pernah gak FK-ers denger doa yg kira2 seperti ini:
"Tuhan, terima kasih untuk Firman-Mu, bla... bla... biarlah Firman yang dibagikan menjadi rhema bagi hidup kami. Sekarang kami ingin memberi untuk pekerjaan Tuhan, berkati tangan2 yg sudah memberi dan belum bisa memberi. berkati kami 30x, 60x, bahkan 100x lipat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin"
akhir2 ini, saya lumayan sering denger doa beginian dan saya merasa terganggu, apalagi kalau doa ini diucapkan dalam kelompok atau kebaktian yang isinya jemaat yg setia (jadi Kristen di atas 2 tahun).
kenapa?
kok kita ama Tuhan lagi dagang aja sich dan prinsip ekonomi sangat berlaku. dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. bahkan, kita lebih parah dari lintah darat, yg meminta bunga yang sangat besar.
pendapat saya: saya memberi bukan karena saya mengharapkan Tuhan membalas di kemudian hari, tetapi sebagai balas jasa atas kebaikan Tuhan yang telah saya alami. itulah prinsip dasar persepuluhan. misal, kita sudah dapat 100 juta, terus kita berikan kepada Tuhan 10%-nya yaitu 10 juta. bukan sebaliknya, kita berikan kepada Tuhan 10 juta dulu baru mengharapkan 100 juta di kemudian hari, bukankah begitu?
kalo di ibadah raya yang juga diikuti semua tingkat jemaat, mungkin masih bisa diterima untuk doa seperti itu, agar menarik bagi jemaat bayi rohani untuk memberi. tapi kalau sudah dewasa rohani, masa masih doa2 minta berkat uang.
biasanya kalo udah di bagian doa yg saya italic, biasanya saya memilih untuk buka mata saja dan mulai membuka dompet. mumpung yg lain masih pada merem melek, jadi pada gak tau kalo uang persembahan saya kecil, hehehe.....
dulu zaman saya masih sekolah, saya masih sering denger doa begini:
"bla.. bla... terima kasih untuk berkat2 yang telah Kau limpahkan sepanjang hidup kami. sekarang kami ingin memberi, Tuhan. Biarlah persembahan kami dapat memperluas kerajaan-Mu saja dan berikan hikmat kepada orang yg mengelolanya. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin."