (Yohanes 6:68-69). Kedua pemakaian, umum dan khusus, umumnya muncul sebelum kebangkitan Yesus Kristus. Sesudah kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, pada umumnya Ia dipanggil Tuhan hanya dalam pengertian khusus, yaitu sebagai Allah yang disembah.

Apabila nats-nats Firman Allah diteliti secara seksama, maka dapatlah ditarik kesimpulan hahwa pemakaian istilah Tuhan bagi Yesus Kristus mengandung enam pengertian. Pengertian pertama berhubungan dengan kemesiasan-Nya. Ia disebut Tuhan yang berarti mesias yang dijanjikan. Hal ini dikumandangkan oleh malaikat-malaikat di kala Ia baru menjelma ke dalam dunia. Mereka berkata, "Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud" (Lukas 2:11). Ungkapan bahasa Yunani dalam ayat ini ialah "ho estin Kristos Kyrios." "Kristos" dan "Kyrios" berada dalam bentuk nominatif yang berarti keduanya sama dan setara. Jadi tidak mungkin diterjemahkan, "Kristus yang berasal dari Tuhan" ataupun "Kristus milik Tuhan," karena "Kyrios" tidak dalam bentuk genetiva (kepunyaan atau asul) Pengertian yang tepat ialah bahwa "Kristus yang adalah Tuhan" atau "Kristus Tuhan itu." Ayat ini dan ayat-ayat lainnya (seperti Kisah Para Rasul 2:36) menegaskan bahwa Tuhan yang nama kemanusiaan-Nya Yesus adalah mesias yang dijanjikan itu sendiri.

Pengertian kedua berhubungan dengan jabatan-Nya sebagai Juruselamat penghapus dosa. Alkitab Perjanjian Baru menandaskan kepada orang-orang yang percaya kepada Kristus, bahwa mereka, "akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (2 Petrus 1:11). Orang-orang beriman jugag didorong agar "bertambah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus" (2 Petrus 3:18). Pemakaian Tuhan bagi Yesus Kristus di sini dikaitkan dengan jabatan-Nya sebagai Penyelamat manusia dari dosa dan hukuman karena dosa. (Sebagai bahan perbandingan tentang perbuatan Yesus Kristus mengampuni dosa dapat dilihat dalam Matius 9:l-8; Markus 2:1-12; Lukas 5:17-26.)

Pengertian ketiga berhubungan dengan kesatuan-Nya dengan Allah Perjanjian Lama. Alkitab berulang-kali menekankan bahwa Allah adalah Penyelamat manusia. Di dalam Perjanjian Lama misalnya dinyatakan bahwa Allah Israel adalah Juruselamat (Yesaya 45:15,21; Ulangan 32:15; 1 Samuel 10:19, dan lain-lain). Bahkan di dalam Perjanjian Baru tak kurang dari delapan kali Allah dipanggil sebagai Juruselamat (Lukas 1:47; 1 Timotius 1:1; 2:3; 4:10; Titus 1:3; 2:3; 2:10. Yehuda 25.) Ternyata Alkitab menyatakan secara jelas, bahwa Tuhan Allah yang adalah Tuhan Yesus adalah satu-satunya Juruselamat. Ternyata Firman Allah menunjukkan secara pasti bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan, adalah Allah, dan juga Juruselamat manusia.

Pengertian keempat yang terkandung dalam nama Tuhan bagi Yesus Kristus ialah berkenaan dengan kuasa-Nya. Ia penguasa waktu dan tidak dibatasi oleh waktu (Yohanes 1:1; Yesaya 9:5), termasuk juga hari Sabat (Markus 2.20). Ia penguasa yang memerintah segala yang hidup di dunia yang diciptakan-Nya itu. Pernyataan di bawah ini mempertegas kebenaran tersebut.
Matius 9:6 = "berkuasa mengampuni dosa. " Suatu demonstrasi kuasa Tuhan yang meliputi sekaligus penyembuhan dari kelumpuhan rohani (dosa) di samping penyembuhan dari kelumpuhan jasmani (ayat 7,8). Kedua perkara ini yang diselesaikan dengan beberapa patah kata saja merupakan demonstrasi kuasa-Nya. Ia memang melakukan perbuatan yang hanya Allah bisa melakukannya. Ia berkuasa atas dosa dan penyakit. Ia bahkan berkuasa atas maut. Maut memang tunduk pada perintah-Nya (Lukas 7:14-15; 8:54-55; Yohanes 5:25). Ia juga berkuasa atas iblis-iblis yang ternyata tunduk pada perintah-perintah-Nya (Matius 8:16; Lukas 4:35-36,41). Ia berkuasa atas alam semesta (Matius 8:26-27). Bahkan Ia lebih berkuasa dari segala penguasa yang mana pun (Efesus 1:20-23)6

Pengertian kelima dari nama Tuhan bagi Yesus Kristus ialah pribadi yang disembah. Hal ini terlihat di dalam upacara penyembahan (kebaktian) dan upacara Perjamuan Tuhan. Di saat kebaktian dan pemujaan, Yesus disembah sebagai satu-satunya Tuhan (1 Korintus 8:5- 6). Ia juga menjadi pusat perhatian dalam Perjamuan Suci, yang dalam Alkitab disebut Perjamuan Tuhan (1 Korintus 10:21). Bahkan permintaan doa agar terlepas dari kesukaran hidup dialamatkan kepada-Nya. Bahkan pujian dan syukur jemaat yang mula-mula di Efesus memuji Tuhan Yesus Kristus dengan segenap hati (Efesus 5:19-20). Jelaslah bahwa bagi orang-orang Kristen yang mula-mula, Yesus Kristus adalah Tuhan yang kepada-Nya, pujian, dan permohonan doa dipanjatkan.

Pengertian keenam tentang pemakaian titel Tuhan oleh Yesus Kristus menunjukkan kepada fungsinya sebagai Hakim dan Raja dikala Ia kembali yang kedua kali ke bumi di penghulung sejarah dunia. Ialah Tuhan yang akan datang dengan kuasa dan kemenangan. (Wahyu 19:1-6). Kedatangan- Nya itulah yang merupakan pengharapan yang dinantikan oleh orang-orang beriman (1 Tesalonika 2:19; 3:13; 1 Korintus 1:7-8; 2 Korintus 1:14). Ini dan masih banyak lagi ayat-ayat Kitab Suci yang merupakan pernyataan-pernyataan khusus yang membuktikan, bahwa titel Tuhan bagi Yesus merupakan titel eskatologi. Ialah Tuhan yang akan datang untuk mengadakan perhitungan terakhir dengan seluruh ciptaan-Nya.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:14:11 PM
Pelajaran 05 - YESUS MEMILIKI SEMUA KUASA DAN PENAKLUK KEMATIAN

A.    YESUS MEMILIKI SEMUA KUASA
Ayat Hafalan
1.    Yesus Berkuasa Atas Alam
2.    Yesus Berkuasa Atas Roh-roh Jahat
3.    Yesus Berkuasa Atas Penyakit
4.    Yesus Berkuasa Mengampuni Dosa
B.    YESUS PENAKLUK KEMATIAN
Ayat Hafalan
1.    Yesus Menghidupkan Beberapa orang yang telah Mati.
2.    Yesus Berjanji bahwa Dia akan Menaklukkan Kematian
3.    Yesus Benar-benar Mati
4.    Yesus Bangkit dari Kematian pada Hari Ketiga
5.    Makna Kemenangan Yesus Atas Kematian
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:14:36 PM
YESUS MEMILIKI SEMUA KUASA DAN PENAKLUK KEMATIAN

A.YESUS MEMILIKI SEMUA KUASA

Ayat Hafalan:
"Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" (Matius 28:18)
Yesus telah mati di kayu salib dan pada hari yang ketiga Dia bangkit dari kematian. Selama empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya itu, Dia bertemu dengan murid-murid-Nya beberapa kali pada waktu yang berbeda. Para murid mengetahui bahwa Yesus telah mati di atas kayu salib, dikuburkan, dan sekarang hidup kembali. Mereka telah melihat- Nya dan berbicara secara langsung dengan-Nya. Mereka menjamah-Nya dengan tangan mereka sendiri. Lalu pada akhir hari ke-40, Yesus memanggil semua murid-murid untuk berkumpul. Seperti yang dikatakan- Nya pada mereka, Dia mengucapkan kata-kata yang kita temukan dalam ayat hafalan pelajaran di atas, "Kepadaku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi" Yesus ingin para murid mengerti kuasa-Nya dengan baik. Kemudian setelah selesai berbicara dengan murid-murid-Nya, Yesus terangkat ke sorga. Mereka berdiri dan memandang sampai Dia menghilang di balik awan.

Jadi, orang Kristen tidak menyembah seorang Juru Selamat yang mati dan dikuburkan. Mereka menyembah Anak Allah yang bangkit, hidup, dan penuh kuasa. Dalam pelajaran kelima ini, kita akan bersama-sama mempelajari apa yang dikatakan oleh Alkitab mengenai Yesus yang memiliki semua kuasa, termasuk kuasa yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan oleh mata manusia. Ketika Yesus hidup di dunia, Dia menunjukkan kuasa-Nya dalam berbagai cara dan dalam waktu yang berbeda. Marilah sekarang kita melihat bagaimana Ia menunjukkan kuasa-Nya yang hebat itu.

1.    Yesus Berkuasa atas Alam

a.Marilah kita lihat bagaimana Yesus berkuasa meneduhkan angin dalam kitab Matius 8:23-27. Pada waktu itu, Yesus bersama murid- murid-Nya berangkat naik perahu, tetapi tiba-tiba angin badai mengamuk di atas danau dan menghantam perahu mereka, sehingga mereka sangat ketakutan. Lalu mereka membangunkan Yesus yang tertidur di buritan kapal. Yesus kemudian meneduhkan angin itu sehingga danau menjadi tenang kembali.

b.Kita juga mengetahui bagaimana Yesus kuasa-Nya berjalan di atas air (Yohanes 6:16-21).

c.Kita juga mengetahui kuasa-Nya ketika melihat bagaimana Ia melipatgandakan lima roti dan dua ikan kecil sehingga lima ribu orang laki-laki dapat diberi makan. Bahkan setelah setiap orang kenyang, masih ada sisa makanan dua belas keranjang. (Yohanes 6:5-14).

d.Kita juga melihat kuasa-Nya ketika memerintahkan pohon ara dan menyebabkannya menjadi kering (Matius 21:18-21).

e.Yesus tidak hanya memiliki kuasa membuat langit dan bumi, tapi juga memiliki kuasa memelihara segala sesuatu dari kerusakan. Dunia yang kita diami sekarang akan hancur jika bukan karena kuasa dari Yesus. Setiap hari kita diizinkan hidup di dunia ini karena kuasa Yesus. "Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia" (Kolose 1:16-17).

2.       Yesus Berkuasa atas Roh-roh Jahat

3.       Alkitab mengajarkan bahwa ada roh-roh jahat yang menaati perintah Setan/Iblis. Alkitab juga mengajarkan pada kita bahwa kuasa Yesus Kristus lebih besar daripada kuasa Setan. Setiap orang yang percaya pada kuasa Yesus dapat menang atas semua kekuatan Setan.

Ada beberapa bagian dalam Perjanjian Baru yang dapat kita baca bahwa kuasa Yesus lebih besar daripada kuasa setan dan roh-roh jahat. Lihatlah salah satu bagian ini. Bacalah dengan teliti Lukas 8:26-39. Ayat-ayat ini menunjukkan dengan jelas pekerjaan Setan. Pekerjaan Setan adalah merusak. Setan menentang Allah dan orang yang ingin menyenangkan Allah. Ketika roh-roh jahat dari Setan berada dalam hati seseorang, Setan bekerja untuk merusaknya. Yesus mengusir Setan keluar dengan Kuasa-Nya. Kemudian mereka masuk ke dalam babi-babi yang sedang makan di sekitar tempat itu. Akibatnya, babi-babi merusak dirinya sendiri dengan berlari masuk ke dalam danau dan mati di sana. Kuasa Setan selalu mencoba merusak segala sesuatu yang baik.

