Author Topic: Sidang Kajian Terpisahnya Protestan Dari Katholik: Indulgensi  (Read 8248 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 19, 2010, 10:31:54 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Dear All FKers yang terhormat,

Saya mengajak Anda sekalian untuk berdiskusi (bukan berdebat) dan mengkaji ulang tentang terpisahnya Protestan dari Katholik, dalam hal ini berkenaan dengan peristiwa Indulgensi pada masa Martin Luther.

Syarat dan Ketentuan Posting:
1. Dilarang Ad-hominem, alias menyerang pribadi FKers lainnya, misalnya: kamu bodoh!, kamu jelek!, etc.
2. Dilarang mengenakan Anathema (kutuk) berupa apapun kepada pribadi FKers lain, misalnya: kamu sesat!, biar Tuhan menghukummu!, etc.
3. Menghormati dan menghargai argumen teman (bukan lawan) diskusi serta tidak memaksakan pendapat sendiri.
4. Mengikuti ketentuan yang telah dibuat Forum Kristen.

Saya harap Moderator dapat menjadi penengah dalam diskusi ini...
Semoga kita dapat berlaku jujur dalam Thread ini, mengaku salah jika salah, dan benar bila benar...

Dengan demikian sidang saya buka...

Best Regard,
Daniel FS
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
February 19, 2010, 10:35:04 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Dari Lanjutan Yang Lalu,

Quote
Quote
The Councils of Fourth Lateran [1215], Lyons [1245 and 1274] and Vienne [1311-1312]. Dan di  Konsili Trente [1545-1563], Paus Pius V membatalkan segala indulgensi yang melibatkan transaksi keuangan. Maka sampai sekarang, derma tidak termasuk dalam perbuatan yang disyaratkan untuk memperoleh indulgensi.

Sumber: http://katolisitas.org/2008/11/21/katolik-menyalahgunakan-indulgensi-atau-surat-pengampunan-dosa/

Mengapa dibatalkan?

A new catechism appeared in 1566, followed by an improved breviary (1568), and an improved missal (1570). The use of indulgences and dispensations was restricted, and the penitential system reformed.

Source: http://www.nndb.com/people/243/000094958/

Best Regard,
Daniel FS

Semua web yg Anda kutip bukanlah web resmi Gereja. Saya tidak bisa mengakuinya. Silakan browse www.vatican.va, itu baru terpercaya.

Indulgensi tidak pernah dilarang. Sampai hari ini indulgensi masih dibagi-bagikan. Indulgensi itu bukan surat atau benda yg kelihatan. Indulgensi tidak mungkin dibatalkan. Hanya saja, indulgensi pada derma mungkin bisa dihentikan distribusinya. Bukan dibatalkan tetapi dihentikan.


Baiklah, tolong Anda sertakan isi Konsili Trente dimana Paus Pius IV membahas mengenai Indulgensi (tidak usah di kutip semua, cukup dalam permasalahan Indulgensi saja) ini dari situs resmi Gereja Katholik (tentunya dengan menyertakan sumbernya juga). Nanti kita akan bahas dan kaji bersama.

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: February 19, 2010, 11:21:57 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
February 19, 2010, 10:53:31 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
KATEKISMUS GEREJA KATOLIK

X. * Indulgensi

1471   Ajaran mengenai indulgensi [penghapusan siksa dosa] dan penggunaannya di dalam Gereja terkait erat sekali dengan daya guna Sakramen Pengakuan.   

Apakah Itu Indulgensi ?

"Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk dosa-dosa yang sudah diampuni. Warga beriman Kristen yang benar-benar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperolehnya dengan bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan KRISTUS dan para kudus secara otoritatif".
"Ada indulgensi sebagian atau seluruhnya, bergantung dari apakah ia membebaskan dari siksa dosa temporal itu untuk sebagian atau seluruhnya." Indulgensi dapat diperuntukkan bagi orang hidup dan orang mati (Paulus VI, Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina" normae 1-3).   

