Author Topic: Mariologi --- Ada yang komplain nggak???  (Read 17130 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 06, 2010, 03:53:36 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2949
  • Gender: Male
Bro. Deogratia atau Sis DEBI, Bisa bantu saya mendefinisikan/menjelaskan tentang Tradisi Suci dan Magisterium.
ta bantu dikit :) [sok tahu]

Tradisi suci [T besar, bukan t kecil] - adalah Tradisi2 resmi/sah yg diterima dari para rasul dan diteruskan oleh para penerusnya dalam Gereja [G besar]


Magisterum itu Paus dan/bersama pejabat2 pemegang otoritas Gereja lainnya [kardinal, uskup...]

Thanks, Moe.
Ada yang lain mengenai dua hal ini?
2 Tim 4:3-4 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng. -"Makanya ada POST yang DIHAPUS"
January 06, 2010, 05:21:55 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1688
  • TUHAN adalah Juruselamatku
    • http://hakadosh.wordpress.com
Bro. Deogratia atau Sis DEBI, Bisa bantu saya mendefinisikan/menjelaskan tentang Tradisi Suci dan Magisterium.

ta bantu dikit :) [sok tahu]

Tradisi suci [T besar, bukan t kecil] - adalah Tradisi2 resmi/sah yg diterima dari para rasul dan diteruskan oleh para penerusnya dalam Gereja [G besar]


Magisterum itu Paus dan/bersama pejabat2 pemegang otoritas Gereja lainnya [kardinal, uskup...]


Thanks, Moe.
Ada yang lain mengenai dua hal ini?

sebagai bahan study.. bisa dibuka
http://bible.org/seriespage/catholic-theology
Mikha 4:5 Biarpun segala bangsa berjalan masing-masing demi nama allahnya, tetapi kita akan berjalan demi nama TUHAN Allah kita untuk selamanya dan seterusnya.
January 07, 2010, 07:14:24 AM
Reply #42
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Bro. Deogratia atau Sis DEBI, Bisa bantu saya mendefinisikan/menjelaskan tentang Tradisi Suci dan Magisterium.


Tradisi suci definisinya sudah dijelaskan oleh Moe, karena keterbatasan waktu mungkin nanti akan saya jelaskan.

Mengenai Maisterium adalah WEWENANG MENGAJAR GEREJA- Umat Katolik percaya bahwa yang paling berwewenang menginterpretasikan Alkitab adalah para rasul dan para penerus mereka. Mereka inilah yg disebut Magisterium. Kepada Magisterium-lah kita percaya, Tuhan YESUS telah memberikan wewenang untuk menginterpretasikan Alkitab, sesuai dengan kuasa yang diberikan kepada para murid-Nya. Karenanya Gereja Katolik hanya memiliki SATU tafsir, tidak pernah ada perbedaan tafsir bagi orang Katolik mengenai iman akan YESUS, baik itu ayat2 dalam Alkitab ataupun Doktrin Gereja.

Kesatuan Gereja Katolik ini ditunjukkan dengan kesatuan dalam hal (1)iman dan pengajaran, berdasarkan ajaran KRISTUS (2) liturgi dan sakramen dan (3) kepemimpinan, yang awalnya dipegang oleh para rasul di bawah kepemimpinan Rasul Petrus, yang kemudian diteruskan oleh para pengganti mereka. Kepada kesatuan inilah semua para pengikut KRISTUS dipanggil (Fil 1:27, 2:2), sebagai “sebuah bangsa yang dipersatukan dengan kesatuan Bapa, Putera dan ROH KUDUS.”

Kesatuan Gereja Katolik dalam hal pengajaran mempunyai dua dimensi, yaitu berlaku di seluruh dunia dan berlaku sepanjang sejarah. Hal ini dimungkinkan karena dalam hal iman kepemimpinan Gereja dipegang oleh seorang kepala, yaitu seorang Paus yang bertindak sebagai wakil KRISTUS. Sepanjang sejarah, oleh bimbingan ROH KUDUS, Gereja semakin memahami akan ajaran-ajaran KRISTUS (Yoh 16:12-13) dan menjabarkannya, namun tidak pernah menetapkan sesuatu yang bertentangan dari apa yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dasar dari wewenang ini Matius 16:18, pada saat YESUS mengganti nama Simon menjadi Petrus, YESUS sekaligus mengatakan hal ini kepadanya, “Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus [artinya batu karang] dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.”

Perutusan agung ini depertegas lagi sesudah kebangkitan-Nya, YESUS mengatakan kepada Petrus untuk menggembalakan domba2Nya (21:15-18)

kepada kesebelas rasul (Yudas telah tewas menggantung diri dan Matias belum dipilih untuk menggantikannya): “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat 28:18-20).

Gereja Katolik yang bertahan dari abad pertama yang dengan setia mengajarkan pengajaran yang diberikan oleh KRISTUS kepada para Rasul-Nya. Kesinambungan para Paus dapat ditelusuri asalnya dari Paus Benediktus XVI sampai kepada Rasul Petrus. Hal ini tidak pernah terjadi di dalam organisasi apapun di dunia. Banyak Raja atau Kaisar yag lahir dan jatuh, kerajaan dan Kekaisaran yang runtuh karena memang didirikan oleh MANUSIA.Pemerintahan negara dunia yang tertua-pun tidak dapat menandingi lamanya keberadaan Gereja Katolik. Kita percaya Janji TUHAN tidak pernah GAGAL, YESUS mengatakan bahwa Alam Maut tidak akan menguasainya (Matius 16:18) dan Ia akan menyertai senantiasa sampai kepada akhir zaman (Mat 28:18-20).

