Author Topic: Kelepasan dari berbuat dosa .  (Read 2207 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 23, 2008, 04:20:28 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 102
  • Gender: Male
  • Christ is my portion !
Sebelum membaca tulisan ini, tolong diperhatikan dulu ayat berikut dibawah ini :
Roma 8:2 (ITB) .....>Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

seharusnya terjemahan yang lebih akurat menurut bahasa Inggris adalah :

Rome 8:2 (English cth :KJV) .....>For the law of the Spirit of life in Christ Jesus hath made me free from the law of sin and death.
 
Perhatikan bahwa penekanan perbedaan ini menurut saya adalah pada kata :"law" yaitu hukum.
Jadi dalam Indonesianya .......>Roh yang memberi hidup
tapi kalau saya terjemahkan lagi (dari KJV  ke Indonesia) .....>Hukum Roh yang memberi hidup

Perhatikan bahwa ada tambahan kata Hukum di depan kata Roh yang memberi hidup pada penerjemahan yang tepat.

Nah, yang saya terjemahkan sepertinya lebih mengena sesuai tulisan dibawah ini. Saya tidak tahu kenapa LAI menerjemahkannya secara demikian (menerjemahkan nya tanpa ada kata hukum yang menurut saya adalah kurang tepat), namun yang tepat menurut saya adalah Hukum Roh yang memberi hidup.

--------------------------------------------------------------------------------------

Roma 7:15 ....>Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu. Karena bukan apa yang aku kehendaki yang aku perbuat, tetapi apa yang aku benci, itulah yang aku perbuat.

Roma 7:19 ....>Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.

Roma 7:21 ......>Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku.

Roma 7:23 ....>tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku.

Roma 7:25 .....> Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Roma 7:26 ......>Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Roma 8:1 .....>Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.

Roma 8:2 .....>(Hukum) Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.

Setelah seseorang percaya Tuhan, sebenarnya ia sudah boleh dengan segera beroleh kelepasan dari dosa. Namun keadaan ini belum tentu merupakan pengalaman yang dimiliki oleh setiap orang yang percaya kepada Tuhan. Banyak orang, setelah beroleh selamat tidak saja belum beroleh kelepasan dari dosa, malahan seringkali terjerumus ke dalam dosa dan kejahatan. Memang mereka sudah diselamatkan dan menjadi milik Tuhan, di dalam mereka sudah ada hidup kekal, tetapi mereka sering diganggu oleh dosa, sehingga mereka tidak dapat melayani Tuhan sesuai dengan minat yang ada pada diri mereka.
              Jika seseorang setelah percaya Tuhan masih tetap diganggu oleh dosa, hal itu merupakan perkara yang sangat menyedihkan. Orang yang telah menerima terang Allah memliki hati nurani yang peka, ia mempunyai perasaan dosa dan dalam batinnya ada kehidupan yang menghakimi dosa. Maka jika ia masih digangu oleh dosa, ia akan merasa sangat menderita, bahkan bisa putus asa. Hal demikian merupakan suatu pengalaman yang amat pahit.
              Oleh sebab itu, banyak orang Kristen berusaha mengalahkan dosa. Ada yang mengira :
1. asalkan mau menolak dosa, tentu akan terlepas dari dosa, maka mereka ingin dengan kekuatanmereka menolak godaan-godaan dosa.
2. dosa harus dikalahkan, maka mereka terus menerus bergumul dengan dosa, agar bisa menaklukkan dosa.
3. dosa membuatnya tidak bebas, jika ia dengan giat meronta-ronta tentu akan terlepas dari belenggu dosa, maka ia meronta-ronta sekuatnya.

Namun  3 point diatas hanyalah opini atau pendapat manusia, bukan Firman Allah dan bukan ajaran Allah. Cara-cara diatas itu tak mungkin membawa orang mencapai kemenangan. Dalam firman Allah tidak dikatakan bahwa kita harus meronta-ronta terhadap dosa dengan kekuatan kita, melainkan mengatakan kita harus diselamatkan dari dalam dosa. Dengan kata lain, kita harus dilepaskan dari dalam dosa, dibebaskan dari dalam dosa.

Jadi :

1. Dulu dosa merupakan suatu kekuatan yang mencengkeram Anda; kini bukan Anda yang menghancurkan kekuatan itu, melainkan membiarkan Tuhan melepaskan Anda dari dosa.
2. Dulu Anda bersama dengannya, dan tak berdaya meninggalkannya; hari ini, Tuhan tidak mematikan dosa itu, melainkan memisahkan Anda, agar Anda terlepas dari kekuatannya.

Orang Kristen yang baru percaya, sejak hari pertama percaya Tuhan sudah harus mengerti tentang dilepaskan dari dosa; tidak perlu berputar-putar baru terlepas dari dosa, melainkan begitu percaya Tuhan sudah dapat menempuh jalan yang bebas.

