Author Topic: Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh  (Read 13385 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 31, 2016, 06:33:46 AM
Reply #90
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Seperti yg sudah saya katakan sebelumnya bahwa mau bahasa Arab kek bahasa apapun janganlah gara gara itu merubah doktrin gereja segala abad yg sudah diterima oleh semua denominasi utama Kekristenan.

Saya tidak percaya teori BN bahwa memakai bahasa atau istilah  Arab lebih manjur dibumi Indonesia yg sebagian besar tidak paham bahasa Arab.

Dalam hal ini kita berbeda pendapat karena saya percaya pakai bahasa lokalpun kalau ROH KUDUS dan firman Allah sudah bekerja maka pasti keselamatan akan tiba.


Ah itu anda nampaknya hanya menyitir perkataan BN yg kedengarannya sumbang saja,kalau menurut saya statement itu belum tentu benar karena pendidikan theologia umumnya terbaik berada berada di Barat sehingga banyak menggunakan bahasa Internasional yaitu bahasa Inggris.

Mana ada orang belajar teologi Kristen ke Israel ???

Orang muslim juga saya percaya lebih mantap memilih guru Agama dari Arab atau Timur Tengah ketimbang mendatangkan guru dari USA misalnya.


Sumber bahasa sama sekali tidak menjamin pekerjaan ROH KUDUS.

Ahli Taurat dan bangsa Yahudipun pun tidak akan selamat walau pakai bahasa Ibrani kalau menolak kebenaran Injil.

Tetapi pakai berbagai bahasa etnis didunia berjuta juta manusia selamat,karena kuncinya bukan berada dibahasanya melainkan karya ROH KUDUS.

Bagi saya sekali lagi saya tekankan  bahwa arabisasi tidak menjamin bahwa ROH KUDUS akan bekerja malah kalau keliru akan menjadi kesesatan belaka.


Saya melihat Anda "terlanjur" Apriori saja. Udah terlanjur skeptis menuduh "Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh" ya udah terus aja dalam tuduhan ini.

Tapi, tuduhan Anda sangat premature, dan bermula dari sikap apriori "alergi sama yg ada nuansa Arabnya."


Anda bertanya "Mana ada orang belajar teologi Kristen ke Israel ?"

Anda harus membuang sikap skeptis/ apriori semacam itu deh.

Saya adalah contoh kongkrit orang Kristen yang ke Israel untuk belajar, belajar dari orang2 Israel yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Belajar bagaimana mereka memahami תנ"ך - TANAKH sekaligus belajar bagaimana mereka memahami הַבְּרִית הַחֲדָשָׁה - HABERIT HAKHADASHAH (Perjanjian Baru).

Saya justru menghindari belajar dari Theologi-theologi dan isme-isme Kristen yang bermula dari Theolog2 Barat dalam khas mereka yang "Protestan", dalam gaya ajaran2 para theolog yg baru muncul Abad 16 Masehi. Saya melihat Kekristenan di Indonesia terlalu dikungkung "theologi barat abad 16 Masehi." Ya, ini wajar sebab Kekristenan di Indonesia adalah hasil warisan kolonialisme yang juga membawa para misionaris2 datang ke Indonesia.

Bagi saya pribadi: Mengapa harus mempelajari Kekristenan yang "sudah dimodifikasi abad 16 Masehi"?
Ya yang mau belajar Kristen sama Bule silahkan, ga' ada yg ngelarang juga. Tapi saya pribadi lebih memilih belajar dari Kristen yang rumpun Semit, yang Asli dimana Tuhan Yesus lahir dan menginjil di sana.

Saya ingin belajar dari yang asli, bukan dari theologi & isme-isme Kristen yang baru muncul 1500tahun setelahnya. Lebih memilih mempelajari Kekristenan dari pemikiran Semitik, bukan yang "made-in filosofi Barat".

