Author Topic: Ke-Tuhanan Yesus  (Read 379409 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

July 26, 2018, 06:43:32 PM
Reply #8830
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2228
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
bandingkan dengan KS-ILT2
Lukas 16:16
Torat dan para nabi ada sampai Yohanes, ....
KS-ILT2? Apaan itu?
Kupahami, di Indonesia ini, Kitab Suci terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia lebih kompeten daripada terjemahan-terjemahan manapun yang berlaku nasional. Untuk kalangan terbatas Katolik Roma menggunakan terjemahan Lembaga Biblika Indonesia (LBI) atau Yayasan Lembaga Biblika Indonesia (YLBI). Mungkin kalangan-kalangan lainnya memilih terjemahan sendiri-sendiri, silahkan saja. Secara nasional, mari gunakan terjemahan LAI agar dapat diskusi apple to apple. Jika bahan diskusi para pendiskusi berbeda, diskusi tidak akan berkesudahan.
Pada poin itu, perbedaan semakin menganga, sia-sia memaksakan diskusi karena asosiasi dalam kepala para pendiskusi berlainan.

kalau anda pakai kata: 'berlaku' maka apakah ini tidak berlaku lagi?

Mat 22:36  "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
Mat 22:37  Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Mat 22:38  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
Mat 22:39  Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Mat 22:40  Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."
salam.
Kalo logika @dunlut normal, idealnya, tidak menanyakan keberlakuan ayat-ayat tersebut, karena, tercatat di Perjanjian Baru yaitu zaman Tuhan beserta kita. Seharusnya, dengan mencermati Mat 22:40 yang @dunlut salin itu, @dunlut mengetahui bahwa bila diringkas, Yesus Kristus mengajarkan: Kasihi Tuhan, Kasihi Sesama.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 26, 2018, 07:46:40 PM
Reply #8831
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2228
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Parah.
Dari siapa pula @dunlut menerima ajaran sesat itu?
sesatnya di mana, tolong pencerahannya?
salam.
sesat/se┬Ěsat/ a 1 tidak melalui jalan yang benar; salah jalan: malu bertanya -- di jalan; mati --; 2 ki salah (keliru) benar; berbuat yang tidak senonoh; menyimpang dari kebenaran (tentang agama dan sebagainya): ajaran yang --;-- surut, terlangkah kembali, pb memperbaiki kesalahan yang telah dibuat;
Sesat pada tulisan @Sotardugur Parreva itu ialah seperti yang tebal bergaris bawah.

Menurut pendapatku, karena @dunlut menggunakan KS-ILT2, maka pemahamanmu sesat atau tidak melalui jalan yang benar.
Mengapa?
Karena sependek pemahamanku, KS-ILT adalah singkatan dari Kitab Suci-Indonesian Literal Translation, yaitu penerjemahan yang mengutamakan kata per kata, bukan konteks yang tergambar dari perikop. Artinya, walaupun ada kejanggalan pengalihbahasaan itu, dipaksakan juga. Kejanggalan pasti ada sebagai dampak dari nilai tradisi dan budaya pengguna bahasa asli Alkitab dibandingkan ke tradisi dan budaya ke daerah mana Alkitab itu dialihbahasakan.
Pada kasus kita ini, terjemahan dengan cara ILT, akan menghasilkan kejanggalan-kejanggalan penerjemahan, berbeda dengan penerjemahan oleh LAI yang berupaya menaturalisasi ayat-per-ayat disajikan dalam konteks (perikop).
Nah, perbedaan-perbedaan nilai tradisi dan budaya di tempat asal Alkitab itu ditulis dengan nilai tradisi ke daerah mana Alkitab diterjemahkan, menimbulkan kemelencengan yang setara dengan kesesatan jika memaksakan penerjemahan secara literal.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 27, 2018, 10:26:13 AM
Reply #8832
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12240
    • fossil coral cantik
sesatnya di mana, tolong pencerahannya?
Itu si sotar udah kasih penjelasan kook, dunlut.

Baca penjelasannya yang oranye dan yg ungu.

Bil 23:19 itu @dunlut penggal, di mana @dunlut hanya mencermati [Allah bukanlah manusia]

padahal, ayat itu memaksudkan bahwa
Allah bukan seperti manusia yang pendusta, bukan seperti anak manusia (bedakan anak manusia dengan Anak Manusia) yang suka menyesal
Yang oranye sotar menunjukkan kesalahanmu, yang ungu sotar mengajukan yang semestinya.

ilustrasi :
Manusia bukanlah binatang yang bla3x

dunlut :
tuh kan, kalimat ijo bilang bahwa [manusia bukan binatang]

sotar :
bukan begitu maksud kalimat ijo. kalimat ijo itu kamu penggal.
maksud kalimat ijo adalah : [manusia bukanlah seperti binatang YANG bla3x].