Gereja Katolik telah berdiri selama kira-kira 2000 tahun, walaupun dalam sejarahnya sering menghadapi pertentangan dari dunia. Ini adalah kesaksian yang nyata bahwa Gereja berasal dari Tuhan, sebagai pemenuhan dari janji KRISTUS. Jadi, Gereja bukan semata-mata organisasi manusia, meskipun tidak bisa dipungkiri bahwa ada masa-masa di mana dipimpin oleh mereka yang tidak bijaksana, yang mencoreng nama Gereja dengan perbuatan- perbuatan mereka. Namun, kenyataannya, mereka tidak sanggup menghancurkan Gereja. Gereja Katolik tetap berdiri sampai sekarang. Jika Gereja ini hanya organisasi manusia semata, tentulah ia sudah hancur sejak lama. Sekarang Gereja Katolik beranggotakan sekitar satu milyar anggota, sekitar seper-enam dari jumlah manusia di dunia, dan menjadi kelompok yang terbesar dibandingkan dengan gereja-gereja yang lain. Ini bukan hasil dari kepandaian para pemimpin Gereja, tetapi karena karya ROH KUDUS.

« Last Edit: January 07, 2010, 07:16:20 AM by DEBI »
January 07, 2010, 07:58:16 AM
Reply #43
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Quote from: tonypaulo

Sis Debi, kalau boleh tahu lebih lanjut

apakah menurut sis, kejadian Bunda MARIA dianggkat di surga tidak begitu penting?
 
melihat relevansinya dengan penganggkatan Henokh dan Elia

pada Henokh dan Elia, hal tersebut "tercatat" di Alkitab yang adalah Firman Allah itu sendiri

sedang pada Bunda Maria, apakah ada tercatat di Alkitab?


GBU


Thanks atas pertanyaannya, kalau mengikuti kemauan saya sih itu penting. Bukan hanya Pengangkatan Bunda Maia saja, Banyak hal-hal penting yang tidak tertulis di Alkitab seperti kematian St Petrus dan St. Paulus di Roma. Mengapa hal itu jg tidak dituliskan?

Tentang hal ini pernah jg saya tanyakan ke Romo dia hanya menunjukkan ayat Yohanes 21:25: Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh YESUS, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Apa yg dikerjakan oleh YESUS sendiri saja masih banyak yg belum tertulis apalagi peristiwa2 yg terjadi setelah kenaikanNya. Namun demikian Gereja Katolik penuh dengan kekayaan literatur yang bisa dijadikan refrensi. Seperti halnya karya ROH KUDUS yang dinyatakan melalui Seorang Suster Anna Katharina Emmerick yang menerima karunia dari TUHAN untuk melihat (visi) tentang peristiwa kelahiran, sengsara, kematian dan kebangkitaNnya. Didalam tulisan Suster Anna ini menjawab banyak hal yang selama ini ada dalam benak saya, seperti apakah sensara YESUS? Berbentuk seperti apakah meja perjamuan?  siapakah sebenarnya yang dimaksud sebagai saudara2 YESUS? Kemanakah YESUS ketika Ia Wafat.

Maaf sebelumnya yah agak diluar topik bahasan kita.

Saya ambil beberapa kutipan Visi yg diterima oleh suster Anna Emmerick dari YESUS

Tentang saudara2 YESUS:

Bunda Maria memiliki Kakak kandung Yang bernama Maria Heli.
Maria Heli seringkali disebut dalam kisah ini. Menurut Sr. Emmerick, ia adalah puteri St. Yoakim dan St. Anna, yang dilahirkan hampir duapuluh tahun sebelum kelahiran Santa Perawan. Ia bukanlah anak terjanji, dan disebut Maria Heli, untuk membedakannya dari mereka dengan nama yang sama, sebab ia puteri Yoakim, yang disebut juga Heliachim. Suaminya bernama Kleopas, dan puterinya bernama Maria Kleopas. Tetapi, puterinya ini, lebih tua usianya dari bibinya, yaitu Santa Perawan. Maria Kleopas menikah pertama dengan Alfeus, dengan siapa ia beroleh tiga orang putera, yang kelak menjadi para rasul, yaitu Simon, Yakobus Muda dan Tadeus ( ketiganya masuk dalam bilangan 12 rasul) . Dari suaminya yang kedua, ia beroleh seorang putera, Sabat, dan seorang putera lain bernama Simon, dari suaminya yang ketiga, Yonas. Simon kelak menjadi Uskup Yerusalem.

Mengenai Nama Kalvari

Sementara merenungkan nama Golgota, Kalvari, Tempat Tengkorak, yaitu nama bukit karang di mana YESUS disalibkan, aku menjadi semakin tenggelam dalam kontemplasi, dan melihat dalam roh abad-abad dari masa Adam hingga ke masa KRISTUS, dan dalam penglihatan ini asal mula nama Kalvari dinyatakan kepadaku. Di sini, akan aku sampaikan segala yang aku ingat mengenainya.

