Author Topic: Homoseksual dalam perspektif Psikologis dan Biologis  (Read 14426 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 04, 2010, 10:40:21 AM
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3795
  • Gender: Male
Thread ini saya buka untuk membahas fenomena Kaum Homoseksual dari perspektif PSikologis dan Biologis

dan terutama dapat mengupas solusi untuk kaum homoseksual tentunya


GBU
« Last Edit: May 20, 2010, 11:18:42 PM by tonypaulo »
January 04, 2010, 11:03:33 AM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3795
  • Gender: Male
Perspektif psikologis ini penting untuk penunjang pencarian solusi akan hak homoseksual. Karena Anda, alice dan beberapa FK'ers lain sepertinya seolah2 sangat mengampangkan kaum gay/lesbian ini untuk beralih orientasi menjadi hetero. Padahal Anda seharusnya tahu tidak semudah itu, jika Anda benar2 studi psikometri.
FYI, artikel penyebab penyimpangan orientasi seksual bukan saya yg menulis, saya tidak mencantumkan alamat web-nya karena saya hanya mengambil sebagian dari artikel2 tersebut, jika Anda ingin tahu Anda cukup copas kalimatnya & Anda akan mendapatkan alamat websitenya.


Kalau LieL menganggap saya mengampangkan homoseksual sekali lagi saya sampaikan kepada LieL

Tidak sama sekali

Mengenai perspektif psikologis dan biologis ada baiknya di split menjadi topic baru dan saya akan memulainya di forum terbuka, disitu bisa lebih bebas

Anda yg tidak memperhatikan penelitian sebenarnya dari Prof. George Rice tersebut. Sudah saya jelaskan sebelumnya:
Pak Tony, Anda melewatkan sesuatu dari link yg Anda berikan mengenai penelitian "gay gene" oleh Prof. George Rice. Tampak ketika kedua penelitian ini disandingkan, terutama dalam link berikut yg Anda sertakan sebelumnya:
http://www.sciencemag.org/cgi/content/full/285/5429/803a
Bagian atas penelitian dari Dean H. Hamer yg bawah dari George Rice, Anda baca statement George Rice berikut:
We agree with Hamer that our results do not exclude the possibility of genetic effects underlying male homosexuality. But with the use of similiar methods of family ascertainment, phenotyping, and genotyping, we were unable to confirm evidence for an Xq28-linked locus underlying male homosexuality. Sanders et al. (3) came to the same conclusion with their linkage study.
Berikut yg dikemukankan oleh Tempo:
Menurut Bailey, penelitian Rice memang menimbulkan pertanyaan, apakah temuan Hammer benar. ''Tapi, saya kira Rice tidak membuktikan bahwa temuan Hammer salah," ujarnya. Itu disebabkan kedua penelitian itu sama-sama berskala kecil, sedangkan gen yang spesifik memang sangat sulit ditemukan.

Rice sendiri mengakui, ia tak hendak meniadakan hipotesis bahwa homoseksual berhubungan dengan faktor genetis. Ia hanya menduga bahwa Xq 28 bukanlah segmen yang berhubungan dengan orientasi seksual kepada teman sejenis. ''Karena itu, penelitian faktor genetis pencetus homoseksual harus dilanjutkan," katanya.
Namun, Hammer sangat yakin dengan temuannya, terutama karena ia telah melakukan dua studi lanjutan yang memperkuat penelitian sebelumnya. Karena itu, baginya, penelitian Rice diartikan sebagai bukti bahwa tidak semua kasus homoseksual disebabkan oleh Xq 28. ''Kami berharap bisa menemukan beberapa gen yang berhubungan dengan homoseksualitas, yang salah satunya adalah Xq 28," katanya.
Penelitian Prof. George Rice tidak membuktikan ketiadaan faktor genetis (biologis) dari homoseksual. Dan Hamer telah melakukan 2 penelitian lanjutan setelah penelitian Rice. Faktor biologis itu masih ada, namun ilmuwan kesulitan menemukannya karena yg diteliti hanya bagian kecil dari susunan gen (DNA & kromosom).
Jadi konklusi Anda, bahwa homoseksual tidak sama sekali dari faktor genetis belum dibuktikan Pak smiley
Sudah jelas ya Pak, jadi faktor biologis dari struktur gen (DNA & kromosom) masih tetap ada :)