Kuasa Yesus selalu siap sedia menolong setiap orang yang sungguh- sungguh ingin menerima pertolongan-Nya. Kita bisa menerima pertolongan yang kita perlukan karena kuasa Yesus lebih besar daripada kuasa Setan.

4.Yesus Berkuasa atas Penyakit
Beberapa orang disembuhkan dengan kuasa Yesus. Perhatikan beberapa dari peristiwa tersebut.

a.Penyakit kusta adalah penyakit kulit yang buruk dan pada masa Yesus tak seorang pun yang sakit kusta dapat disembuhkan. Dalam Markus 1:40-42, kita membaca seorang berpenyakit kusta yang datang kepada Yesus dan memohon pertolongan. "Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: 'Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.' Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: 'Aku mau, jadilah engkau tahir.' Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu dan ia menjadi tahir." Yesus menyembuhkannya dengan satu sentuhan tangan.

b.Dalam Markus 5:25-34, kita melihat bagaimana seorang wanita yang sakit selama dua belas tahun yang telah berobat kepada beberapa dokter dan telah menghabiskan uangnya dalam usahanya agar sembuh. Tidak seorang pun dapat menolongnya, tetapi ketika dia menjamah jubah Yesus, dia segera sembuh.
Ada banyak contoh lain saat Yesus menyembuhkan orang-orang sakit, tapi kita tidak akan membaca semua kisah tersebut dalam pelajaran ini. Satu hal yang harus kita ingat terus ialah bahwa tidak ada penyakit yang tidak dapat disembuhkan Yesus. Dia memiliki kuasa yang sempurna mengatasi semua penyakit.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:14:59 PM
5.    Yesus Berkuasa Mengampuni Dosa

Pertanyaan yang sering diajukan ialah, "Bagaimana saya dapat memperoleh pengampunan dosa-dosa saya?" Beberapa orang mencoba mendapatkan pengampunan dengan mengakui dosa-dosanya kepada seorang imam. Yang lain berharap menemukan pengampunan dengan menggabungkan diri pada satu gereja. Beberapa orang lainnya berharap mendapat pengampunan pada waktu dibaptiskan. Tetapi Alkitab mengajarkan kita bahwa tidak ada satu pun dari hal-hal tersebut yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa.
Hanya Yesus yang mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa. Bacalah kembali Markus 2:1-12. Perhatikan khususnya ayat 10. "Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" Ini membuktikan bahwa Dia memiliki kuasa ini.
Jika Anda sedang mencari pengampunan atas dosa, Anda dapat yakin bahwa pengampunan dosa hanya ada dalam Yesus Kristus saja. "Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya" (Efesus 1:7). "Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan" (Kisah Para Rasul 4:12). "Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada- Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya" (Kisah Para Rasul 10:43).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:15:38 PM
B.    YESUS PENAKLUK KEMATIAN

Ayat Hafalan:

"Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup, sampai selama-lamanya dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut." (Wahyu 1:18)
Sejak semula, manusia telah mengenal kematian sebagai musuh yang tidak dapat ditaklukkan. Manusia telah mencoba dengan banyak cara untuk meluputkan diri dari kematian tetapi selalu pada waktunya tiba, di mana mereka mati dan ini berarti kematian menjadi pemenang.

Semua orang Kristen seharusnya penuh sukacita karena kita mengikuti seseorang yang lebih besar daripada seorang guru besar atau nabi. Dia adalah Anak Allah yang hidup dan Dia memiliki semua kuasa di surga dan di bumi. Ini berarti Dia juga berkuasa atas kematian. Dia adalah Sang Penakhluk kematian. Dia telah rela untuk dihukum mati oleh orang-orang berdosa. Tetapi pada hari ketiga Dia bangkit dari kematian sebagai bukti bahwa kematian tidak akan pernah menang dari-Nya, melainkan Dialah yang telah menakhlukkan kematian.

Selanjutnya, kita akan melihat bagaimana Yesus menunjukkan kuasa-Nya atas kematian.

1.    Yesus Menghidupkan Beberapa orang yang telah Mati.

Bacalah Matius 9:23-26 menceritakan tentang anak perempuan kepala rumah ibadah yang sudah meninggal. Ketika Yesus mengatakan kepada mereka bahwa anak itu tidak mati tetapi sedang tidur, mereka menertawakan-Nya karena mereka melihat jasad anak yang mati itu. Yesus masuk ke dalam ruangan dan menghidupkan anak itu. Sebagaimana kita membangunkan seseorang anak yang sedang tidur, demikianlah Yesus mampu memanggil anak ini dari kematian.
Dalam Lukas 7:11-17 kita membaca kisah pertemuan Yesus dengan serombongan orang yang akan menguburkan seorang laki-laki, anak tunggal dari seorang janda. Ibu yang malang ini ditinggal sendirian. Yesus berbelas kasihan padanya. Yesus memerintahkan laki-laki yang mati itu bangkit, dan dia taat. Bayangkanlah keterkejutan dan sukacita yang dialami oleh orang-orang tersebut.
Lalu dalam Yohanes 11:1-46, Yesus membangkitkan Lazarus. Lazarus adalah teman Yesus. Maria dan Marta adalah saudara perempuan Lazarus. Mereka mengirim berita kepada Yesus ketika Lazarus masih sakit. Ketika Yesus sampai di rumah mereka, Lazarus ternyata sudah mati empat hari sebelumnya. Keluarganya dan teman-temannya telah menguburkannya. Tetapi Yesus meminta untuk menggulingkan batu yang menutup kuburan Lazarus. Kemudian Yesus memerintahkan Lazarus untuk keluar. Sebagai jawaban suara Yesus, Lazarus berjalan keluar dari kuburnya.

Berdasarkan fakta-fakta itu, secara pasti Yesus membuktikan kuasa- Nya memberikan hidup kepada yang telah mati. Tetapi ini bukan yang terbesar, kuasa yang terbesar adalah ketika Yesus sendiri yang telah mati dan bangkit dan menaklukkan kematian.

2.    Yesus Berjanji bahwa Dia akan Menaklukkan Kematian

Yesus tahu bahwa Dia akan dihukum mati jauh sebelum hal itu terjadi. Dia juga tahu bahwa Dia akan bangkit dari kematian pada hari ketiga. "Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid- murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala, dan ahli-ahli Taurat lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga" (Matius 16:21). "Akan tetapi sesudah Aku bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea" (Matius 26:32). "Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati" (Markus 9:9).
Yesus menceritakan hal-hal ini pada murid-murid-Nya sebelum semuanya terjadi. Dia memberitahukannya sehingga ketika Dia menggenapi janji-Nya dan bangkit dari kematian, murid-murid-Nya lebih percaya kepada-Nya. "Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi" (Yohanes 14:29).

3.    Yesus Benar-benar Mati

Agar setiap orang sungguh-sungguh memahami kemenangan Yesus atas kematian, kita harus memahami bahwa Yesus benar-benar mati. Dia tidak sekadar pingsan atau pura-pura seperti mati. Amatilah fakta- fakta berikut. Bacalah dengan teliti Lukas 23:32-56 dan Yohanes 19:16-42.

a.    Yesus mati dalam kerumunan banyak orang. Dia tidak mati di tempat tersembunyi yang hanya dihadiri orang tertentu saja. Banyak orang telah menyaksikan kematian-Nya, bahkan hampir sebagian besar penduduk Yerusalem datang untuk mengamati Yesus mati di atas kayu salib. Tidak ada keragu-raguan dalam pikiran orang-orang tersebut. Mereka tahu bahwa Yesus telah mati di atas kayu salib.

b.    Ada tiga golongan yang benar-benar yakin bahwa Yesus sungguh mati. Pertama, para prajurit. Prajurit-prajurit ini terlatih untuk membunuh. Mereka mengetahui kematian Yesus sebab mereka melihat-Nya. Mereka tahu bahwa Yesus telah mati. Bahkan salah seorang dari prajurit-prajurit tetap menombak lambung Yesus. Ketika dia melakukan hal itu, darah dan air keluar. Ini menunjukkan bahwa Yesus sungguh-sungguh telah mati. Kedua, musuh-musuh Yesus juga ada di sana untuk meyakinkan bahwa Yesus telah mati. Mereka pasti tidak akan mengizinkan Yesus di ambil dari kayu salib jika mereka tidak pasti bahwa Yesus telah mati. Ketiga, di sana juga ada orang-orang yang mengasihi Yesus. Mereka juga yakin bahwa Yesus telah mati. Seandainya ketika mereka mempersiapkan penguburan-Nya dan tangan mereka merasakan adanya tanda-tanda kehidupan sekecil apa pun, pasti mereka tidak akan pernah mengubur-Nya. Tidak ada keraguan tentang fakta bahwa Yesus sungguh-sungguh telah mati.

4.    Yesus Bangkit dari Kematian pada Hari Ketiga

Walaupun Yesus benar-benar telah mati, semua usaha untuk membunuh Yesus sia-sia saja. Pada hari ketiga kuburan itu telah kosong. Yesus telah bangkit. Sesudah kebangkitan-Nya, beberapa kali Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Mereka berbicara dengan- Nya. Mereka menyentuh-Nya dengan tangan mereka sendiri. Mereka tahu bahwa itu adalah Yesus dan Dia hidup dari antara orang mati. Yesus memang telah mati. Dia sudah dikuburkan. Tetapi lihatlah, Dia telah menaklukkan kematian. Sekarang Dia hidup untuk selama-lamanya. Baca juga Lukas 24:1-53; Yohanes 20:1-31; Yohanes 21:1-25.

5.    Makna Kemenangan Yesus Atas Kematian
Ada dua hal penting yang ingin kita tekankan melalui pelajaran ini berkaitan dengan kebangkitan Yesus dari antara orang mati.

a.    Kebangkitan-Nya dari kematian membuktikan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang hidup. Kita juga membaca hal ini dalam Roma 1:4, "dan menurut Roh kekudusan dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, bahwa Ia adalah Anak Allah yang berkuasa, Yesus Kristus Tuhan kita."

b.    Yesus memiliki kuasa atas kematian dan membangkitkan semua orang mati di hari penghakiman. Penjelasan lebih rinci tentang apa yang akan terjadi pada waktu kebangkitan itu akan dijelaskan dalam pelajaran terakhir dari kursus ini. Karena itu, "... janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara- Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum" (Yohanes 5:28-29).
Kita harus bergembira karena kita bisa menyembah dan melayani Juru Selamat yang adalah penakluk kematian. Dia dapat menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita, membangkitkan kita dari kematian, dan mengangkat kita untuk hidup bersama-Nya selama-lamanya. Kita seharusnya mempelajari berita ini dengan baik dan membagikan berita ini kepada orang yang belum mendengar atau kepada orang yang belum mengerti.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:16:10 PM
DOA

"Bapa yang aku kenal di dalam nama Tuhan Yesus Kristus, sekarang aku yakin dan percaya bahwa kuasa-Mua sungguh luar biasa. Bahkan atas kematian kuasa-Mu nyata. Ajarkan kepadaku untuk tidak lagi takut pada kematian, karena Engkau telah mengalahkannya. Tidak ada lagi kuasa di dunia ini, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan oleh mata manusia, yang melebihi kuasa-Mu. Kuagungkan sungguh nama-Mu Tuhan. Amin."
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:16:34 PM
REFERENSI PELAJARAN 05 - YESUS MEMILIKI SEMUA KUASA DAN PENAKLUK KEMATIAN

SIAPA YESUS KRISTUS ITU BAGI PENCIPTAAN

Kolose 1:15-23
Kita masih ingat bahwa menurut pandangan Gnostik karya penciptaan dikerjakan oleh suatu allah yang lebih rendah, yang tidak mengenal dan yang memusuhi Allah sejati. Ajaran Paulus yaitu bahwa perantara Allah dalam penciptaan adalah Anak-Nya dan dalam perikop ini ia memberikan empat hal mengenai Anak yang berkaitan dengan penciptaan.

