Author Topic: Kemenangan Akhir  (Read 7987 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 26, 2010, 07:48:45 AM
Reply #10
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Bab 1. Keruntuhan Kota Yerusalem

3/3, Continued from 2/3

Bencana yang mengerikan menimpa kota Yerusalem pada waktu pe ngepungan diulangi oleh Titus. Kota itu di kepung musuh pada waktu hari raya Paskah, pada waktu berjuta-juta orang Yahudi berkumpul di dalam kota. Gudang-gudang penyimpanan bahan makanan mereka, yang jika diisi dengan cermat akan dapat memasok bahan makanan bagi penduduk untuk bertahun-tahun lamanya. Tetapi sebelumnya telah dirusakkan oleh karena iri hati dan dendam kelompok-kelompok yang menentang. Dan sekarang bala kelaparan yang mengerikan harus dialami. Sesukat gandum telah di jual dengan harga satu talenta. Begitu ganasnya kelaparan itu, sehingga manusia menggerogoti ikat pinggang kulit, sandal kulit dan penutup perisainya yang terbuat dari kulit. Banyak orang menyelinap keluar pada malam hari, mengumpulkan tanaman liar yang tumbuh di luar tembok kota, meskipun banyak yang tertangkap dan di siksa dengan kejamnya. Dan mereka yang kembali dengan selamat sering dirampok apa-apa yang telah mereka kumpulkan dengan penuh bahaya. Penyiksaan yang paling tidak mengenal peri kemanusiaan dilakukan oleh mereka yang berkuasa, untuk mengambil bahan makanan dari orang yang kelaparan, yang mungkin mereka sembunyikan. Dan tindakan kekejaman ini sering dilakukan oleh orang-orang yang cukup makan, dan hanya semata-mata untuk menimbun persediaan makanan untuk diri sendiri di masa mendlatang.
 
Beribu-ribu orang binasa oleh karena kelaparan dan wabah. Peri kemanu siaan tampaknya sudah sirna. Suami-suami merampok isteri-isteri, dan se baliknya. Anak-anak terlihat menjambret makanan dari mulut orangtua mereka yang sudah lanjut usia. Pertanyaan nabi, "Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya?" (Yesaya 49:15), jawabnya terdapat di dalam tembok kota yang mengalami malapetaka itu. "Dengan tangan sendiri wanita yang lemah lembut memasak kanak-kanak mereka, untuk makanan mereka tatkala runtuh putri bangsaku." (Ratapan 4:10). Sekali lagi amaran nubuatan yang diberikan empat belas abad yang lalu digenapi: "Perempuan yang lemah dan manja di antaramu, yang tidak pernah menjejakkan telapak kakinya ke tanpa karena sifatnya yang lemah lembut dan manja itu, akan kesal terhadap suaminya sendiri atau terhadap anaknya laki-laki dan anaknya perempuan karena uri yang keluar dari kandungannya ataupun karena anak-anak yang dilahirkannya; sebab karena kekurangan segala- galanya ia akan memakannya dengan sembunyi-sembunyi, dalam keadaan susah dan sulit yang ditimbulkan musuhmu kepadamu di dalam tempatmu." (Ulangan 28:56,57).
 
Para pemimpin Romawi berusaha menimbulkan teror pada orang-orang Yahudi, dan dengan demikian menyebabkan mereka mau menyerah. Para tawanan yang mencoba melawan, dicambuk dan disiksa dan disalibkan di luar tembok kota. Setiap hari ratusan orang dibunuh dengan cara ini. Dan perbuatan kejam ini berlangsung terus sampai seluruh Lembah Jehosafat dan Golgota penuh dengan salib-salib yang didirikan, sehingga tinggal sa ngat sedikit ruang gerak di antara mereka. Sangat mengerikan hukuman dan kutuk dahsyat yang diucapkan di kursi pengadilan Pilatus: "Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami." (Matius 27:25).
 
Sebenarnya Titus mau mengakhiri keadaan yang mengerikan ini; dengan demikian menghindarkan kota Yerusalem dari kebinasaan total. Ia diliputi perasaan ngeri ketika ia melihat timbunan jenazah di lembah-lembah. Bagaikan seorang yang terpesona, ia melihat Bait Suci yang megah dan indah itu dari puncak Bukit Zaitun, sehingga ia memberi perintah agar tak satu pun batunva boleh di jamah. Sebelum berusaha menguasai kubu per tahanan, ia menghimbau para pemimpin Yahudi dengan sungguh-sungguh agar jangan memaksanya untuk mencemarkan tempat kudus itu dengan darah. Jika mereka keluar dan bertempur di mana saja, maka tak seorang pun tentara Romawi akan melanggar kesucian Bait Suci itu. Josephus sendiri, dalam berbagai himbauannya, memohon dengan sangat agar mereka menyerah, untuk menyelamatkan mereka sendiri, kota mereka dan tempat mereka berbakti. Akan tetapi kata-katanya ini telah dijawab dengan kutukan pahit. Lembing telah dilemparkan kepadanya, sebagai seorang juru penengah manusia, pada waktu ia berdiri memohon kepada mereka. Orang Yahudi telah menolak permohonan Anak Allah, dan sekarang anjuran dan permo honan hanya membuat mereka tetap bertahan sampai akhir. Sia-sialah usaha Titus untuk menyelamatkan Bait Suci; Seorang yang lebih besar dari padanya telah menyatakan bahwa tak satu batu pun tinggal di atas batu yang lain.

 

Sikap keras kepada yang membabi-buta daripara pemimpin Yahudi dan kejahatan keji yang merajalela di dalam kota yang terkepung itu menim bulkan ketakutan dan kemarahan tentera Romawi, dan akhirnya Titus me mutuskan untuk menyerang Bait Suci itu. Ia juga menetapkkan, jika mung kin, untuk menyelamatkan Bait Suci itu dari keruntuhan. Tetapi perintahnya itu tidak lagi diindahkan anak buahnya. Pada waktu itu ia beristirahat di kemahnya pada malam hari, orang Yahudi keluar dari Bait Suci itu dan menyerang tentera Romawi dengan tiba-tiba. Dalam pertempuran itu seorang tentera melemparkan obor berapi melalui lobang di serambi Bait Suci, dan dengan segera membakar ruangan yang dilapisi dengan kayu cedar, yang berdekatan dengan kamar yang kudus. Titus segera berlari menuju api itu, diikuti oleh jenderal federal dan komandan-komandan pasukannya, dan memerintahkan pasukan untuk memadamkan api itu. Namun perintahnya tidak diacuhkan. Dalam keganasannya tentera-tentara itu melemparkan obor- obor menyala ke ruangan-ruangan yang berdampingan dengan Bait Suci itu, dan kemudian dengan pedangnya membunuh banyak sekali ofang-orang yang bersembunyi di situ. Darah mengalir di tangga Bait Suci, bak aliran air layaknya. Beribu-ribu orang Yahudi binasa. Selain suara peperangan itu, terdengar teriakan, "Ikabot!"-kemuliaan sudah hilang.

 

"Tidak mungkin bagi Titus menghentikan amukan tentaranya pada saat itu. Ia bersama stafnya memasuki dan memeriksa bagian dalam bangunan yang kudus itu. Mereka terpukau dan kagum karena api belum membakar tempat kudus itu. Ia membuat usaha terakhir untuk menyelamatkan tempat kudus itu. Ia melompat ke depan dan mengajak tentaranya untuk menghen tikan kebakaran itu. Biasanya pasukan Liberalis harus patuh kepada atasannya. Tetapi rasa hormat kepada kaisar pun akan hilang oleh karena kebencian terhadap orang Yahudi, dan keganasan pertempuran itu, serta pengharapan akan mendapat rampasan. Tentara-tentara itu melihat di se keliling mereka kilauan emas, yang memantulkan cahaya dalam amukan api. Mereka mengira bahwa harta yang tak terhitung banyaknya disimpan di dalam Bait Suci itu. Tanpa menyadari, seorang tentara menyulutkan obomya yang sedang menyala ke antara engsel pintu. Dengan sekejap saja seluruh bangunan sudah menyala. Nyala api dan asap yang membutakan mata memaksa para perwira mundur, dan bangunan agung itu pun dibiarkan menemui nasibnya.

 

"Bagi orang Roma pemandangan itu adalah suatu yang mengerikan  bagaimana pula bagi orang Yahudi? Seluruh puncak bukit tempat kota itu berdiri, terbakar bagaikan gunung berapi. Satu demi satu banguan itu runtuh dengan bunyi yang bergemuruh, lalu ditelan lobang dalam yang menya la. Atap-atap yang terdiri dari kayu cedar bagaikan lempengan-lempengan nyala api. Menara-menara yang di atas rumah yang disepuh bersinar bagai kan paku-paku cahaya merah. Menara gerbang terbakar dengan nyala api yang membubung tinggi. Bukit-bukit di sekitar itu terang-benderang. Orang- orang memperhatikan dengan kecemasan yang luar biasa akan kemusnahan Bait Suci itu. Tembok kota bagian luar dan bukit-bukit penuh dengan manusia yang sebagian pucat pasi oleh karena ketakutan dan putus asa, dan yang sebagian lagi dengan wajah marah ingin pembalasan, tetapi sia-sia. Teriak an-teriakan tentara Roma yang berlari ke sana ke mari, dan jeritan orang orang Yahudi yang binasa dalam nyala api bercampur-baur dengan dengan gemuruh nyala api besar dan suara membahana balok-balok dan tinang-ti ang yang rubuh. Gema dari bukit-bukit memantulkan kembali teriakan orang yang berada di ketinggian. Di sepanjang tembok terdengar teriakan dan ratap tangis yang dipantulkan kembali. Orang-orang yang nyaris mati kare na kelaparan, mengerahkan seluruh tenaganya yang masih sisa untuk ber teriak dalam kesakitan dan keputusasaan.
 
"Pembantaian di dalam jauh lebih mengerikan daripada yang dapat di lihat dari luar. Laki-laki dan perempuan, tua dan muda, para pembangkang atau imam-imam, mereka yang bertempur dan yang memohon betas kasih an, telah ditebas tanpa pilih bulu dalam pembantaian itu. Jumlah yang terbunuh jauh melebihi pembunuh. Para tentera itu harus melompati tumpukan mayat-ayat untuk meneruskan penumpasan."- Milman, “History of the Jews," buku 16.
 
Setelah keruntuhan Bait Suci, kemudian seluruh kota itu jatuh ke tangan tentara Romawi. Para pemimpin Yahudi meninggalkan menara-menara benteng-benteng pertahanan kuat mereka, dan Titus-mendapatinya da lam keadaan sunyi senyap. Ia memandanginya dalam kekaguman. Dan ia menyatakan bahwa Allahlah yang telah menyerahkan semua itu ke tangan nya, karena tak ada musuh, betapapun kuatnya, yang dapat menundukkan benteng yang begitu kuat. Baik kota maupun kaabah diratakan dengan fon dasinya, dan tanah tempat berdirinya bangunan suci itu telah "dibajak se perti ladang." (Yeremia 26:18). Dalam pengepungan dan pembantaian selanjutnya, lebih sejuta orang binasa terbunuh. Yang masih hidup dibawa sebagai tawanan, dijual sebagai budak, digiring ke Roma untuk merayakan kemenangan, dilemparkan ke binatang buas di amfiteater, atau dicerai-beraik an sebagai musafir tuna-wisma di seluruh dunia.
 