Siksa Dosa

1472   Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan "siksa dosa abadi". Di lain pihak, setiap dosa, malahan dosa ringan, mengakibatkan satu hubungan berbahaya dengan makhluk, hal mana membutuhkan penyucian atau di dunia ini, atau sesudah kematian di dalam apa yang dinamakan purgatorium [api penyucian). Penyuciaan ini membebaskan dari apa yang orang namakan "siksa dosa sementara". Kedua bentuk siksa ini tidak boleh dipandang sebagai semacam dendam yang Allah kenakan dari luar, tetapi sebagai sesuatu yang muncul dari kodrat dosa itu sendiri. Satu pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul Bdk. K.Trente: DS 1712-1713; 1820..   1861, 1031

1473   Pengampunan dosa dan pemulihan persekutuan dengan Allah mengakibatkan pembebasan dari siksa dosa abadi. Tetapi siksa dosa sementara tinggal. Warga Kristen itu harus berusaha menerima siksa dosa sementara ini sebagai rahmat, dengan menanggung segala macam penderitaan dan percobaan dengan sabar dan, kalau saatnya telah tiba menerima kematian dengan tulus. Juga ia harus berikhtiar untuk menanggalkan "manusia lama" dan mengenakan "manusia baru" perbuatan-perbuatan belas kasihan dan cinta kasih serta dengan doa dan aneka ragam latihan mati raga Bdk. Ef 4:24..   2447

Dalam Persekutuan Para Kudus

1474   Warga Kristen yang berusaha dengan bantuan rahmat Allah untuk membebaskan diri dari dosanya dan menguduskan diri, tidak sendirian. "Kehidupan setiap anak Allah dihubungkan di dalam KRISTUS dan oleh KRISTUS dengan kehidupan semua saudara Kristen yang lain dalam kesatuan adikodrati Tubuh Mistik KRISTUS seperti dalam satu pribadi mistik dalam ikatan yang mengagumkan" (Paulus VI, Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina" 5).   946, 959, 795

1475   Dalam persekutuan para kudus, "diantara para beriman apakah mereka telah ada di dalam tanah air surgawi atau masih menyilih di tempat penyucian atau masih berziarah di dunia - benar-benar terdapat satu ikatan cinta yang tetap dan satu pertukaran kekayaan yang berlimpah" (ibid.). Dalam pertukaran yang mengagumkan ini kekudusan seseorang dapat berguna untuk orang lain, dan malahan lebih daripada dosa seseorang dapat merugikan orang lain. Dengan demikian penggunaan persekutuan para kudus dapat membantu pendosa yang menyesal, bahwa ia lebih cepat dan lebih berdaya guna dibersihkan dari siksa-siksa dosanya.   

1476   Kekayaan rohani persekutuan para kudus ini kita namakan juga harta pusaka Gereja. "la tidak boleh dibandingkan dengan sejumlah kekayaan semacam kekayaan material yang dikumpulkan dalam peredaran sejarah. Tetapi ia terdiri dari nilai yang tidak terbatas dan tidak habis-habisnya, yang dimiliki penyilihan dan jasa-jasa KRISTUS, Tuhan kita, yang dipersembahkan pada Allah, supaya seluruh umat manusia bebas dari dosa dan sampai kepada persekutuan dengan Bapa. Harta pusaka Gereja adalah KRISTUS, Penebus sendiri, sejauh di dalam Dia penyilihan dan jasa-jasa karya penebusan-Nya mempunyai kelangsungan dan nilai Bdk. Ibr 7:23-25; 9:11-28." (ibid.).   617

1477   "Di samping itu termasuk pula dalam harta pusaka ini nilai yang benar-benar tidak terukur, tidak habis-habisnya dan selalu baru, yang dimiliki doa-doa dan karya-karya baik dari Perawan Maria tersuci maupun semua orang kudus di hadirat Allah. Oleh karena rahmat-Nya mereka mengikuti jejak-jejak KRISTUS, Tuhan, yang telah menguduskan diri dan telah menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan oleh Bapa. Dengan demikian mereka memperoleh keselamatannya sendiri dan karena itu juga menyumbang demi keselamatan saudara-saudaranya dalam kesatuan Tubuh Mistik" (ibid.).   969

Allah Menghapus Siksa Dosa melalui Gereja

1478   Indulgensi diberikan melalui Gereja, yang berkat wewenangnya untuk mengikat dan melepaskan yang diterimanya dari YESUS KRISTUS, membela warga Kristen yang bersangkutan dan memperuntukkan kepadanya kekayaan jasa-jasa KRISTUS dan para kudus, supaya ia dapat menerima dari Bapa yang mahabelas kasihan penghapusan siksa-siksa sementara yang harus ditanggung untuk dosa-dosanya. Dengan cara ini Gereja tidak hanya membantu warga Kristen ini, tetapi juga mengajaknya untuk melakukan karya-karya kesalehan, pertobatan, dan amal Bdk. Paulus VI. Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina"8; Konsili Trente: DS 1835..   981

