ForumKristen.com

Forum Terbuka => Forum Terbuka bagi NonKristen => Started by: odading on November 26, 2018, 05:49:59 PM

Title: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on November 26, 2018, 05:49:59 PM
Ada yang sudah nonton SILENCE ?
Disitu dikisahkan seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka (murtad/apostate) dalam usaha menyelamatkan nyawa pengikut2nya, melainkan tetep mempertahankan sikon dia di sorga dgn pemikiran "toh pengikut2nya yang dibunuh itu masuk sorga".

Taroh kata itu bukan sebuah film melainkan event realita, apakah ada ayatnya yg mengajarkan seperti yang dilakukan Pendeta tsb ?

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: jamu on November 29, 2018, 06:18:01 AM
Ada yang sudah nonton SILENCE ?
Disitu dikisahkan seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka (murtad/apostate) dalam usaha menyelamatkan nyawa pengikut2nya, melainkan tetep mempertahankan sikon dia di sorga dgn pemikiran "toh pengikut2nya yang dibunuh itu masuk sorga".

Taroh kata itu bukan sebuah film melainkan event realita, apakah ada ayatnya yg mengajarkan seperti yang dilakukan Pendeta tsb ?

Kalau bisa murtad artinya imannya palsu !

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on November 29, 2018, 07:57:51 AM
Ada yang sudah nonton SILENCE ?
Disitu dikisahkan seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka (murtad/apostate) dalam usaha menyelamatkan nyawa pengikut2nya, melainkan tetep mempertahankan sikon dia di sorga dgn pemikiran "toh pengikut2nya yang dibunuh itu masuk sorga".

Taroh kata itu bukan sebuah film melainkan event realita, apakah ada ayatnya yg mengajarkan seperti yang dilakukan Pendeta tsb ?
Saya belum nonton film nya..

Bisa dijelaskan sedikit Oda..

JBU
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on November 30, 2018, 09:21:40 PM
Saya belum nonton film nya..

Bisa dijelaskan sedikit Oda..

JBU
Secara garis besar ceritanya :
Ada dua pendeta dari Portugal yang sedang mencari pendeta yang "hilang" di Jepang.
Di Jepang saat itu agama Kristen dilarang ada di negara tsb.

Apabila ada penduduk Jepang yang beragama Kristen
maka opsi yang ditawarkan pemerintah setempat adalah :
A. murtad dgn deklarasi [menginjak gambar Yesus ataupun meludahi salib], hidup.
B. tidak mau murtad, disiksa sampai mati.

Secara garis besar spt yg diketahui oleh umum, kedua model diatas (A/B) itu typical.
Mati sebagai martir sudah sering terjadi karena penganutnya memilih B.

Nah, yang menarik pada film ini adalah :
Kedua pendeta itu dikasih opsi :
C. murtad dgn deklarasi [menginjak gambar Yesus ataupun meludahi salib], bebas.
D. tidak mau murtad, penduduk Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati, pendeta ditahan.

Di awal awal (sebelum ketahuan oleh pemerintah setempat bhw ada pendeta bule disitu),
pemerintah setempat memberi opsi ke penduduk Jepang beragama Kristen :
E. menyerahkan pendeta bule tsb, bebas
F. tidak ada yang menyerahkan, warga Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.

Nah, topik disini membicarakan seputaran C, D, E dan F.

Di E dan F,
ketimbang si pendeta rela menyerahkan dirinya,
mereka merelakan bbrp penduduk Jepang disiksa sampai mati
dimana mereka ngliatin penyiksaan/pembunuhan tsb ngumpet2 dari kejauhan.

Di C dan D adalah situasi dimana akhirnya pendeta tsb tertangkap....
namun tetep aja nggak mau murtad (nginjek gambar Yesus ataupun ngeludahin salib)
si pendeta lebih memilih ngliatin itu orang2 Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati,
ketimbang si pendeta memilih diri sendiri masuk neraka (murtad)

Pada akhirnya si pendeta memilih murtad (nginjek gambar Yesus).

Begitu kira2 kisah garis besarnya, 888.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on November 30, 2018, 09:26:29 PM
Kalau bisa murtad artinya imannya palsu !
Nah itu.

Artinya si pendeta di awal awal memilih tetep masuk sorga dengan cara membiarkan penduduk Jepang beragama Kristen pada disiksa sampai mati, ketimbang dikatain orang "ih... ternyata pendeta tsb imannya palsu".

Demi gengsi (supaya nggak dikatain orang berupa "Kalau kamu bisa murtad artinya imanmu palsu !"  dan supaya dirinya nggak masuk neraka), si pendeta memilih utk membiarkan para penduduk Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.

Makanya tak tanyain, apa ada ayatnya spt yg dilakukan pendeta tsb ?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 01, 2018, 08:40:42 AM
Secara garis besar ceritanya :
Ada dua pendeta dari Portugal yang sedang mencari pendeta yang "hilang" di Jepang.
Di Jepang saat itu agama Kristen dilarang ada di negara tsb.

Apabila ada penduduk Jepang yang beragama Kristen
maka opsi yang ditawarkan pemerintah setempat adalah :
A. murtad dgn deklarasi [menginjak gambar Yesus ataupun meludahi salib], hidup.
B. tidak mau murtad, disiksa sampai mati.

Secara garis besar spt yg diketahui oleh umum, kedua model diatas (A/B) itu typical.
Mati sebagai martir sudah sering terjadi karena penganutnya memilih B.

Nah, yang menarik pada film ini adalah :
Kedua pendeta itu dikasih opsi :
C. murtad dgn deklarasi [menginjak gambar Yesus ataupun meludahi salib], bebas.
D. tidak mau murtad, penduduk Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati, pendeta ditahan.

Di awal awal (sebelum ketahuan oleh pemerintah setempat bhw ada pendeta bule disitu),
pemerintah setempat memberi opsi ke penduduk Jepang beragama Kristen :
E. menyerahkan pendeta bule tsb, bebas
F. tidak ada yang menyerahkan, warga Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.

Nah, topik disini membicarakan seputaran C, D, E dan F.

Di E dan F,
ketimbang si pendeta rela menyerahkan dirinya,
mereka merelakan bbrp penduduk Jepang disiksa sampai mati
dimana mereka ngliatin penyiksaan/pembunuhan tsb ngumpet2 dari kejauhan.

Di C dan D adalah situasi dimana akhirnya pendeta tsb tertangkap....
namun tetep aja nggak mau murtad (nginjek gambar Yesus ataupun ngeludahin salib)
si pendeta lebih memilih ngliatin itu orang2 Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati,
ketimbang si pendeta memilih diri sendiri masuk neraka (murtad)

Pada akhirnya si pendeta memilih murtad (nginjek gambar Yesus).

Begitu kira2 kisah garis besarnya, 888.

Oh .. maksut “Murtad” di Filem itu, adalah menginjak gambar/salib Yesus, agar orang2 Kristen lainnya tidak disiksa sampai mati yah Oda ??

Kalau begitu .. jangan kan pendeta itu Oda, saya saja rela “menyangkal” Yesus, asal penyangkalan atau kedurhakaan saya atau kemurtatan saya, bisa membuat manusia tidak menderita dan masuk surga..

Oda.. iman percaya yg paling besar didalam Kristen adalah “pengorbanan”.

Kristus rela menjadi pendosa dan terhitung sebagai terkutuk dan murtad pada ke-Allahan-Nya, supaya semua manusia diselamatkan.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: viruskasih on December 01, 2018, 11:23:41 AM
Oh .. maksut “Murtad” di Filem itu, adalah menginjak gambar/salib Yesus, agar orang2 Kristen lainnya tidak disiksa sampai mati yah Oda ??

Kalau begitu .. jangan kan pendeta itu Oda, saya saja rela “menyangkal” Yesus, asal penyangkalan atau kedurhakaan saya atau kemurtatan saya, bisa membuat manusia tidak menderita dan masuk surga..

Oda.. iman percaya yg paling besar didalam Kristen adalah “pengorbanan”.

Kristus rela menjadi pendosa dan terhitung sebagai terkutuk dan murtad pada ke-Allahan-Nya, supaya semua manusia diselamatkan.
Kalo bunuh diri, gimana bray?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: jamu on December 01, 2018, 05:09:56 PM
Nah itu.

Artinya si pendeta di awal awal memilih tetep masuk sorga dengan cara membiarkan penduduk Jepang beragama Kristen pada disiksa sampai mati, ketimbang dikatain orang "ih... ternyata pendeta tsb imannya palsu".

Demi gengsi (supaya nggak dikatain orang berupa "Kalau kamu bisa murtad artinya imanmu palsu !"  dan supaya dirinya nggak masuk neraka), si pendeta memilih utk membiarkan para penduduk Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.

Makanya tak tanyain, apa ada ayatnya spt yg dilakukan pendeta tsb ?

Iman sejati tidak takut mati karena pasti selamat !

Iman palsu pasti takut masuk Neraka karena tidak ada kepastian selamat baginya !

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 01, 2018, 05:32:46 PM
Kalo bunuh diri, gimana bray?
Konteks bunuh dirinya gimana yah ??

Kalau seseorang itu, bunuh diri akibat dampak dari perbuatannya sendiri, seperti himpitan ekonomi, cinta, penyakit yg diderita, dll.. itu mah namanya jalan tol masuk ke neraka..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 01, 2018, 05:35:16 PM
Iman sejati tidak takut mati karena pasti selamat !

Iman palsu pasti takut masuk Neraka karena tidak ada kepastian selamat baginya !

Mantappsssssss..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 01, 2018, 09:53:54 PM
Iman sejati tidak takut mati karena pasti selamat !
dirimu gak nangkep nangkep yah  :knuppel2:

Ini bukan perihal takut mati karena disiksa lalu dibunuh !

Melainkan ini perihal takut dikatain oleh orang2 sejenis dirimu,
takut masuk neraka - nggak selamat (nggak masuk sorga), karena memilih murtad !

Quote
Iman palsu pasti takut masuk Neraka karena tidak ada kepastian selamat baginya !
Nah itu.
Jadi artinya si pendeta itu beriman palsu karena dirinya nggak memilih murtad !

Ngerti ?!

Atuh jangan nyrocos gak keruan sementara mbaca kisah garis besarnya yg sudah disampaikan utk 888 aja dirimu gak nangkep, jamu  :D
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 01, 2018, 10:13:56 PM
Oh .. maksut “Murtad” di Filem itu, adalah menginjak gambar/salib Yesus, agar orang2 Kristen lainnya tidak disiksa sampai mati yah Oda ??
Iya 888.

Quote
Kalau begitu .. jangan kan pendeta itu Oda, saya saja rela “menyangkal” Yesus
Makanya di felm itu si pendeta yang sedang di cari oleh pendeta yg dtg dr Portugal ada bilang bahwa pendeta yang gak mau murtad dalam sikon tsb ---> ini BUKAN demi Allah, melainkan kesombongan diri demi orang2 laen macem si jamu yg ajaran-nya berupa "Kalau bisa murtad artinya imannya palsu !".

Quote
Oda.. iman percaya yg paling besar didalam Kristen adalah “pengorbanan”.
Seyogyanya begitu. Tapi sepertinya tidaklah demikian pada ajaran Kristen tertentu, 888.

Quote
Kristus rela menjadi pendosa
Terlepas mengenai kalimat di quote atas, pendeta yang sedang dicari oleh pendeta yg dtg dr Portugal itu bilang bahwa  didalam sikon spt itu Yesus pun akan memilih murtad (berani masuk neraka dan di cemooh oleh orang2 macem si jamu).

Sementara bagi yang tidak memilih murtad adalah orang yang takut masuk neraka dan agar nggak sampe dikatain "beriman palsu" oleh ajaran sesat? dari orang2 macem si jamu  :D.

Syukur alhamdulilah, di kisah tsb pada akhirnya si pendeta memilih murtad (berani memilih masuk neraka) :afro:, nggak perduli dgn ajaran palsu? yg berupa ungu :uglystupid2: dari orang macem si jamu.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: viruskasih on December 01, 2018, 11:59:40 PM
Konteks bunuh dirinya gimana yah ??

Kalau seseorang itu, bunuh diri akibat dampak dari perbuatannya sendiri, seperti himpitan ekonomi, cinta, penyakit yg diderita, dll.. itu mah namanya jalan tol masuk ke neraka..
Nah itu, jika sang pendeta (atau pastor ya?) tersebut bunuh diri, gimana menurut elo, bray?


...
Kalau begitu .. jangan kan pendeta itu Oda, saya saja rela “menyangkal” Yesus, asal penyangkalan atau kedurhakaan saya atau kemurtatan saya, bisa membuat manusia tidak menderita dan masuk surga..
...
Kalo "menyangkal", "durhaka" atau "murtad" = neraka?

Apa elo masih rela, bray?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 02, 2018, 01:57:56 AM
Nah itu, jika sang pendeta (atau pastor ya?) tersebut bunuh diri, gimana menurut elo, bray?
Kan saya sudah jelaskan, kalau seorang pendeta/Pastur atau siapapun, yg rela bunuh diri, untuk selamatkan orang lain, itu lah yg disebut “pengorbanan” dan pengorbanan itulah kasih terbesar yg menggambarkan iman terbesar dalam Kristen.

Jadi.. iman terbesar itu bukan karena “kita percaya”, tetapi iman terbesar itu jika kita mau “berkorban”.

Quote from:
Kalo "menyangkal", "durhaka" atau "murtad" = neraka?

Apa elo masih rela, bray?
Saya sudah jelaskan sebelumnya .. Saya didalam nama Tuhan Yesus, rela dan ikhlas untuk menyangkal, durhaka, murtad, bunuh diri dan mati .. demi selamatkan orang lain, agar orang tersebut selamat. Itu akan menjadi anugerah terbesar dalam hidup saya.

Saudara ku .. Kristus itu telah menjadi “pendosa” demi manusia, Kristus itu telah korbankan tahtah surga demi manusia, Kristus itu sudah menjadi terkutuk di salib demi manusia.

FT .. Jika kita hidup didalam Kristus, maka kita pun akan mati bersama Dia.. jadi, kalau kita akan mati bersama Kristus, apa yg harus ditakutkan oleh orang2 percaya??

Banyak manusia hanya melakukan, apa yg “diperintah kan Tuhan”, tetapi sedikit manusia yg melakukan, apa yg dibutuhkan/diinginkan/dikehendaki oleh Tuhan.

JBU
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: jamu on December 02, 2018, 06:13:30 AM
dirimu gak nangkep nangkep yah  :knuppel2:

Ini bukan perihal takut mati karena disiksa lalu dibunuh !

Melainkan ini perihal takut dikatain oleh orang2 sejenis dirimu,
takut masuk neraka - nggak selamat (nggak masuk sorga), karena memilih murtad !
 Nah itu.
Jadi artinya si pendeta itu beriman palsu karena dirinya nggak memilih murtad !

Ngerti ?!

Atuh jangan nyrocos gak keruan sementara mbaca kisah garis besarnya yg sudah disampaikan utk 888 aja dirimu gak nangkep, jamu  :D

1.Dia berbeda dengan gua karena didalam Kristus kematian itu tidak perlu ditakuti.

2.Iman sejati tidak mungkin murtad.

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 04, 2018, 03:56:14 AM
1.Dia berbeda dengan gua karena didalam Kristus kematian itu tidak perlu ditakuti.
Tuh kan ketauan dirimu masih gak ngudeng2  :cheesy:.

Disini nggak lagi ngomongin perihal mati ataupun disiksa sampai mati !

Quote
2.Iman sejati tidak mungkin murtad.
Dengan demikian pendeta tsb nggak rela berkorban utk masuk neraka, karena dia beriman asli, tidak murtad.

Gimana sih jamu ini, kayak anak TK yg gak bisa nangkep2 perihal yang sedang diajukan.

Baca tuh tulisan 888 ....
888 rela murtad,
888 rela dikatain beriman palsu oleh dirimu & konco2mu sealiran
demi penganut2 Kristen lainnya tidak disiksa sampai mati.

sementara
dirimu nggak rela murtad,
dirimu gak rela dikatain beriman palsu oleh teman2mu sendiri sealiran
dirimu sabodoh teuing thdp penganut2 Kristen lainnya yang disiksa sampai mati
demi dirimu dikatakan oleh temen2mu : beriman sejati.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 04, 2018, 04:12:14 AM
Jika kita hidup didalam Kristus,
maka kita pun akan mati bersama Dia
  Sepanjang yang saya ketahui,
ada ajaran dari Kristen tertentu (yg dianut si jamu) berupa :

Jika orang murtad
Maka orang tsb beriman palsu

Dimasukin ke sikon si pendeta tsb :
KARENA pendeta tsb tidak murtad
MAKA pendeta tsb beriman asli

KARENA pendeta tsb beriman asli
MAKA penduduk2 Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 04, 2018, 03:20:35 PM
  Sepanjang yang saya ketahui,
ada ajaran dari Kristen tertentu (yg dianut si jamu) berupa :

Jika orang murtad
Maka orang tsb beriman palsu

Dimasukin ke sikon si pendeta tsb :
KARENA pendeta tsb tidak murtad
MAKA pendeta tsb beriman asli

KARENA pendeta tsb beriman asli
MAKA penduduk2 Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.
Ohh .. tidak seperti itu Oda..

