Author Topic: Ke-Tuhanan Yesus  (Read 378836 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 12, 2018, 09:58:55 AM
Reply #8840
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 932
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Entah di thread mana, yg saya ajukan itu bermula di The Logos.
1. The Logos = Allah/Tuhan.
2. The Logos = person.

Kalo setuju dgn dua diatas itu, selanjutnya saya ajukan kayak gini :
3. agar saya mudah dalam mengajukan versi saya - person The Logos, personal pronoun-nya SHE dia perempuan (bukan HE dia pria).

Tanya, Bro!
Sudahkah termasuk ini:
Bahwa "The Logos = word"

Sebab:
Setiap kata ada gambarnya
Setiap gambar berkata-kata

Kata-kata itu ber-gambar2 lagi
Gambar2 itu ber-kata2-kata juga

Demikian seterusnya logos tanpa akhir
Jika bukan Yesus yg awal dan yg akhir

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 12, 2018, 02:59:22 PM
Reply #8841
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28
  • Denominasi: Interdenominasi
Khusus mengenai yg saya ajukan, ini nggak di perihal simple yg berupa : [Yesus itu Tuhan atau bukan ?], nidus.

Sejujurnya saya tidak begitu paham dengan cara berpikir Anda, yang saya tahu cuma perbedaan yang Anda maksud dengan :
1. God/person become Human (Anda propose)
2. God/person become Human-God (versi Kekristenan)

Yang saya bisa tanggapi demikian :

Tuhan bukanlah manusia, saat Dia menjadi manusia Dia tidak kehilangan personal keTuhananNya untuk itulah Kekristenan meyakini Human-God and not only a human nature.

Di Alkitab sendiri Yesus justru menyebut dirinya Anak Manusia / Son of Man.
Ini sebetulnya menunjukan sudut pandang Yesus yang naturnya/asalnya bukan dari manusia, namun karena Dia berasal dari Sorga di atas. Dari Sorga itu hanya Yesus saja yang turun ke bumi menjadi anak manusia, karena itu Yesus setelah terlahir sebagai manusia lalu menyebut dirinya sebagai Anak Manusia.

Naturenya personal Tuhan itu tidak "berdaging" / without flesh.
Saat God become a flesh / Tuhan menjadi daging (dilahrikan seperti nature manusia berdaging), maka personal Tuhannya adalah personal Dia yang sama saat tanpa daging, hanya sekarang Dia memiliki daging serupa manusia pada umumnya.

Nah dengan pandangan demikian mungkin Anda bisa simpulkan sendiri rumus kata-kata Anda yang mana yang cocok dengan pemahaman saya ini.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
October 12, 2018, 04:12:57 PM
Reply #8842
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12187
    • fossil coral cantik
Sejujurnya saya tidak begitu paham dengan cara berpikir Anda, yang saya tahu cuma perbedaan yang Anda maksud dengan :
1. God/person become Human (Anda propose)
2. God/person become Human-God (versi Kekristenan)

Yang saya bisa tanggapi demikian :

Tuhan bukanlah manusia, (1) saat Dia menjadi manusia Dia tidak kehilangan personal keTuhananNya
Nah... pada asumsi "proposal" saya di nomor-3 disetujui, maka kosakata [dia] pada quote atas, itu ngerujuk ke SHE ataukah HE ?

Quote
Ini sebetulnya menunjukan sudut pandang Yesus yang naturnya/asalnya bukan dari manusia,
Sekali lagi, mohon kita abaikan perihal nama, nidus.

So, kalimat di quote atas kayak gini :
Ini sebetulnya menunjukan sudut pandang (2) Dia yang naturnya/asalnya bukan dari manusia

Pertanyaannya idem :
kosakata [dia] pada kalimat diatas, itu ngerujuk ke SHE ataukah HE ?


Quote
karena itu Yesus setelah terlahir sebagai manusia
Idem, kosakata Yesus diganti ke kosakata [dia]. So, kalimat di quote atas kayak gini :
karena itu, (3) Dia setelah terlahir sebagai manusia

Pertanyaannya idem :
kosakata [dia] pada kalimat diatas, itu ngerujuk ke SHE ataukah HE ?


Quote
Naturenya personal Tuhan itu tidak "berdaging" / without flesh.
Again, idem. Kosakata [Tuhan] diganti ke kosakata [dia]. So, kalimat di quote atas kayak gini :
Naturenya personal (4) Dia itu tidak "berdaging" / without flesh

Pertanyaannya idem :
kosakata [dia] pada kalimat diatas, itu ngerujuk ke SHE ataukah HE ?


Quote
Saat God become a flesh / Tuhan menjadi daging (dilahrikan seperti nature manusia berdaging), maka ......
Kosakata [god] dan [tuhan] diganti ke kosakata [dia]. So, kalimat di quote atas kayak gini :
Saat (5) Dia become a flesh / Dia menjadi daging (dilahrikan seperti nature manusia berdaging), maka .....

