Author Topic: Peneguhan Sidi?  (Read 3851 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 19, 2010, 09:18:41 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 288
Saya ingin memperjelas ajaran Kristen ini.

Orang Kristen yang menganut paham ini berpendapat bahwa:

1. Sebelum seseorang diteguhkan sidi, yang menanggung dosanya adalah orang tuanya.
2. Setelah seseorang diteguhkan sidi, yang menanggung dosanya adalah diri sendiri.

Saya tidak mendapatkan ayat alkitab yang mendukung ini.

Kalau ada yang mengerti, mohon dijelaskan.

GBU.
January 19, 2010, 11:07:24 AM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 3795
  • Gender: Male
Saya ingin memperjelas ajaran Kristen ini.

Orang Kristen yang menganut paham ini berpendapat bahwa:

1. Sebelum seseorang diteguhkan sidi, yang menanggung dosanya adalah orang tuanya.
2. Setelah seseorang diteguhkan sidi, yang menanggung dosanya adalah diri sendiri.

Saya tidak mendapatkan ayat Alkitab yang mendukung ini.

Kalau ada yang mengerti, mohon dijelaskan.

GBU.

sebenarnya pandangan itu adalah "isu"

saya pernah ikut sidi juga, dan saya belum pernah mendengar secara langsung mengenai menanggung dosa terlontar dari para pengajar sidi tersebut

namun yang menjadi pertanyaan, mengapa isu itu menjadi suatu opini umum?

mungkin ini juga merupakan tradisi yang ada kaitannya dengan sistem perwalian pada anak,

yang menyatakan dalam rentang usia tertentu annak tersebut sudah bisa "mandiri"

dan memang suatu ironi bagi saya  :'(

sampai sekarang saya tidak tahu mengapa saya ikut sidi selain "dipaksa" orang tua  :happy0025:

mungkin karena saya terlalu banyak bolos dan bercandanya waktu sidi  :ashamed0002:


GBU
January 19, 2010, 12:04:47 PM
Reply #2
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 288
Thanks tonypaulo,

Saya juga harap kalau itu cuma isu, namun kenyataan berbalik.

Saya juga sebenarnya diteguhkan sidi, dan saya bertanya kepada seorang yang mengajar Katekisasi, kenapa saya harus ikut katekisasi, dan dari mulut dan bibirnya sendiri dia mengatakan hal demikian.

Bahwa, bayi belum mengerti apa itu dosa, makanya dosa mereka ditanggung orangtua. Dan setelah ikut katekisasi dan dieguhkan sidi, mereka menganggap kita sudah mengerti apa itu dosa dan oleh karena itu, kita sendiri yang menanggung dosa kita.

Saya merasa tidak ada dasar alkitab untuk statement diatas
January 19, 2010, 12:14:01 PM
Reply #3
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 31
Thanks tonypaulo,

Saya juga harap kalau itu cuma isu, namun kenyataan berbalik.

Saya juga sebenarnya diteguhkan sidi, dan saya bertanya kepada seorang yang mengajar Katekisasi, kenapa saya harus ikut katekisasi, dan dari mulut dan bibirnya sendiri dia mengatakan hal demikian.

Bahwa, bayi belum mengerti apa itu dosa, makanya dosa mereka ditanggung orangtua. Dan setelah ikut katekisasi dan dieguhkan sidi, mereka menganggap kita sudah mengerti apa itu dosa dan oleh karena itu, kita sendiri yang menanggung dosa kita.

Saya merasa tidak ada dasar Alkitab untuk statement diatas

Mungkin bisa dijelaskan asal mulanya sidi?, siapa pencetusnya?, apa tujuannya? kenapa harus sidi?, dan kenapa sampai terjadi opini umum tersebut diatas, mengingat tidak semua member disini berasal dari GKI?

Melihat Hal yang BESAR yang tersembunyi dibalik FORUM Kristen
January 19, 2010, 12:45:48 PM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 288
Thanks tonypaulo,

Saya juga harap kalau itu cuma isu, namun kenyataan berbalik.