Kristen Koptik, Kristen Siria, Kristen Arab justru eksis lebih dahulu di bumi ini daripada "Protestan." Kalau ada golongan Protestan yang merasa lebih ngetop dan menamakan dirinya "kaum reform" mereka kan mereform sesuatu yang dirasakan salah di bumi Eropa pada abad 15 Masehi. Kalangan Kristen di Timur tidak ada sangkut-pautnya dengan supremasi yang dirasakan kaum reform di Eropa yg bermula pada abad 16 itu.

Kalau BN belajar di Kairo dari kalangan Kristen Koptik, saya belajar di Israel.

Reff : http://www.sarapanpagi.org/pardes-exegesis-abraham-dua-puteranya-vt8215.html

Itu Artikel terakhir yg saya tulis. Dari inspirasi seorang professor yang mengajar saya, seorang Yahudi/ Israel. Dia sangat luar biasa mendalami Taurat dan hubungannya dengan tulisan2 Paulus Perjanjian Baru. Dan dia adalah seorang yang percaya Tuhan  Yesus Kristus.

Belajar di Israel, mengapa tidak?

:)
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
July 31, 2016, 06:54:38 AM
Reply #91
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
PANDANGAN YANG TIDAK BENAR TENTANG ALLAH

IN  ESSENTIALS,…………… UNITY !
IN  NON  ESSENTIALS,……. LIBERTY !
IN  ALL THINGS,…………… LOVE !



PANDANGAN YANG SALAH TENTANG ALLAH

Kita dilahirkan untuk mencari makna,diciptakan untuk haus akan hal hal rohani,dan dibalik itu semua adalah PENCARIAN KITA AKAN ALLAH.

PENGKOTBAH 3:11 : Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.

Allah menanamkan sense of religion (kekekalan) didalam setiap hati manusia,sehingga kepuasan jiwa dan kebahagiaan tertinggi bagi manusia hanya bisa dicapai kalau dia mengenal Allah penciptanya dengan benar.

Johannes Calvin pernah mengatakan bahwa anda tidak akan dapat mengenali diri dengan benar tanpa mengenal Allah terlebih dahulu. Kita ini adalah buatan tangan Allah,citra Allah ada didalam diri kita karena kita diciptakan menurut peta dan teladan Nya,tetapi citra ini tidak pernah sekalipun bisa membuat manusia menjadi Allah,yaitu menentukan sendiri mana yang baik dan mana yang jahat,mana yang benar dan mana yang salah.

Hanya ada dua macam pandangan manusia tentang Allah :

1.   Dari bawah keatas yaitu usaha pengenalan akan Allah yang bertitik tolak dari logika,emosi,penalaran,pengalaman,naluri,ilusi,mistik,kreativitas manusia,tradisi dll. Cara ini dikenal dengan istilah Antroposentris.

2.   Dari atas kebawah yaitu mengenal Allah berdasarkan apa yang Dia nyatakan kepada kita mengenai diri Nya melalui wahyu umum dan wahyu khusus. Cara ini dikenal dengan Teosentris.

CIRI CIRI PENGENALAN SECARA ANTROPOSENTRIS :

•   Lebih menyukai ilusi tentang Allah yang lebih aman sehinga tanpa kita sadari kita telah mereduksi Allah agar mencapai proporsi yang lebih dapat kita kelola dan terima secara nalar. Mempunyai gagasan tentang Allah berdasarkan keinginan dan kepentingan diri sendiri,golongan sendiri maupun gereja sendiri.

•   Usaha manusia dengan akal sehatnya untuk memahami Allah selalu akan berakhir dengan penciptaan berhala berhala. Calvin pernah mengatakan bahwa “pikiran manusia adalah pabrik berhala.”


•   Membentuk suatu gagasan mental tentang Allah yang tidak mirip Allah yang benar benar ada. Penyembahan berhala memberikan kehormatan kepada opini opini kita sendiri tentang Allah,yang dibentuk sesuai dengan apa yang kita sukai.

•   Menciptakan suatu gagasan tentang Allah menurut kehendak dan preferensi manusia,sehingga mereduksi keberadaan Allah menjadi proporsi yang dapat diatur sesuai keinginan dan pikiran mereka. Pikiran saya adalah gereja saya !

