Author Topic: Mariologi --- Ada yang komplain nggak???  (Read 17224 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 05, 2010, 05:14:19 PM
Reply #30
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
KEKUDUSAN TABUT PERJANJIAN LAMA dan TABUT PERJANJIAN BARU
[/b][/u]


Tabut (peti) Perjanjian dalam PL, Tuhan telah menjaga Peti Perjanjian yang berisikan Firman Allah dari kenajisan dan memerintahkan agar kesuciannya selalu terjaga. Ketika lembu tergelincir dan Uza ingin menjaga agar Tabut tidak jatuh, setelah ia menyentuh Tabut, Uza dihukum mati.:
                              Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir.  Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. (2Sam 6:6-7)

Mari  bandingkan Peti Perjanjian yang membawa firman Allah dengan Peti (Maria) yang mengandung Firman Allah yang hidup yaitu Yesus. Tentu akan lebih suci dan bersih dari kenajisan apalagi dosa, karena muatannya lebih suci dan lebih penting yaitu Yesus yang adalah Allah sendiri. Seperti Tuhan tidak membiarkan Peti Perjanjian bernoda an ternajiskan demikian pula Tuhan tidak akan membiarkan Maria (Peti Perjanjian Baru) yang  mengandung dan memberikan darah dan daging yang mengalir dalam tubuh Yesus, ternajiskan oleh noda dosa. Ketika Adam masih berada di Taman Firdaus sebelum berbuat dosa, Adam dapat melihat dan bercakap-cakap dengan Tuhan, bahkan berjalanjalan bersama-Nya di taman Firdaus. Pengusiran Adam keluar dari Firdaus menunjukkan bahwa dosa tidak dapat berada dekat atau bersama dengan Tuhan. Karena dosa, maka Adam dan Hawa diusir dari hadirat (taman firdaus) Tuhan. Yesus adalah buah rahim Maria, karena itu tidak mungkin Maria ternoda oleh dosa dan ini menunjukkan bahwa Maria bebas dari segala macam dosa. Tuhan telah memilih Maria untuk menjalankan tugas sebagai Bunda putera-Nya, tentu Tuhan memilih Maria dengan persyaratan yang ketat dan kemudian membekalinya dengan persyaratan ketat agar Maria mampu menjalani jabatan dan tugasnya dengan baik dan sempurna.

Siapakah kita sehingga sampai berani mencurigai atau kurang percaya bahwa Tuhan telah memilih Maria dan juga mempersiapkannya untuk melakukan tugasnya? Apakah Tuhan tidak mampu mempersiapkan Maria untuk menjalankan tugasnya ? Bila ada mahluk yang mampu untuk memilih dan membekali seseorang untuk melakukan suatu tugas, siapa lagi yang dapat melakukannya dengan sempurna jika bukan Tuhan. Jika manusia mampu menciptakan pesawat dan mempersiapkan astronot untuk dapat melaksanakan tugasnya terbang ke bulan dan pulang ke bumi dengan selamat, amatlah mudah bagi Tuhan untuk menciptakan Maria yang bebas dari noda dosa Adam dan untuk menjaganya agar tidak berdosa.
January 05, 2010, 05:37:40 PM
Reply #31
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Berikut ini isi dari Mariologi: (Nama; Definisi Magisterium Pertama; Isi Dogma)

4. Pengangkatan Tubuh ke Surga   
Paus Pius XII (1950)   
Maria, setelah menyelesaikan jalan hidupnya di bumi, diangkat tubuh dan jiwanya ke keagungan surga.


Maria Assumpta (Maria diangkat ke Surga)
[/color]


"Yakinlah anakku, bahwa tubuhku ini, yang telah menjadi bejana bagi Sabda yang hidup, telah dihindarkan dari kerusakan makam. Yakinlah juga, bahwa tiga hari setelah kematianku, tubuhku itu dibawa oleh sayap-sayap malaikat menuju tangan kanan Putera Allah, di mana aku memerintah sebagai ratu."