Saya rela dikatakan semua manusia, bahwa saya murtad, asal atas tindakan saya tersebut, saya bisa selamatkan nyawa orang lain, apalagi kalau sampai banyak nyawa bisa saya selamatkan, atas tindakan saya tersebut.

Bagi saya .. dalam mengasihi sesama, terlebih menyelamatkan nyawa orang lain, maka saya tidak mengharapkan upah ataupun pahala dari Tuhan, sebab dalam iman saya .. Tuhan selamatkan saya sudah “luar biasa cukupnya”, jadi saya tidak membutuhkan lagi upah atau pahala dari surga., makanya jadi orang Kristen itu .. harus siap jadi orang dungu..hahaha..

Demikian Oda ..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 04, 2018, 03:48:11 PM

Saya rela dikatakan semua manusia, bahwa saya murtad, asal atas tindakan saya tersebut, saya bisa selamatkan nyawa orang lain, apalagi kalau sampai banyak nyawa bisa saya selamatkan, atas tindakan saya tersebut.

Bagi saya .. dalam mengasihi sesama, terlebih menyelamatkan nyawa orang lain, maka saya tidak mengharapkan upah ataupun pahala dari Tuhan, sebab dalam iman saya .. Tuhan selamatkan saya sudah “luar biasa cukupnya”, jadi saya tidak membutuhkan lagi upah atau pahala dari surga., makanya jadi orang Kristen itu .. harus siap jadi orang dungu..hahaha..

Misalnya ada teroris berdiri di depan gereja membawa Peluncur Bom.
Di depan gereja di taruh gambar Tuhan Yesus.

Ayo , kalau kalau kamu murtad, gereja tak akan dihancurkan. Tinggal ludahin saja gambar Tuhan Yesus.
Lalu kamu murtad dan meludahi gambar Tuhan Yesus ?

Salam Hidup Sementara.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 04, 2018, 03:57:02 PM
Misalnya ada teroris berdiri di depan gereja membawa Peluncur Bom.
Di depan gereja di taruh gambar Tuhan Yesus.

Ayo , kalau kalau kamu murtad, gereja tak akan dihancurkan. Tinggal ludahin saja gambar Tuhan Yesus.
Lalu kamu murtad dan meludahi gambar Tuhan Yesus ?

Salam Hidup Sementara.
Apa susahnya meludahi gambar Tuhan Yesus, untuk selamatkan ratusan orang di gereja ??

Lalu, apakah Tuhan akan sebut saya murtad ? Saya pastikan tidak .. sebab Tuhan tahu hati dan pikiran saya.. paling anda dan manusia yg bilang saya murtad.. hahaha..

JBU
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 04, 2018, 04:03:38 PM
Apa susahnya meludahi gambar Tuhan Yesus, untuk selamatkan ratusan orang di gereja ??

Lalu, apakah Tuhan akan sebut saya murtad ? Saya pastikan tidak .. sebab Tuhan tahu hati dan pikiran saya.. paling anda dan manusia yg bilang saya murtad.. hahaha..

JBU

Masa ? Yakin ?

Lukas  12
12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.

Lukas  12
12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

Coba kasih pencerahan.

Salam Damai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: viruskasih on December 04, 2018, 04:04:19 PM
Kan saya sudah jelaskan, kalau seorang pendeta/Pastur atau siapapun, yg rela bunuh diri, untuk selamatkan orang lain, itu lah yg disebut “pengorbanan” dan pengorbanan itulah kasih terbesar yg menggambarkan iman terbesar dalam Kristen.
Nah itu dia, bray.
Menurut elo, kenapa sang pendeta dalam film itu gak bunuh diri aza?

Jadi.. iman terbesar itu bukan karena “kita percaya”, tetapi iman terbesar itu jika kita mau “berkorban”.
Saya sudah jelaskan sebelumnya .. Saya didalam nama Tuhan Yesus, rela dan ikhlas untuk menyangkal, durhaka, murtad, bunuh diri dan mati .. demi selamatkan orang lain, agar orang tersebut selamat. Itu akan menjadi anugerah terbesar dalam hidup saya.
Pertanyaan gue, kalo setelah mati elo PASTI masuk NERAKA, kira-kira elo masih rela dan ikhlas gak?

Saudara ku .. Kristus itu telah menjadi “pendosa” demi manusia, Kristus itu telah korbankan tahtah surga demi manusia, Kristus itu sudah menjadi terkutuk di salib demi manusia.
Menjadi "pendosa"? Doktrin gereja mana, bray?

FT .. Jika kita hidup didalam Kristus, maka kita pun akan mati bersama Dia.. jadi, kalau kita akan mati bersama Kristus, apa yg harus ditakutkan oleh orang2 percaya??
Oke.

Banyak manusia hanya melakukan, apa yg “diperintah kan Tuhan”, tetapi sedikit manusia yg melakukan, apa yg dibutuhkan/diinginkan/dikehendaki oleh Tuhan.
Nah itu, menurut elo, apakah sang pendeta melakukan yang diperintahkan Tuhan?
Apakah sang pendeta melakukan apa yang dibutuhkan/diinginkan/dikehendaki oleh Tuhan?

Di atas elo bilang :
Saya didalam nama Tuhan Yesus, rela dan ikhlas untuk menyangkal, durhaka, murtad, bunuh diri dan mati .. demi selamatkan orang lain, agar orang tersebut selamat. Itu akan menjadi anugerah terbesar dalam hidup saya.

Pertanyaan gue :
Apakah elo yakin sedang melakukan apa yang diperintahkan Tuhan?
Apakah elo yakin sedang melakukan apa yang dibutuhkan/diinginkan/dikehendaki oleh Tuhan?

Darimana elo tahu dengan yakin kalo Tuhan memang memerintahkan hal tersebut?
Darimana elo tahu dengan yakin kalo Tuhan memang membutuhkan/menginginkan/mengkehendaki hal tersebut?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: rama noor on December 09, 2018, 08:45:43 AM
Secara garis besar ceritanya :
Ada dua pendeta dari Portugal yang sedang mencari pendeta yang "hilang" di Jepang.
Di Jepang saat itu agama Kristen dilarang ada di negara tsb.

Apabila ada penduduk Jepang yang beragama Kristen
maka opsi yang ditawarkan pemerintah setempat adalah :
A. murtad dgn deklarasi [menginjak gambar Yesus ataupun meludahi salib], hidup.
B. tidak mau murtad, disiksa sampai mati.

Secara garis besar spt yg diketahui oleh umum, kedua model diatas (A/B) itu typical.
Mati sebagai martir sudah sering terjadi karena penganutnya memilih B.

Nah, yang menarik pada film ini adalah :
Kedua pendeta itu dikasih opsi :
C. murtad dgn deklarasi [menginjak gambar Yesus ataupun meludahi salib], bebas.
D. tidak mau murtad, penduduk Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati, pendeta ditahan.

Di awal awal (sebelum ketahuan oleh pemerintah setempat bhw ada pendeta bule disitu),
pemerintah setempat memberi opsi ke penduduk Jepang beragama Kristen :
E. menyerahkan pendeta bule tsb, bebas
F. tidak ada yang menyerahkan, warga Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati.

Nah, topik disini membicarakan seputaran C, D, E dan F.

Di E dan F,
ketimbang si pendeta rela menyerahkan dirinya,
mereka merelakan bbrp penduduk Jepang disiksa sampai mati
dimana mereka ngliatin penyiksaan/pembunuhan tsb ngumpet2 dari kejauhan.

Di C dan D adalah situasi dimana akhirnya pendeta tsb tertangkap....
namun tetep aja nggak mau murtad (nginjek gambar Yesus ataupun ngeludahin salib)
si pendeta lebih memilih ngliatin itu orang2 Jepang beragama Kristen disiksa sampai mati,
ketimbang si pendeta memilih diri sendiri masuk neraka (murtad)

Pada akhirnya si pendeta memilih murtad (nginjek gambar Yesus).

Begitu kira2 kisah garis besarnya, 888.

apapun yang dipilih (A/B/C/D/E/F) hanya Tuhan yang paling tepat untuk menilai
kita hanya bisa berharap apapun yang dipilih semoga itu yang baik dan benar menurut Tuhan
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: jamu on December 09, 2018, 09:00:10 AM
Alkitab Firman Tuhan sudah lebih dari cukup untuk menilai apakah ajaran Gereja benar atau salah.

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 09, 2018, 09:05:07 AM
Masa ? Yakin ?

Lukas  12
12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.

Lukas  12
12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

Coba kasih pencerahan.

Salam Damai.
Coba anda baca 1 Perikop dan jangan dipenggal FT tsb, FT disana ditujukan untuk murid2 dalam hal “pelayanan atau pemberitaan Injil”, sementara topik yg dibahas disini, adalah berbicara tentang “pengorbanan”, jadi FT yg anda suguhkan itu “tidak nyambung”, alias tulalit.. hahaha..

Pengorbanan, adalah buah Kasih terbesar dalam Kristen, kata Yesus .. pohon itu dapat dilihat dari buahnya, artinya .. iman kamu, dapat dilihat dari “buah kasih mu”.

Jbu..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 09, 2018, 09:45:38 AM
Nah itu dia, bray.
Menurut elo, kenapa sang pendeta dalam film itu gak bunuh diri aza?
Lha, perintah untuk menyelamatkan orang2 tsb, adalah dengan jalan meludah/menginjak gambar/salib Tuhan, bukan untuk bunuh diri.. nah, kalau dia bunuh diri dan orang desa itu dibunuh juga, akibat pendeta itu tidak melaksanakan perintah, maka tidak ada arti kematiannya si pendeta.

[
Quote from:
b]Pertanyaan gue, kalo setelah mati elo PASTI masuk NERAKA, kira-kira elo masih rela dan ikhlas gak?[/b]
Kenapa tidak .. apa lah artinya saya yg debuh tanah ini, dibanding kan oleh pengorbanan Kristus yg telah rela tinggalkan tah-tah surga.

Kristus sudah berkorban untuk semua manusia, masak kita tidak mau berkorban untuk segelintir manusia.. hahaha..

Quote from:
Menjadi "pendosa"? Doktrin gereja mana, bray?
2 Korintus 5:21 .. Dia yg tidak mengenal dosa, telah dibuatnya MENJADI DOSA karena Kita, supaya dalam Dia, kita dibenarkan oleh Allah.

Quote from:
Oke.
Nah itu, menurut elo, apakah sang pendeta melakukan yang diperintahkan Tuhan?
Apakah sang pendeta melakukan apa yang dibutuhkan/diinginkan/dikehendaki oleh Tuhan?
Tepat .. sang pendeta melakukan, bukan yg diperintahkan oleh Tuhan, tetapi tahap yg lebih tinggi, yaitu .. Sang pendeta melakukan apa yg dikehendaki oleh Tuhan, yaitu “PENGORBANAN”.

Quote from:
Di atas elo bilang :
Saya didalam nama Tuhan Yesus, rela dan ikhlas untuk menyangkal, durhaka, murtad, bunuh diri dan mati .. demi selamatkan orang lain, agar orang tersebut selamat. Itu akan menjadi anugerah terbesar dalam hidup saya.

Pertanyaan gue :
Apakah elo yakin sedang melakukan apa yang diperintahkan Tuhan?
Apakah elo yakin sedang melakukan apa yang dibutuhkan/diinginkan/dikehendaki oleh Tuhan?

Darimana elo tahu dengan yakin kalo Tuhan memang memerintahkan hal tersebut?
Darimana elo tahu dengan yakin kalo Tuhan memang membutuhkan/menginginkan/mengkehendaki hal tersebut?
Haul yakin .. Tuhan membutuhkan orang2 yg mau “BERKORBAN” bagi Nya. Kata Yesus.. Kasih yg terbesar, bukan orang yg melakukan perintahnya, TETAPI Kasih yg terbesar, adalah “jika seseorang mau mati untuk sahabatnya atau untuk orang lain”.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 09, 2018, 01:02:42 PM
Coba anda baca 1 Perikop dan jangan dipenggal FT tsb, FT disana ditujukan untuk murid2 dalam hal “pelayanan atau pemberitaan Injil”, sementara topik yg dibahas disini, adalah berbicara tentang “pengorbanan”, jadi FT yg anda suguhkan itu “tidak nyambung”, alias tulalit.. hahaha..

Pengorbanan, adalah buah Kasih terbesar dalam Kristen, kata Yesus .. pohon itu dapat dilihat dari buahnya, artinya .. iman kamu, dapat dilihat dari “buah kasih mu”.

Jbu..

Apaan sih ? Sudah jelas sekali itu semua orang. Kita itu orang Kristen, Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan. Kapan pula pake acara murtad demi kemuliaan Tuhan.

Pengorbanan ? Huh. Engkau tak jelas apa arti pengorbanan itu. Demi duniawi atau sorgawi. Bedain itu dulu. Pengorbanan demi manusia dengan mengkhianati Allah yang Hidup. Mikir.

Kalau pengorbanan sorgawi itu harus untuk Tuhan. Nah itu baru benar.

Salam Santai
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 09, 2018, 01:04:23 PM
Murtad ? Kalian kira sedang main-main sama TUhan. Sebentar percaya sebentar Murtad ? Amplop dah.

4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS,

5. dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

6. namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Masih mikir murtad ?

Salam Santai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: jamu on December 09, 2018, 01:12:30 PM
Murtad ? Kalian kira sedang main-main sama TUhan. Sebentar percaya sebentar Murtad ? Amplop dah.

4. Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam ROH KUDUS,

5. dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang,

6. namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Masih mikir murtad ?

Salam Santai.

Istilah namun,kalau atau jikalau hanya bersifat andaikata bukan realitas karena bagi orang percaya lanjutan dari prikop itu mengatakan tetap selamat :

Ibr.6:9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 09, 2018, 01:23:58 PM
Istilah namun,kalau atau jikalau hanya bersifat andaikata bukan realitas karena bagi orang percaya lanjutan dari prikop itu mengatakan tetap selamat :

Ibr.6:9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan

Saya tak setuju dengan itu. Murtad jelas udah tidak percaya. Bagaimana mungkin bisa diselamatkan. ? Kita ini tidak bisa bermain-main dalam hal - hal begini. Sebentar Percaya sebentar murtad.

Coba jelasin. Memang begitu ?

Salam Santai.


Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 09, 2018, 01:32:40 PM
Anggaplah kita adalah orang Kristen yang sedang mau dibunuh itu.
Melihat pendetamu disuruh murtad terus kamu ngapain ?

1. Sembunyi dan diam-diam
2."Teriak, murtad dong pendeta demi nyawa kita , pengorbanan yang mulia tuh. Bagus demi kemanusiaan"
3."Pendeta tak boleh murtad , kami lebih baik mati daripada kamu murtad!".

Kamu pilih yang mana ?

Salam Mikir saja deh.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: viruskasih on December 09, 2018, 07:27:09 PM
Lha, perintah untuk menyelamatkan orang2 tsb, adalah dengan jalan meludah/menginjak gambar/salib Tuhan, bukan untuk bunuh diri.. nah, kalau dia bunuh diri dan orang desa itu dibunuh juga, akibat pendeta itu tidak melaksanakan perintah, maka tidak ada arti kematiannya si pendeta.
Oh, bunuh diri itu cuma berandai-andai, bray.

Ya karena jika si pastor bunuh diri, otomatis dia ga perlu murtad, kan. Bunuh diri disini bukan gantung diri kayak Yudas Iskariot, ya. Tapi yang sifatnya heroik gitu loh. Kayak di film-film action, bray. Bukan lebih tepatnya disebut "korban diri" (tapi ujung-ujungnya mati).
 
Tapi mungkin saja si pastor mungkin memiliki pertimbangannya sendiri. Who knows.

[Kenapa tidak .. apa lah artinya saya yg debuh tanah ini, dibanding kan oleh pengorbanan Kristus yg telah rela tinggalkan tah-tah surga.
Elo rela dan ikhlas masuk neraka? Serius bray?

Kalo beneren, gue angkat jempol & salut sama elo, bray. Gue aza mati-matian ngehindari neraka, eh elo malah rela dan ikhlas masuk neraka.

Gue doain deh supaya semangat elo ini ga bakal pudar selamanya. Amin.

Kristus sudah berkorban untuk semua manusia, masak kita tidak mau berkorban untuk segelintir manusia.. hahaha..
Kalo berkorban sih gue mah oke-oke aza, bray.

Cuma kalo berkorban sampai gue masuk ke neraka, kayaknya elo aza deh yang maju.
Gue pass.


2 Korintus 5:21 .. Dia yg tidak mengenal dosa, telah dibuatnya MENJADI DOSA karena Kita, supaya dalam Dia, kita dibenarkan oleh Allah.
Ya mana sama, bray.

"MENJADI PENDOSA" dengan "MENJADI DOSA", ya mana samalah. Coba deh elo buka-buka naskah aslinya, kalo ga percaya.


