Author Topic: hari sabat  (Read 19277 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 08, 2010, 09:21:21 PM
Reply #350
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
FAKTA#2 PENGAKUAN DARI SELURUH DENOMINSAI GEREJA

1.CATHOLIC CHURCH CONFESSIONS
http://thesdalibrary.blogspot.com/2009/01/10.html

2.NON-CATHOLIC & PROTESTANT CHURCH CONFESSIONS
http://thesdalibrary.blogspot.com/2009/01/11.html

3.THE CHRISTIAN SABBATH - ROME's CHALLENG
http://thesdalibrary.blogspot.com/2009/01/12.html

4.WHY ARE PROTESTANTS BOWING TO THE POPE?
http://thesdalibrary.blogspot.com/2009/01/13.html

5.PROTESTANTS ARE USING CATHOLIC ARGUMENTS TO TRY AND VALIDATE SUNDAY WORSHIP
http://thesdalibrary.blogspot.com/2009/01/14.html
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
October 08, 2010, 09:31:37 PM
Reply #351
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
FAKTA#3 PERUBAHAN HARI PERIBADATAN DARI SABAT HARI KE-7 KE MINGGU HARI PERTAMA AKAN DI LANJUTKAN DENGAN DIKELUARKAN NYA UNDANG-UNDANG HARI MINGGU (SUNDAY LAW)

Peribadatan hari Minggu akan di paksakan untuk di pelihara oleh semua umat manusia oleh USA lewat sebuah undang-undang kelabu yaitu undang-undang hari Minggu (Sunday Law), saat ini semakin mendekati penggenapan nya

Saat ini, Jerman, negara dimana protestan lahir, Jerman secara resmi telah mengefektifkan dilaksanakan nya undang-undang hari Minggu sebagai UU Nasional negaranya (Efektif 1 Januari 2010):

Source: http://www.thetrumpet.com/index.php?q=6782.5295.0.0

Germany Reaffirms Sunday Law

December 1, 2009 | From theTrumpet.com
Dec. 1, 2009, marks a historic day in Germany in more ways than one! By Ron Fraser
 

Coincident with the enacting of the Lisbon Treaty/EU constitution on December 1, Germany’s Constitutional Court has ruled that the nation’s capital must, like the rest of the country, abide by the law instituting Sunday as a day “of rest from work and of spiritual improvement” (Deutsche Welle, December 1).

Since the war, Berlin had enacted its own legislation allowing 10 shopping Sundays per year. That local ruling is now quashed. Effective from Jan. 1, 2010, Berlin must fall into line with the law institutionalizing Sunday as a day of rest and religious contemplation as contained in Germany’s Basic Law.

The actual law establishing Sunday as Germany’s weekly day of worship is enshrined in an appendix to the Basic Law under the heading, “Extracts From the German Constitution of Aug. 11, 1919 [Weimar Constitution].” There we find, under the subhead “Religion and Religious Societies,” Article 139, which reads: “Sunday and holidays recognized by the state shall remain protected by law as days of rest from work and of spiritual improvement.”

Though, under that same section, Article 137 (1) states “There shall be no state church,” the effect of the Sunday law is to institutionalize Roman Catholicism and its daughter churches as Germany’s state religion.

Those aware of the history of the Holy Roman Empire of the German Nation will see this move by Germany’s highest court as one step further toward enforcing Rome’s religion, not only as the state religion on Germany, but on the whole European empire enacted by treaty on this infamous day, Dec. 1, 2009.

The prophecies of Revelation 13 leap into current-day perspective with this latest ruling of Germany’s Constitutional Court. For a clearer understanding of just where this is all leading, read our booklet Who or What Is the Prophetic Beast? •
« Last Edit: October 08, 2010, 09:47:04 PM by 3angels »
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
October 08, 2010, 09:39:53 PM
Reply #352
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
FAKTA#4 FAKTA SESUCI APAKAH HARI MINGGU DALAM ALKITAB?