Aku melihat Adam, setelah diusir dari Taman Firdaus, menangis dalam grotto di mana YESUS berkeringat air dan darah di Bukit Zaitun. Aku melihat bagaimana Set dijanjikan kepada Hawa di grotto kandang Betlehem, dan bagaimana Hawa melahirkannya dalam grotto yang sama. Aku juga melihat Hawa tinggal di gua-gua dekat Hebron, di mana Biara Esseni dari Maspha didirikan di kemudian hari.

Lalu, aku melihat negeri di mana Yerusalem dibangun, seperti keadaannya sesudah Air Bah, daratan seluruhnya terbengkalai, hitam, berbatu-batu dan amat berbeda dari sebelumnya. Di suatu kedalaman yang terdalam di bawah bebatuan yang membentuk Bukit Kalvari (yang terbentuk di tempat ini karena hempasan air), aku melihat kubur Adam dan Hawa. Tengkorak dan satu tulang rusuk hilang dari salah satu kerangka itu, dan tengkorak yang ada dipasangkan pada kerangka yang bukan bagian tubuhnya. Tulang-belulang Adam dan Hawa tidak seluruhnya berada dalam kubur itu, sebab Nuh membawa sebagian tulang-belulang bersamanya dalam bahtera; tulang-belulang itu lalu diwariskan dari generasi yang satu ke generasi sesudahnya oleh para bapa bangsa. Nuh, dan juga Abraham, mempunyai kebiasaan, saat mempersembahkan kurban, mereka senantiasa meletakkan sebagian tulang-belulang Adam di atas altar guna mengingatkan yang Mahakuasa atas janji-Nya. Ketika Yakub memberikan sebuah jubah indah berwarna-warni kepada Yusuf, ia juga memberinya sebagian tulang-belulang Adam untuk disimpannya sebagai reliqui. Yusuf senantiasa mengenakannya pada dadanya, dan di kemudian hari tulang-belulang itu ditempatkan bersama dengan tulang-belulangnya sendiri dalam wadah reliqui pertama yang dibawa keluar anak-anak Israel dari Mesir. Aku melihat banyak hal serupa itu, tetapi sebagian terlupakan olehku, sedangkan sebagian lain tak dapat aku menggambarkannya karena waktu.

Mengenai asal mula nama Kalvari, aku ceritakan segala yang aku ketahui. Aku melihat bukit yang menyandang nama ini pada masa Nabi Eliseus. Pada masa itu, keadaannya tidak sama seperti pada masa penyaliban Tuhan kita, melainkan merupakan sebuah bukit dengan banyak tembok dan gua-gua yang menyerupai makam-makam di atasnya. Aku melihat Nabi Eliseus turun ke dalam gua-gua ini, tak dapat aku mengatakan apakah hal ini sesungguhnya terjadi atau hanya dalam suatu penglihatan, dan aku melihatnya mengambil sebuah tengkorak dari sebuah batu makam di mana tulang-tulang disemayamkan. Seseorang yang berada di sampingnya - aku pikir seorang malaikat - mengatakan kepadanya, “Inilah tengkorak Adam.” Sang nabi berhasrat membawanya pergi, namun temannya melarang. Aku melihat di atas tengkorak terdapat beberapa helai rambut berwarna pirang.

Aku juga tahu bahwa karena nabi menceriterakan apa yang telah terjadi padanya, maka tempat ini dinamakan Kalvari. Dan akhirnya, aku melihat Salib YESUS dipancangkan secara vertikal di atas tengkorak Adam. Diberitahukan kepadaku bahwa tempat ini adalah tepat pusat bumi; pada saat yang sama diperlihatkan kepadaku angka-angka dan ukuran-ukuran yang sebenarnya dari tiap negara, baik masing-masing maupun secara keseluruhan, tetapi hal itu terlupakan olehku. Namun demikian, aku melihat pusat ini dari atas, seolah dari sudut pandang mata seekor burung. Dengan cara demikian, seorang dapat melihat jauh lebih jelas dari sekedar melihat dalam peta, segala macam negara, gunung, padang gurun, samudera, sungai dan kota, bahkan tempat-tempat yang terkecil sekalipun, baik jauh maupun dekat.


Supaya tidak melebar lagi mungkin sebagian yg bisa saya share khan tentang refrensi diluar Alkitab yang saya pribadi menggunakannya utk memperkaya iman. Vatican sendiri menganjurkan umat beriman membaca tulisan-tulisan  berdasarkan kisah penglihatan biarawati Agustinian ini, sebagaimana dinyatakan dalam biografi Anna Katharina Emmerick yang dimuat secara online di situs resmi Vatican, “Kata-katanya, yang telah menjangkau begitu banyak orang yang tak terhitung banyaknya dalam berbagai macam bahasa, yang dituturkannya dari kamarnya yang sederhana di Dülmen melalui tulisan-tulisan Clemens Brentano, sungguh merupakan suatu pemakluman luar biasa Injil demi keselamatan hingga saat ini.”