Tepat .. sang pendeta melakukan, bukan yg diperintahkan oleh Tuhan, tetapi tahap yg lebih tinggi, yaitu .. Sang pendeta melakukan apa yg dikehendaki oleh Tuhan, yaitu “PENGORBANAN”.
Oh, jadi murtad-nya si pastor bukan perintah Tuhan tapi kehendak Tuhan, gitu bukan?

Atau Tuhan berkehendak supaya si pastor "mengorbankan iman-nya kepada Tuhan" untuk menyelamatkan orang lain. Apakah seperti itu, bray?


Haul yakin .. Tuhan membutuhkan orang2 yg mau “BERKORBAN” bagi Nya. Kata Yesus.. Kasih yg terbesar, bukan orang yg melakukan perintahnya,

TETAPI Kasih yg terbesar, adalah “jika seseorang mau mati untuk sahabatnya atau untuk orang lain”.
Nah, itu elo sendiri sudah jawab sendiri pertanyaan gue yang pertama.

Mau MATI dan bukan mau MURTAD.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 08:31:44 AM

Lalu, apakah Tuhan akan sebut saya murtad ?
Nah.. kayaknya disitulah pointnya.

Definisi murtad lebih ditujukan pada perihak perihal "apa kata orang" selanjutnya dikatakan bahwa "apa kata orang" tsb idem dengan "apa kata Tuhan".

Contoh misal...

Kata orang:
1. Murtad = meludahi gambar Yesus

2. Kalo ada orang Kristen meludahi gambar Yesus
Maka itu Kristen gadungan, orang beriman Kristen palsu sejak mulanya.

Pertanyaannya:
Ayat mana yg bisa menuntun ke kesimpulan spt nomor 1 dan nomor 2?

Saya disini gak ngomongin sikon normal karena sesuai topik, sikon yg diajukan adalah sikon tidak normal.

So, ya terserah orang mau kata apa (misal spt nomor 1 dan nomor 2) pabila itu di dalam sikon normal. Namun sekali lagi, dalam hal ini sikon yg diajukan adalah sikon gak normal... jadi...

Bgmana itu ceritanya orang didalam sikon ga normal tetep aja kekeuh ngikutin apa kata orang laen?

Kesimpulan:
Di sikon ga normal, Orang yg kayak gitu (ngikutin apa kata orang) adalah orang yg sok, menjaga gengsi demi dirinya tidak sampai di cemooh oleh orang laen.

Ibarat kata:
Di sikon ga normal, seseorang didalam state kelaparan, gak mau makan dgn tangan (tanpa sendok) demi dirinya gak sampai di cemooh oleh orang laen yg berupa "artinya itu orang jorok krn dia makan pakai tangan".

Org tsb lebih milih tetep dikatakan oleh orang laen : "orang itu bersih karena gak mau makan pakai tangan".

Orang beriman sejati, gak meludahi gambar Yesus
Orang beriman palsu, meludahi gambar Yesus
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 08:54:08 AM
Anggaplah kita adalah orang Kristen yang sedang mau dibunuh itu.
Melihat pendetamu disuruh murtad terus kamu ngapain ?

1. Sembunyi dan diam-diam
2."Teriak, murtad dong pendeta demi nyawa kita , pengorbanan yang mulia tuh. Bagus demi kemanusiaan"
3."Pendeta tak boleh murtad , kami lebih baik mati daripada kamu murtad!".

Kamu pilih yang mana ?

Salam Mikir saja deh.
lion membalik point of view nya. Dari pov si pendeta ke pov para jepang Kristen yg disiksa sampai mati.

Anyway,
yg di nomor 1, kisah yg disajikan, para Jepang Kristen melindungi si pendeta. So... jepang2 Kristen tsb memilih diam.

Yg nomor 2 dan nomor 3,
Point of view yg sedang di fokuskan adalah pov si pendeta. Taroh kata Jepang Kristen tsb bilang spt nomor 2 ataupun spt nomor 3, DAN si pendeta menuruti apa kata mereka, maka jadinya bisa dikatakan bhw si pendeta melakukan "apa kata orang".

Lion sbg jepang Kristen yg disiksa sampai mati milih nomor berapa?

Saya duga dirimu milih nomor 1. Dan apabila dugaan saya bener, sekarang di balik kembali posisinya, dirimu adalah si pendeta dimana Jepang Kristen tsb memilih spt nomor 1....diam, melindungi dirimu.

Kamu pilih mana?
A. Milih utk tetep menjadi "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman sejati"..... Biarlah mereka pada disiksa, pokok gue gak sampai dikatakan orang laen "beriman palsu".

ataukah
B. Rela berkorban agar mereka tdk disiksa dgn tidak perduli akan "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman palsu".... Biarlah orang lain ngatain gue "beriman palsu" pokok mereka tidak sampai disiksa.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 09:59:34 AM
Saya tak begitu mengerti tulisan panjang-panjang atau yang lain. (Harap maklum kalau saya tak baca)

Terus kagak ada yang memilih. Cape ya.

Inti nya saja.

Sekarang bagaimana menurut saya yang harus dilakukan si pendeta kan ?
Saya bukan pendeta, jadi saya jelaskan pilihan saja ke para pendeta.

Gampang kan, serbu saja bawa tongkat kek , teriakin "Hidup untuk Kristus, Mati adalah keuntungan." Tak takut mati ah. Bagaimana dengan yang lagi ditawan.. Sama.. Serbu juga.. teriakin "Hidup untuk Kristus, Mati adalah keuntungan."  Hasil. yah.. Mati kali semua mungkin.

Namun akhir cerita, semua bahagia di surga.

Sekarang kalau pendeta murtad ? Apakah akibatnya ?
1. Orang yang melihat semua mencemooh Tuhan. Heh ? Tuhanmu cuma segitu saja harganya ?
2. Orang Kristen yang melihat pendetanya Murtad semua imannya runtuh. Pendeta saja murtad, apalagi kita ?

Pilih yang mana ?

Salam Santai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 10:06:06 AM

Pengorbanan ? Huh. Engkau tak jelas apa arti pengorbanan itu.

Demi duniawi atau sorgawi.
Nah itu...
Demi sorgawi = Demi masuk sorga.

Demi masuk sorga, biarlah orang lain disiksa.

Quote
Pengorbanan demi manusia dengan mengkhianati Allah yang Hidup.
Dari pada gue mengkhianati Allah, mending mereka aja yg disiksa. So...

Quote
Kalau pengorbanan sorgawi itu harus untuk Tuhan. Nah itu baru benar.
so....
Jadi, dimana itu ayatnya yang mengajarkan [demi masuk sorga korbankanlah orang lain disiksa] ?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 10:15:30 AM
Dari pada gue mengkhianati Allah, mending mereka aja yg disiksa. So...
 so....
ketika kamu menghianati Allah, Yang melihat akan menghianati Allah juga. Kamu mempermalukan Allah, sedangkan kamu pendeta, gimana nanti jemaat kamu ? Yah sama saja akan mengikuti. Hasil ? Makin banyak yang masuk neraka ? Pengorbanan Surgawi ? Mikir.

Siksa ? Apakah orang Kristen yang Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan takut disiksa ? Kemudian menyuruh pendetanya Murtad ? Mikir.

Salam Santai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: alephtav on December 10, 2018, 10:24:08 AM
Pertanyaan yang muncul dari skenario pendeta yang disuruh murtad ini adalah akibat gagal paham.
Sekarang ini kita bukan lagi di bawah hukum tetapi di bawah kasih karunia.
Sekarang ini Tuhan bukan memberikan tuntutan melalui suatu hukum, tapi justru menolong kita dalam kehidupan ini.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 10:34:40 AM

Sekarang bagaimana menurut saya yang harus dilakukan si pendeta kan ? 
point pertanyaan saya sebenernya bukan spt yg di quote atas, lion.

Yg saya tanyakan, dimana itu ayatnya yg mengajarkan [demi sorga, korbankanlah orang lain disiksa].

 
Quote
Gampang kan, serbu saja bawa tongkat kek , teriakin "Hidup untuk Kristus, Mati adalah keuntungan." Tak takut mati ah.
Sdh dijelaskan sebelum2nya, ini bukan soal mati jasmani, lion. Ini bukan soal "gapapa gue disiksa sampai mati, pokok toh akhirnya gue bahagia di sorga".

Quote
Namun akhir cerita, semua bahagia di surga.
nah itu...
Yg diajukan disini adalah :
"Gapapa mereka disiksa sampai mati, pokok toh akhirnya mereka semua bahagia di sorga"

Dimana itu ayatnya ?

Quote
Sekarang kalau pendeta murtad ? Apakah akibatnya ?
1. Orang yang melihat semua mencemooh Tuhan. Heh ? Tuhanmu cuma segitu saja harganya ?
kok nanya... kan tuhan (jamu) berfirman  "kalo pendeta murtad, maka dia beriman palsu".

Quote
2. Orang Kristen yang melihat pendetanya Murtad semua imannya runtuh. Pendeta saja murtad, apalagi kita ?
loh... gak ada koneksinya yg kayak di quote atas donk, lion.

Kalian yg melihat pendetanya murtad ngomong kayak gini : "artinya dia itu beriman palsu... kita yg beriman sejati tidak akan murtad".

Jelas ya.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 10:46:45 AM
point pertanyaan saya sebenernya bukan spt yg di quote atas, lion.
Yg saya tanyakan, dimana itu ayatnya yg mengajarkan [demi sorga, korbankanlah orang lain disiksa].
Siapa yang menyuruh kamu mengorbankan diri ?

Itu kan cuma kondisi yg dibuat seperti itu. Memaksakan kondisi seperti itu. Lalu yang memaksakan kondisi itu siapa ? Tuhan atau manusia ?

Yang jelas pendeta disuruh murtad. Pilihannya.  Mendingan saya mati daripada murtad. (Jelas ya)
Yang disiksa ? Mendingan saya mati disiksa daripada nyuruh orang murtad. (Orang Kristen ya)

Kondisi pengorbanan ? Yang disiksa saja kagak minta pendeta berkorban , lalu dimana cerita pengorbanan dirinya ? Berkorban buat siapa ? Yang disiksa saja tak meminta.

Salam santai..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 11:05:11 AM
ketika kamu menghianati Allah, Yang melihat akan menghianati Allah juga.
Kok jadi ke [mengkhianati Allah] sih?

State kalian sejak baru lahir kan "sudah berkhianat kepada Allah, pendosa, a sinner di hadapan Allah sejak lahir".

Nah...
Kalimat [Beriman palsu] itu kan jadinya baru bisa nongol ketika org terkait pura2 menjadi Kristen. So... gak ada disini sikon "berkhianat".

Klu orang kawinin orang pura2 aja sbg suami/istri, maka ga ada itu sikon "berkhianat" secara dr pov org terkait krn sejak awalnya ga ada itu "cinta sejati", melainkan "cinta palsu". Secara dari pov pasangannya, "berkhianat" jadi nongol krn tadinya si pasangan ngirain org trkait diawalnya "cinta sejati".

Quote
Kamu mempermalukan Allah, sedangkan kamu pendeta, gimana nanti jemaat kamu ?
. Hadeuh... kok lagi lagi nanya...
Jawabannya kan sdh ada...

Q: gimana nanti jemaat yg ngliat pendetanya murtad demi orang2 Kristen lainnya tidak disiksa?

A: jemaat akan bilang "pendeta tsb pendeta gadungan, beriman palsu. Kami beriman sejati, tidak akan murtad".

Quote
Yah sama saja akan mengikuti.
aneh konsekwensi yg kamu ajukan, lion. Karena Jemaat tidak beriman palsu, maka jemaat tidak akan murtad spt si pendeta.

So... jemaat tidak akan mengikuti si pendeta lah... kan jemaat beriman sejati.

Quote
Hasil ? Makin banyak yang masuk neraka ? Pengorbanan Surgawi ? Mikir.
kamu ini ga nangkep point thread ini.

 Pendeta : "klu gue murtad, maka jemaat bilang gue beriman palsu".

Quote
Siksa ? Apakah orang Kristen yang Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan takut disiksa ?
sudah "sejuta" kali saya bilangin, ini bukan perihal si pendeta disiksa sampai mati klu ga mau murtad. Ngerti kan kalimat diatas.

Quote
Kemudian menyuruh pendetanya Murtad ? Mikir.
dirimu tidak menjawab: km sbg Jepang Kristen yg disiksa milih yg mana berdasarkan 3 opsi yg dirimu sendiri ajukan di post sebelumnya?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 11:11:04 AM
dirimu tidak menjawab: km sbg Jepang Kristen yg disiksa milih yg mana berdasarkan 3 opsi yg dirimu sendiri ajukan di post sebelumnya?
Lha udah jelas kan. Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan.
Silahkan siksa sampai mati. Pokoknya tak memaksa agar pendeta gua murtad.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.

Salam damai.
(Maaf, saya tak nonton film itu, cuma mengira-ngira kejadiannya saja. Harap tak bingung).
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Granits on December 10, 2018, 01:27:23 PM
Lha udah jelas kan. Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan.
Silahkan siksa sampai mati. Pokoknya tak memaksa agar pendeta gua murtad.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.

Salam damai.
(Maaf, saya tak nonton film itu, cuma mengira-ngira kejadiannya saja. Harap tak bingung).

Sebenarnya ada kisah di PL Yosua 2, yaitu Rahab.
Walaupun Rahab berbohong namun dia tetap dibenarkan.
Padahal 'berbohong' itu adalah dosa.

Ada juga kisah orang Majus, yang mangkir dan tidak kembali kepada Herodes... karena diingatkan oleh Tuhan.

Jadi dalam keadaan yang memang 'buah simalakama' adalah lebih bijak untuk bertindak yang 'minus malum' (melakukan kesalahan/pelanggaran/dosa yg lebih kecil, jika itu menghindarkan kejahatan yang lebih besar).

Kalau saya pribadi... dgn contoh kasusnya sdr Oda, saya lebih memilih murtad, daripada seluruh Kekristenan dibantai habis di daerah itu.
====

Salam,
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: HenHen on December 10, 2018, 01:30:38 PM
dipilih2 jg kalo mau "boong" begitu itu yang gimana....

kalo boongnya seputar menyangkal ke-Tuhan-an Yesus, saran saya jangan dilakukan, apapun resikonya
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 01:53:32 PM
Sebenarnya ada kisah di PL Yosua 2, yaitu Rahab.
Walaupun Rahab berbohong namun dia tetap dibenarkan.
Padahal 'berbohong' itu adalah dosa.

Ada juga kisah orang Majus, yang mangkir dan tidak kembali kepada Herodes... karena diingatkan oleh Tuhan.

Hati-hati, semua berdosa, namun dosa apa ? Bedain dengan murtad.

5:17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.

Misal nih ada misionaris sembunyi di rumah saya, terus datanglah pengejar-pengejarnya mau membunuh dia.
Lalu bertanya.. "Kamu lihat ngak orang ini.."
Langsung saya jawab.."Saya tak tau.." geto.

10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Saya berdosa. Benar Berbohong. Akibat dosa, yah kena ntar karma.
Namun apakah hilang keselamatan. Yah ngak.

Salam Santai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Granits on December 10, 2018, 02:45:13 PM
Hati-hati, semua berdosa, namun dosa apa ? Bedain dengan murtad.

5:17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.

Misal nih ada misionaris sembunyi di rumah saya, terus datanglah pengejar-pengejarnya mau membunuh dia.
Lalu bertanya.. "Kamu lihat ngak orang ini.."
Langsung saya jawab.."Saya tak tau.." geto.

10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Saya berdosa. Benar Berbohong. Akibat dosa, yah kena ntar karma.
Namun apakah hilang keselamatan. Yah ngak.

Salam Santai.

Terus terang... saya tidak berani mengatakan bahwa :

Menginjak gambar dan Salib Kristus ==> merupakan dosa yang mendatangkan maut (Dosa Besar menurut kami yg Katolik)

Sedangkan

Membiarkan banyak saudara Kristen dibantai oleh orang lain (ketika keadaan memungkinkan saya utk menyelamatkan mereka) ==> bukan merupakan dosa yg mendatangkan maut.

Saya pribadi (bukan yg lain), berpikir yg sebaliknya.

===

Salam,


Nb.
- sekalian menjawab Sdr. Hen Hen.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: HenHen on December 10, 2018, 02:51:31 PM
apakah menginjak salib = menyangkal Yesus? :)
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 02:53:36 PM
Terus terang... saya tidak berani mengatakan bahwa :
Menginjak gambar dan Salib Kristus ==> merupakan dosa yang mendatangkan maut (Dosa Besar menurut kami yg Katolik)

Itu tergantung pemikiran masing-masing lah.

12:8 Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.

Salam Santai saja. Toh cuma teori juga. Keselamatan akhirnya ditentukan oleh Tuhan.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Granits on December 10, 2018, 02:58:16 PM
apakah menginjak salib = menyangkal Yesus? :)

Dunno. Tanya oda aja.  :)

Tapi kalau ngeliat perbandingannya sih... sepertinya itu yg dimaksud. (menyangkal).

===

Salam,
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 03:06:03 PM
Membiarkan banyak saudara Kristen dibantai oleh orang lain (ketika keadaan memungkinkan saya utk menyelamatkan mereka) ==> bukan merupakan dosa yg mendatangkan maut.

