Author Topic: Hukum Perceraian .. (tinjauan kasus BTP)  (Read 1589 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 01, 2019, 08:40:57 AM
Reply #10
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6451
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Tuhan Yesus ada berkata:
'Karena ketegaran hatimulah...'

Jd soal kawin-cerai-kawin lagi-cerai lagi-kawin lagi-dsb, ada faktor 'ketegaran hati'.

Apapun aturan, etika dan norma yg di atas kertas disampaikan, kl manusia yg mjalankannya tegar hati utk melakukan apa yg ia inginkan, smua pcuma saja.
Ketika tegar hati sudah intervensi, itu sudah urusan antara Tuhan dg orang tsb.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
February 01, 2019, 09:35:10 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Jadi begini saudara ku..

Sebenarnya, Alkitab PB tidak menolak poligami, dan tidak juga mendukung poligami tersebut, tetapi PB jelas dan tegas “menolak perceraian”, apapun alasannya .. kecuali perceraian yg diakibatkan oleh kematian, sebab “cara Allah memisahkan yg sudah dipersatukan Allah, hanyalah melalui kematian”.

Nah, yg dimaksudkan PB tidak menolak poligami, bukan berarti memperbolehkan memiliki istri lebih dari satu, tetapi .. setiap orang yg telah “berpoligami” sebelum bertobat, maka orang tersebut tidak boleh menceraikan salah - satu dari isteri2 nya tersebut sampai mati, sebab dosa yg dilakukan orang tersebut, terjadi di saat orang itu belum mengenal Yesus atau belum bertobat, tetapi orang tersebut tidak lagi diperbolehkan menambah isteri baru nya, sebab jika ia menambah isteri barunya, maka ia hidup dalam berzinah dan anak2 yg dilahirkan dari isteri barunya, adalah anak2 cemar.

Tetapi sebaliknya.. setiap orang yg telah bertobat dan telah hidup didalam Kristus, kemudian orang tersebut kawin, maka orang tersebut tidak boleh kawin lebih dari 1 kali, sampai kematian memisahkan mereka.

Tetapi yg perlu diketahui adalah, banyak sekarang orang mengaku Kristen karena warisan orang tuanya, dan pada dasarnya .. mereka belum mengenal kebenaran, menurut saya (maaf, bukan kata Alkitab), maka bagi orang tersebut, berlaku ketentuan yg pertama, yaitu .. diperbolehkan berpoligami, karena kondisi poligami itu terjadi, sebelum orang Kristen itu mengenal kebenaran yg sesungguhnya.

Jbu..
Dari penjelasan sdr. di atas saya bisa memahami maksud sdr. yang dengan begitu bijaksananya "menolak" poligami.

Namun menurut saya sangat disayangkan apabila sdr. blm memahami hal kerajaan sorga; Sebab  hal kerajaan sorga bukan soal poligami atau tidak poligami yang menjadi prasyaratnya.

Tetapi yang pasti adalah perceraian yang tidak diperkenankan oleh TUHAN (apapun alasannya)....... bukan poligami yang tidak diperkenankan.
February 01, 2019, 09:40:36 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Pertanyaan kedua...

Apakah mengawinkan perempuan lain baik secara terangan2an maupun dengan cara sembunyi-sembunyi artinya kita menceraikan isteri kita?  :)
February 01, 2019, 09:47:23 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1134
Begini, semua bentuk percabulan atau persundalan atau istilah sekarang prostitusi atau perselingkuhan atau lain2 yg memiliki arti sama, maka intinya adalah “zinah”, sehingga tidak keliru, jika diterjemahkan dengan perkataan “perzinahan”.

Jbu
Tidak.

Fornication dan Adultery itu sesuatu yang berbeda.

Jika fornication = adultery... maka Mat 19-9 akan kontradiksi dengan ayat lainnya yang menyangkut cerai.

Quote
Nah, ternyata setiap orang yg berzinah itu, hukumannya adalah hukuman mati, lantas bagaimana kaitannya dgn pernyataan Yesus diatas tentang perceraian ?

Kaitannya adalah .. pada dasarnya Yesus tetap tidak memperbolehkan perceraian, kecuali karena “kematian”, karena Yesus tahu betul .. bahwa hukuman perzinahan itu adalah “hukuman mati”, maka Yesus katakan boleh bercerai dikarenakan perzinahan, sebab orang yg ketahuan melakukan perzinahan, pastilah akan dihukum mati.

Bahkan pelaku Adultery di New Law pun tidak dijatuhi hukuman mati.

