Author Topic: Ke-Tuhanan Yesus  (Read 375651 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 22, 2018, 09:47:41 PM
Reply #8870
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
  • Denominasi: Interdenominasi
Statement Oda :
Quote
Ini jadinya "keluar" dari point yg saya cerewetin, nidus. Yang saya cerewetin : that male tsb mempunyai dua natur, God and Human.
Iya Memang, karena Nidus mencoba "menarik Oda keluar" dari perputaran dan kesempitan cara Oda berpikir bahwa naturnya 1+1=2 (dalam hal ini untuk mengukur Tuhan yang diluar nature, Oda menghitungnya sekakan-akan Tuhan yang besar itu harus masuk ke dalam logika Oda yang sekedar nature)

Spesies itu diukur dalam frame berpikir "sekedar nature", menurut Nidus Tuhan itu bukanlah suatu spesies yang terbatas pada ukuran-ukuran nature. Tuhan ada diluar batas ukuran-ukuran nature, untuk itu melihat Tuhan, tidak bisa dengan cara nature.

Statement Oda :
Quote
Perihal "dua natur" itu bukan dari saya, nidus. Hypostatic Union dari yang saya tangkep bunyinya : that male (oda : entah itu mksdnya lakilaki spesies human ataukah spesies human-god) mempunyai dua natur, God and Human.
Nidus bukan bagian dari Hypostatic Union yang mencoba menerangkan Tuhan secara nature dimana mengatakan union (god-human) in one, karena buat Nidus begitu menyebut kata one, itu adalah nature dan ukuran-ukuran nature itu tidak menyentuh Tuhan super-nature.

Tuhan juga bukanlah Tuhan yang maha Eka, tapi Tuhan yang maha Esa. Kata Esa disini tidak segaris pada perhitungan Eka(satu),Dwi(dua),Tri(tiga),Catur(empat), dst. Kata Esa tidak dihitung sebagai satu.

Quote
In short, runutan logikanya saya nggak tau antara :
KARENA that male is not human species but human-god species
MAKA that male has two natures
Terima nggak terima, Nidus harus berkata kepada Oda, bahwa Tuhan tidak akan bisa masuk ke dalam "logika" Oda. Logika yang Oda pakai sebagai alat untuk "mengukur Tuhan" tidak cukup besar untuk menampung "kebesaran Tuhan".

Quote
Kasus
that male say : I am the Alpha and the Omega.

Nidus luruskan bahwa perkataan "I am the Alpha and the Omega" tidak muncul saat They muncul sebagai He, namun saat yang lain lagi, bukan They,Her, tapi setelah selesai dagingnya Him mati disalib kemudian munculah lagi They dengan Him (yang bukan him'nya Oda) yang berbeda lagi. Juga tidak masalah kalau memang dikatakan him yang mengatakanya, karena jelas disini He,Her,They atau apapun adalah sekedar menunjukan kondisi Logos berdasarkan rentang waktu saja (buat Nidus). Karena memang God is the begining and the end, Dialah God (They) yang awal dan yang akhir. Entah di tengah antara awal dan akhir itu Dia (They) berdaging ataukah tidak, existensi God adalah super-nature bukan one nature.

Saat God become human itu bukan 1+1=2 human-God, Tuhan itu ada di luar kemampuan logika manusia berpikir. Nidus tau, karena memang tidak begitu kenyataanya, buat Tuhan 5+2 bisa jadi 5000 lebih.
Tuhan itu tidak muat dimasukan ke dalam logika manusia, kalau bisa, Tuhan yang demikian tidaklah lebih besar dari logika manusia sendiri.

Buat Nidus Tuhan lebih besar dari logika.

jadi menurut Oda lebih besar yang mana, Tuhan atau Logika manusia sendiri?
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
October 22, 2018, 11:14:06 PM
Reply #8871
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
menurut Oda :
kembali lagi saya luruskan jika ingin mengikuti versi saya

kalau menurut nidus begini :
At the begining, The Logos is super-nature God.
At certain time, The Logos that is super-nature, become Human-God (which is human & God).
Back then in those certain time, The Logos' super-nature came to the earth in a form of human-male.
Saya nggak ada masalah dari yg nidus ajukan. Semua kronologikanya konsisten... dimulai dari "at the beginning" sedang ngomongin The Logos, nidus konsisten ke selanjutnya terus ngomongin perihal The Logos di time frame berikutnya.

