Author Topic: 3 Argumentasi Keberadaan Allah  (Read 4296 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 06, 2008, 09:10:26 PM
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male

Akhir-akhir semakin sering kita temukan mereka yang meragukan
keberadaan Allah. Apalagi dijaman post-modern ini yg begitu dikuasai
oleh suatu pandangan yang dinamakan relativisme dimana pandangan ini
menolak adanya suatu kebenaran yg bersifat obyektif. Belum lagi timbul
penulis2 terkenal ateis seperti Richard Dawkins, Sam Harris dan
Christopher Hitchens yang buku-bukunya sangat laris dipasaran.
Semuanya ini merupakan suatu dorongan kuat bagi banyak orang utk
menolak kepercayaan akan adanya Allah.

Kebanyakan org2 yg tidak percaya akan adanya Allah adalah mereka yang
percaya kepada teori evolusi dan dengan kecenderungan suatu philosophy
yg bersifat naturalism / materialism. (Naturalism adalah pandangan yg
tidak menerima adanya Pencipta atas jagad raya ini, melainkan apapun
yg ada, ada secara natural oleh chance / keberuntungan.) Bagaimana hal
itu bisa terjadi tentunya adalah sekedar teori dan belum terbukti sama
sekali. Dan klaim org2 ateis adalah bahwa kepercayaan kepada adanya
Allah adalah suatu kepercayaan yg bersifat tidak rational. Kita tidak
bisa melihat bahwa Allah itu ada dan, secara filosofi, memang
keberadaan Allah itu tidak bisa dibuktikan dengan suatu kepastian total

Tapi hanya karena tidak ada argumen yg bisa secara 100% membuktikan
Allah itu ada bukan berarti kepercayaan akan adanya Tuhan adalah suatu
bentuk kepercayaan yg tidak rational. Kita tidak perlu harus
membuktikan secara demikian bahwa Allah itu ada, melainkan kita hanya
perlu memberikan suatu argumen yg rational dan yg secara konsisten
bisa menjelaskan mengapa dunia bisa ada, dan sebagainya

Berikut ini 3 argumen klasik yg bisa kita pelajari untuk
mempertahankan adanya Allah. Ingat bahwa semua argumen2 ini
berdasarkan suatu premise (alasan / dasar pemikiran), yaitu bahwa setiap akibat (effect) selalu terjadi oleh karena adanya suatu sebab (cause)

Dari dasar pemikiran ini ada 3 argumen yg bisa diberikan:

1. Segala sesuatu akibat (effect) didalam universe ini mempunyai asal mula (beginning)
2. Segala design didalam universe ini merupakan bukti bahwa ada Seorang Designer
3. Adanya hukum moral disebabkan oleh karena adanya Pribadi yang memberikan hukum moral tersebut

Dari 3 argumen diatas, maka kita bisa menyimpulkan dengan secara rational bahwa Allah itu ada, dan jika memang demikian ,maka adalah suatu hal yg layak bagi manusia untuk yakin bahwa Tuhan itu ada.

Argumen pertama, disebut sebagai argument yg bersifat cosmological. Cosmological argument berkata bahwa harus ada suatu Penyebab dari apapun yang terjadi. Argument ini sendiri sebenarnya belum bisa secara pasti membuktikan bahwa Penyebab itu adalah Allah. Sebab bisa saja yg dimaksud adalah yg lain. Tapi point penting dari argument ini adalah bahwa harus ada yg dinamakan sebagai the first cause (the uncaused cause) atau penyebab yg pertama dari segala sesuatu yang ada yg sifatnya terbatas (finite). Dan bahwa penyebab ini haruslah dikatakan sebagai penyebab pertama dari penyebab-penyebab lainnya.

Jadi dapat kita simpulkan bahwa dunia dan jagad raya ini ada permulaannya, dan penyebabnya adalah Tuhan. Kalau kita berkata bahwa penyebabnya adalah apa yg memang sudah ada didalam jagad raya ini (naturalisme), maka explanation semacam itu justru lebih tidak masuk akal. Bagaimana bisa suatu kotak box tercipta dari apa yang ada dalam box tersebut atau karena keberuntungan semata (by chance)? Kotak box (the universe) tercipta oleh karena ada Pencipta yg berada diluar kotak box dan menciptakan box tersebut. 