« Last Edit: January 07, 2010, 08:07:30 AM by DEBI »
January 07, 2010, 10:07:14 AM
Reply #44
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3804
  • Gender: Male
Quote from: tonypaulo
Sis Debi, kalau boleh tahu lebih lanjut
apakah menurut sis, kejadian Bunda MARIA dianggkat di surga tidak begitu penting?
melihat relevansinya dengan penganggkatan Henokh dan Elia
pada Henokh dan Elia, hal tersebut "tercatat" di Alkitab yang adalah Firman Allah itu sendiri
sedang pada Bunda Maria, apakah ada tercatat di Alkitab?
GBU


Thanks atas pertanyaannya, kalau mengikuti kemauan saya sih itu penting. Bukan hanya Pengangkatan Bunda Maia saja, Banyak hal-hal penting yang tidak tertulis di Alkitab seperti kematian St Petrus dan St. Paulus di Roma. Mengapa hal itu jg tidak dituliskan?

Mungkin hal-hal penting buat manusia belum tentu penting bagi TUHAN sis.

Kalau bicara tentang kematian Rasul Petrus dan Rasul Paulus atau semua Rasul, atau 120 orang percaya yang berkumpul pada saat pantekosta, atau 5000 orang yang menjadi percaya disaat pantekosta

Kalau ditelaah secara pengajaran tentang Kristus, mungkin tidak signifikan, karena “bobot” Ilahi nya tidak ada, kemudian dapat membuat Alkitab menjadi “Buku” sangat tebal

Sebagaimana ROH KUDUS berperan untuk “menyeleksi” kitab2 yang dapat tertuang dikumpulan Alkitab, dalam hal ini saya berhenti disini, tanpa ingin membahas perbedaan Alkitab Khatolik dan Protestan

Tentang hal ini pernah jg saya tanyakan ke Romo dia hanya menunjukkan ayat Yohanes 21:25: Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh YESUS, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.

Apa yg dikerjakan oleh YESUS sendiri saja masih banyak yg belum tertulis apalagi peristiwa2 yg terjadi setelah kenaikanNya. Namun demikian Gereja Katolik penuh dengan kekayaan literatur yang bisa dijadikan refrensi. Seperti halnya karya ROH KUDUS yang dinyatakan melalui Seorang Suster Anna Katharina Emmerick yang menerima karunia dari TUHAN untuk melihat (visi) tentang peristiwa kelahiran, sengsara, kematian dan kebangkitaNnya. Didalam tulisan Suster Anna ini menjawab banyak hal yang selama ini ada dalam benak saya, seperti apakah sensara YESUS? Berbentuk seperti apakah meja perjamuan?  siapakah sebenarnya yang dimaksud sebagai saudara2 YESUS? Kemanakah YESUS ketika Ia Wafat.

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Romo tersebut

Saya rasa argumen tersebut adalah yang diperbuat oleh YESUS, bukan yang diperbuat oleh Maria, Ibu YESUS, sehingga argumen tersebut “tidak menjawab” ketika ada pertanyaan Ibu Yesus ; Maria naik ke sorga?

Kan Fokusnya Yesus, bukan Ibu Yesus (jasmani)

Ketika tidak tertulis di Alkitab mengenai Bunda Maria dianggkat ke sorga

Bagi saya pribadi adalah suatu spekulasi, bisa iya bisa juga tidak

Untuk Henokh, tertulis di Alkitab bahwa ia dianggkat Tuhan, begitu pula dengan Elia, namun ketika Bunda Maria diangkat Tuhan, siapa saksinya? Dan mengapa tidak tertulis di Alkitab?


Maaf sebelumnya yah agak diluar topik bahasan kita.
Saya ambil beberapa kutipan Visi yg diterima oleh suster Anna Emmerick dari YESUS
Tentang saudara2 YESUS:
Bunda Maria memiliki Kakak kandung Yang bernama Maria Heli.
Maria Heli seringkali disebut dalam kisah ini. Menurut Sr. Emmerick, ia adalah puteri St. Yoakim dan St. Anna, yang dilahirkan hampir duapuluh tahun sebelum kelahiran Santa Perawan. Ia bukanlah anak terjanji, dan disebut Maria Heli, untuk membedakannya dari mereka dengan nama yang sama, sebab ia puteri Yoakim, yang disebut juga Heliachim. Suaminya bernama Kleopas, dan puterinya bernama Maria Kleopas. Tetapi, puterinya ini, lebih tua usianya dari bibinya, yaitu Santa Perawan. Maria Kleopas menikah pertama dengan Alfeus, dengan siapa ia beroleh tiga orang putera, yang kelak menjadi para rasul, yaitu Simon, Yakobus Muda dan Tadeus ( ketiganya masuk dalam bilangan 12 rasul) . Dari suaminya yang kedua, ia beroleh seorang putera, Sabat, dan seorang putera lain bernama Simon, dari suaminya yang ketiga, Yonas. Simon kelak menjadi Uskup Yerusalem.

Mengenai Nama Kalvari

Sementara merenungkan nama Golgota, Kalvari, Tempat Tengkorak, yaitu nama bukit karang di mana YESUS disalibkan, aku menjadi semakin tenggelam dalam kontemplasi, dan melihat dalam roh abad-abad dari masa Adam hingga ke masa KRISTUS, dan dalam penglihatan ini asal mula nama Kalvari dinyatakan kepadaku. Di sini, akan aku sampaikan segala yang aku ingat mengenainya.

