Author Topic: Matius 16:18  (Read 40921 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 27, 2008, 05:06:13 PM
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male
Dasar kepausan bagi umat Roma Katolik dipercayai berasal dari Rasul Petrus, yang diangkat oleh Tuhan Yesus sebagai Paus pertama dan bahwa ada suksesi apostolik yang diterima oleh paus-paus setelah Petrus. Dan jika kita bertanya dasar Alkitabnya, maka orang Katolik maka akan memberikan ayat Matius 16:18 sebagai "bukti" bahwa diatas Petrus, Gereja Tuhan didirikan.

Di Matius 16:18, Tuhan Yesus berkata kepada Petrus:

Quote
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Dengan demikian, bagi mereka, Gereja satu-satunya yang apostolik dan kudus adalah Gereja Roma Katolik dengan Paus sebagai pemimpinnya. Mereka yang menolak kepemimpinan Paus tidak mungkin mendapatkan keselamatan

Surat Paus Boniface VIII (1302AD) yang dinamakan The Bull Unam Sanctam menyatakan hal ini dengan sangat jelas bahwa setiap manusia harus tunduk dan taat kepada Paus, dan hal ini adalah sesuatu yg perlu untuk mendapatkan keselamatan:

Quote
Furthermore, that every human creature is subject to the Roman pontiff,—this we declare, say, define, and pronounce to be altogether necessary to salvation (Philip Schaff, History of the Christian Church (Grand Rapids: Eerdmans, 1910), Volume VI, pp. 25-27).


Kalau kita perhatikan Matius 16:18 (dan konteksnya) maka jelas bahwa tidak ada bukti yang kuat bagi klaim mereka yang akan ajaran Petrus adalah Paus pertama dan bahwa para paus sesudah Petrus mempunyai kuasa yang sama dengan Petrus. Dimana diayat tersebut yang menyatakan bahwa para successors Petrus juga ditetapkan sebagai dasar dan pemimpin Gereja?

Para pembela iman Katolik akan berkata bahwa perkataan "diatas batu karang ini" sama dengan Petrus itu sendiri. Jadi diatas Petruslah Gereja didirikan.

Ada 3 interpretasi yang bisa diberikan terhadap kalimat "diatas batu karang ini":
1) Batu karang adalah Petrus itu sendiri.
2) Batu karang adalah Tuhan Yesus.
3) Batu karang adalah pengakuan iman Petrus bahwa Yesus adalah"Mesias, Anak Allah yang hidup!" (lihat ayat 16)
 
Katolik pada umumnya berpegang kepada interpretasi pertama (walaupun ada beberapa ahli teologia protestan yang juga percaya atas interpretasi ini), sedangkan Protestan pada umumnya percaya kepada interpretasi yang kedua atau yang ketiga.

Interpretasi kedua, walaupun adalah benar kesimpulannya, juga agak sulit untuk dibuktikan. Seolah-olah kita harus melihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa Kristus menunjuk pada dirinya sendiri (sebagai batu karang) saat Ia berbicara.
 
Saya cenderung percaya kepada interpretasi ketiga karena Gereja ada oleh karena orang-orang percaya berkumpul dan menyatakan iman mereka, yaitu pengakuan iman bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup. Jadi diatas "pengakuan iman" Petrus itulah Gereja didirikan.

Tetapi terlepas dari interpretasi manapun yang kita pegang, pernyataan bahwa paus2 mempunyai kuasa seperti Petrus adalah suatu hal yang sekedar klaim kosong. Ayat Matius 16:18, tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain selain Tuhan dan Petrus. Tidak ada orang lain (apalagi paus-paus yang baru ada puluhan tahun setelah saat itu dan ribuan mil tempatnya dari situ) yang sedang dibicarakan oleh Tuhan.

Menyadari hal ini, para apologist Katolik, juga mengacu kepada tulisan2 para Bapa Gereja dan mengaku bahwa semua para Bapa Gereja mengajarkan bahwa yang dimaksud oleh "batu karang" disini adalah diri Petrus.

Benarkah demikian?
Jika kita sungguh perhatikan tulisan mereka, maka tidak semua bapa-bapa gereja yang berpandangan demikian, melainkan terdapat interpretasi yang berbeda-beda

Eusebius, Uskup di Caesarea di 313 AD, menulis bahwa yang dimaksud oleh “batu karang bukan lah Petrus, melainkan Yesus Kristus.

Quote
Yet you will not in any way err from the scope of the truth if you suppose that ‘the world’ is actually the Church of God, and that its ‘foundation’ is in the first place, that unspeakably solid rock on which it is founded, as Scripture says: ‘Upon this rock I will build my Church, and the gates of hell shall not prevail against it’; and elsewhere: ‘The rock, moreover, was Christ.’ For, as the Apostle indicates with these words: ‘No other foundation can anyone lay than that which is laid, which is Christ Jesus.’


Bapa Gereja Agustinus, pernah mengajarkan bahwa yang dimaksud oleh "batu karang" adalah Petrus sendiri, tapi kemudian dia berubah pendapat dan percaya bahwa yang dimaksud adalah Kristus dan bukan Petrus itu sendiri. Hal ini jelas diterangkan dalam tulisannya:

Quote

In a passage in this book, I said about the Apostle Peter: ‘On him as on a rock the Church was built’...But I know that very frequently at a later time, I so explained what the Lord said: ‘Thou art Peter, and upon this rock I will build my Church,’ that it be understood as built upon Him whom Peter confessed saying: ‘Thou art the Christ, the Son of the living God,’ and so Peter, called after this rock, represented the person of the Church which is built upon this rock, and has received ‘the keys of the kingdom of heaven.’ For, ‘Thou art Peter’ and not ‘Thou art the rock’ was said to him. But ‘the rock was Christ,’ in confessing whom, as also the whole Church confesses, Simon was called Peter. But let the reader decide which of these two opinions is the more probable (The Fathers of the Church (Washington D.C., Catholic University, 1968), Saint Augustine, The Retractations Chapter 20.1).


