Author Topic: Cerita Yang bagus untuk dibaca anak2 kita  (Read 10054 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 25, 2009, 12:44:24 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2509
  • Gender: Female
  • ai shi heng jiu ren nai you you en ci
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.

 

Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu . Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

 

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih . "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

 

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang.... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. " Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.

 

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang . "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal . Maukah kau menolongku?" Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

 

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

 

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. . "Ayo bermain-main lagi denganku," kata pohon apel.. "Aku sedih ," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?"

 

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah ."

 

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.

 

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu..

 


"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat ," kata pohon apel. "Sekarang , aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.

 

"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu. " "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

 

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

 

Pohon apel itu adalah orang tua kita ..
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

 

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.
(kirimlah artikel ini ke 10 orang teman-teman anda. mudah-mudahan kita bisa meningkatkan rasa cinta kita kepada orang tua kita).

 

Semoga bermanfaat

 
sumber:
Dwiliana Dewi Tandanu <dwilianadewi@ UOBBUANA. COM> utk jessyca dafrosa wijaya (jessica_widjaya@yahoo.co)

   
イエスはあなたは私の人生を変えて
October 13, 2009, 04:37:24 PM
Reply #1
  • SEMANGAT!! \(^.^)/
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1922
  • Gender: Female
  • "Selalu ada jalan, di mana ada kemauan" \(^_^)/
    • Fedora

Shasa membuka pintu kamarnya dengan perlahan dan melongokkan kepalanya. Sepi. Biasanya siang begini mama sedang istirahat di kamarnya. Shasa bergegas menuju telepon yang ada di ruang keluarga. Sempat Shasa merasa ragu-ragu tapi kemudian dengan cepat jarinya memencet nomor telepon rumah neneknya.

“Halo.. Tante Ria ya?” sapanya dengan gembira ketika mengenali suara tantenya di seberang sana mengucapkan salam. Fiuhhh… Untung Tante Ria sedang tidak bertugas. Tante Ria itu adik perempuan mama yang tinggal di rumah nenek dan bekerja sebagai pramugari. Setelah menjawab salam, Shasa langsung nyerocos panjang lebar mengeluarkan unek-uneknya.           

Suara tawa tantenya terdengar tepat setelah ia menyelesaikan ceritanya. “Ihh.. Tante Ria kok malah tertawa sih?” rajuk Shasa. “Besok tugasnya harus dikumpulkan loh.. Terus Shasa harus cerita apa dong tentang profesi mama? Mama kan cuma ibu rumah tangga,” kata Shasa dengan suara pelan. Takut terdengar oleh mama yang ada di kamarnya. “Kok mama gak kerja di kantor sih, tante? Kerja di kantor kan lebih keren..,” lanjut Shasa.

“Eh, mama jadi ibu rumah tangga karena mama sayang Shasa lohh..” kata Tante Ria. Kemudian Tante Ria pun bercerita.

Ternyata dulu mama bekerja di kantor sebagai konsultan pajak. Setelah itu pindah kerja ke perusahaan asing. Sampai akhirnya menikah dan melahirkan Shasa, mama masih bekerja. Ketika mama dan papa Shasa membeli rumah dan tak lagi tinggal di rumah nenek, sebelum ke kantor, mama menitipkan Shasa di rumah nenek. Pulang dari kantor, mama menjemput Shasa baru kemudian pulang ke rumah.           

“Terus kenapa mama berhenti bekerja?” tanya Shasa penasaran           

“Ceritanya waktu itu Shasa akan disekolahkan di kelompok bermain yang ada di dekat rumah Shasa. Nahh.. karena tidak mungkin meminta nenek menemani Shasa, mama kemudian mencari pengasuh untuk menjaga Shasa selama mama bekerja. Tapiii.. begitu ditinggal mama berangkat ke kantor, kerjaan Shasa hanya menangis dan bolak-balik memanggil-manggil mama. Wahh.. bukan hanya pengasuh Shasa yang bingung tapi mama, papa, nenek, kakek, semua ikut bingung. Akhirnya mama memutuskan berhenti bekerja.”           

Shasa meringis mendengar cerita tantenya. Ternyata dirinya yang telah membuat mama sekarang jadi ‘gak keren’.           

“Sekarang kalau disuruh memilih, Shasa lebih suka mama ada di rumah atau bekerja?” tanya tantenya. Beberapa saat lamanya Shasa berfikir. Baru saja ia akan menjawab, dilihatnya pintu kamar mama terbuka.           

“Eh, tante.. nnggg.. jawabannya jangan sekarang ya? Nanti Shasa nelepon tante lagi deh.. ” setelah mengucapkan salam, dengan terburu-buru Shasa menutup teleponnya           

“Telepon dari siapa, Sha?” tanya mama.           

“Nnggg.. anu..Ma.. tadi Shasa nelepon Tante Ria,” jawab Shasa sambil bergegas masuk ke kamarnya.           