Quote
So the human-male called Jesus (him) is the embodiment of The super-nature God (they).
Ya... saya nangkep yg nidus maksudkan, dan saya nggak ada ngajuin kecerewetan disini  :char11:

Point saya yg saya mau sampaikan :
the human-male called Jesus, adalah natur The Logos yg fully human.

Sementara Hypostatic Union (penangkepan saya, mudah2an bener) :
the human-male called Jesus mempunyai dua natur : fully human fully God.


Quote
My POV :
The Logos (they) is God (tanpa daging)
Jesus (him) is The Logos (dengan daging)
Iya saya nangkep.
Jadinya kan gini ....

Before, Jesus (The Logos) is God tanpa daging.
Blakangan, Jesus (The Logos) is God dgn daging.

Pertanyaan saya :
Sebelum Yesus (The Logos) is God tanpa daging, naturnya begimana ?
Setelah Yesus (The Logos) is God dgn daging (berkelamin pria), naturnya begimana ?

secara versi saya, logika jawabannya berupa :
Sebelumnya, Yesus (The Logos) naturnya fully God (nggak ada itu fully humanberkelamin pria)
blakangan, Yesus (The Logos) naturnya fully God and fully humanberkelamin pria.

Sekarang saya ganti ke personal-pronoun dimana Yesus (The Logos) = SHE.
Sebelumnya, SHE is fully God - HER nature is fully God (nggak ada itu fully humanberkelamin pria)
blakangan, SHE is fully God fully humanberkelamin pria

versi saya TIDAK mengajukan aneh kayak gini :
Sebelumnya, SHE is fully God - HER nature is fully God
blakangan, HE (that human male) is fully God fully human. HIS nature is fully God fully human.


Quote
Jesus (as him or they) is The God (dengan atau tanpa daging)
Nah ini yg menurut saya nggak masuk di pov versi saya, nidus.

versi saya :
The Logos (SHE) is God.
That human-male is SHE as a fully man.

SHE is The Logos. Her name is Jesus. In the beginning.
That human-male (with the same name) is SHE as a fully manberkelamin pria.

HE is The Logos. His name is Jesus. In the beginning.
That human-male (with the same name) is HE as a fully manberkelamin pria.

begimana itu ceritanya jadi kayak gini ?
[That human-maleberkelamin pria tsb is fully man and fully God]  :rolleye0014:

bukankah logikanya itu yg masuk :
[The Logos is fully man and fully God] (???)
October 22, 2018, 11:14:19 PM
Reply #8872
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
Quote
Jawaban nidus:
He is God (bukan sosok laki-laki/manusianya, tapi The Logos yang ada di dalam dagingNya)
kosakata "nya" ngerujuk kemana, nidus ? dagingnya siapa ? Saya rasa jawabannya akan berupa : daging si that human-male. The Logos ada didalam daging that human-male.

So,
[HE is God] ---> kosakata He itu ngerujuk ke The Logos yg ada didalam daging that human-male

Begitu bukan versi nidus ?
Kalo iya demikian, maka ya iya itu dah yg saya maksudkan  :D.

[HE is God] .... tak gunakan personal-pronounnya SHE, jadinya [SHE is God].
Ini supaya nggak jadinya rancu dengan that human-male yg personal-pronounnya adalah He.

SHE bernama Yesus, yang ada didalam that human spesies berkelamin priajuga bernama Yesus tsb is The Logos. That human-male (HE) is not God, SHE who inside Him is God. Oleh karena itu, this human-male spesies DISEBUT human-god ... He is called human-god, or whatever even if one call Him God.

