Author Topic: Mengapa Saksi-Saksi Yehuwa Tidak Menggunakan Salib dalam Ibadat?  (Read 16334 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 10, 2012, 11:25:30 PM
Reply #120
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
  • Denominasi: Saksi - Saksi Yehuwa Indonesia
Shape of gibbet

Whereas most Christians believe the gibbet on which JESUS was executed was the traditional two-beamed cross, debate exists regarding the view that a single upright stake was used. The Greek and Latin words used in the earliest Christian writings are ambiguous. The Koine Greek terms used in the New Testament are stauros (σταυρός) and xylon (ξύλον). The latter means wood (a live tree, timber or an object constructed of wood); in earlier forms of Greek, the former term meant an upright stake or pole, but in Koine Greek it was used also to mean a cross.[109] The Latin word crux was also applied to objects other than a cross.[110]

However, early Christians writers who speak of the shape of the particular gibbet on which JESUS died invariably describe it as having a cross-beam. For instance, the Epistle of Barnabas, which was certainly earlier than 135,[111] and may have been of the 1st century AD.,[112] the time when the gospel accounts of the death of JESUS were written, likened it to the letter T (the Greek letter tau, which had the numeric value of 300),[113] and to the position assumed by Moses in Exodus 17:11-12.[114] Justin Martyr (100–165) explicitly says the cross of CHRIST was of two-beam shape: "That lamb which was commanded to be wholly roasted was a symbol of the suffering of the cross which CHRIST would undergo. For the lamb, which is roasted, is roasted and dressed up in the form of the cross. For one spit is transfixed right through from the lower parts up to the head, and one across the back, to which are attached the legs of the lamb."[115] Irenaeus, who died around the end of the 2nd century, speaks of the cross as having "five extremities, two in length, two in breadth, and one in the middle, on which [last] the person rests who is fixed by the nails."[116] For other witnesses to how early Christians envisaged the shape of the gibbet used for JESUS, see Dispute about JESUS' execution method.


Apakah pemujaan salib dibenarkan Alkitab?
1 Kor. 10:14: ”Saudara-saudara yang kukasihi, larilah dari penyembahan berhala.” (Berhala adalah sebuah patung atau lambang yang merupakan benda yang sangat dipuja, dimuliakan, atau disembah.)
Kel. 20:4, 5, TB: ”Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.” (Perhatikan bahwa Allah memerintahkan agar umat-Nya bahkan tidak membuat patung untuk disembah.)
Komentar dari New Catholic Encyclopedia ini menarik, ”Lambang kematian tebusan Kristus di Golgota tidak muncul dalam bentuk karya seni abad-abad pertama Kristen. Orang Kristen masa awal, karena dipengaruhi oleh larangan mengenai patung ukiran dari Perjanjian Lama enggan untuk menggambarkan bahkan alat Penderitaan Tuan.”—(1967), Jil. IV, hlm. 486.
Mengenai umat Kristen abad pertama, History of the Christian Church mengatakan, ”Salib dan benda yang menggambarkan salib tidak pernah digunakan.”—(New York, 1897), J. F. Hurst, Jil. I, hlm. 366.

Pada zaman Israel kuno, orang Yahudi yang tidak setia menangisi kematian allah palsu Tamuz. Yehuwa menyebut perbuatan mereka sebagai sesuatu ’yang memuakkan’. (Yeh. 8:13, 14) Menurut sejarah, Tamuz adalah dewa Babilon, dan salib digunakan sebagai lambangnya. Sejak permulaannya pada zaman Nimrod, Babilon menentang Yehuwa dan menjadi musuh ibadat sejati. (Kej. 10:8-10; Yer. 50:29) Jadi, dengan memuja salib, seseorang menghormati lambang ibadat yang bertentangan dengan Allah yang sejati.
Sebagaimana dikatakan di Yehezkiel 8:17 orang-orang Yahudi yang murtad juga ’mengulurkan cabang muda ke hidung Yehuwa’. Ia menganggap hal ini sebagai ”memuakkan” dan ’menyakiti hati’. Mengapa? Beberapa komentator menerangkan bahwa ”cabang muda” adalah lambang alat kelamin laki-laki yang digunakan dalam pemujaan falus. Jadi, bagaimana pandangan Yehuwa terhadap penggunaan salib yang, seperti sudah kita lihat, pada zaman dahulu digunakan sebagai lambang dalam pemujaan falus?
May 11, 2012, 01:55:10 AM
Reply #121
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 270
  • Denominasi: Jehovah's Witness
@TS, izin koment ya,
cuman mau tanay Yeh 9: 4, (Ezekiel 9:4) :
And the LORD said to him, "Pass through the city, through Jerusalem, and put a mark on the foreheads of the men who sigh and groan over all the abominations that are committed in it." ESV.
tanya aja : huruf T nya dimana ?, apakah waktu ayat ini ditulis huruf T sdh ada ?