Bapa Gereja John Chrysostom, percaya bahwa "batu karang" adalah pengakuan iman Petrus akan Yesus sebagai Mesias, seperti yang ditulisnya:

Quote
‘And I say unto thee, Thou art Peter, and upon this rock I will build my Church’; that is, on the faith of his confession. Hereby He signifies that many were on the point of believing, and raises his spirit, and makes him a shepherd... (Philip Schaff, Nicene and Post-Nicene Fathers (Grand Rapids: Eerdmans, 1956), Volume X, Saint Chrysostom, Homilies on the Gospel of Saint Matthew, Homily 54.2-3; pp. 332).


Itu hanya sedikit dari semua kutipan yang bisa diberikan, tapi sudah jelas bahwa klaim bahwa semua bapa gereja mengajarkan apa yang Gereja Roma Katolik ajarkan adalah suatu false doctrine, yang dipergunakan oleh para paus sebagai alasan untuk menguasai gereja.

Gereja Tuhan bukan didirikan oleh Petrus, sehebat apapun dia. Gereja Tuhan berdiri atas pengakuan iman bahwa Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kristus adalah Pendiri Gereja yang utama dan Dia mendirikan Gerejanya lewat pengakuan iman umatNya, yang diwakili oleh pengakuan iman Petrus.
« Last Edit: June 01, 2008, 07:03:24 AM by sandpiper »
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 27, 2008, 08:54:33 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 306
  • Kasih Karunia
Just my opinion :

Mat 16 : 18
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (Petros) dan di atas batu karang (Petra) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Apa bedanya antara Petros dengan Petra?
Petros adalah sebongkah batu berukuran besar.
Petra adalah batu yang sangat besar (dalam ukuran setara bukit kecil).

Di sini Yesus sedang membandingkan antara Petrus yang adalah 'Petros' dengan 'Petra' dimana Yesus akan mendirikan jemaatNya.

Menurut saya,
Di sini Petrus bukanlah Petra itu.

Apakah Petra itu?
Revelation that Jesus is Christ, Son of The Living God (Mat 16:16).

Siapapun yang mendapat revelation dari Bapa bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang Hidup akan diberikan kunci Kerajaan Sorga.

Mat 16:19   
Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.

Siapapun yang percaya bahwa Yesus adalah Kristus akan diberikan otoritas dan alam maut tidak akan bisa menguasainya.
He Must Grow Greater And Greater But I Less And Less
May 27, 2008, 10:46:39 PM
Reply #2
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 102
  • Gender: Male
  • Christ is my portion !

Interpretasi kedua, walaupun adalah benar kesimpulannya, juga agak sulit untuk dibuktikan. Seolah-olah kita harus melihat dengan mata kepala kita sendiri bahwa Kristus menunjuk pada dirinya sendiri (sebagai batu karang) saat Ia berbicara.
 
Saya cenderung percaya kepada interpretasi ketiga karena Gereja ada oleh karena orang-orang percaya berkumpul dan menyatakan iman mereka, yaitu pengakuan iman bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah yang hidup. Jadi diatas "pengakuan iman" Petrus itulah Gereja didirikan.

Sdr.sandpiper, siapa bilang interpretasi kedua sulit dibuktikan :

Ini dia buktinya :

Batu karang dalam Matius 16:18 ada 2 aspek :


1) Kristus itu sendiri   (interpretasi kedua)

1 Korintus 3:11 ......>Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Ayat ini adalah ketuk palu dari Rasul Paulus bagi siapa saja yang coba-coba meletakkan dasar lain selain Kristus terutama bagi Roman Catholic dimana saya tidak habis pikir bagaimana mereka memandang ayat ini.


2) Pengakuan iman Petrus, ini benar. Dan bukan hanya Petrus saja, melainkan para Rasul dan nabi. Jadi mengacu pada kesaksian dan pengakuan iman para Rasul dan Nabi akan Kristus itu sendiri. (interpretasi ketiga)

ayatnya :

Efesus 2:20 .....>yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.

Efesus 3:5-6 .....>
(5)   ......>yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
(6) ........>yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

Memang dalam Efesus 2:20 Yesus berkedudukan sebagai batu penjuru (dan fokusnya bukanlah pada batu dasarnya karena pada bagian ini Yesus ingin menyatukan tembok pemisah), tetapi tetap pada bagian (frase sebelumnya) dikatakan "yang dibangun diatas dasar para rasul dan para nabi" .....>yang mengacu kepada kesaksian para rasul dan nabi (dengan didukung ayat Efesus 3:5-6) , dimana kesaksiannya ini adalah Yesus Kristus itu sendiri.


Jadi interpretasi kedua dan ketiga adalah tepat !

Salam ya  :afro:
« Last Edit: May 27, 2008, 10:54:24 PM by Newman »
"If God spare my life, I will see to it that the boy who drives the plowshare knows more of the scripture than you, Sir!"
May 28, 2008, 07:28:07 AM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male
 
Sdr.sandpiper, siapa bilang interpretasi kedua sulit dibuktikan :

Ini dia buktinya :

Batu karang dalam Matius 16:18 ada 2 aspek :


1) Kristus itu sendiri   (interpretasi kedua)

1 Korintus 3:11 ......>Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Ayat ini adalah ketuk palu dari Rasul Paulus bagi siapa saja yang coba-coba meletakkan dasar lain selain Kristus terutama bagi Roman Catholic dimana saya tidak habis pikir bagaimana mereka memandang ayat ini.

