Author Topic: doa persembahan  (Read 13152 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 08, 2009, 09:54:35 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 331
pernah gak FK-ers denger doa yg kira2 seperti ini:

"Tuhan, terima kasih untuk Firman-Mu, bla... bla... biarlah Firman yang dibagikan menjadi rhema bagi hidup kami. Sekarang kami ingin memberi untuk pekerjaan Tuhan, berkati tangan2 yg sudah memberi dan belum bisa memberi. berkati kami 30x, 60x, bahkan 100x lipat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin"

akhir2 ini, saya lumayan sering denger doa beginian dan saya merasa terganggu, apalagi kalau doa ini diucapkan dalam kelompok atau kebaktian yang isinya jemaat yg setia (jadi Kristen di atas 2 tahun).

kenapa?

kok kita ama Tuhan lagi dagang aja sich dan prinsip ekonomi sangat berlaku. dengan pengorbanan sekecil-kecilnya, untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. bahkan, kita lebih parah dari lintah darat, yg meminta bunga yang sangat besar.

pendapat saya: saya memberi bukan karena saya mengharapkan Tuhan membalas di kemudian hari, tetapi sebagai balas jasa atas kebaikan Tuhan yang telah saya alami. itulah prinsip dasar persepuluhan. misal, kita sudah dapat 100 juta, terus kita berikan kepada Tuhan 10%-nya yaitu 10 juta. bukan sebaliknya, kita berikan kepada Tuhan 10 juta dulu baru mengharapkan 100 juta di kemudian hari, bukankah begitu?

kalo di ibadah raya yang juga diikuti semua tingkat jemaat, mungkin masih bisa diterima untuk doa seperti itu, agar menarik bagi jemaat bayi rohani untuk memberi. tapi kalau sudah dewasa rohani, masa masih doa2 minta berkat uang.

biasanya kalo udah di bagian doa yg saya italic, biasanya saya memilih untuk buka mata saja dan mulai membuka dompet. mumpung yg lain masih pada merem melek, jadi pada gak tau kalo uang persembahan saya kecil, hehehe.....

dulu zaman saya masih sekolah, saya masih sering denger doa begini:
"bla.. bla...  terima kasih untuk berkat2 yang telah Kau limpahkan sepanjang hidup kami. sekarang kami ingin memberi, Tuhan. Biarlah persembahan kami dapat memperluas kerajaan-Mu saja dan berikan hikmat kepada orang yg mengelolanya. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin."
September 08, 2009, 12:12:34 PM
Reply #1
  • Guest
akhir2 ini, saya lumayan sering denger doa beginian dan saya merasa terganggu, apalagi kalau doa ini diucapkan dalam kelompok atau kebaktian yang isinya jemaat yg setia (jadi Kristen di atas 2 tahun).

Lain kali.... kalo merasa terganggu... angkat tangan.... sambil bilang gene "Aku aja yang doa persembahan!!" :D :cheesy:
September 09, 2009, 08:14:09 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1391
  • Gender: Female
  • Si Kupluk
Yauda doa sendiri aja dlm hati bilang: Tuhan, saya gak perlu diberkati 30x, 60x, 100x kayak jemaat yg lain krn saya ngasih tanpa pamrih dan saya gak butuh diberkati lebih dr kebutuhan saya :D

Gw pribadi melihat doa '30x, 60x, 100x lipat' itu cuma sebagai sebuah permohonan, bukan barter, krn dlm doa (di gereja) kayaknya agak aneh kalo gak ada permintaannya krn doa itu mewakili sebuah kelompok (jemaat/grup), jadi si pendoa meminta bukan cuma buat diri sendiri tp jg utk mewakili permintaan/keinginan jemaat.
Jadi gak ada salahnya minta berkat lebihan buat sodara2 yg lain, tul gak? :)

Kalo permintaan itu diucapkan dlm doa persembahan sehingga terkesan kek barter, yah itu sih persepsi orangnya aja kali ya. Emang di doa persembahan gak boleh ada permintaan (berkat)nya? Kan nggak toh? :)

Kalo kita gak setuju dgn doa si pemimpin doa, yah doa aja sendiri dlm hati toh Tuhan melihat hati, bukan rangkaian kata2 yg diucapkan manusia.
Jadi biarpun kata2 si pemimpin doa bilang minta berkat tp kalo hati kita merasa cukup dgn berkat yg ada, Tuhan liat hati kita.
Biarpun mulut kita bilang gak perlu berkat tp kalo hati kita merasa butuh ini itu, Tuhan jg akan meliat hati kita.
"For those who believe, no proof is necessary. For those who don't believe, no proof is possible." - Stuart Chase
September 09, 2009, 08:26:57 AM
Reply #3
  • Guest
"Tuhan, terima kasih untuk Firman-Mu, bla... bla... biarlah Firman yang dibagikan menjadi rhema bagi hidup kami. Sekarang kami ingin memberi untuk pekerjaan Tuhan, berkati tangan2 yg sudah memberi dan belum bisa memberi. berkati kami 30x, 60x, bahkan 100x lipat. Dalam nama Tuhan Yesus, kami berdoa. Amin"

Kaga perlu gimana gitu .. se betulnya..
Krn pendoa itu sebenarnya sedang ...mengimankan....

GE 26:12-13

Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
 
September 09, 2009, 09:24:18 AM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 331
Lain kali.... kalo merasa terganggu... angkat tangan.... sambil bilang gene "Aku aja yang doa persembahan!!" :D :cheesy:

lebay d kamu, wkwkwk....  biasanya sich gua buka mata aja sambil ngomong amin di tengah2 doa  :)

Kaga perlu gimana gitu .. se betulnya..
Krn pendoa itu sebenarnya sedang ...mengimankan....

