Author Topic: who is George Junus Aditjondro ?  (Read 2652 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 08, 2010, 06:21:50 PM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 76
BIOGRAFI

GEORGE JUNUS ADITJONDRO .



Lahir pada 27 mei 1946 di Pekalongan, Jawa Tengah. Situs Wikipedia mengelompokkan GEORGE JUNUS ADITJONDRO Sebagai tokoh aktivis dan sosiolog Indonesia.

Ia dikenal luas sekitar tahun 1994 dan 1995 sebagai Pengkritik pemerintahan Soeharto mengenai kasus korupsi dan Timor-Timur. George Junus Aditjondro sempat harus meniggalkan Indonesia ke Australia dari tahun 1995 hingga 2002 dan di cekal oleh rezim Soeharto pada Maret 1998. Di Australia ia menjadi pengajar di Universitas Newcastle dalam bidang sosiolog.

Sebelumnya di indonesia ia juga mengajar di Universitas Kristen Satya Wacana.
Ia pun pernah di cekal di bandara baru di Bangkok, Svarnabhumi, saat akan menghadiri workshop ruang politik bagi demokrasi para pemerhati bidang politik Se-ASEAN di Pattaya November 2006.

Imigrasi Thailand menolak kehadirannya berdasarkan daftar hitam yang dikeluarkan pada maret 1998 oleh pemerintahan Soeharto. George dimusuhi rezim Soeharto.
Karena mengungkap harta kekayaan Soerharto ke publik.

Ia sempat di tahan selama satu hari di ruang yang tidak memiliki cahaya dan komunikasi. Tahun 2006 kepada media di Jakarta, George mengeluarkan pernyataan gerakan reformasi orde baru gagal total. Pemerintahan disebutnya sebagai Orde New Soeharto.

Setelah dimusuhi di era Cendana, kini ia Menggugat Gurita Cikeas. Diperkirakan dia akan segera berhadapan dengan SBY.
Kita tunggu saja bagaimana perkembangannya…….





Buku-buku yang sudah diluncurkan :



    * 2006 : Korupsi Kepresidenan.
    * 2003 : Korban-korban pembangunan, Pola-pola gerakan lingkungan, Kebohongan Negara.
    * 2002 : Membedah si kembar siam penguasa politik dan ekonomi Indonesia, Menyongsong matahari terbit di puncak ramelau.
    * 2001 : Ketika semerak cengkih tergusur asap mesiu.
    * 1999 : Tangan-tangan berlumur Minyak.



Sumber : SRIWIJAYA POST, Senin, 28 September 2009
« Last Edit: January 08, 2010, 06:30:11 PM by kalong »
living under the earth
January 08, 2010, 06:34:05 PM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6553
  • Gender: Female
  • I have the simplest taste


semoga misinya dilindungi Tuhan ya, dan yang dia lakukan atas kehendak Tuhan  :afro:
Dear God, please lead me to Your path, not my path. My path is fun, but it's suffering. Your path is abstract, but it's safe.
January 09, 2010, 10:54:19 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 705
  • Gender: Male
  • Relationship is a gift!
  • Denominasi: Pure Protestant/Back to Bible
George Yunus tidak lebih dari seorang pengarang yang tidak tahu apkah yang ditulisnya benar atau salah. Dia hanya cari sensasi. Mungkin saat ini dia pengangguran, jadi dia mikir bikin buku buat cari sensasi biar dia dapat duit banyak, udah itu dia akan kembali lagi ke Australia utk menghabiskan masa tunya disana. Who knows?
Percaya PRINSIP DELAPAN/OKTA SOLA yaitu
 -SOLA GRATIA (Hanya karena Anugerah/Kasih Karunia saja kita diselamatkan, Ef 2:8-10),
 -SOLA FIDE (Hanya karena IMAN saja kita diselamatkan, 1 Petrus 1:9, Ef 28-9, Yud 1:3, Ibrani 3:14, II Tim 4:7, 2 Tim 3:15),
 -SOLA SCRIPTURA (Hanya karena Kitab Suci/Alkita
December 13, 2016, 11:35:20 AM
Reply #3
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Gender: Male
  • Denominasi: protestan
Kisah George Aditjondro Ikut Doktor di Cornell Tanpa Ijazah   

TEMPO.CO, Jakarta - George Junus Aditjondro rencananya dimakamkan di pemakaman umum Talise, Kota Palu pada Senin, 12 Desember 2016. Dia tidak sempat menghadiri seminar internasional tentang hak asasi manusia di Palu, ibu kota Sulawesi Tengah pada pekan depan.

