Author Topic: Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa Tidak Menggunakan Salib dalam Ibadat?  (Read 15928 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 02, 2009, 01:03:39 PM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 78
  • Mazmur 119:105 FirmanMU Pelita bagi Kakiku

Saksi-Saksi Yehuwa dengan teguh percaya bahwa kematian Yesus Kristus menyediakan tebusan yang membuka pintu menuju kehidupan abadi bagi orang-orang yang memperlihatkan iman kepadanya. (Matius 20:28; Yohanes 3:16) Namun, mereka tidak percaya bahwa Yesus mati di sebuah salib, seperti yang biasanya dilukiskan dalam gambar-gambar. Mereka percaya bahwa Yesus mati di sebuah tiang.

Penggunaan salib bisa ditelusuri jejaknya hingga Mesopotamia, dua ribu tahun sebelum Kristus. Salib bahkan menghiasi ukiran-ukiran batu Skandinavia dari Zaman Perunggu, berabad-abad sebelum Yesus lahir. Orang-orang non-Kristen tersebut menggunakan salib ”sebagai tanda magis . . . pelindung, pembawa keberuntungan”, tulis Sven Tito Achen, sejarawan dan pakar simbol dari Denmark, dalam buku Symbols Around Us. Tidak mengherankan bahwa New Catholic Encyclopedia mengakui, ”Salib ditemukan dalam kebudayaan-kebudayaan pra-Kristen maupun non-Kristen, dan umumnya menyimbolkan alam semesta atau benda-benda langit.” Lantas, mengapa gereja memilih salib sebagai simbol yang paling suci?

W. E. Vine, cendekiawan Inggris yang disegani, mengemukakan fakta ini, ”Pada pertengahan abad ke-3 M . . . orang-orang kafir diterima ke dalam gereja . . . dan diizinkan mempertahankan sebagian besar tanda serta simbol kafir mereka. Karena itu, huruf Tau atau T, . . . dengan bagian melintangnya diturunkan, diadopsi.”—Vine’s Expository Dictionary of Old and New Testament Words.
Selain itu, Vine menyatakan bahwa kata benda ”salib” maupun kata kerja ”menyalibkan” dalam bahasa Yunani aslinya memaksudkan ”tiang atau tonggak . . . berbeda dengan bentuk yang menurut gereja adalah salib yang terbuat dari dua balok kayu”. Selaras dengan itu, Companion Bible terbitan Oxford University mengatakan, ”Buktinya adalah . . . bahwa Tuan dihukum mati di sebuah tiang, dan bukan di dua batang kayu yang bersilangan pada titik mana pun.” Jelaslah, gereja mengadopsi ajaran turun-temurun yang tidak berdasarkan Alkitab.

Sejarawan Achen, yang dikutip di atas, menyatakan, ”Selama dua abad setelah kematian Yesus, tampaknya mustahil bahwa orang Kristen menggunakan simbol salib.” Bagi orang Kristen masa awal, ia menambahkan, salib ”pasti terutama identik dengan kematian dan kejahatan, sebagaimana guilotin dan kursi listrik bagi generasi-generasi berikutnya”.

Yang lebih penting, tidak soal alat yang digunakan untuk menyiksa dan mengeksekusi Yesus, bentuk tiruan atau simbolnya tidak boleh menjadi objek pemujaan atau penyembahan orang Kristen. ”Larilah dari penyembahan berhala,” perintah Alkitab. (1 Korintus 10:14) Yesus sendiri memberikan tanda pengenal yang sebenarnya bagi para pengikutnya yang sejati. Ia berkata, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.”—Yohanes 13:35.

Dalam semua hal yang menyangkut ibadat, Saksi-Saksi Yehuwa, seperti halnya orang-orang Kristen pada abad pertama, berupaya keras mengikuti Alkitab sebaliknya dari ajaran turun-temurun. (Roma 3:4; Kolose 2:8) Oleh karena itu, mereka tidak menggunakan salib dalam ibadat.
Matius  24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
November 02, 2009, 01:25:35 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1688
  • TUHAN adalah Juruselamatku
    • http://hakadosh.wordpress.com

Saksi-Saksi Yehuwa dengan teguh percaya bahwa kematian Yesus Kristus menyediakan tebusan yang membuka pintu menuju kehidupan abadi bagi orang-orang yang memperlihatkan iman kepadanya. (Matius 20:28; Yohanes 3:16) Namun, mereka tidak percaya bahwa Yesus mati di sebuah salib, seperti yang biasanya dilukiskan dalam gambar-gambar. Mereka percaya bahwa Yesus mati di sebuah tiang.

Penggunaan salib bisa ditelusuri jejaknya hingga Mesopotamia, dua ribu tahun sebelum Kristus. Salib bahkan menghiasi ukiran-ukiran batu Skandinavia dari Zaman Perunggu, berabad-abad sebelum Yesus lahir. Orang-orang non-Kristen tersebut menggunakan salib ”sebagai tanda magis . . . pelindung, pembawa keberuntungan”, tulis Sven Tito Achen, sejarawan dan pakar simbol dari Denmark, dalam buku Symbols Around Us. Tidak mengherankan bahwa New Catholic Encyclopedia mengakui, ”Salib ditemukan dalam kebudayaan-kebudayaan pra-Kristen maupun non-Kristen, dan umumnya menyimbolkan alam semesta atau benda-benda langit.” Lantas, mengapa gereja memilih salib sebagai simbol yang paling suci?