i.    Ia adalah yang sulung dari segala yang diciptakan (Kol. 1:15). Kita harus berhati-hati untuk mengaitkan arti yang benar kepada frase ini. Ini dapat diartikan bahwa Anak merupakan manusia pertama yang diciptakan, namun dalam pemikiran Ibrani dan Yunani, kata "yang sulung" (prototokos) hanya menunjuk pada pengertian yang sangat tidak berkait langsung dengan waktu. Ada dua hal yang perlu dicatat. Pertama, "yang sulung" adalah sebutan yang sangat umum untuk penghormatan. Contohnya, Israel sebagai suatu bangsa adalah anak sulung Allah (Kel. 4:22). Artinya adalah bangsa Israel merupakan anak yang paling dikasihi Allah. Kedua, kita harus mencatat bahwa "yang sulung" juga merupakan gelar Mesias. Dalam Mazmur 89:28, seperti yang ditafsirkan oleh orang Yahudi sendiri, janji mengenai Mesias yaitu, "Aku pun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi" "Anak sulung" jelas tidak dipakai dalam pengertian waktu, tetapi dalam pengertian penghormatan istimewa. Jadi, ketika Paulus berkata tentang Anak bahwa Ia merupakan yang sulung dari segala yang diciptakan, maksudnya yaitu bahwa penghormatan tertinggi yang dimiliki oleh ciptaan adalah milik-Nya. Apabila kita ingin mengartikan makna waktu dan penghormatan sekaligus, mungkin kita dapat menerjemahkan frase itu demikian, "Ia dilahirkan sebelum segala sesuatu diciptakan".

ii.    Oleh Anaklah segala sesuatu diciptakan (ay. 16). Hal ini benar mengenai hal-hal yang ada di surga dan hal-hal yang ada di bumi, mengenai hal-hal yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Orang Yahudi sendiri, bahkan lebih-lebih lagi kaum Gnostik, mengembangkan ajaran yang amat canggih mengenai para malaikat. Berkaitan dengan kaum Gnostik kita dapat menduga bahwa malaikat adalah perantara antara manusia dan Allah. Singgasana, kerajaan, pemerintah, dan penguasa- penguasa adalah jenjang para malaikat yang berbeda, yang masing-masing menempati posisi yang berbeda di ketujuh surga. Paulus menyisihkan mereka semua sama sekali. Sebaliknya, ia ingin berkata kepada kaum Gnostik, "Kamu memberi tempat penting bagi para malaikat dalam pemikiranmu. Kamu menganggap Yesus Kristus hanya sebagai salah satu dari mereka. Sebenarnya jauh daripada itu, Dialah yang menciptakan mereka semua." Paulus menegaskan bahwa agen Allah dalam penciptaan bukanlah Allah yang lebih rendah, yang tidak mengenal dan yang memusuhi Allah, melainkan Anak-Nya sendiri.

iii.    Segala sesuatu diciptakan untuk Anak (ay. 16b). Sang Anak bukan hanya pelaku penciptaan, Ia juga merupakan tujuan penciptaan. Maksudnya, penciptaan dikerjakan untuk menjadi milik-Nya dan bahwa di dalam penyembahan dan kasih dari ciptaan-Nya, la akan menemukan kehormatan dan sukacita-Nya.

iv.    Paulus memakai frase yang aneh, "segala sesuatu ada di dalam Dia" (ay. 17). Ini berarti bahwa Anak itu bukan saja pelaku penciptaan sejak awal dan tujuan penciptaan pada akhirnya, melainkan di antara yang pertama dan yang terakhir itu, dalam masa itu, Dialah yang memegang seluruh dunia. Ini hendak menyatakan bahwa semua hukum yang menata dunia ini dan yang tidak menimbulkan kekacauan (chaos) adalah ungkapan pikiran Sang Anak. Hukum gravitasi dan yang lain-lain, hukum Yang menjadikan alam semesta ini berjalan bersama-sama, bukan hanya hukum-hukum yang bersifat ilmiah, melainkan juga yang bersifat ilahi.
Jadi, Sang Anak adalah awal penciptaan, dan akhir penciptaan dan Dialah pula kuasa yang memegang seluruh ciptaan, Sang Khalik, Pemelihara dan Tujuan Akhir dunia ini.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:17:09 PM
MAKNA KEBANGKITAN

Kalau kita berusaha menjelaskan "fakta kebangkitan" secara ilmiah, berarti membicarakan sesuatu yang di luar pola pemikiran para murid yang pertama. Tentulah para murid sendiri tidak merasa perlu mempelajari bahan bukti tentang "fakta kebangkitan". Mereka tahu, kebangkitan itu merupakan fakta nyata oleh karena pengalaman mereka sendiri. Mereka bertemu dengan Yesus yang bangkit dan melihat bukti kubur yang kosong. Jadi tidak digumbarkan bagi kita dalam tulisan mana pun bagaimana sebenarnya kebangkitan itu berlangsung. Beberapa orang Kristen pada abad ke-2 M menganggap hal ini sebagai sesuatu yang kurang dalam Perjanjian Baru. Para penulis Perjanjian Baru seharusnya menceritakan kisah menarik tentang bagaimana rupa tubuh Yesus, bagaimana Ia keluar darii kubur dan bagaimana peristiwa itu mempengaruhi orang-orang yang menyaksikannya.

Tetapi bagi saksi-saksi pertama, rincian seperti itu bukanlah fokus perhatian utama. Bagi mereka, kebangkitan bukan hanya penutup yang menggembirakan dari kisah Yesus. Kebangkitan merupakan puncak yang wajar dari seluruh kehidupan-Nya dan membenarkan apa yang dikatakan- Nya tentang diri-Nya sendiri selama masa pelayanan-Nya. Peristiwa itu juga merupakan jaminan bahwa kehidupan dan ajaran Yesus bukanlah hanya suatu bagian menarik dalam sejarah pemikiran manusia, melainkan merupakan jalan bagi manusia untuk mengenal Allah. Itu sebabnya fakta tentang kebangkitan Yesus menjadi bagian sentral pemberitaan para murid yang disampaikan di seluruh dunia pada waktu itu.

Tetapi mengapa hal itu begitu penting? Mengapa Paulus menyatakan, tanpa kebangkitan Yesus seluruh pemberitaan Kristen itu sia-sia saja?
Pertanyaan ini sebaiknya dijawab dengan merumuskannya secara lain. Daripada bertanya apa ruginya kalau dapat dibuktikan kebangkitan itu tidak benar, kita harus bertanya apa pengaruh positif kebangkitan Yesus dalam kepercayaan orang-orang Kristen yang pertama. Kalau kita mengajukan pertanyaan ini, kita menemukan tiga hal yang dikemukakan tentang makna kebangkitan dalam Perjanjian Baru.
Pertama, melalui kebangkitan, pernyataan Yesus tentang diri-Nya sebagai Anak Allah terbukti benar. Petrus berkata pada hari Pentakosta bahwa kebangkitan merupakan bukti jelas, "Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus" (Kis. 2:36). Paulus menulis kepada jemaat di Roma bahwa Yesus "dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati . . . adalah Anak Allah yang berkuasa" (Rm. 1:4). Walaupun Yesus tanpa dosa, walaupun Dia menunjukkan wibawa-Nya dalam pengajaran dan perbuatan-Nya, walaupun Dia melakukan mujizat-mujizat-Nya, serta secara gamblang menyatakan peran utama dalam rencana Allah, kalau bukan karena kebangkitan-Nya, Ia hanya akan dianggap sebagai tokoh yang besar dan baik. Tetapi setelah Ia bangkit dari kubur, pengikut-pengikut-Nya tahu dengan pasti bahwa apa yang dikatakan-Nya tentang diri-Nya memang benar. Mereka sekarang dapat melihat dan menghargai seluruh kehidupan-Nya di bumi dengan cara yang baru dan lebih lengkap, sebagai kehidupan Allah sendiri yang hidup di antara manusia.

Kedua, kebangkitan lebih dari sekadar pengertian baru tentang Yesus yang disalibkan. Di seluruh Perjanjian Baru ditekankan, teristimewa oleh Paulus, bahwa kebangkitan Yesus - sama seperti kematian-Nya - merupakan bagian yang tak terpisahkan dari karya Allah dalam membentuk umat baru.
Orang Kristen mula-mula hidup seperti kebanyakan orang pada umumnya dan mereka tidak bercita-cita menjadi teolog. Apa yang mereka kehendaki adalah sesuatu yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Mereka mendambakan hubungan pribadi dengan Allah yang akan mengubah seluruh keberadaan mereka. Mereka ingin didamaikan dengan Allah dan dilepaskan dari sikap mementingkan diri sendiri agar mereka dapat hidup lebih baik. Mereka menyadari, mereka tidak dapat mencapainya dengan mengikuti peraturan-peraturan agama atau melalui usaha-usaha sendiri. Satu-satunya hal yang dapat benar-benar mengubah kepribadian manusia adalah pusat baru dan kuasa hidup yang baru.

Paulus menemukan kuasa hidup baru ini di dalam Yesus yang telah bangkit dari antara orang mati, hidup di dalam dunia nyata, dan hidup dalam kehidupan Paulus sendiri. Kenyataan ini begitu mencolok dalam kehidupannya sehari-hari sehingga Paulus dapat berkata, "Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:20). Ucapan Paulus itu berarti bahwa: Yesus hidup dalam dirinya, sehingga seluk-beluk kehidupannya diatur oleh Tuhannya yang hidup.
Untuk mengungkapkan apa yang dimaksudkannya, Paulus memakai kiasan. Ia membandingkan baptisan orang Kristen dengan kematian serta kebangkitan Yesus. Ia mengatakan, sebagaimana orang Kristen diliputi air pada waktu baptisan dan kemudian keluar dari air, begitulah juga yang harus terjadi terhadap diri mereka secara batiniah dan rohani. Dicelup dalam air adalah seperti dikuburkan (sebagaimana yang terjadi pada Yesus); keluar dari air adalah seperti bangkit kembali. Yang Paulus maksudkan dialah seseorang yang menjadi Kristen mula-mula harus bersedia "mati", agar terlepas dari keberadaannya yang lama yang mementingkan diri sendiri. Kemudian mereka dapat "dibangkitkan" kembali dan menerima keberadaan yang baru, hidup Yesus Kristus sendiri yang hidup dalam diri mereka (Rm. 6:1-11).

Jadi kebangkitan Yesus sangat penting. Seandainya Yesus hanya mati di atas kayu salib, apa yang dikatakan para teolog tentang Dia bisa saja benar. Misalnya saja, Ia dapat mati sebagai hukuman dosa, atau untuk membayar tebusan bagi kebebasan kita. Tetapi, penderitaan-Nya tidak akan mempunyai kuasa untuk mengubah hidup kita. Paulus sangat yakin tanpa kebangkitan, salib tidak akan lebih daripada sekadar satu pokok diskusi teologis yang menarik. Kebangkitan-Nya tidak akan membawa manfaat yang langgeng dalam kehidupan orang biasa. Tetapi oleh sebab kebangkitan, Paulus menemukan hidup yang baru: "Bagiku hidup adalah Kristus" (Flp. 1:21). Ia yakin, hal itu akan menjadi pengalaman setiap orang yang menjadi Kristen: Yesus Kristus benar-benar hidup di dalam orang-orang yang menyerahkan diri mereka kepada-Nya.

Ketiga, kebangkitan Yesus mempunyai implikasi bagi setiap orang yang sudah memiliki hidup Kristus di dalam dirinya. Yesus mengajarkan bahwa pengikut-pengikut-Nya akan menerima "hidup kekal" (Yoh. 3:15; 4:14; 17:3). "Hidup kekal" ini meliputi dua hal. Di satu pihak istilah tersebut berarti orang Kristen menikmati hidup baru, yakni hidup dari Allah. Demikian juga Paulus menulis tentang pengalaman hidupnya sebagai pengalaman dengan Kristus yang hidup di dalam dirinya sendiri.