Di kamarnya Shasa mengingat-ingat cerita Tante Ria. Sebenarnya kalau sekarang disuruh memilih, Shasa lebih senang mama ada di rumah. Setiap pagi mama mengantar Shasa sekolah. Mama juga mengantar jemput Shasa ke tempat les. Setiap hari mama selalu memasak makanan yang enak-enak dan membuat penganan untuk Shasa dan papa. Teman-teman mama bahkan suka memesan kue buatan mama. Setiap kali ada pesanan, mama tak lupa menyisihkan untuk Shasa. Bahkan di antara kesibukannya itu, mama masih sempat membuat tulisan atau cerita. Setiap malam, sambil mengetik tulisannya, mama menemani Shasa belajar dan mengerjakan tugas. Kalau Shasa kesulitan, mama selalu siap membantu Shasa.           

Dengan semangat, Shasa mulai menulis tentang profesi mama yang bukan pekerja kantoran.           

“Apaan nih?” tanya mama heran ketika dua hari kemudian Shasa menyerahkan sebuah bungkusan sepulang sekolah.

“Crepes rasa coklat keju kesukaan mama,” jawab Shasa sambil tersenyum. “Tadi Shasa beli di kantin.”           

“Lohh.. kalau uang jajan Shasa dipakai membeli Crepes untuk mama berarti Shasa gak jajan dong..”           

Shasa menggelengkan kepalanya sambil tetap tersenyum. “Itu hadiah dari Shasa, Ma. Dua hari yang lalu, Shasa mendapat tugas menceritakan profesi ibu masing-masing. Tadinya Shasa pikir jadi ibu rumah tangga itu kalah keren dibanding dengan kerja kantoran ternyata Shasa salah.” Shasa kemudian menceritakan pembicaraannya dengan Tante Ria. Ditunjukkannya juga kertas tugas yang sudah dinilai. Tak lupa diceritakan bagaimana teman-teman sekelasnya bertepuk tangan ketika ia selesai membacakan tulisannya di depan kelas.           

“Makasih ya, Ma.. Mama sudah mengorbankan pekerjaan mama supaya bisa menemani Shasa di rumah. Shasa sayaaaanng banget sama mama,” kata Shasa sambil memeluk mama.           

“Mama juga sayang Shasa,” bisik mama sambil memeluk Shasa.



Sumber: Cerita Anak
« Last Edit: October 13, 2009, 04:39:17 PM by blessed »
TUHAN tau yang terbaik bagi anakNYA. Yang IA berikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. (Matius 6:32b)
October 14, 2009, 04:43:53 PM
Reply #2
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1605
  • Gender: Female
  • .: Ms Pucca :.
    • Fashion Desain
huaaa...
critanya mengharubiru, pngin nangis jadinyaa..  :onion-head30:
Love myMOM too..
~ Hug n Love ~
Cheerfull Easter

..: I have come, and i've been obey :..

http://cheerfulleaster.blogspot.com
November 18, 2009, 12:47:48 PM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2865
  • Gender: Female
  • Look In To My Eyes
jadi pengen punya anak rasanya....hahaahaha
[/URL]
May 03, 2010, 01:13:32 AM
Reply #4
  • SEMANGAT!! \(^.^)/
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1922
  • Gender: Female
  • "Selalu ada jalan, di mana ada kemauan" \(^_^)/
    • Fedora

Candi Prambanan

Pada jaman dahulu kala di Pulau Jawa terutama di daerah Prambanan berdiri 2 buah kerajaan Hindu yaitu Kerajaan Pengging dan Kraton Boko. Kerajaan Pengging adalah kerjaan yang subur dan makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana bernama Prabu Damar Moyo dan mempunyai seorang putra laki-laki yang bernama Raden Bandung Bondowoso.

Kraton Boko berada pada wilayah kekuasaan kerajaan Pengging yang diperintah oleh seorang raja yang kejam dan angkara murka yang tidak berwujud manusia biasa tetapi berwujud raksasa besar yang suka makan daging manusia, yang bernama Prabu Boko. Akan tetapi Prabu Boko memiliki seorang putri yang cantik dan jelita bak bidadari dari khayangan yang bernama Putri Loro Jonggrang.

Prabu Boko juga memiliki patih yang berwujud raksasa bernama Patih Gupolo. Prabu Boko ingin memberontak dan ingin menguasai kerajaan Pengging, maka ia dan Patih Gupolo mengumpulkan kekuatan dan mengumpulkan bekal dengan cara melatih para pemuda menjadi prajurit dan meminta harta benda rakyat untuk bekal.

Setelah persiapan dirasa cukup, maka berangkatlah Prabu Boko dan prajurit menuju kerajaan Pengging untuk memberontak. Maka terjadilah perang di Kerajaan Pengging antara para prajurit peng Pengging dan para prajurit Kraton Boko.

Banyak korban berjatuhan di kedua belah pihak dan rakyat Pengging menjadi menderita karena perang, banyak rakyat kelaparan dan kemiskinan.

