Author Topic: Matius 16:18  (Read 40406 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 28, 2008, 09:23:13 PM
Reply #20
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 102
  • Gender: Male
  • Christ is my portion !

Sdr. sandpiper , sebenarnya baik itu interpretasi kedua maupun interpretasi ketiga semuanya mengacu kepada Yesus Kristus.
Semua orang percaya adalah batu namun bukan dalam arti sebagai batu dasar. Semua orang percaya hanyalah batu penyusun bagi kediaman Allah dimana batu-batu ini adalah hasil pengubahan ROH KUDUS dalam orang percaya. Itulah sebabnya semua orang percaya diubah sampai serupa gambar-Nya. Inilah mengapa sebabnya antara batu ini demikian mirip. Yang satu adalah batu dasar yaitu Kristus dan kesaksian (wahyu) tentang Kristus, dan batu-batu lainnya (orang percaya) adalah hasil pengubahan ROH KUDUS bagi penyusun kediaman Allah. Dan saya sangat jelas melihat pemikiran ini dalam konteks keseluruhan Alkitab. Dan pemikiran inilah jalur pengembangan Alkitab.

Thanks Bro Newman,

I agree both interpretations (the Rock = Yesus / pengakuan iman Petrus) pada akhirnya memang sama ujung2nya.

GBUA

Sama-sama ya  :wink:  :afro:

Tuhan Yesus mengasihi kita  :)
« Last Edit: May 28, 2008, 09:26:52 PM by Newman »
"If God spare my life, I will see to it that the boy who drives the plowshare knows more of the scripture than you, Sir!"
May 29, 2008, 08:28:23 AM
Reply #21
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
Sdr.sandpiper, siapa bilang interpretasi kedua sulit dibuktikan :

Ini dia buktinya :

Batu karang dalam Matius 16:18 ada 2 aspek :


1) Kristus itu sendiri   (interpretasi kedua)

1 Korintus 3:11 ......>Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Ayat ini adalah ketuk palu dari Rasul Paulus bagi siapa saja yang coba-coba meletakkan dasar lain selain Kristus terutama bagi Roman Catholic dimana saya tidak habis pikir bagaimana mereka memandang ayat ini.

Hi Newman,

Saya setuju bahwa Kristus adalah batu dasar dimana Gereja berdiri. In fact, org2 Katolik pun percaya demikian, hanya bedanya mereka juga percaya bahwa diayat ini khususnya, Yesus sedang bicara kepada Petrus dan menunjuk kpd Petrus saat ucapan ini diutarakanNya

Jadi mengenai 1 Kor 3:11, semua pihak setuju bahwa Paulus mengajarkan Yesus adalah dasar. Tapi org Roma Katolik akan berkelit dgn berkata walaupun Yesus adalah dasar, tapi Petrus juga dasar, walaupun Yesus lebih “mendasar” dan Petrus “berdasar” kepada Yesus.

Jadi memang interpretasi bahwa The Rock di Matius 16 adalah Yesus / pengakuan iman Petrus bahwa Yesus adalah Anak Allah lebih plausible daripada interpretasi Katolik yg berkata Petrus adalah the Rock.

However, saya sedang memilih interpretasi yg mana yg lebih akurat sesuai konteks Matius 16. Personally, saya tidak keberatan kalau kita percaya bahwa either Batu yg dimaksud adalah Yesus atau pengakuan iman bahwa Yesus adalah Anak Allah. Tapi kalau kita hanya bisa memilih satu interpretasi yg bisa dipilih, maka saya lebih cenderung kepada interpretasi ketiga.

Cheers

Yes, I know this is a classic question and I know what you mean.