1. Hal pertama tercatat dalam Alkitab bahwa pekerjaan yang terlaksana pada hari minggu, hari pertama dalam pekan. Pekerjaan itu dikerjakan sendiri oleh sang Pencipta. Jika Allah sendiri bekerja pd hari itu. Bagaimana mungkin kita dianggap jahat utk bekerja pada hari minggu?
2. Allah memerintahkan manusia untuk bekerja pada hari pertama dalam pekan (Kel 20:8-11) Salahkah menuruti Allah?
3. Tidak seorangpun bapa leluhur manusia memelihara hari itu
4. Tidak seorangpun dari nabi-nabi yang memeliharanya
5. Atas perintah langsung dari Allah, umat-umatnya yang kudus menggunakan hari pertama sebagai hari bekerja biasa selama sekurangnya 4000 tahun
6. Allah sendiri menyebutnya hari untuk bekerja (Yeh 46:1)
7. Allah tidak berhenti bekerja pada hari itu
8. Allah tidak pernah memberkatinya
9. KRISTUS tidak pernah berhenti bekerja pada hari itu
10. YESUS adalah seorang tukang kayu (Mark 6:3) dan terus bekerja sampai berusia 30thn. Ia memelihara Hari Sabat dan bekerja selama 6 hari sepekan, sebagaimana semua orang lakukan. Namun banyak kali Ia bekerja keras pada hari Minggu
11. Para Rasul bekerja pada hari yang sama
12. Para Rasul tidak berhenti bekerja pada hari itu
13. KRISTUS Tidak Pernah memberkati hari itu
14. Hari itu tidak pernah di berkati oleh oknum Ilahi
15. Hari itu tidak pernah dikuduskan
16. Tidak ada hukum yang diberikan untuk memelihara hari itu, namun bukan merupakan suatu pelanggaran untuk bekerja pada hari itu. "Tetapi dimana tidak ada Hukum Taurat, disitu tidak ada juga pelanggaran" (Roma 4:15)
17. Tidak ada satupun ayat dalam kitab perjanjian baru yang melarang untuk bekerja pada hari itu
18. Tidak ada sangsi dan hukuman bagi yang melanggar pada hari Minggu
19. Tidak ada berkat bagi mereka yang memeliharanya
20. Tidak ada petunjuk tentang bagaimana cara memelihara hari itu. Kalau Tuhan menghendaki hari itu dipelihara tentu tidak demikian
21. Hari itu tidak pernah disebut sebagai hari sabat umat Kristiani
22. Hari itu tidak pernah disebut sebagai sabat
23. Itu sama sekali bukanlah hari Tuhan
24. Bahkan tidak pernah disebut sebagai hari perhentian
25. Tidak ada sebutan kekudusan apapun diberikan pada hari itu. Jadi, mengapa kita menganggapnya hari yang kudus?
26. Itu hanya disebut sebagai "Hari Pertama dalam pekan"
27. YESUS sama sekali tidak pernah menyinggung tentang hari itu. Tidak pernah menyebut dengan bibir-Nya sejauh apa yang tercatat dalam Kitab Suci
28. Kata "Hari Minggu" bahkan tidak pernah muncul dalam Alkitab
29. Baik Allah maupun KRISTUS tidak pernah mengucapkan sesuatu yang dapat mengilhami manusia untuk menganggap hari Minggu sebagai hari yang kudus
30. Hari pertama dalam pekan hanya 8x disebutkan dalam perjanjian baru (Mat 16:2,9; Luk 24:1; Yoh 20:1,19; dan Kis 20:7; 1 Kor 16:2)
31. Enam dari ayat-ayat tersebut merujuk kepada hari pertama dalam pekan yang sama
32. Paulus menasihatkan orang-orang kudus untuk mengurus perkara-perkara duniawi pada hari itu (1 Kor 16:2)
33. Di seluruh perjanjian baru kita hanya menemukan satu catatan pertemuan keagamaan yang diadakan pada hari itu, itupun berlangsung pada malam hari, yaitu hari sabtu malam! (Kis 20:5-12)
NOTE: Baca Kej 1:5,8,13,14,23 & 31! Malam selalu mendahului siang! Satu hari berakhir pada saat matahari terbenam! Dengan demikian, pertemuan tersebut berlangsung sudah termasuk pada hari Minggu, atau yang sekarang dikenal dengan istilh "Malam Minggu"!
34. Tidak ada kenyataan bahwa mereka pernah mengadakan kumpulan sebelum atau sesudahnya (regular tiap hari minggu)
35. Jadi, bukan kebiasaan mereka berkumpul pada hari itu!
36. Tidak diperlukan mengadakan perjamuan pada hari itu
37. Kita hanya mempunyai satu catatan saja tentang hal tersebut (Kis 20:7) dan tidak ada catatan mengatakan bahwa mereka mengadakannya setiap hari dan tidak menyebutkan sesuatu tentang Air Anggur, jadi mereka tidak seharusnya sedang mengadakan Perjamuan Kudus
38. YESUS mengadakan perjamuan pada hari Kamis malam (Lukas 22) tidak pernah pada hari Minggu
39. Alkitab tidak pernah mengatakan Hari Pertama dalam minggu untuk merayakan hari kebangkitan KRISTUS - Baptisan lah yang merupakan perayaan kematian dan kebangkitan KRISTUS! (Roma 6:3-5)
40. Terakhir Perjanjian Baru tidak pernah meyatakan apa-apa mengenai perubahan hari Sabat atau Kekudusan hari pertama tersebut
34.