Pertanyaannya idem :
kosakata [dia] pada kalimat diatas, itu ngerujuk ke SHE ataukah HE ?


Quote
Nah dengan pandangan demikian mungkin Anda bisa simpulkan sendiri rumus kata-kata Anda yang mana yang cocok dengan pemahaman saya ini.
Justru saya gak bisa rumuskan. Karena semua pertanyaan yg saya ajukan, secara versi saya jawabannya logically adalah ngerujuk ke SHE, nidus.

(1) saat Dia menjadi manusia Dia tidak kehilangan personal keTuhananNya
oda : when SHE become a human, SHE doesn't lose Her God nature.

(2) Dia yang naturnya/asalnya bukan dari manusia
oda : HER nature is not human. In the beginning, SHE has one nature ---> God nature.

(3) Dia setelah terlahir sebagai manusia
oda : SHE, after being born as a human...

(4) Naturenya personal Dia itu tidak "berdaging" / without flesh
oda : HER nature is without flesh

(5) Saat Dia become a flesh
oda : when SHE become a flesh/human...




Quote
personal Tuhannya adalah personal Dia yang sama saat tanpa daging, hanya sekarang Dia memiliki daging serupa manusia pada umumnya.
  komentar oda thdp yg underlined : there is no [HE saat tanpa daging]. There is [SHE saat tanpa daging].

Quote
personal Tuhannya adalah personal Dia yang sama saat tanpa daging, hanya SEKARANG Dia memiliki daging serupa manusia pada umumnya.
again, komentar oda thdp yg underlined : there is no HE before.

versi oda :
now SHE The Logos has flesh
before SHE The Logos has no flesh

now SHE The Logos has two natures
before SHE The Logos has one nature

Kembali ke pertanyaan inti :
Jadi kosakata [dia] ngerujuk ke HE ataukah SHE ?


:)
salam.
« Last Edit: October 12, 2018, 04:33:42 PM by odading »
October 12, 2018, 04:23:39 PM
Reply #8843
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12187
    • fossil coral cantik
Tanya, Bro!
Sudahkah termasuk ini:
Bahwa "The Logos = word"
Ya. The Logos = The Word, maren. Tapi pertanyaanmu gak ada hubungannya dgn yg saya ajukan.

Yang saya ajukan :
1. The Logos = God.
2. The Logos = person.

setuju ato kagak dengan kedua statement diatas ?

kalo setuju selanjutnya saya ajukan :
agar mudahnya, kita gunakan personal-pronoun thdp The Logos tsb : SHE. So....
3. SHE (The Logos) is God.

apabila nomor-3 disetujui, maka saya bisa mengajukan pertanyaan sbb :
How many nature does SHE have in the beginning ?
« Last Edit: October 12, 2018, 04:28:19 PM by odading »
October 12, 2018, 06:13:37 PM
Reply #8844
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 932
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
1. Justru saya gak bisa rumuskan.
Karena semua pertanyaan yg saya ajukan,
secara versi saya jawabannya logically adalah ngerujuk ke SHE

2. How many nature does SHE have in the beginning ?

Hi, Bro!
Mungkin aku mau menyamakan persepsi dulu
Aku komenin 2 poin yg ku-quote itu saja, oda:

1. Bicara rumus, aku tak ada komen thp takaran kita yg dicoba aplicable thp Allah
Sebab, prinsipku spt dulu, segala sesuatu yg bisa masuk rumus adalah benda ilmiah

2.  Bicara natur: Bolehkah kita aplikasikan, bw natur padat itu beda dgn cair, beda dgn gas
Atau: jika tongkat kaku, keras, pejal berubah menjadi ular meliuk2, lunak, elastis dan hidup
Pls, komen apakah benar natur tonggkat itu satu sementara natur ular dua, atau lebih

Salam Damai!

NB: Soal setuju apa tidak
Akumah setuju2 saja, Bro, sebab
The Logos = The Word (The Word = Allah, God, Tuhan, Firman, Yesus, Kata, Person, Manusia, dll)
« Last Edit: October 12, 2018, 06:21:27 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 12, 2018, 07:14:16 PM
Reply #8845
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12187
    • fossil coral cantik
NB: Soal setuju apa tidak
Akumah setuju2 saja, Bro, sebab
The Logos = The Word (The Word = Allah, God, Tuhan, Firman, Yesus, Kata, Person, Manusia, dll)
Nope. Dengan adanya kosakata [yesus] dan [manusia] disitu, maka yang maren setujui itu jadinya nggak selaras.

Kan yg sedang saya ajukan :
SHE = The Logos = God.