Yang pake mark T itu yang Tambunan, Tobing, Tutupoly.
Maap, gak nyambung, distraction. aku akan bertobat sekarang juga.  :'(
May 11, 2012, 08:23:02 AM
Reply #122
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9049
  • Gender: Male
  • Denominasi: Catholic

Apakah pemujaan salib dibenarkan Alkitab?
1 Kor. 10:14: ”Saudara-saudara yang kukasihi, larilah dari penyembahan berhala.” (Berhala adalah sebuah patung atau lambang yang merupakan benda yang sangat dipuja, dimuliakan, atau disembah.)
Kel. 20:4, 5, TB: ”Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya.” (Perhatikan bahwa Allah memerintahkan agar umat-Nya bahkan tidak membuat patung untuk disembah.)
Komentar dari New Catholic Encyclopedia ini menarik, ”Lambang kematian tebusan KRISTUS di Golgota tidak muncul dalam bentuk karya seni abad-abad pertama Kristen. Orang Kristen masa awal, karena dipengaruhi oleh larangan mengenai patung ukiran dari Perjanjian Lama enggan untuk menggambarkan bahkan alat Penderitaan Tuan.”—(1967), Jil. IV, hlm. 486.
Mengenai umat Kristen abad pertama, History of the Christian Church mengatakan, ”Salib dan benda yang menggambarkan salib tidak pernah digunakan.”—(New York, 1897), J. F. Hurst, Jil. I, hlm. 366.

Pada zaman Israel kuno, orang Yahudi yang tidak setia menangisi kematian allah palsu Tamuz. Yehuwa menyebut perbuatan mereka sebagai sesuatu ’yang memuakkan’. (Yeh. 8:13, 14) Menurut sejarah, Tamuz adalah dewa Babilon, dan salib digunakan sebagai lambangnya. Sejak permulaannya pada zaman Nimrod, Babilon menentang Yehuwa dan menjadi musuh ibadat sejati. (Kej. 10:8-10; Yer. 50:29) Jadi, dengan memuja salib, seseorang menghormati lambang ibadat yang bertentangan dengan Allah yang sejati.
Sebagaimana dikatakan di Yehezkiel 8:17 orang-orang Yahudi yang murtad juga ’mengulurkan cabang muda ke hidung Yehuwa’. Ia menganggap hal ini sebagai ”memuakkan” dan ’menyakiti hati’. Mengapa? Beberapa komentator menerangkan bahwa ”cabang muda” adalah lambang alat kelamin laki-laki yang digunakan dalam pemujaan falus. Jadi, bagaimana pandangan Yehuwa terhadap penggunaan salib yang, seperti sudah kita lihat, pada zaman dahulu digunakan sebagai lambang dalam pemujaan falus?


Brur yesaya, kita sedang membicarakan bentuk salib, antara bentu 't' atau 'I', dan tidak sedang membicarakan lambang salib.

Dan supaya anda tahu, bahwa tidak seorang Kristen pun yang menyembah salib, siapa yang mengatakan itu?

Perhatikan juga gaya bahasa anda yang mulai tidak sopan ini :

Quote
Sebagaimana dikatakan di Yehezkiel 8:17 orang-orang Yahudi yang murtad juga ’mengulurkan cabang muda ke hidung Yehuwa’. Ia menganggap hal ini sebagai ”memuakkan” dan ’menyakiti hati’. Mengapa? Beberapa komentator menerangkan bahwa ”cabang muda” adalah lambang alat kelamin laki-laki yang digunakan dalam pemujaan falus. Jadi, bagaimana pandangan Yehuwa terhadap penggunaan salib yang, seperti sudah kita lihat, pada zaman dahulu digunakan sebagai lambang dalam pemujaan falus?