Sekarang anda sudah mendapatkan 40 Fakta Alkitab mengenai hari Minggu, suatu hari yang Alkitab katakan sebagai "Hari Pertama dalam Minggu" Jadi pertanyaan yang perlu kita tanyakan adalah ini:
JIKA ALKITAB TIDAK PERNAH MENGAKUI HARI MINGGU SEBAGAI HARI IBADAH TIAP PEKAN, SIAPAKAH YANG MELAKUKANNYA?"

Sebelum menjawab pertanyaan yang sangat penting ini, mari kita sekali lagi meninjau 40 pandangan di atas, masing2 anda harus membaca Alkitab anda untuk menguji segala sesuatu yang saya atau siapa saja katakan kepada anda tentang Firman Allah yang Kudus.
Firman Allah adalah Kebenaran, Itu adalah Kekal sebagaimana Allah sendiri! dengan demikian, siapa saja yang melawan Firman Allah, melakukan kesalahan yang menyedihkan.

Sekarang mari kita jawab pertanyaan dengan menggunakan Alkitab dan Sejarah serta pengakuan pemimpin-pemimpin gereja dari hampir seluruh denominasi Kristen di dunia tanpa menggunakan dalil dan pemikiran manusia sehingga kita dapat memberikan penilaian kita sendiri di bawah tuntunan ROH KUDUS

Jauh sebelum terjadi, Alkitab telah menubuatkan bahwa "Waktu" dan "Hukum" akan di ubah
Daniel. 7:25;
1) Ia akan mengucapkan perkataan yang menentang Yang Mahatinggi,
2) dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi;
3) ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum, dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

"Ia" dalam Dan 7:25 adalah "Tanduk Kecil" (lihat Dan 7:8) (siapakah tanduk kecil itu? silahkan search "tanduk kecil" atau "lilttle horn" di google  anda akan temukan jawabannya)
Jadi, si Tanduk Kecil pada point ketiga akan melakukan "Mengubah Waktu dan Hukum" "Mengubah Waktu" adalah mengubah peribadatan Sabat Hari Ke-tujuh ke Minggu/Sunday/Hari Matahari yang merupakan hari pertama dlm minggu yang mana tidak ada perintah dalam Alkitab dari kejadian-wahyu memerintahkan bahwa manusia harus menyembah Allah pada hari minggu.

Bagaimana Tanduk Kecil (Little Horn) itu berhasil melakukannya?