Hi Newman,

Saya setuju bahwa Kristus adalah batu dasar dimana Gereja berdiri. In fact, org2 Katolik pun percaya demikian, hanya bedanya mereka juga percaya bahwa diayat ini khususnya, Yesus sedang bicara kepada Petrus dan menunjuk kpd Petrus saat ucapan ini diutarakanNya

Jadi mengenai 1 Kor 3:11, semua pihak setuju bahwa Paulus mengajarkan Yesus adalah dasar. Tapi org Roma Katolik akan berkelit dgn berkata walaupun Yesus adalah dasar, tapi Petrus juga dasar, walaupun Yesus lebih “mendasar” dan Petrus “berdasar” kepada Yesus.

Jadi memang interpretasi bahwa The Rock di Matius 16 adalah Yesus / pengakuan iman Petrus bahwa Yesus adalah Anak Allah lebih plausible daripada interpretasi Katolik yg berkata Petrus adalah the Rock.

However, saya sedang memilih interpretasi yg mana yg lebih akurat sesuai konteks Matius 16. Personally, saya tidak keberatan kalau kita percaya bahwa either Batu yg dimaksud adalah Yesus atau pengakuan iman bahwa Yesus adalah Anak Allah. Tapi kalau kita hanya bisa memilih satu interpretasi yg bisa dipilih, maka saya lebih cenderung kepada interpretasi ketiga.

Cheers
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 28, 2008, 10:48:06 AM
Reply #4
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
saya akan mencoba menjawab sedikti meskipun kemampuan saya mungkin sangat dangkal.
kita ambil ayat Matius 16:18 :
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Quote
Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus (Petros) dan di atas batu karang (Petra) ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Petros" (batu karang kecil) dan "Petra" (batu karang besar/bongkahan)

petros dan petra --> bahasa yunani...

tapi, kita perlu ingat kembali, bahwa bahasa yg dipakai Yesus adalah bahasa aram...
Dalam bahasa Aram nama Simon Petrus adalah Kefas (kepha)..lihatlah pada Yoh 1:42..
kata "Kepha"  bila diterjemahkan ke Yunani sebenarnya adalah "Petra". Tetapi dalam bahasa Yunani dikenal kata benda betina (Feminime Noun), kata "Petra" adalah Feminim noun dan bila digunakan untuk menyebut Simon Petrus maka agak janggal (tidak mungkin laki-laki dipanggil dengan nama perempuan) oleh karena itu penterjemah menggunakan kata "Petros".

"walaupun "petros" boleh diterjemahkan sebagai "batu" atau "batu karang" yang tersendiri dengan pengertian bahwa batu karang tersebut adalah "kecil", sedangkan "petra" adalah "batu karang yang besar" atau yang masih terbentuk "gunung", tetapi kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama. Kedua kata ini di dalam bahasa Arami juga mempunyai terjemahan yang sama, yaitu "Kepha"

Seandainya yang dimaksud "batu karang ini" adalah Kristus, maka perkataan "Engkau adalah Petrus", sama sekali tidak ada arti. Dalam bahasa Yunani, biasanya kata pengganti "ini" (outos) berkaitan dengan kata precedent yang terdekat. Dalam  Matius 16:18, "Petros" (Petrus) adalah precedent yang terdekat dengan "Batu karang ini." Dengan lain kata, "batu karang" yang dimaksud oleh Tuhan adalah Petrus."

salah satu mungkin bisa dibaca pada komentar :

Prof William Hendriksen Th.D. Reformed Protestant Scholar, dalam New Testament Commentary: Exposition of Gospel According to Matthew, hal 647: "The meaning is, 'You are Peter, that is Rock, and upon this rock, that is, on you, Peter, I will build my church.' Our Lord speaking aramaic probably said, 'And I say to you, you are Kepha, and on this Kepha I will built my church.' Jesus, then, is promising Peter that he going to build his Church oh Him! I accept this view."

Raymond E. Brown, Lutheran, dalam buku Peter in the New Testament, hal 92: "on that level, precisely because of  the aramaic, identity of Kepha, there can be no doub that the rock on which the church was to be built was peter.


dari penjelasan singkat diatas, bisa diambil kesimpulan, bahwa petrus ada batu karang yg dimaksud dimana gereja Yesus pertama kali didirikan dan alam maut tidak menguasainya (terpecah belah).
maaf klo ada kata2 kurang berkenan...

semoga bisa memberi pencerahan....

salam damai...

May 28, 2008, 12:24:51 PM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 306
  • Kasih Karunia
Quote
Petros" (batu karang kecil) dan "Petra" (batu karang besar/bongkahan)

petros dan petra --> bahasa yunani...

tapi, kita perlu ingat kembali, bahwa bahasa yg dipakai Yesus adalah bahasa aram...
Dalam bahasa Aram nama Simon Petrus adalah Kefas (kepha)..lihatlah pada Yoh 1:42..
kata "Kepha"  bila diterjemahkan ke Yunani sebenarnya adalah "Petra". Tetapi dalam bahasa Yunani dikenal kata benda betina (Feminime Noun), kata "Petra" adalah Feminim noun dan bila digunakan untuk menyebut Simon Petrus maka agak janggal (tidak mungkin laki-laki dipanggil dengan nama perempuan) oleh karena itu penterjemah menggunakan kata "Petros".