Saya juga sebenarnya diteguhkan sidi, dan saya bertanya kepada seorang yang mengajar Katekisasi, kenapa saya harus ikut katekisasi, dan dari mulut dan bibirnya sendiri dia mengatakan hal demikian.

Bahwa, bayi belum mengerti apa itu dosa, makanya dosa mereka ditanggung orangtua. Dan setelah ikut katekisasi dan dieguhkan sidi, mereka menganggap kita sudah mengerti apa itu dosa dan oleh karena itu, kita sendiri yang menanggung dosa kita.

Saya merasa tidak ada dasar Alkitab untuk statement diatas

Mungkin bisa dijelaskan asal mulanya sidi?, siapa pencetusnya?, apa tujuannya? kenapa harus sidi?, dan kenapa sampai terjadi opini umum tersebut diatas, mengingat tidak semua member disini berasal dari GKI?



Kalau saya menjelaskan ajaran tersebut dan dibantah oleh GKI, nanti saya dibilang menyebarkan kebohongan.

Silahkan, yang GKI atau yang menganut ajaran tersebut saja yang menjelaskan.
January 19, 2010, 12:56:26 PM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 31
Thanks tonypaulo,

Saya juga harap kalau itu cuma isu, namun kenyataan berbalik.

Saya juga sebenarnya diteguhkan sidi, dan saya bertanya kepada seorang yang mengajar Katekisasi, kenapa saya harus ikut katekisasi, dan dari mulut dan bibirnya sendiri dia mengatakan hal demikian.

Bahwa, bayi belum mengerti apa itu dosa, makanya dosa mereka ditanggung orangtua. Dan setelah ikut katekisasi dan dieguhkan sidi, mereka menganggap kita sudah mengerti apa itu dosa dan oleh karena itu, kita sendiri yang menanggung dosa kita.

Saya merasa tidak ada dasar Alkitab untuk statement diatas

Mungkin bisa dijelaskan asal mulanya sidi?, siapa pencetusnya?, apa tujuannya? kenapa harus sidi?, dan kenapa sampai terjadi opini umum tersebut diatas, mengingat tidak semua member disini berasal dari GKI?

Kalau saya menjelaskan ajaran tersebut dan dibantah oleh GKI, nanti saya dibilang menyebarkan kebohongan.

Silahkan, yang GKI atau yang menganut ajaran tersebut saja yang menjelaskan.

Loh, inikan diskusi, jelaskan aja yang anda ketahui.... sampai member yng bersinode GKI ikut nimbrung...
Melihat Hal yang BESAR yang tersembunyi dibalik FORUM Kristen
January 19, 2010, 01:02:06 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 288
yang saya ketahui:

1. Sebelum seseorang diteguhkan sidi, yang menanggung dosanya adalah orang tuanya.
2. Setelah seseorang diteguhkan sidi, yang menanggung dosanya adalah diri sendiri.
January 19, 2010, 01:56:24 PM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 424
  • Gender: Male
Wah saya juga baru dengar ada ajaran seperti itu...

Sudahlah, ajaran dari manusia yang tidak ada dasar alkitabnya, jangan terlalu dipercaya.
Pegang Alkitab saja ya,

Salam.
March 19, 2010, 08:48:29 PM
Reply #8
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Sidi berasal dari kata Selidik (Periksa), kemudian istilah itu berkembang menjadi Sidi. Maksudnya adalah Seseorang di Selidik (diperiksa) tentang keyakinan imannya kepada Tuhan YESUS. Harus dibedakan maksud selidik / periksa di sini dengan proses yang dilaksanakan dalam bidang hukum. Selidik di sini tidak seperti yang dimaksud dalam 'penyelidikan' / 'pemeriksaan' dalam hal hal hukum (di kepolisian / pengadilan).