Subtansinya secara Ilmiah kan membuktikan bahwa penelitian ilmiah mengenai gen penyebab kencenderungan prilakuk homoseksual

1) Dr. Dean Hamer, peneliti "gen gay", dan juga seorang gay:

"Gen adalah perangkat keras... Data dari pengalaman hidup seseorang diproses melalui "software seksual" ke dalam "sirkuit identitas". Saya menyangka bahwa "software seksual" adalah percampuran dari gen dan lingkungan, sangat mirip dengan bagaimana software dari suatu komputer adalah percampuran dari apa yang diinstal pabrik dan apa yang ditambahkan pengguna"

--P. Copeland and D. Hamer (1994) The Science of Desire. New York: Simon and Schuster.

2) Psikiater Jeffrey Satinover, M.D.:

"Seperti semua kondisi perilaku dan mental yang kompleks, homoseksualitas adalah ... bukan eksklusif biologis dan bukan eksklusif psikologis, tetapi merupakan hasil percampuran yang masih sulit diukur dari faktor genetik, pengaruh dalam kandungan (intrauterine)... lingkungan setelah kelahiran (seperti orang tua, saudara, dan perilaku budaya), dan rangkaian kompleks dari pilihan-pilihan yang diperkuat secara berulang-ulang yang terjadi pada fase kritis dari perkembangan."
--J. Satinover, M.D., Homosexuality and the Politics of Truth (1996). Grand Rapids, MI: Baker Books.

3) Ketika peneliti "gen gay" Dr. Dean Hamer ditanya apakah homoseksualitas berakar hanya dalam biologi, dia menjawab:

"Sudah pasti tidak. Dari penelitian terhadap anak kembar, kami telah mengetahui bahwa separuh atau lebih dari variabilitas dalam orientasi seksual adalah tidak diturunkan. Penelitian kami mencoba mengarah ke faktor genetik... tanpa menyangkal faktor psikososial."

--"Gay Genes, Revisited: Doubts arise over research on the biology of homosexuality," Scientific American, November 1995, P. 26.

4) William Byne, psikiater dengan gelar doktor dalam biologi, dan Bruce Parsons (1993) dengan teliti menganalisa semua penelitian besar biologi mengenai homoseksualitas. Mereka menemukan tidak satupun yang secara pasti mendukung suatu teori penyebab biologis.

--W. Byne and B. Parsons, "Human Sexual Orientation: The Biologic Theories Reappraised." Archives of General Psychiatry 50, no.3.)

5) Psikiater Friedman dan Downey menyatakan bahwa "suatu model biopsikososial" sangat cocok dengan pengetahuan kami mengenai penyebabnya, dengan beragam kombinasi dari temperamen dan kejadian lingkungan yang mengarahkan ke homoseksualitas. Mereka mengatakan:

"Meskipun penemuan neurobiologis terakhir menganggap homoseksualitas adalah ditentukan secara genetis-biologis, kurang adanya bukti yang kuat untuk suatu model biologis mengenai homoseksualitas"

--R. Friedman, M.D. and J. Downey, M.D., Journal of Neuropsychiatry, vol. 5, No. 2, Spring l993.

6) Sosiolog Steven Goldberg, Ph.D.:

"Sebenarnya semua bukti berargumen melawan pernyataan bahwa ada suatu faktor penyebab psilkologis yang menentukan dan saya tahu bahwa tidak ada peneliti yang percaya bahwa faktor yang menentukan itu ada ... beberapa faktor memberikan kecenderungan, bukan memainkan peran yang menentukan... saya tahu bahwa tidak seorang pun peneliti yang berargumen bahwa homoseksualitas dapat dijelaskan tanpa mengacu pada faktor-faktor lingkungan"

Goldberg menambahkan:
"Kritik kaum gay tidak menyebutkan konfigurasi keluarga klasik"; dia hanya "memaksakan untuk membuang bukti-bukti penting" atas keberadaan faktor keluarga. Penelitian-penelitian yang mencoba menyanggah keberadaan dari pola keluarga klasik dalam homoseksualitas adalah "meyakinkan hanya untuk mereka yang butuh meyakininya."