Sdr. sandpiper , sebenarnya baik itu interpretasi kedua maupun interpretasi ketiga semuanya mengacu kepada Yesus Kristus.
Semua orang percaya adalah batu namun bukan dalam arti sebagai batu dasar. Semua orang percaya hanyalah batu penyusun bagi kediaman Allah dimana batu-batu ini adalah hasil pengubahan ROH KUDUS dalam orang percaya. Itulah sebabnya semua orang percaya diubah sampai serupa gambar-Nya. Inilah mengapa sebabnya antara batu ini demikian mirip. Yang satu adalah batu dasar yaitu Kristus dan kesaksian (wahyu) tentang Kristus, dan batu-batu lainnya (orang percaya) adalah hasil pengubahan ROH KUDUS bagi penyusun kediaman Allah. Dan saya sangat jelas melihat pemikiran ini dalam konteks keseluruhan Alkitab. Dan pemikiran inilah jalur pengembangan Alkitab.
Dan terakhir , jika  batu dasar dalam Matius 16:18 tetap direfer ke Petrus oleh sebagian orang (termasuk Roman Catholic dan sebagian commentary oleh Protestant scholar) berdasarkan Wahyu 21:14, hal ini bukan berarti mengandung diperbolehkannya jalur pemikiran adanya papacy. Karena Wahyu 21:14 yang mengatakan "dibangun atas rasul" paralel dengan Efesus 2:20 yang menyiratkan bahwa sebenarnya kesaksian yang mereka berikanlah sebagai dasar (interpretasi ke-3 yang kamu katakan sdr.sandpiper). Jadi walaupun rasul disebutkan dasar dalam Wahyu 21:14, hal ini hanya menyiratkan bahwa fokusnya ditujukan kepada kesaksian mereka akan Yesus Kristus (lihat Efesus 3:5-6 diatas yang menyiratkan pemberitaan para rasul dan nabi akan Kristus). Tambahan lagi, jika papacy diterapkan maka kekepalaan atas Gereja akan berpindah dari Kristus kepada Paus. Dan ini secara jelas bertentangan dengan Alkitab.

Struktur yang jelas adalah Allah ...> Kristus....>dan Gereja (1 Korintus 11:3)

bukan

Allah ....>Kristus.....>Paus...>dan Gereja


Salam ya sdr.sandpiper.  :afro:


maaf nih masuk lagi....saya cuma agak geli aja membaca tulisan bro newman yg selalu menggunakan kata2
 
Quote
Semua orang percaya..bla...bla....

dan kata2
Quote
termasuk Roman Catholic dan sebagian commentary oleh Protestant scholar...

saya rasa, akan lebih tepat klo bro menggunaka kata2 kedua...jgn yg pertama, krn ga semua orang...tapi segelintir orang...

saya akan coba singgung sedikit mengenai kepausan dan suksesornya...

klo kita baca sejarah gereja mula2 (mari kita rajin membaca dulu)..kita dapat melihat bahwa Gereja mula-mula tidak menolak hal ini (kepausan). Kita lihat Rasul terakhir St. Yohanes (wafat sekitar tahun 100) tidak menolak camput tangan Paus St. Clement (Paus ke IV dalam Gereja Katolik) pada Keuskupan di Korintus.
Andaikata paham Kepausan salah atau tidak sesuai dengan Alkitab dan Tradisi Apostolik, tentu saja paham ini ditolak oleh Gereja. Apalagi pada masa Paus Clement (th 88-97) dimana pada saat itu sudah dikenal paham Kepausan, dan pada masa itu pula masih hidup murid-murid hasil didikan Para Rasul Yesus, jadi jika Kepausan salah sudah tentu terjadi penolakan.
Tetapi sejarah gereja menyatakan tidak ada penolakan, bahkan lembaga kepausan ini juga turut ambil bagian dalam penentuan Kanon Kitab Suci .
Penolakan terhadap lembaga Kepausan baru ada sekitar tahun 1054 (waw.... 1000 thn lebih setelah ada kepausan) karena sebelumnya antara Gereja Barat (Romawi) dan Gereja Timur (Konstantinopel) terjadi perselisihan yang faktor utamanya adalah karena faktor politik yang disebabkan perpindahan Ibukota kerajaan Romawi dari Roma ke Konstantinopel. Reformasi Protestan juga menolak Kepausan.