Versi saya tidak mungkin bisa diajukan pertanyaan :
Is HE God ?

karena pertanyaan itu jadinya aneh, kayak sbb :
Is that human-male God ?

dgn demikian gak beda dgn mengajukan pertanyaan aneh :
apakah asin manis ?
apakah kucing burung ?

yang masuk :
Is inside that human-male God ?

jawabnya :
ya of course, karena that human-male kan natur manusia dari The Logos.


Quote
menurut nidus : (The Human is Human-God when He is Jesus)Contoh penerangan Nidus begini:

Jesus = human (super-nature)
-Jesus is a Human, but not a mere human due He is a Human-God
-The human is Human-God when He is Jesus
Kalimat bold nidus itu berkronologika :

KARENA Yesus itu human-god
MAKA Yesus bukan hanya human


oda :
kronologika oranye nggak menunjukkan apa apa.
Kenapa ? Ya karena di [KARENA Yesus itu human-god] itu sendiri udah duluan menunjukkan bhw [Jesus is not a mere human].

Jadi kronologika oranye idem kayak gini :
KARENA Jesus is not a mere human (but a human-god)
MAKA Jesus is not a mere human


kronologika versi saya :
KARENA The Logos inside that human-male
MAKA that human-male DISEBUT Human-God

KARENA that human-male DISEBUT Human-God
MAKA that human-male is not a mere human.

or... bisa juga kayak gini :
KARENA The Logos inside that human-male
MAKA that human-male is not a mere human

KARENA that human-male is not a mere human
MAKA that human-male DISEBUT Human-God.

bandingkan dgn kronologika yg di pov saya aneh sbb ini :
KARENA The Logos is that human-male
MAKA that human-male is God/The Logos

KARENA that human-male is God/The Logos
MAKA that human-male is also human besides God.

Karena that human-male is also human besides God
MAKA that human-male is NOT a human species but a human-god species

 :rolleye0014:

October 23, 2018, 12:06:00 AM
Reply #8873
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
Statement Oda :Iya Memang, karena Nidus mencoba "menarik Oda keluar" dari perputaran dan kesempitan cara Oda berpikir bahwa naturnya 1+1=2 (dalam hal ini untuk mengukur Tuhan yang diluar nature, Oda menghitungnya sekakan-akan Tuhan yang besar itu harus masuk ke dalam logika Oda yang sekedar nature)
Saya nggak ada menarik ke perihal 1 + 1 = 2 terkait natur, nidus.

Hypostatic Union :
Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine


Quote
Tuhan ada diluar batas ukuran-ukuran nature, untuk itu melihat Tuhan, tidak bisa dengan cara nature.
So, kalimat ijo itu sedang membicarakan Tuhan ataukah a human-male ?

Quote
Nidus bukan bagian dari Hypostatic Union
Kalo gitu saya nggak pas mengajukan argumen-argumen saya ke nidus. Karena kan argumen argumen saya selama ini ya terkait kalimat ijo.


Quote
Terima nggak terima, Nidus harus berkata kepada Oda, bahwa Tuhan tidak akan bisa masuk ke dalam "logika" Oda.
Saya tidak bold-kan kosakata "oda", karena tentunya walo kosakata "oda" diganti ke kosakata "manusia", maka maksud artinya tetep. So....

Quote
Tuhan tidak akan bisa masuk ke dalam "logika"
Oleh karena itulah dibuat suatu statement yang gak masuk kedalam logika, yakni : Jesus (that human-male) has two complete natures: one fully human and one fully divine untuk menunjukkan bahwa Tuhan tidak akan bisa masuk ke dalam "logika".

Begitu bukan maksudnya kalimat di quote atas, nidus ?
Please CMIIW.

Quote
Logika yang Oda pakai sebagai alat untuk "mengukur Tuhan" tidak cukup besar untuk menampung "kebesaran Tuhan".
Jesus (that human-male) has two complete natures: one fully human and one fully divine ---> ijo sebuah logika ? ataukah sebuah "ujug2" yg didapet begitu dari Tuhan sendiri ?

