Author Topic: [Diskusi] Persahabatan dengan mamon yang tidak jujur  (Read 4458 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 03, 2010, 12:40:25 PM
Reply #10
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Shalom,
Saya Matthews baru sekali ini ikutan diskusi. Mungkin saya bisa memberikan apa yang Tuhan taruh dalam hati saya pada kita semua. Begini saudara-saudaraku:
1. Kalau kita perhatikan, selain berbicara pada murid-murid-Nya, perumpamaan ini terutama ditujukan pada orang-orang farisi yang juga mendengarkan Tuhan Yesus saat itu (Ayat 14-15) yang nota bene adalah hamba-hamba uang. Sangat jelas bahwa cuma ada dua pilihan mengenai uang ini, a.kita jadikan dia dewa (karena banyak orang berpikir bahwa dengan uang dia bisa bikin apa saja, padahal dia lupa bahwa dia tidak bisa beli sukacita, dan keselamatan/kehidupan yang kekal), b. kita sadari sepenuhnya bahwa semua berkat, termasuk uang yang kita peroleh lewat jerih payah kita adalah berkat dari Tuhan dan harus digunakan kembali untuk kemuliaan Tuhan.

2. Mamon itu kan dewa uang dan harta kekayaan (yang identik dengan sesuatu yang jahat), nah ada dua pilihan yang diberikan Tuhan, mau pilih jadi hambanya Tuhan atau mau jadi hambanya uang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya. Kalau kita perhatikan, Tuhan tidak mengajak kita untuk mengikuti si bendahara itu, karena ketika si bendahara itu  memberikan potongan pada debitor tuannya, itu sama sekali bukan haknya, karena dia hanyalah pegawai. Itu sudah korupsi namanya atau kata lainnya mencuri. Walaupun dia cerdik tapi itu bukanlah hal yang baik untuk dilakukan. Saya yakin banget bahwa Tuhan tidak mungkin memuji orang yang melakukan tindakan seperti itu. Coba aja baca ayat 10), di situ jelas Tuhan Yesus katakan bahwa kesetiaan kita pada kebenaran Firman Tuhan harus dimulai dari hal-hal yang kecil, yang mungkin dianggap sepeleh, karena kita tidak mungkin benar dalam perkara besar kalau kita sendiri tidak benar dalam perkara kecil. Contohnya, ada seorang Kristen yang sudah melayani di gerejanya, tapi dia suka berbohong yang "kecil-kecil" misalnya, bangun kesiangan, trus masih di rumah, eh bosnya telepon dari kantor, lagi di mana lu? Lagi di jalan bos mau ke customer dulu nanti baru ke kantor,..."Sepertinya sepeleh, tapi tidak jujur. Banyaklah contoh lainnya yang kita anggap sepeleh tapi sebenarnya kita tidak jujur.

3. Nah ayat 11, jelas katakan kita harus jujur, jadi tidak ada Tuhan Yesus mengatakan bahwa si bendahara itu melakukan hal yang baik (coba baca lebih teliti). Perumpamaan yang dikatakan Tuhan Yesus itu adalah suatu perumpamaan yang berada dalam konteks "dunia" sehari-hari, kita bukanlah anak-anak dunia/anak-anak gelap tapi anak-anak terang, Ef 5:8  "Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,"
1Tes 5:5,  "karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan."

4. Ayat 12, sangat jelas mengatakan bahwa kita mau pilih mana, jadi hambanya Tuhan dengan menjadi orang-orang yang setia dan jujur atau menjadi hamba uang yang akan menghalalkan segala cara agar bebas dari masalah seperti yang dilakukan oleh si bendahara tersebut. Saya percaya banget bahwa si orang kaya ini bukanlah mewakili Tuhan, tapi berbicara apa adanya keadaan yang mungkin terjadi saat itu (perumpamaan ini dituturkan Tuhan Yesus dua millenium yang lalu) jadi konteksnya 2 millenium yang lalu.

5. Mengenai ayat 9,  coba kita lihat  terjemahan dari NIV:
 Luke 16:9 "I tell you, use worldly wealth to gain friends for yourselves, so that when it is gone, you will be welcomed into eternal dwellings".

