Author Topic: Ke-Tuhanan Yesus  (Read 372275 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 19, 2009, 01:28:20 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1995
  • Gender: Male
  • 1 Korintus 14:9-10
Dear tamu terhormat,
Secara pribadi, saya menghargai Anda yang memang ingin berdiskusi mengenai banyak topik tentang ke-Kristenan. Tetapi, mari kita memulainya dengan baik; topik per topik, tidak dengan cara menghamburkan semua yang kalian tahu dalam satu halaman topik. Hal ini membuat maksud dan tujuan kalian sendiri menjadi bias dan serampangan. Profesionallah sedikit; bukankan kalian ingin kita saling memahami? Atau cuma mau mengumbar pengertian sepihak? Contoh dalam topik ini saya anggap baik, karena tidak bias pokok pembahasannya. Semoga kesediaan saya ini dapat dihargai; jangan hit & run maksudnya, sekali lagi jangan cuma hit & run, sebab Anda akan menjadi tamu yang (maaf) kurang ajar, dan akan kehilangan tujuan. Berikut ini kita akan mulai pembahasan kita.

Yang perlu diketahui oleh tamu-tamu terhormat:

Ayat-ayat Alkitab itu dipahami dengan memperoleh penjelasan dari ayat-ayat lainnya dalam perikop tersebut. Lebih jauh lagi, terutama yang menyangkut ajaran-ajaran mendasar, kita harus memeriksanya lebih dalam lagi; yaitu, dengan memperbandingkan perikop-perikop yang membahas masalah yang sama, di kitab-kitab/surat-surat lainnya, baik di Perjanjian Lama, maupun di Perjanjian Baru. Dengan cara ini, maka kita akan mendapatkan satu pemahaman yang singkron dan utuh mengenai suatu ajaran. Cara pemahamannya tidaklah seragam seluruhnya; karena ada yang bersifat sejarah, ada yang bersifat sastra, lainnya lagi bersifat dialog biasa, dan ada juga sesuatu yang digambarkan dengan perumpamaan, dan nubuatan. Masing-masing dari bentuk tulisan itu, haruslah ditafsir sebagaimana bentuknya. Hal demikian ini kami sebut sebagai Hermeneutika. Mengenai hermeneutika ini, saya bersedia memberikan penjelasan secara pribadi, agar dapat berguna bagi para tamu dalam mengenal Alkitab. Kalian coba baca-baca mengenai hal ini di "Google", ada artikel yang menyatakan bahwa Hermeneutika adalah sesat! Kenapa? Karena setelah mempelajari hal ini, mereka menemukan bahwa Alkitab semakin jelas dipahami, sementara kitab lainnya menjadi terlihat tidak terstruktur dengan baik.

Berangkat dari pemahaman di atas, kita akan memahami kedua ayat yang diajukan oleh sis Pauline bersama-sama:

Yang pertama
Mengapa kau sebut aku sebagai yang baik? Tidak ada yang baik kecuali satu, yaitu Allah. (Lukas 18:19)
Bila ayat tersebut kita artikan sebagai penyangkalan Yesus sebagai Tuhan, maka Yesus bukanlah hanya bukan Tuhan, tetapi Ia juga adalah manusia yang berdosa. Tetapi hal ini akan bertentangan sekali dengan kenyataan lainnya, yang menunjukan bahwa Tuhan sendiri telah memperkenalkan diri-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan itu. Jadi, apa maksudnya dalam ayat ini Yesus berkata demikian? Kita akan memeriksa latar belakangnya yang dapat kita pelajari dari ayat sebelumnya, dan dilanjutkan dengan melihat ayat-ayat sesudahnya, demikian:
Lukas 18:18
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya:"Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Orang ini, yang bertanya kepada Yesus, memiliki kelas sosial yang memiliki wewenang dalam membuat aturan; beliau ini adalah seorang pemimpin. Pemimpin ini mengatakan sebuah kalimat rayuan gombal kepada Yesus. Ia pikir bahwa hidup kekal itu akan didapatkannya dengan apa yang telah ia lakukan, tanpa ada sesuatu yang perlu ia kerjakan lagi untuk hidup kekal itu. Ketika Yesus menjelaskan demikian:
Lukas 18:20
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
Orang ini menjawabnya demikian:
Lukas 18:21
Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Lalu Yesus mengejarnya dengan hal lainnya lagi, yaitu:
Lukas 18:22
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Ketidaksanggupan orang itu tergambar sudah:
Lukas 18:23
Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Jelaslah orang ini, yang merasa sudah menjadi orang yang baik, dan merasa mirip-miriplah dengan Yesus yang baik menurut pengertiannya itu, menganggap dirinya layak untuk peroleh hidup yang kekal karena apa yang diperbuatnya. Dan dengan sangat menyesal, ia terpaksa undur dari anggapannya itu.