Selanjutanya , kita harus melihat 3 point ini :

I. Dosa merupakan suatu hukum
 Roma pasal 7:15-20 menunjukkan kepada kita betapa Paulus mendambakan kemenangan. Namun apa yang dikehendakinya tidak dapat dilakukan, apa yang menjadi tekadnya juga tidak dapat terlaksana. Paulus selalau bertekad, namun selalu gagal. Ini membuktikan bahwa jalan kemenangan tidak tergantung pada keinginan atau tekad manusia. Paulus berulangkali berkeinginan dan bertekad, tetapi akhirnya gagal dan tetap berbuat dosa. Hal ini dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa kita hanya dapat bertekad, tetapi untuk melaksanakan tekad itu tidaklah tergantung pada kita. Jadi kita paling-paling hanya dapat bertekad saja.
Mengapa "kehendak (tekad)" memang ada di dalam aku, tetapi pelaksanaannya tidak tergantung padaku"? Sebab dosa merupakan satu hukum. Setelah ayat 21 dalam Roma 7 Paulus memperlihatkan kepada kita bahwa kegagalan tekadnya disebabkan dosa merupakan satu hukum.

II. Tekad manusia tidak dapat mengalahkan dosa
Sebab musabab kegagalan Paulus pada awalnya ialah karena ia selalu menggunakan tekadnya untuk "berkehendak"  atau "bertekad". Barulah, pada ayat 21, mata Paulus tercelik, dan ia nampak bahwa musuh -- dosa-- yang hendak ia tanggulangi tak lain ialah suatu hukum. Setelah ia nampak ini, ia hanya dapat mengeluh , "Aku manusia celaka! Siapa yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini ?"Sekarang ia baru menyadari bahwa tekadnya tidak dapat mengalahkan hukum dosa.
Apakah artinya tekad? Tekad ialah kemauan seseorang, yaitu ketetapan, keinginan dan keputusannya sendiri. Orang melakukan suatu perkara selalu menurut ketetapan tekadnya. Tekad seseorang juga menghasilkan suatu kekuatan. Karena itu, tekad juga memiliki kekuatan.
Namun masalahnya disini, bila terjadi pertentangan antara tekad dengan hukum dosa, yang manakah yang menang? Agaknya yang terlebih dulu menang adalah tekad, tetapi pada akhirnya dosalah yang menang.
Misalnya, Anda menatang sejilid buku yang beratnya satu kilogram. Daya tarik bumi akan menariknya ke bawah, dan setelah Anda menopangnya terus , tetapi pada akhirnya Anda akan merasa letih dan kemudian Anda akhirnya melepaskannya ke bawah. Ini disebabkan adanya daya tarik bumi, daya ini tak kenal letih. Demikian pula, bila Anda ingin mengalahkan dosa dengan tekad Anda, mungkin tekad bisa melawan dosa untuk sementara waktu, tetapi kekuatan dosa jauh melampaui kekuatan tekad manusia.

III. Hukum roh yang memberi hidup melepaskan kita dari hukum dosa.
Jalan kemenangan ialah dibebaskan atau dilepaskan dari hukum dosa dan hukum maut. Banyak orang Kristen hanya nampak Roh yang memberi hidup telah memerdekan mereka dari dosa dan maut, tetapi tidak nampak hukum Roh yang memberi hidup telah memerdekakan mereka dari hukum dosa dan hukum maut.  Banyak orang Kristen entah harus melalui beberapa tahun baru mengetahui dosa adalah suatu hukum, dan entah harus melalui berapa tahun , baru mengetahui ROH KUDUS dalam dirinya juga merupakan suatu hukum. Sampai suatu hari, Tuhan mencelikkan mata kita, barulah kita nampak dosa adalah suatu hukum, ROH KUDUS pun adalah suatu hukum.
Mengetahui bahwa ROH KUDUS merupakan suatu hukum adalah suatu penemuan yang lebih besar.
Hal ini ibarat jika zat hidrogen dimasukkan ke dalam balon, maka balon itu membubung ke angkasa, tanpa didorong atau dinaikkan dengan kekuatan apapun; asalkan membiarkannya begitu saja,ia akan membubung ke atas, dan tidak perlu tenaga sedikit pun.
Tatkala kita mengetahui bahwa Roh yang memberi hidup adalah suatu hukum, kita akan melonjak mengatakan, " Syukur kepada Tuhan, haleluya !" Tekad manusia tidak dapat mengalahkan hukum dosa, tetapi bersandar pada hukum Roh yang memberi hidup dapatlah kita terlepas dari hukum dosa dan hukum maut. Hanya hukum Roh yang memberi hidup yang dapat membebaskan manusia dari hukum dosa.


Conclusion (Kesimpulan) :


Sebab itu, untuk mengalahkan dosa sedikit pun tidak perlu membuang tenaga. Ketika hukum dosa menyuruh kita berbuat dosa, saat itu kita tidak membuang tenaga; demikian pula, ketika hukum Roh yang memberi hidup membebaskan kita dari dosa, kita pun tidak perlu membuang tenaga. Kemenangan yang tanpa membuang tenaga barulah kemenangan yang sejati.


Haleluya !!  :)


Amen






« Last Edit: May 24, 2008, 07:41:19 AM by Newman »
"If God spare my life, I will see to it that the boy who drives the plowshare knows more of the scripture than you, Sir!"
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)