Mengetahui rakyatnya menderita dan sudah banyak korban prajurit yang meninggal, maka Prabu Damar Moyo mengutus anaknya Raden Bandung Bondowoso maju perang melawan Prabu Boko dan terjadilan perang yang sangat sengit antara Raden Bandung Bondowoso melawan Prabu Boko. Karena kesaktian Raden Bandung Bondowoso maka Prabu Boko dapat dibinasakan. Melihat rajanya tewas, maka Patih Gupolo melarikan diri. Raden Bandung Bondowoso mengejar Patih Gupolo ke Kraton Boko.

Setelah sampai di Kraton Boko, Patih Gupolo melaporkan pada Puteri Loro Jonggrang bahwa ayahandanya telah tewas di medan perang, dibunuh oleh kesatria Pengging yang bernama Raden Bandung Bondowoso. Maka menangislah Puteri Loro Jonggrang, sedih hatinya karena ayahnya telah tewas di medan perang.


Patung Loro Jonggrang

Maka sampailah Raden Bandung Bondowoso di Kraton Boko dan terkejutlah Raden Bandung Bondowoso melihat Puteri Loro Jonggrang yang cantik jelita, maka ia ingin mempersunting Puteri Loro Jonggrang sebagai istrinya.

Akan tetapi Puteri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso karena ia telah membunuh ayahnya. Untuk menolak pinangan Raden Bandung Bondowoso, maka Puteri Loro Jonggrang mempunyai siasat. Puteri Loro Jonggrang manu dipersunting Raden Bandung Bondowoso asalkan ia sanggup mengabulkan dua permintaan Puteri Loro Jonggrang. Permintaan yang pertama, Puteri Loro Jonggrang minta dibuatkan sumur Jalatunda sedangkan permintaan kedua, Puteri Loro Jonggrang minta dibuatkan 1000 candi dalam waktu satu malam.

Raden Bandung Bondowoso menyanggupi kedua permintaan puteri tersebut. Segeralah Raden Bandung Bondowoso membuat sumur Jalatunda dan setelah jadi ia memanggil Puteri Loro Jonggrang untuk melihat sumur itu.

Kemudian Puteri Loro Jonggrang menyuruh Raden Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur. Setelah Raden Bandung Bondowoso masuk ke dalam sumur, Puteri Loro Jonggrang memerintah Patih Gupolo menimbun sumur dan Raden Bandung Bondowoso pun tertimbun batu di dalam sumur. Puteri Loro Jonggrang dan Patih Gupolo menganggap bahwa Raden Bandung Bondowoso telah mati di sumur akan tetapi di dalam sumur ternyata Raden Bandung Bondowoso belum mati maka ia bersemedi untuk keluar dari sumur dan Raden Bandung Bondowoso keluar dari sumur dengan selamat.

Raden Bandung Bondowoso menemui Puteri Loro Jonggrang dengan marah sekali karena telah menimbun dirinya dalam sumur. Namun karena kecantikan Puteri Loro Jonggrang kemarahan Raden Bandung Bondowoso pun mereda.

Kemudian Puteri Loro Jonggrang menagih janji permintaan yang kedua kepada Raden Bandung Bondowoso untuk membuatkan 1000 candi dalam waktu 1 malam. Maka segeralah Raden Bandung Bondowoso memerintahkan para jin untuk membuat candi akan tetapi pihak Puteri Loro Jonggrang ingin menggagalkan usaha Raden Bandung Bondowoso membuat candi. Ia memerintahkan para gadis menumbuk dan membakar jerami supaya kelihatan terang untuk pertanda pagi sudah tiba dan ayam pun berkokok bergantian.

Mendengar ayam berkokok dan orang menumbuk padi serta di timur kelihatan terang maka para jin berhenti membuat candi. Jin melaporkan pada Raden Bandung Bondowoso bahwa jin tidak dapat meneruskan membuat candi yang kurang satu karena pagi sudah tiba. Akan tetapi firasat Raden Bandung Bondowoso pagi belum tiba. Maka dipanggillah Puteri Loro Jonggrang disuruh menghitung candi dan ternyata jumlahya 999 candi, tinggal 1 candi yang belum jadi.

Maka Puteri Loro Jonggrang tidak mau dipersunting Raden Bandung Bondowoso. Karena ditipu dan dipermainkan maka Raden Bandung Bondowoso murka sekali dan mengutuk Puteri Loro Jonggrang “Hai Loro Jonggrang candi kurang satu dan genapnya seribu engkaulah orangnya”. Maka aneh bin ajaib Puteri Loro Jonggrang berubah ujud menjadi arca patung batu.

Dan sampai sekarang arca patung Loro Jonggrang masih ada di Candi Prambanan dan Raden Bandung Bondowoso mengutuk para gadis di sekitar Prambanan menjadi perawan kasep (perawan tua) karena telah membantu Puteri Loro Jonggrang.



Sumber: dongeng.org
TUHAN tau yang terbaik bagi anakNYA. Yang IA berikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. (Matius 6:32b)
June 11, 2010, 05:45:16 PM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)