Ayat yang kamu ajukan nggak cocok utk nunjukkin bhw [Allah bukan manusia], walopun kalo tanpa ayat, secara logika saya sependapat sama dunlut ---> [Allah bukan manusia].

Kalo versi saya, saya milih ngajuin ayat yang terbaca [Allah itu Roh].

Selanjutnya saya ajukan :
Allah = person
Roh = non-corporeal
So, person itu non-corporeal.


Tinggal nunggu, orang sependapat apa kagak sama pink :D
« Last Edit: July 27, 2018, 10:37:48 AM by odading »
July 27, 2018, 03:42:28 PM
Reply #8833
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian

ilustrasi :
Manusia bukanlah binatang yang bla3x

dunlut :
tuh kan, kalimat ijo bilang bahwa [manusia bukan binatang]


Num 23:19  Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

baca yang benar ayat di atas, janganlah memelintir,

ayat tsb. bukanlah seperti yang anda maksudkan, sehingga menjadi:

Num 23:19  Allah bukanlah manusia yang berdusta ...

salam.
July 27, 2018, 03:43:56 PM
Reply #8834
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2228
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Itu si sotar udah kasih penjelasan kook, dunlut.

Baca penjelasannya yang oranye dan yg ungu.
 Yang oranye sotar menunjukkan kesalahanmu, yang ungu sotar mengajukan yang semestinya.

ilustrasi :
Manusia bukanlah binatang yang bla3x

dunlut :
tuh kan, kalimat ijo bilang bahwa [manusia bukan binatang]

sotar :
bukan begitu maksud kalimat ijo. kalimat ijo itu kamu penggal.
maksud kalimat ijo adalah : [manusia bukanlah seperti binatang YANG bla3x].



Terima kasih @odading.
Anda menuliskannya lebih baik dan lebih mudah ditangkap.
Semoga @dunlut bisa menangkap.

Ayat yang kamu ajukan nggak cocok utk nunjukkin bhw [Allah bukan manusia], walopun kalo tanpa ayat, secara logika saya sependapat sama dunlut ---> [Allah bukan manusia].
Top markotop. :afro:

Kalo versi saya, saya milih ngajuin ayat yang terbaca [Allah itu Roh].

Selanjutnya saya ajukan :
Allah = person
Roh = non-corporeal
So, person itu non-corporeal.


Tinggal nunggu, orang sependapat apa kagak sama pink :D
Yup.
Person(Allah yang tidak inkarnasi) itu non-corporeal.
Begitu Allah berinkarnasi menjadi Anak Manusia mengambil rupa hamba, Dia(Anak Manusia yang mengambil rupa hamba itu) corporeal.  :afro: :afro: :afro:

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
July 27, 2018, 05:16:37 PM
Reply #8835
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12240
    • fossil coral cantik
Num 23:19  Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?

baca yang benar ayat di atas, janganlah memelintir,

ayat tsb. bukanlah seperti yang anda maksudkan, sehingga menjadi:

Num 23:19  Allah bukanlah manusia yang berdusta ...
Ih bandel yah kalo dibilangin  :D.

Point kalimat itu BUKAN sedang ngomongin bahwa [Allah itu bukan manusia].
Melainkan [Allah itu nggak seperti manusia yang berdusta].

Kalimat oranye itu lagi ngomongin spesifik point --->yakni "manusia yang berdusta".
Nah point-nya adalah : [Allah tidak berdusta] ---> Allah tidak seperti manusia yang berdusta.

Apakah jadinya bisa kayak gini spt versi-mu ?
KARENA Allah bukanlah manusia
MAKA Allah tidak berdusta


saya :
Bisaa...
Makanya saya bilang : secara logika, ya iyalah [Allah bukanlah manusia].
Tetapi ayat itu nggak sedang bermaksud menekankan yg seperti underlined coklat,
melainkan [Allah tidak berdusta seperti manusia yang berdusta].

Sudah dijelasin sama sotar, kamu masih lagi minta "tolong pencerahannya ?"
Giliran saya ulang lagi penjelasan sotar dgn kalimat lain, dibilang "mlintir kalimat terbaca" - sementara padahal justru baik sotar dan saya lagi nunjukkin bahwa dirimulah yg nangkep point dari rangkaian kalimat tsb secara gak bener  :D.

cuplis bukanlah unyil, sehingga ia malas.
Masakan dia diem saja sementara ortu-nya sibuk bersih2 rumah ?