1479   Oleh karena umat beriman yang telah meninggal yang masih berada pada jalan penyucian adalah juga anggota-anggota persekutuan para kudus ini, maka kita antara lain dapat membantu mereka dengan memperoleh indulgensi bagi mereka. Dengan demikian dihapuskan siksa dosa sementara para orang mati di dalam purgatorium [api penyucian].

« Last Edit: February 19, 2010, 10:55:22 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
February 19, 2010, 11:12:24 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
KONSILI TRENTE (HANYA BERKENAAN INDULGENSI)

DECREE CONCERNING INDULGENCES.

Whereas the power of conferring Indulgences was granted by CHRIST to the Church; and she has, even in the most ancient times, used the said power, delivered unto her of God; the sacred holy Synod teaches, and enjoins, that the use of Indulgences, for the Christian people most salutary, and approved of [Page 278] by the authority of sacred Councils, is to be retained in the Church; and It condemns with anathema those who either assert, that they are useless; or who deny that there is in the Church the power of granting them. In granting them, however, It desires that, in accordance with the ancient and approved custom in the Church, moderation be observed; lest, by excessive facility, ecclesastical discipline be enervated. And being desirous that the abuses which have crept therein, and by occasion of which this honourable name of Indulgences is blasphemed by heretics, be amended and corrected, It ordains generally by this decree, that all evil gains for the obtaining thereof,--whence a most prolific cause of abuses amongst the Christian people has been derived,--be wholly abolished. But as regards the other abuses which have proceeded from superstition, ignorance, irreverence, or from what soever other source, since, by reason of the manifold corruptions in the places and provinces where the said abuses are committed, they cannot conveniently be specially prohibited; It commands all bishops, diligently to collect, each in his own church, all abuses of this nature, and to report them in the first provincial Synod; that, after having been reviewed by the opinions of the other bishops also, they may forthwith be referred to the Sovereign Roman Pontiff, by whose authority and prudence that which may be expedient for the universal Church will be ordained; that this the gift of holy Indulgences may be dispensed to all the faithful, piously, holily, and incorruptly.

Source: http://www.imankatolik.or.id/trent.html
« Last Edit: February 19, 2010, 11:35:52 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
February 19, 2010, 11:20:44 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Quote
In granting them, however, It desires that, in accordance with the ancient and approved custom in the Church, moderation be observed; lest, by excessive facility, ecclesastical discipline be enervated. And being desirous that the abuses which have crept therein, and by occasion of which this honourable name of Indulgences is blasphemed by heretics, be amended and corrected, It ordains generally by this decree, that all evil gains for the obtaining thereof,--whence a most prolific cause of abuses amongst the Christian people has been derived,--be wholly abolished.

Saya ambil salah satu kutipan Konsili Trente (jika ini dianggap tidak sah, silahkan sertakan isi Konsili Trente dari sumber Vatikan langsung, hanya yang berkenaan dengan Indulgensi saja, karena sangat panjang secara keseluruhan).

Dari kata yang tercetak tebal, artinya:
1. Amended = diubah
2. Corrected = dikoreksi
3. Abolished = dihapuskan

Mengapa derma untuk Indulgensi ini perlu "diubah, dikoreksi, dan dihapuskan"? Tentunya ada sebab-sebab tertentu, apakah itu kesalahan yang telah dibuat Gereja Katolik mengenai penetapan derma sebagai syarat Indulgensi?

Best Regard,
Daniel FS

---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
February 20, 2010, 08:23:06 AM
Reply #5
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 882
  • Gender: Male
Thread ini menanti kedatangan user2 yg mau berdiskusi dgn santun dan Alkitabiah :afro:
Pertobatan sejati berawal dari perubahan pola pikir tentang cara seseorang memandang Tuhan (Metanoia).