Saya pribadi (bukan yg lain), berpikir yg sebaliknya.


Di sini konsepnya jadi salah. Karena menyelamatkan itu memiliki dua arti.

1. Selamatkan secara ragawi (Nyawa)
2. Selamatkan secara Rohani (Roh)

Nah. Urusan Rohani, Kalau kamu misalnya menginjak gambar Tuhan Yesus, meludahi gambar Tuhan Yesus,  jelas orang sekitar akan melihat kamu, masih kah dia mau percaya sama Tuhanmu ? Masih kah kamu memiliki kesaksian ? Masihkah layak Tuhanmu dipercaya ?

Orang yang mengikuti kamu misalnya jemaatmu , masihkah mereka memiliki iman ? Apakah menurutmu keselamatan secara Rohani akan terjadi ? Atau sebaliknya ?

Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa. Layakkah ?

Salam Hidup hanya sementara.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Granits on December 10, 2018, 03:14:44 PM
Di sini konsepnya jadi salah. Karena menyelamatkan itu memiliki dua arti.

1. Selamatkan secara ragawi (Nyawa)
2. Selamatkan secara Rohani (Roh)

Nah. Urusan Rohani, Kalau kamu misalnya menginjak gambar Tuhan Yesus, meludahi gambar Tuhan Yesus,  jelas orang sekitar akan melihat kamu, masih kah dia mau percaya sama Tuhanmu ? Masih kah kamu memiliki kesaksian ? Masihkah layak Tuhanmu dipercaya ?

Orang yang mengikuti kamu misalnya jemaatmu , masihkah mereka memiliki iman ? Apakah menurutmu keselamatan secara Rohani akan terjadi ? Atau sebaliknya ?

Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa. Layakkah ?

Salam Hidup hanya sementara.

Lah contoh Rahab yg saya sampaikan sebelumnya juga mengenai itu.

Rahab berbohong ==> mati rohani.

Kalau Rahab gak berbohong ===> palingan orang yg diumpetin Rahab itu akan dibunuh (mati fisik)

===

Salam,
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 03:19:24 PM
Lah contoh Rahab yg saya sampaikan sebelumnya juga mengenai itu.

Rahab berbohong ==> mati rohani.

Kalau Rahab gak berbohong ===> palingan orang yg diumpetin Rahab itu akan dibunuh (mati fisik)

Salam,

Lalu apakah dengan Rahab berbohong , ada Jiwa yang hilang ? Apakah ada yang kehilangan Iman ? Kehilangan kepercayaan dll ? Mati rohani ? darimana kesimpulan itu.?

Kurasa udah jelas ya tentang hal ini (Keselamatan Ragawi). Saya juga akan berbohong. Dosa. Iya. Kehilangan keselamatan. Ya ngak.

Ini tentang keselamatan Ragawi lho. Bedain dengan keselamatan Jiwa/Rohani/Roh.

Bedain dengan yang ini.

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Salam Santai.

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 10, 2018, 03:37:05 PM
Sekarang mungkin banyak yang bertanya. Antara memilih Tuhan Yesus dan mengasihi begitu banyak nyawa yang mungkin hilang. Mana lebih penting ? Bagaimana kalau nyawa keluarganya sendiri yang dipertaruhkan ?

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Salam Hidup sementara.


Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: HenHen on December 10, 2018, 03:42:47 PM
Dunno. Tanya oda aja.  :)

Tapi kalau ngeliat perbandingannya sih... sepertinya itu yg dimaksud. (menyangkal).

===

Salam,

paen tanya dia, orang dia juga bukan orang Kristen, jawaban dia juga gak valid  :tongue:
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Granits on December 10, 2018, 05:39:15 PM
Lalu apakah dengan Rahab berbohong , ada Jiwa yang hilang ? Apakah ada yang kehilangan Iman ? Kehilangan kepercayaan dll ? Mati rohani ? darimana kesimpulan itu.?
Berbohong itu adalah dosa, dan upah dosa adalah maut. [Maut disini adalah mati rohani, the death of the soul, bukan physical death]

Rahab lebih memilih melakukan dosa berbohong, daripada memberitahukan keberadaan dua orang mata-mata utusan Yosua, kepada orang yg diutus raja Yerikho.

Jika Rahab tidak berbohong===> maka dia tidak berdosa (berbohong)... tapi akibatnya dua utusan Yosua mungkin akan mati dibunuh oleh orang Yerikho.

Mengikuti alur pemikiran Anda, harusnya Rahab gak usah berbohong... supaya dia gak perlu bersaksi dusta, dan juga kalaupun dua orang utusan Yosua itu tertangkap karena dikasih tahu oleh Rahab... palingan kedua orang tersebut dibunuh (Mati ragawi).

Tapi kita tahu bahwa di kisah itu... Rahab berbohong dan dua mata-mata yg diutus Yosua selamat nyawanya/raganya.
===

Kurasa udah jelas ya tentang hal ini (Keselamatan Ragawi). Saya juga akan berbohong. Dosa. Iya. Kehilangan keselamatan. Ya ngak.

Ini tentang keselamatan Ragawi lho. Bedain dengan keselamatan Jiwa/Rohani/Roh.
Yang namanya berdosa itu adalah menyangkut Roh/jiwa; bukan ragawi.

Jadi mau dosa berat apa pun.... endingnya adalah Mati Rohani.

membunuh (dengan segala bentuknya: aborsi, bunuh diri, eutanasia, membiarkan pembunuhan terjadi, etc), berzinah, mencuri, atau menyangkal Kristus===> adalah sama saja. BERDOSA.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa menyangkal Kristus lebih berdosa daripada membunuh, bersaksi dusta, atau berzinah sebagai misal.

Dan ini tidak ada hubungannya dengan keselamatan.  Jika seseorang yg sampai dengan matinya tetap dalam keadaan berdosa maka dia tidak akan Selamat.


Quote
Bedain dengan yang ini.

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Salam Santai.

Ada beberapa penafsiran mengenai ayat ini:

Pertama:
Frasa "it is impossible" di KS tidak serta merta bermakna "TIDAK MUNGKIN SAMA SEKALI".

Frasa itu kadang adalah sebuah hyperbola untuk menyatakan hal yang jarang terjadi atau kecil kemungkinan terjadi. [Di kitab lain, Yesus menggunakan perumpamaan 'Lobang jarum']


19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Adalah impossible seekor unta bisa melalui lubang jarum.

Tapi apa yang dimaksudkan Yesus disini ternyata bukanlah:

" it is impossible for rich men to enter into the kingdom of heaven"

melainkan:

"a rich man shall hardly enter into the kingdom of heaven" ==> sebagaimana tertulis di ayat 23.

Kedua

"enlightened, and have tasted of the heavenly gift, and were made partakers of the Holy Ghost adalah karunia/gifts dari Sakramen Baptis...
Mereka yang sudah pernah menerima Baptis dan jatuh kembali ke pola hidup sebelum dibaptis tidak dapat diperbarui (renewed) kembali dengan Sakramen Baptis, sebab sakramen Baptis hanya sekali untuk selamanya. Sakramen Tobat bisa berkali-kali, tapi sakramen Baptis hanya sekali.

Ketiga

Mereka yang sudah partakers of the Holy Ghost, tapi memilih keluar dari bagian itu memang tidak dapat diselamatkan lagi, bukan karena rahmat Pengampunan ada batasnya... melainkan secara sadar, tahu, dan dan berkehendak tidak berkeinginan untuk ambil bagian dalam persekutuan Kudus.

Di kitab lain... disebut "dosa menghujat ROH KUDUS".

====

Salam,
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 11:24:25 PM
Lha udah jelas kan. Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan.
Silahkan siksa sampai mati.
Ya jadi bener dugaan saya bahwa kamu sbg Jepang Kristen memilih nomor-1 pada tiga opsi yang kamu tawarkan  :happy0062:.

Selanjutnya saya ulang post saya sebelumnya :
Quote
sekarang di balik kembali posisinya, dirimu adalah si pendeta dimana Jepang Kristen tsb memilih spt nomor 1....diam, melindungi dirimu.

Kamu (sbg si pendeta) pilih mana?
A. Milih utk tetep menjadi "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman sejati"..... Biarlah mereka pada disiksa, pokok gue gak sampai dikatakan orang laen "beriman palsu".

ataukah
B. Rela berkorban agar mereka tdk disiksa dgn tidak perduli akan "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman palsu".... Biarlah orang lain ngatain gue "beriman palsu" pokok mereka tidak sampai disiksa.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 11:48:37 PM
apakah menginjak salib = menyangkal Yesus? :)
Nah itu dia Hen.

Seperti yg udah saya sampaikan di post sebelumnya....
Kalo itu kondisi normal, ya saya tidak berpikir bhw [menginjak salib= menyangkal Yesus = murtad] adalah hal "oke oke aja". Saya walo nonK pun akan bertanya-tanya kalo ada orang Kristen menginjak salib dalam kondisi normal. Kondisi normal versi saya disini termasuk kondisi dimana orang Kristen ybs akan disiksa sampai mati kalo dia tidak mau menginjak salib  (ataupun menginjak gambar Yesus). Seperti yg udah saya tulis di awal awal post bhw sikon demikian saya sebut "typical", mati sbg martir dalam kondisi spt demikian.

Namun sesuai dgn topik yg saya ajukan, sikon-nya ini gak normal.
Si Pendeta gak disiksa kalo nggak mao nginjek icon Yesus melainkan orang2 Kristen laen yang disiksa sampai mati.

Sikon demikian kalo ninjau pov si pendeta, pilihannya kan cuma dua :
A. mengorbankan mereka disiksa sampai mati - "pokok gue gak murtad"
B. mengorbankan diri sendiri menjadi murtad agar mereka tidak disiksa sampai mati.

So pointnya disini :
apakah didalam sikon spt demikian, menginjak salib (ataupun menginjak gambar Yesus) = menyangkal Yesus = murtad ?
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 10, 2018, 11:59:55 PM
Membiarkan banyak saudara Kristen dibantai oleh orang lain (ketika keadaan memungkinkan saya utk menyelamatkan mereka) ==> bukan merupakan dosa yg mendatangkan maut.
Nah itu yang bold. Sekali granits ikutan, langsung nangkep maksud saya  :happy0062: :afro:
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 11, 2018, 12:11:55 AM
Sekarang mungkin banyak yang bertanya. Antara memilih Tuhan Yesus dan mengasihi begitu banyak nyawa yang mungkin hilang. Mana lebih penting ?
Sebelum menjawab pertanyaan bold, sudah duluan ada pertanyaan di kalimat ungu, lion.

Dimana itu ayat yang mengajarkan bahwa :
tidak menginjak gambar Yesus = memilih Tuhan = mengasihi Yesus
mengasihi orang laen = TIDAK memilih Tuhan = TIDAK mengasihi Yesus


Dimana itu ayat yang mengajarkan bahwa :
tidak menginjak gambar Yesus = beriman sejati
mengasihi orang laen = beriman palsu

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 11, 2018, 12:44:33 AM
Di sini konsepnya jadi salah. Karena menyelamatkan itu memiliki dua arti.

1. Selamatkan secara ragawi (Nyawa)
2. Selamatkan secara Rohani (Roh)

Nah. Urusan Rohani, Kalau kamu misalnya menginjak gambar Tuhan Yesus, meludahi gambar Tuhan Yesus,  jelas orang sekitar akan melihat kamu, masih kah dia mau percaya sama Tuhanmu ? Masih kah kamu memiliki kesaksian ? Masihkah layak Tuhanmu dipercaya ?
Berondongan pertanyaan2-mu nggak pas diajukan, lion. Nggak pas, karena jawabannya sudah ada....

Q :
begimana jadinya jemaat2 Kristen laen yang ngliat pendetanya murtad demi orang2 laen gak disiksa sampai mati ?

A :
mereka akan bilang "pendeta tsb pendeta gadungan, beriman palsu. Kami beriman sejati, tidak akan murtad".

Quote
Orang yang mengikuti kamu misalnya jemaatmu , masihkah mereka memiliki iman ?
Lah... ajaran Tuhan kan : sekali iman dimiliki selamanya dimiliki. Kalo ada yang murtad, ya itu artinya orang ybs beriman palsu, tidak pernah memiliki iman sejak awalnya.

Quote
Apakah menurutmu keselamatan secara Rohani akan terjadi ?
Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa.
Sekali lagi, jemaat2 tsb beriman sejati - tidak akan murtad ngikut2 kayak si pendeta. keselamatan secara rohani sudah terjadi. Sekali selamat tetep selamat.

Sementara si pendeta beriman palsu - ketauan dari kemurtadan dia.
Keselamatan rohani si pendeta tidak pernah terjadi.

Quote
Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa.
Nggak ada hubungannya donk lion. Kan si pendeta beriman palsu, para jemaat beriman sejati. Dan karena nggak ada hubungannya, maka pertanyaan sbb ini nggak pas diajukan :

Quote
Layakkah ?

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 11, 2018, 01:15:22 AM
12:9 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
Ayat diatas nggak masuk utk dijadikan sbg jawaban atas pertanyaan saya, lion.
Karena yang menjadi pertanyaan adalah :
ayat mana yang mengajarkan bahwa [menginjak foto Yesus = menyangkal Yesus = murtad = beriman palsu] ?

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 11, 2018, 01:27:49 AM
Kondisi pengorbanan ? Yang disiksa saja kagak minta pendeta berkorban , lalu dimana cerita pengorbanan dirinya ?
So, berkorban utk sampe dikatain "beriman palsu" itu mesti nunggu diminta oleh orang laen.

Quote
Berkorban buat siapa ? Yang disiksa saja tak meminta.
Ya.
KARENA yang disiksa aja gak minta gue untuk berkorban
MAKA ya mao ngapain gue berkorban buat mereka ?



Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 12, 2018, 07:50:21 AM
Ganti ceritanya saja.

Pendeta rela/tak rela masuk neraka , asal semua jemaatnya masuk surga.
(saya daftar jadi jemaatnya dulu)

Nah. Kan jadi bagus. Pengorbanan Surgawi. Mantap.

Salam Super.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 12, 2018, 04:23:37 PM
Ganti ceritanya saja.
Atuh jangan diganti. Justru kan topik ini dibikin berdasarkan kisah sikon di felm tsb, lion  :D.

Dirimu sbg pendeta rela ato nggak dikatain orang laen beriman palsu ?

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 13, 2018, 06:00:37 AM
Oh, bunuh diri itu cuma berandai-andai, bray.
Permasalahannya pada topik disini, pendeta itu disuruh “murtad” demi selamatkan banyak nyawa dan BUKAN disuruh bunuh diri.. haha..

Quote from:
Elo rela dan ikhlas masuk neraka? Serius bray?
Hahaha .. apa anda pikir, Tuhan tidak bisa selamatkan saya dari neraka ?? Kok kita batasi kuasa Tuhan .. hahaha..

Quote from:
Gue doain deh supaya semangat elo ini ga bakal pudar selamanya. Amin.
Puji Tuhan Yesus..

Quote from:
Ya mana sama, bray.

"MENJADI PENDOSA" dengan "MENJADI DOSA", ya mana samalah. Coba deh elo buka-buka naskah aslinya, kalo ga percaya.
Hahaha .. kenapa ndak bilang, coba buka bahasa dewanya .. haha ..

Quote from:
Oh, jadi murtad-nya si pastor bukan perintah Tuhan tapi kehendak Tuhan, gitu bukan?
Tuhan itu “membutuhkan” pengorbanan kita, sebagai bukti iman percaya, sebab pengorbanan itu adalah “kasih terbesar”.

Quote from:
Atau Tuhan berkehendak supaya si pastor "mengorbankan iman-nya kepada Tuhan" untuk menyelamatkan orang lain. Apakah seperti itu, bray?
Justru jika si pastor tidak “mengorbankan iman percayanya” demi untuk selamatkan orang lain (khusus dalam topik yg dibahas disini), maka arti sebenarnya .. si Pastur itu tidak beriman. Mengapa ?? Sebab pengorbanan itu adalah “kasih terbesar”.

Quote from:
Mau MATI dan bukan mau MURTAD.
Murtad dalam topik disini adalah sama dengan “kematian” dalam pemahaman manusia, sehingga “murtad” dalam topik yg dibahas disini adalah “pengorbanan terbesar”. Pengorbanan itu, adalah Kasih yg terbesar.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 13, 2018, 06:04:47 AM
apakah menginjak salib = menyangkal Yesus? :)
Hahaha hahaha hahaha .. Apakah Alkitab dan salib = Tuhan Yesus ..
Hahaha haha ..

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 13, 2018, 06:09:04 AM
Lha udah jelas kan. Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan.
Silahkan siksa sampai mati. Pokoknya tak memaksa agar pendeta gua murtad.

3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.