Argumen kedua disebut sebagai teleological argument. Argumen ini menyatakan bahwa setiap benda merupakan suatu design. Dan adanya suatu design membuktikan atau setidaknya menyimpulkan adanya suatu designer / Designer.

Jika kita melihat jam tangan terletak dijalan, apakah yg bisa kita simpulkan? Yg kita bisa simpulkan secara rational adalah bahwa jam tangan tersebut tidak mungkin ada dengan sendirinya, melainkan pasti ada yg men-designnya. Sebab tidak mungkin jam tangan tersebut yg lengkap dengan baterei, jarum jam, dan alat2 jam lainnya, dan yg bisa berjalan dengan tepat,  bisa dengan sendirinya men-design dirinya sendiri. Demikian pula jika kita melihat jagad raya ini yg berjalan dengan adanya suatu order, maka adalah suatu yg sangat rational jika kita menyimpulkan adanya seorang Designer intelligent yg men-design jagad raya. Sebab terdapat suatu order and balance dalam the universe merupakan bukti akan adanya pencipta yg hidup. Inilah adalah suatu argument yg sangat powerful, bahkan bekas pembicara ateis terkenal, Anthony Flew, akhirnya harus berubah pikiran dan mengakui adanya Allah oleh karena argument ini.

Disini mungkin orang akan bertanya, “ lalu siapa yg menciptakan Allah?” Argumen ini yg juga dilontarkan oleh Richard Dawkins untuk mencoba menunjukkan bahwa argument teleological tidak bisa diandalkan. Tapi yg dia lakukan adalah melakukan suatu kesalahan straw – man. Allah pada definisinya adalah Penyebab pertama dan bukan suatu ciptaan, dan tidak ada yg menyebabkan Dia utk tercipta, sebab apa yg tercipta adalah ciptaan. Argument teleological tidak berkata bahwa segala sesuatu mempunyai penyebab, melainkan segala akibat mempunyai penyebab. Kalau segala sesuatu mempunyai penyebab, maka kita akan tidak mungkin menemukan penyebab pertama, melainkan akan secara terus menerus mempunyai penyebab tanpa henti-hentinya (infinite causes)

Argumen ketiga disebut sebagai Moral argument. Darimana kita bisa tahu apa yang benar dan apa yang salah? Yg pasti adalah bukan karena menurut pandangan kita masing2 (itu adalah relativisme), melainkan kita bisa tahu karena adanya suatu hukum moral yg obyektif. Kita bisa tahu bahwa kebenaran adalah benar2 kebenaran , dan kejahatan adalah benar2 kejahatan, sama seperti kita tahu 2+2 = 4.

Dan siapa yg mungkin menciptakan hukum moral ini, kalau bukan Allah? Apakah kita bisa berkata bahwa ada manusia yg menciptakannya (spt yg org2 ateis ajarkan)? Jika demikian mengapa kita harus mengikuti apa yg ia katakan? Mengapa kita tidak berkata saja bahwa kejahatan sebenarnya adalah kebaikan dan kebaikan adalah kebenaran. Dan jika ada yg complain, apa haknya mereka bercomplain mengenai hal ini?

Banyak yg berkata bahwa apa yg menurut seseorang benar belum tentu benar bagi org lain. Tapi argument spt ini justru sangat tidak rational, sebab jika memang demikian, apa dasarnya sehingga kita harus mempercayai argument ini? Bukankah argumen macam ini hanya benar bagi mereka yg mengatakannya? Jadi kita melihat kalau kita tekan seseorang sedalam-dalamnya, maka setiap dari kita, (termasuk si relativist tsb) menyetujui adanya suatu hukum moralitas yg obyektif. Dan yg bisa memberikan hukum  ini hanyalah Allah, yg jauh melampaui tempat dan waktu

Kalau memang benar bahwa kebenaran / kejahatan adalah suatu consensus masyarakat dimana kita berada dan bukannya sesuatu yg transcendent (melampaui segala sesuatu), maka kita bisa simpulkan bahwa Hitler tidak bersalah sebab waktu itu sebagian besar bangsa Jerman menyetujui tindakan2 dia.