Nah coba kita liat terjemahan KJV:
Luke 16:9 “And I say unto you, Make to yourselves friends of the mammon of unrighteousness; that, when ye fail, they may receive you into everlasting habitations”

Kedua terjemahan ini menggunakan kata jamak untuk kata  “tempat tinggal” yaitu “dwellings” dan “habitations”, 

Dengan terjemahan bebas, kurang lebih seperti ini: " Aku berkata kepadamu, gunakanlah kekayaan duniawi untuk memperoleh teman bagi dirimu, supaya kalau harta duniawi itu habis, kamu diterima di dalam tempat perhentian-tempat perhentian abadi”

Jelas “eternal dwellings” maupun “everlasting habitations” bukanlah surge kekal.

Kalau kita ingat Firman Tuhan juga berkata begini:
Ams 3:9  “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,”

Jadi harta kita itu untuk memuliakan Tuhan bukan dijadikan alat untuk membangun persekutuan dengan dunia,

dan ada lagi Firman Tuhan yang berkata jangan menjadi sahabat dari dunia ini:
Yak 4:4  “Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah? Jadi barangsiapa hendak menjadi sahabat dunia ini, ia menjadikan dirinya musuh Allah.”

Jadi seorang anak Tuhan itu, kalau berkawan atau bersahabat dengan dengan siapapun, itu bukanlah karena hartanya tapi karena Tuhan berkata kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:39,  “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Semoga bermanfaat, Tuhan Yesus memberkati kita semua.
January 20, 2011, 12:31:41 PM
Reply #11
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3046
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Poin yg perlu dperhatikan dlm prumpamaan tsb adalah :

1. Yesus tidak pernah memuji ketidakjujuran si bendahara.
Yesus jelas mnyebut bendahara tsb 'tidak jujur' shg tidak mungkin Yesus mnyetujui perbuatannya.

2. Di dalam konteks prumpamaan tsb, sang Tuan memecat si bendahara yg tidak jujur krn perbuatannya yg keliru.
Dsini dtegaskan skali lagi bhw Tuhan Yesus mnentang ketidakjujuran dan konsekuensi negatif akan timbul mngikuti ketidakjujuran.

2. Sang Tuan memuji si bendahara yg tidak jujur bukan karena ketidakjujurannya (krn ia dipecat dari kedudukannya) mlainkan krn kecerdikannya dalam menggunakan uang.
Walaupun si Tuan memuji kcerdikan si bendahara, tetap tidak mpengaruhi keputusan si Tuan utk memecat si bendahara yg tidak jujur itu.
Disini kita lihat bhw si Tuan tetap memegang prinsip kebenaran, yaitu hukuman akan diberikan thd ketidakjujuran (walau si Tuan memuji kcerdikan bpikir si bendahara).

Dari 3 poin itu, kita harusnya sudah bisa yakin bhw Tuhan Yesus mnentang ketidakjujuran dan akan mbrikan hukuman thd ketidakjujuran (cepat atau lambat).

--------

Lalu poin positif apa yg bisa kita petik dr kisah tsb?
Pembelajaran akan kita peroleh dari pkataan Tuhan Yesus ini :

Luk 16:8b
Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.


Yesus tidak ingin anak-anak terang belajar dari ketidakjujuran si bendahara (anak-anak dunia), mlainkan ingin agar anak-anak terang belajar dari kecerdikan si bendahara (anak-anak dunia).

Mat 10:16
Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.


Si bendahara cerdik spt ular tp tidak tulus spt merpati.
Yg Tuhan inginkan adl menjadi cerdik spt ular dan juga tulus spt merpati.

Tkadang anak terang tulus spt merpati namun tidak cerdik spt ular.

---------

Kcerdikan apakah yg Tuhan ingin kita pelajari dari kisah tsb?

Luk 16:9
"Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."


3 poin ada di dlm ayat tsb :

1. Ikatlah persahabatan
2. Gunakan Mamon yg tidak jujur
3. Kemah abadi

---------

Poin 1. Ikatlah persahabatan

Pd jaman dahulu, negara-negara yg lemah akan mengikat persahabatan dg negara-negara yg kuat dengan cara memberikan upeti/persembahan shg mreka akan mdapatkan perlindungan dan bantuan ketika dibutuhkan.

Dengan kata lain, prinsip yg kita pelajari adalah :
Ikatlah persahabatan dengan cara memberi utk menjamin datangnya pertolongan ketika dibutuhkan.