Salam damai.
(Maaf, saya tak nonton film itu, cuma mengira-ngira kejadiannya saja. Harap tak bingung).
Hahaha .. ayat yg anda kutip, tidak dapat dihubungkan dgn konteks topik disini, mengapa ? Ayat yg anda kutip “disuruh menyembah yg lain selain Allah” dan ayat yg anda kutip “tidak berbicara tentang pengorbanan untuk orang lain, tetapi ayat itu bercerita untuk kepentingan diri mereka sendiri”.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 14, 2018, 12:16:23 AM
Hahaha .. ayat yg anda kutip, tidak dapat dihubungkan dgn konteks topik disini, mengapa ? Ayat yg anda kutip “disuruh menyembah yg lain selain Allah” dan ayat yg anda kutip “tidak berbicara tentang pengorbanan untuk orang lain, tetapi ayat itu bercerita untuk kepentingan diri mereka sendiri”.
  :happy0062: :afro: :happy0062:.

Dan itulah yg saya maksudkan "typical" di post sebelumnya :)
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 14, 2018, 09:03:40 AM
Dirimu sbg pendeta rela ato nggak dikatain orang laen beriman palsu ?

Saya saja tak takut, kenapa pendeta harus takut ?

Salam Hidup Senang.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 14, 2018, 09:07:11 AM
So, berkorban utk sampe dikatain "beriman palsu" itu mesti nunggu diminta oleh orang laen.
 Ya.
Siapa yang ngatain ? Manusia atau Tuhan ? Lalu kenapa dipikirin ?
Itulah sebabnya kukatakan ini pengorbanan duniawi.

KARENA yang disiksa aja gak minta gue untuk berkorban
MAKA ya mao ngapain gue berkorban buat mereka ?
Lalu sedang berkorban buat apa ? Bisa masuk surga kalau berkorban begitu ?
Lalu ada artinya ? Pentingnya ? Hanya biar tak dikatakan beriman palsu ?

Salam Santai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Squall Lion Heart on December 14, 2018, 09:14:11 AM
Bagusnya sih begini, siapa di sini yang rela masuk neraka untuk gantiin orang yang disiksa.
(ehm. Masuk neraka ini selamanya atau sementara dulu ya)

Nah. Bagus kan. Ayo mulai daftar. Atau ayo mulai murtad ? ho ho ho.

Salam Santai.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: jamu on December 15, 2018, 08:09:33 AM
Saya tak setuju dengan itu. Murtad jelas udah tidak percaya. Bagaimana mungkin bisa diselamatkan. ? Kita ini tidak bisa bermain-main dalam hal - hal begini. Sebentar Percaya sebentar murtad.

Coba jelasin. Memang begitu ?

Salam Santai.


Yang bisa murtad hanya iman palsu bukan iman yg dianugerahkan oleh Allah yang berdaulat dan tidak mungkin salah atau keliru didalam memberikan karunia-Nya.

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 15, 2018, 09:24:51 PM
...cut..
Begini Oda ..FT mengatakan.. orang yg tidak mau “memikul salibnya” tidak layak mengikut Aku..

Nah, salib itu adalah penderitaan sebagai akibat dari suatu pengorbanan, sehingga dengan demikian .. FT tersebut dapat juga dituliskan kira2 demikian.. orang yg tidak mau berkorban, tidak layak mengikut Aku.

Nah, “pengorbanan yg terbesar” dalam diri seseorang, adalah apabila orang tersebut, mau “mati” untuk orang lain.

Jadi “dalam topik disini”, si Pastur cuma dikasih “SATU pilihan”, yaitu agar si Pastur murtad (dalam pemahaman manusia), demi untuk selamatkan banyak nyawa.

Jadi, tindakan murtad (menurut manusia), adalah tindakan berkorban (pikul salib) yg dikatakan oleh FT tsb diatas, pengorbanan yg kuar biasa besar, bukan hanya “kematian” bahkan “keselamatannya” di gadaikan (menurut pemikiran manusia), demi untuk selamatkan banyak nyawa.==> tindakan Si Pastur adalah “bukti iman percaya yg luar biasa besarnya”.

pertanyaannya adalah: apakah si Pastur murtad menurut Tuhan ?? Saya pikir tidak, sebab Tuhan pasti tahu, bahwa tindakan si Pastur bukan berasal dari hatinya, tetapi adanya tekanan besar dari iblis, untuk selamatkan banyak nyawa. tindakan si Pastur itulah yg disebut “pengorbanan”.

Sama seperti Yesus Oda, di saat sebelum Yesus disalib, Yesus berdoa sampai keluarkan darah, mengapa ?? Sebab yg akan dipertaruhkan Yesus adalah “keselamatan hidupnya”.==>  Yesus memutuskan “untuk Ingkari/lepaskan ke Allahannya dan taat sampai mati sebagai manusia = Si Pastur memutuskan untuk Ingkari iman percayanya/lepaskan iman percayanya, untuk selamatkan banyak manusia”.

Apa yg diingkari/dilepaskan oleh Yesus dan si Pastur tersebut ?? Yg di Ingkari/dilepaskan oleh Yesus dan si Pastur adalah = keselamatan hidupnya sendiri, demi selamatkan banyak jiwa.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: viruskasih on December 15, 2018, 11:30:03 PM
Permasalahannya pada topik disini, pendeta itu disuruh “murtad” demi selamatkan banyak nyawa dan BUKAN disuruh bunuh diri.. haha..
Emang yang nyuruh itu pastor murtad, siapa sih bray? Allah?

Hahaha .. apa anda pikir, Tuhan tidak bisa selamatkan saya dari neraka ?? Kok kita batasi kuasa Tuhan ..
WikWikWik...
Gue bener-bener ngikik, bray. Ternyata elo takut ya masuk ke neraka!?
WikWikWik...


Betewe, yang bisa batasin kuasa Tuhan, siapa sih bray?
Kan elonya sendiri yang rela dan ikhlas dengan setulus hati masuk ke neraka alias pilihan elo sendiri. Okelah, gue setuju kalo Allah bisa nyelamatin elo dari neraka tapi itu suka-sukanya Allah kan? Kalo Allah suka, ya udah pasti elo diselamatin, kalo gak, ya udah pasti elo di neraka selamanya. WikWikWik...

Mosok iya elo lupa komen sendiri, bray? Katanya demi menyelamatkan nyawa orang lain, elo rela dan ikhlas masuk ke neraka. WikWikWik...

Jangan kata elo bray, gue aza takutnya setengah mati setengah idup. Betewe, emang elo tahu ada cerita orang yang sudah fix masuk ke neraka terus Allah selamatkan, bray? Kalo ada, bagi link-nya dong, bray.

Hahaha .. kenapa ndak bilang, coba buka bahasa dewanya .. haha ..
Kok bahasa dewa sih, bray? Naskah aslinya dalam bahasa Yunani dong. Mosok sih belon pernah liat?

Sekali-kali liat dong untuk perbandingan dan memperluas cakrawala pengetahuan Alkitab elo, bray.
Betewe, Yesus Kristus itu tidak pernah berbuat dosa dan tidak pernah berdosa kok.

Tuhan itu “membutuhkan” pengorbanan kita, sebagai bukti iman percaya, sebab pengorbanan itu adalah “kasih terbesar”.
Ah yang bener, bray.
(16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ga ada kata pengorbanan tuh di ayat itu.

Lagian, iman itu sendiri adalah bukti kok :

(1) Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Hayo, Alkitabnya jarang-jarang dibuka ya?
Gue cuma becanda, bray. Gue yakin kok setiap hari elo baca Alkitab.

Justru jika si pastor tidak “mengorbankan iman percayanya” demi untuk selamatkan orang lain (khusus dalam topik yg dibahas disini), maka arti sebenarnya .. si Pastur itu tidak beriman. Mengapa ?? Sebab pengorbanan itu adalah “kasih terbesar”.
Ah yang bener, bray?
Kan iman itu pemberian Allah, bray. Misalkan sang pastor tidak berbuat apa-apa alias diam, ya tetap saja sang pastor adalah orang beriman.

Emangnya elo bisa nentuin apakah seseorang itu beriman atau tidak beriman, bray?
Duh elo hebat pisan euy, bray. Bisa menyamai Allah Sang Pemberi Iman.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: viruskasih on December 15, 2018, 11:46:02 PM
Murtad dalam topik disini adalah sama dengan “kematian” dalam pemahaman manusia,
Waduh si bray, gimana sih, maen potong kompas melulu.

"dijadikan dosa" dibilang "menjadi pendosa"
"rela mati" dibilang "rela murtad"
"naskah asli" dibilang "bahasa dewa"

Betewe, dalam pemahaman manusia tuh maksudnya manusia yang mana, bray?
Gue kan juga manusia tapi pemahaman gue ga seperti itu tuh.

Kan elo sendiri yang bilang :
Haul yakin .. Tuhan membutuhkan orang2 yg mau “BERKORBAN” bagi Nya. Kata Yesus.. Kasih yg terbesar, bukan orang yg melakukan perintahnya,

TETAPI Kasih yg terbesar, adalah “jika seseorang mau mati untuk sahabatnya atau untuk orang lain”.

Tepatnya :
(13) Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya

Gimana ceritanya tuh elo menyamakan yang memberikan nyawanya sama dengan murtad.

Eh, udah baca ayat 14-nya, bray :
(14) Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.

Nah itu bray, kalo pilihan untuk murtad ini adalah perintah langsung dari Allah Yang Maha Tinggi, yowes, case closed. Kalo tidak, gimana?

sehingga “murtad” dalam topik yg dibahas disini adalah “pengorbanan terbesar”. Pengorbanan itu, adalah Kasih yg terbesar.
Ya itu sih pemahaman elo sendiri, bray.
Kalo nurut kata Yesus Kristus sih, kasih terbesar adalah kasih seorang yang kehilangan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

Dan menurut cerita di film, sang pastor bisa dipastikan tidak kehilangan nyawanya.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 16, 2018, 01:51:06 PM
Emang yang nyuruh itu pastor murtad, siapa sih bray? Allah?
Lha.. kok anda baru bertanya sekarang, pantas aja jawaban anda banyak tidak nyambung alias tulalit.. hahaha .. baca dulu topiknya baik2, baru komen..
Quote from:
WikWikWik...
Gue bener-bener ngikik, bray. Ternyata elo takut ya masuk ke neraka!?
WikWikWik...
Komen anda kok pada tidak nyambung, tulalit melulu.. haha..

Quote from:
Betewe, yang bisa batasin kuasa Tuhan, siapa sih bray?
Anda ..


Quote from:
Kan elonya sendiri yang rela dan ikhlas dengan setulus hati masuk ke neraka alias pilihan elo sendiri. Okelah, gue setuju kalo Allah bisa nyelamatin elo dari neraka tapi itu suka-sukanya Allah kan? Kalo Allah suka, ya udah pasti elo diselamatin, kalo gak, ya udah pasti elo di neraka selamanya. WikWikWik...
Anda jangan memelintir statement orang, tidak baik dalam berdiskusi begitu, mengapa ? Kelihatan kwalitas anda sangat rendah.

Statement saya: saya rela dan ikhlas masuk neraka, Untuk selamatkan nyawa orang lain. (jangan dipenggal dan dipelintir pernyataan saya).. hahaha..

Quote from:
Mosok iya elo lupa komen sendiri, bray? Katanya demi menyelamatkan nyawa orang lain, elo rela dan ikhlas masuk ke neraka. WikWikWik...
Yesus saja rela tinggalkan surga dan masuk ke neraka dunia, untuk selamat kan kamu .. Sadarkah anda ???

Quote from:
Jangan kata elo bray, gue aza takutnya setengah mati setengah idup.
Kamu takut, karena kamu tidak ber iman.. hahaha..

Quote from:
Sekali-kali liat dong untuk perbandingan dan memperluas cakrawala pengetahuan Alkitab elo, bray.
Haha .. tong kosong nyaring bunyi nya.. haha..

Quote from:
Betewe, Yesus Kristus itu tidak pernah berbuat dosa dan tidak pernah berdosa kok.
Ah yang bener, bray.
Bener, Yesus tidak pernah berbuat dosa, tetapi kamu jadikan dia “menjadi” pendosa dan terkutuk disalib.. kamu jahat banget.. hahaha hahaha


Quote from:
(16) Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ga ada kata pengorbanan tuh di ayat itu.
Maaf .. kamu kok gob*** nya luar biasa yah .. bukankah dgn dikaruniakan nya menjadi manusia, artinya Yesus KORBAN kan Ke allahannya .. luar biasa kamu gob*** nya..

Quote from:
Kan iman itu pemberian Allah, bray. Misalkan sang pastor tidak berbuat apa-apa alias diam, ya tetap saja sang pastor adalah orang beriman.
Anda bilang iman itu “pemberian Allah”? Waduh .. kok anda semakin gob*** yah .. dimana ayatnya yg bilang “iman itu pemberian Allah”? Jangan mengada2, nanti Allah marah sama kamu .. Baca tuh kitab wahyu, tentang Murka Allah pada anda yg suka mengada-ada.

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 17, 2018, 03:32:52 PM
Jadi “dalam topik disini”, si Pastur cuma dikasih “SATU pilihan”, yaitu agar si Pastur murtad (dalam pemahaman manusia), demi untuk selamatkan banyak nyawa.
Betul. Sesuai dgn maksud dari thread ini yakni dalam situasi "nggak normal".

Kalo itu dalam situasi "normal", ya buat saya masih okelah [orang beriman gak akan nginjek foto Yesus] terlepas apakah ada itu perihal orang laen yang bilang [nginjek foto Yesus = murtad] ato nggak.

Quote
tindakan Si Pastur adalah “bukti iman percaya yg luar biasa besarnya”.
Ya. Sementara di pov orang yang sok jadi Allah, tindakan si Pastur tsb (pada akhirnya) adalah [bukti bahwa sejak mulanya si Pastur beriman palsu].

Oranye itu bener2 ajaran iblis ke manusia, dimana iblis mengajarkan bahwa [manusia bisa SELALU menilai genuine/fake iman seseorang melalui tindakan orang ybs].
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 17, 2018, 03:39:53 PM
dimana ayatnya yg bilang “iman itu pemberian Allah”?
Tidak ada ayatnya.

TAPI di pandangan saya sendiri, bold, 888.
Di pov versi saya, iman Allah berikan ke semua orang sejak keberadaan orang terkait (sejak lahir).
ini yang sempet saya ajukan ---lupa saya di thread mana--- secara berupa [good things which cannot be detected].

Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 17, 2018, 11:44:12 PM
Tidak ada ayatnya.

TAPI di pandangan saya sendiri, bold, 888.
Di pov versi saya, iman Allah berikan ke semua orang sejak keberadaan orang terkait (sejak lahir).
ini yang sempet saya ajukan ---lupa saya di thread mana--- secara berupa [good things which cannot be detected].
Bukan iman yg dianugerahkan Allah kepada setiap manusia, tetapi “keselamatan”, sedangkan iman percaya adalah “keputusan”.

Iman percaya adalah “keputusan” setiap manusia, untuk “menerima ataupun menolak” keselamatan yg dianugerahkan oleh Allah tersebut.

FT .. setiap orang yg percaya kepadanya tidak binasa, ==> berarti ada orang yg tidak percaya, nah .. keputusan percaya itulah iman percaya.

FT .. barang siapa mendengarkan suara ketukan ku, dan membuka kan pintu bagi ku..==> berarti ada yg mendengar, tetapi diputuskan membuka pintu, ada juga yg mendengar, tetapi tidak membuka kan pintu., nah.. membuka atau tidak membukakan pintu tersebut adalah keputusan iman percaya.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 18, 2018, 01:57:36 PM
Bukan iman yg dianugerahkan Allah kepada setiap manusia, tetapi “keselamatan”, sedangkan iman percaya adalah “keputusan”.
Ga gitu ngerti saya terkait bold. Apakah maksud 888, manusia bisa memproduksi iman ya? Please CMIIW.

Quote
Iman percaya adalah “keputusan” setiap manusia, untuk “menerima ataupun menolak” keselamatan yg dianugerahkan oleh Allah tersebut.
Kayaknya ada perbedaan definisi dari [apa itu iman] antara kita berdua  :D.

faith is the assurance of things hoped for, the conviction of things not seen

So, di pov versi saya :
Faith gak ada hubungan-nya dengan keselamatan.

Karena ada iman, orang bisa berkeyakinan/beriman thdp any kind of "thing".
Misal, ada a thing which is A dan a thing which is B.
Sekian banyak orang bisa berkeyakinan A, sekian banyak orang lainnya bisa berkeyakinan B.
Hanya apabila sekian banyak orang tau A dan tau B, maka barulah disitu terkait "keputusan".

Quote
FT .. setiap orang yg percaya kepadanya tidak binasa, ==> berarti ada orang yg tidak percaya, nah .. keputusan percaya itulah iman percaya.
Versi saya, perihal [percaya? .... gak percaya?] ya itu karena ada iman  :D.

Jadi gini mungkin kira kira kayak gini....

statement-A : bla bla bla
Karena ada iman... [percaya? .... gak percaya?]

Cuplis mengetahui statement-A dan dia gak percaya
Unyil mengetahui statement-A dan dia percaya

statement-B : ble ble ble

blakangan baik Cuplis maupun Unyil mengetahui statement-B
so.... keduanya mengetahui A dan B

Cuplis percaya statement-B
Disini nggak ada Cuplis mengambil keputusan.