--S. Goldberg (1994) When Wish Replaces Thought: Why So Much of What You Believe is False. Buffalo, New York: Prometheus Books.

7) Suatu artikel mengenai gen dan perilaku dalam majalah Science mengatakan:

"...interaksi dari gen dan lingkungan adalah jauh lebih rumit daripada hanya "gen jahat" dan "gen pintar" yang digembar-gemborkan penerbitan populer. Memang, apresiasi yang diperbarui dari faktor lingkungan adalah salah satu akibat utama dari meningkatnya keyakinan pengaruh genetik dalam perilaku. Data yang sama yang menunjukkan pengaruh gen juga menunjuk ke arah pengaruh yang sangat besar dari faktor non-genetik."

--C. Mann, "Genes and behavior," Science 264:1687 (1994), pp. 1686-1689

8) Di antara kesimpulan yang dibuat Jeffrey Satinover dalam "The Gay Gene":

(1) Ada komponen genetik dalam homoseksualitas, tapi 'komponen' hanyalah cara yang longgar untuk menunjukkan adanya hubungan dan pertalian genetik. 'Hubungan' dan 'pertalian' tidak berarti penyebab.

(2) Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa homoseksualitas adalah genetik-- dan tidak ada peneliti yang mengklaim kebenarannya. Hanya media dan peneliti tertentu yang melakukannya, ketika berbicara "in sound bites" di depan publik.

--Jeffrey Satinover, M.D., The Journal of Human Sexuality, 1996, p.8.

9) Peneliti otak Dr. Simon LeVay mengatakan:

"Pada masalah ini, opini yang diterima paling luas (dalam penyebab homoseksualitas) adalah bahwa banyak faktor yang memainkan peranan."
Pada 1988, anggota PFLAG Tinkle Hake mensurvei sejumlah tokoh terkenal di lapangan mengenai pandangan mereka tentang homoseksualitas. Dia bertanya: 'Banyak peneliti mempercayai bahwa orientasi seksual seseorang ditentukan oleh satu atau lebih dari faktor-faktor berikut: genetik, hormonal, psikologis, atau sosial. Berdasarkan ilmu pengetahuan terkini, apa pendapat anda?'

Jawaban yang didapat termasuk sebagai berikut: 'Semua di atas dalam suatu konser'(Alan Bell) "Semua variabel tersebut' (Richard Green), 'banyak faktor' (Gilbert Herdt), 'kombinasi dari semua faktor yang disebut' (Evelyn Hooker), 'semua faktor ini' (Judd Marmor), 'suatu kombinasi dari banyak penyebab' (Richard Pillard), 'kemungkinan genetik dan hormonal, tetapi pengalaman seksual masa remaja sangat mempengaruhi' (John Money), dan 'faktor genetik dan hormonal, dan barangkali juga beberapa pengalaman masa kecil' (James Weinrich)." (halaman 273)

--Simon LeVay (1996), in Queer Science, published by MIT Press.

10) Asosiasi Psikolog Amerika mengatakan

"Berbagai teori telah mengajukan sumber-sumber yang berbeda untuk orientasi seksual... Namun, banyak peneliti berbagi pandangan bahwa orientasi seksual dibentuk untuk kebanyakan orang pada usia sangat muda melalui interaksi rumit dari biologis, psikologis, dan faktor sosial."

--From the A.P.A.'s booklet, "Answers to Your Questions About Sexual Orientation and Homosexuality"

11) Organisasi nasional P-FLAG ("Parents and Friends of Lesbians and Gays") menawarkan booklet yang dipersiapkan dengan bantuan Dr. Clinton Anderson dari American Psychological Association. Berjudul "Mengapa Bertanya Mengapa? Menunjuk Penelitian dalam Homoseksualitas dan Biologi." pamflet itu mengatakan:

