Author Topic: Pedih Perih Tuhan  (Read 1431 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 26, 2009, 06:13:31 PM
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Quote
11:1. Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

11:2 Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.

11:3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
 



Ayat mas hari ini: Hosea 11:3
Bacaan Alkitab Setahun: Daniel 1-3

Bayangkan anak kita. Sejak kecil kita merawatnya dengan penuh kasih sayang. Kita tidak pernah lelah menjaganya; tidak pernah bosan memberinya segala sesuatu yang baik. Kita rela berkorban apa pun demi kebahagiaannya. Hingga ia tumbuh menjadi dewasa, sehat, dan kuat. Namun, apa balasannya? Ia justru memberontak terhadap kita, melakukan hal-hal buruk yang tidak kita harapkan. Bahkan ia juga pergi meninggalkan kita, mengikuti orangtua lain yang tidak jelas asal usulnya. Alangkah menyakitkan, bukan?  :huh:

Tuhan pun merasakan hal serupa ketika umat-Nya, Israel, memberontak. “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku, mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.” (ayat 1,2). Pedih dan perih. Mereka seolah tidak ingat lagi akan karya kasih-Nya di masa lalu; bagaimana Dia membebaskan mereka dari perbudakan di negeri Mesir, dan bagaimana Dia dengan kasih setianya yang begitu besar membimbing, menjaga, dan memelihara mereka selama masa pengembaraannya di padang gurun.  :wink:

Bisa jadi kita kesal dan geleng-geleng kepala dengan “kedegilan” Israel. Sungguh tidak tahu diri.

Namun, tidakkah kita pun kerap tidak jauh berbeda dengan mereka?

Betul, kita tidak sampai menyembah patung-patung dan meninggalkan Tuhan, tetapi bahwa kita dengan sadar melakukan hal-hal yang menyakitkan-Nya, kita abaikan perintah-Nya, kita anggap sepi teguran-Nya, kita dahulukan hal-hal lain daripada-Nya, tidakkah itu sama dan serupa? Semoga kita segera insaf
.

Masihkah kita terus menyakiti-Nya?  :coolsmiley:

Penulis: Ayub Yahya - www.jawaban.com
« Last Edit: September 26, 2009, 06:15:23 PM by serendipity of love »
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
October 05, 2009, 11:42:45 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 325
iya sih kadang dengan menganggap remeh temen aja gw dah ngerasa dosa, susah ya mengendalikan diri sendiri

aniwey thanks for sharing
fungsi dari gereja adalah mencari jiwa yang hilang, bukan malah berebut jemaat dengan gereja lain.
October 07, 2009, 12:22:04 AM
Reply #2
  • SEMANGAT!! \(^.^)/
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1920
  • Gender: Female
  • "Selalu ada jalan, di mana ada kemauan" \(^_^)/
    • Fedora
Bayangkan anak kita. Sejak kecil kita merawatnya dengan penuh kasih sayang.
Kita tidak pernah lelah menjaganya; tidak pernah bosan memberinya segala sesuatu yang baik.
Kita rela berkorban apa pun demi kebahagiaannya. Hingga ia tumbuh menjadi dewasa, sehat, dan kuat.
Namun, apa balasannya? Ia justru memberontak terhadap kita, melakukan hal-hal buruk yang tidak kita harapkan.
Bahkan ia juga pergi meninggalkan kita, mengikuti orangtua lain yang tidak jelas asal usulnya.
Alangkah menyakitkan, bukan?  :huh:

Tuhan pun merasakan hal serupa ketika umat-Nya, Israel, memberontak.
“Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.
Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku,
mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung.” (ayat 1,2).
Pedih dan perih. Mereka seolah tidak ingat lagi akan karya kasih-Nya di masa lalu;
bagaimana Dia membebaskan mereka dari perbudakan di negeri Mesir, dan bagaimana Dia
dengan kasih setianya yang begitu besar membimbing, menjaga, dan memelihara mereka
selama masa pengembaraannya di padang gurun.  :wink:

Thanks sist...  :onion-head25:
« Last Edit: October 07, 2009, 12:24:32 AM by blessed »
TUHAN tau yang terbaik bagi anakNYA. Yang IA berikan bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. (Matius 6:32b)
October 10, 2009, 03:39:55 PM
Reply #3
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 38
  • Gender: Female
  • Family
 :) renungan yang sgt dalam... menyentuh hati.
walk beside me and be my friend
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)