Orang-orang Yahudi telah menempa sendiri belenggu kakinya. Mereka telah mengisi sendiri cawan pembinasaan. Dalam keruntuhan total yang me nimpa mereka sebagai bangsa, dan dalam semua malapetaka yang menimpa mereka lebih lanjut dalam pencerai-beraian, mereka hanya menuai apa yang telah mereka tanam dengan tangan mereka sendiri. Nabi berkata, "Hai Is rael, engkau telah membinasakan dirimu sendiri." (Alkitab Bahasa Inggeris, KJV, Hosea 13:9); "sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu." (Hosea 14:2). Penderitaan mereka sering dinyatakan sebagai hukuman yang diberikan kepada mereka oleh perintah langsung dari Allah. Dengan demi kian, Setan penipu besar itu, mencoba menyembunyikan pekerjaannya. Oleh karena orang-orang Yahudi telah dengan degilnya menolak kasih dan ke murahan Ilahi, menyebabkan perlindungan Allah di tarik dari mereka, dan Setan telah diizinkan memerintah mereka sesuai dengan kehendaknya. Kekejaman hebat yang berlaku selama keruntuhan kota Yerusalem adalah suatu pertunjukan kuasa balas dendam Setan atas mereka yang diserahkan kepada pengendaliannya.
 
Kita tidak dapat mengetahui berapa banyak kita berhutang kepada Kris tus untuk kedamaian dan perlindungan yang kita nikmati. Kuasa Allahlah yang mencegah manusia jatuh sepenuhnya ke bawah pengendalian Setan. Orang-orang yang tidak mau menurut dan orang-orang yang tidak tahu berterimakasih mempunyai alasan yang kuat untuk mensyukuri kemurah an dan panjang sabar Allah dalam menahan kuasa si jahat yang berbahaya dan kejam itu. Akan tetapi bilamana manusia melewati batas kesabaran Ilahi, penahanan itu akan dilepaskan. Allah tidak bertindak sebagai pelaksana hukuman bagi orang bedosa yang melanggar, melainkan membiarkan penolak-penolak balas kasihan-Nya itu sendiri menuai apa yang mereka sudah tanam. Setiap sinar terang yang di tolak, setiap amaran yang diabaikan, setiap nafsu yang dimanjakan, setiap pelanggaran kepada hukum Allah, adalah bibit yang di tanam, yang akan memberikan tuaian yang pasti, dan tidak pernah gagal. Roh Allah yang tetap di tolak, akhirnya akan di tarik dari orang berdosa itu, dan kemudian tidak ada lagi kuasa untuk mengen dalikan nafsu jahat jiwa, dan tidak ada lagi perlindungan dari kebencian dan rasa permusuhan Setan. Kebinasaan Yerusalem adalah amaran yang sungguh menakutkan bagi semua orang yang meremehkan pemberian ka runia Ilahi, dan yang menolak ajakan kemurahan Ilahi itu. Tidak akan dibe rikan lagi kesaksian yang lebih menentukan mengenai kebencian Allah pada dosa, dan mengenai hukuman tertentu yang akan dijatuhkan kepada orang yang bersalah.
 
Nubuatan Juruselamat mengenai pelaksanaan penghakiman terhadap Yerusalem masih akan ada lagi kegenapannya yang lain, di mana kehan curan yang dahsyat hanya merupakan suatu bayangan saja. Dalam nasib buruk kota pilihan itu kita boleh melihat kebinasaan dunia yang telah menolak kemurahan Allah dan menginjak-injak. hukum-Nya. Begitu gelapnya catatan penderitaan umat manusia, yang pernah disaksikan oleh dunia ini selama kejahatannya yang sudah berabad-abad. Hati menjadi sakit dan pikiran melemah dalam merenungkan hal itu. Sungguh mengerikan akibat dari penolakan kuasa Surga. Tetapi yang lebih gelap lagi akan di nyatakan dalam nubuatan masa yang akan datang. Catatan-catatan masa lalu -rentetan panjang kegemparan, pertikaian, dan revolusi, "setiap sepatu tentara yang berderap dan setiap jubah yang berlumuran darah," (Yesaya 9:4) -semuanya tidak berarti bila dibandingkan dengan kengerian pada hari itu bilamana Roh Allah yang menahan di tarik dari orang jahat, dan tidak lagi menahan meledaknya nafsu manusia dan murka Setan! Kemudi an, dunia ini akan melihat akibat dari pemerintahan Setan yang belum per nah dilihatnya sebelumnya.
 
Akan tetapi pada hari itu, seperti pada waktu kebinasaan Yerusalem, umat-umat Allah akan diselamatkan, yaitu setiap orang yang terdapat na manya tertulis di antara yang hidup. (Yesaya 4:3) Kristus telah menyata kan bahwa Ia akan datang kedua kalinya, untuk mengumpulkan umat-Nya yang setia kepada-Nya. "Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala keku asaan dan kemuliaan-Nya. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain." (Matins 24:30,31). Ke mudian, mereka yang tidak menuruti Injil akan dimusnahkan oleh nafas yang keluar dari mulut-Nya, dan dibinasakan dengan sinar terang keda tangan-Nya. (2 Tesalonika 2:8). Seperti bangsa Israel dahulu, orang-orang jahat itu membinasakan diri mereka sendiri. Mereka jatuh oleh karena ke jahatan mereka. Oleh karena mereka menghidupkan suatu kehidupan yang penuh dengan dosa, mereka telah menempatkan diri mereka sedemikian rupa sehingga tidak selaras dengan Allah. Keadaan mereka begitu diren dahkan oleh kejahatan, sehingga kenyataan kemuliaan Allah bagi mereka bagaikan api yang menghanguskan.
 
Biarlah orang-orang berhati-hati agar mereka tidak meremehkan pelajaran yang disampaikan kepada mereka di dalam firman Kristus. Seba gaimana ia mengamarkan murid-murid-Nya mengenai keruntuhan dan kebinasaan Yerusalem, memberikan kepada mereka tanda-tanda keruntuhan yang mendekat, agar mereka dapat menyelamatkan diri, demikanlah Ia te lah mengamarkan dunia ini mengenai kebinasaan terakhir, dan telah mem berikan kepada mereka tanda-tanda dekatnya kebinasaan itu, agar mereka yang mau boleh melarikan diri dari murka yang akan datang itu. Yesus menyatakan, "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bin tang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung mengha dapi deru dan gelora laut." (Lukas 21:25; Matius24:29; Markus 13:24-26; Wahyu 6:12-17). Mereka yang memandang tanda-tanda kedatangan-Nya ini akan mengetahui, "bahwa waktunya sudah dekat, sudah di ambang pintu." (Matius 24:33). "Karena itu berjaga-jagalah," (Markus l3:35) kata-Nya menasihatkan. Mereka yang mengindahkan amaran itu tidak akan terus tinggal dalam kegelapan, sehingga hari itu menimpa mereka tanpa di sangka sangka. Tetapi bagi mereka yang tidak berjaga jaga, "hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam." (1 Tesalonika 5:2-5).
 
Dunia sekarang ini tidak lebih siap menerima pekabaran zaman ini daripada orang Yahudi menerima amaran Juruselamat mengenai Yerusalem. Bagaimana pun juga, hari Allah itu akan datang dengan tidak di sangka-sangka oleh orang yang tidak beriman. Bilamana kehidupan berlangsung terus di dalam berbagai kegiatannya, bilamana manusia larut dalam kepelesiran, dalam bisnis, dalam perjalanan, dalam mencari uang, bilamana pemimpin-pemim pin agama membesar-besarkan kemajuan dunia dan penerangan, dan ma nusia dinina-bobokkan dengan keamarian palsu-kemudian, seperti pencuri di tengah malam mencuri di tempat yang tidak dijaga, demikianlah kebina saan yang tidak di sangka-sangka datang menimpa orang-orang yang lalai dan tak beriman, "mereka pasti tidak akan luput " (1 Tesalonika 5:2-5).

End of Bab 1. Keruntuhan Kota Yerusalem
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
August 26, 2010, 07:51:41 AM
Reply #11
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Bab 2.  Penganiayaan pada Abad-abad Permulaan

 
      Bilamana YESUS menyatakan kepada murid-murid-Nya mengenai nasib kota Yerusalem dan pemandangan tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, Ia juga meramalkan pengalaman umat-Nya mulai dari waktu Ia diangkat dari antara mereka sampai Ia kembali di dalam kuasa dan kemuliaan untuk melepaskan mereka. Dari atas Bukit Zaitun Juruselamat melihat badai yang akan menimpa jemaat kerasulan. Dan menerawang lebih jauh ke masa depan, mata-Nya melihat dengan belas badai ganas yang mengerikan yang akan memukul pengikut-pengikut-Nya pada masa-masa kegelapan dan penganiayaan yang akan datang. Dalam beberapa ucapan singkat yang mengerikan, Ia meramalkan bagian pemim pin-pemimpin dunia ini yang akan dibagikan kepada jemaat Allah. (Matius 24:21, 22). Pengikut-pengikut KRISTUS harus menjalani jalan penghinaan, celaan dan penderitaan yang sama seperti yang dijalani oleh Tuhan mereka. Kebencian dan permusuhan yang ditimbulkan terhadap Penebus dunia ini akan ditunjukkan terhadap semua yang percaya kepada nama-Nya.
 
Sejarah jemaat yang mula-mula itu menyaksikan kegenapan kata-kata Juruselamat. Kuasa-kuasa dunia dan neraka mempersiapkan diri mereka melawan KRISTUS dalam pribadi pengikut-pengikut-Nya. Kekafiran meli hat, jika Injil menang, maka kuil-kuil dan mezbah-mezbahnya akan dimus nahkan. Oleh sebab itu ia memerintahkan pasukan-pasukannya untuk mem binasakan Kekristenan. Api penganiayaan telah di sulut. Orang-orang Kris ten telah dirampas harta miliknya dan diusir dari rumah mereka. Mereka "bertahan dalam perjuangan yang berat" (Ibrani 10:32). "Ada pula yang di ejek dan di dera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan" (Ibrani 11:3 6). Banyak yang memeteraikan kesaksian mereka dengan darahnya. Kaum bangsawan dan hamba, orang kaya dan orang miskin, orang-orang terpelajar dan orang-orang bodoh, semuanya sama dibantai tanpa belas kasihan.
 