Pesan Bunda Maria dalam suatu penampakan kepada St. Antonius dari Padua



Keyakinan akan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga telah lama ada dalam Gereja kita. Kita patut ingat bahwa Gereja Perdana disibukkan dengan menanggapi pertanyaan-pertanyaan seputar Kristus, teristimewa Inkarnasi-Nya dan persatuan hipostatik-Nya (persatuan ke-Allah-an dan kodrat manusiawi-Nya). Namun demikian, dalam membahas pertanyaan-pertanyaan ini, Gereja secara perlahan-lahan memaklumkan gelar-gelar bagi Maria sebagai Bunda Allah dan sebagai Hawa Baru, pula keyakinan akan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, yang kesemuanya itu merupakan dasar dari Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Dalam Munificentissimus Deus, Paus Pius XII menyebutkan banyak Bapa Gereja dalam usaha menelusuri tradisi yang telah lama ada sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga - beberapa di antaranya St Yohanes Damaskus, St Andreas dari Crete, St Modestus dari Yerusalem dan St Gregorius dari Tours. Uskup Theoteknos dari Livias (± 550-650) menyampaikan salah satu dari khotbah awali yang paling mendalam mengenai SP Maria Diangkat ke Surga, “Sebab Kristus mengambil kemanusiaan-Nya yang tak bernoda dari kemanusiaan Maria yang tak bernoda; dan apabila Ia telah mempersiapkan suatu tempat di surga bagi para rasul-Nya, betapa terlebih lagi Ia mempersiapkannya bagi BundaNya; jika Henokh telah diangkat dan Elia telah naik ke surga, betapa terlebih lagi Maria, yang bagaikan bulan bercahaya cemerlang di antara bintang-bintang dan mengungguli segala nabi dan rasul? Sebab bahkan meski badannya yang mengandung Tuhan merasakan kematian, badan itu tidak mengalami kerusakan, melainkan dipelihara dari kerusakan dan cemar dan diangkat ke surga dengan jiwanya yang murni dan tak bercela.”

St Yohanes Damaskus
(wafat 749) juga menuliskan suatu kisah yang menarik sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga, “St Juvenal, Uskup Yerusalem, dalam Konsili Kalsedon (451), memberitahukan kepada Kaisar Marcian dan Pulcheria, yang ingin memiliki tubuh Bunda Allah, bahwa Maria wafat di hadapan segenap para rasul, tetapi bahwa makamnya, ketika dibuka atas permintaan St Thomas, didapati kosong; dari situlah para rasul berkesimpulan bahwa tubuhnya telah diangkat ke surga.” Secara keseluruhan, para Bapa Gereja membela dogma SP Maria Diangkat ke Surga dengan dua alasan: Sebab Maria bebas dari noda dosa dan tetap perawan selamanya, ia tidak mengalami kerusakan badan, yang adalah akibat dari dosa asal, setelah wafatnya. Juga, jika Maria mengandung Kristus dan memainkan peran yang akrab mesra sebagai BundaNya dalam penebusan manusia, maka pastilah juga ia ikut ambil bagian badan dan jiwa dalam kebangkitan dan kemuliaan-Nya.

Kaisar Byzantine Mauritius (582-602) menetapkan perayaan Tertidurnya Santa Perawan Maria pada tanggal 15 Agustus bagi Gereja Timur. (Sebagian ahli sejarah menyatakan bahwa perayaan ini telah tersebar luas sebelum Konsili Efesus pada tahun 431.) Pada akhir abad keenam, Gereja Barat juga merayakan SP Maria Diangkat ke Surga. Sementara Gereja pertama-tama menekankan wafat Maria, secara perlahan-lahan terjadi pergeseran baik dalam gelar maupun substansinya, hingga pada akhir abad kedelapan, Sacramentarium Gregorian memiliki doa-doa bagi perayaan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Dogma Santa Perawan Maria diangkat ke surga dirayakan untuk menghormati suatu kebenaran, yaitu bahwa setelah akhir hidupnya di dunia, Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Dalam Kitab Kejadian 5:24 dan 2 Raja-raja 2:1-12 Kitab Suci menceritakan bagaimana tubuh Henokh dan Elia diangkat ke surga. Jadi hal diangkat ke surga bukanlah hal baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gereja tidak pernah menegaskan secara resmi apakah Bunda Maria benar-benar meninggal secara jasmani, meskipun banyak ahli yang beranggapan demikian.