Setelah memperoleh eksposisi yang demikian, kita bisa melihat bahwa adanya unsur didikan dari Tuhan Yesus yang langsung menghujam apa yang mendasari pujian dari pemimpin itu kepada Yesus. Dan Tuhan Yesus, membawa pemimpin itu kepada refleksi diri dari pemimpin itu sendiri , dengan perkataan berikut:
Lukas 18:19
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

Hal ini sejalan dengan ajaran Kristen yang mengatakan bahwa keselamatan hanya oleh anugrah Tuhan, bukan oleh karena perbuatan baik manusia; sebab tidak ada manusia yang sempurna kalau tidak disempurnakan oleh TUHAN sendiri.

Yang kedua
Yesus bertambah besar hikmahnya dan bertambah dewasa, serta makin disukai Allah dan manusia. (Lukas 2:52)
Mari kita mengenal beberapa ayat lainnya yang berisikan ungkapan "disukai Allah dan manusia", berikut ini:
1 Sam. 2:26
Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.
Amsal 3:4
maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Ungkapan tersebut, menunjukan seseorang yang pertumbuhannya berbeda, bukan menggambarkan suatu pertumbuhan yang sekedar menarik, tetapi juga mempunyai tingkat spiritual yang tinggi. Keadaan yang seperti ini digambarkan dengan ungkapan "disukai di hadapan TUHAN maupun manusia"; yaitu keadaan yang memenuhi standard spiritual di hadapan hukum TUHAN, apalagi di hadapan manusia.

Dalam hal ungkapan tersebut dikenakan kepada Yesus, tidaklah otomatis menunjukan bahwa Yesus bukan Tuhan; tetapi menunjuk kepada tingkat pertumbuhannya yang baik di hadapan hukum TUHAN, apalagi manusia.

========================================================================================
Demikianlah kita harus memahami kedua ayat yang diajukan oleh sis Pauline di atas. Sekarang kita maju lebih jauh mengenai ke-Tuhan-an Yesus; sebab kalau tidak demikian, maka penjelasan yang selaras dari ke dua ayat di atas tentunya tidak berarti apa-apa bagi tamu-tamu sekalian, kecuali hanya dianggap sebagai alasan yang mengada-ngada. Kita lanjut ya?
========================================================================================

Argumen pertama (dan akan berlanjut lagi, tergantung sejauh mana para tamu menyerapnya) yang akan saya kemukakan bagi para tamu terhormat, adalah mengenai fakta praeksistensi dari Tuhan kami Yesus Kristus. Praeksistensi ini menunjukan keberadaan-Nya sebelum Ia dilahirkan. Bahkan telaah mengenai praeksistensi ini juga menunjukan keberadaan-Nya sebelum adanya penciptaan, bahkan waktu.