Bila kita mencoba melihat dalam Kitab Suci , jelas bahwa jabatan Petrus dan para rasul yang lain harus diwariskan. Mengapa? karena Gereja harus bertahan sepanjang masa (Mat 28:20) untuk mewartakan kabar baik (Mat 28:16-20). Kita tahu bahwa para rasul tidak mungkin dapat bertahan selamanya (karena mereka manusia) tetapi Gereja harus bertahan, oleh karena itulah jabatan Petrus dan para rasul diteruskan kepada pengganti mereka yaitu Paus, Uskup dan para Imam. Kita juga mengetahui bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Petrus sebagai kepala para rasul. Yesus pernah menekankan pentingnya Pondasi (Mat 7:24-27) dan kita tahu bahwa Gereja dibangun dengan dasar yang teguh (Mat 16:18) oleh karena itu, secara logika, jelas bahwa Jabatan Petrus dan para rasul harus diwariskan, karena Pondasi itu harus tetap mendasari Gereja, agar Gereja tetap kokoh berdiri. Contoh nyata dari kekokohan pndasi ini adalah bertahannya Gereja Katolik selama hampir 2000 tahun, walaupun selama perjalanan hidupnya Gereja Katolik mengalami penganiayaan, kejayaan, perpecahan, dll. Tetapi kita lihat Perlindungan ROH KUDUS kepada Gereja, sehingga Gereja tetap ada sampai sekarang.


dan komentar yg berbunyi :
Quote
...dan ahli-ahli (professor Alkitab) yang memberikan penafsiran ini adalah orang-orang yang menolak Kepausan (Papacy).
tetapi tidak menentang pengertian  Petrus adalah kefas, dasar gereja dalam Matius 16:18 yang sedang didiskusikan...

semoga dapat memberi pencerahan...

salam damai....
« Last Edit: May 29, 2008, 08:41:36 AM by cah_samosir »
May 29, 2008, 08:50:07 AM
Reply #22
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 306
  • Kasih Karunia
Quote
Bila kita mencoba melihat dalam Kitab Suci , jelas bahwa jabatan Petrus dan para rasul yang lain harus diwariskan. Mengapa? karena Gereja harus bertahan sepanjang masa (Mat 28:20) untuk mewartakan kabar baik (Mat 28:16-20). Kita tahu bahwa para rasul tidak mungkin dapat bertahan selamanya (karena mereka manusia) tetapi Gereja harus bertahan, oleh karena itulah jabatan Petrus dan para rasul diteruskan kepada pengganti mereka yaitu Paus, Uskup dan para Imam. Kita juga mengetahui bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Petrus sebagai kepala para rasul. Yesus pernah menekankan pentingnya Pondasi (Mat 7:24-27) dan kita tahu bahwa Gereja dibangun dengan dasar yang teguh (Mat 16:18) oleh karena itu, secara logika, jelas bahwa Jabatan Petrus dan para rasul harus diwariskan, karena Pondasi itu harus tetap mendasari Gereja, agar Gereja tetap kokoh berdiri. Contoh nyata dari kekokohan pndasi ini adalah bertahannya Gereja Katolik selama hampir 2000 tahun, walaupun selama perjalanan hidupnya Gereja Katolik mengalami penganiayaan, kejayaan, perpecahan, dll. Tetapi kita lihat Perlindungan ROH KUDUS kepada Gereja, sehingga Gereja tetap ada sampai sekarang.

Apakah ini dasarnya bagi infalibitas Paus?
He Must Grow Greater And Greater But I Less And Less
May 29, 2008, 09:30:39 AM
Reply #23
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
Quote
Bila kita mencoba melihat dalam Kitab Suci , jelas bahwa jabatan Petrus dan para rasul yang lain harus diwariskan. Mengapa? karena Gereja harus bertahan sepanjang masa (Mat 28:20) untuk mewartakan kabar baik (Mat 28:16-20). Kita tahu bahwa para rasul tidak mungkin dapat bertahan selamanya (karena mereka manusia) tetapi Gereja harus bertahan, oleh karena itulah jabatan Petrus dan para rasul diteruskan kepada pengganti mereka yaitu Paus, Uskup dan para Imam. Kita juga mengetahui bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Petrus sebagai kepala para rasul. Yesus pernah menekankan pentingnya Pondasi (Mat 7:24-27) dan kita tahu bahwa Gereja dibangun dengan dasar yang teguh (Mat 16:18) oleh karena itu, secara logika, jelas bahwa Jabatan Petrus dan para rasul harus diwariskan, karena Pondasi itu harus tetap mendasari Gereja, agar Gereja tetap kokoh berdiri. Contoh nyata dari kekokohan pndasi ini adalah bertahannya Gereja Katolik selama hampir 2000 tahun, walaupun selama perjalanan hidupnya Gereja Katolik mengalami penganiayaan, kejayaan, perpecahan, dll. Tetapi kita lihat Perlindungan ROH KUDUS kepada Gereja, sehingga Gereja tetap ada sampai sekarang.

