Author Topic: Arti sesungguhnya?  (Read 1486 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 15, 2009, 06:21:35 PM
  • Founder/Webmaster
  • Administrator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1275
  • Gender: Male
Tadi baca tentang perumpamaan tentang anak yang hilang.

Kita semua pasti sudah pernah dengar ceritanya. Baik di gereja, sekolah minggu, persekutuan, dan lain-lain.

Walau dalam perumpamaan ini, sebenarnya ada dua anak yang hilang, pada umumnya orang cuma fokus kepada si bungsu yang mengambil warisan bagiannya lalu berfoya foya, tetapi sadar dan kembali kepada ayahnya.

Sekarang, aku mau coba fokus kepada si sulung.

Dalam cerita ini, si sulung sangat marah ketika dia mendengar bahwa adiknya, yang telah menghambur hamburkan uang ayahnya kembali, bukannya dimarahi oleh ayahnya, tetapi ayahnya bersuka cita dan membuat pesta karena kepulangan anaknya.

Dalam renungan ini aku ingin bagikan beberapa poin penting yang aku dapat.

1. Motif.
Makanya judulnya aku tulis "arti sesungguhnya?". Pada saat direnungkan, aku bertanya-tanya... apakah sebenarnya motif si sulung tinggal dan bekerja di rumah ayahnya.. Kalau alasan si bungsu pergi dari rumah karena ayahnya terlalu banyak peraturan... kenapa si sulung tetap tinggal... juga kalau negeri di seberang tempat adiknya pergi itu memang indah, apakah dia tidak tergoda untuk juga pergi?

Di alkitab tidak dijelaskan kenapa si sulung tinggal, tetapi kalau kita lihat ekspresi si sulung ketika melihat bahwa ayahnya membuat pesta dan merayakan kembalinya si bungsu yang telah menghambur hamburkan uang ayahnya, dia marah dan tidak mau masuk.

Ketika ayahnya mengajak dia masuk, dia berkata "Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia"

Dia seolah olah menghitung hitung kerja kerasnya dan anggap kalau ayahnya patut untuk memberikan dia penghargaan dibanding si bungsu.

Pernah kah kita melakukan sesuatu... aktif di gereja atau kegiatan kegiatan rohani... dan mengharapkan kalau Tuhan harus memberkati kita karena pekerjaan kita.... tetapi ketika melihat orang lain yang tidak bekerja sekeras kita diberkati oleh Tuhan, kita merasa sakit hati?

Pernahkah kita bertanya "Tuhan, aku setiap minggu pergi ke gereja, rajin berdoa, taat dengan firmanMu, tetapi kenapa si A yang ke gereja aja jarang, lebih makmur?"

Apakah motif si sulung tinggal dan bekerja di rumah ayahnya adalah karena dia mengasihi ayahnya, karena kasih dan kebaikan ayahnya kepada dia, ataukah dia menginginkan harta yang lebih banyak untuk jerih payahnya?

2. Kasih Sesungguhnya.
Dalam perumpamaan ini, kita bisa melihat kalau dari kedua anak tersebut, yang paling merasakan kasih ayahnya adalah si bungsu.

Banyak orang (termasuk aku dulu), lahir dari keluarga Kristen, tiap minggu pergi ke gereja, tetapi belum pernah merasakan "kasih" yang sesungguhnya. Belum pernah lahir baru / punya pengalaman pribadi dengan Yesus.

Untuk merasakan kasih Allah yang sesungguhnya, kita harus sadar kalau kita adalah orang berdosa dan karena pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, kita diselamatkan dan dosa kita diampuni. Dengan begitu, kita bisa bekerja di ladang Tuhan dengan motif yang benar. Kita melakukan semuanya itu karena kasih Dia yang telah terlebih dahulu mengasihi kita.

Aku juga mau tambah, kasih dan kebencian saling bertolak belakang. Kita tidak bisa mengasihi dan membenci seseorang pada waktu yang sama. Entah kita membenci / mengasihi. Kita semua pasti pernah merasakan sakit hati, tetapi pada saat susah sekali untuk memaafkan seseorang, minta ROH KUDUS untuk mampukan. Kuasa ROH KUDUS sangatlah besar, pertanyaannya apakah kita mau membuka hati kita atau tidak....

Kita sudah hidup di akhir jaman. Apakah kita akan menjadi seperti si sulung yang dari dulu tinggal dan bekerja di rumah bapa, tapi pada akhirnya tertinggal di luar ketika bapa dan anak yang hilang bersuka cita?

GBU.
October 15, 2009, 10:48:45 PM
Reply #1
  • My Lovely Forum ^,^
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2675
  • Gender: Female
  • T4Ng4n Y4ng kU4T m3M3g4NgKu.....
Hehe...mau baca ketawanya, eh salah!  mau ketawa bacanya maksudnya hehe  :cheesy: , bukan ada yg salah dengan Renungannya Pdt Admin (loh kok bahasanya  :char11: ), tp karena waktu dipost renungan diatas (Today at 06:21:35 PM) adalah waktu yg sama saat seorang teman sedang curhat mengenai masalah dia, dan perumpamaan tentang anak yang hilang diatas itulah yg aku pakai.

Pake kacamata dulu biar terkesan serius :coolsmiley::char11: )

Perumpamaan tentang anak yang Hilang bisa dibaca kisahnya di Lukas 15:11-32.

Apa yang udah Adi shared diatas adalah salah satu "gambaran" yg bisa kita dapatkan dari kisah tentang "Anak yang hilang" di kitab Lukas tersebut.