LAI TB,

John

8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.

8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.

8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"

8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.

8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."

8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.

8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"

8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

===

KJV.

8:2 And early in the morning he came again into the temple, and all the people came unto him; and he sat down, and taught them.

8:3 And the scribes and Pharisees brought unto him a woman taken in adultery; and when they had set her in the midst,

8:4 They say unto him, Master, this woman was taken in adultery, in the very act.

8:5 Now Moses in the law commanded us, that such should be stoned: but what sayest thou?

8:6 This they said, tempting him, that they might have to accuse him. But Jesus stooped down, and with his finger wrote on the ground, as though he heard them not.
 
8:7 So when they continued asking him, he lifted up himself, and said unto them, He that is without sin among you, let him first cast a stone at her.

8:8 And again he stooped down, and wrote on the ground.

8:9 And they which heard it, being convicted by their own conscience, went out one by one, beginning at the eldest, even unto the last: and Jesus was left alone, and the woman standing in the midst.

8:10 When Jesus had lifted up himself, and saw none but the woman, he said unto her, Woman, where are those thine accusers? hath no man condemned thee?

8:11 She said, No man, Lord. And Jesus said unto her, Neither do I condemn thee: go, and sin no more.

====

Salam,
February 01, 2019, 10:02:40 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1134
Jadi begini saudara ku..

Sebenarnya, Alkitab PB tidak menolak poligami, dan tidak juga mendukung poligami tersebut, tetapi PB jelas dan tegas “menolak perceraian”, apapun alasannya .. kecuali perceraian yg diakibatkan oleh kematian, sebab “cara Allah memisahkan yg sudah dipersatukan Allah, hanyalah melalui kematian”.

Sebenarnya????

PB tentu saja melarang Polygami.

Yang ada di PB adalah 2 (not 3, 4, 5, dst) become 1,

Matius  19
19:5 And said, For this cause shall a man leave father and mother, and shall cleave to his wife: and they twain shall be one flesh?


Matius  19
19:6 Wherefore they are no more twain, but one flesh. What therefore God hath joined together, let not man put asunder.

Markus  10
10:8 And they twain shall be one flesh: so then they are no more twain, but one flesh.


Efesus  5
5:31 For this cause shall a man leave his father and mother, and shall be joined unto his wife, and they two shall be one flesh.

====

Salam,
February 01, 2019, 10:16:07 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9501
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
saya setuju jika orang tersebut sudah poligami sebelum mengenal Kristus, maka setelah mengenal Kristus tidak boleh main langsung disuruh ceraikan istrinya

harus ditangani secara khusus
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
February 02, 2019, 05:03:40 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Tuhan Yesus ada berkata:
'Karena ketegaran hatimulah...'

Jd soal kawin-cerai-kawin lagi-cerai lagi-kawin lagi-dsb, ada faktor 'ketegaran hati'.

Apapun aturan, etika dan norma yg di atas kertas disampaikan, kl manusia yg mjalankannya tegar hati utk melakukan apa yg ia inginkan, smua pcuma saja.
Ketika tegar hati sudah intervensi, itu sudah urusan antara Tuhan dg orang tsb.
Benar sekali saudara ku, disaat ketegaran hati sudah bicara, maka semua tulisan tidak ada gunanya.

Jbu
February 02, 2019, 05:42:58 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Pertanyaan kedua...

Apakah mengawinkan perempuan lain baik secara terangan2an maupun dengan cara sembunyi-sembunyi artinya kita menceraikan isteri kita?  :)
Nah, terlepas dari permasalahan poligami yg sudah saya jelaskan diatas, maka kedua pertanyaan saudara akan saya jelaskan disini.

Permasalahan perceraian dan poligami, sebenarnya telah dituliskan “dengan jelas dan tegas” dalam Kitab Maleakhi 2:16..

“sebab Aku MEMBENCI perceraian.. Firman Tuhan semesta alam, maka jagalah diri mu dan JANGAN  BERKHIANAT”.

Nah, kitab maleakhi ini, bisa kita jadikan salah satu dasar yg kuat, jika kita berbicara tentang perceraian dan poligami, dimana Tuhan itu “sangat membenci perceraian” dan juga “pengkhianatan”.

Mengapa ?

Karena pada ayat sebelumnya di kitab maleakhi tersebut, dikatakan .. bahwa tujuan perkawinan itu, adalah agar melahirkan “keturunan-keturunan” ilahi.