Aku melihat Adam, setelah diusir dari Taman Firdaus, menangis dalam grotto di mana YESUS berkeringat air dan darah di Bukit Zaitun. Aku melihat bagaimana Set dijanjikan kepada Hawa di grotto kandang Betlehem, dan bagaimana Hawa melahirkannya dalam grotto yang sama. Aku juga melihat Hawa tinggal di gua-gua dekat Hebron, di mana Biara Esseni dari Maspha didirikan di kemudian hari.

Lalu, aku melihat negeri di mana Yerusalem dibangun, seperti keadaannya sesudah Air Bah, daratan seluruhnya terbengkalai, hitam, berbatu-batu dan amat berbeda dari sebelumnya. Di suatu kedalaman yang terdalam di bawah bebatuan yang membentuk Bukit Kalvari (yang terbentuk di tempat ini karena hempasan air), aku melihat kubur Adam dan Hawa. Tengkorak dan satu tulang rusuk hilang dari salah satu kerangka itu, dan tengkorak yang ada dipasangkan pada kerangka yang bukan bagian tubuhnya. Tulang-belulang Adam dan Hawa tidak seluruhnya berada dalam kubur itu, sebab Nuh membawa sebagian tulang-belulang bersamanya dalam bahtera; tulang-belulang itu lalu diwariskan dari generasi yang satu ke generasi sesudahnya oleh para bapa bangsa. Nuh, dan juga Abraham, mempunyai kebiasaan, saat mempersembahkan kurban, mereka senantiasa meletakkan sebagian tulang-belulang Adam di atas altar guna mengingatkan yang Mahakuasa atas janji-Nya. Ketika Yakub memberikan sebuah jubah indah berwarna-warni kepada Yusuf, ia juga memberinya sebagian tulang-belulang Adam untuk disimpannya sebagai reliqui. Yusuf senantiasa mengenakannya pada dadanya, dan di kemudian hari tulang-belulang itu ditempatkan bersama dengan tulang-belulangnya sendiri dalam wadah reliqui pertama yang dibawa keluar anak-anak Israel dari Mesir. Aku melihat banyak hal serupa itu, tetapi sebagian terlupakan olehku, sedangkan sebagian lain tak dapat aku menggambarkannya karena waktu.

Mengenai asal mula nama Kalvari, aku ceritakan segala yang aku ketahui. Aku melihat bukit yang menyandang nama ini pada masa Nabi Eliseus. Pada masa itu, keadaannya tidak sama seperti pada masa penyaliban Tuhan kita, melainkan merupakan sebuah bukit dengan banyak tembok dan gua-gua yang menyerupai makam-makam di atasnya. Aku melihat Nabi Eliseus turun ke dalam gua-gua ini, tak dapat aku mengatakan apakah hal ini sesungguhnya terjadi atau hanya dalam suatu penglihatan, dan aku melihatnya mengambil sebuah tengkorak dari sebuah batu makam di mana tulang-tulang disemayamkan. Seseorang yang berada di sampingnya - aku pikir seorang malaikat - mengatakan kepadanya, “Inilah tengkorak Adam.” Sang nabi berhasrat membawanya pergi, namun temannya melarang. Aku melihat di atas tengkorak terdapat beberapa helai rambut berwarna pirang.

Aku juga tahu bahwa karena nabi menceriterakan apa yang telah terjadi padanya, maka tempat ini dinamakan Kalvari. Dan akhirnya, aku melihat Salib YESUS dipancangkan secara vertikal di atas tengkorak Adam. Diberitahukan kepadaku bahwa tempat ini adalah tepat pusat bumi; pada saat yang sama diperlihatkan kepadaku angka-angka dan ukuran-ukuran yang sebenarnya dari tiap negara, baik masing-masing maupun secara keseluruhan, tetapi hal itu terlupakan olehku. Namun demikian, aku melihat pusat ini dari atas, seolah dari sudut pandang mata seekor burung. Dengan cara demikian, seorang dapat melihat jauh lebih jelas dari sekedar melihat dalam peta, segala macam negara, gunung, padang gurun, samudera, sungai dan kota, bahkan tempat-tempat yang terkecil sekalipun, baik jauh maupun dekat.


Supaya tidak melebar lagi mungkin sebagian yg bisa saya share khan tentang refrensi diluar Alkitab yang saya pribadi menggunakannya utk memperkaya iman. Vatican sendiri menganjurkan umat beriman membaca tulisan-tulisan  berdasarkan kisah penglihatan biarawati Agustinian ini, sebagaimana dinyatakan dalam biografi Anna Katharina Emmerick yang dimuat secara online di situs resmi Vatican, “Kata-katanya, yang telah menjangkau begitu banyak orang yang tak terhitung banyaknya dalam berbagai macam bahasa, yang dituturkannya dari kamarnya yang sederhana di Dülmen melalui tulisan-tulisan Clemens Brentano, sungguh merupakan suatu pemakluman luar biasa Injil demi keselamatan hingga saat ini.”

Sepertinya jika seseorang diberikan pengelihatan (bisa dilihat di Alkitab) itu selalu ke depan atau masa yang akan datang

Saya masih ragu ketika pengelihatan tersebut diberikan ke masa sebelumnya? Apakah definisi pengelihatan masih relevan digunakan?

Menurut saya untuk apa melihat tengkorak Adam? Sebagai bukti bagi Iman? Jika ada bukti bukanlah Iman namanya melainkan ilmu pengetahuan

Mengenai dimana letak persisnya Salib, juga manfaatnya kira-kira apa? Untuk barang bukti dari “pengelihatan” seseorang?