Presuposisi yang dapat kiita bangun adalah demikian:

1. Jika Kristus baru ada ketika dikandung, maka Ia bukan Tuhan.
2. Jika Kristus tdk ada sebelum Ia dikandung, maka Ia bukan Alla yang kekal itu.
3. Jika Kristus tdk ada sebelum Ia dikandung, maka Ia pembohong, karena Ia mengaku sudah ada.

Bukti  dari presuposisi di atas yang dapat kita pelajari, adalah berikut ini:

Ia berasal dari surga, ini adalah pengakuan-Nya sendiri mengenai praeksistensi-Nya sebelum kelahiran.
Yoh. 3:13
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh. 3:31
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

Ia terlibat dalam penciptaan:
Yoh. 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Bandingkan dengan yang ini:
Kejadian 1:1
Pada mulanya Elohyim menciptakan langit dan bumi.
Kalian tahu arti kata Elohyim? Bentuk jamak dari sesuatu yang tunggal!

Ia mengaku bahwa ia memiliki hakekat yang sama dengan TUHAN:
Yoh. 10:30
Aku dan Bapa adalah satu."
Karena itu Ia memiliki kemuliaan yang sama dengan Bapa sebelum dunia ada:
Yoh. 17:5
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Yohanes pembaptis sebagai nabi, ia dituntun oleh Roh TUHAN untuk menyaksikan hal berikut:
Yoh. 1:15
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
Yoh.1:30
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Padahal Yohanes lahir duluan.

Ia mengaku bahwa Ia memiliki ke-Allah-an yang penuh:
Informasi ini kita simpan dulu untuk pembahasan legih lanjut mengenai ke-Allah-an Kristus, setelah pembahasan mengenai praeksistensi ini tuntas kita bahas.

Demikian, para tamu terhormat saya persilahkan untuk mempelajarinya dengan hati-hati dan teliti. Tanggapan dari kalian sangat saya nantikan demi kemajuan diskusi kita ini. Terima kasih.


Semoga memberkati.
« Last Edit: January 19, 2009, 01:45:56 AM by Kasih »
Segala sesuatu ingin kupinta dengan iman kepada-Nya; tetapi kutahu hanya apa yang dikehendaki-Nyalah yang akan terjadi kepadaku. Sekarang tegaklah kepalaku, menghadapi segala sesuatu seturut kehendak-Nya.
January 19, 2009, 09:54:57 AM
Reply #41
  • Guest
Quote
YESUS, TUHAN YANG DIUJI 

Yup!! Betul harus diuji...justru karena itu Dia harus turun ke dunia , untuk menyatakan ujian tsb kepada manusia :afro:

Dan....... hasil  ujian itu Amin
Dan.......dan menyatakan memang Yesus itu betul betul TUHAN dan Allah Yang Perkasa :afro:


January 19, 2009, 11:06:37 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9645
  • Gender: Male
    • my Christian Blog
  • Denominasi: gak ada aliran
Kenapa setiap ada topik yang membantah tentang dogma kristiani, umat ini selalu saja langsung kelabakan?
Kenapa kita tidak belajar dari sepupu kita, keturunan ismail (umat islam)?
Mereka selalu berani menjawab setiap tuduhan2.

bukan gitu cui .. cuman klo hanya jadi THREAD STARTER aja tanpa TS itu ikut diskusi .. buang2 tenaga.. klo dia menanggapi apa yang kita tanggapi , bukan hanya jadi penulis topik saja.. baru kita ledenin... itu namanya mau di ajak diskusi.. tetapi klo hanya cuman bikin thread saja , lalu dia melihat comment2 kita tanpa adanya balasan dari dia.... ngapain juga di tanggapi :)
My Christian Blog : inspireoffaith.blogspot.com

lebih baik menjadi Pelaku Firman, Daripada
menjadi Penjabar/pendebat Firman
January 19, 2009, 01:10:27 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1995
  • Gender: Male
  • 1 Korintus 14:9-10
Nah, Kaizou, sekarang ditunggu tanggapannya dari TS atau teman-temannya yang lain juga tidak apa-apa sih kalau TS perlu ditemani, tapi bagusnya melalui TS saja, jadi lebih jelas.