October 14, 2018, 05:32:27 PM
Reply #8846
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 28
  • Denominasi: Interdenominasi
Nah... pada asumsi "proposal" saya di nomor-3 disetujui, maka kosakata [dia] pada quote atas, itu ngerujuk ke SHE ataukah HE ?
 Sekali lagi, mohon kita abaikan perihal nama, nidus.

Saya sepertinya cukup mengerti sekarang tentang apa yang Anda sebutkan dengan mengesampingkan/mengabaikan nama Yesus dan menggantikan dengan kata ganti personal "Dia" (saja), karena kata "Dia"/she disini bisa diganti dengan personal siapapun (selain Yesus).

Jikalau demikian, maka jelas saya juga tidak akan mengamini "she" yang Anda ajukan (bukan soal gender), dikarenakan "she" dalam hal ini diluar konteks yang memang sudah disebutkan dengan jelas, bahwa secara gamblang He/Dia = Yesus.
Saya menjadi bingung kenapa Anda berusaha membahas hal ini (yaitu Tuhan menjadi manusia), namun diluar konteks "Dia" sebagai Yesus, padahal sudah jelas disebutkan secara kontekstual bahwa "Dia adalah Yesus". Sementara Anda mencoba menghilangkan konteks Yesus dalam kata ganti Dia/"He" dan kemudian menghadirkan konteks kata "Dia" yang lain, yaitu Dia sebagai "she" yang mengesampingkan konteks awal bahwa Dia/"He" adalah Yesus.

Lalu jikalau konteksnya hanya "Tuhan menjadi Dia (she)", pertanyaanya Dia itu siapa kalau bukan Yesus?
Tuhan menjadi manusia (Dia) yang mana yang Anda mau bahas?

Karena versi Kekristenan konteksnya He = Yesus, dan tentu she (versi Anda) tidak relevan dengan konteks jika she Anda bukan Yesus.
Buat saya sendiri tentang apa yang Anda sampaikan, maka menurut saya He = She (bukan gender) selama konteksnya she = Yesus.
Kenapa saya bilang disini konteksnya seharusnya tetap Yeus, karena Human-God maupun Human secara konteks adalah sama-sama Dia = Yesus.
Apakah Yesus itu Human-God atau Human?

Apabila kata-kata dirangkai secara logika metematis tentu akan dibahas demikian :

God >< Human (Tuhan "tidak sama dengan" / bukan manusia) - true (benar)

God -> Human (Tuhan menjadi manusia) - true  (benar)
God -> Human-God (Tuhan menjadi Tuhan&Manusia) - true  (benar)
Jesus = Human (Yesus adalah manusia) - true  (benar)
Jesus = Human-God (Yesus adalah Manusia & Tuhan) - true  (benar)

The Word &= God (Firman bersama dengan Tuhan dan Firman itu adalah Tuhan) - true  (benar)
Jesus = The Word of God (Yesus adalah Firman Tuhan) - true  (benar)

So..

Jesus = God (Yesus adalah Tuhan) - true  (benar)

-------------------------------------------------------------

(God is not a Human)

(Jesus is a Human)
(Jesus is a Human-God)

the problem is
(a mere human cannot be a human-God)
(a human cannot be God)
true, but..
(Human-God is not only mere Human)
(Jesus is not mere human, He come from heavenly God)

a human can not be God, but can God be a human?

(Jesus is not a human that become God, but God that become a human)
So..
(The Human is Human-God when He is Jesus)


But God is not a human, true?
true..
How Jesus (a human) is God?
Jesus is a Human, but not a mere human due He is a Human-God

Benar Yesus adalah manusia, namun bukan sembarang manusia karena Dia adalah Manusia&Tuhan.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
October 15, 2018, 05:05:48 PM
Reply #8847
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 932
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Nope. Dengan adanya kosakata [yesus] dan [manusia] disitu, maka yang maren setujui itu jadinya nggak selaras.
Kan yg sedang saya ajukan :
SHE = The Logos = God.

SHE dan HE itu jadi membingungkan, oda
Maka ttg natur tongkat dan ular kutanyakan

Kan, bisa dimisalkan lagi HE = tongkat dan SHE = ular
Bila tongkat berubah jadi ular apa natur-nya tetep satu
Tapi dlm hal ini tongkat hilang lalu ular yg datang, gitu

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 15, 2018, 06:48:17 PM
Reply #8848
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 8
@pauline

Sy kadang sedih liat org spt anda ini, menggunakan ayat alkitab utk menyerang iman terhadap Yesus sedangkan anda sendiri meragukan kebenaran alkitab. Betapa be** nya anda dlm hal ini. Bgmn alkitab yg anda tdk pcy bs anda jdikan pondasi utk menyerang keimanan pda kristus? Coba gunakaan sumber lain yg anda percayai sebagai acuan akan kebenaran yg anda yakini.