Seseorang sebelum diteguhkan harus 'diperiksa' lebih dahulu keyakinan imannya terhadap YESUS KRISTUS. Yang memeriksa adalah Majelis Jemaat. Pemeriksaan dilaksanakan pada saat 'Ujian Lisan' yang dilakukan pada akhir pelajaran Katekisasi selama satu tahun. Saat ujian lisan tersebut, seorang katekisan akan menjawab pertanyaan-pertanyaan sesuai dengan apa yang diyakininya berdasarkan pengajaran Alkitab. Pengajaran Alkitab tersebut telah diberikan sebelumnya, yaitu pada saat pelaksanaan pelajaran Katekisasi.

Katekisan yang telah menjalani pemeriksaan, akan diteruskan untuk diteguhkan Keyakinan Imannya, dalam Ibadah Peneguhan Sidi.

Peneguhan Sidi tidak terlepas dari Sakramen Baptisan Kudus. Seseorang yang akan dibaptis, harus percaya kepada YESUS lebih dahulu. Orang yang tidak percaya kepada YESUS tidak akan dibaptis. Seorang anak yang masih bayi belum dapat mengucapkan pengakuan percayanya. Tetapi karena ia anak dari seorang yang beriman, gereja tidak boleh menghalang-halanginya untuk di baptis. Peringatan itu diberikan YESUS kepada murid-muridNya, untuk tidak menghalang-halangi anak-anak yang hendak di bawa kepada YESUS (Matius 19:13-15).

Pada saat seorang anak di baptis, orang tuanyalah yang mengucapkan pengakuan percaya, untuk anaknya. Selain itu juga, sang orang tua berjanji untuk membina dan mengajarkan kepada anaknya perihal iman kepada YESUS KRISTUS, sehingga si anak mengenal sang Juruselamat penebus dosanya.
Sampai pada saat menjelang dewasa, si anak tersebut, akan mengucapkan pengakuan percayanya kepada YESUS KRISTUS. Pengakuan Percayanya itu diteguhkan dalam suatu ibadah khusus, yang disebut Ibadah Peneguhan Sidi.

Soal dosa, yang menanggung dosa si anak maupun si orang tua adalah Tuhan YESUS. YESUS mati untuk menanggung dosa umat manusia yang percaya kepadaNya.

Jadi Peneguhan Sidi adalah kelanjutan dari Sakramen Baptisan Kudus anak-anak. Sedangkan bagi seseorang yang setelah dewasa, baru menerima YESUS (misalnya dari agama lain), orang tersebutlah yang harus mengucapkan pengakuan percayanya kepada YESUS. Seorang yang dibaptis dewasa, sekaligus kepadanya dilaksanakan Peneguhan Sidi, tidak boleh dipisahkan.

Peneguhan Sidi (Peneguhan pengakuan percaya kepada YESUS) memang ajaran gereja. Alkitab tidak secara langsung memerintahkannya. Tetapi karena Alkitab juga tidak mengajarkan bagaimana caranya jika seorang yang di baptis adalah seorang bayi, bukan seorang yang telah dewasa, maka Gereja mengembangkan ajaran Peneguhan Sidi, yang merupakan kelanjutan dari Sakramen Baptisan Kudus anak-anak.

Salam,
semoga penjelasan ini berguna

Henry Jacob
« Last Edit: March 19, 2010, 08:50:22 PM by henry jacob »
March 19, 2010, 09:55:01 PM
Reply #9
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 288
henry jacob,

Ada beberapa pertanyaan untuk anda:

-. Apakah orang yang sudah menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi tidak akan masuk surga sebelum mengikuti sidi?
-. Apakah orang yang lulus test sidi menjamin bahwa dia sudah secara pribadi menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat atakuah hanya menguasai materi (seperti sekolah)?

Mengenai baptisan bayi, setahu saya, di alkitab tidak ada bayi yang dibaptis. Semua event baptisan yang diceritakan di alkitab adalah baptisan saat orang telah dewasa (Kalau mau diskusi tentang baptisan, sudah ada topiknya sendiri).
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)