Penganiayaan ini bermula pada zarnan Kaisar Nero, pada waktu Rasul Paulus mati syahid, berlangsung terus dengan semakin kejam atau kurang selama berabad-abad. Orang-orang Kristen dituduh dengan tuduhan palsu melakukan kejahatan yang mengerikan, dan dinyatakan sebagai penyebab bencana besar seperti bahaya kelaparan, wabah dan gempa bumi. Mereka dituduh sebagai pemberontak yang melawan kerajaan, sebagai musuh agama, dan sebagai wabah bagi masyarakat. Banyak yang dilemparkan kepada bina tang buas, atau dibakar hidup-hidup di amfiteater. Sebagian disalibkan, yang lain dibungkus dengan kulit binatang liar dan dilemparkan ke arena untuk dicabik-cabik oleh anjing-anjing ganas. Hukuman mereka sering dijadikan hiburan utama pada pesta-pesta umum. Orang banyak berjubel menikmati tontonan itu, mereka tertawa serta bertepuk tangan menyaksikan korban yang sedang menderita menghadapi maut.
        Ke mana saja pengikut KRISTUS mencari perlindungan, mereka terus di buru sepeti binatang mangsa. Mereka terpaksa mencari persembunyian di tempat-tempat terpencil yang tidak ada orang. "Kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di pa dang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung" (Ibrani 11:36-38). Katakomb-katakomb (kuburan di bawah tanah) dimanfaatkan menjadi tempat persembunyian beribu-ribu orang. Di bawah bukit-bukit di luar kota Roma, terowongan panjang telah digali di dalam tanah dan batu. Jaringan lorong-lorong gelap dan rumit dibuat bermil-mil di luar tembok kota. Di tempat pengasingan bawah tanah inilah pengikut-pengikut KRISTUS menyembunyikan orang mati mereka. Dan di sini jugalah mereka berlindung bilamana mereka dicurigai dan dipersalahkan mengenai sesua tu. Bilamana Pemberi Hidup itu membangkitkan mereka yang telah mela kukan perjuangan yang baik, banyaklah orang-orang yang telah mati syahid demi KRISTUS yang akan keluar dari gua bawah tanah yang suram itu.

Meskipun mengalami penganiayaan yang paling kejam, saksi-saksi YESUS ini tetap memelihara iman mereka tidak tercemar. Meskipun jauh dari segala kesenangan, tertutup dari sinar matahari, dan tinggal di dalam gelap di dalam tanah, mereka tidak mengeluh sedikit pun. Dengan kata -kata iman, ketabahan dan pengharapan mereka menguatkan satu sama lain untuk menanggung penderitaan dan kekurangan dan kesesakan. Kehilang an berkat-berkat duniawi tidak bisa memaksa mereka untuk menyangkal iman mereka pada KRISTUS. Pencobaan dan penganiayaan hanyalah lang kah-langah yang membawa mereka semakin dekat kepada perhentian dan upah mereka.
Seperti hamba-hamba Allah pada zaman dahulu kala; banyak dari me reka yang "disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka menerima kebangkitan yang lebih baik" (Ibrani 11:35). Hal ini mengingat kan kepada pikiran mereka kata-kata Guru mereka, yang bilamana dianiaya demi KRISTUS, mereka akan sangat bersukacita karena besarlah upah mere ka di surga, karena demikianlah juga nabi-nabi dianiaya sebelum mereka. Mereka bersukacita karena mereka dianggap layak menderita demi kebe­naran. Dan nyanyian kemenangan berkumandang naik dari dalam api yang mengamuk. Oleh iman mereka memandang ke atas, mereka melihat Kris tus dan malaikat-malaikat menghadapi peperangan surga, memandang ke pada mereka dengan penuh perhatian, dan menghargai kesetiaan dan keteguhan hati mereka. Satu suara turun dari takhta Allah kepada mereka, "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepa damu mahkota kehidupan" (Wahyu 2:10).

       Sia-sialah usaha Setan menghancurkan jemaat KRISTUS dengan kekeras an. Pertentangan yang besar dimana murid-murid YESUS menyerahkan hi dup mereka, tidak berakhir pada waktu para pembawa panji yang setia ini dibunuh. Mereka justru senang pada waktu mereka dikalahkan. Pekerja- pekerja Allah dibunuh, tetapi pekerjaan-Nya maju terus dengan mantap. Kabar Injil itu terus tersebar, dan jumlah pengikut-pengikut-Nya terus ber tambah. Injil itu menerusi daerah-daerah yang tidak mudah dimasuki, bah kan sampai ke daerah kekuaasaan Roma. Seorang Kristen dalam pem belaannya berkata kepada penguasa kafir yang mendorong penganiayaan: Engkau boleh "membunuh kami, menyiksa kami, menghukum kami .... Ketidak-adilanmu adalah bukti bahwa kami tidak bersalah .... Atau kejahatanmu tidak berguna bagimu." Semuanya itu menjadi undangan kuat memanggil orang lain kepada keyakinannya yang kuat. "Semakin sering kami engkau babat, semakin banyak kami bertumbuh, darah orang-orang Kristen itu adalah benih."-Tertulian “Apology, "par. 50 (ed. T. and T.. Clark, 1869).
 
    Ribuan orang dipenjarakan dan dibunuh, tetapi yang lain muncul meng gantikan tempat mereka. Dan mereka yang telah mati syahid (martir) oleh karena iman mereka yang teguh kepada KRISTUS, telah diperhitungkan Tuhan sebagai pemenang. Mereka telah melakukan perjuangan dengan baik, dan mereka akan menerima mahkota kemuliaan bilamana KRISTUS datang kem bali. Penderitaan yang mereka tanggung telah membuat orang-orang Kris ten-semakin dekat kepada satu sama lain dan kepada Penebu5 mereka. Te ladan kehidupan mereka dan sikap mereka menghadapi kematian telah menjadi kesaksian abadi bagi kebenaran. Dan tanpa diharapkan pengikut -pengikut Setan meninggalkan tugasnya dan menggabungkan diri di bawah panji-panji KRISTUS.
 
Oleh sebab itu Setan menetapkan rencananya untuk berperang lebih keras dan lebih berhasil melawan pemerintahan Allah, dengan cara menancapkan panji-panjinya di dalam jemaat Kristen. Jikalau para pengikut KRISTUS dapat ditipu, dan dituntun untuk melawan Allah, maka kekuatan, ketabanan dan keteguhan mereka akan dapat dihancurkan, dan mereka akan jatuh menjadi mangsa yang tidak berdaya.
          Sekarang musuh besar ini berusaha memenangkan dengan tipu daya licik apa yang tidak dapat dimenangkan dengan kekerasan. Penganiayaan dihentikan, dan digantikan dengan daya tarik kekayaan duniawi yang ber bahaya dan kehormatan duniawi. Para pemuja berhala telah dituntun untuk menerima sebagian iman Kristen, sementara mereka menolak kebenaran- keben penting lainnya. Mereka mengaku menerima YESUS sebagai Anak Allah dan percaya kepada kematian dan kebangkitan-Nya. Tetapi mereka tidak punya pendirian mengenai dosa dan tidak merasa perlunya pertobatan atau perubahan hati. Oleh karena pihak mereka telah memberi kelonggar an, maka mereka mengusulkan agar orang-orang Kristen juga memberi kelonggaran agar supaya semuanya boleh bersatu dalam landasan iman dalam KRISTUS.

Sekarang jemaat berada dalam bahaya yang sangat menakutkan. Penjara, penyiksaan, api dan pedang adalah lebih membawa berkat dibandingkan dengan ini. Sebagian orang Kristen berdiri teguh dan menyatakan mereka tidak mau berkompromi. Sebagian yang lain setuju menyerah atau memodifikasi sebagian bentuk kepercayaan mereka, dan bersatu dengan mereka yang telah menerima sebagian Kekristenan itu, dan mengatakan bahwa ini adalah bentuk pertobatan mereka sepenuhnya. Ini adalah masa kesukaran dan penderitaan yang dalam bagi pengikut-pengikut setia Kris tus. Dengan jubah Kekristenan yang pura-pura, Setan membuat dirinya disenangi oleh jemaat, untuk merusak iman mereka, dan mengalihkan pikiran mereka dari firman kebenaran.

              Kebanyakan orang Kristen pada akhimya setuju menurunkan standar mereka sehingga terbentuklah satu persekutuan antara Kekristenan dan kekafiran. Meskipun mereka yang berbakti kepada dewa-dewa mengaku bertobat dan dipersatukan dengan gereja, mereka masih terus bergantung kepada penyembahan berhalanya, hanya mengganti obyek peribadatan mereka kepada patung YESUS, bahkan patung-patung Maria dan orang kudus lainnya. Dengan demikian bau buruk ragi penyembahan berhala dibawa masuk ke dalam gereja yang dilanjutkan dengan pekerjaan-peker jaan jahatnya. Ajaran-ajaran yang tidak kuat dan mantap, upacara takhyul dan acara penyembahan berhala telah digabungkan dengan iman dan peribadatannya. Sementara para pengikut KRISTUS dipersatukan dengn para penyembah berhala, agama Kristen telah menjadi rusak, dan jemaat telah kehilangan kesucian dan kuasanya. Namun, ada sebagian yang tidak dise satkan oleh penipu ini. Mereka masih tetap mempertahankan kesetiaannya kepada Pencipta kebenaran, dan berbakti hanya kepada Allah saja.
Akan selalu ada dua kelompok orang-orang yang menyatakan dirinya pengikut-pengikut KRISTUS. Sementara kelompok yang satu mempelajari kehidupan Juruselamat dan dengan sungguh-sungguh memperbaiki keku rangan mereka serta menyesuaikan diri dengan Teladan mereka, kelompok yang lain menghindari kebenaran yang praktis dan mudah dimengerti, yang mengungkapkan kesalahan mereka. Bahkan dalam keadaan terbaik sekalipun, jemaat itu tidak terdiri dari orang-orang yang seluruhnya benar, suci dan sungguh-sungguh. Juruselamat kita mengajarkan bahwa mereka yang dengan sengaja memanjakan diri dalam dosa tidak boleh diterima menjadi anggota jemaat. Namun Ia menghubungkan kepada diri-Nya orang orang yang bertabiat buruk dan memberikan kepada mereka manfaat peng ajaran dan teladan-Nya, agar mereka boleh mempunyai kesempatan meli hat kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut.

Di antara kedua belas rasul terdapat seorang pengkhianat. Yudas diterima bukan karena cacad tabiatnya, tetapi ia diterima meskipun tabiatnya demikian. Ia telah satukan dengan murid-murid itu, agar melalui peng ajaran dan teladan KRISTUS mudah-mudahan ia boleh belajar apa itu tabiat Kristiani, dan dengan demikian dituntun untuk melihat kesalahannya, un tuk bertobat, sehingga oleh rahmat Ilahi, jiwanya boleh disucikan "dengan menuruti kebenaran".  Tetapi Yudas tidak berjalan dalam terang yang dengan kemurahan diizinkan bersinar kepadanya. Oleh memanjakan diri dalam dosa, ia mengundang godaan Setan. Tabiat buruknya menjadi sangat menonjol. Ia menyerahkan pikirannya ke bawah pengendalian kuasa kegelapan. Ia menjadi marah bilamana kesalahannya ditegur, dan dengan demikian ia telah dituntun melakukan kejahatan yang mengerikan yaitu mengkhianati Tuhannya. Demikianlah semua orang yang menyukai kejahatan sementara mengaku saleh, mereka membenci orang-orang  yang mengganggu ketenangan mereka dengan  menegur dosa-dosa mereka. Bilamana kesempatan diberikan kepada mereka, seperti Yudas, mereka akan mengkhianati yang menegur mereka meskipun teguran itu demi kebaikan mereka.