February 20, 2010, 11:56:12 AM
Reply #6
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 193
  • Gender: Male
Quote
In granting them, however, It desires that, in accordance with the ancient and approved custom in the Church, moderation be observed; lest, by excessive facility, ecclesastical discipline be enervated. And being desirous that the abuses which have crept therein, and by occasion of which this honourable name of Indulgences is blasphemed by heretics, be amended and corrected, It ordains generally by this decree, that all evil gains for the obtaining thereof,--whence a most prolific cause of abuses amongst the Christian people has been derived,--be wholly abolished.

Saya ambil salah satu kutipan Konsili Trente (jika ini dianggap tidak sah, silahkan sertakan isi Konsili Trente dari sumber Vatikan langsung, hanya yang berkenaan dengan Indulgensi saja, karena sangat panjang secara keseluruhan).

Dari kata yang tercetak tebal, artinya:
1. Amended = diubah
2. Corrected = dikoreksi
3. Abolished = dihapuskan

Mengapa derma untuk Indulgensi ini perlu "diubah, dikoreksi, dan dihapuskan"? Tentunya ada sebab-sebab tertentu, apakah itu kesalahan yang telah dibuat Gereja Katolik mengenai penetapan derma sebagai syarat Indulgensi?

Best Regard,
Daniel FS

Ada yg perlu dikoreksi yaitu "abuse" dan "evil gains". Kan sudah ditulis di situ. Sumbangan untuk Gereja lalu dijanjikan indulgensi, bukanlah "abuse" dan "evil gains". Lagipula indulgensi dalam bentuk surat juga tidak ada. Si Luther saja yg mengada-ada.

Contoh "abuse" yaitu ajaran si Tetzel yg mengatakan bahwa "Semua dosa akan dihapus dengan indulgensi termasuk bersetubuh dengan Bunda Maria" dan "Begitu terdengar bunyi emas di kotak, bangkitlah jiwa menuju surga.". Ajaran si Tetzel ini benar-benar tidak masuk akal dan tidak berdasar. Sama seperti ajaran Martin Luther.
« Last Edit: February 20, 2010, 12:17:07 PM by korektor »
February 20, 2010, 12:00:25 PM
Reply #7
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 193
  • Gender: Male
http://www.imankatolik.or.id/khk.php?q=992-997

Kitab Hukum Kanonik

Chapter IV

INDULGENSI

Kan. 992   Indulgensi adalah penghapusan di hadapan Allah hukuman-hukuman sementara untuk dosa-dosa yang kesalahannya sudah dilebur, yang diperoleh oleh orang beriman kristiani yang berdisposisi baik serta memenuhi persyaratan tertentu yang digariskan dan dirumuskan, diperoleh dengan pertolongan Gereja yang sebagai pelayan keselamatan, secara otoritatif membebaskan dan menerapkan harta pemulihan KRISTUS dan para Kudus.

Kan. 993   Indulgensi bersifat sebagian atau penuh, tergantung apakah membebaskan sebagian atau seluruh hukuman sementara yang diakibatkan dosa.

Kan. 994   Setiap orang beriman dapat memperoleh indulgensi, entah sebagian entah penuh, bagi diri sendiri atau menerapkannya sebagai permohonan bagi orang-orang yang telah meninggal.

Kan. 995 § 1   Selain otoritas tertinggi Gereja, orang-orang yang dapat memberi indulgensi hanyalah mereka yang diakui memiliki kuasa itu oleh hukum atau yang diberi oleh Paus.

Kan. 995 § 2   Tak satu otoritas pun di bawah Paus dapat menyerahkan kuasa untuk memberi indulgensi kepada orang lain, kecuali hal itu secara jelas dianugerahkan oleh Takhta Apostolik.

Kan. 996 § 1   Agar seseorang mampu memperoleh indulgensi haruslah ia sudah dibaptis, tidak terkena ekskomunikasi, dalam keadaan rahmat sekurang-kurangnya pada akhir perbuatan-perbuatan yang diperintahkan.

Kan. 996 § 2   Namun agar orang yang mampu itu memperolehnya, haruslah ia sekurang-kurangnya mempunyai intensi untuk memperolehnya dan melaksanakan perbuatan-perbuatan yang diwajibkan, pada waktu yang ditentukan dan dengan cara yang semestinya, menurut petunjuk pemberian itu.