Apakah ini dasarnya bagi infalibitas Paus?


waduh...benar2 ingin tau mengenai katoli ya bro, khususnya mengenai Paus  :).
baiklah...saya akan coba menerangkan, tapi maaf, klo ilmu saya dangkal...dan maaf jg klo saya masukkan sendiri tentang dokumen gereja...

Maksud Infalibel disini bukan berarti setiap statment Paus itu benar apalagi menyangkut IPTEK, kedokteran,dll. Infalibilitas disini berarti ajarannya (paus)  tidak dapat sesat (infallibilitas) khususnya yang berkaitan dengan iman dan kesusilaan, sesuai dengan apa yang ditegaskan dalam Lumen Gentium 25, Karena Kristus sendiri menjamin: "Engkau adalah Petrus dan diatas batu karang ini Ku-dirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya" (Mat 16:18) "Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." (Mat 16:19).
ada 3 syarat yang harus dipenuhi agar Ajaran Paus dipandang tidak dapat sesat yaitu:

1. Ajaran itu harus mengenai Iman & Kesusilaan.

2. Ia harus mengajar sebagai kepala Gereja universal. ia berbicara secara Ex-Cathedra

3. Paus harus secara jelas bermaksud mengikat gereja sepenuhnya.

jika ketiga persyaratan itu tidak terpenuhi maka hukum gereja menyatakan bahwa ajaran itu tidak dapat dipandang sebagai "Tidak dapat sesat" (Kanon 749.3)

Secara teologis "Tidak dapat sesat" pertama-tama diberikan kepada Gereja (karena gereja dalah Pondasi kebenaran "...jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran (1 tim 3:15); bdk Matius 18:15-20) lalu kepada paus sebagai kepala Gereja.

semoga bisa memberi pencerahan...

salam damai
May 29, 2008, 10:24:52 AM
Reply #24
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 5
Quote
Tapi Injil Matius diakui sebagai diilhami oleh ROH KUDUS dalam bahasa Greek dan bukan Aramaic.


No. Silahkan baca e-book yang link-nya sudah saya berikan. Sikap anda jelas tidak menggubris sumber saya. Baca juga isi website-nya.
http://www.aramaicpes[h]itta.com/
(hilangkan simbol[] di sekitar huruf 'h')

Quote
Masalahnya, kita tidak pernah menemukan manuskrip asli Matius yg ditulis dalam bahasa aramaic, melainkan hanya bahasa Yunani.


Siapa bilang?
http://www.v-a.com/bible/
Anda bisa cari sendiri injil Matius di website tersebut. Dan sebelum anda mencarinya coba anda baca dulu isi homepage-nya di bagian paling atas dan Translator Note-nya.

Quote
Jadi anda tahu persis apa yg Yesus katakan dalam bahasa Aramaic? Kalau bisa tahu persis, maka saya angkat topi buat anda, sebab tidak ada satu ahli Alkitabpun yg bisa tahu persis apa yg Dia katakan dalam bahasa Aramaic mengenai ayat 16:18 ini.


Ya. Silahkan anda cari saja di internet alkitab berbahasa aram. Banyak koq website yang punya.

Quote
Pernyataan ini mengasumsikan bahwa Yesus sedang berkata kepada Petrus ketika Ia berkata "diatas batu karang ini...". Tapi hal ini susah dibuktikan. Bisa saja Yesus sedang menunjuk kepada diriNya sendiri saat mengucapkan kata2 itu, sehingga apa yg Dia maksud sebagai batu adalah diriNya sendiri, dan cara Matius menjelaskan hal ini adalah dgn membedakan Petrus dengan petra (yaitu Kristus). Bukankah ini juga suatu penjelasan yg setidaknya juga masuk akal?


(-.-)'...apanya yang masuk akal? Kalau anda baca ayat ybs anda hanya akan menemukan kata ganti kedua singular dalam bahasa apapun. Mana mungkin menggunakan kata ganti orang kedua untuk menunjuk orang pertama? aturan bahasa mana itu?

