Author Topic: Semua terjadi karna suatu alasan  (Read 2834 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 23, 2009, 11:40:06 PM
Reply #10
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Adakah Tuhan




Adakah Tuhan di dunia ini? :huh:

Adakah Tuhan peduli sama manusia? :rolleye0014:

Adakah Tuhan adil? :char12:

Adakah hidup yang indah? :coolsmiley:

Adakah manusia bisa bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukannya?

Disaat kita merasa mampu melakukan segala sesuatu sendirian, Tuhan itu tidak ada di dunia ini. "Aku mampu melakukan semuanya sendiri", "aku hebat", aku, aku dan semuanya aku.

 Seiring waktu berjalan, disaat kesulitan dan badai kehidupan menerpa, lalu kita bertanya "mana Tuhan?", "mana pertolonganNya?", "mana tanganNya?" mana, mana dan semuanya mana. Kita merasa Tuhan tidak adil, tapi apakah benar Tuhan itu tidak adil? Yang tidak adil itu adalah kita. Disaat senang kita melupakan Tuhan, disaat sedih kita mencari Tuhan tapi kita seakan tidak menemukanNya.

Kenapa Tuhan?
Disaat ada masalah, disaat ada kesulitan, disaat ada badai kehidupan, apa yang menjadi subjek utama kita?

 Siapa atau apa? Tuhan kah? Masalah kita kah? Atau apa?

Masalah, badai, kesulitan, apapun itu, itulah yang menjadi subjek utama dan Tuhan lah objeknya. Mata kita terhalang, hati kita tertutup, pikiran kita terbatasi oleh MASALAH.

Tuhan ada? Ya, Dia ada, tapi kenapa tidak ada? Karena dia ada dibelakang tembok masalah itu. Kita diselimuti masalah, kita didalam kotak masalah, kita tertutup rapat dan rapi oleh masalah.

Siapa? Apa? Yang menjadi penyebab datangnya masalah itu? Siapa? Apa? Penyebabnya. Kita, pikiran kita, tindakan kita, perbuatan kita, dan semuanya bersumber pada diri kita, kita dan kita. Tuhan tahu, Tuhan Maha tahu, Tuhan tahu segala sesuatu tanpa perlu diberitahu dan tanpa hal itu terjadi terlebih dahulu. Tapi kenapa? Kenapa Tuhan mengijinkan kita melakukan kesalahan? Kenapa Tuhan tidak mencegahnya? Kenapa Tuhan tidak menghalanginya? Kenapa Tuhan diam saja dan hanya berpangku tangan saat melihat kita membuat masalah? Kenapa Tuhan tidak peduli sewaktu kita membuat masalah dan Tuhan tahu kalau masalah itu akan membuat kita susah dan sangat-sangat susah?

Coba kita kilas balik kebelakang. Coba kita lihat kembali apa yang kita lakukan beberapa hari, beberapa minggu, atau mungkin beberapa bulan sebelum kita merasa "Kenapa masalahnya besar banget ya?". Coba kita ingat-ingat kembali, coba kita mengecek kembali.

Adakah Tuhan peduli terhadap kita? Adakah kita menepati komitmen kita? Adakah kita TAAT pada Tuhan? Adakah kita diingatkan Tuhan? Adakah kita ditegur Tuhan? Adakah kita disadarkan Tuhan?

Jawabannya adalah YA, Tuhan peduli sama kita. Ya, kita TIDAK menepati komitmen kita. Ya, kita TIDAK taat sama Tuhan. YA, kita diingatkan Tuhan. YA, kita ditegur Tuhan  dan YA, kita disadarkan Tuhan.

Tapi apa? Apa yang kita lakukan kemudian? Kita mengeraskan hati, kita merasa "Aku mampu melakukan semua ini sendiri, Tuhan minggir aja dulu deh" dan kita menambahkan "Kalau aku cape dan gagal, aku nyerah deh sama Kamu, Tuhan".

Hasilnya apa? Apa yang kita Tuai? Apa yang kita rasa kemudian? Apa yang kita alami? Kehancuran, putus asa, kekecewaan, kerugian, TIDAK ADA satupun yang baik yang kita alami.

Kawan-kawanku terkasih, ini adalah pelajaran yang aku alami saat ini. Aku tidak taat, aku tidak memegang komitmenku, aku tidak mempedulikan peringatan Tuhan, aku tidak menghiraukan teguran Tuhan. Hasilnya apa? Aku mengalami kehancuran, tapi Tuhan masih membiarkan aku hidup.

Kawan, terkadang kita merasa "kenapa Tuhan mengijinkan ini semua terjadi?", "kenapa Tuhan ga mencegah saja?", "kenapa Tuhan kok membiarkan kita menderita?", sadarlah, ini semua adalah Buah dari KETIDAKTAATAN kita. Bukan Tuhan yang Jahat, tapi kita yang Jahat. Bukan Tuhan yang tidak adil, tapi kita yang tidak adil. Bukan Tuhan yang tidak peduli, tapi kita yang tidak peduli.

Jangan pernah takut untuk menangis, karena Tuhan menganugerahkan air mata sebagai ungkapan perasaan kita saat kita tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.

Dalam 1 Petrus 1:6, Rasul Petrus menulis, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan." Dalam pandangan Petrus, penderitaan merupakan "Sekolah Pendewasaan" bagi orang percaya. Petrus rupanya memegang nilai-nilai yang sama seperti yang Daud percaya. Raja Daud berkata, "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu." (Maz 119:17).