Jadi, baik perceraian ataupun poligami (terlepas dari permasalahan poligami yg saya jelaskan sebelumnya), SANGAT  DIBENCI Tuhan.

Nah, kembali ke pertanyaan saudara yg kedua, apakah kawin diam2, tanpa sepengetahuan isteri kita, memiliki pengertian .. kita menceraikan isteri Kita ?

Kawin secara diam2 ataupun secara terang2an  atau artinya berpoligami, bukan berarti kita telah menceraikan isteri kita, tetapi menempatkan diri kita dalam “hidup perzinahan”, seperti perkataan Yesus dalam penjelasan sebelumnya.

Namun, jika poligami itu kita tinjau berdasarkan kitab maleakhi tsb diatas, maka poligami itu adalah “suatu pengkhianatan”, yaitu .. kita berkhianat terhadap isteri kita, dan pengkhianatan tersebut “sangat dibenci Tuhan”.

Nah, hidup dalam perzinahan adalah suatu perbuatan dosa besar, karena itulah Alkitab katakan, penyembahan kepada allah lain, selain kepada Allah yg benar, disamakan sebagai perbuatan perzinahan.

mengapa disamakan dgn perbuatan zinah ? Karena “inti” dari perzinahan itu adalah “pengkhianatan”, sehingga setiap orang yg menyembah Allah lain, telah melakukan “pengkhianatan” kepada Allah yg benar.

Jadi saudara ku, setiap orang yg hidup dalam perzinahan, pasti tidak akan masuk kedalam surga, inilah hubungan perkawinan dgn kerajaan surga.

Karena itulah.. mendengar penjelasan Yesus tentang perceraian atau perkawinan, maka murid2 yesus berkata kepada yesus, jika demikian adanya .. maka lebih baik tidak kawin.

Mengapa ?

Bukan berarti supaya manusia itu bebas dari perbuatan zinah, tetapi supaya manusia itu tidak melakukan “pengkhianatan”. Namun Yesus menjawab .. tidak semua orang dapat memahami penjelasan Yesus tersebut.

Nah, setiap orang yg berpoligami, telah melakukan pengkhianatan kepada 2 hal, yaitu:
(1). Pengkhianatan kepada isteri.
(2). Pengkhianatan kepada Tuhan, sebab dalam setiap perkawinan saat ini, ada janji perkawinan untuk sehidup dan semati, disana tidak dikatakan boleh cerai kalau ada perzinahan, tetapi sehidup dan semati dalam “suka dan duka”. Nah, jika terjadi perzinahan.. maka perzinahan tersebut adalah “bagian duka” dari janji perkawinan. Solusinya.. lebih baik pisah ranjang (tidak cerai), berdoa pada Tuhan, hingga suatu ketika bisa rukun kembali, tetapi jika tidak bisa rukun, maka biarlah keadaan pisah ranjang itu terjadi, sampai salah satu mati.

Jadi saudara ku, apapun alasannya .. poligami itu tidak diperbolehkan oleh Tuhan, sebab perkawinan itu, untuk melahirkan keturunan2 ilahi, seperti yg tertulis dalam kitab maleakhi.


Jbu..
February 02, 2019, 05:44:21 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
saya setuju jika orang tersebut sudah poligami sebelum mengenal Kristus, maka setelah mengenal Kristus tidak boleh main langsung disuruh ceraikan istrinya

harus ditangani secara khusus
Mantappppp..

Jbu
February 02, 2019, 05:51:26 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Cerai adalah kebijakan pastoral. Sudah ada rohaniawan yang melayaninya. Jika benar terjadi remarriage, bagaimanapun juga itu keputusan pribadi dengan arahan Hamba Tuhan pastoralnya. Yah..ini bukti gak ada manusia yang sempurna.
Penghakiman adalah milik Tuhan .

Ikut mendoakan yang terbaik  untuk BTP , Puput dan Vero di jalan yang mereka tempuh masing - masing.
Juga anak anak mereka.
Sayang ., saya tidak mengenal BTP, kalau saya kenal beliau, pasti akan saya larang beliau kawin lagi, sebab percuma semua iman yg dia miliki selama ini, saya melihat keteguhan imannya yg luar biasa, hingga ia masuk penjara, tetapi semua itu akan menjadi sia-sia, jika akhirnya Ia mengkhianati “janji perkawinannya”, sebab selama hidupnya .. BTP akan menempatkan dirinya., hidup dalam perzinahan.

Untuk apa seorang memperoleh seluruh isi dunia, jika ia kehilangan nyawanya.

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)