"walaupun "petros" boleh diterjemahkan sebagai "batu" atau "batu karang" yang tersendiri dengan pengertian bahwa batu karang tersebut adalah "kecil", sedangkan "petra" adalah "batu karang yang besar" atau yang masih terbentuk "gunung", tetapi kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama. Kedua kata ini di dalam bahasa Arami juga mempunyai terjemahan yang sama, yaitu "Kepha"

Seandainya yang dimaksud "batu karang ini" adalah Kristus, maka perkataan "Engkau adalah Petrus", sama sekali tidak ada arti. Dalam bahasa Yunani, biasanya kata pengganti "ini" (outos) berkaitan dengan kata precedent yang terdekat. Dalam  Matius 16:18, "Petros" (Petrus) adalah precedent yang terdekat dengan "Batu karang ini." Dengan lain kata, "batu karang" yang dimaksud oleh Tuhan adalah Petrus."

salah satu mungkin bisa dibaca pada komentar :

Prof William Hendriksen Th.D. Reformed Protestant Scholar, dalam New Testament Commentary: Exposition of Gospel According to Matthew, hal 647: "The meaning is, 'You are Peter, that is Rock, and upon this rock, that is, on you, Peter, I will build my church.' Our Lord speaking aramaic probably said, 'And I say to you, you are Kepha, and on this Kepha I will built my church.' Jesus, then, is promising Peter that he going to build his Church oh Him! I accept this view."

Raymond E. Brown, Lutheran, dalam buku Peter in the New Testament, hal 92: "on that level, precisely because of  the aramaic, identity of Kepha, there can be no doub that the rock on which the church was to be built was peter.


dari penjelasan singkat diatas, bisa diambil kesimpulan, bahwa petrus ada batu karang yg dimaksud dimana gereja Yesus pertama kali didirikan dan alam maut tidak menguasainya (terpecah belah).
maaf klo ada kata2 kurang berkenan...

semoga bisa memberi pencerahan....

salam damai...

Penjelasannya oke kok.

Injil Matius ini secara umum diketahui ditulis oleh Matius, salah satu dari 12 rasul dan ditujukan untuk orang-orang Yahudi.

Dengan bahasa apakah Matius menuliskannya?
Setau saya, kalangan dari Katolik Roma meyakini bahwa Injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Aram, tetapi beberapa kalangan lain dari hasil analisisnya mengatakan bahwa Injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.

Tafsiran dari Bro. Cah_Samosir adalah bila Injil ini ditulis originally bahasa Aram sebagaimana yang umumnya diyakini kalangan Katolik Roma.

Keyakinan saya sendiri adalah bahwa Injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Masalahnya adalah sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti bahasa asli penulisan dari Injil Matius tersebut.

Biar bagaimanapun,
Matius adalah salah satu dari 12 rasul dan ia pasti berada di sana ketika percakapan ini terjadi.

Patut dicatat bahwa segera setelah Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, ia kemudian terpengaruh oleh Iblis.

Mat 16:22-23
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


Sebenarnya agak meragukan bila Petra yang dimaksud adalah Petros.

*****

Baiklah kita lihat ke depan pada masa para rasul mengenai Petrus.

Beberapa kisah melibatkan Petrus dan jemaat :

Kis 1:15, 21-26
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata...
Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.
Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.


Petrus menekankan pentingnya menambah 1 orang untuk menggenapi jumlah 12 rasul.
Jemaat setuju, kemudian mereka berdoa pada Allah dan Allah menetapkannya melalui 'buang undi'.

Di sini terlihat tidak ada satu pun diantara jemaat yang hadir cukup percaya diri untuk mengambil keputusan sehingga menyerahkannya pada Allah dengan cara undi.

-----

Kis 8:14
Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.


Petrus dan Yohanes diutus ke Samaria.
Siapa yang mengutus?
Para rasul di Yerusalem.

-----

Kis 11:2-3
Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."

Kis 11:17-18
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Tindakan Petrus dipertanyakan.
Petrus masih harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan sidang jemaat.

-----

Kis 15:7-31
Mengenai adat Yahudi bagi orang-orang non Yahudi.

Kis 15:22
Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.


Kita lihat disana bahwa yang mengambil keputusan adalah seluruh sidang jemaat.

-----

Gal 2:11-13
Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.


Petrus salah dalam hal di atas dan ditegur Paulus di depan umum.

2Ptr. 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.


Hanya tambahan bahwa Petrus sendiri mengakui Paulus sebagai saudaranya yang terkasih dan mengakui hikmat Allah dalam Paulus.

-----

Posisi dan kedudukan Petrus adalah sangat kuat pada masa gereja awal.
Allah bekerja dengan luar biasa pada pelayanannya sehingga banyak orang diberkati dan gereja berkembang luar biasa.
Akan tetapi, tidak bisa begitu saja dikatakan bahwa 'Yesus akan membangun jemaat-Nya di atas dasar Petrus'.

Jemaat Allah tidak dibangun di atas dasar 1 orang saja, melainkan :

Efesus 2:19-21
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.


Dasarnya adalah 'para rasul' dan 'para nabi' di atas batu penjuru, yaitu 'Yesus Kristus'.

