Author Topic: G A Y A H I D U P  (Read 1107 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 28, 2008, 08:40:27 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1603
  • Gender: Male
    • http://profiles.friendster.com/dergian
                             Gaya Hidup

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh
pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak
Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
(Roma 12:2)

Hari ini dimana-mana orang menjerit pedih, karena mencari
nafkah sangat susah sementara harga-harga makin membumbung, sehingga
hidup terasa makin berat. Dalam kondisi seperti ini manusia bisa
menjadi makin jahat, hal ini disebabkan tuntutan kebutuhan makin
tinggi sementara untuk memenuhinya nyaris mustahil. Untuk pemenuhan
ini sering orang terpaksa menghalalkan segala cara. Inilah yang
menciptakan dunia yang makin jahat.
Timbul pertanyaan bagaimana dapat menjaga kesucian hidup dan
kebenaran dalam suasana dunia seperti ini? Yang pertama, kita harus
tetap menegakkan standar hidup yang berdasarkan Firman Tuhan. Dalam
hal ini kita harus terus-menerus belajar kebenaran Firman Tuhan.
Firman Tuhan membuka pikiran kita dan sekaligus menata pikiran kita
agar mengerti kehendak Tuhan.
Yang kedua, yang menjadi pokok pikiran renungan ini adalah
gaya hidup kita tidak boleh dipengaruhi dan ditentukan oleh dunia ini.
Gaya hidup dapat menjadi belenggu kehidupan seseorang. Mereka terikat
dari satu keinginan ke keinginan lain. Sehingga hidupnya dituntun oleh
keinginan-keinginannya sendiri. Orang yang hidup dengan cara ini
menjadi tidak kaya dihadapan Tuhan (Luk 12:21). Tidak kaya dihadapan
Tuhan artinya tidak menemukan kehendak Tuhan dan rencanaNya, sehingga
hidupnya tidak menggenapi kehendak dan rencana Tuhan tetapi kehendak
dan rencanannya sendiri. Cara hidup seperti ini cara hidup orang yang
menjadikan dirinya sendiri sebagai Tuhan.
Marilah kita meneladani kehidupan Tuhan Yesus yang tidak
terpengaruh oleh gaya hidup manusia sekitarnya. Filosofinya Tuhan
Yesus adalah serigala memiliki liang burung mempunyai sarang, tetapi
anak manusia tidak memiliki tempat untuk meletakkan kepalanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa hidup anak Allah adalah hidup yang
memiliki gaya hidup khusus. Asal ada makanan dan pakaian cukup. Inilah
yang seharusnya menjadi gaya hidup kita pula. Gaya hidup yang memiliki
karakter sorgawi dan mempunyai nilai abadi.
MEMAYU HAYUNING BAWONO
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)