GE 26:12-13

Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
 

betul sekali, dasar firman doa itu adalah ayat ini.
September 09, 2009, 09:33:04 AM
Reply #5
  • Guest
Lain kali.... kalo merasa terganggu... angkat tangan.... sambil bilang gene "Aku aja yang doa persembahan!!" :D :cheesy:

lebay d kamu, wkwkwk....  biasanya sich gua buka mata aja sambil ngomong amin di tengah2 doa  :)

Kaga perlu gimana gitu .. se betulnya..
Krn pendoa itu sebenarnya sedang ...mengimankan....

GE 26:12-13

Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN.  Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.
 

betul sekali, dasar firman doa itu adalah ayat ini.

Nah tuh.. artinya Kebenaran ... kecuali dia nyomot .... kitab agama lain....
Kalo Alice dengar ....  AMIN_nya so pasti ...paling kuenceng :D :cheesy:
April 26, 2012, 11:24:16 PM
Reply #6
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 70
  • Denominasi: Protestan
pendapat saya: saya memberi bukan karena saya mengharapkan Tuhan membalas di kemudian hari, tetapi sebagai balas jasa atas kebaikan Tuhan yang telah saya alami. itulah prinsip dasar persepuluhan. misal, kita sudah dapat 100 juta, terus kita berikan kepada Tuhan 10%-nya yaitu 10 juta. bukan sebaliknya, kita berikan kepada Tuhan 10 juta dulu baru mengharapkan 100 juta di kemudian hari, bukankah begitu?


ini juga salah


 yg bener  alkitab  nganjurkan kita harus kerja kalau gak kerja gak bole mkn  yg stujuh sundul
« Last Edit: April 26, 2012, 11:30:22 PM by Metanoia »
Apakah kamu mencoba membuat lubang2 dalam Kekristenan , karena kamu hanya menggangapnya sebagai sebuah ilusi atau apakah kamu mengemukakan keberatan2mu karena kamu tidak ingin menerimanya sebagai sebuah KEBENARAN ?
April 26, 2012, 11:33:02 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 553
  • Denominasi: from Pantekosta to Catholic
Saya kalau berdoa :

Tuhan , saya menabung di BCA sudah 20 tahun. Tolong gebyar BCA minggu depan Mobil Mercy nya dimenangkan pada no rekening saya yaitu 034 4444 666. Ya Tuhan say tunggu ya.
Setiap Jumat dan Sabtu pagi saya berdoa begitu ...

Apa jawaban TUHAN .... hayooo.......









































jawaban nya :
..SEEE MEEEEE LEE   KEEEEEE   TEEEEEE  ....                   TEOLOGI KEMAKMURAN CIAKAKAKAKKAKA
Perbuatan sekecil apapun tetapi disertai Kasih , akan bermakna bagi sesama kita.
April 27, 2012, 08:25:36 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1045
Ini semua diawali dari pola pikir yang salah tentang persembahan dan berkat. Persembahan seakan akan dipolakan sebagai "sebuah taburan", menurut saya ini salah, karena ketika kita berfikir menabur maka kita akan "meminta" untuk menuai. Tetapi ketika persembahan dinyatakan sebagai "pengorbanan", maka pola pikirnya akan berbeda. Tetapi orang jaman sekaran sudah sulit berfikir pengorbanan, kita maunya kalau mengeluarkan harus menerima. Dikatakan salah pendoanya seratus persen juga gak bisa, jemaat juga salah karena secara sadar atau tidak sadar memang itulah yang mereka minta. Tetapi harus ada usaha untuk merubah pola pikir ini.
Saya sendiri tidak kontra dengan pola pikir bahwa anak Tuhan diberkati dan kalau Tuhan berkehendak dapat menjadi penguasa dibumi, tetapi saya kurang sependapat kalau caranya adalah dengan merubah pola pikir persembahan.

Kalau dikatakan ini hanya dimiliki oleh gereja dengan theologi kemakmuran, saya kira gak tepat, karena hampir semua gereja juga memberikan hal yang sama dengan metode yang lebih tertutup. Istilah "tabur tuai" itu bisa jadi racun bagi siapapun.... Persembahan adalah sesuatu yang diberikan pada Tuhan. Bukan "taburan untuk tuaian". Bahwa Tuhan berjanji, itu adalah bonus, bukan "pertukaran", saya kira ini yang luput.
Anda jangan merasa terganggu, tetapi ubah dulu pola pikir anda sendiri kemudian komunikaasikan hal itu dengan yang lain. Ketika kita berdiri sendiri dalam kebenaran maka urapan itu fokus, anda bisa jadi alat yang luar biasa disaat saat itu, bukan disaat saat semua orang mengaminkan.
Tuhan Yahshua, aku hanya pendosa, masih melakukan dosa, belum ada kebenaran didalamku, aku hanya bisa mencoba dalam jatuh bangun usahaku. Selanjutnya aku hanya bisa katakan, "biarlah semua Engkau yang tentukan, arahkan dan tujukan".
April 27, 2012, 08:56:07 AM
Reply #9
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 334
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan Injili
Permintaan dalam doa tentu tidak salah. Justru melalui doalah kita mengajukan permintaan/permohonan kepada Tuhan.

Tapi lihat apa yang diajarkan Yesus:


(Mat 6:11)  Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya


Yesus mengajarkan kita meminta dengan sewajarnya (secukupnya) sesuai kebutuhan kita, bukan dengan keserakahan.
for the love of God
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)