Si bendahara yg tidak jujur jelas mbutuhkan pertolongan.
Ia diambang pemecatan. Mengemis ia malu, mencangkul ia tidak mampu.
Jika sudah tiba saatnya si bendahara kehilangan pekerjaan dan kehilangan pemasukan, dimanakah ia akan berlindung?

Maka si bendahara mnggunakan prinsip 'memberi' utk mjaminkan adanya perlindungan ketika ia dipecat.

Ia mdatangkan smua orang yg berhutang pd si tuan, kmudian mrubah surat hutang mreka, yaitu mbuat hutang mreka mjd lebih ringan drpd yg sharusnya.
Krn si bendahara yg (pd awalnya) mbuat surat hutang, maka prubahan yg dlakukan si bendahara akan dianggap sah.

Si bendahara berpikir :
Aku toh sudah pasti dipecat. Jd apa ruginya aku rekayasa surat hutang mreka dan mringankan hutang mreka?

Dg mringankan hutang mreka, si bendahara mbuat 2 keuntungan :

1. Nama baik si Tuan jadi semakin tinggi.
Para terhutang tentu scr tidak langsung akan menyangka (berasumsi) bhw si Tuanlah yg telah mringankan hutang mreka. Mreka tentu akan bterimakasih pd si Tuan krn (sangkaan) kbaikan yg dlakukan si Tuan (walau ssungguhnya si Tuan mderita kerugian materi).

2. Si bendahara mngikat persahabatan dg para terhutang.
Krn si bendaharalah yg mmanggil dan mrubah surat hutang, maka para terhutang akan merasa berterimakasih dan berhutang budi pd si bendahara. Jikalau suatu hari si bendahara kehilangan pekerjaan, maka para terhutang tentu akan ingat jasa baik si bendahara dan akan brusaha mbantu dia mperoleh pkerjaan baru atau tempat naungan baru.

Inilah kcerdikan ganda dari si bendahara walau dilatarbelakangi ketidaktulusan.

Kcerdikan utk mngikat persahabatan dg cara memberi adalah seni yg Tuhan ingin anak-anak terang kuasai.

Gereja tidak boleh eksklusif bagi dirinya sendiri, tp perlu keluar mjangkau lingkungan dg cara memberi.
Pemberian adalah investasi yg dlakukan Gereja agar nama Tuhan Yesus dpermuliakan sekaligus sbg investasi bantuan ketika diperlukan.

Phatikan hikmat dari Salomo :

Ams 18:16
Hadiah memberi keluasan kepada orang, membawa dia menghadap orang-orang besar.

Ams 21:14
Pemberian dengan sembunyi-sembunyi memadamkan marah, dan hadiah yang dirahasiakan meredakan kegeraman yang hebat.


Memberi adalah bagian dari hikmat Allah.
Itulah kecerdikan yg Tuhan ingin kita pelajari.
Tetapi hanya berkenan kpd Tuhan jika kita lakukan dalam ketulusan, yakni demi Tuhan dan demi KerajaanNya.

--------

Poin 2. Gunakan Mamon yg tidak jujur.

Kita tau dlm konteks prumpamaan tsb, Mamon yg tidak jujur berbicara ttg 'uang' atau 'harta'.

Tuhan Yesus seolah mau berkata :
Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan hartamu...

Disinilah Tuhan Yesus meletakkan posisi harta/uang di tempat yg seharusnya, yaitu digunakan untuk mengikat persahabatan.

Tuhan Yesus pernah mengkritik keras tindakan seorang kaya raya yg menyimpan hartanya di lumbung.
Tuhan Yesus pernah juga mengkritik keras perilaku seorang kaya raya yg mnikmati kekayaannya dg foya-foya utk diri sendiri.

Mngapa?
Krn harta bukanlah utk disimpan dan dnikmati sendiri, mlainkan utk dgunakan mengikat persahabatan.

Maka itulah kita ingat prumpamaan talenta.
Tuhan Yesus mbrikan kita talenta utk digunakan shg berlipat ganda hasilnya, bukan utk dikubur dalam-dalam dan dnikmati sendiri.

--------

Poin 3. Kemah Abadi

Di dunia ini, orang-orang dunia tau bagaimana seninya mengikat persahabatan dg sesama orang dunia (kemah duniawi) utk mperoleh bantuan dari orang-orang dunia.