•   Menginginkan Allah yang lebih toleran kepada manusia,kurang menuntut,lebih tidak menghakimi,sehingga mereduksi Allah dari sifat sifatnya yang absolut. Mereka berpikir bahwa mereka lebih berhak memilih Allah menurut konsep mereka,bukan Allah yang memilih manusia.

•   Menginginkan Allah yang tidak akan turut campur didalam pusat kehidupan manusia. Nietzsche mewakili pandangan Atheist mengatakan Allah sudah mati,bukan karena dia memang yakin bahwa Allah sudah mati melainkan dilandasi oleh hasrat yang menyala-nyala didalam diri manusia yang menginginkan Allah tidak turut campur didalam kebebasan mereka berbuat dosa.

•   Allah diperlakukan sebagai barang komoditi ibarat makanan didalam kantin. Saya akan mencari Allah yang sesuai dengan selera saya dan kepuasan saya. Saya tidak menghakimi orang lain yang memilih menu (pandangan) yang berbeda dengan saya,tetapi saya menentukan sendiri pilihan pilihan saya,membentuk suatu konsep tentang Allah yang benar benar paling tepat bagi saya.


BELAJARKAH KITA DARI AYUB UNTUK MENYEMBAH ALLAH TANPA MAMPU MENYELIDIKI PIKIRAN ALLAH,TANPA MAMPU MENGETAHUI MISTERI YANG TERSEMBUNYI DARI YANG MAHA KUASA,MELAINKAN DUDUK DIDALAM DEBU DAN ABU DIHADAPAN KEBENARAN ALLAH YANG BERDAULAT ?



MAZMUR 115:3 -8 
 
Allah kita di sorga;
Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya!
Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia,
mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata,
mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat,
mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,
mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium,
mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba,
mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan,
dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya.
Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya,
dan semua orang yang percaya kepadanya


SESUNGGUHNYA MEMPUNYAI PANDANGAN TENTANG ALLAH YANG TIDAK BENAR SUDAH MERUPAKAN PENYEMBAHAN BERHALA !

Sumber:

http://forumkristen.com/index.php?topic=27326.msg232613#msg232613


« Last Edit: July 31, 2016, 07:44:31 AM by saksang »
July 31, 2016, 06:58:48 AM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Saya melihat BN tidak melakukan "Arabisasi" dalam Kekristenan, dia adalah seorang pengkhotbah dengan latar belakang study dari Kristen Koptik di Mesir, ya wajar saja dia sering meng-quote istilah2 Arab. Hal ini sama saja dengan para pengkhotbah yang lulusan Amrik misalnya, bukankah mereka juga sering meng-quote istilah2 dalam bahasa Inggris ketika berkhotbah.

Mengapa harus Arab yang dipandang secara apriori, sedangkan bahasa Inggris tidak?

Makanya kalau anda mau membuktikan bahwa saya apriori jawab dong semua pertanyaan saya jangan mengelak terus,sehingga diskusi jadi mandek.

Menuduh itu harus pakai bukti bukan asbun.

Syalom
July 31, 2016, 07:25:07 AM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Makanya kalau anda mau membuktikan bahwa saya apriori jawab dong semua pertanyaan saya jangan mengelak terus,sehingga diskusi jadi mandek.

Menuduh itu harus pakai bukti bukan asbun.

Tuduhan "Asbun" lebih tepat ditujukan kepada Anda sendiri.

"Topic: Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh" kan bermula dari Anda sendiri.

 
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
July 31, 2016, 07:28:23 AM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Saya melihat Anda "terlanjur" Apriori saja. Udah terlanjur skeptis menuduh "Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh" ya udah terus aja dalam tuduhan ini.

Tapi, tuduhan Anda sangat premature, dan bermula dari sikap apriori "alergi sama yg ada nuansa Arabnya."


Makanya kalau anda mau membuktikan bahwa saya apriori dan skeptis jawab dong semua pertanyaan saya jangan mengelak terus,sehingga diskusi jadi mandek.

Menuduh itu harus pakai bukti bukan asbun.


