Author Topic: Bagaimana Menghadapi Suami Yang Berulangkali Selingkuh  (Read 1424 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 28, 2015, 04:56:43 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Shalom
Saya janda beranak 2 menikah dengan duda beranak 2.
Suami berulangkali selingkuh,menipu.Tapi saya selalu memaafkan,menerima dan berusaha sebaiknya.
Yang saya tidak mengerti,dia selalu marah walaupun saya tahu dia merasa berdoa.
Tapi dia selalu mengulang lagi.
Dia tidak pernah boleh ketemu kedua anaknya,tapi istrinya(mantan) selalu menuntut uang.Celakanya sang anak tidak dididik dengan baik.Bahkan diajarkan membenci dan mengutuk supaya sang bapak cepat meninggal.
Tadinya saya berpikir suami jadi begitu karena mantannya yang "menggiring" suaminya seperti itu Tapi setelah dengan segala kesabaran dan pelayanan saya,tetap dia menjadi maaf#bajingan.
Bagaimana saya harus bersikap?
Kalau sedang bahagia,punya uang dan diatas angin,dia akan jadi angkuh,memaki dan berselingkuh.
Setelah jatuh,kembali dengan segala penyesalan(palsu).
December 28, 2015, 08:43:24 PM
Reply #1
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 128
  • Gender: Female
  • Designer
  • Denominasi: Protestan
Shalom
Saya janda beranak 2 menikah dengan duda beranak 2.
Suami berulangkali selingkuh,menipu.Tapi saya selalu memaafkan,menerima dan berusaha sebaiknya.
Yang saya tidak mengerti,dia selalu marah walaupun saya tahu dia merasa berdoa.
Tapi dia selalu mengulang lagi.
Dia tidak pernah boleh ketemu kedua anaknya,tapi istrinya(mantan) selalu menuntut uang.Celakanya sang anak tidak dididik dengan baik.Bahkan diajarkan membenci dan mengutuk supaya sang bapak cepat meninggal.
Tadinya saya berpikir suami jadi begitu karena mantannya yang "menggiring" suaminya seperti itu Tapi setelah dengan segala kesabaran dan pelayanan saya,tetap dia menjadi maaf#bajingan.
Bagaimana saya harus bersikap?
Kalau sedang bahagia,punya uang dan diatas angin,dia akan jadi angkuh,memaki dan berselingkuh.
Setelah jatuh,kembali dengan segala penyesalan(palsu).

Pendapat saya dari pengalaman saya.

Bersikap lah untuk menerima, tidak membenci, memaafkan, dan mengasihi.
Kita tidak dapat merubah seseorang dengan ucapan, maupun nasehat tetapi dengan sikap/tindakan
Saran saya pertama, berdoa setiap hari supaya Tuhan Yesus memberikan pengertian tentang yang baik dan jahat kepada suami anda.
kedua, memaafkan suami anda (setiap hari)
ketiga, tunjukkan dengan sikap/tindakan anda bahwa anda tetap mengasihi dia (walaupun suami tetap menyakiti anda)

Jangan mengungkit kesalahan suami. Cukup ingatkan satu atau dua kali ,kalau tetap tidak berubah anda cukup diam paling tidak anda sudah memberitahukan kesalahan suami, banyak berdoa dan tetap tunjukkan sikap yang baik sebagai seorang istri.

Mungkin butuh waktu lama untuk suami anda berubah. Berdoalah supaya anda dikuatkan menghadapi suami anda (setiap hari)

dibalik semua masalah yg anda hadapi pasti ada rencana Tuhan untuk hidup anda. (bedasarkan pengalaman)

Tuhan Memberkati....
"Hidup itu sederhana, tetapi kita cenderung membuatnya menjadi rumit - Confucius
-------------------------------------------------------------------------
"Hidup tidaklah rumit tapi kita lah yang membuatnya rumit"
December 29, 2015, 10:43:37 AM
Reply #2
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 291
  • Denominasi: protestan
Shalom
Saya janda beranak 2 menikah dengan duda beranak 2.
Suami berulangkali selingkuh,menipu.Tapi saya selalu memaafkan,menerima dan berusaha sebaiknya.
Yang saya tidak mengerti,dia selalu marah walaupun saya tahu dia merasa berdoa.
Tapi dia selalu mengulang lagi.
Dia tidak pernah boleh ketemu kedua anaknya,tapi istrinya(mantan) selalu menuntut uang.Celakanya sang anak tidak dididik dengan baik.Bahkan diajarkan membenci dan mengutuk supaya sang bapak cepat meninggal.
Tadinya saya berpikir suami jadi begitu karena mantannya yang "menggiring" suaminya seperti itu Tapi setelah dengan segala kesabaran dan pelayanan saya,tetap dia menjadi maaf#bajingan.
Bagaimana saya harus bersikap?
Kalau sedang bahagia,punya uang dan diatas angin,dia akan jadi angkuh,memaki dan berselingkuh.
Setelah jatuh,kembali dengan segala penyesalan(palsu).

