Author Topic: Sidang Kajian Terpisahnya Protestan Dari Katholik: Indulgensi  (Read 7671 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 14, 2010, 11:53:23 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Terima kasih sudah ada usaha. Saya juga nggak mengerti bahasa Latin. Yang jelas sidang ini harus membuahkan hasil:
1) Katolik salah, atau
2) Protestan salah, atau
3) keduanya sama-sama salah.
Itulah tujuan sidang yang mendakwa. Mencari siapa yang salah.

Kalau Katolik dan Protestan sama-sama benar, sangat tidak masuk akal. Sesama orang benar pastilah saling mendukung dan bersatu. Ini adalah aksioma (kebenaran yang tidak perlu dibuktikan) yang harus diyakini secara teguh.

Sesama orang benar pastilah saling mendukung dan bersatu.

Namun, sekalipun misalnya sudah jelas hitam diatas putihpun, maka Katolik tetap memiliki landasan yang kuat yaitu dengan argumentasi:
"Perintah dari Paus tidak demikian, itu adalah pelanggaran yang dilakukan oknum Imam Tetzel yang diberikan kuasa oleh Paus"
Dengan demikian permasalahan tetap mengambang (sedangkan perintah dan kuasa dari Paus kepada Imam Tetzel tentunya adalah lisan) dan tidak dapat diselesaikan karena ini memang masalah yang sudah pudar konteksnya karena telah berlalu berabad-abad.

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: June 14, 2010, 11:55:55 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
June 25, 2018, 10:12:28 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur Parreva nimbrung.

Tapi, @Sotardugur Parreva tidak memiliki suatu informasi berupa dokumen dari masa silam untuk mencerahkan soal ini. Yang ingin kusampaikan ialah pemikiran yang begini:
1. Untuk sementara ini, kusimpulkan bahwa model, atau format, atau bentuk dari "Surat Indulgensi" itu belum baku.
2. Berdasar informasi mengenai mesin cetak Gutenberg, disimpulkan bahwa pada masa itu dicetak ribuan "Surat Indulgensi" namun tidak ditunjukkan barang satu dari yang ribuan itu.
3. Ada pikiran bahwa kisah mesin cetak Gutenberg itu hanya untuk memudahkan saja menceritakan kisah pencetakan ribuan "Surat Indulgensi" tanpa menyisakan satu contoh, seperti diceritakan sekedar untuk menonjolkan keunggulan mesin cetak Gutenberg. Mesin cetak Gutenberg itu akan lebih menonjol lagi, seandainya ada tersisa barang sehelai contoh print out dari "Surat Indulgensi" yang konon dicetak ribuan itu.
4. Berhubung eksistensi "Surat Indulgensi" (kalau benar pernah ada) seakan membusukkan nama Katolik, kayaknya lumrah jika Katolik tidak menyimpan "Surat Indulgensi" (walaupun yang terjadi sependek pengetahuanku, Katolik selalu mengarsip dokumen, lepas dari apakah dokumen itu mengungkapkan keburukan atau kebaikan Katolik).
5. Berhubung Martin Luther (Protestan) sebagai pendakwa bahwa Katolik menjual "Surat Indulgensi", kupikir, Martin Luther (Prostestan)-lah yang menyediakan pendukung dakwaannya, berupa menunjukkan benar-benar adanya "Surat Indulgensi". Dengan begitu akan memperkuat dakwaannya.

Dari butir-butir di atas, menurut pendapatku, Protestanlah yang wajib menunjukkan model, contoh, format "Surat Indulgensi" yang dibahas itu. Kurang tepat jika meminta Katolik menunjukkan model, contoh, atau format "Surat Indulgensi" yang menjatuhkan nama Katolik.
Maksudku, seandainya Katolik memang memiliki model, contoh, atau format barang itu, sangat berterima di logika sehat jika Katolik menyembunyikannya, karena barang itu sudah mencoreng nama Katolik (Walaupun di sisi lain, sependek pengetahuanku, Katolik tidak menghilangkan pengarsipan keburukannya kalau benar pernah ada). Sementara itu, Martin Luther (Prostestan) idealnya mengarsipkan dengan baik pendukung atau penguat dakwaan/pernyataannya bahwa Katolik menjual "Surat Indulgensi".   