Seandainya Maria dimakamkan di suatu tempat di dunia ini, pastilah ada makamnya. Bunda Maria sangat dihormati dan dicintai oleh Gereja Perdana. Jemaat Gereja Perdana dengan cermat sekali menjaga reliqui (Latin = peninggalan, yaitu tulang-belulang, pakaian dll peninggalan para kudus), jenasah serta barang-barang peninggalan para martir gereja. Kita mengetahui lokasi di mana Yesus dilahirkan, lokasi penyaliban, lokasi Yesus naik ke surga, serta banyak tempat-tempat penting lainnya yang berhubungan dengan kehidupan Kristus. Kita dapat mengenali tempat-tempat tersebut karena saudara-saudara kita dari Gereja Perdana meneruskan informasi tersebut kepada kita melalui Tradisi. Reliqui jemaat gereja perdana serta reliqui keduabelas rasul masih ada, demikian juga reliqui Kristus seperti Kain Kafan Turin dan potongan-potongan kayu dari Salib Kristus yang asli.

Seandainya saja Bunda Maria mempunyai makam, tentulah makamnya akan dihargai serta dihormati oleh gereja. Karena, bukankah ia adalah Bunda Allah. Kenyataannya, tidak satu pun kota di mana Bunda Maria pernah tinggal, Efesus atau pun Yerusalem, yang menyatakan memiliki makam Maria. Mengapa demikian? Karena memang tidak ada makamnya di dunia.

Kaum Protestan tidak setuju dengan dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, meskipun mereka percaya bahwa kelak kita semua 'akan diangkat bersama-sama' dan 'menyongsong Tuhan di angkasa' (1 Tesalonika 4:17). Sebaliknya, umat Katolik percaya bahwa Maria diberi keistimewaan untuk lebih dulu diangkat ke surga. Dan mengapakah ia tidak boleh menerima keistimewaan seperti itu, tubuhnya - yang merupakan bejana kudus bagi bayi Yesus - dihindarkan dari kerusakan duniawi?
January 06, 2010, 11:17:12 AM
Reply #32
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3804
  • Gender: Male
Berikut ini isi dari Mariologi: (Nama; Definisi Magisterium Pertama; Isi Dogma)

4. Pengangkatan Tubuh ke Surga   
Paus Pius XII (1950)   
Maria, setelah menyelesaikan jalan hidupnya di bumi, diangkat tubuh dan jiwanya ke keagungan surga.


Maria Assumpta (Maria diangkat ke Surga)
[/color]


"Yakinlah anakku, bahwa tubuhku ini, yang telah menjadi bejana bagi Sabda yang hidup, telah dihindarkan dari kerusakan makam. Yakinlah juga, bahwa tiga hari setelah kematianku, tubuhku itu dibawa oleh sayap-sayap malaikat menuju tangan kanan Putera Allah, di mana aku memerintah sebagai ratu."

Pesan Bunda Maria dalam suatu penampakan kepada St. Antonius dari Padua



Keyakinan akan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga telah lama ada dalam Gereja kita. Kita patut ingat bahwa Gereja Perdana disibukkan dengan menanggapi pertanyaan-pertanyaan seputar KRISTUS, teristimewa Inkarnasi-Nya dan persatuan hipostatik-Nya (persatuan ke-Allah-an dan kodrat manusiawi-Nya). Namun demikian, dalam membahas pertanyaan-pertanyaan ini, Gereja secara perlahan-lahan memaklumkan gelar-gelar bagi Maria sebagai Bunda Allah dan sebagai Hawa Baru, pula keyakinan akan Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa, yang kesemuanya itu merupakan dasar dari Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Dalam Munificentissimus Deus, Paus Pius XII menyebutkan banyak Bapa Gereja dalam usaha menelusuri tradisi yang telah lama ada sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga - beberapa di antaranya St Yohanes Damaskus, St Andreas dari Crete, St Modestus dari Yerusalem dan St Gregorius dari Tours. Uskup Theoteknos dari Livias (± 550-650) menyampaikan salah satu dari khotbah awali yang paling mendalam mengenai SP Maria Diangkat ke Surga, “Sebab KRISTUS mengambil kemanusiaan-Nya yang tak bernoda dari kemanusiaan Maria yang tak bernoda; dan apabila Ia telah mempersiapkan suatu tempat di surga bagi para rasul-Nya, betapa terlebih lagi Ia mempersiapkannya bagi BundaNya; jika Henokh telah diangkat dan Elia telah naik ke surga, betapa terlebih lagi Maria, yang bagaikan bulan bercahaya cemerlang di antara bintang-bintang dan mengungguli segala nabi dan rasul? Sebab bahkan meski badannya yang mengandung Tuhan merasakan kematian, badan itu tidak mengalami kerusakan, melainkan dipelihara dari kerusakan dan cemar dan diangkat ke surga dengan jiwanya yang murni dan tak bercela.”