Unyil dihadapi pilihan.... so....
either Unyil mengambil keputusan percaya statement-B dg meninggalkan yg tadinya dia percaya (yakni statement-A) --OR-- Unyil mengambil keputusan tetep percaya statement-A.

Begitu kira2 pov versi saya, 888
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 18, 2018, 04:59:59 PM
Ga gitu ngerti saya terkait bold. Apakah maksud 888, manusia bisa memproduksi iman ya? Please CMIIW.
Bener, manusia yg memproduksi imannya, artinya: Manusialah yg “memutuskan” untu percaya (beriman) atau tidak percaya (tidak beriman).

Begini Oda, didalam Kristen .. sejak penyaliban Yesus, maka semua dosa dari Adam - penyaliban, sudah diampunkan, inilah yg dimaksut dgn “karunia keselamatan” dan anugerah keselamatan ini, berlaku untuk semua manusia tanpa terkecuali (sejak Adam - penyaliban).

Kemudian, anugerah keselamatan itu juga, tetap berlaku sampai akhir jaman, dengan catatan, manusia harus percaya pada anugerah tsb, jika manusia tidak percaya pada anugerah tsb, maka anugerah itu akan menjadi sia-sia.

Nah, anugerah keselamatan itu, berbeda dengan iman percaya, sebab iman percaya itu adalah “keputusan manusia”, contoh : diberitakan kepada saya tentang Injil Kristus, lalu saya “memutuskan” untuk percaya, nah .. sejak “keputusan” yg saya ambil tsb, sejak itulah saya mulai beriman pada Kristus.

Quote from:
Kayaknya ada perbedaan definisi dari [apa itu iman] antara kita berdua  :D.

faith is the assurance of things hoped for, the conviction of things not seen
Nah Oda, keyakinan yg lahir, pasti tidak serta merta muncul dalam diri manusia, mungkin keyakinan itu melalui pengajaran, melalui pengalaman ataupun melalui faktor2 lain. Nah, semua hal yg menyebabkan “lahirnya keyakinan itu”, adalah akibat “keputusan akal”, apapun pengalaman dan pengajaran yg diberikan ke kita, jika akal “menolak”, maka tidak akan pernah lahir iman percaya disana.

Jadi, iman itu adalah “keputusan manusia”, untuk memperoleh keselamatan yg telah di anugerahkan tsb.

Jadi, seperti pernyataan dalam kitab wahyu tsb.. barang siapa mendengarkan suara ketukan ku, dan “membuka kan pintu” bagi ku .. nah, perkataan “membuka kan pintu disana” adalah “keputusan akal”, artinya: keputusan akal dapat membuka dan menolak.

Jadi, keselamatan itu adalah anugerah dan iman percaya itu adalah “keputusan”.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 18, 2018, 07:02:52 PM
Bener, manusia yg memproduksi imannya, artinya: Manusialah yg “memutuskan” untu percaya (beriman) atau tidak percaya (tidak beriman).
Kalo secara versi saya, itu bukan perihal "keputusan", 888.

versi saya :
Iman nggak diproduksi oleh manusia, melainkan oleh Allah.
Dengan adanya Iman, ya otomatis ada itu perihal [percaya bla3x --VS-- nggak percaya blo3x].

[Keputusan] itu baru ada berangkat dari sikon dimana orang ybs mengetahui perihal-A dan perihal-B (dua perihal atau lebih). Barulah disitu bisa tersangkut-paut dgn [keputusan]. Misal orang ybs memutuskan utk berkeyakinan pada perihal-B bukan yang perihal-A.

Misal ilustrasi :
Hanya ada satu warna topi di sebuah toko , warna biru.
Seorang calon pembeli ke toko tsb, maka (versi saya) disini nggak diperihal :
memutuskan membeli topi biru ---VS--- memutuskan tidak membeli topi biru.

Laen cerita semisal di toko tersedia dua atau lebih warna topi, biru dan merah.
APABILA :
A. calon pembeli yg datang sudah sejak awalnya berniat membeli topi biru, maka kembali lagi nggak ada itu perihal [keputusan] yg berupa [memutuskan utk membeli topi biru ---VS--- memutuskan tidak membeli topi biru].

B. calon pembeli yg datang niatannya cuma membeli topi, maka di toko ada itu perihal [keputusan] yang berupa [memutuskan membeli topi biru ---VS--- memutuskan membeli topi merah].

Ibarat tuas 3 posisi ---> atas - netral - bawah dimana posisi awal netral.
Ibarat orang berdiri di persimpangan jalan dimana didepan dia ada dua jalan, jalan yg satu mengarah ke kiri dan jalan yg satu lagi mengarah ke kanan.



Yg versi 888, di versi pengertian saya [itu nggak melibatkan perihal keputusan], karena :
yang versi 888 di pov saya "system"nya either Yes or No.
Orang ybs sudah duluan didalam state salah satunya dan pilihannya cuma satu.

Ibarat orang sudah duluan ada di jalur kanan dimana disamping cuma ada jalur kiri.
Yes = pindah dari jalur kanan ke jalur kiri. No = tetep di jalur kanan.



Anyway, saya ngerti kok maksudnya 888....
Karena saya akui, memang bisa dikatakan bahwa : Either Yes or No, itu = keputusan.

Hanya saja yg versi saya itu bisa melibatkan lebih dari dua hal.
Ibarat orang di persimpangan dimana didepannya ada jalan lurus, ada jalan ke arah kiri dan ada jalan ke arah kanan. So, pilihannya ada tiga. Orang ybs memutuskan salah satu dari 3 pilihan tsb.

Sementara yg versi 888, ya gak bisa masuk itu pilihannya ada tiga karena "system"nya versi 888, either Yes or No. Cuma satu pilihan.



Quote
Nah, anugerah keselamatan itu, berbeda dengan iman percaya, sebab iman percaya itu adalah “keputusan manusia”, contoh : diberitakan kepada saya tentang Injil Kristus, lalu saya “memutuskan” untuk percaya
Ya itu dah yg versi 888, either Yes or No, dimana 888 sudah duluan didalam state "tidak percaya / tidak beriman pada Kristus" (jalur kanan). Selanjutnya, setelah berita Injil diberitakan ke 888, keputusannya bisa berupa : tetep tidak percaya (No ---> tetep di jalur kanan) ataukah percaya (Yes ---> pindah dari jalur kanan ke jalur kiri).

Sedangkan yang versi saya, tidak melibatkan HANYA berita Injil (perihal-A).
Namun ada juga perihal-B, perihal-C, dll dll ---> orang "dihadapi" oleh lebih dari satu perihal.
Dari perihal-perihal yg ada tsb, orang memilih/memutuskan utk beriman ke perihal yang mana.

Taroh kata di film silence sikonnya di waktu yang bersamaan di negara Jepang saat itu ada dua perihal, dimana yg satu perihal Kristus dan yg satu lagi perihal bla3x, maka penduduk Jepang yg saat itu taroh kata sudah duluan berada pada keyakinan di perihal blo3x, maka pilihannya jadi ada tiga. Keputusan bisa berupa : Tetep berkeyakinan blo3x ---or--- pindah menjadi berkeyakinan perihal Kristus  ---or--- pindah berkeyakinan perihal bla3x.

bersambung
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 18, 2018, 07:03:03 PM
Kembali lagi, apabila tinjauannya dari pihak yg mengajukan perihal itu sendiri, ya betul ... pilihannya ya emang either Yes or No. [Berkeyakinan perihal Kristus] or Not. [Berkeyakinan perihal bla3x] or Not. [meninggalkan keyakinan blo3x] or Not.

So, di pov versi saya, Iman BUKAN keputusan.
Adanya iman, menyebabkan jadi ada orang yg berkeyakinan Kristus, ada orang laen lagi yg berkeyakinan bla3x, ada orang lagi yg berkeyakinan blo3x.

Quote
nah .. sejak “keputusan” yg saya ambil tsb, sejak itulah saya mulai beriman pada Kristus.
Iya. Itu karena 888 nggak dihadapi lebih dari satu pilihan. Akibatnya "saya beriman pada Kristus" adalah = [keputusan] di pov 888 karena pilihan 888 itu either [YES, saya beriman pada Kristus] ---or--- [NO, saya tetep tidak beriman pada Kristus]. Nggak ada pilihan lain selain [beriman pada Kristus] or Not.

Quote
Nah Oda, keyakinan yg lahir, pasti tidak serta merta muncul dalam diri manusia, mungkin keyakinan itu melalui pengajaran, melalui pengalaman ataupun melalui faktor2 lain. Nah, semua hal yg menyebabkan “lahirnya keyakinan itu”, adalah akibat “keputusan akal”, apapun pengalaman dan pengajaran yg diberikan ke kita, jika akal “menolak”, maka tidak akan pernah lahir iman percaya disana.
  Bold, ya itu adalah versi 888 karena di pov 888 pilihannya cuma satu.

Versi saya :
["menolak" di perihal bla3x = tidak berkeyakinan perihal bla3x] ini tidak sertamerta artinya tidak ada iman/keputusan. Karena bisa bisa saja orang ybs mengambil keputusan utk beriman/berkeyakinan perihal blo3x.

Makanya saya bilang, kalo diliat dari pov yang ngajuin perihal bla3x itu sendiri, maka di pov pihak bla3x, orang yang beriman/berkeyakinan perihal blo3x = orang yang tidak mengambil keputusan / tidak ada iman percaya.

Sementara padahal kalimat oranye itu kalo di versi pengertian saya, kalimat oranye nya kayak gini:
itu adalah orang yg tidak mengambil keputusan utk beriman di perihal bla3x  dimana sikon realitanya, orang tsb mengambil keputusan utk beriman di perihal blo3x. So... ada itu lahir iman percaya pada orang tsb, dimana keputusan dia adalah beriman percaya blo3x.

So (versi saya), iman diberikan Allah.
Beriman ke perihal bla atopun blo atopun ble (dll) adalah keputusan.

ibarat ilustrasi :
tangan diberikan Allah.
Tangan digunakan ke perihal bla atopun blo atopun ble (dll) adalah keputusan.


Quote
Jadi, seperti pernyataan dalam kitab wahyu tsb.. barang siapa mendengarkan suara ketukan ku, dan “membuka kan pintu” bagi ku .. nah, perkataan “membuka kan pintu disana” adalah “keputusan akal”, artinya: keputusan akal dapat membuka dan menolak.
Ya... saya nangkep versi 888 dimana versi 888 "system"nya either Yes or No. Sikon awal [tidak mengetuk], so keputusannya either mengetuk or not. Sikon awal [tidak percaya Kristus, bukan orang percaya Kristus], so keputusannya either percaya Kristus or not (tetep sbg bukan orang percaya Kristus) :happy0062:.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 20, 2018, 01:12:00 AM
Kalo secara versi saya, itu bukan perihal "keputusan", 888.

versi saya :
Iman nggak diproduksi oleh manusia, melainkan oleh Allah.
Dengan adanya Iman, ya otomatis ada itu perihal [percaya bla3x --VS-- nggak percaya blo3x].

[Keputusan] itu baru ada berangkat dari sikon dimana orang ybs mengetahui perihal-A dan perihal-B (dua perihal atau lebih). Barulah disitu bisa tersangkut-paut dgn [keputusan]. Misal orang ybs memutuskan utk berkeyakinan pada perihal-B bukan yang perihal-A.

Misal ilustrasi :
Hanya ada satu warna topi di sebuah toko , warna biru.
Seorang calon pembeli ke toko tsb, maka (versi saya) disini nggak diperihal :
memutuskan membeli topi biru ---VS--- memutuskan tidak membeli topi biru.
Membeli atau tidak membeli, itu kan “keputusan akal”.

Quote from:
Laen cerita semisal di toko tersedia dua atau lebih warna topi, biru dan merah.
APABILA :
A. calon pembeli yg datang sudah sejak awalnya berniat membeli topi biru, maka kembali lagi nggak ada itu perihal [keputusan] yg berupa [memutuskan utk membeli topi biru ---VS--- memutuskan tidak membeli topi biru].

B. calon pembeli yg datang niatannya cuma membeli topi, maka di toko ada itu perihal [keputusan] yang berupa [memutuskan membeli topi biru ---VS--- memutuskan membeli topi merah].
Nah, “niat” itu kan “keputusan akal”.

Quote from:
Ibarat tuas 3 posisi ---> atas - netral - bawah dimana posisi awal netral.
Ibarat orang berdiri di persimpangan jalan dimana didepan dia ada dua jalan, jalan yg satu mengarah ke kiri dan jalan yg satu lagi mengarah ke kanan.
Nah, sudah jelas ada persimpangan, maka “pasti lahir keputusan akal untuk memilih”


Quote from:
Yg versi 888, di versi pengertian saya [itu nggak melibatkan perihal keputusan], karena :
yang versi 888 di pov saya "system"nya either Yes or No.
Orang ybs sudah duluan didalam state salah satunya dan “pilihannya” cuma satu.
Nah, sekalipun “pilihan cuma satu”, tetap saja itu “keputusan akal Oda”.

Quote from:
Ibarat orang sudah duluan ada di jalur kanan dimana disamping cuma ada jalur kiri.
Yes = pindah dari jalur kanan ke jalur kiri. No = tetep di jalur kanan.
Yes or No, adalah keputusan akal Oda..

Quote from:
Anyway, saya ngerti kok maksudnya 888....
Karena saya akui, memang bisa dikatakan bahwa : Either Yes or No, itu = keputusan.

Hanya saja yg versi saya itu bisa melibatkan lebih dari dua hal.
Ibarat orang di persimpangan dimana didepannya ada jalan lurus, ada jalan ke arah kiri dan ada jalan ke arah kanan. So, pilihannya ada tiga. Orang ybs memutuskan salah satu dari 3 pilihan tsb.

Sementara yg versi 888, ya gak bisa masuk itu pilihannya ada tiga karena "system"nya versi 888, either Yes or No. Cuma satu pilihan.
Begini Oda, apapun judulnya, selama “menyajikan” pilihan, maka dibutuhkan “keputusan akal untuk memilih”. Benerkan..

 
Quote from:
Ya itu dah yg versi 888, either Yes or No, dimana 888 sudah duluan didalam state "tidak percaya / tidak beriman pada Kristus" (jalur kanan). Selanjutnya, setelah berita Injil diberitakan ke 888, keputusannya bisa berupa : tetep tidak percaya (No ---> tetep di jalur kanan) ataukah percaya (Yes ---> pindah dari jalur kanan ke jalur kiri).

Sedangkan yang versi saya, tidak melibatkan HANYA berita Injil (perihal-A).
Namun ada juga perihal-B, perihal-C, dll dll ---> orang "dihadapi" oleh lebih dari satu perihal.
Dari perihal-perihal yg ada tsb, orang memilih/memutuskan utk beriman ke perihal yang mana.
Nah, disaat tersedia “pilihan”, maka dibutuhkan “keputusan akal disana”, hehehe..

Quote from:
Taroh kata di film silence sikonnya di waktu yang bersamaan di negara Jepang saat itu ada dua perihal, dimana yg satu perihal Kristus dan yg satu lagi perihal bla3x, maka penduduk Jepang yg saat itu taroh kata sudah duluan berada pada keyakinan di perihal blo3x, maka pilihannya jadi ada tiga. Keputusan bisa berupa : Tetep berkeyakinan blo3x ---or--- pindah menjadi berkeyakinan perihal Kristus  ---or--- pindah berkeyakinan perihal bla3x.

bersambung
Saya sudah bilang, selama tersaji “pilihan”, apapun siklonnya, maka dibutuhkan “keputusan akal untuk memilih”.hahaha..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 20, 2018, 01:27:12 AM
Nah, begini Oda .. mengapa saya katakan, bahwa iman itu, adalah keputusan manusia untuk “membangunnya” dan “bukan pemberian Tuhan”.

Iman itu, bisa “bertumbuh” dan iman itu “bisa mati”, jadi .. kalau Tuhan yg memberikan iman, maka sudah pasti semua “iman manusia akan sama dan tidak mungkin mati”.

FT katakan .. JIKA engkau punya iman sebesar biji sawi .. artinya disana, ada orang yg tidak punya iman sebesar biji sawi. Mengapa ?? Seperti saya katakan diatas, iman itu bisa tumbuh ataupun mati, tergantung manusia “memproduksinya”.

Nah, produksi iman ini adalah “keputusan akal manusia”.

Keputusan akal manusia untuk “memilih”, menerima ataupun menolak “anugerah keselamatan” itu.

Itulah sebabnya saya katakan.. iman itu adalah keputusan akal manusia, untuk percaya.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 22, 2018, 02:10:07 PM
Membeli atau tidak membeli, itu kan “keputusan akal”.
Nah, “niat” itu kan “keputusan akal”.
888, di pov versi saya : orang yang percaya adanya setan, malaikat, ufo, being maha, dll semacemnya.... ini bukan keputusan akal.

Karena:
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Cuplis tidak melihat malaikat, yet cuplis percaya malaikat ada.
Unyil gak pernah ngliat setan, yet unyil percaya setan ada.
Usro gak pernah liat ufo, yet usro percaya ufo ada.