Jadi ada hukum2 yg bersifat universal, yg tidak dibatasi oleh culture, atau pendapat  mayoritas, seperti misalnya the laws of mathematics and the laws of logic. Dimanapun manusia berada, semua pasti menggunakan hukum2 ini, dan demikian mula hukum moralitas.
Kita semua tahu bahwa child abuse is wrong everywhere, bukan saja di satu negara atau kultur, melainkan disetiap negara dan kultur. Itu adalah tanda bahwa hukum moralitas bersifat universal dan diberikan Allah kepada tiap2 orang. Hanya saja manusia yg belum mengalami kelahiran baru "menindas" kebenaran yg diberikan dalam hati mereka oleh Allah, spt kata Paulus di Roma 1:18-22

Quote
Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman
Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.
Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya.
Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 07, 2008, 03:21:36 PM
Reply #1
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Keberadaan Allah memang mudah untuk dibuktikkan menggunakan tiga argumentasi tersebut. Namun bisakah ketiga argumentasi tersebut membuktikan bahwa Allah yang benar adalah Yahwe ?

Apa buktinya kalau Yahwe merupakan Allah yang benar ? Mungkin bisa diberikan pencerahan. :wink:
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
May 07, 2008, 03:39:04 PM
Reply #2
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2739
  • me , just moe without 'o'
Keberadaan Allah memang mudah untuk dibuktikkan menggunakan tiga argumentasi tersebut. Namun bisakah ketiga argumentasi tersebut membuktikan bahwa Allah yang benar adalah Yahwe ?

Apa buktinya kalau Yahwe merupakan Allah yang benar ? Mungkin bisa diberikan pencerahan. :wink:


Mungkin empat pertanyaan mendasar ini bisa mengarahkan jawaban yg tepat.

1. Origin
2. Meaning
3. Morality
4. Destiny [Salvation]


Quote
You will forgive me if I am forced to begin somewhat technically here, but unless we want Emerson's "Men are more eager to praise and to dispraise than to describe and to define" to get a rousing "touche!", we'd better tread carefully.  The devil is in the details, and there is no way to exorcise him if he is just dismissed with a snort.  So to begin with, we would do well to remember that Religion, broadly speaking, can be defined as the search for spiritually fulfilling answers to the fundamental questions of origin, meaning, morality, and destiny.  Or, where we came from, why we are here, how we should behave, and where we are going.  This is the what of religion, and it exists because there is a love just behind all other loves for which we were made, and we know it - even when fuddled with salvation by status quo.  Religion expresses itself (again, broadly speaking) through creed, code, and cult.  Or, what we believe, how we are to behave, and how we worship; theology, ethics, and liturgy.  This is the how of Religion and it exists because we naturally desire to know the One we were made to love, and we do this by uniting our wills to His and by reaching out in adoration.
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
May 07, 2008, 04:02:04 PM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male
Keberadaan Allah memang mudah untuk dibuktikkan menggunakan tiga argumentasi tersebut. Namun bisakah ketiga argumentasi tersebut membuktikan bahwa Allah yang benar adalah Yahwe ?

Apa buktinya kalau Yahwe merupakan Allah yang benar ? Mungkin bisa diberikan pencerahan. :wink:

Well, tentu saja argumentasi ini baru sekedar general arguments for the existence of God.

Saya tidak sedang ber- argue bahwa ketiga argumen2 tsb membuktian Christian God as the only true God. Melainkan saya sedangkan memberikan frame-work dasar, dimana dari situ kita kemudian bisa melangkah lebih jauh, yaitu langkah membuktikan bahwa Allah Yahweh adalah Allah yg benar.
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 08, 2008, 11:16:53 AM
Reply #4
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Well, tentu saja argumentasi ini baru sekedar general arguments for the existence of God.