Sepertinya upaya membuktikan keberadaan Adam dan posisi tepat Salib Kristus, adalah sesuatu yang bertentangan dengan Iman, karena jika focus kepada pembuktian fisik maka Iman tidak berfaedah sama sekali

Demikian tanggapan saya sis Debi

Saya berterima kasih karena Sis Debi mau menjawab pertanyaan saya

Semoga tidak keberatan untuk menjawab pertanyaan saya lebih lanjut

GBU
January 07, 2010, 01:11:06 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 679
  • yesaya 52:14..
Tanpa Maria ti­dak ada YESUS. . Demi alasan ini, Maria layak dihormati.
 

tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat saya pada Bunda Maria..

maaf sis Debi..apakah ALLAH tidak begitu berkuasanya kah sehingga
ada pernyataan seperti diatas..menjadikan bumi beserta isinya bukanlah perkara besar bagi ALLAH,apa iya tanpa Maria tidak ada YESUS..??

kalo gitu anda juga percaya dong jika saya ganti pernyataan diatas dgn:tanpa bung Karno/Hatta tidak ada Indonesia..??

pernyataan anda diatas bagi saya sama saja anda menyangsikan kuasa TUHAN,ALLAH anda sendiri..

Berikut ini isi dari Mariologi: (Nama; Definisi Magisterium Pertama; Isi Dogma)

1. Keperawanan Selamanya
Simbol pembaptisan semenjak abad ketiga   
'Keperawanan Maria Selamanya' berarti Maria adalah seorang perawan sebelum, selama dan sesudah melahirkan.

2. Bunda Allah   
Konsili Efesus (431)   
Maria adalah benar-benar Bunda Allah karena kesatuannya dengan KRISTUS, Putra Allah.

3. Pembuahan Suci
Paus Pius IX (1854)   
Maria, pada saat dirinya diciptakan, dijaga kesuciannya dari dosa asal.

4. Pengangkatan Tubuh ke Surga   
Paus Pius XII (1950)   
Maria, setelah menyelesaikan jalan hidupnya di bumi, diangkat tubuh dan jiwanya ke keagungan surga.


selama pernyataan/pengakuan itu datang dari manusia/gereja diluar ALLAH/YESUS/ALKITAB itu sendiri maka akan sangat lumrah apabila ada perbantahan/penyangkalan..yang mau percaya/mengakui silahkan,bagi yang tidak itu juga disilahkan,,monggo massss/mbaaaa...

syalom..
"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan Dia dengan kesakitan.Apabila Ia menyerahkan diriNya sebagai korban penebus salah, Ia akan melihat keturunanNya, umurNya akan Lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehNya."yesaya 53;10..
January 08, 2010, 09:47:07 AM
Reply #46
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Quote from: tonypaulo

Mungkin hal-hal penting buat manusia belum tentu penting bagi TUHAN sis.

Kalau bicara tentang kematian Rasul Petrus dan Rasul Paulus atau semua Rasul, atau 120 orang percaya yang berkumpul pada saat pantekosta, atau 5000 orang yang menjadi percaya disaat pantekosta

Kalau ditelaah secara pengajaran tentang KRISTUS, mungkin tidak signifikan, karena “bobot” Ilahi nya tidak ada, kemudian dapat membuat Alkitab menjadi “Buku” sangat tebal

Sebagaimana ROH KUDUS berperan untuk “menyeleksi” kitab2 yang dapat tertuang dikumpulan Alkitab, dalam hal ini saya berhenti disini, tanpa ingin membahas perbedaan Alkitab Khatolik dan Protestan





Inti dari Alkitab mulai dari Kitab Kejadian hingga Kitab Wahyu dapat kita simpulkan dalam satu kata yaitu KASIH tidak lebih. Keseluruhan dari isi Alkitab hanya berbicara tentang KASIH ALLAH yang mewujud dalam Sabda yang menjelma menjadi daging dan berpuncak pada Kematian Sang Putra di kayu Salib. Jadi fokus utama adalah KASIH Allah yang diNYATAKAN dalam Janji Keselamatan, Karya, Keselamatan dan Warta Keselamatan. Para penulis Kitab Pernjanjian Lama menulis tentang Janji keselamatan, Penulis injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes menulis tentang Karya keselamatan mulai dari Salam yang diterima oleh Maria dari Malaikat Gabriel hingga terangkatnya YESUS ke Surga. Dan Lukas menuliskan tentang warta keselamatan melalui para Rasul. Ada tiga Babak karya ke Allah-an. Allah Bapa yang menjanjikan Keselamatan, Keselamatan yg dipenuhi oleh Allah Putra dan Allah ROH KUDUS yang menyertai umat beriman hingga akhir Zaman.

Maria memiliki peran vital dalam Karya Keselamatan manusia oleh Allah dalam periode inilah peran Maria dicatat atau tertulis. Karena Alkitab secara keseluruhan berbicara tentang KASIH - sebab ALLAH adalah KASIH - Mungkin (sekali lagi mungkin, ini anggapan saya) para penulis "hanya" menulis hingga Warta Keselamatan yg dilakukan para rasul karena yg menjadi Fokus secara keseluruhan dari isi Alkitab adalah ALLAH.