Quote
Anda bertanya "Mana ada orang belajar teologi Kristen ke Israel ?"

Anda harus membuang sikap skeptis/ apriori semacam itu deh.

Saya adalah contoh kongkrit orang Kristen yang ke Israel untuk belajar, belajar dari orang2 Israel yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Belajar bagaimana mereka memahami תנ"ך - TANAKH sekaligus belajar bagaimana mereka memahami הַבְּרִית הַחֲדָשָׁה - HABERIT HAKHADASHAH (Perjanjian Baru)

Saya justru menghindari belajar dari Theologi-theologi dan isme-isme Kristen yang bermula dari Theolog2 Barat dalam khas mereka yang "Protestan", dalam gaya ajaran2 para theolog yg baru muncul Abad 16 Masehi. Saya melihat Kekristenan di Indonesia terlalu dikungkung "theologi barat abad 16 Masehi." Ya, ini wajar sebab Kekristenan di Indonesia adalah hasil warisan kolonialisme yang juga membawa para misionaris2 datang ke Indonesia.

Bagi saya pribadi: Mengapa harus mempelajari Kekristenan yang "sudah dimodifikasi abad 16 Masehi"?
Ya yang mau belajar Kristen sama Bule silahkan, ga' ada yg ngelarang juga. Tapi saya pribadi lebih memilih belajar dari Kristen yang rumpun Semit, yang Asli dimana Tuhan Yesus lahir dan menginjil di sana.

Saya ingin belajar dari yang asli, bukan dari theologi & isme-isme Kristen yang baru muncul 1500tahun setelahnya. Lebih memilih mempelajari Kekristenan dari pemikiran Semitik, bukan yang "made-in filosofi Barat".



Silahkan jujur saja kalau dibandingkan dengan mereka yg belajar teologia di Barat hanya berapa persen yg belajar ke Israel ?

Dan yg hanya segelintir itu memang termasuk anda.

Bukankah teolog yg terbaik hampir semua datangnya dari hasil pendidikan di Barat ?

Coba jujur saja teolog hasil pendidikan mana yg paling banyak anda kutip di website anda bung ?

Coba cantumkan saya ingin tahu ada berapa teolog Kristen yg berpendidikan di Israel yg pernah anda kutip dan bandingkan jumlahnya dgn teolog Barat (pakai bukti kongkrit) ?

Bisakah saya katakan bahwa anda sebenarnya hipokrit atau munafik ?


Quote
Kristen Koptik, Kristen Siria, Kristen Arab justru eksis lebih dahulu di bumi ini daripada "Protestan." Kalau ada golongan Protestan yang merasa lebih ngetop dan menamakan dirinya "kaum reform" mereka kan mereform sesuatu yang dirasakan salah di bumi Eropa pada abad 15 Masehi. Kalangan Kristen di Timur tidak ada sangkut-pautnya dengan supremasi yang dirasakan kaum reform di Eropa yg bermula pada abad 16 itu.

Kalau BN belajar di Kairo dari kalangan Kristen Koptik, saya belajar di Israel.

Reff : http://www.sarapanpagi.org/pardes-exegesis-abraham-dua-puteranya-vt8215.html

Itu Artikel terakhir yg saya tulis. Dari inspirasi seorang professor yang mengajar saya, seorang Yahudi/ Israel. Dia sangat luar biasa mendalami Taurat dan hubungannya dengan tulisan2 Paulus Perjanjian Baru. Dan dia adalah seorang yang percaya Tuhan  Yesus Kristus.

Belajar di Israel, mengapa tidak?


Anda yang kelihatan sembarangan menuduh saya apriori dan skeptis karena berkali kali yg saya tekankan adalah penyimpangan ajaran dan bahwa teori arabisasi Kekristenan menurut saya tidak menjamin seseorang menerima Kristus karena metode,model dan hikmat manusia  bukan hal yg utama didalam menginjili.

Makanya janganlah menyimpangkan persoalan yang sebenarnya tetapi tanggapi dong semua pertanyaan saya jangan hanya memilih apa yg anda suka suka saja sebab ini forum diskusi saling menanggapi tanpa pura pura tidak tahu melewatkan hal hal yg dipersoalkan.