Shalom sis,
maaf bgt sblmnya jika nanti komentar atw pertanyaan sy dbwh mgkn membuat sis tersinggung, tp sbnrnya komentar atw pertanyaan sy dbwh untuk agar sis mengintropeksi diri terlebih dahulu sblm sis melakukan apa yg dikatakan oleh Sis Ant.. karena Sis Ant sdh benar masukannya..

1. Kenapa/mengapa sis Yu-nani memilih menikah dengan pria yg sudah punya 2 anak tp memilih bercerai dengan istrinya dan "tega" serta "egois" mengenyampingkan perasaan 2 anaknya melihat orang tuanya bercerai?

2. Ketika sis sdh bisa menjelaskan pertanyaan no 1, maka sis silakan membaca 1 Kor 7 : 10 - 11, ayat itu bukan untuk sis yach, tp buat suami sis yg sekarang.. yg pada poinnya seorang pria jika terpaksa bercerai maka hukumnya TIDAK BOLEH lagi menikah.. kecuali istri dari pria tersebut sudah meninggal..

maaf lg sblmnya tp pendapat sy pribadi Sis udh melakukan kesalahan dgn memilih suami sis yg sekarang, sis sbg org Kristen sharusnya konseling dahulu dgn pdt sblm melakukan pernikahan ke 2 ini.. tapi kembali lg krn sudah terjadi maka cara yg efektif agar suami sis yg skrg kembali normal yaitu minta maaf dahulu sm TUHAN kemudian DOA yg sungguh2 agar suami dipulihkan..


GBu

December 31, 2015, 03:03:57 PM
Reply #3
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 75
  • Gender: Female
  • Denominasi: Protestan

Pendapat saya dari pengalaman saya.


Bersikap lah untuk menerima, tidak membenci, memaafkan, dan mengasihi.
Kita tidak dapat merubah seseorang dengan ucapan, maupun nasehat tetapi dengan sikap/tindakan
Saran saya pertama, berdoa setiap hari supaya Tuhan Yesus memberikan pengertian tentang yang baik dan jahat kepada suami anda.
kedua, memaafkan suami anda (setiap hari)
ketiga, tunjukkan dengan sikap/tindakan anda bahwa anda tetap mengasihi dia (walaupun suami tetap menyakiti anda)

Jangan mengungkit kesalahan suami. Cukup ingatkan satu atau dua kali ,kalau tetap tidak berubah anda cukup diam paling tidak anda sudah memberitahukan kesalahan suami, banyak berdoa dan tetap tunjukkan sikap yang baik sebagai seorang istri.

Mungkin butuh waktu lama untuk suami anda berubah. Berdoalah supaya anda dikuatkan menghadapi suami anda (setiap hari)

dibalik semua masalah yg anda hadapi pasti ada rencana Tuhan untuk hidup anda. (bedasarkan pengalaman)

Tuhan Memberkati....

Sekali lagi saya bertanya.. :D
Berapa usia Anda, sis Ant??
Dilihat dari koment2 Anda, sepertinya Anda telah melalui perjalanan berumah tangga yg cukup panjang dan rumit namun akhirnya berakhir bahagia :)
Bisakah Anda berbagi lebih banyak pengalaman hidup Anda kepada saya?  :D :wink:
January 03, 2016, 02:50:43 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2900
  • Gender: Male
  • Salam
    • Google
  • Denominasi: Christian
Shalom
Saya janda beranak 2 menikah dengan duda beranak 2.
Suami berulangkali selingkuh,menipu.Tapi saya selalu memaafkan,menerima dan berusaha sebaiknya.
Yang saya tidak mengerti,dia selalu marah walaupun saya tahu dia merasa berdoa.
Tapi dia selalu mengulang lagi.
Dia tidak pernah boleh ketemu kedua anaknya,tapi istrinya(mantan) selalu menuntut uang.Celakanya sang anak tidak dididik dengan baik.Bahkan diajarkan membenci dan mengutuk supaya sang bapak cepat meninggal.
Tadinya saya berpikir suami jadi begitu karena mantannya yang "menggiring" suaminya seperti itu Tapi setelah dengan segala kesabaran dan pelayanan saya,tetap dia menjadi maaf#bajingan.
Bagaimana saya harus bersikap?
Kalau sedang bahagia,punya uang dan diatas angin,dia akan jadi angkuh,memaki dan berselingkuh.
Setelah jatuh,kembali dengan segala penyesalan(palsu).
Saya penasaran mengapa suami sist berulangkali selingkuh, apakah karena memang selingkuh sudah menjadi hobynya?
Apakah sist pernah bertanya ke suami sist, apa ada yang kurang dari sist hingga suami sist tega berselingkuh?
Kalau sist cuma sabar aja, menerima aja, memaafkan aja, berharap dia bisa berubah kelak ntah kapan, bisa- bisa sist malah sakit (mengingat penyakit bisa timbul karena pikiran).
Coba sist tanya suami sist baik-baik, apa yg kurang dari sist, apa yg suami inginkan, suami sist maunya gimana?
Dari jawaban suami sist nantinya sist dan suami bisa cari jalan keluarnya bersama2, Begitu.