Bagi aku kisah tersebut luar biasa sekali! Ada beberapa karakter yang menggambarkan Kita sebagai Anak Tuhan dan Bapa disurga sendiri dalam kisah tersebut.

Karakter tersebut antara lain:

1. Karakter si bungsu
2. Karakter si sulung
3. Karakter si bapa

Menurut aku, karakter kedua Anak tersebut adalah gambaran dari sebagian besar karakter Anak Anak Tuhan. Ada persamaan "masalah" pada kedua karakter anak dalam kisah tersebut, apa itu?
Masalahnya adalah, keduanya kehilangan jati diri.

Sama seperti pendapat Adi, aku lebih menyayangkan pribadi/karakter dari si sulung, diceritakan bahwa dia telah kehilangan jati dirinya sejak awal kisah tersebut dikisahkan.

Letak Kehilangan Jati Diri Si bungsu dan Si sulung serta karakter "unik dan luar biasa" si bapa :

1 Bungsu--> Dari awal cerita digambarkan bahwa dia sadar, dia adalah seorang ahli waris, yang berarti dia menyadari jatidirinya sebagai seorang anak, sehingga dia berani meminta hak warisnya. Namun sayangnya dia menyalahgunakan warisan (berkat) yang memang menjadi haknya sebagai seorang anak (berkat adalah hak dari anak Tuhan, namun hati hati jangan sampai disalahgunakan). Akibat menyalahgunakan warisan tersebut, dia akhirnya terlunta lunta di negeri yang jauh. Disinilah letak kehilangan jati diri si bungsu, dia berniat kembali kepada bapanya, namun dia menempatkan dirinya sebagai orang upahan, dia merasa bersalah dan merasa tidak layak lagi untuk menjadi seorang anak, oleh karena itu dia "bersedia" menjadi orang upahan bapanya asalkan dia dapat diterima kambali dan terpelihara hidupnya.

Kesimpulan: Berkat bisa berupa materi, talenta, skil, kecantikan,ketampanan, kepintaran, dll, adalah kepercayaan yang Tuhan kasih kepada kita, itu merupakan warisan kita, namun tanpa Roh takut akan Tuhan, semua itu bisa membuat kita jauh dari Tuhan, saat kita jauh dari Tuhan kita akan keluar dari wilayah kasih karunia Tuhan, disitulah kita akan jatuh dalam dosa. Dan dosa akan membuat kita kehilangan Jati diri kita sebagai anak Tuhan, kehilangan jatidiri akan membuat kita kehilangan/melupakan figur Bapa di surga, kita lupa bahwa Dia maha pengampun, sehingga sulit bagi kita percaya bahwa dosa kita benar2 sudah diampuni, akibatnya, kita terus menerus didakwa oleh iblis dengan dosa dosa kita tersebut.

2. Sulung--> (sedikit tambahan saja karena Sudah dibahas oleh Adi hampir seperti gambaran yg aku dapat juga) Dari kisah tersebut, aku bahkan belum tau kapan dia "menemukan" jati dirinya, dia adalah gambaran anak Tuhan yang melakukan segala sesuatunya karena "upah" atau bahkan karena "takut". Dia tidak kenal siapa bapanya, apa haknya, sayang sekali.

3. Si bapa-->Figur luar biasa ini adalah figur Bapa kita disurga, aku suka sekali adegan dimana si bungsu kembali dan meminta dirinya menjadi orang upahan sebagai upaya untuk menebus dosanya kepada bapanya, disaat itu bahkan bapanya seperti tidak "menanggapi" permintaan maaf si bungsu lantaran kegembiraannya melihat anaknya yang sudah lama hilang kembali.
Ummhh...jadi ingat firman ini:

Luk. 15:10   Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."

Demikian deh all,

Kacamatanya di copot dulu  :coolsmiley: hehe

GBU
Apa yang tidak aku ingini, aku lakukan disini
October 16, 2009, 12:24:05 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9454
  • Gender: Female
  • .. fush and push ..
wew... akhirnya pakde merenung dan menghasilkan perenungan hingga membuatku ikut merenung...... *bahasaautismodeon*

Kita semua pasti pernah merasakan sakit hati, tetapi pada saat susah sekali untuk memaafkan seseorang, minta ROH KUDUS untuk mampukan. Kuasa ROH KUDUS sangatlah besar, pertanyaannya apakah kita mau membuka hati kita atau tidak....

baideweiendebaswei.... yang ta bold itu adalah pilihan. membuka hati atau tidak....  :ashamed0006:

ma'acih pakde buat perenungan dan pewahyuannya, seringsering yaa ......  :afro:
October 19, 2009, 06:58:43 AM
Reply #3
  • My Lovely Forum ^,^
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2675
  • Gender: Female
  • T4Ng4n Y4ng kU4T m3M3g4NgKu.....
ma'acih pakde buat perenungan dan pewahyuannya, seringsering yaa ......  :afro:

OOT Time: Benice..hehe berhasil baca semua renungannya ?  :char11: canggih nih jarang2  :cheesy: :cheesy:
Apa yang tidak aku ingini, aku lakukan disini
October 19, 2009, 08:34:32 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9454
  • Gender: Female
  • .. fush and push ..
aduchh... jadi ndak enak ati... tar dibilang penj*** lagi  :ashamed0004:
[terintimidasimodeon]

@ ike : hehehe.... wajarlah menjelang akhir tahun, lagi kasmaran ama yang namanya perenungan  :ashamed0002:
October 24, 2009, 06:43:05 PM
Reply #5
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste
Nice sharing..
Btw ternyata anak sulung itu seharusnya mempunyai kerendahan hati supaya dia bisa menerima pesta yang diselenggarakan bapanya..
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)