Continued to 2/2
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
August 26, 2010, 07:54:45 AM
Reply #12
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Bab.2  Penganiayaan Pada Abad-abad Permulaan

2/2, Continued from 1/2

Para rasul menemukan di dalam jemaat orang-orang yang mengaku sa leh sementara secara sembunyi-sembunyi menyukai kejahatan. Ananias dan Safira bertindak sebagai penipu, berpura-pura mengorbankan seluruh uangnya kepada Allah, pada waktu dengan tamaknya mereka menahan se bagian untuk mereka sendiri. Roh kebenaran menyatakan kepada para rasul tabiat sebenarnya orang berpura-pura ini dan pengadilan Allah membebas kan jemaat dari titik yang menodai kesuciannya. Tanda tindakan Roh Kris tus di dalam jemaat merupakan suatu teror kepada orang-orang munafik dan pelaku kejahatan. Mereka tidak tahan lama berhubungan dengan orang -orang yang senantiasa menjadi wakil-wakil KRISTUS, dalam tabiat dan watak. Dan sementara cobaan dan penganiayaan datang ke atas pengikut-pengikut Nya, hanya mereka yang rela menyangkal semuanya demi kebenaran saja yang menjadi murid-murid-Nya. Jadi selama penganiayaan berlanjut, jemaat itu terbukti tetap suci. Tetapi sesudah pengenaiyaan berhenti, orang-orang yang kurang sungguh-sungguh bertobat yang kurang pengabdian semakin bertam bah, dlan terbukalah jalan bagi Setan untuk menjejakkan kakinya.

Akan tetapi tidak ada persekutuan antara Putra terang dengan putra kegelapan, dan tidak akan ada persekutuan diantara pengikut-pengikut mere ka. Bilamana oang-orang Kristen mau bersekutu dengan mereka yang sete ngah-setengah bertobat dari kekafiran, mereka memasuki satu jalan yang menuntun mereka semakin jauh dan semakin jauh dari kebenaran. Setan bersuka karena ia telah berhasil menipu begitu banyak pengikut KRISTUS. Ia kemudian mengerahkan lebih banyak kuasanya dalam usaha ini dan mengilhami mereka untuk menganiaya mereka yang tetap setia kepada Allah. Tidak ada yang paling mengerti cara menentang iman Kristen yang benar seperti mereka yang pada suatu waktu pernah mempertahankannya. Dan orang-orang Kristen yang murtad ini, bergabung bersama-sama dengan teman-temannya yang setengah kafir, menunjukkan peperangan me reka menentang anjuran-anjuran KRISTUS yang paling penting.

Dibutuhkan perjuangan keras dari mereka yang akan berdiri tetap setia dan teguh melawan penipuan dan kebencian mereka yang menyamar da lam jubah pendeta yang diperkenalkan ke dalam jemaat. Alkitab tidak lagi diterima sebagai ukuran iman. Doktrin kebebasan beragama dianggap se bagai suatu penyimpangan, dan mereka yang menjunjungnya dibenci serta diharamkan.
 
Setelah melalui pertikaian panjang dan sengit, mereka yang setia dan hanya sedikit itu, memutuskan untuk menghilangkan semua persekutuan dengan gereja yang murtad, kalau gereja itu tetap menolak membebaskan dirinya dari  kepalsuan dan penyembahan berhala. Mereka melihat bahwa pemisahan mutlak diperlukan jikalau mereka mau menuruti firman Allah. Mereka ti dak berani bersikap toleransi terhadap kesalahan-kesalahan yang fatal bagi jiwa mereka sendiri cdn memberikan contoh yang membahayakan iman anak-anak dan cucu-cucu mereka. Untuk menjamin perdamaian dan persatuan, mereka siap melakukan kelonggaran yang sesuai dengan kese tiaan kepada Allah. Tetapi mereka merasa bahwa perdamaian sekalipun akan terlalu mahal jika hares dibeli dengan mengorbankan prinsip. Jikalau persatuan dapat dijamin hanya oleh dikompromikannya kebenaran dan kebajikan, maka biarlah ada perbedaan dan bahkan peperangan.
 
Adalah baik bagi jemaat dan dunia jikalau prinsip yang menggerakkan jiwa-jiwa yang berdiri teguh itu, dihidupkan kembali didalam hati mereka yang mengaku umat Allah. Ada bahaya acuh tak acuh dalam hubungannya dengan ajaran atau doktrin yang menjadi tiang-tiang iman Kristen. Ada pendapat yang muncul bahwa, pada akhirnya, ajaran-ajaran itu bukanlah sesuatu yang vital. Kemeorsotan ini menguatkan usaha kaki-tangan Setan, seh ingga teori-teori palsu dan penipuan-penipuan fatal yang membahayakan hidup umat-umat yang setia yang menolaknya pada masa lalu, sekarang di anggap sebagai sesuatu yang menyenangkan oleh ribuan orang yang mengatakan dirinya pengikut-pengikut KRISTUS.
 
          Orang-orang Kristen yang mula-mula itu memang adalah umat-umat yang istimewa. Tingkah laku mereka yang tidak bercela dan iman mereka yang tidak bisa dibengkokkan merupakan teguran yang senantiasa meng ganggu ketenteraman orang-orang berdosa. Biarpun jumlah mereka sedi kit, tidak mempunyai harta, kedudukan dan jabatan yang terhormat, mereka menjadi ancaman yang menakutkan bagi pelaku-pelaku kejahatan di mana saja tabiat dan ajaran mereka dinyatakan. Oleh sebab itu mereka di benci oleh orang jahat, seperti Habel dibenci oleh Kain abangnya, Dengan alasan itulah Kain membunuh Habel, demikian juga mereka yang menolak pengendalian Roh Suci, membunuh umat-umat Allah. Dengan alasan yang sama juga orang-orang Yahudi menolak dan menyalibkan Juruselamat, oleh karena kesucian dan kekudusan tabiat-Nya senantiasa merupakan teguran kepada sifat korup dan mementingkan diri mereka. Sejak zaman  KRISTUS sampai sekarang, murid-murid-Nya yang setia telah membangkit kan kebencian dan pertentangan mereka yang mencintai dlan mengikuti jalan-jalan dosa.
 
          Lalu, bagaimanakah kabar Injil itu bisa disebut kabar perdamaian? Pada waktu Nabi Yesaya meramalkan tentang kelahiran Mesias, ia memberikan gelar kepada-Nya "Putra Raja Damai." Ketika para malaikat memberita hukan kepada para gembala bahwa KRISTUS telah lahir, mereka menyanyi di atas pedang Betlehem, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14). Tampaknya ada kontradiksi antara pemyataan nubuat dan perkataan KRISTUS, "Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Tetapi dengan jelas dapat dimengerti bahwa keduanya sangat se lams. Kabar Injil itu adalah berita damai. Kekristenan adalah sebuah sistem, yang bila diterima dan dituruti akan menyebarkan damai, keselarasan dan kebahagiaan di seluruh bumi ini. Agama KRISTUS akan mempersatukan da lam ikatan persaudaraan yang erat semua orang yang menerima pengajar an-Nya. Misi YESUS adalah memperdamaikan umat manusia dengan Alla, demikian juga antara sesama manusia. Akan tetapi kebanyakan dunia ini berada di bawah pengendalian Setan, musuh KRISTUS yang paling kejam. Kabar Injil menyatakan kepada mereka prinsip-prinsip kehidupan yang seluruhnya bertentangan dengan tabiat dan keinginan-keingian mereka, lalu mereka bangkit melawannya. Mereka membenci kesucian yang menyata kan dan menyalahkan dosa-dosa mereka. Dan mereka yang menganiaya dan membinasakan orang-orang yang membujuk mereka menerima tuntunan yang benar clan kudus. Dalam pengertian inilah - oleh karena ke benaran yang ditinggikan kadang-kadang membawa kebencian dan permusuhan-kabar Injil itu disebut pedang.
 
          Pemeliharaan misterius Tuhan yang mengizinkan orang-orang benar itu menderita penganiayaan di tangan orang-orang jahat, telah menyebab kan kebingungan kepada banyak orang yang lemah iman. Sebagian mere ka bahkan sudah siap untuk tidak lagi menaruh percaya kepada Allah, sebab Ia membuat orang paling jahat memperoleh kemakmuran, sementara orang- orang terbaik dan tersuci menderita dan disiksa oleh orang-orang jahat yang berkuasa. Orang bertanya, bagaimana mungkin Pribadi yang adil dan mu rah hati, dan kuasanya tidak terbatas, dapat mnerima ketidakadilan dan penindasan? Inilah satu pertanyaan yang kita tidak bisa lakukan apa-apa. Allah telah memberikan kepad akita cukup bukti kasih-Nya. Dan kita tidak perlu meragukan kebaikan-Nya, sebab kita tidak bisa mengerti cara kerja pemeliharaan-nya itu. Juruselamat berkata kepada murid-murid-nya, setelah meramalkan kebimbangan yang akan menimpa jiwa mereka pada hari-hari percobaan dan kegelapan, ”Ingatlah apa yang telah Ku-katakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi daru tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu” (Yohanes 115:20).
 
          YESUS menederita untuk kita lebih dari yang seseorang pengikut-Nya derita dari kekejman orang-orang jahat. Mereka yang dipanggil untuk menahan siksaan dan mati syahid adalah mengikuti jejak Anak Allah yang kekasih.
 
          ”Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya” (2 Petrus 3:9). Ia tidak melupakan atau melalaikan anak-anak-Nya. Tetapi  Ia mengizinkan oarng-orang jahat menyatakan tabiat mereka yang sebenarnya, agar supaya tak seorang pun yang rindu melakukan kehendak-Nya tidak boleh tertipu ileh mereka. Sekali lagi orang benar itu ditempatkan di dalam dapurkepicikan agar mereka sendiri boleh disucikan. Agar teladan mereka boleh meyakinkan oarng-orang lain mengenai realitas dan kebaikan. Dan juga agar oleh keteguhan mereka boleh menyatakan orang yang tak beriman dan tidak percaya.
 
          Allah mengizinkan oarng jahat itu memperoleh kemakmuran, dan menyatakan permusuhan terhadap Dia, agar supaya bilamana mereka telah mencapai puncak kejahatannya, semua boleh melihat keadilan dan rahmat-Nya dala kebinasaan mereka. Hari pembalasan-Nya tidak lama lagi di mana semua mereka yang telah melanggar hukum-Nya dan yang menindas umat-Nya akan memperoleh upah yang adil bagi setiap perbuatan mereka. Saat mana setiap perbuatan kejahatan atau ketidak-adilan terhadap umat-umat Allah yang setia akan dihukum seolah-olah perbuatan itu dilakukan kepada KRISTUS sendiri.
 
          Ada lagi pernyataan lain dan yang lebih penting yang harus menjadi perhatian jemaat-jemaat dewasa ini. Rasul Paulus menyatakan bahwa tiap yang mau hidup beribadah di dalam KRISTUS YESUS akan menderita aniaya" (2 Timotius 3:12). Lalu, mengapa penganiayaan itu nampaknya seperti tertidur? Sebab satu-satunya ialah bahwa jemaat telah menyesuai kan diri dengan standar duniawi, oleh sebab itu tidak menimbulkan per lawanan. Agama pada zaman kita ini bukanlah agama yang bertabiat suci dan kudus sebagaimana yang menandai iman Kristen pada zaman KRISTUS dan rasul-rasul-Nya. Hanyalah oleh karena roh berkompromi dengan dosa, oleh karena kebenaran agung Firman Tuhan tidak begitu dihormati, oleh karena sangat sedikit kesalehan yang vital di dalasn jemaat, yang membuat Kekristenan sangat terbiasa dengan dunia ini. Biarlah ada kebangunan iman dan kuasa jemaat yang mula-mula itu, maka roh penganiayaan pun akan dibangunkan dan api penganiayaan itu pun akan disulut kembali.