Kecuali suami sist tipe orang yg (maaf)keras kepala dan ga mau dengerin nasehat sist, sebaiknya sist mengikutcampurkan pastor/pendeta untuk memberi pengertian tentang pernikahan sesungguhnya.
« Last Edit: January 03, 2016, 03:00:41 PM by NicMus »
If your religion requires that you hate someone - you need a new religion.
January 06, 2016, 05:31:31 AM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
  • Denominasi: Protestan
Shalom
Saya janda beranak 2 menikah dengan duda beranak 2.
Suami berulangkali selingkuh,menipu.Tapi saya selalu memaafkan,menerima dan berusaha sebaiknya.
Yang saya tidak mengerti,dia selalu marah walaupun saya tahu dia merasa berdoa.
Tapi dia selalu mengulang lagi.
Dia tidak pernah boleh ketemu kedua anaknya,tapi istrinya(mantan) selalu menuntut uang.Celakanya sang anak tidak dididik dengan baik.Bahkan diajarkan membenci dan mengutuk supaya sang bapak cepat meninggal.
Tadinya saya berpikir suami jadi begitu karena mantannya yang "menggiring" suaminya seperti itu Tapi setelah dengan segala kesabaran dan pelayanan saya,tetap dia menjadi maaf#bajingan.
Bagaimana saya harus bersikap?
Kalau sedang bahagia,punya uang dan diatas angin,dia akan jadi angkuh,memaki dan berselingkuh.
Setelah jatuh,kembali dengan segala penyesalan(palsu).

Intinya .. lebih sabar ya mbak..
Lebih sabar terhadap kehidupan .. lebih sabar terhadap suami dan mantan istrinya ..

Karena mbak gak mungkin ubah suami, kita hanya bisa mengubah diri kita sendiri.

Mbak mau ceraikan lagi? Bisa saja ... tapi Jikapun nanti mbak nikah lagi dengan pria lain, belum tentu lebih baik dari yang sekarang.
January 13, 2016, 04:08:01 PM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
  • Denominasi: Apostolik
Hi Mbak. Aku  sharing dari pengalaman sendiri dan beberapa teman2 ku yang mengalami hal yang sama. Semoga membantu.

Pada dasarnya kenapa orang suka selingkuh adalah masa2 dulu kecilnya mereka kurang perhatian dari orang tua ( dalam hal ini saya tidak menyalahkan orang tuanya karena tentunya keturunan sbelum2nya juga tidak mengajarkan demikian)Mereka mungkin dibesarkan dengan tidak pengertian hukum2 Tuhan ( 10 perintah Allah)
Sehingga mereka akan mencari penerimaan diri dari orang yang bisa menerima mereka ibaratnya  mereka mecari pelarian ke dunia yang termasuk minum-judi -sex bebas yang memuaskan semua sesaat.

Saya temukan ini didalam bible bahwa pada jaman dahulu ( sodom dan Gomora) sdh terjadi dan paternnya berulang-ulang sampai sekarang.

Kita sebagai manusia tidak akan bisa merubah karakter manusia. Yang merubah hanyalah Dia (suami anda ) dan Tuhan. 

Apa yang perlu kita lakukan jika ingin suami kita berubah maka Kita harus berubah dulu , kembali ke jalan2 Tuhan. Rubah pola pikir kita dahulu. Nanti Tuhan yang akan bereskan semuanya.

Yang perlu kita selalu ingat adalah semua tantangan yang kita hadapi, kita tidak pernah sendiri. karena ada Tuhan yang ikut memikul juga.

Saya melewati ini semua dan masih terus berjalan . Karena akan selalu ada pengharapan dalam Tuhan. Pada saatnya suami kita akan sadar bahwa semuanya adalah semu ( kepuasaan sesaat).

Jika mbak suka baca buku. Cari saja buku judul" Single, Married, Separated and Life after Divorce " by Dr Myless Moonre.

mungkin ini bisa membantu mbak melewati tantangan hidup ini.







 
August 05, 2016, 10:49:21 AM
Reply #7
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 5
ngikut nyimak aja ceritanya sist ..memang dalam hidup itu gk selalu hidup bahagia selalu ada kerikil kerikil yang membuat hidup lebih ada sensasinya
August 05, 2016, 11:46:35 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
Kalo yang begini, maaf, saya tidak bisa komentar. Selain karena nggak punya pengalaman mengenai kasus seperti itu, juga, di kepercayaan yang saya anut, memepercayai "Yang dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia". Pernikahan/perkawinan dilakukan dihadapan manusia sebagai saksi, dipercaya sebagai dihadapan Tuhan, dan Tuhan yang mempersatukan kedua mempelai. Maka tidak seorang manusiapun, termasuk kedua mempelai yang boleh menceraikan.
Nah, bila tetap terjadi juga perceraian diantara pasangan suami istri, itu menandakan bahwa kedua atau setidaknya, seorang dari mempelai itu mempunyai kekerasan hati yang di luar pemahaman @Cinta Bhinneka.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)