Quote
Juga,
Kalau mau jelas bahwa Petruslah yg dimaksud, mengapa Yesus tidak berkata kpd Petrus: "Engkaulah Petros, dan diatas petros aku akan mendirikan jemaatKu..."?


...(-_-)' anda nggak baca argumen saya, ya? Apa saya harus copy-paste tulisan saya buat menjawab hal yang sudah ditanyakan ini? Baca lagi argumen saya di post pertama saya sekaligus baca sumber kedua yang saya berikan.

Jadi saya mohon dengan sangat! Sebelum ada lagi yang mau nge-post di thread ini mohon DIBACA DULU sumber-sumber yang saya berikan!
May 29, 2008, 01:19:55 PM
Reply #25
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
@Zav,

Permasalahanya adalah peshita tersebut adalah trans-reverse dari Yunani ke Aram atau dari xxx ke aram.

Yang dimaksud rekan disini adalah dokumen aseli tertua yang ada

Salam
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
May 29, 2008, 03:39:39 PM
Reply #26
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 102
  • Gender: Male
  • Christ is my portion !
saya rasa, akan lebih tepat klo bro menggunaka kata2 kedua...jgn yg pertama, krn ga semua orang...tapi segelintir orang...

saya akan coba singgung sedikit mengenai kepausan dan suksesornya...

klo kita baca sejarah gereja mula2 (mari kita rajin membaca dulu)..kita dapat melihat bahwa Gereja mula-mula tidak menolak hal ini (kepausan). Kita lihat Rasul terakhir St. Yohanes (wafat sekitar tahun 100) tidak menolak camput tangan Paus St. Clement (Paus ke IV dalam Gereja Katolik) pada Keuskupan di Korintus.
Andaikata paham Kepausan salah atau tidak sesuai dengan Alkitab dan Tradisi Apostolik, tentu saja paham ini ditolak oleh Gereja. Apalagi pada masa Paus Clement (th 88-97) dimana pada saat itu sudah dikenal paham Kepausan, dan pada masa itu pula masih hidup murid-murid hasil didikan Para Rasul Yesus, jadi jika Kepausan salah sudah tentu terjadi penolakan.
Tetapi sejarah gereja menyatakan tidak ada penolakan, bahkan lembaga kepausan ini juga turut ambil bagian dalam penentuan Kanon Kitab Suci .
Penolakan terhadap lembaga Kepausan baru ada sekitar tahun 1054 (waw.... 1000 thn lebih setelah ada kepausan) karena sebelumnya antara Gereja Barat (Romawi) dan Gereja Timur (Konstantinopel) terjadi perselisihan yang faktor utamanya adalah karena faktor politik yang disebabkan perpindahan Ibukota kerajaan Romawi dari Roma ke Konstantinopel. Reformasi Protestan juga menolak Kepausan.

Bila kita mencoba melihat dalam Kitab Suci , jelas bahwa jabatan Petrus dan para rasul yang lain harus diwariskan. Mengapa? karena Gereja harus bertahan sepanjang masa (Mat 28:20) untuk mewartakan kabar baik (Mat 28:16-20). Kita tahu bahwa para rasul tidak mungkin dapat bertahan selamanya (karena mereka manusia) tetapi Gereja harus bertahan, oleh karena itulah jabatan Petrus dan para rasul diteruskan kepada pengganti mereka yaitu Paus, Uskup dan para Imam. Kita juga mengetahui bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Petrus sebagai kepala para rasul. Yesus pernah menekankan pentingnya Pondasi (Mat 7:24-27) dan kita tahu bahwa Gereja dibangun dengan dasar yang teguh (Mat 16:18) oleh karena itu, secara logika, jelas bahwa Jabatan Petrus dan para rasul harus diwariskan, karena Pondasi itu harus tetap mendasari Gereja, agar Gereja tetap kokoh berdiri. Contoh nyata dari kekokohan pndasi ini adalah bertahannya Gereja Katolik selama hampir 2000 tahun, walaupun selama perjalanan hidupnya Gereja Katolik mengalami penganiayaan, kejayaan, perpecahan, dll. Tetapi kita lihat Perlindungan ROH KUDUS kepada Gereja, sehingga Gereja tetap ada sampai sekarang.