Tetapi memiliki hidup baru dari Allah tidak hanya berarti orang-orang Kristen mempunyai suatu dinamika baru bagi kehidupan di dunia ini. Itu juga berarti orang-orang Kristen memiliki hidup yang abadi. Ajaran Yesus ini ditekankan oleh Paulus waktu ia menulis bahwa Yesus yang bangkit itu adalah "yang sulung dari orang-orang yang telah meninggap" (1Kor. 15:20). Maksudnya, kebangkitan Yesus adalah jaminan dan janji kepada pengikut-pengikut-Nya mengenai hidup abadi setelah kematian. Orang yang mengambil bagian dalam penderitaan dan kebangkitan Kristus secara rohani, diberi jaminan akan kehidupan setelah kematian yang dikuasai oleh kehadiran Allah, sama seperti dalam hidup mereka saat ini juga. Tetapi hidup itu juga sama sekali berbeda dan baru, sebab orang Kristen berharap akan mengambil bagian dalam realitas hidup yang sekarang dimiliki Yesus. Dalam kehidupan itu maut dan dosa dikalahkan untuk selama-lamanya dan diganti dengan kemenangan yang diberikan Allah "oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" (1Kor. 15:57).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:17:48 PM
Pelajaran 06 - YESUS ADALAH UNTUK SEMUA ORANG DAN HAKIM UNTUK SEMUA ORANG

A.    YESUS ADALAH UNTUK SEMUA ORANG
Ayat Hafalan
1.    Nabi-nabi Berkata bahwa Yesus adalah Untuk Semua Orang
2.    Malaikat Berkata bahwa Yesus adalah Untuk Semua Orang
3.    Yohanes Pembaptis Berkata bahwa Yesus adalah Untuk Semua Orang
4.    Yesus Berkata bahwa Berita Keselamatan adalah Untuk Semua Orang
5.    Allah Hanya Mempunyai Satu Rencana Keselamatan Untuk Semua Orang
B.    YESUS ADALAH HAKIM ATAS SEMUA ORANG
Ayat Hafalan
1.    Yesus akan Membangkitkan Semua Orang dari Kubur pada Akhir Zaman
2.    Setiap Orang akan Dikumpulkan di Hadapan Takhta Pengadilan
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:18:09 PM
YESUS ADALAH UNTUK SEMUA ORANG DAN HAKIM UNTUK SEMUA ORANG

A.    YESUS ADALAH UNTUK SEMUA ORANG

Ayat Hafalan:

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." (Yohanes 3:16)
Pada mulanya, Setan membawa Adam dan Hawa masuk dalam dosa melalui satu dusta. Akibatnya, Adam dan Hawa harus mempertanggungjawabkan dosa-dosa mereka karena mereka lebih memercayai kebohongan Setan daripada kebenaran Allah. Sampai sekarang Setan masih terus membawa orang-orang ke dalam dosa [dengan kebohongannya. Salah satu dusta besar yang disebarkan Setan di Indonesia pada masa kini adalah bahwa Yesus hanyalah Allah untuk orang-orang kulit putih, bukan untuk orang-orang Indonesia. Siapa yang mendengar dan mengikuti dusta ini akan terhilang selama-lamanya.

Setiap orang yang membaca dan percaya pada Alkitab, tidak akan pernah tertipu dengan dusta ini. Kita seharusnya mengerti bahwa hanya ada satu Allah. Dia adalah Allah untuk semua orang. Dialah yang menjadikan semua orang. Alkitab mengajarkan pada kita bahwa Allah yang satu ini hanya mempunyai satu rencana keselamatan. Rencana keselamatan ini berlaku sama untuk setiap orang di dunia ini. Agar beroleh keselamatan, raja-raja dan ratu-ratu demikian juga orang- orang yang paling miskin dan hina, harus bertobat dan memercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Para dosen/guru di universitas atau orang yang tidak berpendidikan juga harus bertobat dan memercayai Yesus. Orang kulit hitam, coklat, kuning dan putih, semua harus bertobat dan memercayai Yesus dengan cara yang sama jika mereka mau memperoleh keselamatan dan hidup kekal. Ya, hanya ada satu Allah, satu Juru Selamat dan satu jalan keselamatan.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:18:33 PM
Setan telah berdusta ketika dia mengatakan bahwa Yesus hanya untuk orang-orang bangsa tertentu saja. Alkitab menjelaskan dan mengatakan bahwa Yesus adalah untuk setiap orang yang percaya. Perhatikanlah firman Allah mengenai hal ini.

1.    Nabi-nabi Berkata bahwa Yesus adalah untuk Semua Orang
Perhatikan Kejadian 22:18, "Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat karena engkau mendengarkan firman-Ku." Kemudian perhatikan pula Galatia 3:16, "Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya." Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" yaitu banyak orang (bentuk jamak), tetapi hanya satu orang, yaitu "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus. Ayat dalam kitab Kejadian tersebut mengajarkan bahwa Allah menunjukkan rencana kemurahan-Nya kepada semua orang di dunia ini melalui anak Abraham. Kemudian ayat dalam Galatia mengacu kepada janji dalam kitab Kejadian itu, bahwa rencana kemurahan Allah akan ditunjukkan melalui keturunan langsung dari Abraham, yaitu Yesus Kristus. Allah telah menjelaskan di dalam Alkitab PL bahwa Juru Selamat yang dijanjikan itu adalah untuk semua orang di dunia.

Dalam Yesaya 49, kita membaca satu nubuatan mengenai Juru Selamat yang dijanjikan itu. Kita menemukan ayat-ayat mengenai Pribadi yang dijanjikan tersebut dalam bagian terakhir dari ayat 6, "Aku akan membuat Engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari-Ku sampai ke ujung bumi." Yesus berkata bahwa Dialah terang dunia. Hal itu pasti. Allah telah merencanakan bahwa Yesus haruslah menjadi suatu terang yang menunjukkan jalan keselamatan kepada semua bangsa di dunia ini.

2.    Malaikat Berkata bahwa Yesus adalah untuk Semua Orang
"Lalu kata malaikat itu kepada mereka: 'Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa: Hari ini telah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud'" (Lukas 2:10-11). Para malaikat menyampaikan berita yang Allah berikan pada mereka. Dalam berita yang Allah berikan tersebut, malaikat menyatakan dengan jelas bahwa Yesus adalah Juru Selamat untuk semua orang.

3.    Yohanes Pembaptis Berkata bahwa Yesus adalah untuk Semua Orang
Ketika Yohanes Pembaptis mempersiapkan jalan bagi Yesus, dia berkata tentang Yesus dengan kata-kata ini, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia" (Yohanes 1:29). Yohanes Pembaptis mengerti bahwa Yesus tidak datang menyelamatkan satu ras manusia. Yohanes menyatakan bahwa Yesus akan menjadi Juru Selamat bagi setiap orang yang akan bertobat dan mempercayai-Nya.

4.    Yesus Berkata bahwa Berita Keselamatan adalah untuk Semua Orang
Sebelum terangkat ke surga, Yesus sendiri berbicara kepada murid- murid-Nya dan berkata, "Pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS" (Matius 28:19). Yesus mengatakan kepada para murid bahwa berita keselamatan adalah untuk setiap orang di dunia ini.

5.    Allah Hanya Mempunyai Satu Rencana Keselamatan untuk Semua Orang
Renungkanlah ayat hafalan untuk pelajaran ini, Yohanes 3:16. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Dari ayat tersebut kita belajar bahwa Allah mengasihi setiap orang yang percaya kepada-Nya. Kita juga belajar bahwa Allah telah memberikan Yesus, Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang akan memercayai Yesus tidak akan terhilang, tetapi mempunyai hidup yang kekal.
Setan akan berusaha membuat kita percaya bahwa Yesus hanyalah untuk sekelompok orang saja, tapi hal itu adalah satu dusta yang melawan kebenaran yang diajarkan Allah. Allah menjelaskan bahwa Yesus adalah Juru Selamat setiap orang. Setiap orang yang bertobat dan percaya kepada Yesus akan mempunyai hidup yang kekal. Biarlah kita tidak sampai tertipu oleh dusta Setan. Kita harus percaya kepada Allah.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:19:05 PM
B.    YESUS ADALAH HAKIM ATAS SEMUA ORANG

Ayat Hafalan:

"Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak." (Yohanes 5:22)
Banyak orang akan menjadi sangat terkejut ketika mereka mengetahui bahwa ada begitu banyak orang yang bertindak sebagai seorang hakim pada hari-hari ini, dan itu benar. Setiap hari ada orang mendengar tentang Yesus Kristus. Mereka mendengar bagaimana Yesus mati untuk mereka dan bagaimana mereka harus bertobat dan menerima-Nya sebagai Juru Selamat dan Tuhan-Nya. Beberapa orang percaya Yesus mati untuk dosa-dosa mereka sehingga mereka bertobat dan menerima-Nya. Tetapi beberapa yang lain menolak dan menentang Yesus. Demikianlah mereka telah menjadi hakim atas Yesus dalam keputusannya.
Dalam Alkitab, kita membaca tentang seorang yang menghakimi Yesus. Namanya adalah Pontius Pilatus. Dia mendengarkan pengadilan Yesus. Kemudian dia bertanya, "Apa yang akan saya lakukan terhadap orang yang disebut Kristus ini?" Ketika kerumunan orang yang sedang marah itu berteriak bahwa Yesus harus dibunuh di atas kayu salib, Pilatus menyetujuinya dan mengizinkan Yesus dihukum mati. Pilatus membuat kesalahan dengan membiarkan musuh-musuh Yesus memutuskan bagaimana cara dia seharusnya menghukum Anak Allah. Yang dilakukan oleh orang- orang tersebut adalah tindakan sedang menghakimi Yesus.
Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa akan tiba harinya Yesus akan menghakimi semua manusia. Perhatikan apa yang diajarkan Alkitab tentang Yesus sebagai Hakim atas semua orang. Anda harus sadar bahwa Alkitab tidak memberikan semua bukti-bukti penghakiman yang akan datang karena bukan itu tujuannya. Alkitab menerangkan kepada kita kedatangan hari penghakiman, sehingga kita bisa mempersiapkan diri untuk hal tersebut. Hal yang paling penting adalah mengetahui cara mempersiapkan diri untuk menghadapi hari penghakiman itu. Marilah kita mempelajari apa yang Alkitab katakan tentang hal ini.

1.    Yesus akan Membangkitkan Semua Orang dari Kubur pada Akhir Zaman
Bacalah dengan teliti Yohanes 5:26-30. Sekarang pikirkan beberapa kebenaran yang diajarkan bagian ini pada kita.

a.Allah telah memberikan kuasa kepada Yesus untuk menghakimi. "Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27).

b.Penghakiman Yesus akan berlaku secara adil. "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku" (Yohanes 5:30).

c.Semua orang akan dibangkitkan dari kubur, dengan demikian mereka dapat hadir pada hari penghakiman itu. Besar dan kecil, kaya dan miskin, orang baik dan jahat, semua orang dari berbagai suku bangsa akan hadir di sana. Alkitab mengatakan, "Semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara- Nya dan maju ke depan" (Yohanes 5:28-29).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:19:29 PM
2.    Setiap Orang akan Dikumpulkan Di Hadapan Takhta Pengadilan

Bacalah Matius 25:31-46 dan Wahyu 20:11-15 secara teliti. Alkitab membuat hal itu sangat jelas kepada kita, bahwa setiap orang pasti hadir pada hari penghakiman itu. Tidak ada seorang pun yang luput. Berikut ini beberapa hal yang akan terjadi pada waktu itu.

a.    Suatu pemisahan akan dilakukan. Lihat Matius 25:32-33, "Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba- domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri- Nya." Pemisahan ini akan dibuat menurut kerohanian seorang. Dalam ayat-ayat ini, domba digunakan sebagai gambaran orang- orang Kristen; kambing-kambing dipakai sebagai gambaran orang yang tidak diselamatkan. Mereka dipisahkan sebelum kebaikan atau keburukan perbuatan mereka dibicarakan. Mereka dikelompokkan dalam satu kelompok yang lain, sebagaimana adanya mereka. Kemudian Kristus memerhatikan karya hidup masing-masing kelompok. Pekerjaan-pekerjaan menunjukkan keadaan mereka yang terhilang atau selamat. Tindakan mereka, bukan kata-kata mereka, membuktikan keadaan rohani mereka yang benar.