« Last Edit: January 08, 2010, 09:58:12 AM by DEBI »
January 08, 2010, 10:11:07 AM
Reply #47
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Quote from: tonypaulo

Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Romo tersebut

Saya rasa argumen tersebut adalah yang diperbuat oleh YESUS, bukan yang diperbuat oleh Maria, Ibu YESUS, sehingga argumen tersebut “tidak menjawab” ketika ada pertanyaan Ibu YESUS ; Maria naik ke sorga?

Kan Fokusnya YESUS, bukan Ibu YESUS (jasmani)

Ketika tidak tertulis di Alkitab mengenai Bunda Maria dianggkat ke sorga

Bagi saya pribadi adalah suatu spekulasi, bisa iya bisa juga tidak

Untuk Henokh, tertulis di Alkitab bahwa ia dianggkat Tuhan, begitu pula dengan Elia, namun ketika Bunda Maria diangkat Tuhan, siapa saksinya? Dan mengapa tidak tertulis di Alkitab?



Seperti saya jelaskan bahwa Katolik mengajarkan tiga pilar kebenaran: Alkitab, Tradisi Suci, dan Magisterium. Bagi kawan2 Protestan kenaikan Maria ke Surga adalah spekulasi karena tidak ada dasarnya jika mengacu pada ALKITAB saja. Tapi bagi Katolik   kenaikan Maria kesurga adalah kebenaran Iman, dimaklumkan oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950.

2 Tesalonika 2:15 "Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis"

Kuasa Gereja untuk menetapkan dogma Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Dosa dan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga datang dari kuasa mengajar yang dilimpahkan Yesus kepada Petrus dan para rasul. Kenyataan mengenai adanya ajaran-ajaran atau pun kejadian-kejadian yang tidak secara khusus dicatat di dalam Kitab Suci tidak berarti bahwa ajaran-ajaran atau pun kejadian-kejadian itu tidak ada. Gereja telah menetapkan dengan cermat dan tegas demi kepentingan kaum beriman karena Yesus telah berjanji kepada kita bahwa Ia akan membimbing dan mengajar Gereja-Nya dengan mutlak (tanpa salah) melalui para pemimpin gereja serta melalui Magisterium Gereja (Kuasa mengajar Gereja: tak dapat sesat dalam hal iman dan susila (moral) karena dilindungi oleh Allah ROH KUDUS) sampai akhir zaman.




January 08, 2010, 10:35:16 AM
Reply #48
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Quote from: young partizan

Tanpa Maria ti­dak ada YESUS. . Demi alasan ini, Maria layak dihormati.
 
tanpa mengurangi sedikitpun rasa hormat saya pada Bunda Maria..

maaf sis Debi..apakah ALLAH tidak begitu berkuasanya kah sehingga
ada pernyataan seperti diatas..menjadikan bumi beserta isinya bukanlah perkara besar bagi ALLAH,apa iya tanpa Maria tidak ada YESUS..??

kalo gitu anda juga percaya dong jika saya ganti pernyataan diatas dgn:tanpa bung Karno/Hatta tidak ada Indonesia..??

pernyataan anda diatas bagi saya sama saja anda menyangsikan kuasa TUHAN,ALLAH anda sendiri..


Trimakasih atas tanggapannya. Saya akan menjawab pertanyaan anda dengan mengajukan sebuah pertanyaan yang sama apakah ALLAH tidak begitu berkuasanya kah? sehingga membiarkan ADAM dan HAWA JATUH dalam dosa. Ia yang menjadikan bumi beserta isinya bukanlah perkara besar bagi ALLAH untuk membuat ADAM dan HAWA tidak JATUH dalam DOSA. Anda lupa sesuatu ....

Dalam salah satu penampakan YESUS di Korea kepada Julia Kim, YESUS berfirman " Hendaknya Engkau MENGHORMATI Bundaku! Jika saja Bundaku mengatakan TIDAK  maka BAPAku tidak dapat berbuat apa-apa, karena Manusia diberi kehendak Bebas oleh NYA!" Oleh Karena KEHENDAK BEBAS lah Hawa mengundang MAUT bagi manusia Oleh Karena Kehendak Bebaslah Maria mengandung SABDA yang menyelamatkan manusia dari MAUT. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel, yang berupa sebuah ‘undangan’ untuk mengambil bagian dalam karya Keselamatan Allah, dengan menjadi ibu bagi YESUS sang Penyelamat. Maria menanggapi undangan ini dengan kesediaannya mengizinkan penjelmaan YESUS menjadi manusia ini mengambil tempat di dalam rahimnya.Maka terlihat di sini peran Maria yang sangat penting sebab oleh ketaatannya, ia membawa KRISTUS Sang Penyelamat ke dunia, melalui Inkarnasi. Oleh Maria, maka ayat ini tergenapi, “Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita.” (Yoh 1:14)

Dengan demikian Maria menjadi Hawa yang baru. Sebab oleh ketidak taatan Hawa yang pertama, umat manusia jatuh ke dalam dosa, sedangkan oleh ketaatan Maria (Hawa yang baru) umat manusia memperoleh Sang Penyelamatnya. St Irenaeus (180) berkata, “Ikatan yang disebabkan oleh ketidak-taatan Hawa telah diuraikan karena ketaatan Maria; apa yang diikat oleh perawan Hawa karena ia tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya.”. Dan karena tubuh YESUS, sebagai alat Keselamatan  (lih. Ibr 10:10) diberikan kepada YESUS oleh Maria saat Ia terbentuk dalam rahimnya, maka Maria sebagai Ibu YESUS memiliki peran yang sangat istimewa dalam keselamatan manusia, yang tidak dapat dibandingkan dengan semua ciptaan lainnya.