Kan. 997   Mengenai pemberian dan penggunaan indulgensi ini haruslah disamping itu dipatuhi ketentuan-ketentuan lain yang tercantum dalam peraturan-peraturan Gereja yang khusus.
« Last Edit: February 20, 2010, 12:10:19 PM by korektor »
February 20, 2010, 12:08:52 PM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 193
  • Gender: Male
http://www.imankatolik.or.id/katekismus.php?q=1471-1479

Katekismus Gereja Katolik

X. Indulgensi

Apakah Sebuah Indulgensi Itu?

1471.   Ajaran mengenai indulgensi [penghapusan siksa dosa] dan penggunaannya di dalam Gereja terkait erat sekali dengan daya guna Sakramen Pengakuan.
Apakah Itu Indulgensi ?
"Indulgensi adalah penghapusan siksa-siksa temporal di depan Allah untuk dosa-dosa yang sudah diampuni. Warga beriman Kristen yang benar-benar siap menerimanya, di bawah persyaratan yang ditetapkan dengan jelas, memperolehnya dengan bantuan Gereja, yang sebagai pelayan penebusan membagi-bagikan dan memperuntukkan kekayaan pemulihan KRISTUS dan para kudus secara otoritatif"."Ada indulgensi sebagian atau seluruhnya, bergantung dari apakah ia membebaskan dari siksa dosa temporal itu untuk sebagian atau seluruhnya." Indulgensi dapat diperuntukkan bagi orang hidup dan orang mati (Paulus VI, Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina" normae 1-3).

Hukuman Dosa

1472.   Supaya mengerti ajaran dan praktik Gereja ini, kita harus mengetahui bahwa dosa mempunyai akibat ganda. Dosa berat merampas dari kita persekutuan dengan Allah dan karena itu membuat kita tidak layak untuk kehidupan abadi. Perampasan ini dinamakan "siksa dosa abadi". Di lain pihak, setiap dosa, malahan dosa ringan, mengakibatkan satu hubungan berbahaya dengan makhluk, hal mana membutuhkan penyucian atau di dunia ini, atau sesudah kematian di dalam apa yang dinamakan purgatorium [api penyucian). Penyuciaan ini membebaskan dari apa yang orang namakan "siksa dosa sementara". Kedua bentuk siksa ini tidak boleh dipandang sebagai semacam dendam yang Allah kenakan dari luar, tetapi sebagai sesuatu yang muncul dari kodrat dosa itu sendiri. Satu pertobatan yang lahir dari cinta yang bernyala-nyala, dapat mengakibatkan penyucian pendosa secara menyeluruh, sehingga tidak ada siksa dosa lagi yang harus dipikul Bdk. K.Trente: DS 1712-1713; 1820.

1473.   Pengampunan dosa dan pemulihan persekutuan dengan Allah mengakibatkan pembebasan dari siksa dosa abadi. Tetapi siksa dosa sementara tinggal. Warga Kristen itu harus berusaha menerima siksa dosa sementara ini sebagai rahmat, dengan menanggung segala macam penderitaan dan percobaan dengan sabar dan, kalau saatnya telah tiba menerima kematian dengan tulus. Juga ia harus berikhtiar untuk menanggalkan "manusia lama" dan mengenakan "manusia baru" perbuatan-perbuatan belas kasihan dan cinta kasih serta dengan doa dan aneka ragam latihan mati raga Bdk. Ef 4:24.

Dalam Persekutuan Para Kudus

1474.   Warga Kristen yang berusaha dengan bantuan rahmat Allah untuk membebaskan diri dari dosanya dan menguduskan diri, tidak sendirian. "Kehidupan setiap anak Allah dihubungkan di dalam KRISTUS dan oleh KRISTUS dengan kehidupan semua saudara Kristen yang lain dalam kesatuan adikodrati Tubuh Mistik KRISTUS seperti dalam satu pribadi mistik dalam ikatan yang mengagumkan" (Paulus VI, Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina" 5).

1475.   Dalam persekutuan para kudus, "diantara para beriman apakah mereka telah ada di dalam tanah air surgawi atau masih menyilih di tempat penyucian atau masih berziarah di dunia - benar-benar terdapat satu ikatan cinta yang tetap dan satu pertukaran kekayaan yang berlimpah" (ibid.). Dalam pertukaran yang mengagumkan ini kekudusan seseorang dapat berguna untuk orang lain, dan malahan lebih daripada dosa seseorang dapat merugikan orang lain. Dengan demikian penggunaan persekutuan para kudus dapat membantu pendosa yang menyesal, bahwa ia lebih cepat dan lebih berdaya guna dibersihkan dari siksa-siksa dosanya.