Ditunggu ya .....
Segala sesuatu ingin kupinta dengan iman kepada-Nya; tetapi kutahu hanya apa yang dikehendaki-Nyalah yang akan terjadi kepadaku. Sekarang tegaklah kepalaku, menghadapi segala sesuatu seturut kehendak-Nya.
January 19, 2009, 03:49:00 PM
Reply #44
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
Tidak ada kelulusan tanpa Ujian

Tidak ada kebenaran yang benar tanpa benar2 lulus ujian
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
January 19, 2009, 04:03:00 PM
Reply #45
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Ganti dong judulnya :

Yesus, Tuhan yg TERUJI.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
January 19, 2009, 06:49:38 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 734
  • Gender: Male
Perhatikan! pada saat itu ada yang menyebut Yesus sebagai :

1. Mesias
Mat.16:16-17 (salah satu ayatnya)
ayat 16 : Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
ayat 17 : Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

2. Guru/Rabi
Mat.8:19-20 (salah satu ayatnya)
ayat 19 : Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: "Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi."
ayat 20 : Yesus berkata kepadanya: "Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya."

3. Nabi
Luk.24:19 (salah satu ayatnya)
ayat 19 : Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.

4. Tuhan/Allah, beberapa ayatnya :
Mat.8:25-26
ayat 25 : Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
ayat 26 : Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Yoh.20:28-29
ayat 28 : Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
ayat 29 : Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Kis.1:6-7
ayat 6 : Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?"
ayat 7 : Jawab-Nya: "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasa-Nya.

Dari sebutan2 tersebut (masih ada sebutan Raja, Anak Daud), Yesus tidak pernah melarang orang atau murid-muridNya untuk memanggil dengan sebutan tersebut diatas, apalagi untuk TUhan / Allah.

Sedangkan Yesus sendiri sangat sering memakai sebutan untuk diriNya 'Anak Manusia'. Kenapa Yesus tidak mengatakan diriNya adalah Tuhan? ada beberapa hal yg dapat saya simpulkan :
- kata 'Anak Manusia' dipakaiNya karena orang mengenalNya sebagai anak Yusuf yg 'diutus' BapaNya
- jika Dia mengatakan diriNya Tuhan, maka orang pada jaman itu tidak akan percaya kepada pemberitaanNya, malah dapat dikatakan menghujat Allah.
- Yesus sering melarang murid2Nya memberitahukan tentang siapa Dia sebenarnya dan membiarkan murid-muridNya mengerti siapakah diriNya.

Oknum yang benar2 mengerti Dia adalah iblis

1. Anak Allah
Mrk.5:7-8
ayat 7 : dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
ayat 8 : Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"

2. Yang Kudus dari Allah
Luk.4:34-35
ayat 34 : Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.
ayat 35 : Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.

GBU all
January 19, 2009, 07:11:35 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9645
  • Gender: Male
    • my Christian Blog
  • Denominasi: gak ada aliran
yuk TS . keluarkan argument anda mengenai tanggapan teman2 di sini :) saya kasih waktu 1 hari 24 jam :)  kalau tidak saya gerebek tempat anda :)









