Saya tidak sedang ber- argue bahwa ketiga argumen2 tsb membuktian Christian God as the only true God. Melainkan saya sedangkan memberikan frame-work dasar, dimana dari situ kita kemudian bisa melangkah lebih jauh, yaitu langkah membuktikan bahwa Allah Yahweh adalah Allah yg benar.
Disinilah letak permasalahannya, bila kita menggunakan ketiga argumen itu untuk menyatakan existensi Allah berarti kita menyetujui ketiga argumen itu sebagai argumen yang benar. Pada saat yang sama berarti kita sedang menyetujui bahwa hanya yang memenuhi keseluruhan kriteria tersebut dapat disebut Allah.
Saya ambil salah satu argumen yaitu dari moralitas. Dimanapun mengambil nyawa orang lain adalah kejahatan. Sehingga bila ada Allah yang menyuruh untuk mengambil nyawa orang lain maka pastilah dia bukan Allah yang menciptakan manusia.
Yahwe pernah menyuruh untuk membunuh maka berarti Yahwe bukanlah Allah yang menciptakan manusia.

Bagaimana menurut anda ?
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
May 08, 2008, 01:31:06 PM
Reply #5
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 102
  • Gender: Male
  • Christ is my portion !
Well, tentu saja argumentasi ini baru sekedar general arguments for the existence of God.

Saya tidak sedang ber- argue bahwa ketiga argumen2 tsb membuktian Christian God as the only true God. Melainkan saya sedangkan memberikan frame-work dasar, dimana dari situ kita kemudian bisa melangkah lebih jauh, yaitu langkah membuktikan bahwa Allah Yahweh adalah Allah yg benar.
Disinilah letak permasalahannya, bila kita menggunakan ketiga argumen itu untuk menyatakan existensi Allah berarti kita menyetujui ketiga argumen itu sebagai argumen yang benar. Pada saat yang sama berarti kita sedang menyetujui bahwa hanya yang memenuhi keseluruhan kriteria tersebut dapat disebut Allah.
Saya ambil salah satu argumen yaitu dari moralitas. Dimanapun mengambil nyawa orang lain adalah kejahatan. Sehingga bila ada Allah yang menyuruh untuk mengambil nyawa orang lain maka pastilah dia bukan Allah yang menciptakan manusia.
Yahwe pernah menyuruh untuk membunuh maka berarti Yahwe bukanlah Allah yang menciptakan manusia.
Bagaimana menurut anda ?

Tetapi kita perlu ingat bahwa salah satu dari atribut Allah adalah tidak dapat bertoleransi terhadap dosa.

Amen .  :afro:
"If God spare my life, I will see to it that the boy who drives the plowshare knows more of the scripture than you, Sir!"
May 08, 2008, 01:57:43 PM
Reply #6
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male
 

Disinilah letak permasalahannya, bila kita menggunakan ketiga argumen itu untuk menyatakan existensi Allah berarti kita menyetujui ketiga argumen itu sebagai argumen yang benar. Pada saat yang sama berarti kita sedang menyetujui bahwa hanya yang memenuhi keseluruhan kriteria tersebut dapat disebut Allah.

Saya ambil salah satu argumen yaitu dari moralitas. Dimanapun mengambil nyawa orang lain adalah kejahatan. Sehingga bila ada Allah yang menyuruh untuk mengambil nyawa orang lain maka pastilah dia bukan Allah yang menciptakan manusia.
Yahwe pernah menyuruh untuk membunuh maka berarti Yahwe bukanlah Allah yang menciptakan manusia.

Bagaimana menurut anda ?

Belum tentu demikian.

Pertama, harus dijelaskan lebih dulu apa yg dimaksud dgn "mengambil nyawa org lain"? Apa yg dimaksud adalah membunuh karena benci, iri hati, dsb? atau membunuh dalam arti membela diri?

Bagaimana jika misalnya ada seseorang jahat yg ingin membunuh seorang anak didepan bapanya? Apakah adalah suatu tindakan yg salah bagi bapa anak tersebut utk “membunuh” org jahat itu sebagai suatu tindakan “self-defense”?