Wahyu 20:11-15 kembali menceritakan hal pemisahan itu kepada kita. Pada teks tersebut, suatu ide yang berbeda digunakan untuk mengajarkan kebenaran yang sama. Semua orang yang tidak diselamatkan akan mempunyai catatan karya mereka dalam sebuah buku dan mereka akan dihakimi sesuai dengan karya mereka. Nama orang-orang percaya akan tertulis dalam Buku Kehidupan. Satu hal lagi yang harus Anda mengerti sebelum melanjutkan pelajaran ini, yaitu bahwa tidak akan terjadi kesalahan-kesalahan dalam penghakiman itu karena Yesus sendiri yang akan menjadi hakim, semua fakta dalam kehidupan seseorang akan diketahui-Nya.

b.    Orang-orang Kristen masuk dalam kehidupan kekal. Yesus membuat hal ini sangat jelas bahwa domba-domba-Nya, yakni orang-orang yang namanya tertulis di dalam Buku Kehidupan, akan memasuki kehidupan yang kekal bersama-Nya. Mereka yang telah menerima Yesus sebagai Juru Selamat dan Tuhan saat mereka hidup di dunia, akan diterima oleh Tuhan Yesus pada waktu itu.

c.    Mereka yang tidak memercayai Yesus sebagai Anak Allah akan dihakimi sesuai pekerjaan-pekerjaan mereka dan dilemparkan ke dalam lautan api. Beberapa ayat mengajarkan kepada kita, bahwa manusia melakukan kesalahan karena tidak percaya dalam nama Yesus. Bacalah Yohanes 3:18. Pikirkan tentang itu dalam pola pikir berikut ini. Misalnya, ada seorang laki-laki melanggar hukum. Dia ditangkap dan di bawa ke depan hakim. Hakim akan mendengar perkara itu dan menemukan orang tersebut bersalah. Dia mengatakan bahwa laki-laki itu harus membayar denda atau di penjara. Andai kata seorang teman dari laki-laki terhukum tersebut datang dan berkata bahwa dia akan membayar denda tersebut, tetapi laki-laki itu menolak dan tak mengizinkan siapa pun untuk membayar denda untuknya, maka hakim akan berkata, "Baiklah, jika kamu menolak pertolongan, kamu harus di penjara." Laki-laki itu kemudian dimasukkan ke dalam penjara. Seseorang bisa menerangkan tentang hal itu dan mengatakan bahwa laki-laki itu telah dipenjara karena dia telah melanggar hukum. Yang lain bisa mengatakan bahwa laki-laki itu telah di penjara karena dia menolak pertolongan yang ditawarkan oleh seseorang padanya. Kedua orang itu menyatakan kebenaran. Orang tersebut bersalah karena kejahatannya. Dia tetap berada di bawah hukuman karena dia menolak pertolongan yang ditawarkan kepadanya.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:19:46 PM
Demikian pula halnya manusia yang terhilang, mereka dihukum karena dosa-dosanya. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23). Yesus telah membayar hukuman untuk dosa-dosa manusia yang terhilang ini dengan mati di atas kayu salib. Jika manusia menolak keselamatan yang ditawarkan Yesus kepadanya, manusia itu tetap tinggal dibawah penghukuman karena dia telah menolak Yesus. Tidak ada pertolongan atau harapan lain bagi setiap orang yang menolak keselamatan yang Yesus tawarkan.

Orang yang menolak Yesus, selama hidupnya di dunia, suatu hari akan berdiri di hadapan Yesus, di mana Ia akan menjadi hakim baginya. Jika Ia menolak semua yang telah dilakukan baginya, Yesus yang adalah Hakim yang Mahakudus akan menolaknya pada hari itu. Dia akan dicampakkan ke dalam lautan api -- suatu tempat bagi penghukuman kekal. "Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu" (Wahyu 20:14-15).
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:20:04 PM
REFERENSI PELAJARAN 06a - YESUS ADALAH UNTUK SEMUA ORANG DAN HAKIM UNTUK SEMUA ORANG

DALAM PENGAJARAN YESUS

a.    Segi Sekarang
Pemberitaan Yesus tentang Kerajaan memakai kata Yohanes, tapi sifatnya lebih luas. Yohanes memperhatikan penampilan Yesus beberapa lama, kemudian mulai ragu-ragu apakah Yesus betul-betul yang akan datang yang diberitakannya (Mat. 11:2,3). Pemberitaan Kerajaan oleh Yesus berbeda dengan pemberitaan Yohanes dalam dua hal. Pertama, meskipun pemberitaan tentang penghakiman dan panggilan untuk bertobat tetap ada dan tidak dikurangi maknanya, namun unsur penyelamatan dalam Kerajaan lebih ditekankan. Kedua (inilah inti dari perbedaannya), Yesus memberitakan bahwa Kerajaan bukan hanya dekat tapi sudah ada dalam Pribadi dan pelayanan Yesus sendiri. Yesus tidak banyak berkata langsung bahwa Kerajaan sudah ada (lih. khususnya Mat. 12:28 dan ayat- ayat sejajar), namun seluruh pemberitaan dan pelayanan-Nya diwarnai kenyataan itu. Dalam Dia, masa depan yang mulia telah menjadi "masa kini".

Segi masa kini dari Kerajaan nampak dalam bermacam-macam cara pada Pribadi dan perbuatan Kristus. Dapat kelihatan dalam pengusiran setan (bnd Luk. 11:20) dan umumnya dalam kuasa Yesus untuk membuat mujizat. Dalam penyembuhan orang yang kerasukan setan, jelas bahwa Yesus telah memasuki rumah "orang kuat" untuk mengikatnya erat, dan karena itu siap menyita harta bendanya (Mat. 12:29). Kerajaan Sorga menyerbu ke dalam wilayah si jahat. Kuasa Iblis dipatahkan. Yesus melihatnya jatuh dari sorga seperti kilat. Ia memiliki dan menganugerahkan kuasa untuk menginjak-injak kekuasaan lawan. Tidak ada yang mustahil bagi mereka yang dianugerahi kuasa Yesus untuk pergi ke dalam dunia sebagai saksi Kerajaan (Luk. 10:18 dst). Segenap kegiatan Yesus melakukan mujizat adalah bukti dari kedatangan Kerajaan. Murid-Nya melihat dan mendengar kedatangan zaman keselamatan, yang banyak nabi dan orang saleh rindu untuk melihatnya tapi tidak bisa (Mat. 13:16; Luk. 10:23). Pada saat Yohanes mengutus muridnya untuk bertanya: "Engkaukah yang akan datang itu, atau haruskah kami menantikan orang lain?" mereka ditunjukkan perbuatan ajaib Yesus yang sesuai dengan janji nubuat yang membuktikan Kerajaan; orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang tuli mendengar, orang kusta ditahirkan, orang mati dibangkitkan, dan kabar kesukaan diberitakan kepada orang miskin (Mat. 11:2 dst; Luk. 7:18 dst). Dalam hal terakhir ini juga, yaitu pemberitaan Kabar Kesukaan, kelihatan terobosan Kerajaan. Karena keselamatan diumumkan dan ditawarkan sebagai anugerah yang siap diberikan kepada orang miskin di hadapan Allah, orang lapar dan orang berdukacita, maka Kerajaan adalah milik mereka. Demikian juga keampunan dosa diberitakan, bukan kelak terjadi di sorga, bukan kemungkinan masa kini, tapi terjadi hari ini di bumi ini melalui Yesus sendiri: "Anak-Ku, dosa-dosamu telah diampuni; karena Anak Manusia memiliki kuasa di dunia untuk mengampuni dosa-dosa" (lih. Mrk. 2:1-12 dan ayat lain).

Seperti jelas dalam Firman yang penuh kuasa dan yang baru dikutip, semuanya ini didasarkan pada kenyataan bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah. Kerajaan telah datang dalam Dia dan dengan Dia: Dia-lah auto-basileia (Ia sendiri Kerajaan). Penyataan diri Yesus sebagai Mesias, Anak Manusia dan Hamba Tuhan, adalah rahasia dan sekaligus penjelasan seluruh Injil.

Mustahil untuk menerangkan perkataan Yesus tentang diri-Nya seperti beberapa orang ingin membuatnya, seolah Yesus menganggap diri hanyalah Mesias pada masa datang, Anak Manusia yang akan datang di atas awan kelak. Memang segi keakanan dari Kerajaan adalah unsur hakiki Injil, tapi dalam Injil, Yesus adalah Mesias yang hadir sekarang dan di sini. Itu tidak hanya diproklamasikan pada pembaptisan-Nya dan pada saat Dia dipermuliakan di atas gunung. Dia bukan hanya disebut Dia yang dikasihi dan dipilih Allah (judul terang tentang ke-Mesias-an), tapi juga ROH KUDUS turun ke atas-Nya (Mat. 3:16) dan melengkapi-Nya dengan kekuasaan ilahi sepenuhnya (Mat. 21:27). Kitab Injil penuh dengan pernyataan bahwa Ia memiliki kuasa mutlak, Ia diperkenalkan sebagai Dia yang diutus oleh Bapak, Dia datang untuk menggenapi nubuat para nabi. Dalam kedatangan dan ajaran-Nya Alkitab digenapi bagi pendengar- Nya (Luk. 4:21). Ia datang bukan untuk meniadakan tapi untuk menggenapi Taurat (Mat. 5:17 dab), untuk memberitakan Kerajaan (Mrk. 1:38), untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Luk. 19:10), untuk melayani orang lain, dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang (Mrk. 10:45). Rahasia Kerajaan terletak dalam hati menjadi milik Dia (Mat. 7:23; 25:41). Ringkasnya, Yesus Mesias adalah pusat dari segala berita dalam Kitab Injil tentang Kerajaan, baik segi masa kininya, maupun segi akan datangnya.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:20:32 PM
b.    Segi Akan Datang

Walaupun dalam Kitab Injil jelas bahwa Kerajaan nampak kini dan di sini, ditunjukkan juga bahwa penampakan dalam dunia ini bersifat sementara. Itulah sebabnya pemberitaan kegiatan waktu itu yang terdapat dalam rumusan "Orang buta melihat, orang mati dibangkitkan, kepada orang miskin diberitakan Kabar Baik" diikuti dengan peringatan, "Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku" (Mat. 11:6; Luk. 7:23). "Kekecewaan" itu terletak dalam sifat tersembunyi dari Kerajaan pada masa ini. Mujizat hanyalah tanda dari tatanan lain yang berbeda dari tatanan sekarang. Belum tiba saatnya setan diserahkan pada kegelapan abadi (Mat. 8:29). Injil Kerajaan masih benih yang sedang ditaburkan. Dalam perumpamaan tentang penabur, benih yang tumbuh diam, lalang antara gandum, biji sesawi dan ragi, Yesus mengajar murid-Nya mengenai segi tersembunyi Kerajaan itu. Anak Manusia sendiri, dengan segenap kekuasaan Allah, yang akan datang di atas awan, Dia-lah Penabur benih Firman Allah.

Ia digambarkan sebagai Manusia tergantung pada orang lain; burung, semak duri, manusia lain, dapat mengganggu pekerjaan-Nya. Ia harus menunggu untuk melihat hasil dari taburan-Nya. Bahkan rahasia Kerajaan lebih dalam lagi: Raja-nya datang dalam wujud hamba. Burung mempunyai sarangnya, tapi Anak Manusia (Dan. 7:13) tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Supaya dapat menerima segala sesuatu, terlebih dahulu Ia harus menyerahkan segala sesuatu. Menurut gambar Hamba Tuhan yang menderita pada Yesaya 53, Ia harus dihisabkan pada kelompok orang berdosa. Kerajaan telah datang, Kerajaan akan datang. Tapi kedatangannya adalah melalui salib. Sebelum Anak Manusia melaksanakan kekuasaan atas semua kerajaan dunia (Mat. 4:8; 28:18), Ia harus menempuh jalan ketaatan kepada Bapak supaya menggenapi segala kebenaran (Mat. 3:15). Sebab itu perwujudan Kerajaan mempunyai sejarah dalam dunia ini. Kerajaan harus diberitakan pada semua makhluk. S Sebagai benih ajaib, Kerajaan tumbuh, tidak ada orang yang mengetahui caranya (Mrk. 4:27). Dengan kekuatan di dalamnya Kerajaan menembusi rintangan dan berkembang mengatasi segalanya, karena ladang tempat benih itu ditaburkan adalah dunia (Mat 13:38). Injil Kerajaan keluar sampai kepada semua bangsa (Mat. 28:19) karena Raja dari Kerajaan adalah juga Tuhan dari Roh. Kebangkitan-Nya mendatangkan zaman baru, pemberitaan Kerajaan dan Raja-nya mencapai ujung bumi. Keputusan sudah diambil, tapi penggenapannya masih bersifat akan datang. Apa yang mulanya nampak sebagai kedatangan Kerajaan satu dan sama, diumumkan sebagai satu kenyataan yang tak terpisahkan, hampir tiba dan dekat, itu mengembangkan diri meliputi zaman baru dan wilayah jauh. Batas Kerajaan tidak sama dengan perbatasan atau sejarah Israel. Kerajaan mencakup semua bangsa dan memenuhi segala zaman sampai kedatangan akhir dunia.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:21:00 PM
KENAIKAN KRISTUS KE SURGA

Signifikansi Kenaikan Kristus ke surga sering kali diabaikan oleh gereja pada zaman modern ini. Kita merayakan secara khusus hari-hari seperti hari Kelahiran Kristus, hari Kematian Kristus, dan hari Kebangkitan Kristus dan menjadikannya hari libur, tetapi hari Kenaikan Kristus ke surga jarang atau sedikit sekali mendapatkan perhatian dari orang Kristen. Padahal, Kenaikan Kristus ke surga merupakan peristiwa yang sangat penting dalam penebusan. Peristiwa itu menandai momen tertinggi penghormatan kepada Kristus sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali. Pada peristiwa Kenaikan inilah Kristus memasuki kemuliaan- Nya.