wahuahuahuahuahua !!
My Christian Blog : inspireoffaith.blogspot.com

lebih baik menjadi Pelaku Firman, Daripada
menjadi Penjabar/pendebat Firman
January 19, 2009, 07:51:09 PM
Reply #48
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 8
hello pauline, salam kenal yah. hehe
pemikiran kmu bahwa Yesus bukan Tuhan adalah wajar - wajar saja, dengan ayat-ayat dalam injil Lukas sebagai dasar argumen itu.
emmm, tapi cara kamu baca Alkitab, khususnya injil-injil kalo seperti itu maka kamu akan menemukan berbagai pertentangan dalam Alkitab dan kesalahan contohnya yang kamu tulis ini. cara baca seperti itu saya sebut "ayat-iah" maksudnya kamu hanya mengutip ayat-ayat tertentu sesuka hati tanpa melihat konteks ayat tersebut, dan lebih luas lagi tentang konteks Injil Lukas itu. 
ingat yah kawan. penulis injil Lukas itu sama dengan penulis kisah para rasul (bukan rasul Paulus yang menulis kisah para rasul dan injil Lukas). lalu bagaimana mungkin dalam kisah para rasul, sang penulis begitu mengagungkan ke-TUHAN-an Yesus, sehingga itu diberitakan ke mana-mana ...... trus, jangan hanya melihat dari satu atau 2 ayat saja, tapi lihatlah secara keseluruhan dari Alkitab.
eh friend, ke-TUHAN-an Yesus itu sudah banyak ditentang dari awal Ia hidup sampai sekarang, tetapi kebenaran itu tetap bertahan. justru orang-orang yang menyangkali kebenaran itu yang sudah menjadi abu dan tulang-belulang alias sudah meninggal dunia. tapi kebenaran bahwa Yesus adalah TUHAN masih ada sampai sekarang.
jadi saya mau katakan pada teman2 smua kalo ajaran-ajaran yang sesat seperti ini jangan terlalu dipusingkan. tetaplah percaya bahwa Yesus itu adalah TUHAN. konsep itu sudah ada sejak nubuat tentang kedatangan-Nya dari kitab Kejadian dan kitab para nabi.
okey, smoga menjadi berkat.
January 19, 2009, 09:05:51 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1995
  • Gender: Male
  • 1 Korintus 14:9-10
Dear Pauline,
Secara pribadi, saya menghargai Anda yang memang ingin berdiskusi mengenai banyak topik tentang ke-Kristenan. Tetapi, mari kita memulainya dengan baik; topik per topik, tidak dengan cara menghamburkan semua yang kalian tahu dalam satu halaman topik. Hal ini membuat maksud dan tujuan kalian sendiri menjadi bias dan serampangan. Profesionallah sedikit; bukankan kalian ingin kita saling memahami? Atau cuma mau mengumbar pengertian sepihak? Contoh dalam topik ini saya anggap baik, karena tidak bias pokok pembahasannya. Semoga kesediaan saya ini dapat dihargai; jangan hit & run maksudnya, sekali lagi jangan cuma hit & run, sebab Anda akan menjadi tamu yang (maaf) kurang ajar, dan akan kehilangan tujuan. Berikut ini kita akan mulai pembahasan kita.

Yang perlu diketahui oleh Paulinet:

Ayat-ayat Alkitab itu dipahami dengan memperoleh penjelasan dari ayat-ayat lainnya dalam perikop tersebut. Lebih jauh lagi, terutama yang menyangkut ajaran-ajaran mendasar, kita harus memeriksanya lebih dalam lagi; yaitu, dengan memperbandingkan perikop-perikop yang membahas masalah yang sama, di kitab-kitab/surat-surat lainnya, baik di Perjanjian Lama, maupun di Perjanjian Baru. Dengan cara ini, maka kita akan mendapatkan satu pemahaman yang singkron dan utuh mengenai suatu ajaran. Cara pemahamannya tidaklah seragam seluruhnya; karena ada yang bersifat sejarah, ada yang bersifat sastra, lainnya lagi bersifat dialog biasa, dan ada juga sesuatu yang digambarkan dengan perumpamaan, dan nubuatan. Masing-masing dari bentuk tulisan itu, haruslah ditafsir sebagaimana bentuknya. Hal demikian ini kami sebut sebagai Hermeneutika. Mengenai hermeneutika ini, saya bersedia memberikan penjelasan secara pribadi, agar dapat berguna bagi Pauline dalam mengenal Alkitab. Kalian coba baca-baca mengenai hal ini di "Google", ada artikel yang menyatakan bahwa Hermeneutika adalah sesat! Kenapa? Karena setelah mempelajari hal ini, mereka menemukan bahwa Alkitab semakin jelas dipahami, sementara kitab lainnya menjadi terlihat tidak terstruktur dengan baik.