Quote from: ]

[b
SELURUH DUNIA MENANTI JAWABAN MARIA
[/b]
oleh St Bernardus, Abas (1090-1153)

Telah engkau dengar, ya Santa Perawan, bahwa engkau akan mengandung dan melahirkan seorang Putra; telah engkau dengar bahwa hal itu terjadi bukan dari manusia melainkan dari ROH KUDUS. Malaikat menanti jawaban; sudah waktunyalah bagi dia untuk kembali kepada Tuhan yang mengutusnya. Kami pun menanti, ya Santa Perawan, jawaban belas kasihanmu; hukuman kebinasaan begitu berat menghimpit kami.

Harga keselamatan kami ditawarkan kepadamu. Kami akan dibebaskan begitu engkau menyatakan kesediaanmu. Dalam Sabda Allah yang kekal kami semua dijadikan, dan lihatlah, kami akan mati. Dalam jawaban singkatmu kami akan dijadikan baru untuk dipanggil kembali kepada hidup.

Adam yang berduka bersama anak cucunya yang sengsara memohon ini daripadamu, ya Perawan yang menawan, dalam pembuangan mereka dari Firdaus. Abraham memohonkannya, Daud memohonkannya. Segenap para bapa bangsa yang lain, para leluhurmu, juga memohonkannya daripadamu, sementara mereka tinggal di negeri bayangan maut. Inilah yang dinanti-nantikan seluruh dunia, dengan sujud di kakimu. Benarlah kami bertindak demikian, sebab dari jawabanmu bergantunglah penghiburan bagi yang malang, tebusan bagi para tawanan, kebebasan bagi yang dihukum, sesungguhnya, keselamatan bagi segenap anak-anak Adam, segenap bangsamu.

Jawablah segera, ya Perawan. Bersegeralah dalam menjawab malaikat, atau tepatnya melalui malaikat kepada Tuhan. Jawablah dengan sepatah kata, terimalah Sabda Allah. Nyatakanlah kesediaanmu, kandunglah Sabda Ilahi. Desahkanlah jawabmu, peluklah Sabda yang kekal.

Mengapakah engkau berlambat; mengapakah engkau takut? Percayalah, muliakanlah dan terimalah. Biarlah kerendahan hati dipegang teguh, biarlah kesahajaan menjadi keyakinan yang kokoh. Ini bukanlah waktu bagi kesederhanaan perawan untuk melupakan kebijaksanaan. Namun, dalam hal ini saja, ya Perawan yang bijaksana, janganlah takut menjadi lancang. Meski hening dalam kerendahan hati sungguh baik, tetapi sekarang ini berbicara dengan patuh lebih perlu. Bukalah hatimu kepada iman, ya Santa Perawan, bibirmu untuk memuliakan, rahimmu bagi sang Pencipta. Lihatlah, hasrat sekalian bangsa ada di ambang pintumu, mengetuk-ngetuk agar diperbolehkan masuk. Andai Ia berlalu karena engkau berlambat, maka dalam sengsara engkau akan mulai mencari-Nya kembali, Dia yang adalah kekasih jiwamu. Bangkitlah, bergegaslah, bukalah. Bangkitlah dalam iman, bergegaslah dalam sembah sujud, bukalah mulutmu dalam pujian dan ucapan syukur.

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; katanya, jadilah padaku menurut perkataanmu itu.


« Last Edit: January 08, 2010, 10:48:56 AM by DEBI »
January 08, 2010, 10:45:11 AM
Reply #49
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
Quote from: young partizan


[quote author=]

1. Keperawanan Selamanya
Simbol pembaptisan semenjak abad ketiga   
'Keperawanan Maria Selamanya' berarti Maria adalah seorang perawan sebelum, selama dan sesudah melahirkan.

2. Bunda Allah   
Konsili Efesus (431)   
Maria adalah benar-benar Bunda Allah karena kesatuannya dengan KRISTUS, Putra Allah.

3. Pembuahan Suci
Paus Pius IX (1854)   
Maria, pada saat dirinya diciptakan, dijaga kesuciannya dari dosa asal.

4. Pengangkatan Tubuh ke Surga   
Paus Pius XII (1950)   
Maria, setelah menyelesaikan jalan hidupnya di bumi, diangkat tubuh dan jiwanya ke keagungan surga.



selama pernyataan/pengakuan itu datang dari manusia/gereja diluar ALLAH/YESUS/Alkitab itu sendiri maka akan sangat lumrah apabila ada perbantahan/penyangkalan..yang mau percaya/mengakui silahkan,bagi yang tidak itu juga disilahkan,,monggo massss/mbaaaa...

syalom..

Apakah ALKITAB yang anda baca turun dari langit begitu saja? Bukankah Manusia pulalah yg menuliskannya? Jika anda tidak meyakini sesuai apa yg saya yakini mengapa harus memberi tanggapan seperti diatas?

Salam
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)