Quote
Nidus luruskan bahwa perkataan "I am the Alpha and the Omega" tidak muncul saat They muncul sebagai He,
Yang saya maksudkan, kosakata [I am] disitu ngerujuk ke The Logos, bukan that human-male yang blakangan baru eksis di bumi, nidus.

Quote
Juga tidak masalah kalau memang dikatakan him yang mengatakanya, karena jelas disini He,Her,They atau apapun adalah sekedar menunjukan kondisi Logos berdasarkan rentang waktu saja (buat Nidus)
Saya memerlukan personal-pronoun The Logos yg bukan HE untuk menjelaskan maksud saya, nidus.

Quote
Karena memang God is the begining and the end, Dialah God (They) yang awal dan yang akhir.
Sebenernya tidak ada persoalan buat saya diperihal nidus memakai kosakata "they".... karena point saya disini adalah "selama itu bukan HE", maka saya bisa lebih mudah menjelaskan maksud saya. Karena kalo pakai HE, maka ini otomatis jadinya segera ngerujuk ke that human-male, bukan THEY.

nidus :
THEY are God.
THEY are the begining and the end.

oda :
oke

nah... yg jadinya saya cerewet itu ketika kelanjutan kalimatnya berupa :
KARENA THEY are that human-male
MAKA that human-male is THEY (God).

bersambung
« Last Edit: October 23, 2018, 12:10:15 AM by odading »
October 23, 2018, 12:06:12 AM
Reply #8874
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
Quote
Entah di tengah antara awal dan akhir itu Dia (They) berdaging ataukah tidak, existensi God adalah super-nature bukan one nature.
Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine ---> kalimat ijo ini sedang membicarakan eksistensi God ataukah eksistensi that human-male yah nidus ?



Quote
Saat God become human itu bukan 1+1=2 human-God, .
Saya nggak ada ngebawa-bawa perihal bold, nidus.  :D

Quote
Tuhan itu ada di luar kemampuan logika manusia berpikir
Sekali lagi, jadi kalimat ijo itu membicarakan eksistensi Tuhan ataukah eksistensi that human male ?

Quote
Tuhan itu tidak muat dimasukan ke dalam logika manusia, kalau bisa, Tuhan yang demikian tidaklah lebih besar dari logika manusia sendiri.
Jadi, apakah maksud nidus : kalimat ijo itu ya emang gak muat dimasukan ke dalam logika manusia. Kalimat ijo itu BUKAN logika manusia, melainkan ujug2 nongol begitu aja dikasih tau Tuhan.

Quote
Buat Nidus Tuhan lebih besar dari logika.
jadi menurut Oda lebih besar yang mana, Tuhan atau Logika manusia sendiri?
Terlepas yg mana yg lebih besar, kalimat bold itu sendiri telah menunjukkan bahwa yg underlined itu adalah logika/pemikiran manusia bernama nidus..... hehehe  :azn: :D

Quote
existensi God adalah super-nature bukan one nature
Saya ingin tau, apakah kalimat di quote atas itu ujug2 nidus dikasih dari Allah ?

ilustrasi....
Allah : hai nidus, existnesiKU adalah super-nature ... bukan one nature.

selanjutnya nidus kasih tau ke saya :
oda, existensi God adalah super-nature bukan one nature.
oranye ini bukan menurut logika gue loh ya oda, melainkan menurut Tuhan sendiri.

Begitu bukan maksudnya nidus ?
« Last Edit: October 23, 2018, 12:12:31 AM by odading »
October 23, 2018, 01:49:12 PM
Reply #8875
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
However kalo tongkat itu nggak menjadi hilang, tetep ada at the same time ada uler yg berasal dari tongkat maka tongkat yang tadinya punya satu natur - blakangan tongkat punya dua natur dimana uler adalah natur ke-dua tongkat.