"Salah satu sesi seminar akan membahas karya-karya tulis George Aditjondro," kata Arianto Sangaji, rekan George yang menjadi panitia seminar internasional di Universitas Tadulako, kepada Amar Burase dari Tempo.

George Aditjondro memang konsisten mengkritik korupsi semenjak Orde Baru. Selain itu, dia juga mengkritik pelanggaran hak asasi manusia di Timor Timur yang dilakukan ABRI.

Ancaman dan tekanan dari rezim Orde Baru membuatnya harus berpindah ke Australia dan mengajar sosiologi di Universitas Newcastle.

George meraih gelar doktor dari Cornell University, Ithaca, Amerika Serikat pada Juli 1992.  Tesisnya setebal 400 halaman menyoroti peliputan kasus Kedungombo oleh media di  Indonesia dan luar negeri. Bertindak sebagai pembimbing adalah David Deshler, Benedict R.O.G. Anderson, dan Frederick H. Buttel.

George yang lahir di Pekalongan pada 27 Mei 1946 juga membuat marah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hal itu terkait buku George bertajuk Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century yang terbit pada 2009.

Kepada Tempo, Daniel Dhakidae menyampaikan cerita menarik mengenai sosok George Aditjondro.  Pada tahun 1984, Daniel mengikuti program doktor di Cornell University, di Department of Goverment, Ilmu Politik, Ithaca, New York.

Pada suatu hari di Cornell University, Profesor Benedict (Ben) Anderson, mencari-cari Daniel Dhakidae, mahasiswanya. Setelah bertemu, Ben bercerita.

"Daniel ada orang melamar ke program doktor di Cornell, namun aneh sekali, tidak ada selembar pun ijazah. Baik sarjana muda, apalagi sarjana,"  tanya Ben, yang banyak melakukan penelitian tentang Indonesia.

Daniel bertanya siapa orang Indonesia yang melamar itu? Ben menyebut nama George Aditjondro. Daniel mengatakan tidak mengetahui aturan yang ada di Cornell University.

"Namun inilah calon brilian, pekerja keras, bahasa asing Ingris dan Belanda tidak ada masalah," kata Daniel memberi jaminan.

Ben Anderson, yang salah satu bukunya yang terkenal berjudul Imagined Communities, mengatakan, "OK, let's see!"

Daniel menjelaskan hanya karena wibawa Prof. Ben Anderson-lah, George Aditjondro langsung diterima di program doktor Cornell University yang bergengsi tersebut.

Kepercayaan yang diberikan Ben Anderson tidak disia-siakan Aditjondro. Pada suatu hari dia menyelesaikan studi masternya dan mengundang kawan-kawannya makan di apartemennya di Cornell.

Bersambung ....
Sebanyak yang engkau butuhkan!
December 13, 2016, 11:36:26 AM
Reply #4
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Gender: Male
  • Denominasi: protestan
Daniel diminta memberikan kata sambutan pendek pada syukuran itu. "Teman-teman, malam ini kita merayakan sesuatu yang istimewa,  yaitu kawan kita George untuk pertama kalinya memegang ijazah sekolah di muka bumi ini,"  ujar Daniel ketika itu.

Daniel membuka rahasia George yang tidak memiliki ijazah SR (Sekolah Rakjat, setara SD ketika itu). Ketika ujian, George sakit perut. Gurunya bilang silahkan meneruskan di SMP dan akan dilihat selama tiga bulan pertama. Kalau tidak bisa mengikuti pelajaran SMP,  kembali lagi ke SR.