"Saat ini, tidak seorangpun peneliti yang telah mengklaim bahwa gen dapat menentukan orientasi seksual. Para peneliti meyakini bahwa mungkin ada komponen genetik. Tidak ada perilaku manusia, termasuk perilaku seksual, telah dihubungkan dengan tanda genetik hingga hari ini.... seksualitas, sebagaimana perilaku yang lain, tidak diragukan lagi adalah dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosial."
Saya akan membuka Thread baru ttg homoseksual dari sudut Psikologis dan Biologis
Liel Bisa menajawabnya disana, dan saya undang rekan2 FK juga yg ingin melanjutkan diskusi Homoseksual dalam Psikologis dan Biologis bisa respon disana

Quote
Quote
Quote from: LieL on Today at 12:38:17 AM
Ketidakseimbangan Hormon
Seorang pria memiliki hormon testoteron, tetapi juga mempunyai hormon yang dimiliki oleh wanita yaitu estrogen dan progesteron. Namun kadar hormon wanita ini sangat sedikit. Tetapi bila seorang pria mempunyai kadar hormon esterogen dan progesteron yang cukup tinggi pada tubuhnya, maka hal inilah yang menyebabkan perkembangan seksual seorang pria mendekati karakteristik wanita.

Untuk kaum Lesbi apa pendekatan hormon ini tidak berlaku?
Mengapa hanya pada kaum Gay saja?
Jika ditelaah secara logis lebih lanjut, dalam hubungan Gay apakah keduanya mendekati karakteristik wanita?
Tidak kan Lantas pada pria yang tidak ber-karakteristik wanita itu, mengapa ia juga menjadi Gay?
Kalau karena bukan faktor hormon, apa yang menyebabkan pria tersebut seperti itu?

Jelas berlaku keduanya, vice versa.


Jelas LieL melompat kepada suatu kesimpulan yang dalam kedua kondisi berbeda

Satu kondisi menrut LieL adalah factor biologis dan psikologis

Sedangkan satu kondisi lepas dari factor biologis dan psikologis

Apakah pertemuannya untuk factor ekonomi?

Quote
Quote
Quote from: LieL on Today at 12:38:17 AM
Struktur Otak
Struktur otak pada straight females dan straight males serta gay females dan gay males terdapat perbedaan. Otak bagian kiri dan kanan dari straight males sangat jelas terpisah dengan membran yang cukup tebal dan tegas. Straight females, otak antara bagian kiri dan kanan tidak begitu tegas dan tebal. Dan pada gay males, struktur otaknya sama dengan straight females, serta pada gay females struktur otaknya sama dengan straight males, dan gay females ini biasa disebut lesbian.

LieL bicara tentang fungsi otak bagian kiri dan kanan ini dari definisi mana yah?
Seingat saya otak bagian kiri berfungsi pemikiran analistik, logika, matematika, bahasa dan pengetahuan
Sedang otak kanan berfungsi sebagai pemikiran holistic, intuisi, kesenian, kreatifitas, dan musik

LOL, terus terang saya lucu membaca pertanyaan Anda. Apakah Anda benar2 berfikir kalau otak manusia sesederhana itu? :D


BTT LieL

LieL yang menyatakan ini

otak antara bagian kiri dan kanan tidak begitu tegas dan tebal. Dan pada gay males,

otak kiri dan otak kanan kan yg LieL bicarakan

bukan bagian otak lainnya kan?

Kok menjadi lucu yah LieL

LieL sendiri yang melakukan telaah berdasarkan dikotomi bagian otak kiri dan kanan, dan LieL sendiri yang menganggap lucu telaah LieL yg saya bahas menurut definisi otak kiri dan kanan?

sebenarnya apa yang mau LieL bahas?

pasti bukan lucu-lucuannya bukan?

Quote
Quote
Quote from: LieL on Today at 12:38:17 AM
Kelainan susunan syaraf
Berdasarkan hasil penelitian terakhir, diketahui bahwa kelainan susunan syaraf otak dapat mempengaruhi prilaku seks heteroseksual maupun homoseksual. Kelainan susunan syaraf otak ini disebabkan oleh radang atau patah tulang dasar tengkorak.