Semoga bisa menambah wawasan...
He Must Grow Greater And Greater But I Less And Less
May 28, 2008, 01:53:53 PM
Reply #6
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
Quote
Petros" (batu karang kecil) dan "Petra" (batu karang besar/bongkahan)

petros dan petra --> bahasa yunani...

tapi, kita perlu ingat kembali, bahwa bahasa yg dipakai Yesus adalah bahasa aram...
Dalam bahasa Aram nama Simon Petrus adalah Kefas (kepha)..lihatlah pada Yoh 1:42..
kata "Kepha"  bila diterjemahkan ke Yunani sebenarnya adalah "Petra". Tetapi dalam bahasa Yunani dikenal kata benda betina (Feminime Noun), kata "Petra" adalah Feminim noun dan bila digunakan untuk menyebut Simon Petrus maka agak janggal (tidak mungkin laki-laki dipanggil dengan nama perempuan) oleh karena itu penterjemah menggunakan kata "Petros".

"walaupun "petros" boleh diterjemahkan sebagai "batu" atau "batu karang" yang tersendiri dengan pengertian bahwa batu karang tersebut adalah "kecil", sedangkan "petra" adalah "batu karang yang besar" atau yang masih terbentuk "gunung", tetapi kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama. Kedua kata ini di dalam bahasa Arami juga mempunyai terjemahan yang sama, yaitu "Kepha"

Seandainya yang dimaksud "batu karang ini" adalah Kristus, maka perkataan "Engkau adalah Petrus", sama sekali tidak ada arti. Dalam bahasa Yunani, biasanya kata pengganti "ini" (outos) berkaitan dengan kata precedent yang terdekat. Dalam  Matius 16:18, "Petros" (Petrus) adalah precedent yang terdekat dengan "Batu karang ini." Dengan lain kata, "batu karang" yang dimaksud oleh Tuhan adalah Petrus."

salah satu mungkin bisa dibaca pada komentar :

Prof William Hendriksen Th.D. Reformed Protestant Scholar, dalam New Testament Commentary: Exposition of Gospel According to Matthew, hal 647: "The meaning is, 'You are Peter, that is Rock, and upon this rock, that is, on you, Peter, I will build my church.' Our Lord speaking aramaic probably said, 'And I say to you, you are Kepha, and on this Kepha I will built my church.' Jesus, then, is promising Peter that he going to build his Church oh Him! I accept this view."

Raymond E. Brown, Lutheran, dalam buku Peter in the New Testament, hal 92: "on that level, precisely because of  the aramaic, identity of Kepha, there can be no doub that the rock on which the church was to be built was peter.


dari penjelasan singkat diatas, bisa diambil kesimpulan, bahwa petrus ada batu karang yg dimaksud dimana gereja Yesus pertama kali didirikan dan alam maut tidak menguasainya (terpecah belah).
maaf klo ada kata2 kurang berkenan...

semoga bisa memberi pencerahan....

salam damai...

Quote
Penjelasannya oke kok.

saya yakin klo ditanyakan mengenai dasar2 gereja katolik pada forum katolik, contoh di ekaristi.org, hal ini bisa dijawab lebih memuaskan...tidak spt saya yg pengetahuannya masih dangkal...

Quote
Injil Matius ini secara umum diketahui ditulis oleh Matius, salah satu dari 12 rasul dan ditujukan untuk orang-orang Yahudi.

Dengan bahasa apakah Matius menuliskannya?
Setau saya, kalangan dari Katolik Roma meyakini bahwa Injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Aram, tetapi beberapa kalangan lain dari hasil analisisnya mengatakan bahwa Injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Yunani.

kalangan yang mana nih bro ??? klo kita mau berbuka hati...dan mengatakan yg menulis injil Matius adalah Matius murid Yesus, maka secara logika saja kita bisa mengatakan ditulis dalam bahasa aram, krn Yesus dan Matius berkomunikasi dgn bahasa Aram..

Quote
Tafsiran dari Bro. Cah_Samosir adalah bila Injil ini ditulis originally bahasa Aram sebagaimana yang umumnya diyakini kalangan Katolik Roma.

Keyakinan saya sendiri adalah bahwa Injil ini aslinya ditulis dalam bahasa Yunani. Masalahnya adalah sampai saat ini tidak diketahui dengan pasti bahasa asli penulisan dari Injil Matius tersebut.

mungkin klo kita baca2 sejarah gereja, yg pertama sekali mensarikan kitab suci sehingga menjadi kitab suci yg kita miliki saat ini, adalah Roma Katolik...klo selanjutnya ada kalangan yg mempunya versi sendiri, maka kita patut bertanya mengapa ????

Quote
Biar bagaimanapun,
Matius adalah salah satu dari 12 rasul dan ia pasti berada di sana ketika percakapan ini terjadi.
krn itulah kata2 tersebut ditujukan kepada Matius...dan kata penghubungnya pun menggunakan kata "DAN".

Quote
Patut dicatat bahwa segera setelah Petrus mengakui Yesus sebagai Mesias, ia kemudian terpengaruh oleh Iblis.

Mat 16:22-23
Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."


klo saya pribadi, tidak menganggap itu terpengaruh oleh iblis, tetapi lebih kepada rasa cinta Petrus kepada Yesus, yg tidak mau melihat Yesus menderita...sama spt kita klo orang tua kita mengatakan, biarlah aku menanggung akibat perbuatanmu itu, kita pasti mengatakan jgn pak...biar aku saja....

Quote
Sebenarnya agak meragukan bila Petra yang dimaksud adalah Petros.
agak bingung nih...hubungannya dgn nats diatas apa ya ?? but any way..klo ragu2 jgn dipegang mas...pegang yg pasti2 saja..