End of Bab.2
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
August 26, 2010, 08:07:30 AM
Reply #13
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Bab.3  Zaman Kegelapan Rohani

 
Rasul Paulus dalam suratnya yang kedua kepada orang-orang Tesalonika, meramalkan tentang kemurtadan besar yang akan mengakibatkan terbentuknya kuasa kepausan. Ia menyatakan bahwa hari Kristus tidak akan datang, kecuali "datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah" (2 Tesalonika 2:3, 4,7). Dan lebih jauh rasul itu mengamarkan saudara-saudaranya bahwa, "rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja." Bahkan pada hari-hari permulaan itu pun, ia melihat menjalar ke dalam gereja, kesalahan yang membuka jalan kepada pengembangan kepausan.
 
Sedikit demi sedikit, mula-mula secara sembunyi-sembunyi dan diam diam, kemudian semakin terbuka setelah semakin bertambah kuat dan semakin menguasai pikiran manusia, rahasia kejahatan itu menampakkan pekerjaan penipuan dan penghujatannya. Hampir tidak bisa disadari kebiasaan-kebiasaan kekafiran mendapatkan jalan memasuki gereja Kristen. Roh berkompromi penyesuaian  diri untuk seketika lamanya telah ditahan oleh penganiayaan kejam yang dialami jemaat di bawah kekafiran. Tetapi sementara penganiayaan berhenti dan Kekristenan memasuki pengadilan dan istana raja-raja, jemaat itu telah menanggalkan kerendahan dan kesederhanaan Kristus dan rasul-rasul-Nya, dan menggantikannya dengan kesombongan dan keangkuhan imam-imam kafir dan para penguasa. Dan tuntunan Allah diganti dengan teori-teori dan tradisi manusia. Pertobatan munafik Kaisar Constantine pada permulaan abad keempat membawa kesukaan besar. Dan keduniawian, yang diselubungi suatu bentuk kebenaran telah memasuki gereja. Sekarang pekerjaan yang korup berkembang dengan pesat. Kekafiran yang tampaknya akan kalah akhirnya menjadi pemenang. Roh kekafiran menguasai jemaat. Ajarannya, upacara-upacaranya dan takhyul telah digabungkan ke dalam perbaktian orang-orang yang mengaku pengikut Kristus. Kompromi antara kekafiran dan Kekristenan mengakibatkan berkembangnya "manusia durhaka" yang diramalkan di dalam nubuatan sebagai yang melawan dan yang meninggikan dirinya melebihi Allah. Sistem raksasa agama palsu itu adalah buah karya kuasa Setan,- sebagai monumen usahanya untuk mendudukkan dirinya sendiri di atas takhta untuk memerintah dunia ini menuruti kehendaknya.
 
Setan pernah berusaha untuk membentuk suatu kompromi dengan Kristus. Ia mendatangi Anak Allah di padang gurun pencobaan, dan menunjuk kan kepada-Nya semua kerajaan dunia ini serta kemuliaannya. Ia akan memberikan semuanya itu kepada-Nya jikalau saja Ia mau mengakui supremasi raja kegelapan itu. Kristus menghardik penggoda yang keterlaluan itu, dan mengusirnya pergi. Tetapi Setan memperoleh keberhasilan yang lebih besar dengan menggunakan pencobaan yang sama kepada manusia. Untuk memperoleh keuntungan-keuntungan dan kehormatan duniawi, jemaat telah dituntun untuk mencari bantuan dan dukungan prang-prang besar dunia. Dan dengan menolak Kristus, jemaat itu dibujuk untuk tunduk kepada wakil Setan bishop Roma.
 
Salah satu doktrin utama Romanisme ialah bahwa paus adalah kepala gereja Kristus yang universal dan kelihatan, yang di beri kuasa utama meng atasi semua bishop dan pendeta di seluruh bagian dunia ini. Lebih daripada itu, paus telah diberi satu-satunya gelar Keilahian. Ia dijuluki "Paus Tuhan Allah" (Lihat Lampiran 1), dan telah dinyatakan sebagai seorang yang tidak dapat salah. Ia menuntut pernyataan rasa hormat dari semua manusia. Tun tutan yang sama yang diajukan oleh Setan di padang gurun pencobaan, masih tetap diajukannya melalui Gereja Roma, dan sangat banyak orang yang siap sedia memberikan kepadanya penghormatan itu.
 
Tetapi orang-orang yang takut dan meghormati Allah menghadapi asumsi ini dengan keberanian surgawi sebagaimana Kristus menghadapi bujukan licik musuh itu: "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti" (Lukas 4:8). Allah tidak pemah memberi isyarat di dalam firman-Nya yang la telah menunjuk seseorang menjadi kepala gereja. Ajaran (doktrin) mengenai supremasi kepausan ada lah bertentangan langsung dengan pengedaran Alkitab. Paus tidak mungkin mempunyai kuasa atas gereja Kristus kecuali dengan perbaktan kekuasaan.
 
Para pengikut Romanisme terus-menerus menuduh kaum Protestan sebagai orang-orang yang menyimpang dari iman dan dengan sengaja memi sahkan diri dari gereja yang benar. Tetapi sebenarnya tuduhan ini mengena dan berlaku bagi mereka sendiri. Merekalah yang telah menurunkan panji-panji Kristus, dan berpaling dari "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus." (Yudas 3).
 
Setan mengetahui benar bahwa Alkitab akan menyanggupkan manusia untuk mengetahui penipuannya dan melawan kuasanya. Bahkan, adalah oleh firman itu Juruselamat dunia telah mampu melawan serangan Setan. Pada setiap serangan, Kristus menggunakan perisai kebenaran abadi, dengan berkata, "Ada tertulis." Kepada setiap tawaran musuh, Ia menghadapkan akal budi dan kuasa frman. Setan harus membuat manusia itu meng abaikan dan tidak mengerti Alkitab agar ia dapat mempertahankan serangan-serangannya kepada manusia dan mendirikan kekuasaan kepausan yang direbut itu. Alkitab akan meninggikan Allah, dan menempatkan manusia fana pada posisinya yang sebenarnya. Oleh sebah itu kebenarannya yang kudus harus ditutupi dan ditindas. Logika seperti itu telah dianut oleh Gereja Roma. Selama bertahun-tahun pengedaran Alkitab telah dilarang. Orang-orang dilarang membacanya dan mempunyanya di rumahnya. Dan para pastor yang tidak jujur dan keji serta pejabat-pejabat tinggi Gereja Roma menerjemahkan pengedaran Alkitab untuk mendukung kepura-puraan mereka. Dengan demikian, paus menjadi seseorang yang secara universal diakui sebagai wakil Allah di dunia ini, yang diberi kuasa atas gereja dan negara.
 
Alat penunjuk kesalahan telah disingkirkan. Setan bekerja sesuka hati nya. Nubuatan telah mengatakan bahwa kehausan telah "berusaha untuk mengubah waktu dan hukum" (Daniel 7:25). Dan usaha ini telah diwujudkan dengan tidak berlambatan. Untuk memperoleh orang-orang yang bertobat dari kekafiran, suatu pengganti penyembahan berhala telah diadakan, dengan demikian meningkatkan penerimaan mereka akan Kekristenan secara nama saja. Pemujaan terhadap patung-patung dan benda-benda keramat, secara berangsur-angsur diperkenalkan kepada perbaktian Kristen. Dekrit majelis umum (Lihat Lampiran 2) pada akhirnya menetapkan sistem pemu jaan berhala. Untuk penyempurnaan penodaan tempat yang suci, Roma memberanikan diri untuk menghapus dari Taurat Allah hukum yang kedua yang melarang penyembahan berhala, dan membagi hukum yang kesepu luh agar tetap jumlah hukum itu sepuluh.
 
Pemberian keleluasaan kepada penyembahan berhala membuaa jalan kepada pengabaian lebih jauh kekuasaan Surgawi. Setan, yang bekerja melalui pemimpin-pemimpin gereja yang tidak suci, memalsukan hukum ke empat dan mencoba menyingkirkan hari Sabat zaman dulu, hari yang telah diberkati dan dikuduskan (Kejadian 2:2, 3), dan sebagai gantinya meninggikan hari berpesta orang kafir sebagai "hari matahari yang patut dihormati." Mula-mula perobahan ini tidak dilakukan secara terbuka. Pada abad-abad pertama, hari Sabat yang sebenarnya telah dipelihara o'leh semua orang Kristen. Mereka menjaga kehormatan Allah, dan percaya bahwa hukum Nya tidak bisa dirubah. Dengan bersemangat mereka menjaga kesucian ajarannya. Tetapi dengan kelicikan yang amat sangat, Setan bekerja mela lui agen-agennya untuk mencapai tujuannya. Agar supaya perhatian orang -orang boleh dialihkan kepada hari Minggu, hari itu telah dijadikan hari pesta perayaan menghormati kebangkitan Kristus. Diadakan juga upacara keagamaan pada hari itu, namun hari Minggu itu dianggap sebagai hari rekreasi, karena hari Sabat masih di pelihara sebagai hari kudus.
 
Untuk mempersiapkan jalan bagi pekerjaan yang telah ditetapkan untuk dicapai, Setan telah menuntun orang-orang Yahudi, sebelum kedatangan Kristus, untuk membebani pemelihara hari Sabat dengan ketepatan yang sangat ketat, sehingga membuat pemeliharaan hari Sabat itu sebagai suatu beban. Sekarang, dengan mengambil keuntungan dari terang palsu yang mengharuskan pemeliharaan itu, ia melemparkan cemoohan pada hari itu sebagai lembaga Yahudi. Sementara orang-orang Kristen umumnya terus memelihara hari Minggu hari pesta kesukaan, ia menuntun mereka untuk  membenci Yudaisme dan menjadikan hari Sabat suatu hari berpuasa, hari kesedihan dan kemurungan.
 
 
  Pada permualaan abad keempat, Kaisar Constantine mengeluarkan suatu dekrit yang membuat hari Minggu menjadi hari perayaan umum di seluruh kekaisaran Romawi (Lihat Lampiran 3). Hari matahari itulah dipuja oleh orang-orang kafir, dan telah dihormati oleh orang-orang Kristen. Adalah kebijakan kaisar untuk mempersatukan kepentingan yang bertentangan antara kekafiran dan Kekristenan. Ia telah didorong untuk melakukan ini oleh para bishop gereja, yang diilhami oleh ambisi dan kehausan akan ke kuasaan, dengan pertimbangan, jika hari yang sama di pelihara oleh baik orang Kristen maupun orang kafir, maka akan meningkatkan penerimaan orang-orang kafir terhadap Kekristenan, dan dengan demikian memajukan kuasa dan kemuliaan gereja. Tetapi sementara banyak orang-orang Kristen yang takut akan Allah secara berangsur-angsur dituntun untuk menganggap hari Minggu sebagai hari yang mempunyai tingkat kekuasaan, mereka masih tetap berpegang pada hari Sabat yang benar sebagai hari kudus Allah, dan memeliharanya sebagai penurutan kepada hukum keempat.
 