Jika anda sudah tidak mampu berdiskusi secara baik baik, kita hentikan diskusi ini, dan silahkan keluar dari thread yang saya buat ini. Karena saya bukanlah penganut Kristen yang baik, saya membalas apa yang orang lain lakukan.

Bisa dipahami?

Salam
Menghujat sangat mudah, terlebih lagi jika tanpa bukti.
Melakukan sebaik seperti yang dihujat, jauh lebih sulit.
May 11, 2012, 08:59:59 AM
Reply #123
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
  • Denominasi: Saksi - Saksi Yehuwa Indonesia
Brur yesaya, kita sedang membicarakan bentuk salib, antara bentu 't' atau 'I', dan tidak sedang membicarakan lambang salib.

Dan supaya anda tahu, bahwa tidak seorang Kristen pun yang menyembah salib, siapa yang mengatakan itu?

Perhatikan juga gaya bahasa anda yang mulai tidak sopan ini :

Jika anda sudah tidak mampu berdiskusi secara baik baik, kita hentikan diskusi ini, dan silahkan keluar dari thread yang saya buat ini. Karena saya bukanlah penganut Kristen yang baik, saya membalas apa yang orang lain lakukan.

Bisa dipahami?

Salam

Bro Bruce,

Mohon maaf kalau ada kata2 yang kurang berkenan. saya hanya ingin menunjukkan fakta2 mengenai Salib dari berbagai sumber selain dari Alkitab.

Saya tidak pernah ingin menyinggung siapapun, karena dalam menyampaikan berita dari firman Allah memang kita harus melakukannya dengan lembut dan penuh respek kepada orang lain.

Faktnya memang banyak orang Kristen mengaku kalau mereka tidak menyembah Salib, namun memujanya, atau menghormatinya saja sebenarnya berarti sudah menyakiti hati dari Yahuwa sebagai Allah Yang MahaKuasa, karena lambang-lambang sejenis biasa digunakan oleh para penganut ibadat palsu dan dewa-dewi kuno. Karena  Yehuwa menuntut ibadat yang eksklusif dan tidak mendua (Keluaran 20:4). Fakta bahwa banyak orang Kristen memuja Salib tampak pada saat berdoa menggunakan lambang salib tersebut.

Memang pada saat kami memberitakan injil kerajaan kepada orang-orang lain, topik mengenai Salib ini jarang kami bicarakan di awal diskusi, biasanya kami memulai diskusi dengan orang lain menggunakan topik tentang harapan dalam dunia baru Allah di bawah pemerintahan Kerajaan-Nya, dimana tidak ada penyakit ataupun kematian lagi (Wahyu 21:4)

Maka bagaimana kalau kita berdiskusi mengenai hal-hal yang lebih positif tentang Pemerintahan Kerajaan Yehuwa di bawah Pemerintahan Yesus Kristus sebagai Raja ?

Kami percaya Yesus sudah memerintah sebagai Raja di dalam surga sejak 1914. Sehingga mulai pada tahun itu banyak celaka yang datang atas bumi seperti Perang Dunia Pertama dan dilanjutkan dengan Perang Dunia Kedua, karena sesuai Wahyu 12:9-12, Yesus Kristus telah membersihkan surga dari pengaruh Setan si iblis dan melemparkannya ke bumi.

Sekali lagi Mohon maaf kalau ada penjelasan kami yang kurang berkenan, karena terkadang pada saat menerima kebenaran Alkitab, kita bisa terkejut karena melihat ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan kita selama ini.

Firman Allah itu diibaratkan cermin, disana kita bisa bercermin dan melihat apa yang masih kurang dalam diri kita atau masih harus kita sesuaikan. (Yakobus 1:22-25)

Kamipun Saksi-Saksi Yehuwa juga pada awalnya menggunakan Salib, namun kami rela meninggalkannya karena menyadari bahwa itu menyakiti hati dari Allah kami Yehuwa, meskipun kebiasaan ini sudah berabad-abad dilakukan oleh orang Kristen lainnya.