*****
Quote
Baiklah kita lihat ke depan pada masa para rasul mengenai Petrus.

rasanya ayat ini sdh lari dari ayat topik pembuka...dan klo boleh saya katakan agak melenceng dari kata pengatar yg dibuat oleh siempunya topik...

Quote
Beberapa kisah melibatkan Petrus dan jemaat :

Kis 1:15, 21-26
Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata...
Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.
Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya."
Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.


Petrus menekankan pentingnya menambah 1 orang untuk menggenapi jumlah 12 rasul.
Jemaat setuju, kemudian mereka berdoa pada Allah dan Allah menetapkannya melalui 'buang undi'.

Di sini terlihat tidak ada satu pun diantara jemaat yang hadir cukup percaya diri untuk mengambil keputusan sehingga menyerahkannya pada Allah dengan cara undi.

benar mas, krn yg mau mereka pilih adalah seorang pelayan umat...dan ada 2 orang yg terbaik...wajar kan klo diundi..(menurut saya lho)...
jaman skr jg kita bisa lihat hal tersebut...mis : olah raga, DPR...dll...

-----

Quote
Kis 8:14
Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ.


Petrus dan Yohanes diutus ke Samaria.
Siapa yang mengutus?
Para rasul di Yerusalem.

memang para rasul yg mengutus...
orang diutus, biasanya krn dianggap pantas utk mewakili...ga pernah ada orang mengutus orang lain yg tidak cakap dan mampu dan pantas utk diutus...
dalam hal ini, kriteria tersebut ada pada Petrus dan Yohanes.

-----
Quote
Kis 11:2-3
Ketika Petrus tiba di Yerusalem, orang-orang dari golongan yang bersunat berselisih pendapat dengan dia.
Kata mereka: "Engkau telah masuk ke rumah orang-orang yang tidak bersunat dan makan bersama-sama dengan mereka."

Kis 11:17-18
Jadi jika Allah memberikan karunia-Nya kepada mereka sama seperti kepada kita pada waktu kita mulai percaya kepada Yesus Kristus, bagaimanakah mungkin aku mencegah Dia?"
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka menjadi tenang, lalu memuliakan Allah, katanya: "Jadi kepada bangsa-bangsa lain juga Allah mengaruniakan pertobatan yang memimpin kepada hidup."


Tindakan Petrus dipertanyakan.
Petrus masih harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan sidang jemaat.

sama dgn tindakan Yesus waktu dia makan dan minum dirumah Lazarus si pemungut cukai...
so, what the point ???

-----
Quote

Kis 15:7-31
Mengenai adat Yahudi bagi orang-orang non Yahudi.

Kis 15:22
Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.


Kita lihat disana bahwa yang mengambil keputusan adalah seluruh sidang jemaat.

Hubungan dgn Petrus sebagai kefas apa ya ???

-----
Quote

Gal 2:11-13
Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.


Petrus salah dalam hal di atas dan ditegur Paulus di depan umum.

2Ptr. 3:15
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya.


Hanya tambahan bahwa Petrus sendiri mengakui Paulus sebagai saudaranya yang terkasih dan mengakui hikmat Allah dalam Paulus.

so, klo menurut saya, sekali lagi menurut saya...kita emg harus menegur sekali lagi menegurklo emg ada sodara kita yg salah dalam bertindak, bukan malah melepaskan diri dari sodara kita itu, sehinggap timbul perpecahan dan denominasi...aku rasa pointnya itu...


-----
Quote
Posisi dan kedudukan Petrus adalah sangat kuat pada masa gereja awal.
Allah bekerja dengan luar biasa pada pelayanannya sehingga banyak orang diberkati dan gereja berkembang luar biasa.
Akan tetapi, tidak bisa begitu saja dikatakan bahwa 'Yesus akan membangun jemaat-Nya di atas dasar Petrus'.

Jemaat Allah tidak dibangun di atas dasar 1 orang saja, melainkan :

Efesus 2:19-21
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.


Dasarnya adalah 'para rasul' dan 'para nabi' di atas batu penjuru, yaitu 'Yesus Kristus'.

Semoga bisa menambah wawasan...

benar sekali bro, dibangun diatas para rasul dan para nabi, dan petrus sebagai pemimpin..ingat bro, kepadanya diberi kunci kerajaan Allah dan diberikuasa utk melepas dan mengikat...

semoga bisa menjawab...

salam damai
May 28, 2008, 01:56:10 PM
Reply #7
  • FK Friend
  • FK - Senior
  • ******
  • Posts: 314
  • Gender: Male
 

tapi, kita perlu ingat kembali, bahwa bahasa yg dipakai Yesus adalah bahasa aram...
Dalam bahasa Aram nama Simon Petrus adalah Kefas (kepha)..lihatlah pada Yoh 1:42..
kata "Kepha"  bila diterjemahkan ke Yunani sebenarnya adalah "Petra". Tetapi dalam bahasa Yunani dikenal kata benda betina (Feminime Noun), kata "Petra" adalah Feminim noun dan bila digunakan untuk menyebut Simon Petrus maka agak janggal (tidak mungkin laki-laki dipanggil dengan nama perempuan) oleh karena itu penterjemah menggunakan kata "Petros".