Yesus menjelaskan bahwa kepergian-Nya dari dunia ini merupakan hal yang lebih baik bagi kita daripada Ia terus menerus tinggal bersama dengan kita. Pada waktu Ia pertama kali memberitahukan kepada murid-murid-Nya mengenai kepergian-Nya ini, mereka sangat sedih sekali mendengar berita itu. Tetapi kemudian mereka menyadari signifikansi dari peristiwa besar itu. Lukas mencatat peristiwa Kenaikan bagi kita sebagai berikut:

"Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka: "Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga." (Kisah Para Rasul 1:9-11)

Kita tahu bahwa Yesus pergi di dalam awan. Ini mungkin berkaitan dengan Shekinah, yaitu awan kemuliaan Allah. Shekinah lebih bercahaya dibandingkan dengan awan-awan yang lain. Ini merupakan manifestasi secara nyata dari sinar kemuliaan Allah. Oleh karena itu, cara Yesus pergi bukan merupakan sesuatu yang biasa. Peristiwa itu merupakan saat yang penuh dengan keagungan.
Naik berarti "pergi ke atas" atau "bangkit". Namun, pada waktu istilah naik diaplikasikan pada Kristus, istilah ini mempunyai arti yang lebih dalam, kaya, dan khusus. Kenaikan Yesus adalah unik. Melampaui peristiwa pada waktu Henokh diangkat secara langsung ke surga atau kepergian Elia di dalam kereta api.
Kenaikan Yesus berarti Ia pergi ke tempat yang khusus untuk tujuan yang khusus pula. Dia pergi kepada Bapa, ke sebelah kanan Allah Bapa. Dia naik ke tahta yang memiliki otoritas atas dunia ini. Yesus pergi untuk pengangkatan-Nya, dan peneguhan-Nya sebagai Raja atas segala raja.

Yesus juga pergi untuk memasuki tempat yang mahakudus dan untuk melanjutkan pekerjaan-Nya sebagai Imam Besar. Di surga Yesus memerintah sebagai Raja dan menjadi pengantara kita dalam kedudukan- Nya sebagai Imam Besar. Dalam posisi-Nya yang tinggi ini, Ia mencurahkan ROH KUDUS ke atas gereja. John Calvin memberi komentar sebagai berikut:

Setelah diangkat ke surga, Dia tidak hadir lagi secara fisik di tengah-tengah kita. Hal ini dilakukan bukan berarti Ia tidak menyertai pengikut-Nya lagi, yang masih menjadi pengembara di dunia ini, tetapi supaya Ia dapat memerintah di surga dan di dunia secara lebih langsung lagi dengan kuasa-Nya.

Pada waktu Yesus naik ke surga untuk pengangkatan-Nya sebagai Raja atas segala raja, Dia duduk di sebelah kanan Allah. Sebelah kanan Allah menyatakan kedudukan yang berotoritas. Dari posisi ini Yesus memerintah, menjalankan Kerajaan-Nya, dan berperan sebagai Hakim atas surga dan dunia.

Di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus duduk sebagai Kepala dari Tubuh- Nya, yaitu gereja. Tetapi dari kedudukan ini, otoritas Yesus dan wilayah pemerintahan-Nya bukan hanya sebatas gereja-Nya tetapi mencakup seluruh dunia. Meskipun gereja dan negara dapat dibedakan sehubungan dengan wilayah kekuasaan Yesus, tetapi keduanya itu tidak pernah terpisah atau tercerai. Otoritas-Nya mencakup keduanya. Semua penguasa dunia harus bertanggung jawab kepada-Nya dan akan dihakimi oleh-Nya di dalam posisi-Nya sebagai Raja atas segala raja dan Tuan atas segala tuan.

Setiap orang di surga dan di dunia dituntut Allah untuk menghormati kemuliaan Yesus, dan tunduk di bawah perintah-Nya dan harus menyembah- Nya, dan takluk pada kuasa-Nya. Setiap orang pada akhirnya akan berdiri di hadapan Dia, yaitu pada waktu Hari Penghakiman terakhir.

Yesus mempunyai otoritas untuk mencurahkan ROH KUDUS ke atas gereja. Tetapi Yesus tidak mencurahkan ROH KUDUS sebelum Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Pelayanan ROH KUDUS taat pada Allah Bapa dan Allah Anak yang secara bersama-sama mengutus-Nya untuk mengaplikasikan pekerjaan keselamatan yang telah dilakukan oleh Kristus kepada orang- orang percaya.

Selama duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus tidak hanya menjalankan peran-Nya sebagai Raja atas segala raja, tetapi Dia juga menggenapi peran sebagai Hakim dunia ini. Dia adalah Hakim bagi semua bangsa dan semua orang. Meskipun Yesus memerintah sebagai Hakim kita, Dia juga telah ditetapkan oleh Allah untuk menjadi Pembela kita. Dia adalah Pengacara Pembela kita. Pada Penghakiman terakhir Pembela kita akan berhadapan dengan Hakim kita. Peran Yesus sebagai pengantara orang kudus telah dirasakan oleh Stefanus pada waktu ia akan mati syahid:

"Tetapi Stefanus, yang penuh dengan ROH KUDUS, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: 'Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah'" (Kisah Para Rasul 7:55-56)
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:21:23 PM
PENGHAKIMAN

Sekalipun kedua peristiwa kebangkitan sebenarnya sudah menunjukkan keadaan manusia di kemudian hari, hal itu tidak akan meniadakan penghakiman. Seluruh filsafat penghakiman yang akan datang itu bertumpu pada hak Allah yang berdaulat untuk menghukum semua ketidaktaatan serta hak pribadi seseorang untuk membela diri ketika disidangkan. Sekalipun Allah itu berdaulat, sebagai Hakim seluruh bumi, Ia akan bertindak dengan adil (Kejadian 18:25). Ia akan melakukan keadilan bukan karena harus tunduk kepada suatu hukum yang ada di luar diri-Nya, melainkan sebagai ungkapan watak-Nya sendiri. Masing-masing orang akan mendapat kesempatan untuk menerangkan mengapa ia bertindak sebagaimana yang telah dilakukannya dan untuk mengetahui alasan-alasan hukuman yang dijatuhkan padanya. Semua ini merupakan faktor-faktor mendasar dari setiap pemerintahan yang benar. Sepanjang pemerintahan manusia mengatur negara sesuai dengan tatanan semacam itu, pemerintahan tersebut meniru metode pemerintahan Allah. Kini kita perlu bertanya: apakah yang diajarkan Alkitab tentang penghakiman- penghakiman yang akan datang?
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:21:48 PM
KEPASTIAN PENGHAKIMAN

Adanya penghakiman baik bagi orang yang benar maupun bagi orang yang tidak benar telah diberi tahu oleh hati nurani manusia. Penulis kitab Pengkhotbah, yang berbicara dari segi pandangan manusia duniawi, mendorong setiap pemuda untuk hidup menuruti keinginan hatinya, namun menambahkan sebagai peringatan, bahwa untuk semuanya itu Allah akan menghakimi mereka (11:9). Dalam pasal yang berikutnya ia menulis, "Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat" (12:14). Paulus berbicara tentang hati nurani manusia sebagai sedang menuduh atau membela manusia, mengingat, "hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus" (Roma 2:16). Sedangkan Ibrani 10:27 menyatakan bahwa orang yang berbuat dosa dengan sengaja dapat menantikan "kematian yang mengerikan akan penghakiman." Mustahil untuk memikirkan betapa dalamnya kebejatan moral manusia apabila ia tidak perlu takut akan penghakiman yang kelak terjadi. Dengan kata lain, hati nurani nampaknya mengatakan bahwa seandainya tidak akan ada penghakiman, maka penghakiman harus diadakan.

Perasaan spontan dari hati manusia ini didukung oleh Alkitab. Dalam kitab Kejadian, Abraham mengakui Allah sebagai hakim segenap bumi (18:25), dan Hana mengatakan bahwa "Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya" (1Samuel 2:10). Daud mengatakan bahwa Tuhan "datang untuk menghakimi bumi" (1Tawarikh 16:33; band. Mazmur 96:13; 98:9), dan mengatakan bahwa "takhta-Nya didirikan-Nya untuk menjalankan penghakiman" (Mazmur 9:8). Dalam Yoel, Allah berfirman, "Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru (3:12; band. Yesaya 2:4). Kenyataan ini lebih sering ditegaskan dalam Perjanjian Baru. Yesus bersabda, "Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya" (Matius 16:27). Ketika berada di Atena, Paulus mengatakan bahwa Allah telah "menetapkan suatu hari, pada waktu mana Ia dengan adil akan menghakimi dunia oleh seorang yang telah ditentukan-Nya" (Kisah 17:31; band. Roma 2:16; 2Tesalonika 1:7-9). Paulus selanjutnya menyatakan bahwa "kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat (2Korintus 5: 10; band. Roma 14:10). Penulis surat Ibrani mengatakan bahwa setelah kematian datanglah penghakiman (9:27). Rasul Yohaneslah yang "melihat orang- orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu" untuk dihakimi (Wahyu 20:12). Allah telah memberikan kepastian tentang adanya penghakiman dengan membangkitkan Kristus, Sang Hakim, dari antara orang mati (Kisah 17:31).

TUJUAN PENGHAKIMAN

Mengapa perlu bagi Allah untuk melaksanakan penghakiman? Strong mengatakan, "Tujuan penghakiman akhir bukanlah untuk memastikan, melainkan untuk menyatakan watak serta penetapan berbagai keadaan lahiriah yang sesuai dengan watak tersebut." Allah sudah mengetahui keadaan semua makhluk moral, sehingga akhir zaman hanya akan menyatakan betapa adilnya penghakiman yang dilaksanakan oleh Allah. Ingatan, hati nurani, dan watak kita merupakan persiapan dan bukti untuk penyingkapan yang terakhir itu (Lukas 16:25; Roma 2:15, 16; Efesus 4:19; Ibrani 3:8; 10:27). Peristiwa-peristiwa penghakiman ini akan terjadi untuk menunjukkan keadilan Allah dalam berurusan dengan manusia. Di hadapan pengadilan Allah semua mulut akan tertutup (band. Roma 3:19). Tidak perlu beranggapan bahwa setiap orang akan mengakui bahwa ia menerima imbalan yang sesuai dengan perbuatannya, namun tersirat bahwa tidak ada orang yang akan mempunyai alasan yang tepat untuk mengeluh, dan karena itu tidak ada yang mengeluh.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:22:12 PM
SANG HAKIM

Allah yang menghakimi semua orang (Ibrani 12:23), namun Ia akan melaksanakan pekerjaan ini melalui Yesus Kristus. "Bapa ... telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak" (Yohanes 5:22) dan telah melakukan hal itu karena "Ia adalah Anak Manusia" (Yohanes 5:27). "Allah telah ... memberikan kepada semua orang suatu bukti tentang hal itu dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati" (Kisah 17:31). Kristus akan menghakimi "orang-orang hidup dan orang- orang mati" (Kisah 10:42; 2Timotius 4:1). Ia akan menghakimi orang- orang percaya berdasarkan perbuatan mereka (2Korintus 5:10; band. Roma 14:10); binatang, nabi palsu, dengan tentara-tentara mereka (Wahyu 19:19-21); bangsa-bangsa yang berkumpul di hadapan-Nya (Matius 25:31, 32); Iblis (Wahyu 20:1-3, 10; band. Kejadian 3:15; Ibrani 2:14); bangsa-bangsa yang hidup pada masa kerajaan seribu tahun (Yesaya 2:4; Yehezkiel 37:24, 25; Daniel 7:13, 14; Wahyu 11:15); orang-orang mati yang tidak mau bertobat (Wahyu 20:11-15). Fungsi ini telah ditugaskan kepada-Nya sebagai imbalan karena Ia telah merendahkan diri-Nya (Filipi 2:9-11), dan karena Dia sendirilah yang memenuhi syarat untuk melakukan tugas tersebut. Sebagai Allah, Ia memiliki pengertian yang dalam untuk menghakimi (Yesaya 11:3) dan wewenang untuk menghakimi manusia; sebagai manusia, Ia mengerti dan ikut merasa bersama dengan manusia. Di dalam diri-Nya keadilan dan kemurahan berbaur menjadi satu sehingga sebagai hakim seluruh bumi Ia akan mengambil tindakan yang adil dan benar (Kejadian 18:25).