Berangkat dari pemahaman di atas, kita akan memahami kedua ayat yang diajukan oleh sis Pauline bersama-sama:

Yang pertama
Mengapa kau sebut aku sebagai yang baik? Tidak ada yang baik kecuali satu, yaitu Allah. (Lukas 18:19)
Bila ayat tersebut kita artikan sebagai penyangkalan Yesus sebagai Tuhan, maka Yesus bukanlah hanya bukan Tuhan, tetapi Ia juga adalah manusia yang berdosa. Tetapi hal ini akan bertentangan sekali dengan kenyataan lainnya, yang menunjukan bahwa Tuhan sendiri telah memperkenalkan diri-Nya sebagai Mesias yang dijanjikan itu. Jadi, apa maksudnya dalam ayat ini Yesus berkata demikian? Kita akan memeriksa latar belakangnya yang dapat kita pelajari dari ayat sebelumnya, dan dilanjutkan dengan melihat ayat-ayat sesudahnya, demikian:
Lukas 18:18
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya:"Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
Orang ini, yang bertanya kepada Yesus, memiliki kelas sosial yang memiliki wewenang dalam membuat aturan; beliau ini adalah seorang pemimpin. Pemimpin ini mengatakan sebuah kalimat rayuan gombal kepada Yesus. Ia pikir bahwa hidup kekal itu akan didapatkannya dengan apa yang telah ia lakukan, tanpa ada sesuatu yang perlu ia kerjakan lagi untuk hidup kekal itu. Ketika Yesus menjelaskan demikian:
Lukas 18:20
Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu."
Orang ini menjawabnya demikian:
Lukas 18:21
Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku."
Lalu Yesus mengejarnya dengan hal lainnya lagi, yaitu:
Lukas 18:22
Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
Ketidaksanggupan orang itu tergambar sudah:
Lukas 18:23
Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.
Jelaslah orang ini, yang merasa sudah menjadi orang yang baik, dan merasa mirip-miriplah dengan Yesus yang baik menurut pengertiannya itu, menganggap dirinya layak untuk peroleh hidup yang kekal karena apa yang diperbuatnya. Dan dengan sangat menyesal, ia terpaksa undur dari anggapannya itu.

Setelah memperoleh eksposisi yang demikian, kita bisa melihat bahwa adanya unsur didikan dari Tuhan Yesus yang langsung menghujam apa yang mendasari pujian dari pemimpin itu kepada Yesus. Dan Tuhan Yesus, membawa pemimpin itu kepada refleksi diri dari pemimpin itu sendiri , dengan perkataan berikut:
Lukas 18:19
Jawab Yesus: "Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja.

Hal ini sejalan dengan ajaran Kristen yang mengatakan bahwa keselamatan hanya oleh anugrah Tuhan, bukan oleh karena perbuatan baik manusia; sebab tidak ada manusia yang sempurna kalau tidak disempurnakan oleh TUHAN sendiri.

Yang kedua
Yesus bertambah besar hikmahnya dan bertambah dewasa, serta makin disukai Allah dan manusia. (Lukas 2:52)
Mari kita mengenal beberapa ayat lainnya yang berisikan ungkapan "disukai Allah dan manusia", berikut ini:
1 Sam. 2:26
Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.
Amsal 3:4
maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.

Ungkapan tersebut, menunjukan seseorang yang pertumbuhannya berbeda, bukan menggambarkan suatu pertumbuhan yang sekedar menarik, tetapi juga mempunyai tingkat spiritual yang tinggi. Keadaan yang seperti ini digambarkan dengan ungkapan "disukai di hadapan TUHAN maupun manusia"; yaitu keadaan yang memenuhi standard spiritual di hadapan hukum TUHAN, apalagi di hadapan manusia.