Salam


May 11, 2012, 09:28:59 AM
Reply #124
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2313
  • Gender: Male
  • Denominasi: "Knowing God"
..edit
Maka bagaimana kalau kita berdiskusi mengenai hal-hal yang lebih positif tentang Pemerintahan Kerajaan Yehuwa di bawah Pemerintahan YESUS KRISTUS sebagai Raja ?

Kami percaya YESUS sudah memerintah sebagai Raja di dalam surga sejak 1914. Sehingga mulai pada tahun itu banyak celaka yang datang atas bumi seperti Perang Dunia Pertama dan dilanjutkan dengan Perang Dunia Kedua, karena sesuai Wahyu 12:9-12, YESUS KRISTUS telah membersihkan surga dari pengaruh Setan si iblis dan melemparkannya ke bumi.



Mohon maaf, yang di bold itu kok bisa mulai tahun 1914 M, bukankah sejak YESUS bangkit sudah menjadi Raja di sorga??

28:18 YESUS mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Apakah kuasa YESUS di pending sampai lebih dari 19 abad, lalu muncul ssy dengan doktrinnya baru YESUS berkuasa di sorga??  :D


Kedua, apakah ssy tidak belajar sejarah?? apakah perang antar bangsa dan negara sebelum tahun 1914 tidak terjadi??  :D

12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12:12 Karena itu bersukacitalah,  hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,  celakalah kamu, hai bumi dan laut!  karena Iblis telah turun kepadamu,  dalam geramnya yang dahsyat,  karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."



Ketiga ada bukti dari ssy bahwa ayat2 Wahyu 12:9-12 berlangsung pada tahun 1914 ??  :D

Salam.
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
May 11, 2012, 09:51:20 AM
Reply #125
  • Global Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9802
  • ForumKristen.com
Maka bagaimana kalau kita berdiskusi mengenai hal-hal yang lebih positif tentang Pemerintahan Kerajaan Yehuwa di bawah Pemerintahan YESUS KRISTUS sebagai Raja ?
Silakan, tapi dibuat thread baru saja. Jangan di topik ini karena bisa mengganggu jalannya diskusi :)

Salam
Kesalahan-kesalahan dalam Kesaksian Meiga Fitri
Pancasila bukan Jimat, oleh Franz Magnis Suseno
Ahok Diwawancara CCTV
May 11, 2012, 09:53:39 AM
Reply #126
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
  • Denominasi: Saksi - Saksi Yehuwa Indonesia
Mohon maaf, yang di bold itu kok bisa mulai tahun 1914 M, bukankah sejak YESUS bangkit sudah menjadi Raja di sorga??

28:18 YESUS mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Apakah kuasa YESUS di pending sampai lebih dari 19 abad, lalu muncul ssy dengan doktrinnya baru YESUS berkuasa di sorga??  :D


Kedua, apakah ssy tidak belajar sejarah?? apakah perang antar bangsa dan negara sebelum tahun 1914 tidak terjadi??  :D

12:9 Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya.
12:10 Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata:  "Sekarang telah tiba  keselamatan dan kuasa  dan pemerintahan Allah kita,  dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya,  karena telah dilemparkan ke bawah  pendakwa saudara-saudara kita,  yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
12:11 Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba,  dan oleh perkataan kesaksian mereka.  Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.
12:12 Karena itu bersukacitalah,  hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya,  celakalah kamu, hai bumi dan laut!  karena Iblis telah turun kepadamu,  dalam geramnya yang dahsyat,  karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat."



Ketiga ada bukti dari ssy bahwa ayat2 Wahyu 12:9-12 berlangsung pada tahun 1914 ??  :D

Salam.

Bro,

Yesus tidak langsung menjadi raja ketika naik ke surga, karena Petrus maupun Paulus mengatakan bahwa setelah Yesus dibangkitkan, nubuat di Mazmur 110:1 tergenap pada dirinya, ”Ucapan Yehuwa [TUHAN alkitab LAI] kepada Tuanku, ’Duduklah di sebelah kananku sampai aku menempatkan musuh-musuhmu sebagai tumpuan kakimu.’” (Kisah 2:32-34; Ibrani 10:12, 13), Jadi setelah bangkit, Yesus diperintahkan untuk duduk di sebelah kanan Yehuwa, dalam arti belum duduk di atas tahta.