"walaupun "petros" boleh diterjemahkan sebagai "batu" atau "batu karang" yang tersendiri dengan pengertian bahwa batu karang tersebut adalah "kecil", sedangkan "petra" adalah "batu karang yang besar" atau yang masih terbentuk "gunung", tetapi kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama. Kedua kata ini di dalam bahasa Arami juga mempunyai terjemahan yang sama, yaitu "Kepha"

 Tidak ada bukti manuskrip Matius dalam bahasa Aramaic. Semua manuskrip2 tua yg ada hanya ditulis dalam bahasa Yunani. Jadi lebih baik kita pelajari sesuai apa yg ditulis dalam bahasa aslinya, daripada spekulasi apa yg Yesus katakan dalam bahasa Aramaic. Lebih baik kita tetap stick to the original language dari tulisan Matius yg diakui sbg tulisan yg diinspirasi ROH KUDUS, yaitu Injil Matius dalam bahasa Yunani 

Dan kalau the original manuscript in greek membedakan antara petros dan petra, sudah pasti juga ada pengertian special yg dimaksud

Petros adalah batu kecil sedangkan petra batu besar, dan oleh karena itu Matius membedakan Petrus dengan Batu yg besar / yg foundational, yaitu Kristus atau pengakuan iman bahwa Kristus adalah Anak Allah

Kalau Petrus memang yg dimaksud, mengapa Yesus tidak menggunakan kalimat “Epi tauto to petro”, melainkan “Epi taute te petra”?

Quote
Seandainya yang dimaksud "batu karang ini" adalah Kristus, maka perkataan "Engkau adalah Petrus", sama sekali tidak ada arti. Dalam bahasa Yunani, biasanya kata pengganti "ini" (outos) berkaitan dengan kata precedent yang terdekat. Dalam  Matius 16:18, "Petros" (Petrus) adalah precedent yang terdekat dengan "Batu karang ini." Dengan lain kata, "batu karang" yang dimaksud oleh Tuhan adalah Petrus."

Yg dimaksud “batu karang ini” adalah bahwa iman pengakuan Petrus ketika ia menyebut Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah yg hidup, spt yg ditulis di ayat sebelumnya. (ayat 16).

Quote
salah satu mungkin bisa dibaca pada komentar :

Prof William Hendriksen Th.D. Reformed Protestant Scholar, dalam New Testament Commentary: Exposition of Gospel According to Matthew, hal 647: "The meaning is, 'You are Peter, that is Rock, and upon this rock, that is, on you, Peter, I will build my church.' Our Lord speaking aramaic probably said, 'And I say to you, you are Kepha, and on this Kepha I will built my church.' Jesus, then, is promising Peter that he going to build his Church oh Him! I accept this view."

Probably said?
Apakah suatu probability bisa dijadikan dasar dogma yg digunakan utk mengikat iman seseorang?

Saya sadar banyak ahli kometator Alkitab Protestant yg percaya bahwa Petrus adalah the Rock, tapi mereka juga dgn cepat menolak interpretasi Katolik Roma yg berkata bahwa ayat ini bisa dijadikan dasar papacy (kepausan)

Quote
Raymond E. Brown, Lutheran, dalam buku Peter in the New Testament, hal 92: "on that level, precisely because of  the aramaic, identity of Kepha, there can be no doub that the rock on which the church was to be built was peter.

Raymond E Brown is a Roman Catholic scholar, bukannya Lutheran
For I determined not to know anything ... except Jesus Christ and Him crucified.
May 28, 2008, 03:30:14 PM
Reply #8
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
Mungkin akan ada banayak atau beberapa rekan Katholik yang akan mampir kedalam forum ini, mohon ditanggapi/diskusi dengan bijak.

Salam

Dari sini
Quote from: moe
Quote from: doremi wrote:
Quote from: moe wrote:
Quote from: Zavius Firerave wrote:
Quote from: moe wrote:

Definisikan dulu apa itu gereja.


...Bukannya pertanyaan ini udah dijawab berkali-kali di forum ini? Kalo mau mengelak dari pertanyaan, tolong pikirkan balasan yang lebih bagus...


Ya sudah kalo gitu, ini saya juga lagi baca link yg dikasih oleh rekan Athanasios, sementara itu bila anda dan reka2 berminat, silakan masuk kesini :

http://forumkristen.com/index.php?topic=1796.0

Disana lagi dibahas dg topik yang hampir sama, barangkali ada yg mau join dg rekan cah_samosir disana

Salam


ajakan yang positif ini mestimya disambut baik oleh para moderator forum ini untuk ikut berdiskusi di forumkristen.com nya si Moe.

Tetapi akankah para modie2 disini mau ikut disana?
atau.....
paling tidak mengutus salah seorang dari antara para modie untuk menerima tantangan sdr.Moe kesana??

Saya cenderung menganjurkan, ini kalau boleh, untuk kalian menerima tantangan tersebut adalah sangat baik sehingga cah samosir bisa mendapatkan bantuan untuk mengcounter pertanyaan member forumkristen.com yang menyangkut pada ke-katolik-an kita.

Tak lupa sebelumnya saya ucapkan selamat berjuang bagi wakil modie di ekaristi.org ini pada forumkristen.com.

Tuhan memberkati!!!


Wah yang blue rasane lebih cool deh dari pada yang red ;)

Salam
« Last Edit: May 28, 2008, 03:32:22 PM by moe »
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
May 28, 2008, 03:36:25 PM
Reply #9
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
 

tapi, kita perlu ingat kembali, bahwa bahasa yg dipakai Yesus adalah bahasa aram...
Dalam bahasa Aram nama Simon Petrus adalah Kefas (kepha)..lihatlah pada Yoh 1:42..
kata "Kepha"  bila diterjemahkan ke Yunani sebenarnya adalah "Petra". Tetapi dalam bahasa Yunani dikenal kata benda betina (Feminime Noun), kata "Petra" adalah Feminim noun dan bila digunakan untuk menyebut Simon Petrus maka agak janggal (tidak mungkin laki-laki dipanggil dengan nama perempuan) oleh karena itu penterjemah menggunakan kata "Petros".