Ya!
Jadi, kalau natur tongkat beda dgn natur ular, maka
Tongkat bisa saja disebut satu natur, ia bukan jantan bukan betina
Ular bisa kita sebut dua natur, sebab selain ia hidup ia jantan ataupun betina

Kalau natur tongkat sama dgn natur ular dgn alasan, bw
Natur ular adalah natur tongkat yg membelah jadi dua, maka
Natur ular tidak ada, sebab ia adalah natur tongkat yg ke-dua

Kalau natur ular tidak hrs ada, artinya SHE = HE yg ke-dua, maka
Tak ada manusia bernatur tuhan dan atau tak ada tuhan yg bernatur manusia
Hanya satu Yesus bernatur manusia-tuhan, sebagai mana SHE ialah HE yg ke dua

Tergantung kacamata yang dipake gimana  :D

Ya!
Kurasa pun begitu! Hrs “tergantung” kaca atau takaran yg dipakai
Mustahil kita memakai takaran utk menakar yg tak tertakar
Hasilnya pun hrs mengabaikan paralaks dan toleransi
Dgn ide spt itu, maka hasilnya ideal memuaskan

Menurutku hanya hukum2 benua tengah yg bisa memuaskan spt itu
Sebab hukum dan rumus2-nya itu nyata buatan manusia
Maka hasilnya hrs taat dan hrs sepakat pd-nya
Misalnya pd persamaan dlm matematika

Sementara itu pula
Hukum nyata benua bawah masih banyak yg anomali dan paradoks
Apa lagi hk.maya benua atas tentu melampaui akal dan pikiran kita
Mustahil hukum benua maya taat pd hukum benua nyata, dunia ini

Quote
Saya nggak tau.
Point yg saya ajukan terkait perihal sbb ini :
What Is the Hypostatic Union? (mk: apa mungkin spt union tubuh-jiwa-roh)
Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine
https://www.desiringgod.org/articles/what-is-the-hypostatic-union
Karena sudah saya jawab nggak tau, maka ya maren donk yang jelaskan :


Soal "natur" tertiga bisa dan telah kucoba jelaskan mereka
Ibarat persamaan2-nya kita sebut saja matematika ibarat
Sebab kita sama2 tak tahu apa itu satu natur dua natur
http://forumkristen.com/index.php?topic=32498.msg1220107#msg1220107

Soal natur SHE/HE, aku lebih cenderung pd pendapatmu,
Bahwa natur ular ialah natur tongkat yg ke-dua
Yesus juga gitu, Ia ialah natur Allah yg ke dua

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 24, 2018, 12:59:57 PM
Reply #8876
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tergantung kacamata yang dipake gimana  :D
Saya nggak tau.
Point yg saya ajukan terkait perihal sbb ini :
What Is the Hypostatic Union?
Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine
https://www.desiringgod.org/articles/what-is-the-hypostatic-union

Karena sudah saya jawab nggak tau, maka ya maren donk yang jelaskan :
1. Natur itu adalah ..... jadi...
2. maksud dari kalimat Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine adalah.....

Jadi kita sama2 nggak tahu, Bro!
Semua itu tergantung pd kacamata
Sebab semua kita bebas berpikir maya

Aku blon liat apa pentingnya hipostatic union itu
Tapi union yg bisa kurenungkan dan ku-reka2
Adalah union antara trinitas dan tertiga sbb:

Bapa ialah Allah
Yg nanti akan kukenal oleh roh-ku
Dia lah Allah masa depan yg memikat

Anak ialah Allah
Yg tadi telah kukenal oleh jiwa-ku
Dia lah Allah masa lalu yg melekat

ROH KUDUS ialah Allah
Yg kini mengenalkan segalanya kpd-ku
Dia lah Allah jamannau yg mengikat diri-ku

Kira2 begitu cocokmology union-ku
Pada frame waktu, pun pd frame "natur"
Utk men-dekat2 dan berkehidupan dgn-Nya

Salam Damai!
« Last Edit: October 25, 2018, 12:41:53 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 10, 2018, 05:14:32 PM
Reply #8877
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
  • Denominasi: Interdenominasi
Quote
begimana itu ceritanya jadi kayak gini ?
[That human-maleberkelamin pria tsb is fully man and fully God]  :rolleye0014:

Kalau pengen tau critanya, sebetulnya gampang, begini kondisinya:

A.Nidus tau dan mengerti bahwa Tuhan lebih besar dari logika manusia.
B.Oda tidak mengerti dan tidak bisa jawab Tuhan lebih besarkah atau Logika manusia lebih besar.
jelas dari jawaban Oda:
Quote
Quote
Buat Nidus Tuhan lebih besar dari logika.
jadi menurut Oda lebih besar yang mana, Tuhan atau Logika manusia sendiri?