Misalnya nih,
Seorang pengusaha kelas menengah akan habis-habisan melayani pengusaha konglomerat hanya agar si konglomerat mengingat dia dan mbrikan project/bantuan ketika dbutuhkan.
Bank akan jor-joran mbrikan pnawaran mnarik kpd pngusaha konglomerat agar si konglomerat mau berinvestasi ke Bank tsb.
Seorang murid akan brusaha keras mnyenangkan si guru agar suatu ketika si guru mau mnolongnya di saat ujian.

Orang-orang dunia paham kepada siapa mreka perlu mngikat persahabatan, yaitu kpd pihak yg dinilai mampu mbrikan bantuan/pertolongan ketika dbutuhkan (kemah duniawi).

Bagaimana dengan anak-anak terang?

Rupanya mnrt Tuhan (dlm prumpamaan tsb), anak-anak terang masih kalah cerdik drpd anak-anak dunia.

Ada 1 sumber daya luar biasa yg mungkin gagal dilihat oleh mostly anak-anak terang.

Apakah itu?
Kemah Abadi.

Kemah Abadi itu hanya ada 2.
1. Surga
2. Neraka

Yg dmaksud Tuhan Yesus dlm perkataanNya adl Kemah Abadi Surgawi.

Sbg anak-anak terang, kita mengenal sekutu aliansi yg terkuat diantara smua sekutu yg lain, yaitu surga.
Tp sayangnya, mgkn kesadaran kita utk 'mengikat persahabatan' dg surga justru tidak terlalu besar.
Brapakah sumber daya, harta dan waktu yg secara rutin kita luangkan utk mengikat persahabatan dg surga?

Mgkn kita berkata :
Tp kan surga memang sudah jadi sahabat kita?
Bukankah surga pasti menolong kita jika kita mbutuhkan tanpa perlu kita mbrikan apa-apa?

Perlu kita ingat bhw surga bukanlah hamba kita dan bukanlah pelayan kita!
Allah yg Empunya surga adalah Tuan kita yg jauh lebih tinggi kedudukannya.

Tuhan Yesus dlm prumpamaan ini mngajar kita utk 'mengikat psahabatan dg surga' mnggunakan harta yg kita miliki.
Tuhan Yesus mngajarkan kita prinsip menabur dan menuai.
Siapa yg mnabur di Kerajaan Sorga akan menuai dari Kerajaan Sorga.

Siapa yg memberi dg hartanya utk perkara surgawi yaitu utk apa yg mjadi isi hati Tuhan akan mdapatkan pertolongan dari Empunya sorga itu sendiri manakala dibutuhkan.

Mat 6:33,21
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.


Beberapa orang mungkin saja tidak ragu-ragu utk mberikan hadiah mahal-mahal kepada orang kaya yg sdang berulang tahun, tetapi akan berhemat-hemat ketika mnyiapkan psembahan ke Gereja.

Beberapa orang mungkin saja tidak hitung-hitungan ketika ada orang kaya yg mminta bantuan, tetapi akan sangat ragu ketika dmintakan waktu melayani di Gereja.

Saya pun tidak sempurna dlm hal ini. Saya juga rindu dan berdoa agar investasi saya pd Kerajaan Sorga mlebihi sgala investasi saya di kemah duniawi.

Hari ini Tuhan Yesus ingatkan kita dg kisah ini :

Mat 25:40
Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.


Mampukanlah kami Tuhan...
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)
November 30, 2012, 06:19:44 AM
Reply #12
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 2
  • Denominasi: Protestan
Terimakasih untuk diskusi yang ada, sehingga dengan bantuan saudara-saudaraku seiman aku memahami apa maksud hati Tuhan. Terpujilah DIA.
November 30, 2012, 07:03:35 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Ya, kekayaan duniawi dapat digunakan untuk mengikat persahabatan. Kita hanyalah bendahara / pengelola kekayaan duniawi, dan sebagai pengelola kekayaan tersebut bisa digunakan untuk pekabaran Injil. Melepaskan orang-orang lain dari hutang dosa.

Seperti juga ada tertulis :

Pro 3:9  Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu,

GBU
« Last Edit: November 30, 2012, 07:17:49 AM by Dya1^_^ »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)