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
June 26, 2018, 11:15:22 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
lah....

udah jelas2 hal itu terjadi
dan Katolik memang tidak menghapusnya kok
Katolik merevisinya, melarang penggunaan uang untuk indulgensi tersebut
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 26, 2018, 12:45:40 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
lah....
udah jelas2 hal itu terjadi
dan Katolik memang tidak menghapusnya kok
Katolik merevisinya, melarang penggunaan uang untuk indulgensi tersebut
Sepengetahuan @HenHen, apa yang sudah terjadi?
Apanya yang tidak dihapus?
Apanya yang direvisi?
Kupikir, agar lebih kuat pernyataan bahwa ada revisi, betapa tidak akan terbantahkan jika bisa menunjukkan bagaimana format sebelum direvisi, dan bagaimana format setelah direvisi.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
June 26, 2018, 12:53:35 PM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
halah, sudah pernah dikasih tau sebelumnya kok, lengkap dengan linknya

kamunya aja gak terima dan selalu ngebantah tanpa dasar

nih lagi (untuk terakhir kalinya)

https://en.wikipedia.org/wiki/Indulgence

A few years later, in 1567, Pope Pius V canceled all grants of indulgences involving any fees or other financial transactions

baca2 yang lengkap biar ngerti sendiri
disini juga boleh nih

http://www.newadvent.org/cathen/07783a.htm
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 26, 2018, 02:42:51 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ada rada-rada tegar tengkuk, deh.

Reply#51 kuringkas:
Pemikirankui:
1. Model, atau format, atau bentuk dari "Surat Indulgensi" itu belum baku.;
2. Informasi mesin cetak Gutenberg, pada masa itu dicetak ribuan "Surat Indulgensi", namun tidak ada arsip;
3. Informasi mesin cetak Gutenberg itu hanya untuk memudahkan saja;
4. Eksistensi "Surat Indulgensi" (kalau benar pernah ada) lumrah tidak disimpan Katolik.
5. Martin Luther (Protestan) sebagai pendakwa Katolik menjual "Surat Indulgensi" idealnya menyimpan bukti.

Dari butir-butir di atas, Protestanlah yang wajib menunjukkan model, contoh, format "Surat Indulgensi".

Posting @Sotardugur Parreva itu adalah tentang ketidaktersediaan model "Surat Indulgensi" yang idealnya tersimpan oleh Protestan selaku pendakwa.
Tanpa meng-quoting, #52, @HenHen posting:
lah....
udah jelas2 hal itu terjadi
dan Katolik memang tidak menghapusnya kok
Katolik merevisinya, melarang penggunaan uang untuk indulgensi tersebut
Tidak jelas apa yang @HenHen maksud dengan jelas.
@HenHen menulis: "hal itu terjadi"--> Hal apa @HenHen maksud terjadi? Apakah hal ketidaktersediaan model "Surat Indulgensi"? Posting di atas posting @HenHen itu, bercerita tendang ketidaktersediaan model "Surat Indulgensi", lhoh.
Katolik tidak menghapus apa? Menghapus "Surat Indulgensi"? Pembicaraan mengenai ketidaktersediaan model SI, kok. Bukan penghapusan.
Eh, maksudmu, Katolik tidak menghapus SI yang sudah beredar? Memang tidak.
@HenHen menulis, Katolik merevisi. -->Merevisi apa? Merevisi SI yang kutulis di #51? Tidak jelas.

Itulah yang kutanyakan melalui #53, karena ketidakjelasan #52.
Kuulang: di #51 kutulis tentang ketidaktersediaan model SI, di #52 @HenHen tidak jelas memaksudkan apa, di #53 kuminta @HenHen memperjelas apa yang @HenHen maksudkan.

Bukannya memperjelas, di #54 @HenHen bertegar tengkuk, seolahReply#51 nyambung ke #52, nyambung ke #53, sama-sama membicarakan ketidaktersediaan model "Surat Indulgensi", @HenHen memberikan link yang bercerita tentang "Indulgensi", bukan "Surat Indulgensi".

Bisa diskusi secara nyambung?
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
June 26, 2018, 02:50:16 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
gak usah ribet2 ngikuti pemikiranmu

soal model surat dan lain sebagainya itu Protestan gak ngurus, itu harusnya Katolik yang ngurus, dan saya gak fokus kesana

yang jelas sudah ada dan terjadi adalah
penyalahgunaan surat indulgensi tersebut
dan pada akhrinya Paus pun merevisi untuk hal tersebut ga boleh pake duit lagi
Paus jaman sekarang pun sudah minta maaf untuk kejadian ini, Protestan malah belum

itu sudah fakta sejarah
fakta ini gak dihapus dari Katolik kok, hal ini masih ada di mereka sampe saat ini, tinggal baca saja, itu kalo dibilang gak nyambung dr postinganmu ya lucu sudah ;D