W. E. Vine, cendekiawan Inggris yang disegani, mengemukakan fakta ini, ”Pada pertengahan abad ke-3 M . . . orang-orang kafir diterima ke dalam gereja . . . dan diizinkan mempertahankan sebagian besar tanda serta simbol kafir mereka. Karena itu, huruf Tau atau T, . . . dengan bagian melintangnya diturunkan, diadopsi.”—Vine’s Expository Dictionary of Old and New Testament Words.
Selain itu, Vine menyatakan bahwa kata benda ”salib” maupun kata kerja ”menyalibkan” dalam bahasa Yunani aslinya memaksudkan ”tiang atau tonggak . . . berbeda dengan bentuk yang menurut gereja adalah salib yang terbuat dari dua balok kayu”. Selaras dengan itu, Companion Bible terbitan Oxford University mengatakan, ”Buktinya adalah . . . bahwa Tuan dihukum mati di sebuah tiang, dan bukan di dua batang kayu yang bersilangan pada titik mana pun.” Jelaslah, gereja mengadopsi ajaran turun-temurun yang tidak berdasarkan Alkitab.

Sejarawan Achen, yang dikutip di atas, menyatakan, ”Selama dua abad setelah kematian Yesus, tampaknya mustahil bahwa orang Kristen menggunakan simbol salib.” Bagi orang Kristen masa awal, ia menambahkan, salib ”pasti terutama identik dengan kematian dan kejahatan, sebagaimana guilotin dan kursi listrik bagi generasi-generasi berikutnya”.

Yang lebih penting, tidak soal alat yang digunakan untuk menyiksa dan mengeksekusi Yesus, bentuk tiruan atau simbolnya tidak boleh menjadi objek pemujaan atau penyembahan orang Kristen. ”Larilah dari penyembahan berhala,” perintah Alkitab. (1 Korintus 10:14) Yesus sendiri memberikan tanda pengenal yang sebenarnya bagi para pengikutnya yang sejati. Ia berkata, ”Dengan inilah semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu mempunyai kasih di antara kamu.”—Yohanes 13:35.

Dalam semua hal yang menyangkut ibadat, Saksi-Saksi Yehuwa, seperti halnya orang-orang Kristen pada abad pertama, berupaya keras mengikuti Alkitab sebaliknya dari ajaran turun-temurun. (Roma 3:4; Kolose 2:8) Oleh karena itu, mereka tidak menggunakan salib dalam ibadat.

1.Orang Kristen awal meggunakan simbol ikan, sebagai kode.
2. apa makna rohaniah di baling "tiang" itu kepada SY??
3. apa makna dibalik penggambaran Yesus yang tidak "gondrong" oleh SY ??
« Last Edit: November 02, 2009, 01:28:01 PM by hakadosh »
Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
November 05, 2009, 09:54:31 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
SSY menolak Yesus disalibkan melainkan mengajar Yesus 'dipakukan pada tiang kayu".

Alasannya, salib ialah simbol kelamin yg disembah org pagan.

Salib juga tidak berdasarkan fakta sejarah.

Nah, itu.

Tapi, apakah benar tuduhan SSY?

Salah besar mengatakan salib itu simbol kelamin. Hanya karena mirip bukan bermakna sama, apalagi intinya salib itu berbeda. Sebenarnya salib Yesus tidak mirip dengan simbol pagan malah jauh sekali. Itu cuma dihighlight oleh SSY untuk mengkoneksikan ajaran2 Kristen dengan pagan supaya ajaran mrk satu2 dianggap murni Al-Kitab.

Yesus disalibkan dalam bentuk yg kita kenali sekarang ialah fakta yg tidak terbantahkan. Banyak bukti mengatakan salib yg dipakai pemerintah Rom sebagai hukuman berat ialah salib yg kita kenal sekarang. Jadi, salah besar mengatakan Yesus dipakukan ke tiang kayu. Lagian, SSY salah tafsir dengan maksud 'tiang kayu' di Kisah para Rasul. Petrus mahu membandingkan cara matinya Yesus dan hubungannya dengan nubuat Kitab Taurat "Terkutuk dia yang digantung pada tiang kayu". Jadi, 'tiang kayu' disini bukan salib melainkan hukuman bagi pesalah2 berat pada zaman Nabi Musa spr yg dituntut oleh Taurat. Jadi, SSY salah arti sehingga menganggap 'tiang kayu' pada zaman Nabi Musa sama dengan 'kayu salib' pada waktu Yesus dihukum.