"walaupun "petros" boleh diterjemahkan sebagai "batu" atau "batu karang" yang tersendiri dengan pengertian bahwa batu karang tersebut adalah "kecil", sedangkan "petra" adalah "batu karang yang besar" atau yang masih terbentuk "gunung", tetapi kedua kata tersebut berasal dari akar kata yang sama. Kedua kata ini di dalam bahasa Arami juga mempunyai terjemahan yang sama, yaitu "Kepha"


 Tidak ada bukti manuskrip Matius dalam bahasa Aramaic. Semua manuskrip2 tua yg ada hanya ditulis dalam bahasa Yunani. Jadi lebih baik kita pelajari sesuai apa yg ditulis dalam bahasa aslinya, daripada spekulasi apa yg Yesus katakan dalam bahasa Aramaic. Lebih baik kita tetap stick to the original language dari tulisan Matius yg diakui sbg tulisan yg diinspirasi ROH KUDUS, yaitu Injil Matius dalam bahasa Yunani 

Dan kalau the original manuscript in greek membedakan antara petros dan petra, sudah pasti juga ada pengertian special yg dimaksud

Petros adalah batu kecil sedangkan petra batu besar, dan oleh karena itu Matius membedakan Petrus dengan Batu yg besar / yg foundational, yaitu Kristus atau pengakuan iman bahwa Kristus adalah Anak Allah

Kalau Petrus memang yg dimaksud, mengapa Yesus tidak menggunakan kalimat “Epi tauto to petro”, melainkan “Epi taute te petra”?
saya kurang tau mas, ada or ga nya manuscript semua alkitab dalam basaha aramaic, krn emg saya blm pernah melihat secara langsung...tapi klo mas mau berusaha sedikit, mas pasti menemukan nats diatas dalam (MAT 16:18) dalam bahasa aramaic...
intiny spt ini mas...klo mas percaya injil adalah firman Yesus, maka kita harus belajar juga menerima bahwa bahasa yg digunakan Yesus adalah bahasa Aramaic, bukan bahasa Yunani...


Quote
Seandainya yang dimaksud "batu karang ini" adalah Kristus, maka perkataan "Engkau adalah Petrus", sama sekali tidak ada arti. Dalam bahasa Yunani, biasanya kata pengganti "ini" (outos) berkaitan dengan kata precedent yang terdekat. Dalam  Matius 16:18, "Petros" (Petrus) adalah precedent yang terdekat dengan "Batu karang ini." Dengan lain kata, "batu karang" yang dimaksud oleh Tuhan adalah Petrus."

Yg dimaksud “batu karang ini” adalah bahwa iman pengakuan Petrus ketika ia menyebut Yesus sebagai Mesias dan Anak Allah yg hidup, spt yg ditulis di ayat sebelumnya. (ayat 16).
klo kita baca kembali ayat yg diberikan : Mat 16:8
"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

disini Yesus yang berkata2 (tentu dalam bahasa Aramaic, krn Yesus emg menggunakan bahasa Aramaic) kepada Petrus..bukan kepada yg lain...jadi bukan pengakuan Petrus..mungkin salah ayat mas nya kali hehehehe

Quote
salah satu mungkin bisa dibaca pada komentar :

Prof William Hendriksen Th.D. Reformed Protestant Scholar, dalam New Testament Commentary: Exposition of Gospel According to Matthew, hal 647: "The meaning is, 'You are Peter, that is Rock, and upon this rock, that is, on you, Peter, I will build my church.' Our Lord speaking aramaic probably said, 'And I say to you, you are Kepha, and on this Kepha I will built my church.' Jesus, then, is promising Peter that he going to build his Church oh Him! I accept this view."

Probably said?
Apakah suatu probability bisa dijadikan dasar dogma yg digunakan utk mengikat iman seseorang?
ada yg lain ko mas...
Gerhard Maier (Teolog Lutheran) dalam buku Biblical Interpretation and Church Text and Context (Terjemahan oleh HP Dressler) halaman 60;
DA Carson, Professor of New Testament, Babtist Protestant dalam The Expositor's Bible Commentary;

silahkan dicari sendiri ya...
dan lagi mas..mereka itu profesor semua yg tentu saja ilmu, pengalaman dan penelitiannya sdh diakui, dibandingkan kita2 ini or paling ga saya tentang bible...


Saya sadar banyak ahli kometator Alkitab Protestant yg percaya bahwa Petrus adalah the Rock, tapi mereka juga dgn cepat menolak interpretasi Katolik Roma yg berkata bahwa ayat ini bisa dijadikan dasar papacy (kepausan)

saya jadi agak bingung utk percaya omongan mana yg benar, apakah yg pertama or yg kedua..
tafsiran pertama or kedua ???
mungkin krn diprotestan, semua bisa menafsirkan alkitab ya dan tidak ada satu otoritas tertinggi yg melakukan hal tersebut, makanya penafsirannya bisa berbeda2 1 dgn yg lain..bahkan penafsiran seorang bisa berbeda pertama dan berikutnya...akhirnya spt yg kita lihat skr ini, banyak sekali denominasi krn tersebut; bukan satu tubuh lagi...


any way...saya rasa, saya cukup memberi kontribusi krn saya sdh menjelaskkan berdasarkan yg saya ketahui dalam gereja katolik...selebihnya, silahkan bro and sis klo ingin tau lebih banyak menggali sendiri...
mohon maaf, klo ada kata2 yg kurang berkenan....


salam damai....
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)