Penipu ulung itu (setan) belum menyelesaikan pekerjaannya. Ia telah bertekad untuk mengumpulkan dunia Kristen di bawah panji-panjinya dan menjalan kan kuasanya melalui wakilnya, paus yang angkuh, yang mengatakan diri nya sebagai wakil Kristus. Melalui orang-orang kafir yang setengah bertobat, imam-imam yang ambisius dan orang-orang gereja yang mengasihi dunia ini, ia mencapai maksud dan tujuannya. Musyawarah-musyawarah akbar telah diadakan dari waktu ke waktu, di mana pejabat-pejabat tinggi gereja dari seluruh dunia diundang untuk berkumpul. Di dalam hampir semua musyawarah, hari Sabat yang telah ditetapkan oleh Allah, telah ditekan dan semakin direndahkan, sementara hari Minggu semakin ditinggikan. Demikianlah pesta perayaan kekafiran akhimya dihormati sebagai lembaga Ilahi, sementara hari Sabat yang menurut Alkitab, telah dinyatakanl sebagai peninggalan Yudaisme, yang pengikutnya telah dinyatakan terkutuk.
 
Yang murtad itu telah berhasil meninggikan dirinya sendiri "di atas segala yang di sebut atau yang di sembah sebagai Allah" (2 Tesalonika 2:4). Ia telah berani mengganti ajaran hukum Ilahi yang menunjukkan semua umat manusia kepada Allah yang benar dan hidup itu. Dalam hukum ke empat, Allah dinyatakan sebagai Khalik, pencipta langit dan bumi, yang dengan demikian membedakannya dari semua allah-allah palsu. Hari Sabat itu adalah sebagai peringatan kepada pekerjaan penciptaan; dan hari ketujuh itu telah disucikan sebagai hari istirahat bagi manusia. Hari Sabat itu dirancang agar Allah yang hidup itu selalu berada di dalam pikiran manusia sebagai sumber segala sesuatu dan tujuan dari penghormatan dan perbaktian. Setan berusaha keras untuk membalikkan manusia itu dari kesetiaannya kepada Allah dan dari penurutannya kepada hukum-Nya. Itulah sebabnya ia mengerahkan usahanya terutama menentang hukum yang menunjuk kepada Allah sebagai Khalik. Protestan dewasa ini mengatakan bahwa kebangkitan Kristus pada hari Minggu itu menjadi hari Sabat orang Kristen. Tetapi bukti-bukti Alkitabiah tidak cukup. Tidak ada penghormatan seperti itu diberikan kepada hari itu baik oleh Kristus maupun oleh rasul-rasul Nya. Pemeliharaan hari Minggu sebagai institusi Kristen bermula dalam "rahasia kedurhakaan” (2 Tesalonika 2:7) yang bahkan pada zaman Rasul Paulus, telah memulai pekerjaannya- Di mana dan kapankah Tuhan mengadopsi anak kepausan ini? Alasan sah apakah yang dapat diberikan untuk perubahan yang tidak disetujui Alkitab.
 
Pada abad keenam kepausan telah berdiri dengan kokoh. Takhta kekuasaannya telah ditetapkan di kola kerajaan, dan imam (bishop) Roma telah dinyatakan menjadi kepala atas semua gereja. Kekafiran telah menerima kepausan. Naga itu telah memberikan kepada binatang itu "kekuatan nya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar" (Wahyu 13:2). Dan pada waktu itulah dimulai masa 120 tahun penindasan kepausan yang telah diramalkan dalam nubuatan Daniel dan Wahyu (Daniel 7:25; Wahyu 13:5-7). Orang-orang Kristen telah dipaksa untuk memilih apakah melepaskan integritas mereka dan menerima upacara dan perbaktian kepausan atau menghabiskan hidup mereka di dalam penjara bawah tanah yang gelap atau menderita kematian di atas rak penyiksaan, dibakar, atau dipancung kepalanya. Pada waktu itu telah digenapi perkataan Yesus, "Dan kamu akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku" (Lukas 21:16, 17). Penganiayaan atas orang-orang yang setia dilakukan dengan lebih kejam dari sebelumnya, dan dunia ini menjadi medan perang yang luas. Selama ratusan tahun gereja Kristus berlindung di tempat-tem pat terpencil dan tempat yang tidak tentu. Beginilah kata nabi itu, "Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah diserahkan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya" (Wahyu 12:6).
 
Naiknya kekuasaan Gereja Roma menandai permulaan Zaman Kegelapan. Sementara kekuasaannya bertambah, kegelapan semakin pekat. Iman telah dialihkan dari Kristus, fondasi yang benar itu, kepada paus Roma. Sebagai gantinya percaya kepada Anak Allah untuk pengampunan dosa dosa dan keselamatan kekal, orang-orang memandang kepada paus dan kepada imam-imam dan ulama-ulama yang telah diberi kuasa. Mereka telah diajar bahwa paus adalah pengantara duniawi mereka, dan bahwa tak seorang pun dapat menghampiri Allah kecuali melalui dia. Dan lebih jauh, ia berdiri sebagai ganti Allah bagi mereka, dan oleh sebab itu secara mutlak harus dituruti. Setiap penyimpangan dari tuntutan ini telah menjadi alasan yang cukup menjalankan hukuman paling berat bagi tubuh dan jiwa para pelanggar. Dengan demikian pikiran orang-orang telah dialihkan dari Allah kepada orang-orang yang bersalah, berdosa dan kejam, dan juga kepada raja kegelapan sendiri, yang menjalankan kuasanya melalui mereka. Dosa ditutupi di dalam jubah kesucian. Pada waktu Alkitab ditindas dan ditekan, dan manusia menganggap dirinya tertinggi, kita hanya melihat penipuan, tipu muslihat dan penghinaan. Dengan ditinggikannya hukum-hukum dan tradisi manusia, maka nyatalah kebobrokan yang diakibatkan oleh mengesampingkan hukum Allah.
 
Masa itu adalah malapetaka bagi gereja Kristus. Tinggal sedikit yang setia mempertahankan kebenaran. Walaupun kebenaran itu tidak ditinggalkan tanpa saksi-saksi, namun kadang-kadang kelihatan kesalahan dan takhyul lebih merajalela dan menonjol; dan agama yang benar seakan-akan lenyap dari muka bumi ini. Injil tidak tampak lagi, tetapi bentuk-bentuk agama berlipat ganda, dan orang-orang dibebani dengan tuntutan yang keras.
 
Mereka diajar bukan saja memandang paus sebagai pengantara mereka, tetapi mempercayai tugas paus untuk menghapus dosa mereka. Perjalanan ziarah yang panjang, tindakan-tindakan pengampunan dosa, pemujaan atau penyembahan kepada benda-benda keramat dan benda-benda peninggalan, mendirikan gereja-gereja, kuil-kuil, tempat-tempat dan makam-makam suci serta mezbah-mezbah, pembayaran sejumlah besar uang kepada gereja-semua ini serta tindakan-tindakan sen.1pa, dipadukan un tuk meredakan murka Allah atau mengambil hati-Nya, seolah-olah Allah itu seperti manusia, yang marah oleh karena perkara kecil atau dapat ditenangkan dengan pemberian-pemberian atau tindakan-tindakan pengampunan!
 
Meskipun kejahatan merajalela, bahkan di antara pemimpin Gereja Roma, pengaruhnya tampaknya tetap semakin bertambah. Kira-kira pada penghujung abad kedelapan, para paus telah menyatakan bahwa pada masa masa permulaan gereja, imam (bishop) Romawi telah mempunyai kuasa spiritual seperti yang mereka punyai sekarang ini. Untuk menguatkan pernyataan ini, berbagai sarana harus dibuat untuk menunjukkan kekuasaan. Dan hal ini telah diusulkan atau dikemukakan oleh bapak segala dusta itu. Tulisan-tulisan kuno telah dipalsukan oleh biarawan. Dekrit majelis (konsili) yang belum terdengar sebelumnya ditemukan, untuk mendirikan supremasi universal kepausan sejak dari zaman permulaan. Dan sesuatu gereja yang telah menolak kebenaran, dengan tamaknya menerima penipuan itu. (Lihat Lampiran 4).

Continued to 2/2
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
August 26, 2010, 08:10:21 AM
Reply #14
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
2/3, Continued from 1/3

Bab.3 Zaman Kegelapan Rohani

Beberapa orang pembangun yang setia yang membangun di atas dasar yang benar (1 Korintus 3:10, 11) telah dibingungkan dan dihambat oleh bualan ajaran-ajaran palsu yang menghadang pembangunan itu. Sama seperti para pembangun di atas tembok kota Yerusalem pada zaman Nehemia, beberapa orang telah siap untuk mengatakan, "Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini" (Nehemia 4:10). Beberapa orang yang tadinya membangun dengan setia menjadi tawar hati karena sudah letih, karena sudah terus berjuang melawan penganiayaan, penipuan, kejahatan, dan setiap hambatan lain yang dapat dibuat oleh Setan untuk merintangi kemajuan pembangunan itu. Dan demi ketenangan dan keamanan bagi harta milik dan nyawa mereka, mereka meninggalkan dasar yang benar. Yang lain, tidak gentar oleh perlawanan musuh-musuh mereka, tanpa takut menyatakan, "Jangan kamu takut kepada mereka! Ingatlah kepada Tuhan Yang Mahabesar dan dahsyat" (Nehemia 4:14). Dan mereka terus bekerja, masing-masing dengan pedang di pinggang (Efesus 6:17).
 
Roh kebenaran yang sama dan perlawanan kepada kebenaran telah mengilhami musuh-musuh Allah pada segala zaman, dan kewaspadaan serta kesetiaan yang sama dibutuhkan dari hamba-hamba-Nya. Kata-kata Kristus yang ditujukan kepada murid-murid yang pertama itu dapat berlaku kepada para pengikut-Nya pada akhir zaman, "Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga jagalah" (Markus 13:37).
 
Kegelapan tampaknya semakin kelam. Penyembahan berhala telah menjadi semakin umum. Lilin-lilin dinyalakan di depan patung-patung, dan doa-doa diucapkan kepada mereka. Hal-hal yang paling tidak masuk akal dan kebiasaan takhyul merajalela. Pikiran manusia sama sekali telah dikuasai oleh takhyul, sehingga akal sehat tampaknya sudah hilang. Sementara imam-imam dan bishop-bishop sendiri adalah orang-orang pecinta kepelesiran, penuh hawa nafsu dan bejat, maka orang-orang yang meminta tuntunan dari mereka akan tenggelam di dalam kebodohan dan kejahatan.
 
Kesombongan kepausan telah maju selangkah lagi, pada waktu di abad kesebelas Paus Gregory VII memproklamasikan kesempurnaan Gereja Roma. Di antara hal-hal atau dalil-dalil yang ia kemukakan antara lain menyatakan bahwa gereja tidak pernah salah, dan tidak akan pernah salah, sesuai dengan Alkitab. Tetapi bukti-bukti dari Alkitab tidak disertakan dalam pernyataan itu. Paus yang angkuh itu juga menyatakan bahwa ia mempunyai kuasa untuk memecat para kaisar dan menyatakan bahwa tak seorang pun boleh mengubah keputusan yang is buat. Juga ia mempunyai hak istimewa untuk mengubah keputusan-keputusan orang lain. (Lihat Lampiran 5).
 
Suatu gambaran yang menyolok mengenai sifat kekejaman paus yang tidak bisa salah ini ialah perlakuannya terhadap kaisar Jerman, Henry IV. Karena diduga mengabaikan kekuasaan paus, raja ini diturunkan dari takhtanya dan diasingkan. Takut oleh karena pembangkangan dan ancaman putranya sendiri yang telah mendapat mandat kepausan untuk memberontak melawan dia, Henry IV merasa perlu untuk mengadakan perdamaian dengan Roma. Bersama isteri dan hamba hambanya, ia melintasi Pegunungan Alpen pada waktu pertengahan musim dingin, agar supaya ia boleh merendahkan dirinya di hadapan Paus.
 