Ooh LieL
Kopipes dari sini yah?
http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_7777/title_kaum-homoseksual-gay/
itu kan blognya kaum Homoseksual
susunan saraf otat yang manapun tidak jelas?
Bagaimana bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah?
coba deh bandingin dengan apa yang dimaksud dengan susunan syaraf otak di link ini
http://www.pikirdong.org/psikologi/psi40deme.php

bukan Pak, saya download PDF-nya, mungkin blog homoseksual itu juga mencopy dari sana :)


kemudian mengenai kelainan susunan syaraf otaknya?

Bisa LieL beri penjelasan lebih lanjut?

Quote
Quote
Quote from: LieL on Today at 12:38:17 AM
Faktor lain
Faktor lain yang dapat menyebabkan orang menjadi homoseksual, sebagaimana diungkapkan oleh Prof. DR. Wimpie Pangkahila (Pakar Andrologi dan Seksologi) selain faktor biologis (kelainan otak dan genetik), adalah faktor psikodinamik, yaitu adanya ganguan perkembangan psikseksual pada masa anak-anak, faktor sosiokultural, yaitu adanya adat-istiadat yang memberlakukan hubungan homoseksual dengan alasan yang tidak benar, dan terakhir adalah faktor lingkungan, dimana memungkinkan dan mendorong hubungan para pelaku homoseksual menjadi erat.
Dari keempat faktor tersebut, penderita homoseksual yang disebabkan oleh faktor biologis dan psikodinamik memungkinkan untuk tidak dapat disembuhkan menjadi heteroseksual.

Dari ke 4 faktor itu :
1 Susunan Kromosom
2 Ketidakseimbangan Hormon
3 Struktur Otak
4 Kelainan susunan syaraf
Secara Ilmiah masih belum dapat dibuktikan secara sahih, kemudian berdasarkan penelitian terakhir bahwa tidak ada dikenali genetika yang dapat menimbulkan kecenderungan gay atau lesbi
Dan psikodinamik atau trauma tidak bisa sembuh?
Mungkin dari sudut pandang DR. Wimpie Pangkahila, tidak bisa sembuh, padahal indicator-indikator penyebabnya saja tidak valid
Inilah keterbatasan ilmu pengetahuan LieL
Karena kita punya Tuhan YESUS yang hidup IA sanggup memulihkan gambar diri dari kaum homoseksual itu

Sudah dijelaskan yah Pak, Anda tidak membaca penelitian lengkap dari Prof. George Rice :)
Lain kali dibaca yg lengkap ya Pak. Karena saya juga bukan ilmuan yg Anda tanyai satu persatu seperti ini :)


Kita bicara Prof. George Rice atau DR. Wimpie Pangkahila di bagian ini?

Quote
Quote
Quote from: LieL on Today at 12:38:17 AM
Namun jika seseorang menjadi homoseksual karena faktor sosiokultural dan lingkungan, maka dapat disembuhkan menjadi heteroseksual, asalkan orang tersebut mempunyai tekad dan keinginan kuat untuk menjauhi lingkungan tersebut.

Kok bisa sembuh ? homoseksual dalam Kekristenan bukanlah penyakit

Tidak perlu membahas topik tertiernya. Primernya saja Anda belum menangkapnya dengan baik & tidak membaca dengan benar :)


Sudah saya bahas diatas

Quote
Kesalahan genetic itu sama sekali tidak terbukti LieL, coba LieL googling saja, hampir semua halaman pada web tentang hubungan genetik terhadap kecenderungan homoseksual itu dibantah atau ditarik kembali karena keliru
Itu kan bicara tentang ilmu pengetahuan kok, yang mengkoreksi pengetahuan kesalahan genetic tersebut

Anda terus menerus bangga dengan kesalahan genetik yg tidak terbukti yah, padahal penelitian tersebut di abuse oleh orang2 seperti Anda, penentang homoseksual. Padahal Anda tidak membaca dengan benar, apa tidak malu Pak, mencantumkan link penelitian untuk membuktikan argumentasi Anda bahwa homoseksual sama sekali bukan penyimpangan genetik, malah Anda yg ketahuan tidak membaca teliti & mencari tau hasil yg sebenarnya :)