BERBAGAI PENGHAKIMAN

Dalam suatu survei yang lengkap tentang pokok ini kita harus mulai dengan apa yang telah terjadi di masa silam. Di dalam Kristus dosa- dosa kita telah dihakimi sekali untuk selamanya (Yesaya 53:4-6; Yohanes 1:29; 2Korintus 5:21; Galatia 3:13; Ibrani 10:10-14; 1Petrus 2:24; 1Yohanes 2:2). Dengan demikian orang percaya di dalam Kristus telah dibebaskan dari kesalahan serta hukuman dosa, karena Kristus telah mengambil alih kesalahan tersebut dan telah menjalani hukuman atas dosa itu baginya. Tidak ada orang percaya yang akan dihakimi untuk dosa-dosanya, karena ia telah dihakimi untuknya di dalam Kristus (Yohanes 5:24). Sekalipun demikian, ada penghakiman untuk orang-orang percaya saat ini, yaitu penghakiman atas dosa mereka pribadi. Paulus menasihatkan orang-orang percaya untuk menghakimi diri mcreka baik dalam kehidupan mereka sendiri (1Korintus 11:31, 32) maupun dalam kehidupan jemaat (1Korintus 5:5; 1Timotius 1:20; 5:19, 20). Allah mendisiplinkan anak-anak-Nya yang tidak taat agar mendorong mereka untuk menghakimi diri sendiri serta membuang dosa dari kehidupan mereka (2Samuel 7:14, 15; 12:13, 14; Ibrani 12:5-13). Namun dalam kesempatan ini kita akan lebih memerhatikan berbagai penghakiman yang akan datang. Kami menyebutkan berbagai penghakiman karena tidak ada penghakiman umum sebagaimana tidak ada kebangkitan umum. Unsur-unsur waktu, mereka yang dihakimi, dan masalah-masalah yang dihakimi, menunjukkan adanya paling sedikit tujuh peristiwa penghakiman yang akan datang.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:22:38 PM
A.    PENGHAKIMAN ORANG-ORANG PERCAYA

Sebagaimana sudah kita lihat, ketika Tuhan kembali, Ia akan menghakimi orang-orang percaya berdasarkan perbuatan mereka (Roma 14:10; 1Korintus 3:11-15; 4:5; 2Korintus 5:10). Setiap orang akan diminta untuk memertanggungjawabkan pemakaian talentanya (Matius 25:14-30), uang mina (Lukas 19:11-27), serta kesempatan yang telah diberikan kepadanya (Matius 20:1-16). Hari itu akan menyatakan apakah seseorang telah membangun dengan memakai kayu, jerami, tumput kering, ataukah emas, perak, dan batu permata (1Korintus 3:12). Bila pekerjaannya dibangun dengan kayu dan sebagainya itu, maka pekerjaannya itu akan habis terbakar, tetapi ia sendiri akan diselamatkan namun seperti dari dalam api (ayat 15); bila pekerjaannya dibangun dengan memakai emas dan sebagainya itu, maka ia akan menerima upah (ayat 14). Alkitab menyebut berbagai jenis mahkota atau trofi: mahkota yang abadi (1Korintus 9:25), mahkota kebenaran (2Timotius 4:8), mahkota kehidupan (Yakobus 1:12; Wahyu 2:10), mahkota kemuliaan (1Petrus 5:4), dan mahkota sukacita atau kemegahan (1Tesalonika 2:19; band. Filipi 4:1).

B.    PENGHAKIMAN ISRAEL
Dalam arti yang unik, masa kesengsaraan itu akan merupakan masa kesusahan bagi Yakub, namun kita diberi tahu bahwa "ia akan diselamatkan daripadanya" (Yeremia 30:7). Kita melihat penganiayaan orang Israel sepanjang masa itu dalam kitab Wahyu (12:6, 13-17); hanya mereka yang tergolong sisa bangsa Israel yang dahinya termeterai akan bebas dari pengalaman ini (Wahyu 7:1-8). Namun, nampaknya akan ada penghakiman yang lebih lanjut lagi yang berasal dari Allah sendiri dalam kaitan dengan pengumpulan kembali orang-orang Israel yang berserakan di mana-mana. Yehezkiel, ketika membicarakan penghakiman ini, menggambarkannya sebagai proses penyingkiran pemberontak- pemberontak di antara Israel ketika sedang menuju ke tanah suci. Mereka akan dibawa keluar dari tempat pengembaraan mereka, namun mereka akan mati di padang gurun dan tidak akan masuk ke tanah Israel (Yehezkiel 20:33-38). Rupanya Maleakhi juga membicarakan penghakiman yang sama ini ketika menggambarkan Tuhan sedang duduk sebagai tukang pemurni logam, sambil mentahirkan orang-orang Lewi (3:2-5). Penghakiman-penghakiman ini terjadi di atas bumi dan berkaitan dengan kedatangan Tuhan kembali ke bumi. Penghakiman inilah yang menentukan siapa dari orang Israel yang akan kembali ke tanah suci serta menjadi anggota Israel pada masa yang akan datang.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:23:12 PM
C.    PENGHAKIMAN BABILONIA

Dengan memakai gambaran seorang wanita, kitab Wahyu menggambarkan suatu sistem federasi agama (17:1-19:4). Pada mulanya wanita ini mengendarai seekor binatang yang penuh tertulis dengan nama-nama hujat. Ini menunjukkan bahwa sistem kepemimpinan gereja untuk sementara waktu akan menguasai sistem kepemimpinan politik. Namun kesepuluh tanduk (raja) akan berbalik dan membenci wanita itu, bahkan merampas segala miliknya, dan menghancurkannya. Kemudian binatang itu akan memajukan dirinya untuk mengambil alih pimpinan keagamaan tertinggi. Nampaknya akan ada koalisi yang kuat di antara perserikatan-perserikatan keagamaan dan perdagangan. Ketika Babilonia sebagai suatu sistem keagamaan dihancurkan, ia akan bangkit kembali sebagai suatu organisasi perdagangan dunia. Namun kemakmurannya tak lama bertahan. Pada suatu hari Tuhan Allah akan menghakimi dan membinasakannya sama sekali. Para pedagang dunia akan meratapi kehancurannya, tetapi para penghuni sorga akan bersorak serta menyanyi "Haleluya!" ketika hal itu terjadi. Penghakimannya akan terjadi sebelum kedatangan Tuhan kembali ke bumi (Wahyu 19:1-4, 11-21), dan ia akan dijatuhi hukuman kekal (Wahyu 19:19-21).

D.    PENGHAKIMAN BINATANG, NABI PALSU, DAN PASUKAN MEREKA

Roh-roh jahat yang keluar dari mulut naga, binatang, dan nabi palsu menjelang berakhirnya masa kesengsaraan akan pergi ke seluruh dunia untuk mengumpulkan bangsa-bangsa guna berperang pada hari Tuhan (Wahyu 16:12-16). Nampaknya, mereka berkumpul untuk merebut Yerusalem dan menangkap orang-orang Yahudi yang ada di Palestina (Zakharia 12:1-9; 13:8-14:2); tetapi justru pada saat kemenangan mereka sudah pasti, Kristus akan turun dari sorga dengan semua pasukan-Nya (Wahyu 19:11- 16) serta turun tangan membela Israel. Maka bala tentara yang tadinya menyerang Yerusalem akan berbalik menyerang Anak Allah, namun pertempuran itu akan sangat singkat dan menentukan. Binatang dan nabi palsu akan ditangkap dan dicampakkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala (Wahyu 19:19,20), dan bala tentara mereka akan dibunuh dengan pedang yang keluar dari mulut Kristus (2Tesalonika 1:7- 10; 2:8; Wahyu 19:21). Jadi, perlawanan politik akan dipatahkan dan terbukalah jalan bagi Kristus untuk memulai pemerintahan-Nya. Patut dicamkan bahwa penghakiman ini akan terjadi ketika Kristus kembali ke bumi. Peristiwa itu akan melibatkan pasukan-pasukan dengan pemimpin- pemimpin mereka yang telah maju untuk memerangi Kristus. Hasilnya ialah bahwa mereka yang melawan Kristus akan dicampakkan ke dalam lautan api dan hukuman kekal.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:23:40 PM
E.    PENGHAKIMAN BANGSA-BANGSA

Perikop-perikop seperti Yoel 3:11-17; Matius 25:31-46; dan 2Tesalonika 1:7-10 nampaknya berbicara mengenai penghakiman atas bangsa-bangsa. Penghakiman bangsa-bangsa harus dibedakan dengan penghakiman di hadapan takhta putih, karena penghakiman bangsa-bangsa mendahului kerajaan seribu tahun. Penghakiman bangsa-bangsa juga harus dibedakan dengan penghakiman binatang, nabi palsu, beserta bala tentara mereka. Bangsa-bangsa itulah yang mengirim bala tentara itu, namun bangsa-bangsa itu berbeda daripada pasukan-pasukan tersebut. Setelah Kristus selesai menangani pasukan-pasukan itu, Ia akan mengumpulkan bangsa-bangsa untuk dihakimi pula. Patut diperhatikan bahwa domba akan masuk ke dalam kerajaan Allah, sedangkan kambing akan masuk hukuman kekal. Namun perlu juga diperhatikan bahwa sekalipun perlakuan terhadap saudara-saudara Tuhan kita, mungkin Israel, disebut dalam hubungan dengan penghakiman ini, alasan-alasan yang lebih dalam bagi penghakiman ini terdapat dalam kenyataan bahwa golongan domba itu memiliki hidup kekal sedangkan golongan kambing tidak memilikinya.

F.    PENGHAKIMAN IBLIS DAN MALAIKAT-MALAIKATNYA

Ketika sedang terjadi masa kesengsaraan, Iblis akan dilempar ke bumi (Wahyu 12:7-9, 12). Ketika Kristus tiba di bumi, Iblis akan diikat dan dimasukkan ke dalam jurang maut selama seribu tahun (Wahyu 20:1-3). Setelah seribu tahun, ia akan dilepaskan untuk sementara waktu. Selama waktu itu, ia akan menipu bangsa-bangsa di bumi sekali lagi dan ia akan berhasil mengumpulkan bala tentara yang sangat besar untuk berperang melawan orang-orang saleh dan kota yang dikasihi, Yerusalem (Wahyu 20:7-9; band. Yehezkiel 38, 39). Akan tetapi, api akan turun dari langit dan menghanguskan mereka semua. Tidak perlu diragukan lagi bahwa tidak lama kemudian mereka akan berdiri di hadapan takhta putih besar dan dilemparkan ke dalam lautan api bersama-sama dengan orang- orang lain yang tidak diselamatkan. Setelah itu, Iblis sendiri akan dihakimi dan dicampakkan ke dalam lautan api untuk selama-lamanya (Wahyu 20:9, 10). Nampaknya, pada saat itu para malaikat yang ikut memberontak bersama-sama dengan Iblis juga akan dihakimi (2Petrus 2:4, Yudas 6). Kita diberi tahu bahwa api yang kekal itu telah dipersiapkan bagi "Iblis dan malaikat-malaikatnya" (Matius 25:41), dan mungkin inilah saatnya mereka akan menerima hukuman mereka (band. Matius 8:29; Lukas 8:31).

