Author Topic: Seorang Yonatan  (Read 1330 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 27, 2009, 02:22:56 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1391
  • Gender: Female
  • Si Kupluk
Jonathan atau Yonatan yg gw maksud adalah anaknya raja Saul di cerita2 Alkitab yg sering dilantunkan di Sekolah2 Minggu dan Gereja.

Yonatan yg pemberani, anak yg hormat sama orang tua, seorang yg tulus hati tapi dengan akhir hidup yg tragis. Yonatan mati di medan perang bersama Saul dan sodara2nya, dibunuh oleh bangsa Filistin. Tubuh Yonatan dan keluarga raja yg mati dibunuh oleh orang Filistin, dipaku di dinding dan kepala mereka mungkin dipajang di tempat lain yg gak disebutkan di Alkitab, entah di kuil2 berhala atau di dalam salah 1 kota Filistin.

Tragis..

Gw selalu bertanya2 tentang si Yonatan ini.. kenapa, kenapa dan kenapa.

Yonatan bukan orang bodoh. Sejak Allah meninggalkan Saul, semua orang tau, bahkan Yonatan, bahwa Allah pasti akan menunjuk seorang pengganti. Sama seperti waktu Allah mendadak menunjuk Saul untuk menjadi raja, seorang dari kaum terkecil dari suku Benyamin, Allah akan menunjuk orang yg gak disangka2 untuk menjadi raja berikutnya bagi Israel.

Kemungkinan besar Yonatan tau, orang itu bukan dia apalagi sejak dia melihat bagaimana tangan Tuhan menyertai Daud, si penggembala domba merangkap pemain kecapi, yg ternyata memiliki hati yg jauh lebih besar dari profesinya yg terlihat sederhana. Itulah sebabnya Yonatan wanti2 meminta Daud untuk berjanji bahwa dia gak akan mengenyahkan Yonatan dan keturunannya waktu dia menjadi raja Israel, karena Yonatan tau waktunya akan tiba bahwa Allah akan bertindak dan menurunkan Saul dari tampuk pemerintahan. Yonatan tahu.

Yonatan tahu tapi dia tetap bersahabat dengan Daud dan bertempur berdampingan dengan Daud di medan perang. Yonatan tahu bahwa Daud gak bisa menjadi raja sebelum dia dan Saul mati. Yonatan tahu tapi dia tetap berusaha untuk menyelamatkan Daud dari kejaran Saul.  Yonatan tahu.

Gw mencoba memahami si Yonatan ini dan yg gw dapati adalah kebingungan dan peperangan batin yg mungkin dirasakan Yonatan.

Di 1 pihak gw dapati bokap gw yg dipandang 'gila' oleh masyarakat, di pihak lain gw gak bisa menyangkal bahwa tangan Tuhan menentang bokap gw. Gw juga gak bisa memahami kenapa Allah dengan mudahnya berpaling dari bokap gw cuma karena 1 kesalahan yg sepertinya gak terlalu penting.

Allah mengurapi bokap gw dan mengangkat dia lebih tinggi dari semua laki2 di Israel tapi karena 1 kesalahan kecil Allah membuang bokap gw begitu saja seperti sampah yg sudah gak ada gunanya.

Bokap gw disuruh membunuh kaum Amalek seluruhnya sampe semua ternaknya tapi bokap gw menyelamatkan raja Amalek dan kambing domba yg gemuk2 karena bangsa kami yg miskin saat itu. Kambing domba itu akan membantu membangkitkan perekonomian kami. Mungkin bokap salah karena menentang perintah Allah tapi apakah tidak ada belas kasihan Allah untuk bokap gw? Di manakah Allah yg maha pengampun dan penuh kasih itu?

Gw pastinya akan mencoba membantu orang yg kepadanya Tuhan berkenan tapi gimana gw bisa meninggalkan bokap gw yg linglung dan kehilangan pijakan setelah Allah berpaling daripadanya? Tapi Dia adalah Allah. Dia berhak melakukan apa pun yg Dia inginkan. Siapakah kita ini sampai kita mempertanyakan kenapa Dia begini atau begitu?


Mungkin itulah yg ada di benak Yonatan saat itu.. mungkin..

Yonatan adalah orang yg rendah hati. Kalo Yonatan berontak terhadap Allah, dia gak akan menyelamatkan Daud atau bersahabat dengan orang yg akan merenggut tongkat kerajaan dari tangannya. Yonatan dengan rela dan rendah hati memilih jalan hidupnya dan tau bahwa akhirnya gak akan indah karena jalan yg dia tempuh menuju kepada kehancuran dirinya tapi rencana Allah akan terlaksana oleh karenanya.

Jonathan must die so the Lord can carry His wish..

Kalo kita sudah mengetahui kehendak Allah cuma bisa terlaksana kalo kita mati, apakah kita akan tetap rendah hati dan dengan rela menghadapi kematian kita? Apakah kita bisa menjadi seorang 'Yonatan' dan menghadapi peperangan2 yg kita tau akan berakhir dengan kekalahan di pihak kita?

I don't know if I could. How about you?

Sumber: Blog pribadi
"For those who believe, no proof is necessary. For those who don't believe, no proof is possible." - Stuart Chase
September 27, 2009, 02:33:33 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 603
  • Gender: Male
  • nguk.. nguk..
ya, sedang terjadi pada saya.

pilihan yg tersedia :
1. saya mati, maka seseorang yg saya tidak bisa sebutkan akan diselamatkan.
2. saya berjuang untuk hidup, maka seseorang itu mungkin tidak akan pernah dibukakan matanya.

untuk penjelasannya, silakan buka :
http://forumkristen.com/index.php?topic=13010.msg117904#msg117904
The Silly Bonehead
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)