Memang perang2 terjadi sebelum 1914, namun perang untuk SELURUH dunia kan baru pertama terjadi 1914, itulah makanya disebut Perang Dunia PERTAMA. Sebelumnya belum pernah seluruh dunia berperang.

Kemudian mengenai tahun 1914, ini penjelasannya:
Sebagaimana dicatat di Lukas 21:24, Yesus mengatakan, ”Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa, sampai waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa [”segala zaman orang kafir”, Terjemahan Lama] digenapi.” Pada zaman dahulu, Yerusalem adalah ibu kota bangsa Yahudi—pusat pemerintahan raja-raja dinasti Daud. (Mazmur 48:1, 2) Tetapi, di antara semua pemimpin bangsa, raja-raja ini mempunyai kedudukan yang unik. Mereka duduk di ”takhta Yehuwa” sebagai wakil Allah sendiri. (1 Tawarikh 29:23) Maka, Yerusalem adalah lambang pemerintahan Yehuwa. Namun, bagaimana dan kapan pemerintahan Allah mulai ”diinjak-injak oleh bangsa-bangsa”? Pada tahun 607 SM ketika Yerusalem ditaklukkan oleh orang Babilon. ”Takhta Yehuwa” menjadi kosong, dan garis dinasti Daud terputus. (2 Raja 25:1-26) Apakah ’penginjak-injakan’ itu akan berlangsung untuk selamanya? Tidak, sebab tentang Zedekia, raja terakhir di Yerusalem, Yehezkiel bernubuat, ”Singkirkan serbanmu, dan tanggalkan mahkotamu. . . . Itu pasti tidak akan menjadi milik siapa pun sampai kedatangan dia yang memiliki hak yang sah, dan aku akan memberikannya kepada dia.” (Yehezkiel 21:26, 27)

bersambung...

Salam

May 11, 2012, 09:54:45 AM
Reply #127
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
  • Denominasi: Saksi - Saksi Yehuwa Indonesia
Bro,

YESUS tidak langsung menjadi raja ketika naik ke surga, karena Petrus maupun Paulus mengatakan bahwa setelah YESUS dibangkitkan, nubuat di Mazmur 110:1 tergenap pada dirinya, ”Ucapan Yehuwa [TUHAN alkitab LAI] kepada Tuanku, ’Duduklah di sebelah kananku sampai aku menempatkan musuh-musuhmu sebagai tumpuan kakimu.’” (Kisah 2:32-34; Ibrani 10:12, 13), Jadi setelah bangkit, YESUS diperintahkan untuk duduk di sebelah kanan Yehuwa, dalam arti belum duduk di atas tahta.

Memang perang2 terjadi sebelum 1914, namun perang untuk SELURUH dunia kan baru pertama terjadi 1914, itulah makanya disebut Perang Dunia PERTAMA. Sebelumnya belum pernah seluruh dunia berperang.

Kemudian mengenai tahun 1914, ini penjelasannya:
Sebagaimana dicatat di Lukas 21:24, YESUS mengatakan, ”Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa, sampai waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa [”segala zaman orang kafir”, Terjemahan Lama] digenapi.” Pada zaman dahulu, Yerusalem adalah ibu kota bangsa Yahudi—pusat pemerintahan raja-raja dinasti Daud. (Mazmur 48:1, 2) Tetapi, di antara semua pemimpin bangsa, raja-raja ini mempunyai kedudukan yang unik. Mereka duduk di ”takhta Yehuwa” sebagai wakil Allah sendiri. (1 Tawarikh 29:23) Maka, Yerusalem adalah lambang pemerintahan Yehuwa. Namun, bagaimana dan kapan pemerintahan Allah mulai ”diinjak-injak oleh bangsa-bangsa”? Pada tahun 607 SM ketika Yerusalem ditaklukkan oleh orang Babilon. ”Takhta Yehuwa” menjadi kosong, dan garis dinasti Daud terputus. (2 Raja 25:1-26) Apakah ’penginjak-injakan’ itu akan berlangsung untuk selamanya? Tidak, sebab tentang Zedekia, raja terakhir di Yerusalem, Yehezkiel bernubuat, ”Singkirkan serbanmu, dan tanggalkan mahkotamu. . . . Itu pasti tidak akan menjadi milik siapa pun sampai kedatangan dia yang memiliki hak yang sah, dan aku akan memberikannya kepada dia.” (Yehezkiel 21:26, 27)

bersambung...