Apakah soal bahasa lebih penting dari kebenaran Injil?

Syalom
« Last Edit: July 31, 2016, 07:38:20 AM by saksang »
July 31, 2016, 07:32:39 AM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Tuduhan "Asbun" lebih tepat ditujukan kepada Anda sendiri.

"Topic: Doktrin Tritunggal Yusuf Rony dan B.Noorsena yg aneh" kan bermula dari Anda sendiri.

Anda pertama mulai melempar tuduhan apriori dan skeptis tetapi kabur terus dari semua pertanyaan saya mengenai penyimpangan ajaran Injil.

Ini cara berrdiskusi yg jelek menurut saya,silahkan instrospeksi diri kalau tidak sanggup menjawab pertanyaan lawan diskusi anda bung !

Syalom
« Last Edit: July 31, 2016, 07:45:14 AM by saksang »
July 31, 2016, 09:16:53 AM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 627
  • Denominasi: Kristen
Reff : http://www.sarapanpagi.org/pardes-exegesis-abraham-dua-puteranya-vt8215.html

Itu Artikel terakhir yg saya tulis. Dari inspirasi seorang professor yang mengajar saya, seorang Yahudi/ Israel. Dia sangat luar biasa mendalami Taurat dan hubungannya dengan tulisan2 Paulus Perjanjian Baru. Dan dia adalah seorang yang percaya Tuhan  Yesus Kristus.

Belajar di Israel, mengapa tidak?

:)


Saya mencoba menelusuri link yg anda berikan ternyata apa yg saya dapat :

"Pardes" refers to (types of) approaches to biblical exegesis in rabbinic Judaism or to interpretation of text in Torah study. The term, sometimes also spelled PaRDeS, is an acronym formed from the same initials of the following four approaches:

Peshat (פְּשָׁט) — "surface" ("straight") or the literal (direct) meaning.[1]
Remez (רֶמֶז) — "hints" or the deep (allegoric: hidden or symbolic) meaning beyond just the literal sense.
Derash (דְּרַשׁ) — from Hebrew darash: "inquire" ("seek") — the comparative (midrashic) meaning, as given through similar occurrences.
Sod (סוֹד) (pronounced with a long O as in 'sore') — "secret" ("mystery") or the esoteric/mystical meaning, as given through inspiration or revelation.

https://en.wikipedia.org/wiki/Pardes_(Jewish_exegesis)

Kalau membahas Tritunggal secara tuntas pilih dong teolog yg nyambung dari Israel pakai PB bukan hanya Taurat.

Metode Pardes dari Rabi Yahudi ??? Apa yg mau diharapkan pemahaman Tritunggal dari seorang Rabi Yahudi penganut Yudaisme yg sampai sekarang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah dan Tuhan ???

Tipelogi metode Pardes yg penuh dgn alegori identik dengan metode eksegesis kalifah Islam  Ja'far al-Sadiq didalam memahami Alquran, ---- ya ialah karena Yudaisme dan Islam kan penganut monoteisme absolut.

Siapa nama Profesor Yahudi yg mengajar anda tsb kok disembunyikan ?

Syalom
« Last Edit: July 31, 2016, 09:53:54 AM by saksang »
July 31, 2016, 11:32:12 AM
Reply #97
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 6
Berikut saya kutip buku Firman Menjadi Manusia tulisan M. Purwatma, Pr (terbitan Kanisius) hal 135:

Pantas dicatat bahwa dalam dialog dengan saudara-saudara Muslim, para penulis Kristen Arab lebih menggunakan kata sifah, yang berarti sifat khas atau aspek, untuk menunjuk hipostasis dalam Allah Tritunggal. Sebagaimana umat muslim mengakui ada sekian banyak sifah Allah, umat Kristiani mengakui tiga sifah Allah yang utama, yaitu tiga sifah yang intrinsik dalam diri Allah, yaitu yang transenden dalam diri-Nya sendiri (Bapa), Firman yang mewujud dalam diri manusia (Putra), dan kehadiran imanen, aktif, dan hidup dalam diri ciptaan (ROH KUDUS). Bapa, Putra, dan ROH KUDUS adalah tiga sifah Allah yang utama, maka seperti Allah ketiga-Nya juga kekal.
July 31, 2016, 12:39:20 PM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Siapa nama Profesor Yahudi yg mengajar anda tsb kok disembunyikan ?