Oke, apabila anda mengutip alkitab sebagai dasar argumen anda maka sy pcy aj anda pcy dgn kebenaran alkita. Kira2 klo Yesus bilang Dia lah jalan kebenaran dan hidup, tidak ada seorang datang kepada Bapa kalo tidak melalui Di.. Trs anda mau gimana coba? Anda msh bilang Yesus manusia? Lu mau ke Allah yg maha kuasa jalannya cm satu yakni Yesus trs lu mau ngapain? Lu gak akan bs ke Allah klo gak melalu Yesus, trs lu mau kemana? Klaim itu klo anda pahami maka anda akan melihat ada penegasan dr Yesus klo gak ada jalan lain lg utk lu ke Allah, Yesus scr tegas sdh buat penegasan dan batasan hub manusia dgn Allah. Siapa sih Yesus yg berani membatasi hub antara Allah dgn manusia?

YESUS ITU KEHENDAK ALLAH. KLO YESUS BILANG DIA LAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP ITI BERARTI KEHENDAK ALLAH SPT ITU JG. KLO SEMUA KEHENDAK ALLAH BERSEMAYAM DALAM YESUS TRS ANDA MAU GIMANA LG?
October 15, 2018, 09:22:45 PM
Reply #8849
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12187
    • fossil coral cantik
Saya sepertinya cukup mengerti sekarang tentang apa yang Anda sebutkan dengan mengesampingkan/mengabaikan nama Yesus dan menggantikan dengan kata ganti personal "Dia" (saja), karena kata "Dia"/she disini bisa diganti dengan personal siapapun (selain Yesus).
Hampir bener, namun yang bold nggak pas karena yang saya maksudkan adalah [SHE = The Logos].

So... [SHE] ngga masuk utk nidus katakan "bisa diganti dgn personal siapapun selain Yesus"  :wink:.

Quote
Jikalau demikian, maka jelas saya juga tidak akan mengamini "she" yang Anda ajukan (bukan soal gender), dikarenakan "she" dalam hal ini diluar konteks yang memang sudah disebutkan dengan jelas, bahwa secara gamblang He/Dia = Yesus.
Saya ngerti. Namun ini jadinya menimbulkan kesulitan ketika saya pingin menyampaikan maksud saya, nidus.

Makanya saya ajukan point of view-nya itu secara dari "awal", nggak ngebawa-bawa dulu perihal human baby yang baru lahir di Betlehem tsb.

In the beginning, The Logos.
The Logos is God.
The Logos = person.
Personal pronoun The Logos = SHE.


Quote
Saya menjadi bingung kenapa Anda berusaha membahas hal ini (yaitu Tuhan menjadi manusia), namun diluar konteks "Dia" sebagai Yesus, padahal sudah jelas disebutkan secara kontekstual bahwa "Dia adalah Yesus"
Sekali lagi saya ngerti perihal itu. Namun dgn melibatkan perihal nama [Yesus], maka ini jadinya otomatis [The Logos = HE], nggak bisa jadinya saya rujuk ke SHE. Contoh misal kalimat sbb :

John 1:2
HE was with God in the beginning

kosakata [HE] disitu mao gak mao ya otomatis ngerujuk ke that human bergender laki2 yg bernama Yesus.

However,
kalo nggak ada itu ngelibatkan perihal nama - maka kalimat ayat diatas itu ada didalam pengertian netral, it doesn't matter HE or SHE. Netral : The Logos was with God in the beginning.

Selanjutnya, karena itu netral - maka saya prefer yang SHE agar pola pemikirannya nggak jadi ngelibatin perihal nama [yesus] kalo pakai HE.

Quote
Sementara Anda mencoba menghilangkan konteks Yesus dalam kata ganti Dia/"He" dan kemudian menghadirkan konteks kata "Dia" yang lain, yaitu Dia sebagai "she" yang mengesampingkan konteks awal bahwa Dia/"He" adalah Yesus.
Karena di pov versi saya : [The Logos BUKAN human berkelamin laki laki bernama Yesus in the beginning], nidus.

John 1:3
Through HIM all things were made; without HIM nothing was made that has been made.

Saya duga secara penangkepanmu spt sbb :
through this human-male (Him) all things were made;
without this human-male (Him) nothing was made that has been made


sementara versi yg sedang saya ajukan adalah :
through The Logos all things were made;
without The Logos nothing was made that has been made


dan karena agar mudahnya maka versi saya prefer SHE, jadinya :
through HER all things were made;
without HER nothing was made that has been made


Q :
before the creation, how many nature does The Logos have ?

oda :
SHE (The Logos) has one nature, God.

nidus :
HE (the human-male named Jesus) has one nature, God.

Perbedaan jawaban antara saya dan kamu :
jawaban saya itu ada di sikon sebelum ada a human-male named Jesus
jawaban nidus itu ada di sikon setelah nidus mempunyai pengetahuan adanya a human-male named Jesus

bersambung
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)