Salam

sambungan...

Pemilik ”hak yang sah” atas mahkota Daud adalah Kristus Yesus. (Lukas 1:32, 33) Jadi, ’penginjak-injakan’ itu berakhir sewaktu Yesus menjadi Raja. Kapan peristiwa besar itu terjadi? Yesus menunjukkan bahwa orang kafir, atau non-Yahudi, akan memerintah selama suatu masa yang telah ditentukan. Catatan dalam Daniel pasal 4 berisi petunjuk untuk menghitung berapa lama masa itu. Pasal itu menceritakan bahwa Raja Nebukhadnezar dari Babilon mendapat mimpi yang mengandung nubuat. Ia melihat sebatang pohon raksasa yang ditebang. Tunggulnya tidak dapat tumbuh karena diikat dengan besi dan tembaga. Seorang malaikat berseru, ”Biarlah tujuh masa berlalu atasnya.”—Daniel 4:10-16.  Dalam Alkitab, pohon kadang-kadang digunakan untuk melambangkan pemerintahan. (Yehezkiel 17:22-24; 31:2-5) Jadi, penebangan pohon simbolis itu menggambarkan bagaimana pemerintahan Allah, yang diwakili oleh raja-raja di Yerusalem, akan terputus. Tetapi, penglihatan itu memberitahukan bahwa ’penginjak-injakan Yerusalem’ hanya berlangsung sementara—selama suatu periode ”tujuh masa”. Berapa lamakah itu? Penyingkapan 12:6, 14 menunjukkan bahwa tiga setengah masa sama dengan ”seribu dua ratus enam puluh hari”. Maka, ”tujuh masa” panjangnya dua kali itu, atau 2.520 hari. Tetapi, bangsa-bangsa non-Yahudi tidak menginjak-injak pemerintahan Allah selama 2.520 hari saja setelah kejatuhan Yerusalem. Maka, jelas bahwa nubuat ini menunjuk ke suatu jangka waktu yang jauh lebih lama. Berdasarkan Bilangan 14:34 dan Yehezkiel 4:6, yang menyatakan bahwa ”satu hari untuk satu tahun”, ’ketujuh masa’ itu akan berlangsung selama 2.520 tahun. Ke-2.520 tahun itu dimulai pada bulan Oktober 607 SM, ketika Yerusalem jatuh ke tangan orang Babilonia dan raja keturunan Daud digulingkan. Periode itu berakhir pada bulan Oktober 1914. Pada tahun itu, ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa” berakhir, dan Yesus Kristus menjadi Raja yang Allah lantik di surga.—Mazmur 2:1-6; Daniel 7:13, 14. Tepat seperti yang telah Yesus ramalkan, ’kehadirannya’ sebagai Raja di surga ditandai oleh peristiwa-peristiwa dunia yang hebat—perang, kelaparan, gempa bumi, sampar. (Matius 24:3-8; Lukas 21:11) Berbagai peristiwa itu merupakan bukti kuat bahwa tahun 1914 memang menandai berdirinya Kerajaan Allah di surga dan dimulainya ”hari-hari terakhir” sistem yang fasik sekarang ini.

Salam
May 11, 2012, 09:55:59 AM
Reply #128
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
  • Denominasi: Saksi - Saksi Yehuwa Indonesia
Silakan, tapi dibuat thread baru saja. Jangan di topik ini karena bisa mengganggu jalannya diskusi :)

Salam

Baik , Terima Kasih.
May 11, 2012, 12:59:19 PM
Reply #129
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 270
  • Denominasi: Jehovah's Witness

3. apa makna dibalik penggambaran YESUS yang tidak "gondrong" oleh SY ??

Untuk membedakan Jesus dari Michael Bolton
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)