Dalam hal ungkapan tersebut dikenakan kepada Yesus, tidaklah otomatis menunjukan bahwa Yesus bukan Tuhan; tetapi menunjuk kepada tingkat pertumbuhannya yang baik di hadapan hukum TUHAN, apalagi manusia.

========================================================================================
Demikianlah kita harus memahami kedua ayat yang diajukan oleh sis Pauline di atas. Sekarang kita maju lebih jauh mengenai ke-Tuhan-an Yesus; sebab kalau tidak demikian, maka penjelasan yang selaras dari ke dua ayat di atas tentunya tidak berarti apa-apa bagi tamu-tamu sekalian, kecuali hanya dianggap sebagai alasan yang mengada-ngada. Kita lanjut ya?
========================================================================================

Argumen pertama (dan akan berlanjut lagi, tergantung sejauh mana Pauline menyerapnya) yang akan saya kemukakan bagi para tamu terhormat, adalah mengenai fakta praeksistensi dari Tuhan kami Yesus Kristus. Praeksistensi ini menunjukan keberadaan-Nya sebelum Ia dilahirkan. Bahkan telaah mengenai praeksistensi ini juga menunjukan keberadaan-Nya sebelum adanya penciptaan, bahkan waktu.

Presuposisi yang dapat kiita bangun adalah demikian:

1. Jika Kristus baru ada ketika dikandung, maka Ia bukan Tuhan.
2. Jika Kristus tdk ada sebelum Ia dikandung, maka Ia bukan Alla yang kekal itu.
3. Jika Kristus tdk ada sebelum Ia dikandung, maka Ia pembohong, karena Ia mengaku sudah ada.

Bukti  dari presuposisi di atas yang dapat kita pelajari, adalah berikut ini:

Ia berasal dari surga, ini adalah pengakuan-Nya sendiri mengenai praeksistensi-Nya sebelum kelahiran.
Yoh. 3:13
Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yoh. 3:31
Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi, termasuk pada bumi dan berkata-kata dalam bahasa bumi. Siapa yang datang dari sorga adalah di atas semuanya.

Ia terlibat dalam penciptaan:
Yoh. 1:3
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Bandingkan dengan yang ini:
Kejadian 1:1
Pada mulanya Elohyim menciptakan langit dan bumi.
Kalian tahu arti kata Elohyim? Bentuk jamak dari sesuatu yang tunggal!

Ia mengaku bahwa ia memiliki hakekat yang sama dengan TUHAN:
Yoh. 10:30
Aku dan Bapa adalah satu."
Karena itu Ia memiliki kemuliaan yang sama dengan Bapa sebelum dunia ada:
Yoh. 17:5
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.

Yohanes pembaptis sebagai nabi, ia dituntun oleh Roh TUHAN untuk menyaksikan hal berikut:
Yoh. 1:15
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
Yoh.1:30
Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
Padahal Yohanes lahir duluan.

Ia mengaku bahwa Ia memiliki ke-Allah-an yang penuh:
Informasi ini kita simpan dulu untuk pembahasan legih lanjut mengenai ke-Allah-an Kristus, setelah pembahasan mengenai praeksistensi ini tuntas kita bahas.

Demikian, sis Pauline saya persilahkan untuk mempelajarinya dengan hati-hati dan teliti. Tanggapan dari kalian sangat saya nantikan demi kemajuan diskusi kita ini. Terima kasih.


Semoga memberkati.
« Last Edit: January 19, 2009, 09:12:53 PM by Kasih »
Segala sesuatu ingin kupinta dengan iman kepada-Nya; tetapi kutahu hanya apa yang dikehendaki-Nyalah yang akan terjadi kepadaku. Sekarang tegaklah kepalaku, menghadapi segala sesuatu seturut kehendak-Nya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)