Point dari kalimat ijo diatas adalah :
cuplis tidak malas seperti si unyil yang malas.

BUKAN :
cuplis bukanlah unyil
July 27, 2018, 05:39:44 PM
Reply #8836
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian
Ih bandel yah kalo dibilangin  :D.

Point kalimat itu BUKAN sedang ngomongin bahwa [Allah itu bukan manusia].
Melainkan [Allah itu nggak seperti manusia yang berdusta].

Kalimat oranye itu lagi ngomongin spesifik point --->yakni "manusia yang berdusta".
Nah point-nya adalah : [Allah tidak berdusta] ---> Allah tidak seperti manusia yang berdusta.

Apakah jadinya bisa kayak gini spt versi-mu ?
KARENA Allah bukanlah manusia
MAKA Allah tidak berdusta


saya :
Bisaa...
Makanya saya bilang : secara logika, ya iyalah [Allah bukanlah manusia].
Tetapi ayat itu nggak sedang bermaksud menekankan yg seperti underlined coklat,
melainkan [Allah tidak berdusta seperti manusia yang berdusta].

Sudah dijelasin sama sotar, kamu masih lagi minta "tolong pencerahannya ?"
Giliran saya ulang lagi penjelasan sotar dgn kalimat lain, dibilang "mlintir kalimat terbaca" - sementara padahal justru baik sotar dan saya lagi nunjukkin bahwa dirimulah yg nangkep point dari rangkaian kalimat tsb secara gak bener  :D.

cuplis bukanlah unyil, sehingga ia malas.
Masakan dia diem saja sementara ortu-nya sibuk bersih2 rumah ?


Point dari kalimat ijo diatas adalah :
cuplis tidak malas seperti si unyil yang malas.

BUKAN :
cuplis bukanlah unyil


anda sendiri yang tidak fokus ke ayat, dan anda buat ayat sendiri, dengan kata lain ayat tsb anda edit agar sesuai dengan anda.

salam.
July 27, 2018, 05:41:58 PM
Reply #8837
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 130
  • Denominasi: nonatrinitarian
anda ngawur, karena ayat tsb jelas menyatakan Tuhan itu bukan manusia, sehingga Tuhan berdusta seperti manusia.

dan anda plintir menjadi Tuhan itu bukan manusia yang berdusta.
untuk mengaburkan arti sebenarnya Tuhan itu bukan manusia.

salam.
October 08, 2018, 08:20:02 PM
Reply #8838
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 29
  • Denominasi: Interdenominasi
Buat saya sih jelas Yesus adalah Tuhan, atau setidaknya akan menjadi Tuhan di bumi dan langit yang baru nanti, karena Bapa sendiri yang memper-kenan-kan-Nya sebagai Mesias.
Yesus adalah Firman Allah yang Hidup, Dia adalah AnakNya, yang diperkenan, tidak ada yang bisa sampai kepada Tuhan (Bapa) kalau tidak lewat Yesus.

Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
Kalimat diatas memang tidak ada padanan logika matematikanya dan jelas tidak akan bisa dilogika secara matematis, karena kalau ada ataupun diadakan, maka persamaanya yaitu "&=".
contoh : " x &= y "
X bersama dengan Y dan X adalah Y itu sendiri.

Semua yang diciptakan Tuhan adalah lewat "ber-firman", jika dikatakan diatas bahwa Yesus adalah Firman Allah, maka tidak ada yang dijadikan di dunia ini tanpa melalui Yesus, karena Tuhan mencipta dengan "berfirman".
Tuhan dan FirmanNya adalah satu kesatuan, semuanya ada karena Tuhan ber-Firman, semuanya ada karena Yesus bersama dengan Tuhan dari semula.
Dan Yesus sendiri adalah Tuhan ( x &= y ).

Hal diatas adalah pemahaman dengan cara mudahnya, tapi memahami Tuhan itu tidak semudah memahami logika matematika saja, jadi pemahaman seperti diatas pun tidak akan sempurna.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
October 12, 2018, 12:26:26 AM
Reply #8839
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12240
    • fossil coral cantik
Buat saya sih jelas Yesus adalah Tuhan
Khusus mengenai yg saya ajukan, ini nggak di perihal simple yg berupa : [Yesus itu Tuhan atau bukan ?], nidus.