St Yohanes Damaskus
(wafat 749) juga menuliskan suatu kisah yang menarik sehubungan dengan SP Maria Diangkat ke Surga, “St Juvenal, Uskup Yerusalem, dalam Konsili Kalsedon (451), memberitahukan kepada Kaisar Marcian dan Pulcheria, yang ingin memiliki tubuh Bunda Allah, bahwa Maria wafat di hadapan segenap para rasul, tetapi bahwa makamnya, ketika dibuka atas permintaan St Thomas, didapati kosong; dari situlah para rasul berkesimpulan bahwa tubuhnya telah diangkat ke surga.” Secara keseluruhan, para Bapa Gereja membela dogma SP Maria Diangkat ke Surga dengan dua alasan: Sebab Maria bebas dari noda dosa dan tetap perawan selamanya, ia tidak mengalami kerusakan badan, yang adalah akibat dari dosa asal, setelah wafatnya. Juga, jika Maria mengandung KRISTUS dan memainkan peran yang akrab mesra sebagai BundaNya dalam penebusan manusia, maka pastilah juga ia ikut ambil bagian badan dan jiwa dalam kebangkitan dan kemuliaan-Nya.

Kaisar Byzantine Mauritius (582-602) menetapkan perayaan Tertidurnya Santa Perawan Maria pada tanggal 15 Agustus bagi Gereja Timur. (Sebagian ahli sejarah menyatakan bahwa perayaan ini telah tersebar luas sebelum Konsili Efesus pada tahun 431.) Pada akhir abad keenam, Gereja Barat juga merayakan SP Maria Diangkat ke Surga. Sementara Gereja pertama-tama menekankan wafat Maria, secara perlahan-lahan terjadi pergeseran baik dalam gelar maupun substansinya, hingga pada akhir abad kedelapan, Sacramentarium Gregorian memiliki doa-doa bagi perayaan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga.

Dogma Santa Perawan Maria diangkat ke surga dirayakan untuk menghormati suatu kebenaran, yaitu bahwa setelah akhir hidupnya di dunia, Maria diangkat ke surga dengan jiwa dan raganya. Dalam Kitab Kejadian 5:24 dan 2 Raja-raja 2:1-12 Kitab Suci menceritakan bagaimana tubuh Henokh dan Elia diangkat ke surga. Jadi hal diangkat ke surga bukanlah hal baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gereja tidak pernah menegaskan secara resmi apakah Bunda Maria benar-benar meninggal secara jasmani, meskipun banyak ahli yang beranggapan demikian.

Seandainya Maria dimakamkan di suatu tempat di dunia ini, pastilah ada makamnya. Bunda Maria sangat dihormati dan dicintai oleh Gereja Perdana. Jemaat Gereja Perdana dengan cermat sekali menjaga reliqui (Latin = peninggalan, yaitu tulang-belulang, pakaian dll peninggalan para kudus), jenasah serta barang-barang peninggalan para martir gereja. Kita mengetahui lokasi di mana YESUS dilahirkan, lokasi penyaliban, lokasi YESUS naik ke surga, serta banyak tempat-tempat penting lainnya yang berhubungan dengan kehidupan KRISTUS. Kita dapat mengenali tempat-tempat tersebut karena saudara-saudara kita dari Gereja Perdana meneruskan informasi tersebut kepada kita melalui Tradisi. Reliqui jemaat gereja perdana serta reliqui keduabelas rasul masih ada, demikian juga reliqui KRISTUS seperti Kain Kafan Turin dan potongan-potongan kayu dari Salib KRISTUS yang asli.

Seandainya saja Bunda Maria mempunyai makam, tentulah makamnya akan dihargai serta dihormati oleh gereja. Karena, bukankah ia adalah Bunda Allah. Kenyataannya, tidak satu pun kota di mana Bunda Maria pernah tinggal, Efesus atau pun Yerusalem, yang menyatakan memiliki makam Maria. Mengapa demikian? Karena memang tidak ada makamnya di dunia.