1476.   Kekayaan rohani persekutuan para kudus ini kita namakan juga harta pusaka Gereja. "la tidak boleh dibandingkan dengan sejumlah kekayaan semacam kekayaan material yang dikumpulkan dalam peredaran sejarah. Tetapi ia terdiri dari nilai yang tidak terbatas dan tidak habis-habisnya, yang dimiliki penyilihan dan jasa-jasa KRISTUS, Tuhan kita, yang dipersembahkan pada Allah, supaya seluruh umat manusia bebas dari dosa dan sampai kepada persekutuan dengan Bapa. Harta pusaka Gereja adalah KRISTUS, Penebus sendiri, sejauh di dalam Dia penyilihan dan jasa-jasa karya penebusan-Nya mempunyai kelangsungan dan nilai Bdk. Ibr 7:23-25; 9:11-28." (ibid.).

1477.   "Di samping itu termasuk pula dalam harta pusaka ini nilai yang benar-benar tidak terukur, tidak habis-habisnya dan selalu baru, yang dimiliki doa-doa dan karya-karya baik dari Perawan Maria tersuci maupun semua orang kudus di hadirat Allah. Oleh karena rahmat-Nya mereka mengikuti jejak-jejak KRISTUS, Tuhan, yang telah menguduskan diri dan telah menyelesaikan pekerjaan yang ditugaskan oleh Bapa. Dengan demikian mereka memperoleh keselamatannya sendiri dan karena itu juga menyumbang demi keselamatan saudara-saudaranya dalam kesatuan Tubuh Mistik" (ibid.).

Memperoleh Indulgensi dari Allah Melalui Gereja

1478.   Indulgensi diberikan melalui Gereja, yang berkat wewenangnya untuk mengikat dan melepaskan yang diterimanya dari YESUS KRISTUS, membela warga Kristen yang bersangkutan dan memperuntukkan kepadanya kekayaan jasa-jasa KRISTUS dan para kudus, supaya ia dapat menerima dari Bapa yang mahabelas kasihan penghapusan siksa-siksa sementara yang harus ditanggung untuk dosa-dosanya. Dengan cara ini Gereja tidak hanya membantu warga Kristen ini, tetapi juga mengajaknya untuk melakukan karya-karya kesalehan, pertobatan, dan amal Bdk. Paulus VI. Konst. Ap. "Indulgentiarum doctrina"8; Konsili Trente: DS 1835.

1479.   Oleh karena umat beriman yang telah meninggal yang masih berada pada jalan penyucian adalah juga anggota-anggota persekutuan para kudus ini, maka kita antara lain dapat membantu mereka dengan memperoleh indulgensi bagi mereka. Dengan demikian dihapuskan siksa dosa sementara para orang mati di dalam purgatorium [api penyucian].
« Last Edit: February 20, 2010, 12:13:01 PM by korektor »
February 21, 2010, 08:10:02 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Quote
Ada yg perlu dikoreksi yaitu "abuse" dan "evil gains". Kan sudah ditulis di situ. Sumbangan untuk Gereja lalu dijanjikan indulgensi, bukanlah "abuse" dan "evil gains". Lagipula indulgensi dalam bentuk surat juga tidak ada. Si Luther saja yg mengada-ada.

Contoh "abuse" yaitu ajaran si Tetzel yg mengatakan bahwa "Semua dosa akan dihapus dengan indulgensi termasuk bersetubuh dengan Bunda Maria" dan "Begitu terdengar bunyi emas di kotak, bangkitlah jiwa menuju surga.". Ajaran si Tetzel ini benar-benar tidak masuk akal dan tidak berdasar. Sama seperti ajaran Martin Luther.

Baiklah, jika demikian apakah derma merupakan syarat Indulgensi (saya tidak mengungkit Surat Indulgensi, katakanlah sesuai perkataan Anda memang tidak ada bentuk suratnya) pada zaman Luther? dan apakah derma merupakan syarat Indulgensi pada zaman sekarang?

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: February 21, 2010, 11:26:07 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)