 Setelah tiba di istana Paus Gregory VII, ia masuk ke  istana tanpa pengawal-pengawalnya. Dan di sana, di tempat yang begitu dingin pada musim salju, tanpa penutup kepala dan alas kaki dengan pakaian yang menyedihkan, ia menunggu izin paus untuk datang menghadap. Setelah tiga hari terus-menerus berpuasa dan membuat pengakuan dosa, barulah paus mau memberikan pengampunan kepadanya. Itu pun hanya dengan syarat bahwa kaisar harus menunggu sanksi dari paus sebelum ia boleh memakai lambang kerajaan atau melakukan wewenang kerajaan kembali. Dan Paus Gregory VII merasa berbahagia atas kemenangannya dan menyombongkan diri bahwa adalah tugasnya untuk mencabut kesombongan raja-raja.
 
Betapa besar perbedaan antara kesombongan yang sok mau berkuasa dari Paus yang angkuh ini dengan kerendahan hati dan kelemah-lembutan Kristus yang menggambarkan diri-Nya sendiri sedang memohon di pintu hati untuk masuk, agar Ia boleh masuk membawa pengampunan dan damai dan yang telah mengajar murid-murid-Nya, "Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Matius 20:27).
 
Pada abad-abad berikutnya semakin banyak kesalahan yang ditemukan di dalam ajaran (doktrin) yang dikeluarkan oleh Roma. Bahkan sebelum terbentuknya kepausan, pengajaran para filsuf kafir telah mendapat perhatian dan telah menanamkan pengaruhnya di dalam gereja. Banyak orang yang mengaku bertobat masih tetap bergantung kepada faham falsafah kekafiran mereka. Dan bukan saja mereka terus mempelajarinya, bahkan menganjurkannya kepada orang lain sebagai sarana untuk memperluas pengaruh mereka di antara orang kafir. Dengan demikian kesalahan yang serius telah dimasukkan. ke dalam kepercayaan Kristen. Salah satu yang menonjol ialah kepercayaan mengenai kebakaan alamiah manusia dan kesadarannya di dalam kematian. Doktin inilah yang menjadi dasar Roma memanggil di dalam doa orang-orang kudus yang telah meninggal dunia dan pemujaan kepada Perawan Maria. Dari kepercayaan ini muncul pula kepercayaan yang menyimpang mengenai penyiksaan yang kekal bagi orang-orang yang tidak mengakui dosa-dosanya, suatu kepercayaan yang pada mulanya telah digabungkan kepada kepercayaan kepausan.
 
Kemudian, jalan telah dipersiapkan bagi masuknya penemuan kekafiran yang lain, yang Roma sebut dengan Purgatori (api penyucian), dan digunakan untuk menakut-nakuti orang-orang yang mudah percaya dan berpegang kepada takhyul. Dengan ajaran kepercayaan yang menyimpang ini mem perkuat adanya tempat penyiksaan, di tempat mana jiwa-jiwa yang belum tergolong ke dalam kutukan kekal harus menderita hukuman atas dosa-dosanya, dan dari tempat ini juga, setelah dibersihkan dari kekotoran, mereka diterima masuk ke surga (Lihat Lampiran 6).
 
Masih diperlukan suatu rekayasa lain untuk menyanggupkan Roma memperoleh keuntungan dari ketakukan dan sifat buruk pengikut-peng ikutnya. Hal ini ialah doktrin pengampunan dosa. Pengampunan sepenuhnya dosa-dosa masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, dan pembebasan dari semua kesakitan dan hukuman dijanjikan bagi semua orang yang man mendaftarkan diri berperang bersama Paus untuk melebarkan kekuasaannya, untuk menghukum musuh-musuhnya, atau untuk membasmi mereka yang berani menyangkal supremasi spiritual kepausan. Orang-orang juga diajar bahwa dengan membayar sejumlah uang kepada gereja mereka boleh mem bebaskan diri dari dosa, dan juga membebaskan jiwa teman-teman mereka yang sudah meninggal dan telah dimasukkan ke dalam api penyiksaan. Dengan cara ini Roma mengisi peti perbendaharaannya, dan mempertahankan kebesaran serta kemewahannya, dan perbedaan jahat para wakil yang munafik dari Dia yang tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. (Lihat Lampiran 7).
 
Peraturan upacara perjamuan kudus Tuhan yang berdasarkan Alkitab telah digantikan dengan upacara misa yang bersifat penyembahan berhala. Imam-iman kepausan berpura-pura, oleh penyamaran tak berperasaan, un tuk mengubah roti dan anggur sederhana itu menjadi "tubuh dan darah Kristus."-Cardinal Wiseman's Lectures on "The Real Presence," Lecture 8, sec. 3, par. 26. Dengan hujatan lancang mereka mengatakan bahwa me reka mempunyai kuasa penciptaan Allah, Pencipta segala sesuatu. Orang orang Kristen dipaksa, disiksa sampai mati, untuk mengakui terus terang iman mereka dalam kemurtadan yang mengerikan dan menghinakan surga. Mereka yang menolak telah dilemparkan ke dalam nyala api. (lihat Lampiran 8).
 
Pada abad ketiga belas, telah ditetapkan suatu alat kepausan yang paling mengerikan dari semua, yang disebut "Inkuisisi" (Pemeriksaan). Raja kegelapan bekerja sama dengan para pemimpin kepausan. Dalam rapat rapat (konsili) rahasia mereka, Setan dengan malaikat-malaikatnya mengendalikan pikiran orang-orang jahat, sementara di tengah-tengah berdiri tidak kelihatan malaikat-malaikat Allah, mencatat dengan teliti keputusan-keputusan jahat dan kejam dari mereka, dan menuliskan sejarah perbuatan mereka yang sangat mengerikan bagi mata manusia. "Babel yang besar" telah "mabuk karena meminum darah orang-orang kudus." Berjuta-juta orang yang mati syahid yang telah diremukkan, berseru-seru kepada Allah me mohon pembalasan atas kuasa yang murtad itu.
 
Kepausan telah menjadi raja dunia yang lalim dan sewenang-wenang. Raja-raja dan kaisar-kaisar tunduk kepada dekrit kepausan Roma. Nasib manusia, baik sekarang maupun selama-lamanya, tampaknya ada dalam pengendalian dan kekuasaannya. Selama beratus-ratus tahun ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin Roma telah diterima secara luas dan mutlak. Upacara- upacaranya dilakukan dengan khidmat, hari-hari rayanya dirayakan secara umum. Pastor-pastornya dihormati dan didukung dengan limpahnya. Tidak pernah seperti itu sebelumnya. Gereja Roma memperoleh kewibawaan, keagungan atau kuasa yang lebih besar.
 
Akan tetapi, "tengah hari bagi kepausan adalah tengah malam bagi dunia ini."-Wylie, "History of Protestantism,"buku.1, pasal 4.  Alkitab yang suci hampir tidak dikenal lagi, bukan saja oleh orang-orang biasa, tetapi juga oleh imam-imam. Seperti orang-orang Farisi zaman dahulu kala, para pemimpin kepausan membenci terang itu yang akan menyatakan dosa-dosa mereka. Hukum Allah, ukuran kegenapan itu, telah ditolak. Mereka men jalankan kekuasaan tanpa batas, dan melakukan kejahatan tanpa rintangan. Penipuan, keserakahan dan kejangakan merajalela. Orang-orang dengan leluasa melakukan kejahatan, dengan mana ia bisa memburu harta atau mendapat kedudukan.
 
Istana-istana paus dan para pejabat tinggi gereja telah menjadi tempat pesta pora dan kebejatan moral yang paling memalukan dan menjijlkkan. Beberapa pejabat kepausan yang sedang berkuasa telah melakukan kejahatan sehingga pemerintah-pemerintah sekular memberontak berusaha menyingkirkan pejabat-pejabat gereja yang bertindak bagaikan binatang buas, yang terlalu menjijikkan untuk ditoleransi. Selama berabad-abad Eropa tidak mengalami kemajuan dalam pendidikan, seni dan kebudayaan. Kelum puhan moral dan intelektual telah menimpa Kekristenan.
 
Keadaan dunia di bawah kekuasaan Romawi menyatakan kegenapan nubuatan Nabi Hosea yang menyatakan, "Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu, maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu." ". .. sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri itu. Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzina, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah" (Hosea 4:6, l, 2). Semuanya itu adalah akibat dari meniadakan firman Allah.
 
Continued to 3/3
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
August 26, 2010, 08:11:13 AM
Reply #15
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
3/3, Continued from 2/3

Bab. 3  Zaman Kegelapan Rohani

Lampiran 1
GELAR /TITEL – Dalam paragraf yang membentuk satu bagian hukum peraturan gereja (kanon) Roma, Paus Innocent III, menyatakan bahwa uskup (bishop/pontiff) Roma adalah “wakil di atas dunia, bukan semata-mata manusia, tetap adalah Allah;” dan di dalam suatu keterangan di paragraf itu diterangkan bahwa ini karena dia adalah wakil Kristus, yang adalah “benar-benar Allah dan benar-benar manusia.” (Lihat Decretal. D. Gregor. Pap. iX. lib.1.de translat. Episc. Tit.7.c.3. Corp. Jur. Canon. Ed. Paris, 1612; tom II. Decretal. Col 205).
 
Untuk gelar /titel, “Tuhan Allah Paus, “ lihat suatu keterangan dalam Extravagantes of Pope John XXII, titel 14 ch.4. “Declaramus.” Dala edisi Antwerp Extravagantes, tahun 1584, akta-kata “Dominum eum nostrum papam” (“Tuhan Allah kita Paus”) teradapat dalam kolom 153. Dalam sebuah edisi Paris, tahun 1612, kata-kata itu terdapat di kolom 140. Dalam beberapa edisi yang diterbitkan sejak tahun 1612, kata “Deum” (“Allah”) telah dihilangkan.
 