Persepsi kita sudah beda cah samosir.
Saya membacanya berdasarkan keseluruhan Alkitab. Alkitab hanya mengenal uskup-uskup atau katakanlah penatua yang pengertiannya bisa ditukar satu dengan yang lain. Dan karena  Paus mengandung pengertian jabatan diatas segala uskup maka ini sudah keliru karena Alkitab tidak membicarakan demikian.
Kalau mengenai dasar , itulah yang saya lihat berdasarkan Alkitab dan bukan berdasarkan opini manusia, dimana yang saya maksud adalah Kristus dan kesaksian tentang Kristus. Tentang penjabarannya sudah saya tulis lengkap diatas.
Lalu pengertian gereja adalah bukanlah organisasi. Jadi tidak tepat bila dikatakan gereja tidak terpecah jika dan hanya jika organisaninya tidak terpecah.
Dan kalau mengenai perpecahan , saya akui memang banyak diantara Protestant sendiri terjadi perpecahan. Tapi tidaklah berarti saya langsung banting stir ke Roman Catholic. Karena para reformator tidak akan mungkin berteriak jika tidak ada ajaran yang keliru dari Roman Catholic terutama Papacy (KePausan) dan semua doktrin Roman Catholic yang sama sekali bersebrangan dengan Alkitab.
Dan saya hanya melihat bahwa justru para reformator itulah yang ingin mengembalikan ke ajaran gereja sebermula yang tidak kontradiktif dengan ajaran para rasul.
Mengenai perpecahan yang terjadi justru biarlah Tuhan yang menguji ambisi setiap orang, tapi satu hal yang penting bahwa Firman Tuhan dalam Alkitab jangan dilanggar sebagaimana yang dilakukan oleh pihak Roman Catholic dan diluruskan oleh para reformator. Justru pihak Roman Catholic lah yang menjadi sarang yang menyebabkan perpecahan ini terjadi.
Dan Alkitab tidak pernah membicarakan Roman Catholic, melainkan hanya Catholic. Saya yakin siapa yang mau membangun kembali Catholic ini kepada pengertian yang tepat dan tidak berseberangan dengan ajaran para Rasul , saya yakin itulah yang Tuhan kehendaki.


Salam.  :char17:

« Last Edit: May 29, 2008, 03:44:15 PM by Newman »
"If God spare my life, I will see to it that the boy who drives the plowshare knows more of the scripture than you, Sir!"
May 29, 2008, 04:22:21 PM
Reply #27
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 101
saya rasa, akan lebih tepat klo bro menggunaka kata2 kedua...jgn yg pertama, krn ga semua orang...tapi segelintir orang...

saya akan coba singgung sedikit mengenai kepausan dan suksesornya...

klo kita baca sejarah gereja mula2 (mari kita rajin membaca dulu)..kita dapat melihat bahwa Gereja mula-mula tidak menolak hal ini (kepausan). Kita lihat Rasul terakhir St. Yohanes (wafat sekitar tahun 100) tidak menolak camput tangan Paus St. Clement (Paus ke IV dalam Gereja Katolik) pada Keuskupan di Korintus.
Andaikata paham Kepausan salah atau tidak sesuai dengan Alkitab dan Tradisi Apostolik, tentu saja paham ini ditolak oleh Gereja. Apalagi pada masa Paus Clement (th 88-97) dimana pada saat itu sudah dikenal paham Kepausan, dan pada masa itu pula masih hidup murid-murid hasil didikan Para Rasul Yesus, jadi jika Kepausan salah sudah tentu terjadi penolakan.
Tetapi sejarah gereja menyatakan tidak ada penolakan, bahkan lembaga kepausan ini juga turut ambil bagian dalam penentuan Kanon Kitab Suci .
Penolakan terhadap lembaga Kepausan baru ada sekitar tahun 1054 (waw.... 1000 thn lebih setelah ada kepausan) karena sebelumnya antara Gereja Barat (Romawi) dan Gereja Timur (Konstantinopel) terjadi perselisihan yang faktor utamanya adalah karena faktor politik yang disebabkan perpindahan Ibukota kerajaan Romawi dari Roma ke Konstantinopel. Reformasi Protestan juga menolak Kepausan.