Kedua, adalah salah bagi manusia utk membunuh secara tanpa alasan, atau dgn alasan yg tidak bermoral. Tapi jika bicara mengenai Allah, yg adalah Pencipta manusia, maka jika Ia ingin mengambil nyawa org, itu bukanlah suatu kejahatan, melainkan hak Dia sebagai Pencipta atas ciptaanNya. Hukum yg Allah ciptakan adalah bagi ciptaanNya utk lakukan / turuti dan bukannya buat diri Dia sendiri. Dan alasan atas apa yg Dia perbuat memang terkadang misterius buat kita, tapi itu bukan berarti Dia tidak punya alasan yg baik sama sekali

Terlebih lagi oleh karena dosa, kita semua sudah tidak ada yg innocent dihadapan Allah, melainkan layak mendapatkan hukuman. So, apa yg Allah lakukan dalam hal ini (mengambil nyawa seseorang) adalah berdasarkan sifat keadilanNya, dan bukan karena Dia seorang psychopath yg senang membunuh ciptaanNya tanpa alasan

Ketiga, adanya suatu moralitas yg absolut dng sendirinya akan menunjukkan agama2 lain (spt Hinduism atau New Age movement misalnya, yg mengajarkan relativisme) sebagai agama yg palsu, dan menunjukkan, on the other hand, bahwa Kekristenan bisa mempertanggung jawabkan suatu moralitas yg absolut.
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 09, 2008, 02:44:06 PM
Reply #7
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Kalau seseorang membunuh seorang bayi atau kanak - kanak dengan alasan diperintah oleh Allah, apakah secara moral obyektif dapat dibenarkan ? Bila tidak, tentunya menurut pandangan moralitas Allah yang demikian bukanlah Allah yang menciptakan.
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
May 10, 2008, 08:44:15 AM
Reply #8
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male
Kalau seseorang membunuh seorang bayi atau kanak - kanak dengan alasan diperintah oleh Allah, apakah secara moral obyektif dapat dibenarkan ? Bila tidak, tentunya menurut pandangan moralitas Allah yang demikian bukanlah Allah yang menciptakan.

Kita harus bedakan klaim dari seseorang yg berkata bahwa ia boleh membunuh karena diperintahkan Allah dan kebenaran dari klaim itu sendiri.

Belum tentu jika seorang berkata demikian, maka berarti memang Tuhan yg menyuruh.

Dan kalau memang ada Tuhan yg menyuruh, tentu ada maksudnya yg baik, walaupun mungkin kita sbg manusia tidak mengerti mengapa demikian. Itu bukan berarti kita mencoba mencari alasan, melainkan karena sebagai manusia pikiran kita terbatas, dan kita tidak bisa menyelami sepenuhnya pikiran Allah.
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 10, 2008, 10:43:14 AM
Reply #9
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 51
Dan kalau memang ada Tuhan yg menyuruh, tentu ada maksudnya yg baik, walaupun mungkin kita sbg manusia tidak mengerti mengapa demikian. Itu bukan berarti kita mencoba mencari alasan, melainkan karena sebagai manusia pikiran kita terbatas, dan kita tidak bisa menyelami sepenuhnya pikiran Allah.
Kalau secara moral obyektif bagaimana ? Apakah ada orang di dunia ini yang secara obyektif menganggap pembunuhan Kanak-Kanak dan bayi yang masih menyusu adalah tindakan yang bermoral walaupun itu perintah langsung dari Tuhan ? Bila secara moral obyektif hal ini dianggap tidak bermoral, padahal moral ini datangnya dari Allah yang menciptakan kita, maka Allah yang memerintahkan ini bukanlah Allah yang benar.

Oleh karena itu saya tidak bisa menganggap moral obyektif benar adanya, karena moral obyektif akan membawa kita kepada penerimaan bahwa Allah yang ada adalah Allah yang humanis. Hal ini membuat saya tidak bisa menggunakan moral obyektif sebagai pembuktian existensi Allah. Karena Yahwe tidak memberikan moral yang obyektif tetapi moral yang subyektif sesuai Alkitab. Jadi kalaupun mau membuktikan existensi Allah maka Alkitablah yang menjadi bukti. Nilai moral Alkitab jelas berbeda dari nilai moral dunia, sehingga tidaklah mungkin dunia bisa menerima nilai moral Alkitab sebelum orang tersebut lahir baru.
Woro-Woro:
Kunjung-Kunjung ke situs saya ya di www.forumpembelajar.com/forum
Ditunggu dukungan dan partisipasinya........
Gbu All
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)