Hal demikian kayak diatas, itu karena setiap orang ada iman.

Semakin tebel/kuat orang mempercayai pada apa yang dipercayainya (sementara padahal dirinya sendiri gak bisa membuktikannya corporeally melainkan cuma lewat kata kata saja), semakin naik level percaya orang ybs... sampai di titik level tertentu jadinya disebut keyakinan.

So.. di pov saya, itu bukan keputusan. Entah begimana ujug2 Unyil kok jadi percaya setan itu ada.

Quote
Nah, sudah jelas ada persimpangan, maka “pasti lahir keputusan akal untuk memilih”
A. ada dua jalan yg sejajar... kiri dan kanan. Dirimu ada di jalan yg sebelah kiri. Maka jalan yg di kanan itu BUKAN persimpangan, 888. Kamu tidak sedang berada di persimpangan jalan, karena dirimu sudah duluan berada di jalan yg kiri.

Di pov cabang kanan:
Si 888 ambil gue ato kagak ya?

Di pov mu:
Nybrang ambil yg kanan ato kagak ya?

Beda dengan sikon:
B. Kamu berdiri dimana didepanmu terdapat dua atau lebih cabang jalan... misal ada cabang yg ke kiri, ada yg lurus, ada yg ke kanan. Nah, disini kamu memillih utk ambil jalan yg mana.

Di pov stiap cabang, isinya sama : si 888 ambil gue atau kagak ya?

Tapi di pov mu, kamu nggak spt pov cabang karena ada tiga tahapan:
Ambil yg kiri ato kagak ya?
Ambil lurus aja ato kagak ya?
Ambil yg kanan ato kagak ya?

So... keputusan di model B, beda dengan keputusan di model A.

Quote
Nah, sekalipun “pilihan cuma satu”, tetap saja itu “keputusan akal Oda”.
iya... saya ngerti. Tapi terkait perihal percaya, itu bukan keputusan, karena klu semisal kamu percaya bahwa setan itu ada sementara padahal kamu sendiri gak bisa membuktikannya corporeally, maka KALO itu keputusan akal, maka kamu akan bisa mengajukan bekgron logikanya sehingga dirimu memutuskan percaya bhw setan itu ada.

Misal:
Karena gue semalem ngliat ada kuntilanak, makanya gue percaya setan itu ada.

Makanya saya bilang, "bukti" nya yg dari kamu itu sendiri cuma mlalui kata2 saja.

Misal yg lain:
Karena nyokap gue bilang setan itu ada, maka gue percaya setan itu ada.

Nah... yg kayak diatas itu kan berangkatnya bukan ujug2 mendadak dirimu percaya bhw setan itu ada, melainkan : karena 888 percaya ibumu, akibatnya ketika ibumu bilang "888 anakku, setan itu ada" ... dirimu percaya apa kata ibumu. Apakah possible dirimu gak percaya perkataan ibumu tsb? Ya possible... but then you must have a reason apa yg menyebabkan dirimu ga percaya perkataan ibumu bhw setan itu ada.

888:
Yes or No, adalah keputusan akal Oda..

oda:
Iya saya ngerti, 888.
Tapi itu di pov versi saya gak pas dikatakan keputusan karena kamu gak di persimpangan jalan.

Tuas dua posisi, on off
Statenya itu udah duluan either di On or not.

Tuas 3 posisi, on netral off
Sikonnya gak sama karena...
Either di on or not
Either di netral or not
Either di off or not

888:
Begini Oda, apapun judulnya, selama “menyajikan” pilihan, maka dibutuhkan “keputusan akal untuk memilih”. Benerkan..

Oda:
Bener. Namun dg demikian ga bisa dikatakan iman percaya krn ada bekgron alesan kenapa orang memutuskan untuk percaya. Hanya apabila orang itu bilang misal kayak gini: "gak tau juga yah kenapa gue percaya yg kayak gituan" maka baru itu bisa dibilang iman percaya. So... bukan karena itu ibunya yg dia percayai yg bilang,  bukan karena orang yg bilang bhw setan itu ada adalah Tuhan yg bilang, but kalimat2 itu sendirilah yg dia percayai terlepas siapapun itu yg bilang.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 22, 2018, 02:34:18 PM
888:
Iman itu, bisa “bertumbuh” dan iman itu “bisa mati”, jadi .. kalau Tuhan yg memberikan iman, maka sudah pasti semua “iman manusia akan sama dan tidak mungkin mati”.

Oda:
Sesuatu yg bisa mati, mesti dimulai didalam state "belum mati", 888.

Sesuatu yg bisa bertumbuh, mesti dimulai didalam state "belum bertumbuh"

Sesuatu yg bisa hidup, mesti dimulai didalam state "belum hidup".

Tuas tiga posisi,
diketika tuas di posisi netral, maka statenya "tidak hidup tidak pula mati" karena posisi atas = hidup, posisi bawah = mati.

Tuas dua posisi,
statenya either mati or hidup. So... klo posisi tuas ada dibawah (mati) maka tuas tidak bisa dikatakan sikonnya "bisa mati"... wong state tuas itu sendiri sudah duluan sedang mati koook... begimana pula dikatakan "bisa mati" ?

888:
FT katakan .. JIKA engkau punya iman sebesar biji sawi .. artinya disana, ada orang yg tidak punya iman sebesar biji sawi.

Oda:
Betul. However orang itu sudah duluan punya iman, sayangnya iman dia tidak sampai sebesar biji sesawi.

888:
Mengapa ?? Seperti saya katakan diatas, iman itu bisa tumbuh ataupun mati, tergantung manusia “memproduksinya”.

Oda:
Iman didalam state mati, begimanapula dikatakan "bisa mati", 888.

888:
Keputusan akal manusia untuk “memilih”, menerima ataupun menolak “anugerah keselamatan” itu.

Oda:
Ya itu idem dengan orang dapet sms "anda mendapat hadiah 1M", 888. Dimana 888 bilang: "Adalah keputusan akal si penerima sms utk percaya bunyi kalimat sms tsb ato kagak".
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 22, 2018, 03:24:56 PM
...cut..
Oda:
Betul. However orang itu “sudah duluan punya iman”. sayangnya iman dia tidak sampai sebesar biji sesawi.
Begini Oda, seperti penjelasan2 saya sebelumnya, bahwa iman itu adalah “hasil keputusan akal manusia”, sehingga iman itu.. tidak bisa timbul atau muncul atau lahir atau tumbuh dalam diri manusia, tanpa ada pengaruh “eksternal” yg mengakibatkan “lahirnya keputusan iman”.

Nah, Paulus dalam Roma 10:16-17 mengatakan: tetapi tdk semua orang telah menerima “kabar baik itu”, Yesaya sendiri berkata..Tuhan, siapakah yg percaya pada pemberitaan kami ? JADI iman “timbul dari pendengaran”, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Nah Oda, pada FT tsb diatas, Paulus “menyimpulkan”, bahwa iman itu tidak serta merta lahir atau timbul dalam diri manusia, tetapi iman itu TIMBUL karena Pendengaran, artinya: setelah kita mendengarkan atau setelah adanya faktor eksternal, maka “akal kita memutuskan”,  apa kah kita percaya/menerima terhadap apa yg Kita dengar tsb, atau apakah kita percaya/menerima terhadap faktor eksternal tsb.

Lebih lanjut Paulus menegaskan dalam Roma 10:9 .. sebab jika kamu MENGAKU dengan mulutmu .. dan percaya dalam hati mu..

Nah, keputusan akal manusia yg menimbulkan iman, sebagai akibat dari “pendengaran” kita, maka keputusan akal “dituntut” untuk merealisasikannya dalam sebuah “pengakuan mulut dan penerimaan hati”.

Jadi, berdasarkan penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa “iman percaya itu adalah keputusan akal”, seperti penjelasan Paulus diatas.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 22, 2018, 05:59:02 PM
Begini Oda, seperti penjelasan2 saya sebelumnya, bahwa iman itu adalah “hasil keputusan akal manusia”, sehingga iman itu.. tidak bisa timbul atau muncul atau lahir atau tumbuh dalam diri manusia, tanpa ada pengaruh “eksternal” yg mengakibatkan “lahirnya keputusan iman”.
saya sependapat, 888.

888:
JADI iman “timbul dari pendengaran”, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Oda:
Di pov versi saya, percaya ato ga percaya timbul dari PENGETAHUAN, 888. Terserah pengetahuan itu didapetnya mlalui event yg kayak begimana.... mendengar kek, membaca kek, melihat kek, dlsb.

888:
 setelah adanya faktor eksternal, maka “akal kita memutuskan”,  apa kah kita percaya/menerima terhadap apa yg Kita dengar tsb, atau apakah kita percaya/menerima terhadap faktor eksternal tsb.

Oda:
Secara rangkaian kalimat 888 diatas, saya sependapat... namun yg bikin saya "gatel" itu adalah kalimat 888 yg berupa "AKAL kita memutuskan"... hehehe.

Kenapa saya "gatel"...
karena di pov saya, yg disebut AKAL itu ada diperihal logika.

Dgn akal, orang mengolah informasi yg diketahuinya.

888 mendapat sms berbunyi "selamat, anda mendapat hadiah 1M".

888 percaya bunyi sms tsb.

Nah... begimana pula 888 mengatakan bhw percayanya 888 bhw diri 888 dpt hadiah 1M itu adalah keputusan akal?

Buat saya itu ga masuk akal, but possible. Adalah possible orang percaya pd sebuah sms bhw dirinya dpt hadiah 1M.

So... buat saya itu gak masuk akal... kok bisa ujug2 orang percaya bunyi sms tsb.

Saya juga menerima sms yg sama. Saya gak percaya bunyi sms tsb. Nah disini saya menggunakan akal... misal "ikut undian aja ga pernah, impossible gue ujug2 ketiban duit 1M". Selanjutnya otomatis ya saya gak percaya bunyi sms tsb. Karena saya menggunakan akal, makanya saya gak percaya.

888:
Nah, keputusan akal manusia yg menimbulkan iman, sebagai akibat dari “pendengaran” kita

Oda:
Tetep, keputusan 888 percaya kalimat sms tsb akibat "pendengaran" 888 akan "bunyi" sms tsb, di pov saya gak masuk akal :).

888:
Jadi, berdasarkan penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan, bahwa “iman percaya itu adalah keputusan akal”.

Oda:
Ya kita berbeda pandangan. Karena buat saya, mengetahui 888 yg ujug2 percaya bunyi sms tsb... di pov saya itu ga masuk akal, walopun possible.

Kenapa possible, ya kembali lagi yg saya ajukan sebelumnya... yakni:  karena setiap orang itu sdh dibekali "iman" oleh Tuhan. Akibatnya, adalah possible hal hal yg ga masuk akal dipercayai oleh seseorang :).

Salam.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 23, 2018, 06:52:22 AM
..cut..
Kenapa saya "gatel"...
karena di pov saya, yg disebut AKAL itu ada diperihal logika.

Dgn akal, orang mengolah informasi yg diketahuinya.

888 mendapat sms berbunyi "selamat, anda mendapat hadiah 1M".

888 percaya bunyi sms tsb.

Nah... begimana pula 888 mengatakan bhw percayanya 888 bhw diri 888 dpt hadiah 1M itu adalah keputusan akal?

Buat saya itu ga masuk akal, but possible. Adalah possible orang percaya pd sebuah sms bhw dirinya dpt hadiah 1M.

So... buat saya itu gak masuk akal... kok bisa ujug2 orang percaya bunyi sms tsb.

Saya juga menerima sms yg sama. Saya gak percaya bunyi sms tsb. Nah disini saya menggunakan akal... misal "ikut undian aja ga pernah, impossible gue ujug2 ketiban duit 1M". Selanjutnya otomatis ya saya gak percaya bunyi sms tsb. Karena saya menggunakan akal, makanya saya gak percaya.
Nah, itulah keputusan akal untuk “percaya atau tidak percaya”, sama seperti SMS tsb, jika keputusan akal “menerima untuk percaya”, maka keputusan akal itu melahirkan iman percaya, mengapa ? Nah, Sekalipun kita tidak pernah Pasang undian, namun pada saat kita di SMS memenangkan undian 1 M, lalu kita lakukan cross cek dan ternyata adalah benar, maka keputusan akal akan “mencari berjuta kemungkinan secara sadar atau tidak sadar, untuk membenarkan keputusan tersebut”.

Dalam kasus SMS tsb, kemungkinan akal untuk mencari pembenaran.. akal berbicara.. saya tidak pernah pasang undian, tetapi faktanya saya menang, mungkin ada seseorang yg memasangkan undian atas nama saya ?

Nah, keputusan akal akan terus mencari pembenaran, terhadap sesuatu yg tidak masuk akal, mana kala sesuatu itu kita percaya sebagai suatu kebenaran==> inilah yg dimaksut dengan iman, yaitu .. pengharapan atas bukti yg tidak kita lihat.

Nah, pencarian “pembenaran” yg dilakukan akal tersebutlah yg dimaksudkan dengan “pertumbuhan iman”.

Jbu..
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 24, 2018, 11:23:36 AM
pada saat kita di SMS memenangkan undian 1 M, lalu kita lakukan cross cek
ya iyalah klu ada itu bold terlibat, maka itu kan artinya sudah melibatkan logika/akal, 888.

Sedangkan yg saya ajukan disini ada di perihal ketika 888 menerima sms tsb, 888 percaya bunyi kalimat sms tsb.

Acts 4:4
many who heard the message believed

Kalimatnya nggak disampaikan kayak gini:
AFTER  melakukan cross cek many who heard the message believed.

So... kesetaraannya dg ilustrasi sms :
888 who heard the sms believed.

888:
Dalam kasus SMS tsb, kemungkinan akal untuk mencari pembenaran.. akal berbicara.. saya tidak pernah pasang undian, tetapi faktanya saya menang

Oda:
Itu di pov 888 bhw kalimat sms yh 888 baca tsb adalah FAKTA bhw dirimu dapet 1M.

Kalo saya, kalimat tsb BUKAN fakta. Kalimat tsb adalah informasi external dan (menurut versi saya) adalah possible orang percaya kalimat tsb TANPA dirinya sendiri melakukan proses logika (yg 888 bilang: cross check). Nah inilah yg saya bilang bhw semua orang dibekali iman karena semua orang possible percaya informasi external (apapun itu bunyi informasinya) tanpa dirinya melakukan proses logika/akal.

Sementara yg saya tangkep dr versi 888: perihal percaya/gak percaya itu ada di SETELAH melakukan proses logika. So... informasinya menjadi internal... yakni kesimpulan hasil dari proses logika lah yg org terkait percayai correct or not... selanjutnya barulah ngefek ke informasi eksternal tsb dimana efeknya ya tergantung dari hasil kesimpulan proses logika org ybs.

888:
Nah, keputusan akal akan terus mencari pembenaran, terhadap sesuatu yg tidak masuk akal

Oda:
Bukan itu yg saya maksudkan, 888. Disini gak ada itu berlanjut ke "mencari pembenaran".... melainkan : At the point someone hears "anda dapat 1M", orang ybs percaya bahwa informasi yg dia dengar tsb benar.

888:
MANA KALA sesuatu itu kita percaya sebagai suatu kebenaran==> inilah yg dimaksut dengan iman

Oda:
"Mana kala" mu itu adalah at the point AFTER 888 melakukan cross check (proses logika/akal). Kesimpulan adalah hasil dari cross check 888... so kesimpulan ini = informasi internal. Informasi internal (kesimpulan diri 888 sendiri) inilah yg duluan mndpt nilai correct di pov 888. Selanjutnya barulah ngefek ke informasi external yg 888 dapet.

888:
yaitu .. pengharapan atas bukti yg tidak kita lihat.

Oda:
Nah itu... pengharapan kan BUKAN keputusan akal. Begimana pula "gue arep bla3x" di versi 888 adalah suatu keputusan akal antara "gue arep" vs "gue tidak arep" ?

888:
Nah, pencarian “pembenaran” yg dilakukan akal tersebutlah yg dimaksudkan dengan “pertumbuhan iman”.

Oda:
Versi pengertian iman antara kita berbeda :).

Di pov versi saya, orang percaya ya dia percaya apapun itu bunyi informasi eksternal yg dia ketahui tsb.

Logika/akal ada dilain sisi.
Perdebatan ada di perihal logika bukan di perihal percaya. Taroh kata cuplis secara logika menang thdp kasus X swaktu berdebat dgn unyil (yg percaya X) ini tidak sertamerta artinya menyebabkan si unyil tidak percaya X anymore.
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 29, 2018, 03:02:03 AM
Nah, begini Oda ..

Saya sudah menjelaskan, bahwa:
(1). Iman itu timbul dari pendengaran, tetapi keselamatan adalah anugerah.
(2). Iman itu bisa gugur, mengakibatkan tujuan keselamatan tidak tercapai.

Nah, kedua hal tsb diatas.. akan terjadi sebagai akibat “keputusan akal”., Akal akan memutuskan terhadap apa yg kita dengar, akal yg memutuskan .. apakah sesuatu itu, harus dipertahankan, dilanjutkan atau di tinggalkan (karena itu, manusia bisa murtad).