G.    PENGHAKIMAN ORANG FASIK YANG MATI

Penghakiman ini akan terjadi setelah kerajaan seribu tahun (Wahyu 20:11-15; 21:8). Pada akhir kerajaan seribu tahun akan terjadi kebangkitan yang kedua (Wahyu 20:5); berkat dinyatakan ke atas mereka yang ikut serta dalam kebangkitan pertama, tetapi tidak atas mereka yang baru bangkit pada kebangkitan yang kedua. Secara tidak langsung dikatakan bahwa nasib mereka tidak menyenangkan.
Mereka adalah orang-orang yang tidak diselamatkan dari seluruh sejarah umat manusia. Mereka bangkit dan menghadap takhta putih yang besar. Rombongan ini akan meliputi yang kaya dan yang miskin, orang merdeka dan budak, raja dan rakyatnya, orang terpelajar dan yang tidak terpelajar, majikan dan karyawan; semua mereka akan berdiri sebagai terdakwa yang bersalah di hadapan Sang Hakim.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:24:07 PM
1.    Dasar penghakiman ini.

Dua hal dapat dikatakan tentang dasar penghakiman ini.

(1) Orang-orang ini akan dihakimi "berdasarkan apa yang ada tertulis dalam kitab-kitab itu" (Wahyu 20:12). Jelaslah, dalam kitab-kitab tercatat nama semua orang yang tidak percaya. Akan tetapi, di samping kitab-kitab itu, terdapat juga "kitab yang lain, yaitu kitab kehidupan" (Wahyu 20:12). Inilah kitab anugerah ilahi di mana tercatat nama orang-orang yang adalah ahli waris anugerah (Lukas 10:20; Wahyu 3:5; 13:8; 17:8; 20:12, 15; 21:27). Selanjutnya, (2) orang-orang ini akan dihakimi menurut perbuatan mereka. "Penghakiman akan berlangsung berdasarkan bukti yang diberikan dari catatan perbuatan dan dari kitab kehidupan." Orang percaya akan diberi pahala sesuai dengan perbuatannya, tetapi orang yang tidak percaya akan dihakimi sesuai dengan perbuatannya (band. Roma 2:5-11). Ketidaktahuan akan kehendak Tuhan tidak akan meloloskan siapa pun, tetapi akan memperbaiki hukuman (Lukas 12:47, 48).

2.    Lamanya hukuman.
Semua yang namanya tidak tercatat dalam kitab kehidupan akan dicampakkan ke dalam lautan api (Wahyu 20:15). Lautan api ini disebutkan sebagai kematian yang kedua (Wahyu 21:8). Kenyataan ini mengakibatkan timbulnya pertanyaan, apakah hukuman yang akan datang itu bersifat kekal? Memang demikian, berdasarkan pernyataan Firman Allah yang jelas dan dahsyat. Di antara orang kaya dan Lazarus terdapat jurang yang lebar, sehingga tidak mungkin orang pergi dari tempat yang satu ke tempat yang lain (Lukas 16:26). "Ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam" di Gehenna (Markus 9:48). Nampaknya kata-kata ini dikutip dari Yesaya 66:24, dan dalam ayat itu tersirat bahwa senantiasa akan ada makanan untuk ulat-ulat bangkai tersebut dan sesuatu untuk dibakar oleh api. Asap api yang menyiksa para pemuja binatang itu akan mengepul "selama-lamanya" (Wahyu 14:11). Pastilah, mereka tidak dikhususkan dari antara orang-orang fasik di dunia untuk menerima hukuman yang lebih berat daripada orang-orang lain yang sama fasiknya. Agaknya, binatang dan nabi palsu itu masih hidup setelah dihukum seribu tahun di dalam lautan api (Wahyu 19:20; 20:10). Semua orang fasik dicampakkan ke dalam lautan api yang sama (Wahyu 20:12-15; 21:8). Alangkah baiknya bagi Yudas sekiranya ia tidak dilahirkan (Matius 26:24). Hal ini tak dapat dikatakan tentang seseorang yang telah bertahun-tahun dan bahkan beribu-ribu tahun mengalami siksaan pada akhirnya akan dikembalikan kepada hidup yang berbahagia.

Bagaimana pun juga, mungkin yang paling penting ialah arti dari kata Yunani aion dan aionios. Istilah yang pertama muncul 120 kali dalam Perjanjian Baru dan diterjemahkan sebagai "zaman" (2Korintus 4:4), "dunia" (1Korintus 1:20), "tidak akan ... untuk selama-lamanya" (Yohanes 4:14), dan "selama-lamanya" (Yohanes 6:51). Jika diberi kata depan eis maka kata tersebut senantiasa berarti jangka waktu yang tak berkesudahan. Kata sifat aionios terdapat sekitar 70 kali dalam Perjanjian Baru. Kata ini dipakai untuk menunjuk kepada Allah (Roma 16:26), Kristus (2Timotius 1:9), ROH KUDUS (Ibrani 9:14), berkat- berkat bagi orang-orang yang percaya (2Tesalonika 2:16; Ibrani 9:12), hukuman orang fasik (2Tesalonika 1:9), dan seterusnya. Kadang-kadang kata ini terdapat dua kali dalam satu frase "tetap untuk seterusnya dan selamanya" (Ibrani 1:8). Perhatikan juga rujukan-rujukan macam lain ini: Mazmur 52:7; Matius 12:31, 32; Markus 3:29; Ibrani 6:4-6; 10:26-29; 2Petrus 2:17: Yudas 13. Mungkin rujukan yang paling kuat terdapat dalam Matius 25:46. Ayat itu membandingkan hukuman orang fasik yang akan berlangsung selama-lamanya dengan kebahagiaan abadi dari orang-orang yang diselamatkan. Ketika orang percaya hidup selama- lamanya di hadapan Allah, dan menikmati kemurahan-Nya, maka orang yang tidak percaya akan selama-lamanya berada jauh dari hadirat Allah yang membahagiakan.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:24:31 PM
3.    Keberatan-keberatan terhadap doktrin ini.

Beberapa keberatan terhadap doktrin ini telah dikemukakan. (1) Orang-orang fasik akan dibinasakan (Mazmur 9:6; 92:8; 2Tesalonika 1:8,9).
Jawaban kami ialah bahwa orang-orang pada zaman Nuh juga dibinasakan (Lukas 17:27), dan demikian pula penduduk Sodom dan Gomora (Lukas 17:29), namun mereka harus tampil untuk dihakimi (Matius 11:24). Pembinasaan tidaklah berarti pemusnahan; lebih tepat kalau dikatakan bahwa apa yang telah dibinasakan itu tidak dapat dipakai lagi sebagaimana mestinya. (2) Orang-orang fasik akan binasa (Mazmur 37:20; Amsal 10:28; Lukas 13:1- 3). Akan tetapi, binasa tidak berarti tidak ada lagi. Para murid Tuhan pernah berteriak, "Tuhan, tolonglah, kita binasa!" (Matius 8:25), tetapi mereka tidak bermaksud untuk mengatakan bahwa mereka sedang terancam kemusnahan. Imam besar Kayafas mengatakan, "Kamu tidak insaf bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa" (Yohanes 11:50), tetapi ia hanya bermaksud mengungkap ketakutan kalau-kalau orang Romawi akan datang untuk memerketat penjajahan. Paulus memakai istilah yang sama ketika berbicara tentang kelemahan jasmani pada tubuh kita. Paulus mengatakan, "Meskipun keadaan kami yang lahir ini dibinasakan, tetapi keadaan yang batin kami itu dibaharui sehari-hari" (2Korintus 4:16, Terj. Lama). (3) Suatu hari yang dahsyat akan tiba bagi orang fasik yang membuat mereka tidak berakar dan tidak bercabang (Maleakhi 4:1). Namun harus diketahui bahwa ayat ini membahas keadaan tubuh saja, tubuh mereka akan terbakar, namun secara rohani mereka akan ada terus (lihat juga Amsal 2:22). (4) Dikatakan bahwa orang fasik mati dalam dosa mereka (Yehezkiel 18:4; Yohanes 8:21; Roma 6:23). Harus dingat bahwa kematian berarti pemisahan, bukan pemusnahan.
Lihatlah orang kaya dan Lazarus (Lukas 16:19-31) dan jiwa-jiwa di bawah mezbah (Wahyu 6:9-11). Bila kematian pertama tidak berarti pemusnahan, bagaimana mungkin kita beranggapan bahwa kematian kedua berarti pemusnahan (Wahyu 20:15; 21:8; band. 19:20; 20: 10)? (5) Segala sesuatu akan dipulihkan. Pendapat ini merupakan penggalan dari Kisah 3:21; pernyataan sepenuhnya memang dibatasi oleh kata-kata "difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu." Ayat ini berbicara tentang datangnya kerajaan Allah di bumi. (6) Keberatan yang paling kuat yang telah dikemukakan ialah bahwa Allah yang kasih adanya tidak mungkin menghukum makhluk ciptaan-Nya untuk selama-lamanya. Akan tetapi, pendapat ini lupa bahwa pada saat kematian watak seseorang sudah tidak bisa berubah lagi, dan hukum kesesuaian menuntut bahwa yang hidup harus dipisahkan dari yang mati. Yang dipersoalkan bukanlah kasih Allah, melainkan kehidupan jiwa. Namun setelah mengatakan semuanya itu, kami mengatakan satu kali lagi bahwa akan ada tingkatan-tingkatan hukuman (Lukas 12:47,48; Roma 2:5- 8; Wahyu 20:12,13), menurut keadilan Allah.
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Brembo on April 11, 2008, 01:25:38 PM
akhir penjelasan SIAPAKAH YESUS KRISTUS ITU

DOA

"Segala puji syukur hanya bagi-Mu, ya, Tuhan Yesus. Karena Allah yang aku kenal adalah Allah atas segala manusia. Kekuasaan-Mu adalah tertinggi dan mutlak atas semua orang. Karena itu aku sujud menyembah Engkau sebagai Hakim yang layak untuk mengadili semua orang. Biarlah manusia sepanjang abad dan zaman tunduk pada penghakiman-Mu. Amin."





:afro:dari berbagai sumber :afro:
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: jessie on April 11, 2008, 01:30:20 PM
permisi.... :happy0025:

pembahasan yg sangat ALKITABIAH... :afro: :afro:
so gak perlu di koment lagi.kalo perlu...
gimana kalo ini malah yg harus di kunci. 8)
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: happyday on April 12, 2008, 10:31:05 AM
ya,  penjelasan bro BremboO ini memang siiip

GBU
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: GLoRy_sEEkeR on April 25, 2008, 11:17:36 AM
Kenapa ya gw susah banget mengimajinasikan sosok Yesus sebagai seseorang yang gw kagumi... Normal ga si? Gw mesti gimana?
Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Ik3 on April 25, 2008, 01:00:40 PM
Kenapa ya gw susah banget mengimajinasikan sosok Yesus sebagai seseorang yang gw kagumi... Normal ga si? Gw mesti gimana?

Yesus ga usah diimajinasikan, Dia nyata, bahkan lebih nyata dari apapun juga. Jadi ga usah dibayangkan, tp belajar kenal Dia,  minta Tuntunan ROH KUDUS supaya km kenal DIA lebih lagi.

Ingat ALLAH kita adalah pribadi, pribadi yang nyata, seperti anda dan saya, bahkan lebih, hanya Dia Roh  :happy0062:

Pertanyaan lainnya bisa di buat topic baru di "Diskusi Umum Kristen"


GBU

Title: Re: YESUS KRISTUS
Post by: Ik3 on November 18, 2008, 01:19:11 PM
Topic Di Lock, Pembahasan lebih lanjut bisa langsung ke board " Diskusi Umum Kristen (http://forumkristen.com/index.php?board=20.0)"

GBU