Salam sejahtera


sumber: Cerita-Kristen.com
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
September 09, 2009, 02:14:39 PM
Reply #11
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
                                    Kebaikan yang sulit dipahami




Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapa-ketetapan-Mu. Taurat yang Kau sampaikan adalah baik bagiku, lebih dari pada ribuan keping emas dan perak.

Mazmur 119:71-72


Ketika masih muda, Lee Sundstrom mengalami kekecewaan yang sangat dalam saat Perang Dunia II.

Peristiwa Pearl Harbor belum terjadi, namun dia harus mengikuti wajib militer. Dia memprotes dewan daerah supaya dibebaskan dari wajib militer itu karena ia memenuhi syarat menjadi hamba Tuhan dan sebagai asisten penginjil Irwin Moon. Namun, mereka tidak berpendapat demikian, maka Lee berangkat ke Ford Ord pada bulan Maret 1941.

Setelah mengikuti latihan dasar, Lee mempelajari radar di Fort Monmouth, New Jersey. Dia diminta untuk tetap tinggal dan diberi tahu bahwa dia mendapat kesempatan untuk naik pangkat menjadi Sersan Kepala.

"Saya langsung menerima tawaran itu dan segera membayangkan bagaimana nanti bila saya memakai kemeja dengan lencana Sersan Kepala dengan gaji yang lebih tinggi."

Namun itu hanya mimpi. "Sebagaimana terbukti, saya memang berada di Ft. Monmouth, tetapi harus memikirkan untuk memperoleh pinjaman di Ft. Ord. Saya baru saja berada di Ft. Ord dan tidak mengenal siapapun. Saya lihat orang-orang itu naik pangkat. Sungguh menyakitkan bagi saya."

"Saya mengadukan hal ini kepada Tuhan dan kemudian Dia memberi saya dama sejahtera dan membuat saya bersedia tinggal di Buck Private. Disi saya menjadi instruktur, namun mengerjakan semua tugas KP (Kichen Patrol = orang yang bertugas memasak dan membersihkan dapur) dan Latrine Orderly (Petugas pembersih kamar mandi). Dan, mendapat gaji setara dengan kopral."

"Saya sanggup menghadapi pengalaman yang tidak mampu saya pahami dan menjadikan saya rendah hati karena buah doa dan membaca Firman Tuhan. Kini saya bersyukur karena Tuhan telah menempatkan saya dalam keadaan tersebut. Banyak hal yang lahir dari kekecewaan itu dan kemenangan yang berikutnya."

Lee selalu mengingat peristiwa tersebut di kemudian hari saat dia harus mempercayai Allah ditengah-tengah situasi yang membingungkan.

"Akhirnya saya tahu bahwa jendral di Ft. Ord menolak kepindahan saya karena di Ft. Monmouth terkenal suka menghalangi orang-orang yang dikirim kesana hanya untuk tugas sementara. Jendral ini tidak menginginkan seorangpun mengalami hal itu. Beliau adalah orang yang memiliki integritas. Menurut yang saya dengar, beliau sebenarnya bisa menjadi Kepala Petugas Penghubung, namun akhirnya gagal karena beliau tidak mau bermain politik. Beberapa tahun kemudian beliau menghubungi saya beberapa kali dan memberitahu bahwa secara pribadi dia mengikuti karir saya."

Akhirnya Lee direkomendasikan menjadi pegawai di Candidate School (sekolah untuk anggota militer yang akan menjadi pegawai dalam ketentaraan) dan diberhentikan ketika perang usai dengan jabatan Kapten.

Dari yang dialaminya Lee belajar tentang kebenaran "Sebab bukan dari timur atau dari barat dan bukan dari padang gurun datangnya peninggian itu, tetapi Allah adalah Hakim: direndahkan-Nya yang satu dan ditinggikan-Nya yang lain." (Mazmur 75:7-8).

Kadang-kadang cara kerja kebaikan Allah tampak sulit dipahami. Kebaikan-Nya bekerja melalui jaringan kusut antara kekudusan-Nya dan ciptaan-Nya yang sering memberontak, kita. Dia berusaha keras merancangkan segala sesuatunya untuk kebaikan setiap orang, baik pikiran, tubuh, jiwa dan rohnya sempurna.

Kadang kebaikannya seolah-olah Dia menendang kita: itu menyakitkan. Dunia kita tampak suram. Allah sepertinya marah. Namun bila kita menerima keadaan itu dengan sikap yang benar, kita akan melihat kebaikan-Nya di balik semua keadaan itu.

Ingatlah bahwa kebaikan Allah itu bersifat dinamis. Dia bahkan dapat menggunakan sesuatu yang sangat buruk dalam kehidupan ini untuk menyatakan kebaikan-Nya. Semua itu hanya memiliki satu tujuan, untuk meraih Anda masuk dalam rencana keselamatan-Nya dan membimbing Anda pulang menuju rumah Bapa Sorgawi yang kekal.

Adaptasi dari : Allah Itu Baik Senantiasa; Janet Chester Bly; Metanoia ( via jawaban.com
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
September 22, 2009, 11:08:12 PM
Reply #12
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 325
aduh jd sedih membacanya.

saya ingin menjadi sperti bubuk kopi yg mn keadaan smakin buruk tp saya akan semakin baik. tlg doakan ya.

Saya yakin dan percaya, Rancangan Tuhan itu baik dan tidak kan melebihi kemampuan saya.  Rancangan Tuhan itu mungkin lambat tp tdk pernah terlambat.

Doa : Tuhan, berikan saya kaki,tangan,dan hati yg kuat tuk jalani seluruh rancanganMu atas diri saya. Amen.

God bless.

semoga doanya terkabul bro :)
fungsi dari gereja adalah mencari jiwa yang hilang, bukan malah berebut jemaat dengan gereja lain.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)