Saya bukan penentang kau homoseksual

Kalau saya penentang buat apa saya berdiskusi sepanjang ini LieL

Dan LieL tidak tahu saya kan, jadi mohon tidak mengambil kesimpulan melebih apa yg LieL tahu tentang saya ya LieL

itu etika dasar kok LieL, saya percaya LieL mengerti


Quote
Kalau bicara Bapak Psikologi satu itu, apa lantas menjadi sahih segala-galanya yang ia kembangkan melalui psiko analisanya? apalagi mengenai Id, Ego dan Superego yang juga masih belum terang secara empiris
Demikian telaah saya terhadap informasi yang LieL sampaikan
 smiley
GBU

saya cuma bisa tersenyum membaca postingan2 Anda :)


arti dari senyum itu menandakan apa LieL?

apa anda punya latar belakang pendidikan psikologi LieL?

 :)
GBU
January 04, 2010, 11:13:43 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 679
  • yesaya 52:14..
Thread ini saya buka untuk membahas fenomena Kaum Homoseksual dari perspektif PSikologis dan Biologis

dan terutama dapat mengupas solusi untuk kamu homoseksual tentunya


GBU

maaf bung tony..bukankah ini forum Kristen..mengapa anda membuka thread baru yg mana pemikirannya/pembenarannya tidak dilandasi dgn iman Kekristenan..??

syalom..

"Tetapi TUHAN berkehendak meremukkan Dia dengan kesakitan.Apabila Ia menyerahkan diriNya sebagai korban penebus salah, Ia akan melihat keturunanNya, umurNya akan Lanjut, dan kehendak TUHAN akan terlaksana olehNya."yesaya 53;10..
January 04, 2010, 11:18:46 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 632
Pertama: Saya tidak akan menanggapi Anda disini karena Anda melarikan diri.
Kedua: Anda sebaiknya mulai belajar membaca dengan teliti, mengenai postingan saya. Soal otak, genetik itu saya dapatkan dari beberapa sumber, saya sudah katakan sebelumnya sebelum mencantumkannya. Berbeda dengan Anda.
Ketiga: Anda mencaplok artikel orang & mengakuinya sebagai postingan Anda. Bahkan Anda tidak baca teliti isinya apa.

Keempat: Ini post terakhir saya di thread ini, silahkan Anda kembali ke thread sebelumnya, jangan melarikan diri.
@forum-label-Kristen.com

Isaias 5,21 "ouai oi sunetoi en eautoiV kai enwpion eautwn episthmoneV"

"I like your CHRIST, I do not like your Christians. Your Christians are so unlike your CHRIST." Mahatma Gandhi
January 04, 2010, 12:03:34 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1391
  • Gender: Female
  • Si Kupluk
Bingung gw nih trit arahnya kemana tp mungkin di trit ini kita bisa bahas scr lbh bebas dan melihat topik bahasan ini di luar kungkungan agama tertentu.
Ini singkatnya aja utk memulai.. feel free to add your inputs.

Homoseksual dr sudut biologis:
Berdasarkan sains, orientasi seksual diatur oleh otak.
Saat ini blum diketahui scr pasti penyebab kenapa otak bisa memilih orientasi seksual straight atau homo tp inilah yg menjadi penyebab kesimpulan sains ini jadi bahan argumen yg berkepanjangan di bidang agama, salah satunya pertanyaan seorg sodara kita di trit sebelah, "Kenapa Tuhan kasih perintah kalo kita (scr alami) gak bisa melakukannya?"
(Why, God?)

Selain itu kebiasaan kita bisa menciptakan pola tertentu di otak kita yg akhirnya jadi 'nature' itu sendiri bagi otak kita.
Misalnya kita terbiasa menggunakan tangan kanan.
Semakin lama kita terbiasa menggunakan tangan kanan, semakin sulit bagi otak kita utk merubah kebiasaan itu dan semakin sulit bagi tubuh kita utk beradaptasi dgn suatu perubahan (i.e. memakai tangan kiri).
Orang tua yg berumur 75 thn yg terbiasa memakai tangan kanan akan mengalami kesulitan yg lbh besar (utk merubah kebiasaan pake tangan kanan jadi tangan kiri) dr seorg anak berumur 10 thn yg memiliki kebiasaan yg sama.
Orientasi seksual jg kurang lebih begitu biarpun JAUH lbh kompleks.