Lampiran 2
PENYEMBAHAN BERHALA/PATUNG – “Penyembahan berhala/patung …adalah salah satu kejahatan Kekristenan yang menyusup ke dalam gereja secara sembunyi-sembunyi dan hampir tanpa disadari atau tanpa pengamatan. Kehajatan ini, seperti penyimpangan-pengimpangan ajaran lain (bidat), tidak terjadi dengan sendirinya, karena kalau kasus itu adalah kejahatan, akan berhadapn langsung dengan sensor ketat dan teguran; tetapi itu dimulai dengan penyamaran-penyamaran yang biasa dan sangat pelan-pelan dan berangsur-angsur dipraktekkan, satu persatu diperkenalkan yang berhubungan dengan itu, sampau akhirnya gereja terbenam dalam penyembahan berhala, bukan saja tanpa perlawanan yang efisien tetapi hampir tanpa protes yang berarti. Dan bilamana pada akhirnya suatu usaha dilakukan untuk  memberantasnya, kejahatan itu ditemukan sudah terlalu dalam untuk dibuang.. . . Harus ditelusuri ke pada kecenderungan hati manusia untuk menyembah berhala dan kecende rungannya untuk melayani makhluk ciptaan lebih dari Pencipta itu sendiri ,
. . "Patung-patung dan gambar-gambar pertama-tama diperkenalkan ke dalam gereja, bukan untuk disembah, tetapi sebagai pengganti buku untuk memberi petunjuk kepada mereka yang tidak dapat membaca atau untuk meningkatkan penyerahan di dalam pikiran orang-orang lain. Sebe rapa jauh tindakan ini mencapai tujuan tersebut adalah diragukan, tetapi walaupun hal itu tercapai untuk beberapa waktu lamanya, seterusnya segera tidak lagi demikian halnya. Dan telah diketemukan bahwa patung-patung dan gambar-gambar yang diperkenalkan ke dalam gereja itu lebih menggelapkan daripada menerangi pikiran orang-orang bodoh dan yang bersikap masa bodoh, merendahkan gantinya meninggikan penyerahan orang yang berbakti. Jadi, sebenarnya mereka bermaksud untuk mengarahkan pikiran orang-orang kepada Allah, tetapi berakhir dengan pengalihan pikiran mereka dari Dia kepada penyembahan benda-benda ciptaan."-J Mendham, "The Seventh General Council, the Second of Nicaea, " Introduction, pp. iii-vi
Untuk catatan pendahuluan dan keputusan-keputusan Kofsili Nicaea Kedua tahun 787 TM panggilan untuk menetapkan penyembahan berhala, lihat Baronius, "Ecclesiastical Annals," Vol, iX, pp. 391-407 (1612 Antwerp ed.); J. Mendham, "The Seventh General Council, the Second of Nicaea;" E. Stillingfleet, ""Defence of the Discourse Concerning the Idolatry Prac ticed in the Church ofRome," (London, 1686); "A Select Library ofNicene and Post-Nicene Fathers," second series, Vol. XIV, pp. 521-587 (N.Y., 1900); C, J, Hefele, "History of the Council of the Church, from the Origi nal Documents," bk. 18, ch. l, sec. 332, 333; ch. 2, sec. 345-352 (T&T Clark ed., 1896, Vol. V, pp. 260-304, 342-372).

 
 
Lampiran 3.
EDICT OF CONSTANTINE (PERINTAH CON STANTINE}--Undang-undang yang dikeluarkan oleh Constantine pada tanggal 7 Maret 321 TM mengenai hari perhentian, berbunyi: "Biarlah se
mua hakim, dan semua penduduk kota, dan semua pedagang beristirahat pada hari matahari yang dihormati. Tetapi mereka yang tinggal di desa -desa biarlah dengan leluasa dan dengan penuh kebebasan mengikuti kebi asaan mengusahakan ladang-ladang mereka, karena sering terjadi bahwa tidak ada hari lain yang sesuai untuk menaburkan biji gandum atau menanam pohon anggur, karena waktu yang sesuai tidak boleh dibiarkan berlalu, su paya berkat-berkat surga tidak hilang." A. H. Lewis, "History of the Sabbath and the Sunday, " pp. 123,124 (2nd ed.,, rev., 1903).
Aslinya (dalam "Codex of Justinian," lib. 3, tit. 12, leg. 3) dikutip oleh Dr. J. A. Hessey dalam ceramahnya Bampton Lectures on "Sunday", lec ture 3, par. l, dan oleh Dr. Philip Schaff dalam bukunya-"History of the Christian Church," Vol. III, sec. 75, par. 5, note 1. Lihat juga Masheim, "Ecclesiastical History," cent. 4, part 2, ch. 4, sec. 5; Chambers' Encyclo pedia, art. Sabbath; Encyclopedia Brittanica, 9th ed., art. Sunday; Peter Heylyn, "History of the Sabbath," part 2, ch. 3 (2nd ed., rev., London, 1636, pp. 66,67).

 
Lampiran 4.
TULISAN-TULISAN YANG DIPALSUKAN (FORGEI WRITINGS) -- Di antara dokumen-dokumen yang sekarang ini secara umum diakui sebagai yang dipalsukan, The Donation of Constantine and the Pseudo-Isidorian Decretals adalah yang terutama penting. Dalam mengutip fakta-fakta mengenai pertanyaan, "Kapan dan oleh siapa Constantine's Donation itu dipalsukan?" M. Gosselin, Direktur Seminari St. Sulpice (Paris) berkata, "Meskipun dokumen ini tidak diragukan kepalsuannya, adalah sulit untuk menentukan dengan tepat tanggal pembuatannya. M. de Marca, Muratori, dan para pakar kritikus lain, sependapat bahwa dokumen itu disusun pada abad kedelapan, sebelum pemerintah, Charlemagne. Lebih jauh, Muratori memikirkan kemungkinan-
kemungkinan bahwa raja dan Pepin telah dibujuk supaya bermurah hati kepada Holy See."-Gosselin, "The Power ofthe Pope During the Middle Age. Vol. 1, p. 321 (diterjemahkan oleh The Rev. Mathew Kelly, St. Patrick College, Maynooth; Baltimore, J. Murphy & Co., 1853).
Sebagaimana Dr. Murdock, ahli sejarah Katolik terpelajar, M. L'Abbe Fleury, dalam bukunya "Ecclesiastical History" (diss. 4, sec. 1) berkata mengenai dekrit ini, bahwa "dekrit itu menjadi nyata menjelang penutupan. abad kedelapan." Fleury, menulis menjelang akhir abad ketujuh belas, lebih jauh berkata bahwa "dekrit-dekrit palsu ini dipandang sebagai otentik selama 800 tahun; dan adalah dengan sangat sulit untuk menghilangkannya pada abad terakhir. Benar bahwa pada dewasa ini tak seorang pun yang tidak mengakui bahwa dekrit-dekrit ini adalah palsu, walaupun sedikit pengetahuan mereka  mengenai masalah ini "-Fleury, "Ecclesiastical History-'' bk. 44, par. 54 (terjemahan G. Adam,. London, 1732, Vol. V, p.196). Lihat juga Gibbon, "Decline and the Fall of Roman Empire," ch. 49, par. 16.
 
 
Lampiran 5
DICTATE OF HILDEBRAND (GREGORY VII.} Lihat Baronius, "Ecclesiastical Annals," An. 1076 (Antwerp ed.,1608, Vol. XI, p. 479). Satu copy "Dictates," dalam bentuk aslinya dapat juga ditemukan dalam Gieseler, "Ecclesiastical History," period 3, sec. 47, note 4 (ed. 1836, tr. by F. Cunningham). Terjemahan dalam bahasa Inggris di berikan dalam Mosheim, "Ecclesiastical History,"-bk. 3, cent. 11, . part 2, sec. 9, note 8 (Soames' ed., tr, by Murdock).
 
Lampiran 6.
API PENYUCIAN (PURGATORY).-Beginilah defrnisi purgatory menurut Dr. Joseph Faa Di Bruno: "Purgatory adalah keadaan penderitaan setelah kehidupan ini, di mana untuk sementara jiwa-jiwa ditahan, yang meninggalkan hidup ini sesudah dosa-dosa mereka yang mematikan telah diampuni atau dihapuskan sebagai noda dan kesalahan dan sebagai kesakitan kekal yang ditanggungkan kepada mereka; tetapi, sebagai akibat dari dosa-dosa tersebut masih ada hutang hukuman duniawi yang harus dibayar; sebagaimana juga jiwa-jiwa yang meninggalkan kejahatan duniawi hanya yang bisa diampuni."-"Catholic Belief, "p. 196 (ed 1884; imprimateur Archbishop of New York).
 
Lihat juga K. R Hagenbach, "Compendium ofHistory of Doctrins," Vol. 4 pp. 324-327, 405, 408; Vol II., pp. 135-150, 308,309 (T&T Clark, ed.X Chass. Elliott, "Delineation ofRoman Catholicism," bk. 2, ch.12; Catholic Encyclopedia, art. Purgatory.
 
 
Lampiran 7.
SURAT PENGAMPUNAN DOSA (INDULGENCES) Untuk sejarah rinci dari doktrin pengampunan dosa, lihat The Catholic Encyclopedia, art. Indulgences (contributed by W. H. Kent, O.S.C., dari Bayswater, London); Carl Ullmann, "Reformers before the Reformations," Vol. I., bk. 2, part 1, ch. 2; M. Creighton, "History of the Papacy," Vol. V., pp. 56-64, 71; L. von Rauke, "History of the Reformation in Germany," bk. 2, ch. l, par. 131,132,139-142, 343-346); Chas. Elliott, "Delineation ofthe Roman Catholicism," bk. 2, ch. 13; H. C. Lea, "A History of Auricular Confession and Indulgences;" G. P. Fisher, "The Reformation," ch. 4, p.7.
 
Untuk pelaksanaan praktis doktrin surat pengampunan dosa itu selama masa Pembaharuan (Reformasi), lihat sebuah paper oleh Dr. H. C.Lea yang berjudul "Indulgences in Spain," yang diterbitkan dalam "Papers of Ameri can Society of Church History," Vol.l., pp. 129-171. Mengenai nilai seja rahnya Dr. Lea berkata, dalarn pembukaannya, "Dengan tidak terganggu oleh pertikaian yang terjadi antara Luther dan Dr. Eck dan Silvester Prierias, Spanyol dengan tenang meneruskan mengikuti jalan dan cara lama, dan memperlengkapi kami dengan dokumen resmi yang tak bisa dipertentang kan, yang menyanggupkan kami memeriksa masalah dalam terang sejarah yang mumi. "
 
Lampiran 8.
MISA-Mengenai doktrin Misa, lihat karya Cardinal Wiseman, "The Real Presence of the Body and Blood of Our Lord Jesus Christ in the Blessed Eucharist" jugs Catholic Encyclopedia, art. Eucha rist (Contributed by J. Pohle, S.T.D., Breslau); "Canons and Decrees of the Council of Trent," sess. 13, ch. 1-8 (London ed., 1851, tr. by T. A. Buckly, pp. 70-79); K.R. Hagenbach, "Compendium ofthe History ofDoctrines," Vol. I, pp 214-223, 393 -398, dan Vol. 11, pp. 88-114; J. Calvin, "Insti tute," bk. 4, ch. 17, 18; R. Hooke, "Ecclesiastical Polity," bk. 5, ch.67; Chas. Elliott, "Delineation of Roman Catholicism," bk. 2, ch. 4,5.

End of Bab.3
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
August 26, 2010, 08:13:09 AM
Reply #16
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Selanjutnya, bila saudara ingin membaca Bab. 4 s/d Bab. 42, silahkan download buku nya secara gratis di link berikut: http://www.box.net/shared/h0m09kde52

Tuhan Yesus Memberkati!
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
March 16, 2012, 11:32:20 AM
Reply #17
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
  • Denominasi: Advent Hari Ketujuh
Buku ini sangat dibenci oleh Setan karena mengungkap dirinya, kelicikannya, rencananya tapi juga kekalahanya yang telak.


Saya sudah membaca berulang kali dan merasakan usaha Setan menghalangi kita mengerti.
Hanya oleh pertolongan ROH KUDUS, campur tangan ALLAH kita dapat membaca, memahami, menerima dan melakukan rencana Allah bagi diri kita.
March 16, 2012, 11:37:01 AM
Reply #18
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
  • Denominasi: Advent Hari Ketujuh
Buku ini sangat dibenci oleh Setan karena mengungkap dirinya, kelicikannya, rencananya tapi juga kekalahanya yang telak.
March 26, 2012, 05:51:17 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9048
  • Gender: Male
waduhh... saya lebih baik membeli bukunya saja... hehehe...  lebih tenang membaca di rumah...

Terima Kasih Banyak...  :afro:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)