Contoh sederhana Oda: orang gila, apakah dapat dikatakan ber iman atau dapatkah imannya bertumbuh ?? Saya yakin tidak, mengapa ? Karena orang yg sudah tidak waras, tidak lagi memiliki “pertimbangan akal”, sehingga ia tidak dapat lagi memberikan keputusan akal.

Bayi, apakah dapat dikatakan ber iman ?? Saya yakin juga tidak.. mengapa ? Karena bayi belum memiliki akal, untuk dapat mempertimbangkan sesuatu, agar dapat mengambil keputusan.

Jadi, dari ke 2 contoh diatas, dapat kita lihat, bahwa iman percaya itu, adalah hasil dari “keputusan akal”, karena itulah iman bisa bertumbuh atau pun gugur, karena itu jugalah.. manusia bisa murtad.

Mengapa bisa murtad ??

Karena akal memutuskan, bahwa apa yg diyakini selama ini, adalah keliru ..sehingga akal memutuskan, untuk mengikuti iman atau keyakinan yg baru.

Itulah sebabnya saya katakan, sekalipun keselamatan adalah anugerah, tetapi iman percaya adalah keputusan akal, untuk menerima ataupun menolak anugerah tersebut.

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 29, 2018, 11:01:44 AM
(1). Iman itu timbul dari pendengaran, tetapi keselamatan adalah anugerah.
Iya itu idem dengan bunyi sms, kan 888 ---> mendengar/membaca info sms tsb, 888 bilang menyebabkan timbul percaya.... dimana [dapet 1M adalah anugerah].

Quote
(2). Iman itu bisa gugur, mengakibatkan tujuan keselamatan tidak tercapai.
Iya. Kalimat sms yang bilang "transfer uang pajaknya sebesar 1 juta ke norek 123456" ---> apabila ini 888 abaikan, ya jadinya bisa dikatakan bhw "percaya-nya 888 dapet 1M gugur" ---> mengakibatkan "888 dapet uang 1M tidak tercapai".

Quote
Nah, kedua hal tsb diatas.. akan terjadi sebagai akibat “keputusan akal”.,
Akal akan memutuskan terhadap apa yg kita dengar
Ya itu dah yg saya bilang kita berbeda.

versi 888:
888 mendengar berita yg disampaikan ke 888 : "kamu dapet uang 1M".
888 melakukan cross-check (mengolah logika)
hasil olahan logika 888 menentukan apakah 888 percaya bunyi sms tsb ato kagak.

oda thdp versi 888 diatas :
bukan itu yg saya maksudkan pada perihal percaya.
Yang saya maksudkan : nggak ada itu yg ungu, melainkan 888 denger bunyi sms tsb, 888 percaya.

Versi 888 di pov saya itu logika.
Logika ikut campur. Hasil kesimpulan dari logika dipercayai correct.
Akibat selanjutnya hasil kesimpulan tsb menentukan apakah bunyi sms tsb 888 percayai ato kagak.

Quote
akal yg memutuskan .. apakah sesuatu itu, harus dipertahankan, dilanjutkan atau di tinggalkan (karena itu, manusia bisa murtad).
Diatas bukan yg sedang di bicarakan, 888. Kan point yg dibicarakan adalah [titik diketika 888 percaya thdp sesuatu].

Quote
Contoh sederhana Oda: orang gila, apakah dapat dikatakan ber iman atau dapatkah imannya bertumbuh ??
versi saya : Orang gilapun POSSIBLE percaya thdp sesuatu.

Quote
Saya yakin tidak, mengapa ?
Karena orang yg sudah tidak waras, tidak lagi memiliki “pertimbangan akal”
Jelas 888 jawab tidak, karena patokan 888 itu sendiri udah duluan berupa bahwa perihal percaya itu adalah keputusan akal/logika. Otomatis, argumennya ya berupa bold  :D.

Sedangkan versi saya :
Orang gila tetep possible percaya/trust thdp sesuatu.
Semisal ada cuplis yg care enough ke orang gila tsb,
maka bukanlah impossible orang ybs trust ke cuplis.

Tentu ilustrasi saya diatas TIDAK melibatkan perihal akal....
dan 888pun yang sudah duluan bilang bahwa [orang gila tidak punya pertimbangan akal] maka adalah impossible orang gila itu berlogika "KARENA cuplis baik ke gue MAKA gue percaya dia".

Quote
sehingga ia tidak dapat lagi memberikan keputusan akal.
Ya... nggak ada itu oranye pada orang gila.
Boro boro ada [MAKA gue percaya dia] yg adalah keputusan akal, wong [KARENA cuplis baik ke gue] aja udah duluan gak ada.

So, di pov versi 888 :
Orang gila impossible percaya/trust thdp sesuatu.
Impossible karena orang gila nggak punya pertimbangan akal.

Di pov versi saya :
Orang gila possible percaya/trust thdp sesuatu.
Possible karena setiap orang dibekali iman.

bersambung
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 29, 2018, 11:01:53 AM
Quote
Bayi, apakah dapat dikatakan ber iman ??
Secara pengertian sempit dari vocab "iman", ya tentu gak bisa dikatakan seorang bayi beriman. Pengertian sempit vocab "iman" = HARUS mendengar suatu kalimat dimana si pendengar itu sendiri mengerti kalimat yg dia dengar tsb.

Quote
Saya yakin juga tidak.. mengapa ? Karena bayi belum memiliki akal, untuk dapat mempertimbangkan sesuatu, agar dapat mengambil keputusan.
Nah itu. Kalimat di quote atas karena 888 ngambil pengertian vocab "iman" secara sempit, by the book ---> Iman timbul dari pendengaran, udah selain itu gak ada :D.

Versi saya nggak hanya by the book, karena versi saya :
selain dari pendengaran, juga bisa dari pembacaan, bisa juga dari perasaan.

Quote
Jadi, dari ke 2 contoh diatas, dapat kita lihat, bahwa iman percaya itu, adalah hasil dari “keputusan akal”
Yang 888 ajukan itu di pov saya berantakan, 888.

yg pertama kali 888 ajukan adalah :
iman percaya itu, adalah hasil dari “keputusan akal”

yg kedua, di pov 888:
iman percaya itu diciptakan oleh manusia yang mendengar dan mengerti suatu kalimat.

selanjutnya 888 mengambil contoh individu yang jelas jelas memang gak bisa dikatakan sbg [individu yg mempunyai akal], yakni bayi dan orang gila.

Dari contoh bayi dan orang gila tsb, ya tentu jadinya mendukung yg pertama kali 888 ajukan laaaah  :D

oda :
mengajukan contoh bayi dan orang gila .... ini idem dgn membuat ilustrasi amburadul :
ada bayi/orang gila dikirimin sms yang berbunyi "anda mendapat 1M".

Selanjutnya ilustrasi diatas dijadikan perihal yang mendukung yg pertama kali 888 ajukan :
Tuuuuh liat .... kan gak mungkin bisa ada itu  perihal [percaya/gak-percaya akan bunyi sms tsb] pada diri bayi/orang gila. Dengan demikian iman percaya itu, adalah hasil dari “keputusan akal”

 :D
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: Pencerah888 on December 29, 2018, 01:37:56 PM
@ Oda ..

Saya memahami “perbedaan pemahaman kita”, sebab saya menjelaskan.. pemahaman iman itu, berdasarkan Alkitab., dimana dikatakan..”iman itu lahir karena pendengaran”.

Nah, saya mencoba mengikuti pemikiran Oda..

Oda mengatakan, seorang bayi tetap memiliki iman .. nah, pertanyaannya adalah: iman percaya bayi itu kepada siapa? Apakah semua bayi memiliki iman percaya pada Yesus atau pada Tuhan atau agama yg lain ?

Nah, jika Oda memahami bahwa bayi itu memiliki iman, sementara iman si bayi “bukan terhadap Yesus”, maka artinya didalam Kristen, bayi itu tidak beriman. Mengapa bayi itu belum memiliki iman (dalam pandangan Kristen), sebab .. bayi itu belum memiliki “pertimbangan akal”, untuk memutuskan sesuatu, apa lagi untuk memutuskan “percaya”.

Keputusan kita percaya, adalah “keputusan akal”. Seberapa besarpun pengenalan dan pemahaman manusia terhadap Firman Allah, tetapi jikal “tidak memutuskan untuk percaya”, maka semua pengenalan dan pemahaman itu akan menjadi percuma, sebaliknya .. jika akal memutuskan untuk percaya, maka pengenalan dan pemahaman akan Firman Allah itu, akan berbuah keselamatan, itulah sebabnya Rasul Paulus mengajarkan, “bahwa keselamatan itu adalah TUJUAN iman”, sehingga perkataan “tujuan disana”, membutuhkan suatu “keputusan”, keputusan itu adalah “keputusan akal”.

Kemudian, di topik yg berbeda.. Oda kontra terhadap pemahaman “osas”, pada hal “dengan pengertian iman yg Oda pahami saat ini, seharusnya Oda setuju dengan osas”, mengapa ? Jika iman bukan keputusan akal atau jika iman adalah Anugerah Tuhan, maka “iman tsb tidak mungkin gugur”., sebab kemungkinan “gugur” itula yg membuktikan, bahwa iman itu “bukan pemberian Tuhan, tetapi keputusan akal”.

Bagaimana tanggapan Oda ??

Jbu
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 29, 2018, 04:03:52 PM
@ Oda ..

Saya memahami “perbedaan pemahaman kita”, sebab saya menjelaskan.. pemahaman iman itu, berdasarkan Alkitab., dimana dikatakan..”iman itu lahir karena pendengaran”.
Ya. Saya juga nyadarin itu 888  :D. Akibatnya kita gak bakal bisa "ketemu", karena kita masing2 patokan awalnya udah duluan berbeda.

Quote
Oda mengatakan, seorang bayi tetap memiliki iman .. nah, pertanyaannya adalah: iman percaya bayi itu kepada siapa? Apakah semua bayi memiliki iman percaya pada Yesus atau pada Tuhan atau agama yg lain ?
Nah itu. Pertanyaan bold di quote atas ya udah menunjukkan bahwa ungu, 888  :D.

Pov versi saya, Faith itu:
1. nggak diperihal agama saja namun juga di perihal lain.
2. nggak cuma melalui pendengaran saja, melainkan juga melalui pembacaan dan juga perasaan.
3. Faith/Trust/Hope/Love = "tool".

Quote
Nah, jika Oda memahami bahwa bayi itu memiliki iman
Pov versi saya mengenai bold, itu idem dengan bayi itu memiliki kemampuan merasakan, sekalipun otak si bayi itu sendiri belon bisa mencerna secara logical, 888. Ilustrasi orgil dimana cuplis care-enough ke sso yg gila, idem dgn ilustrasi seseorang (tidak harus itu si ibu atopun si bapak) yang care thdp sso yg bayi.

Yang saya ajukan BUKAN patokan awal pov 888.
Patokan awal pov 888 adalah :
1. mengerti suatu informasi yang HANYA melalui pendengaran (spt yg terbaca di buku, kalimat biru diatas)
2. Mengolah dengan logika, membuat kesimpulan, have faith thdp kesimpulan itu sendiri
3. kesimpulan ber-efek thdp informasi yg didengar itu dipercayai ato kagak.

Quote
sementara iman si bayi “bukan terhadap Yesus”, maka artinya didalam Kristen, bayi itu tidak beriman.
Iyaaaa.... itu dah pov kita patokannya udah duluan berbeda. Versi saya nggak sedang ngomongin perihal "percaya kepada Yesus ataupun Allah ataupun Sinterklas ataupun Ganesha ataupun Zeus, etc". Melainkan sso bisa percaya, ya itu karena [setiap orang dibekali "tool" Faith sejak lahirnya].

Quote
Mengapa bayi itu belum memiliki iman (dalam pandangan Kristen), sebab .. bayi itu belum memiliki “pertimbangan akal”, untuk memutuskan sesuatu, apa lagi untuk memutuskan “percaya”.
Iya, saya udah nangkep kok patokan pov 888 itu udah ngerucut ke perihal yang kayak oranye. So versi 888 yg mengajukan sebuah nama, nama Yesus ---> ini nggak beda dengan mengajukan sebuah nama lain, nama Ganesha (misalnya).

Kronologika 888 kayak sbb :
KARENA bayi belum memiliki "pertimbangan akal"
MAKA bayi nggak bisa dikatakan beriman kepada Ganesha.
KESIMPULAN : bayi adalah orang yang tidak beriman percaya kepada Ganesha.

Quote
Keputusan kita percaya, adalah “keputusan akal”.
Iya... itu versi 888.
Keputusan seseorang percaya Ganesha/Sinterklas/Yesus/Allah/Zeus dlsb adalah keputusan akal orang ybs.

Quote
Kemudian, di topik yg berbeda.. Oda kontra terhadap pemahaman “osas”, pada hal “dengan pengertian iman yg Oda pahami saat ini, seharusnya Oda setuju dengan osas”, mengapa ? Jika iman bukan keputusan akal atau jika iman adalah Anugerah Tuhan, maka “iman tsb tidak mungkin gugur”.
Kalimat bold itu versi saya, tapi TIDAK didalam pengertian : [orang menjadi percaya ya karena Tuhan NGEBIKIN orang tsb mao gak mao percaya], 888  :D.

Secara ilustrasi :
Faith/Trust/Hope dlsb itu adalah "a tool", perangkat.
Ibarat tangan adalah "a tool". Begimana orang menggunakan tangan tsb ya laen cerita.

So versi saya disini nggak diperihal "percaya kepada Yesus/Allah/Ganesha/ dlsb" melainkan : [ada cuplis yg percaya Ganesha, ada unyil yang percaya Yesus, ada meylan yang percaya Sinterklas] ---> ini dikarenakan setiap orang dibekali Allah "tool" tsb.

Sementara yang versi 888 itu kan sikonnya bisa kayak gini :
Di pov cuplis yg percaya Ganesha thdp unyil yg percaya Yesus, cuplis bilang :
Unyil itu orang yang tidak beriman (kepada Ganesha)

Di pov unyil yang percaya Yesus thdp cuplis yang percaya Ganesha, unyil bilang :
Cuplis itu orang yang tidak beriman (kepada Yesus)

Coklat itu gak ubahnya dengan sikon :
Di pov cuplis yg percaya Ganesha thdp seorang bayi, cuplis bilang :
Bayi itu orang yang tidak beriman (kepada Ganesha)

Di pov unyil yang percaya Yesus thdp seorang bayi, unyil bilang :
Bayi itu orang yang tidak beriman (kepada Yesus)

Quote
Bagaimana tanggapan Oda ??
Hehehe.... tanggapan saya ya itu dah :
patokan kita di perihal Faith udah duluan berbeda, makanya kita nggak konek konek  :D
Title: Re: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?
Post by: odading on December 29, 2018, 05:02:49 PM
Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Kalimat merah, di pov 888 saya duga idem dengan pov versi 888 yg diperihal "tidak mempunyai iman", yakni seseorang menciptakan kasih adalah “keputusan akal”.

Sedangkan di pov versi saya:
kalimat merah tidak didalam pengertian literal ibarat "aku gak punya mobil".
[ada unyil mengasihi anaknya - ada meylan mengasihi suaminya - ada cuplis mengasihi ibunya] ---> ini karena setiap orang dibekali "tool" Kasih.

So, kalo semisal [unyil tidak mengasihi tetangganya] ---> yang bisa dikatakan adalah "unyil tidak mempunyai kasih thdp tetangganya". Ketika observer mengabaikan kalimat bold superscript, akibatnya observer yg bersangkutan bisa jadi berkesimpulan "dengan demikian unyil juga tidak mengasihi anaknya karena unyil tidak mempunyai kasih".

Sementara padahal kalimat oranye, secara lebih jauh itu adanya disertai dgn kalimat bold supersript.
Dengan demikian kalimat oranye tidak sertamerta artinya [unyil tidak mempunyai kasih] karena adalah tetep possible [unyil mengasihi anaknya - tidak mengasihi tetangganya].

Kalo kekeuh tetep mengatakan bhw [Karena unyil tidak mempunyai kasih, dgn demikian unyil tidak mengasihi anaknya] sementara ternyata [unyil mengasihi anaknya], akibatnya kan timbul pertanyaan : "Lah... katanya unyil gak punya Kasih - lalu dateng dari mana itu kasih si cuplis kepada anaknya ?"

Hal diatas idem dengan :
Lah katanya pak Raden gak punya Faith, lalu dateng dari mana itu Faith pak Raden yg percaya kepada Ganesha ?


aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung
saya tidak bisa meng-elaborasi-kan kronologi realitanya berangkat dari kalimat ayat diatas apabila patokan saya spt versi 888, yakni sbb :
Quote
Saya sudah menjelaskan, bahwa:
(1). Iman itu timbul dari pendengaran, tetapi keselamatan adalah anugerah.
(2). Iman itu bisa gugur, mengakibatkan tujuan keselamatan tidak tercapai.

Nah, kedua hal tsb diatas.. akan terjadi sebagai akibat “keputusan akal”., Akal akan memutuskan terhadap apa yg kita dengar, akal yg memutuskan