ubah dulu catatan sejarahnya itu baru bilang hal ini gak terjadi

deritamu saja kalo bilang gak nyambung sudah ;D
« Last Edit: June 26, 2018, 03:01:29 PM by HenHen »
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
June 26, 2018, 03:40:59 PM
Reply #57
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
izin post ga nyambung:
haha, percakapan terakhir di thread ini adalah delapan tahun yg lalu, tapi dasar bang @sotar suka mengulik2 masa lalu, banyak thread yg uda terkubur yg dibikin para leluhur FK diangkat lagi ke permukaan haha..  :huh: :mad0261:
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
June 26, 2018, 04:05:51 PM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
gak usah ribet2 ngikuti pemikiranmu
soal model surat dan lain sebagainya itu Protestan gak ngurus, itu harusnya Katolik yang ngurus, dan saya gak fokus kesana
Jangan @HenHen ikuti pemikiran @Sotardugur Parreva. Tapi kalo @HenHen diskusi, hendaknya nyambung.
Maksud @HenHen nggak ngurus, cukup dengan teriak-teriak tanpa memberikan sebarang bukti?
Kenapa aneh?
Kenapa merosot pemikiranmu?

Kupikir, karena Martin Luther (Protestan) menuding adanya penjualan "Surat Indulgensi", maka dia menunjukkan contoh barang yang dijual itu, sebagai bukti penguat tudingannya.

Quote
yang jelas sudah ada dan terjadi adalah
penyalahgunaan surat indulgensi tersebut
dan pada akhrinya Paus pun merevisi untuk hal tersebut ga boleh pake duit lagi
Memang ada klerus yang nakal, menjual "Surat Indulgensi" pada abad XVI.
Penghentian pelibatan uang itu bukan untuk revisi. Sejak semula pengampunan dosa tidak melibatkan uang. Pengampunan dosa adalah kewenangan para rasul yang diberikan langsung oleh Tuhan Yesus Kristus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada (Yoh 20:23). Namun memang ada klerus yang nakal, menjual "Surat Indulgensi". Penghentiannya bukan revisi, tetapi koreksi, pengembalian kepada asalnya. Istilah revisi itu bukan bahasa Katolik. Itu adalah bahasa Non-Katolik yang menjadikan Surat Indulgensi sebagai titik tembak kepada Katolik. 

Quote
Paus jaman sekarang pun sudah minta maaf untuk kejadian ini, Protestan malah belum
Coba kutipkan permintaan maaf yang @HenHen maksud itu. Tentang Surat Indulgensi atau tentang yang tidak terkait Indulgensi? Biasakan nyambung.

Quote
itu sudah fakta sejarah
Mana yang fakta?
Penjualan Surat Indulgensi, memang itu kesalahan, sudah jadi fakta.
Tentang permintaan maaf, atas hal apa permintaan maaf tersebut? Kenapa main hantam kromo secara serampangan?

Quote
fakta ini gak dihapus dari Katolik kok, hal ini masih ada di mereka sampe saat ini, tinggal baca saja, itu kalo dibilang gak nyambung dr postinganmu ya lucu sudah ;D
Tidak ada yang menghapus.
Maka, kalo bicara tentang tempe, jangan @HenHen bablas ke tahu, bablas ke kedele, walaupun tempe terbuat dari kedele, dan tahu terdiri dari kedele, membahas tempe ya bahas tempe. Kalo pembicaraan mengenai tempe, tetapi @HenHen dengan penuh semangat membahas tahu, atau membahs kedele, itu yang menjadi lucu.
Kubicarakan model Surat Indulgensi berdasar Reply#11 s.d. 25, kenapa @HenHen tanggapi penjualan Surat Indulgensi?
Memang @HenHen lucu dalam hal itu. Tidak bisa dipungkiri.

Quote
ubah dulu catatan sejarahnya itu baru bilang hal ini gak terjadi
Siapa yang mengatakan penjualan Surat Indulgensi itu tidak terjadi? Gaya diskusimu merosot tajam. Model Surat Indulgensi itu tidak baku. Maka, jika dikatakan mesin cetak Gutenberg mencetak ribuan Surat Indulgensi, patut diragukan, karena tidak ada arsip print out dari yang ribuan itu.

Quote
deritamu saja kalo bilang gak nyambung sudah ;D
Memang tidak nyambung, tulisanku tentang model Surat Indulgensi yang dibicarakan partisipan lain di lebih dari 10 posting, @HenHen tenggapi sebagai penjulan Surat Indulgensi. @HenHen yang menderita, kenapa menuding @Sotardugur Parreva?
Konyol, kan?
« Last Edit: June 26, 2018, 04:13:08 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
June 26, 2018, 04:08:45 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
izin post ga nyambung:
haha, percakapan terakhir di thread ini adalah delapan tahun yg lalu, tapi dasar bang @sotar suka mengulik2 masa lalu, banyak thread yg uda terkubur yg dibikin para leluhur FK diangkat lagi ke permukaan haha..  :huh: :mad0261:
Tapi, tritnya belum dimasukkan ke "TERJAWAB", menurut pendapatku, masih terbuka untuk dikomentari. :tongue:  :D :char11:
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)