Quote
atau setidaknya akan menjadi Tuhan di bumi dan langit yang baru nanti
ini malah lebih kejauhan lagi dari yg saya ajukan, nidus  :).

Entah di thread mana, yg saya ajukan itu bermula di The Logos.
1. The Logos = Allah/Tuhan.
2. The Logos = person.

Kalo setuju dgn dua diatas itu, selanjutnya saya ajukan kayak gini :
3. agar saya mudah dalam mengajukan versi saya - person The Logos, personal pronoun-nya SHE dia perempuan (bukan HE dia pria).

Saya sudah sempet mengajukan kontra (dr pihak saya sendiri) thdp nomor-3.
Dgn kata lain, saya memposisikan diri saya sendiri sbg pihak yg tidak setuju dgn ungu.

respond-nya :
emang Allah ber-gender mempunyai alat kelamin - sehingga saya tidak setuju kalo person Allah personal pronoun-nya SHE ?

saya sbg pihak yg tidak setuju :
bungkem. saya tidak bisa nge-respond balik pertanyaan diatas  :D.

kembali ke saya sbg pihak yg bilang ungu :
dan ungu itu kan nggak sedang bermaksud ngomongin gender - melainkan dalam maksud agar memudahkan saya menyampaikan maksud saya.

Nah... jadi saya harap saya bisa lanjut ke point selanjutnya  :D.
Saya ulang tiga yang awal tsb :
1. The Logos = God.
2. The Logos = person.
3. SHE (The Logos) is God.

4. One day, SHE became a human.

Nah... di nomor-4 ini yang "kritis", karena sepanjang yang saya ketahui - versi Kekristenan TIDAK mengajukan [became a human] - melainkan [became a human-god]. Dengan kata lain : Kekristenan menolak nomor-4 saya dan saya kekeuh ngotot dgn nomor-4 saya tsb.

atau
kemungkinan lain penolakan dr pihak Kristen bisa berupa :
Ya.... SHE became a human, BUT....

So, sekarang dipilih... mau yang mana pihak Kekristenan ?
A. SHE became a human-god
B. SHE became a human, BUT....

Kalo mau yang A, pengajuan kalimatnya begimana ?
A-1. [now SHE has two natures] ?
ataukah
A-2. [now HE has two natures] ?

Kalo mau yang B, pengajuan kalimatnya begimana ?
B-1. [now SHE is a human, BUT now SHE has two natures] ?
ataukah
B-2. [now SHE is a human, but now HE has two natures] ?

Saya sudah mencoba memposisikan diri saya sebagai penganut Hypostatic Union (HU, dwi natur), dan dalam posisi ini saya tidak bisa menjawab pertanyaan tsb karena secara logika jawabannya yg masuk adalah A-1 ataupun kalo yg B-1 kata sambungnya AND bukan BUT.

Nah... dalam hal inilah yang sedang saya ajukan, yakni :
yg "masuk" utk dikatakan si anu mempunyai dua natur adalah yang SHE,
dimana human-male (bayi Yesus) adalah natur kedua dari SHE.

Perihal "addition" itu bisa ditinjaunya di pihak SHE :
Tadinya SHE has one nature
Blakangan SHE has two natures



Ngotot bhw yang mempunyai dua natur adalah yang HE (the human-male),
maka akan terjadi kebingungan dalam memilih kosakata he/she nya ---> mao pakai kalimat yang kayak begimana didalam suatu pernyataan ?

misal :
now, HE has two natures
before, HE has one nature.

sementara padahal (ngikutin versi saya) HE itu tidak/belon ada, yang ada adalah SHE ---> so otomatis statement [before, HE has one nature] jadinya gak masuk walopun statement [now, HE has two natures] "kedengerannya" masuk.

pernyataan ini juga jadinya aneh :
now, HE has two natures
before, SHE has one nature


Quote
Yesus adalah Firman Allah yang Hidup, Dia adalah AnakNya, yang diperkenan, tidak ada yang bisa sampai kepada Tuhan (Bapa) kalau tidak lewat Yesus.
Abaikan kosakata [Yesus], melainkan kita pakai personal-pronoun [dia].

So kalimatnya spt sbb :
Quote
Dia adalah Firman Allah yang Hidup, Dia adalah AnakNya, yang diperkenan, tidak ada yang bisa sampai kepada Tuhan (Bapa) kalau tidak lewat Dia.

Nah...
kosakata [dia] disitu ngerujuk kemana ?
SHE ataukah HE ?

:)
salam.
« Last Edit: October 12, 2018, 12:49:03 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)