"We knew that neurons can change their firing patterns when habits are learned, but it is startling to find that these patterns reverse when the habit is lost, only to recur again as soon as something kicks off the habit again," said Graybiel, who is also the Walter A. Rosenblith Professor of Neuroscience in MIT's Department of Brain and Cognitive Sciences (BCS). - http://www.physorg.com/news7412.html


Homoseksual dr sudut psikologis:
Homoseksual dianggap sbg sebuah kelainan kejiwaan dan menimbulkan banyak tekanan psikis bagi penderitanya, yg disebabkan oleh tekanan dr luar (keluarga, masy) dan dr dlm dirinya.
Gak sedikit org homoseksual yg bunuh diri krn tekanan dan stres yg dihadapinya.

Utk bacaan lbh jauh bisa search dgn pake keyword: 'neuroscience', 'brain and sexual orientation', 'homosexuality and psychology' atau semacamnya.

References:
http://www.wired.com/wiredscience/2008/06/scientists-link/#Replay
http://www.physorg.com/news112535192.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Neuroscience_and_sexual_orientation
http://en.wikipedia.org/wiki/Homosexuality_and_psychology
http://www.physorg.com/news7412.html
"For those who believe, no proof is necessary. For those who don't believe, no proof is possible." - Stuart Chase
January 04, 2010, 12:17:08 PM
Reply #5
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3795
  • Gender: Male
Pertama: Saya tidak akan menanggapi Anda disini karena Anda melarikan diri.
Kedua: Anda sebaiknya mulai belajar membaca dengan teliti, mengenai postingan saya. Soal otak, genetik itu saya dapatkan dari beberapa sumber, saya sudah katakan sebelumnya sebelum mencantumkannya. Berbeda dengan Anda.
Ketiga: Anda mencaplok artikel orang & mengakuinya sebagai postingan Anda. Bahkan Anda tidak baca teliti isinya apa.

Keempat: Ini post terakhir saya di thread ini, silahkan Anda kembali ke thread sebelumnya, jangan melarikan diri.

saya tidak melarikan diri LieL

kalo terus berdisuksi tentang Homoseksual dalam Kekristenan saya akan konsisten mengunakan Firman

namun disini saya tidak mengunakan Firman sebagai dasar telaah saya

hanya berdasar pengetahuan secara psikologis dan biologis

harap di mengert

GBU
January 04, 2010, 12:19:18 PM
Reply #6
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3795
  • Gender: Male
Thread ini saya buka untuk membahas fenomena Kaum Homoseksual dari perspektif PSikologis dan Biologis

dan terutama dapat mengupas solusi untuk kamu homoseksual tentunya


GBU

maaf bung tony..bukankah ini forum Kristen..mengapa anda membuka thread baru yg mana pemikirannya/pembenarannya tidak dilandasi dgn iman Kekristenan..??

syalom..



dalam Forum Disuksi Umum Kekristenan yag di moderasikan oleh Rekan Chrisma, jelas adalah Alkitab yang menjadi dasar telaahnya

namun diforum terbuka ini untuk membahas fenomena Homoseksual dari sudut psikologis dan biologis saja,

sekiranya dapat dimengerti hal ini untuk menjadikan pembahasan

sesuai topik dan relevan

GBU
January 06, 2010, 02:51:04 PM
Reply #7
  • Local Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 857
  • Gender: Male
thread ini menanti kedatangan user mimpi
silahkan join diskusi yg sdh dibuka moderator
Pertobatan sejati berawal dari perubahan pola pikir tentang cara seseorang memandang Tuhan (Metanoia).


January 06, 2010, 03:12:00 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 939
  • Gender: Female
  • dReamZ
masih bahas ayat alkitab ne ditret satunya ... :)




you shall love the Lord your God with all your heart, with all your soul, with all your might-De 6:5-

what is love without understanding? what greater might do we possess as human beings than our capacity to question and to learn?-Carl Sagan-
January 06, 2010, 06:48:34 PM
Reply #9
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3795
  • Gender: Male
masih bahas ayat Alkitab ne ditret satunya ... :)





ditunggu yah disini

 :)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)