Ternyata George paling pintar di kelas. Hal yang sama terjadi di SMP. Waktu ujian sekolah, George terkena kolera. Gurunya berbaik hati lagi dan mempersilahkan meneruskan ke SMA dengan memberi waktu tiga bulan.

Kalau tidak bisa mengikuti pelajaran, George harus kembali ke SMP. Sekali lagi,  George paling pintar di kelas di SMA di Makassar.

Ketika mau ujian akhir SMA, bapaknya  George harus pindah tugas dari Makassar ke Semarang. Ujian SMA, lantas ditinggalkan.

Uniknya, George bisa masuk kuliah di Fakultas Teknik, Universitas Satya Wacana di Salatiga, Jawa Tengah.

Daniel menjelaskan, saat itu dirinya menjadi mahasiswa Fakultas Sosial dan Politik UGM, Yogyakarta. Rupanya, George lebih sering berada di Yogya dan bermain drama.

Walhasil, George terkena drop out dari Universitas Satya Wacana. Pada tahun 1971, dia melamar dan diterima menjadi koresponden Tempo di Semarang.

Pada Tempo edisi 27 Juni 1987 (rubrik surat dari redaksi), dijelaskan bahwa George lantas ditarik sebagai wartawan Tempo di Jakarta dan sempat menjadi penanggung jawab rubrik ekonomi bisnis. Dia juga menjadi pimpinan Dewan Karyawan pertama Tempo, organisasi yang membawahkan semua karyawan Tempo.

Di sela-sela waktunya sebagai wartawan, George ikut mendirikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi). Selain George, wartawan Tempo yang tercatat sebagai anggota Walhi antara lain Herry Komar, Susanto Pudjomartono, dan Yusril Djalinus.

Tahun 1979, George keluar dari Tempo dan bergabung dengan lembaga Bina Desa, sebuah yayasan yang mengurusi masalah lingkungan hidup. Dua tahun kemudian dia mendirikan Yayasan Pengembangan Masyarakat Desa (YPMD) Irian Jaya.

Pada tahun 1987, George Aditjondro menerima Hadiah Kalpataru sebagai pengabdi lingkungan dari Desa Padang Bulan, Jayapura, Irian Jaya.  Pada 2003, George menerbitkan buku berjudl "Pola-pola Gerakan Lingkungan: Refleksi untuk Menyelamatkan Lingkungan dari Ekspansi Modal."

Daniel Dhakidae menilai George Aditjondro adalah tipe sarjana yang tidak pernah bekerja setengah-setengah. "Seluruh dirinya terlibat baik dalam bekerja maupun menjadi tipe intellectual engagé, intelektual yang terlibat dalam soal yang ditelitinya," katanya. 

Kalau dia meneliti konsentrasi modal dan kekayaan pada segelintir orang, ujar Daniel,  berarti dia menolak konsentrasi kekayaan itu dan berani mengambil risiko terhadap apa pun yang menimpanya.

Daniel menjelaskan topik apa pun yang dipilihnya dikerjakan dengan habis-habisan. Ketika dia menulis tentang Dr Sam Ratulangie, George mengejar bahan-bahan itu sampai ke tanah Papua,  sebelum dia bekerja di Papua.

"Inilah George yang hidupnya berwarna-warni. Ketika dia meninggalkan dunia ini, dia harapkan dunia ini warna-warni, alias Indonesia yang plural dan multikuktural," kata Daniel yang berharap kita meneruskan perjuangan George Aditjondro.

UNTUNG WIDYANTO

https://m.tempo.co/read/news/2016/12/11/078827196/kisah-george-aditjondro-ikut-doktor-di-cornell-tanpa-ijazah

------

George J. Aditjondro meninggal dunia tgl 10 Des 2016 di Palu.

Beristirahat lah dengan tenang , Pak George Aditjondro ....
« Last Edit: December 13, 2016, 11:46:15 AM by epp.wiwoho »
Sebanyak yang engkau butuhkan!
May 14, 2020, 07:12:41 PM
Reply #5
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 212
  • Gender: Male
  • Denominasi: protestan
« Last Edit: May 14, 2020, 07:29:09 PM by epp.wiwoho »
Sebanyak yang engkau butuhkan!
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)