Inilah bukti dari seorang yang selalu apriori, di halaman terakhir, saya memberikan buku referensi dimana saya menulis artikel tersebut, Julia Blum diantaranya. Misalnya, Anda dulu baca khusus buku2 tulisan Julia Blum, dia seorang Yahudi yang percaya Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah.

Saya selalu terbuka menulis darimana saya mendapat referensi tulisan.

PARDES adalah metode menafsir, PARDES itu bukan "believe", bukan "doktrin", bukan "isme." Sepenuhnya "metode/ cara" saja. Bahwa sebelum seseorang itu mengklaim tafsirannya dari "pencerahan ROH KUDUS" dia harus membaca ayat dengan secara lurus/ polos/ apa adanya (PESHAT), baru naik ke level selanjutnya..... sampai dengan level tertinggi "SOD."

Metode "PARDES" dapat digunakan dalam membahas apa saja, Rasul Paulus-pun sebelum dia ber"Midrash/ Derash" dalam penjabarannya di Galatia pasal 4, dia tentu membaca ayat denga cara "PESHAT."

Kalau Anda mau belajar, saya mau ngasih tahu.... tapi jangan menganggap segala sesuatu harus "dibantah" pokoknya BN salah, dia ber-Arabisasi, Trinitasnya aneh, ga' cocok.
Anda masih perlu banyak belajar sebelum menuduh orang secara premature.

Metode Pardes dari Rabi Yahudi ??? Apa yg mau diharapkan pemahaman Tritunggal dari seorang Rabi Yahudi penganut Yudaisme yg sampai sekarang tidak percaya bahwa Yesus adalah Allah dan Tuhan ???


PARDES sekali lagi adalah sebuah "metode" untuk menafsir, bukan "believe" bukan "doktrin" bukan "isme." Meski saya menggunakan metode Yahudi, coba temukan apa ada di tulisan saya tsb yang bertentangan dengan Kekristenan secara mainstream? Apakah ada yang melawan doktrin "Trinitas"?
Dalam kajian yang saya berikan di situ justru meneguhkan bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang inkarnasi. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah. Dan di sinilah titik krusial dari doktrin Trinitas.

Saya pribadi tetap berpegang teguh, sepanjang seorang Kristen dapat mengimani Yesus Kristus adalah Tuhan dan Allah, dia dengan sendirinya memahami "DOktrin Trinitas."
Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
July 31, 2016, 01:35:54 PM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1115
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Tetapi Firman dan Roh apakah berpribadi sesuai ajaran Alkitab ?
tidak digunakannya kata "pribadi", bukan brarti menolak trinitas
yg perlu dipertanyakan seharusnya adalah percaya/tidak dgn trinitas
Memang kenyataannya ada 3 pribadi Allah tetapi jangan pakai pertambahan dong melainkan perkalian saja kalau mau debat kusir tanpa pakai iman,jadinya tetap hanya ada satu Allah saja.

Matematika mana mungkin bisa dipakai untuk mengukur dimensi Roh yg bukan materi dan jauh lebih tinggi dari dimensi alam semesta yg ada ???

Syalom
nah itu dia bro, definisi apakah paling sempurnah menjelaskan trinitas ?
jadi pada tempat kita sama2 menghargai cara menjelaskannya yg berbeda, selama itu masih sejalur trinitas tidak perlu dipersoalkan, trinitas kan milik yg mengimaninya, bukan milik merasa paling benar definisi trinitasnya

soalnya nenek2/kakek2, orang2 dikampungku trmasuk aku, gk pinter menjelaskan definisi trinitas, hanya sebatas mampu mengimaninya

syalom

 :)

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)