Terlepas yg mana yg lebih besar, kalimat bold itu sendiri telah menunjukkan bahwa yg underlined itu adalah logika/pemikiran manusia bernama nidus..... hehehe  :azn: :D

Mungkin Oda tidak kenal Tuhan dan tidak tau seberapa besar Tuhan itu, karenanya Oda memang jadi tidak bisa mengukur kebesaran Tuhan, sehingga akibatnya Oda tidak bisa jawab.


C.Nidus tidak setuju dengan Hypostatic Union dan menolak urusan satu nature, dua nature.
D.Oda ngobrol sama Nidus dengan berpegang pada Hypostatic Union.
Quote
Saya nggak ada menarik ke perihal 1 + 1 = 2 terkait natur, nidus.

Hypostatic Union :
Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine
Memang, tapi Nidus menangkap logika nature Oda seperti ini bahwa 1+1 = 2 adalah bagaimana kemudian Nidus menterjemahkan logika Oda fully God (1), fully Human (1), lalu
ide bahwa fully God (1) + fully human (1) =  fully God and fully human (2).

Nidus menangkap logika manusia yang masuk memang 1+1 = 2, tapi Tuhan itu lebih besar dari logika (ini tidak bisa Oda ukur), hal menyangkut Tuhan 1+1 bukan 2, bisa saja Tuhan buat 1+1 hasilnya 1 atau bisa jadi malah 99999, bahkan Tuhan itu diluar logika angka (1-99999) fully nature itu. Inilah yang Nidus bahasakan menjadi "diluar nature" (Supernature) diluar nature dan lebih besar dari logika.

E.Nidus jelas tidak mampu melogika Tuhan karena Tuhan terlalu besar untuk logika
F.Oda terus berusaha melogika Tuhan dengan ukuran-ukuran logika Oda
Quote
Oleh karena itulah dibuat suatu statement yang gak masuk kedalam logika, yakni : Jesus (that human-male) has two complete natures: one fully human and one fully divine untuk menunjukkan bahwa Tuhan tidak akan bisa masuk ke dalam "logika".

Begitu bukan maksudnya kalimat di quote atas, nidus ?
Please CMIIW.
Koreksinya begini:
Menurut Nidus kalimat ini "Jesus (that human-male) has two complete natures: one fully human and one fully divine", adalah wujud dari "pemaksaan" manusia dalam upaya melogika Tuhan, karena begitu menyebut kata "two","one", yang jelas angka logika manusia, maka Tuhan tidak akan muat ditampung dalam kalimat itu. Karena memberikan angka 1,2,3 pada Tuhan (contoh Tuhan memiliki 1/2/3 nature) jelas adalah sebuah usaha manusia melogika Tuhan.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
November 10, 2018, 05:22:28 PM
Reply #8878
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 22
  • Denominasi: Interdenominasi
G.Nidus melihat Yesus bukan soal human-male nya
H.Oda berfokus pada human-male dan Tuhan sebagai 2 nature yang logis
Quote
Jesus has two complete natures: one fully human and one fully divine ---> kalimat ijo ini sedang membicarakan eksistensi God ataukah eksistensi that human-male yah nidus ?
Sudah Nidus singgung diatas, ungkapan Nidus yang lebih jelas untuk kalimat diatas adalah begini:
kalimat itu menunjukan existensi logika manusia yang sedang mencoba melogika existensi Tuhan dengan menggunakan logika angka 1,2, dst yang jelas-jelas tidak akan bisa menampung kebesaran Tuhan.