Bila kita mencoba melihat dalam Kitab Suci , jelas bahwa jabatan Petrus dan para rasul yang lain harus diwariskan. Mengapa? karena Gereja harus bertahan sepanjang masa (Mat 28:20) untuk mewartakan kabar baik (Mat 28:16-20). Kita tahu bahwa para rasul tidak mungkin dapat bertahan selamanya (karena mereka manusia) tetapi Gereja harus bertahan, oleh karena itulah jabatan Petrus dan para rasul diteruskan kepada pengganti mereka yaitu Paus, Uskup dan para Imam. Kita juga mengetahui bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul dengan Petrus sebagai kepala para rasul. Yesus pernah menekankan pentingnya Pondasi (Mat 7:24-27) dan kita tahu bahwa Gereja dibangun dengan dasar yang teguh (Mat 16:18) oleh karena itu, secara logika, jelas bahwa Jabatan Petrus dan para rasul harus diwariskan, karena Pondasi itu harus tetap mendasari Gereja, agar Gereja tetap kokoh berdiri. Contoh nyata dari kekokohan pndasi ini adalah bertahannya Gereja Katolik selama hampir 2000 tahun, walaupun selama perjalanan hidupnya Gereja Katolik mengalami penganiayaan, kejayaan, perpecahan, dll. Tetapi kita lihat Perlindungan ROH KUDUS kepada Gereja, sehingga Gereja tetap ada sampai sekarang.

Persepsi kita sudah beda cah samosir.
Saya membacanya berdasarkan keseluruhan Alkitab.

apakah menurut kamu, saya tidak berdasarkan alkitab ?? saya juga sdh berikan refensi alkitabnya kan juga dari sejarah gereja...anda tidak bisa melupakan begitu saja tentang sejarah gereja bro...
dan tolong bro, jgn menafsirkan alkitab menenurut kehendah anda sendiri, krn anda melanggar alkitab juga (bdk II Pet 1:20-21), krn yg saya lihat sodara2 di fk ini saja yg protestan, berbeda antara 1 sama lain dalam menafsirkannya...

Alkitab hanya mengenal uskup-uskup atau katakanlah penatua yang pengertiannya bisa ditukar satu dengan yang lain. Dan karena  Paus mengandung pengertian jabatan diatas segala uskup maka ini sudah keliru karena Alkitab tidak membicarakan demikian.


oh ya ???apakah anda juga akan menyangkal, klo Petrus diberi kuasa lebih dari para rasul yg lain ??(bdk Mat 16:18-22;Yoh 21:15; Kis 2:14  --> dasar alkitab)

Kalau mengenai dasar , itulah yang saya lihat berdasarkan Alkitab dan bukan berdasarkan opini manusia, dimana yang saya maksud adalah Kristus dan kesaksian tentang Kristus. Tentang penjabarannya sudah saya tulis lengkap diatas.

sekali lagi saya katakan :
tolong bro,jgn menafsirkan alkitab menenurut kehendah anda sendiri, krn anda melanggar alkitab juga (bdk II Pet 1:20-21 --> dasar alkitab), krn yg saya lihat sodara2 di fk ini saja yg protestan, berbeda antara 1 sama lain dalam menafsirkannya...dan hanya akan membuat banyak perpecahan nantinya....

Lalu pengertian gereja adalah bukanlah organisasi. Jadi tidak tepat bila dikatakan gereja tidak terpecah jika dan hanya jika organisaninya tidak terpecah.Dan kalau mengenai perpecahan , saya akui memang banyak diantara Protestant sendiri terjadi perpecahan.

oh ya ??? apakah anda melihat perpecaha di katolik ?? baik secara organisasi maupun secara apapun ???
tapi klo kamu mau jujur pada diri sendiri, lihatlah diprotestan..klo tidak salah, saat ini ada sekitar 33000 an denominasi....apakah ini bukan perpecahan ???

Tapi tidaklah berarti saya langsung banting stir ke Roman Catholic.

itu adalah hak anda bro, klo mau bertahan dipuing yg terpecah2 tersebut...saya jg tidak akan meminta anda apalagi memaksa anda banting stir ke katolik...biar hati anda dan ROH KUDUS yg mengajari anda...