Kaum Protestan tidak setuju dengan dogma Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, meskipun mereka percaya bahwa kelak kita semua 'akan diangkat bersama-sama' dan 'menyongsong Tuhan di angkasa' (1 Tesalonika 4:17). Sebaliknya, umat Katolik percaya bahwa Maria diberi keistimewaan untuk lebih dulu diangkat ke surga. Dan mengapakah ia tidak boleh menerima keistimewaan seperti itu, tubuhnya - yang merupakan bejana kudus bagi bayi YESUS - dihindarkan dari kerusakan duniawi?


Sis Debi, kalau boleh tahu lebih lanjut

apakah menurut sis, kejadian Bunda MARIA dianggkat di surga tidak begitu penting?
 
melihat relevansinya dengan penganggkatan Henokh dan Elia

pada Henokh dan Elia, hal tersebut "tercatat" di Alkitab yang adalah Firman Allah itu sendiri

sedang pada Bunda Maria, apakah ada tercatat di Alkitab?


GBU
January 06, 2010, 11:22:01 AM
Reply #33
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 21
  • Gender: Male
  • Tuhan tak pernah salah!!!
pusing.......rokok rokok...koran..koran
January 06, 2010, 11:25:27 AM
Reply #34
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 21
  • Gender: Male
  • Tuhan tak pernah salah!!!
January 06, 2010, 11:30:54 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2949
  • Gender: Male
Roshan, kenapa kamu?

Pertama, thanks buat Sis DEBI yang telah menjelaskan isi dari Mariologi kepada kita-kita.
2 Tim 4:3-4 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. -"Makanya ada POST yang DIHAPUS"
January 06, 2010, 11:35:59 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2949
  • Gender: Male
Gereja Katolik mengajarkan tiga pilar kebenaran: Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium ini yg membedakannya dengan Protestan.

Ini yang menjadi pokok perbedaan pandangan Katolik dengan Kristen.
So... saat Kristen melihat ini tidak ada di dalam Alkitab, maka dengan sendirinya timbul pertanyaan untuk mengkonfirmasi kebenaran dari hal tersebut. Dan ini yang saya lakukan.

Sekali lagi bukan untuk menghakimi kepercayaan katolik, melainkan untuk mencari tahu kebenaran yang dipegang katolik itu berdasarkan apa, khususnya mengenai Mariologi.

Saya berharap semua saudara/saudari yang ikut dalam forum ini berpartisipasi dalam kerangka yang sama.

2 Tim 4:3-4 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. -"Makanya ada POST yang DIHAPUS"
January 06, 2010, 11:38:31 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2949
  • Gender: Male
Bro. Deogratia atau Sis DEBI, Bisa bantu saya mendefinisikan/menjelaskan tentang Tradisi Suci dan Magisterium.
2 Tim 4:3-4 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. -"Makanya ada POST yang DIHAPUS"
January 06, 2010, 12:02:01 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1688
  • TUHAN adalah Juruselamatku
    • http://hakadosh.wordpress.com
Katolik vs Prostestan
adalah seperti
Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium
vs
Alkitab (minus tambahannya)

Alkitab berkata :"Satu Allah, maka satu pula pengantara, yaitu Kristus".
pertanyaan, di bagian mana di Alkitab A, B, C dan bagian mana ditradisi, bahwa ada perantara yang mengantarkan sesuatu sampai ia menjadi kesikian dari menuju Pengantara, Yesus.

Jika seorang Protestan memberi bukti, maka sangat susah memilih 'orang' terpercaya, bagi katolik akan mudah, misalnya si Paulus dari LYON (contoh saja).

Yang pada intinya.... tidak ada manusia yang benar, hanya TUHAN saja.
"Ajaran yang berasal dari manusia akan mati secepatnya", kata Rabi di jaman PB.
Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
January 06, 2010, 12:22:41 PM
Reply #39
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
Bro. Deogratia atau Sis DEBI, Bisa bantu saya mendefinisikan/menjelaskan tentang Tradisi Suci dan Magisterium.
ta bantu dikit :) [sok tahu]

Tradisi suci [T besar, bukan t kecil] - adalah Tradisi2 resmi/sah yg diterima dari para rasul dan diteruskan oleh para penerusnya dalam Gereja [G besar]


Magisterum itu Paus dan/bersama pejabat2 pemegang otoritas Gereja lainnya [kardinal, uskup...]
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)