Yesus itu human-male yang gak logis, gak nature, dan buat Nidus Tuhan itu memang gak nature dan gak logis, karena Tuhan itu adalah sang logika (Logos) itu sendiri, jadi Nidus menyadari bahwa logika Nidus tidak sebanding dengan sang logika (The Logos) dan tidak mencoba memasukan Tuhan dalam ukuran-ukuran logika Nidus sebagai manusia.

Sementara itu menurut Nidus, Oda ini sedang berjuang untuk melogika sesuatu (dalam hal ini adalah kalimat yang menerangkan siapa Tuhan itu) yang memang tidak dapat masuk logika. Kemudian kalau logika Oda tidak bisa menampung siapa The Logos dari kalimat pembahasan, bagaimana Yesus sebetulnya adalah The Logos, maka memang Oda tidak akan paham karena menurut Oda Yesus = human-male nature (logis), sedangkan menurut Nidus Yesus = human-male supernature (diluar logika) which is The Logos / God.

I.Nidus meyakini Tuhan bukan atas dasar logika Nidus, tapi pengalaman-pengalaman diluar logika manusia yang Nidus alami.
J.Mungkin Oda punya pandangan bahwa Tuhan harus tidak lebih besar dari logika Oda, sehingga Oda mencoba memasukan kalimat yang menerangkan Tuhan itu dalam logika Oda untuk bisa diyakini.
Quote
Quote
existensi God adalah super-nature bukan one nature
Saya ingin tau, apakah kalimat di quote atas itu ujug2 nidus dikasih dari Allah ?
Persis sekali, karena sebelumnya Nidus berusaha mengukur kalimat nature itu dengan logika dan memang tidak bisa, memang tidak logis dan tidak masuk logika soal fully human dan fully god nature yang seharusnya secara logika 2 (100% Tuhan dan 100% manusia itu tidak ada secara logika manusia berarti 200%).

Kalimat supernature ini sebelumnya tidak terpikirkan oleh logika Nidus sebetulnya, Kemudian Hikmat sang Logika / The Logos turun kepada Nidus begitu Nidus mengalami kesulitan menerangkan bagaimana ketidak logisan Tuhan itu kepada Oda, yang menurut Nidus berusaha melogiskan Tuhan (yaitu melogika kalimat topik yang menerangkan bagaimana Tuhan itu).

Tuhan itu tidak logis, diluar logika, Sang Logika (Logos) itu sendiri, jadi kalimat yang menerangkan siapa Tuhan itu memang terasa tidak logis seperti ini:

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya."

Terima gak terima Tuhan itu tidak logis (menerangkan hal diluar logika memang terasa tidak logis), kalau menurut Oda sebaliknya yaitu Tuhan itu seharusnya diterangkan dengan logis (dan masuk logika), ya coba saja buktikan sendiri. Pembuktian Nidus pribadi Tuhan itu tidak logis.  :afro:
« Last Edit: November 10, 2018, 05:28:10 PM by Nidus »
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
November 12, 2018, 12:40:04 PM
Reply #8879
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Terima gak terima Tuhan itu tidak logis (menerangkan hal diluar logika memang terasa tidak logis), kalau menurut Oda sebaliknya yaitu Tuhan itu seharusnya diterangkan dengan logis (dan masuk logika), ya coba saja buktikan sendiri. Pembuktian Nidus pribadi Tuhan itu tidak logis.  :afro:

@Oda
Tuhan itu melampaui logika
Jika ada tuhan hrs masuk akal
Maka selesailah tuhan terjengkal

Yesaya menuliskan firman-Nya [Yes 55:8-9]  :
Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu,
dan jalanmu bukanlah jalan-Ku,
Spt tingginya langit dari bumi,
demikianlah tingginya jln-Ku dr jln-mu
dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Selanjutnya ttg rancangan manusia [Yes 66:18-19]: 
Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan
Aku datang utk mengumpulkan segala bangsa dr semua bahasa,
dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku.

Dengarlah, hai bumi! Sungguh, ke atas bangsa ini
Aku akan mendatangkan malapetaka, akibat dari rancangan2 mereka,
sebab mereka tak memperhatikan perkataan2-Ku dan menolak pengajaran-Ku.

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)