Karena para reformator tidak akan mungkin berteriak jika tidak ada ajaran yang keliru dari Roman Catholic terutama Papacy (KePausan) dan semua doktrin Roman Catholic yang sama sekali bersebrangan dengan Alkitab.

berarti anda melebih rasul paulus yg klo melihat ada yg tidak beres, maka langsung bentuk denominasi baru...bukannya memperbaiki..ilustrasinya, klo istri anda berbuat salah, anda akan langsung koar2 dan berpecah, cari istri baru...or klo digereja yg anda ikuti skr, ada yg anda tidak cocok, anda akan dgn mudah pindah ke gereja lain..
lagian, tunjukkan bukti dong bro, mana doktrin katolik yg berseberangan dgn alkitab, jgn asal main tuduh saja...
klo saya tidak menuduh, tapi anda sendiri mengakui banyaknya perpecahan, dan anda menafsirkan alkitab menurut sekehendak anda sendiri....itu yg jelas2 berseberangan dgn alkitab...
mengenai papacy (paus) saya sdh berikan ulasannya diatas, baik dari sudut pandang alkitab maupun sejarah...bukti apa lagi yg anda harapkan ???

Dan saya hanya melihat bahwa justru para reformator itulah yang ingin mengembalikan ke ajaran gereja sebermula yang tidak kontradiktif dengan ajaran para rasul.

ajaran yg mana bro ??? ada juga bro, semua yg ada diprotestan yg baik...itu sdh ada di katolik..anda jgn melupakan bahwa protestan berasal dari katolik yg memberontak...

Mengenai perpecahan yang terjadi justru biarlah Tuhan yang menguji ambisi setiap orang,

kan sdh teruji bro...semakin banyaknya perpecahan...tanya kenapa ???

tapi satu hal yang penting bahwa Firman Tuhan dalam Alkitab jangan dilanggar sebagaimana yang dilakukan oleh pihak Roman Catholic dan diluruskan oleh para reformator.

lagi2 anda menuduh alkitab dilanggar oleh katolik...saya sdh jelaskan diatas jawabannya...

Justru pihak Roman Catholic lah yang menjadi sarang yang menyebabkan perpecahan ini terjadi.

gak kebalik tuh bro ?? saya sdh katakan diatas, apakah anda melihat gereja katolik ada terpecah ??? baik secara organisasi maupun apalah ??? justru sebaliknya bro...krn si luther biang kerok semua perpecahan tersebut...dan akhirnya buahnya adalah perpecahan baru demi perpecahan baru.

Dan Alkitab tidak pernah membicarakan Roman Catholic, melainkan hanya Catholic.
Anda tidak tau sama sekali tentang katolik...silahkan belajar lagi tentang katolik...

Saya yakin siapa yang mau membangun kembali Catholic ini kepada pengertian yang tepat dan tidak berseberangan dengan ajaran para Rasul , saya yakin itulah yang Tuhan kehendaki.

itulah yg telah, sedang, dan selalu dilakukan oleh gereja dalam kepemimpinan Paus dan dalam naungan ROH KUDUS...

salam damai...
May 29, 2008, 05:23:34 PM
Reply #28
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 102
  • Gender: Male
  • Christ is my portion !
Sudah...sudah...sudah.....

Pembahasan saya, saya rasa cukup sampai disini. 

Maaf bila ada kata saya yang menyinggung.

Salam damai dalam Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan Yesus memberkati kita:afro:
« Last Edit: May 29, 2008, 08:32:12 PM by Newman »
"If God spare my life, I will see to it that the boy who drives the plowshare knows more of the scripture than you, Sir!"
May 29, 2008, 07:20:09 PM
Reply #29
  • My Lovely Forum ^,^
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2675
  • Gender: Female
  • T4Ng4n Y4ng kU4T m3M3g4NgKu.....
Shalom,

Harap kedewasaan setiap member untuk dapat menerima setiap perbedaan yang ada, biarlah kita sama-sama belajar melalui topic ini.
Selamat berdiskusi  :)

Thx GBU

« Last Edit: May 29, 2008, 07:26:13 PM by Ik3 »
Apa yang tidak aku ingini, aku lakukan disini
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)