Semoga mendapat pencerahan.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
November 06, 2009, 07:00:13 PM
Reply #3
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 78
  • Mazmur 119:105 FirmanMU Pelita bagi Kakiku
Ini Hukum Bangsa Israel ttg orang yang sepadan dgn Hukuman Mati

Ulangan 21:22 "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang,

Ulangan 21:23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."


Bro bisa lihat rujukan ayat di bawah dalam catatan kaki alkitab bro untuk Galatia 3:13 mengacu ke Ulangan 21:22,23

Galtia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Matius  24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
November 06, 2009, 07:09:36 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Ini Hukum Bangsa Israel ttg orang yang sepadan dgn Hukuman Mati

Ulangan 21:22 "Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang,

Ulangan 21:23 maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu."


Bro bisa lihat rujukan ayat di bawah dalam catatan kaki Alkitab bro untuk Galatia 3:13 mengacu ke Ulangan 21:22,23

Galtia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Jadi???

Bukankah itu yg saya maksudkan dalam postingan saya?

SSY salah nafsir, Taurat ialah lambang kepada hakikat itu.

Hakikatnya, Yesus mati dikayu salib. Itu sudah dilambangkan di Ulangan 21:22-23, bisa nangkep ngga?

Jadi, hanya karena Yesus dilambangkan mati tergantung pada tiang kayu, hakikat dari lambang itu tidak seharusnya samakan? Emangnya jenis hukuman di Taurat bagi pesalah (tergantung di tiang kayu) sama dengan hukuman Rom (disalibkan)? ***PIKIR***.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
November 10, 2009, 02:41:22 PM
Reply #5
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 78
  • Mazmur 119:105 FirmanMU Pelita bagi Kakiku
« Last Edit: November 10, 2009, 02:51:24 PM by Megi »
Matius  24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
November 10, 2009, 02:44:24 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1688
  • TUHAN adalah Juruselamatku
    • http://hakadosh.wordpress.com

Berikut Informasi ttg Salib ( Dewa Tamus )
kalau Anda anti pati terhadap T dari kronologi dewa2 itu, kenapa Anda tidak merefer ke

Yeh. 9:4   Firman Tuhan kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."


Yeh. 9:6   Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.
Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
November 10, 2009, 03:09:16 PM
Reply #7
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 78
  • Mazmur 119:105 FirmanMU Pelita bagi Kakiku
tidak ada hubungan dgn Yehezkiel 9 bro ... konteks di Yehezkiel pasal 9 adalah ttg tanda T yang diberikan kepada orang2 yang berkeluh kesah ...

yang ingin saya sampaikan adalah Tanda Salib yang di gunakan dewasa ini bukanlah tanda bagi para pengikut Yesus ... ( Bro bisa lihat di terminal2, banyak orang mengunakan Salib dgn tingkah laku yang meresahkan ...)
Matius  24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
November 10, 2009, 03:16:04 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1688
  • TUHAN adalah Juruselamatku
    • http://hakadosh.wordpress.com
tidak ada hubungan dgn Yehezkiel 9 bro ... konteks di Yehezkiel pasal 9 adalah ttg tanda T yang diberikan kepada orang2 yang berkeluh kesah ...

yang ingin saya sampaikan adalah Tanda Salib yang di gunakan dewasa ini bukanlah tanda bagi para pengikut Yesus ... ( Bro bisa lihat di terminal2, banyak orang mengunakan Salib dgn tingkah laku yang meresahkan ...)

lhooo

Anda takut mengikuti salib karena Anda berpikiran bahwa T adalah melulu lambang para dewa2 sana...
sementara di Alkitab ada refer huruh T

kalau Anda anti pati terhadap T dari kronologi dewa2 itu, kenapa Anda tidak merefer ke

Yeh. 9:4   Firman Tuhan kepadanya: "Berjalanlah dari tengah-tengah kota, yaitu Yerusalem dan tulislah huruf T pada dahi orang-orang yang berkeluh kesah karena segala perbuatan-perbuatan keji yang dilakukan di sana."


Yeh. 9:6   Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.

kenapa Anda mengkonotasikan salib begitu bukan seperti di Yehezkiel?

dan kenapa Anda merefer orang yang menggunakan salib dengan Kekristenan?



akhirnya saya bertanya:
dan Anda tidak pernah menjawab,, apa arti rohaninya bagi Anda kalau salib itu berbentuk tiang, bukan huruf t
Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
November 10, 2009, 04:09:46 PM
Reply #9
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 78
  • Mazmur 119:105 FirmanMU Pelita bagi Kakiku
”Tiang siksaan” adakalanya memaksudkan penderitaan, keaiban, atau siksaan yang dialami karena menjadi pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana Yesus katakan, ”Barang siapa tidak mau menerima tiang siksaannya dan mengikuti aku tidak layak bagiku.” (Mat 10:38; 16:24; Mrk 8:34; Luk 9:23; 14:27) Ungkapan ”tiang siksaan” juga digunakan sedemikian rupa untuk menggambarkan kematian Yesus pada tiang tersebut, yang memungkinkan penebusan dari dosa dan perukunan kembali dengan Allah.—1Kor 1:17, 18.
Matius  24:36
Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa sendiri."
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)