FAKTA#5 SEJARAH PERUBAHAN HARI PERIBADATAN SABAT HARI KE-TUJUH KE HARI MINGGU

Perubahan ini terjadi pada periode antara tahun 200-400 Masehi! Sekitar tahun 200M muncul suatu pertentangan untuk menentukan satu hari sepanjang tahun guna menghormati kebangkitan KRISTUS - dan Roma mengambil hari Minggu untuk maksud ini! belakangan, ketika Bulan Puasa diperkenalkan kepada gereja, maka setiap Hari Minggu selama 40 hari berpuasa itu digunakan untuk Mengormati Hari Kebangkitan.
Lalu pada abad ke-4, gereja memutuskan untuk memelihara setiap Hari Minggu dalam setahun! dan untuk menghentikan orang-orang Kristen menjadi "seperti orang Yahudi"
Berbakti pada hari ketujuh setiap pekan, gereja Roma yang berkuasa mengeluarkan UU untuk menjamin pemeliharaan hari Minggu dengan ancaman Hukuman Mati!
Demikianlah secara paksa Hari Sabat di batalkan dan hal ini menggenapi nubuatan Alkitab Daniel 7:25.
Jadi Firman Tuhan jelas telah menyatakan bahwa perubahan ini akan terjadi dan saat ini telah terjadi.
Note: Baru pada tahun 1965 gereja Roma berhenti mencap kaum Protestan sebagai "Bidat" sekarang mereka lebih memilih untuk menyebut kaum Protestan sebagai "saudara-saudara yang memisahkan diri"

UNDANG-UNDANG HARI MINGGU YANG MENYEDIHKAN DARI KONSTANTIN
"Hendaklah semua hakim-hakim dan masyarakat kota serta semua pedagang BERHENTI PADA HARI MATAHARI YANG PATUT DIMULIAKAN", tetapi biarlah mereka yang bermukim di pedesaan secara leluasa dan dengan kebebasan penuh melanjutkan kebiasaan mereka bercocok tanam; karena sering terjadi tidak ada hari lain yang lebih cocok untuk menabur benih atau menanam anggur; karena itu, waktu yang sesuai hendaknya jangan dilewatkan, meskipun berkah surgawi hilang"
Dikeluarkan pada tanggal 7 Maret 321Masehi, setelah berkonsultasi dengan Krispus dan Konstantin, masing-masing sebanyak 2 kali.

Undang-undang hari minggu yang menyedihkan! Banyak umat Kristiani menganggap ini sebagai suatu peristiwa yang "luar biasa", benar, suatu hal yang baik dimana Konstantin membantu mengakhiri penganiayaan terhadap orang Kristen, akan tetapi "UNDANG-UNDANG INI MEMERINTAHKAN RAKYAT UNTUK MELANGGAR HUKUM ALLAH YANG KE-4"
Pertobatan Konstantin yang mencurigakan itu telah membawa ARUS KOMPROMI KEKAFIRAN ke dalam gereja! adanya Patung-patung penyembahan, pengakuan sebagai Allah yang mirip Caesar dan Perbaktian pada Hari Minggu!

Nubuatan Alkitab dalam Daniel 7:25 tentang "Mengubah Hukum" juga secara gamblang di genapi
(Kel 20:3-17) SEPULUH HUKUM YANG ASLI
---Kasih Kepada Allah/Kasihilah Tuhan Allah mu---
1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
2. Jangan membuat bagimu patung dst..
3. Jangan menyebut nama Tuhan Allah mu dengan sembarangan dst...
4. Ingatlah dan kuduskanlah Hari Sabat dst..

---Kasih Kepada Manusia/Kasihilah sesamamu manusia---
5. Hormatilah Ayahmu dan Ibumu dst..
6. Jangan membunuh
7. Jangan berzinah
8. Jangan mencuri
9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
10. Jangan mengingini dst..

SEPULUH HUKUM YANG TELAH DI RUBAH
---Kasih Kepada Allah/Kasihilah Tuhan Allah mu---
1. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku
2. Jangan menyebut nama Tuhan Allah mu dengan sembarangan dst...
3. Ingatlah dan kuduskanlah Hari Sabat dst..

---Kasih Kepada Manusia/Kasihilah sesamamu manusia---
4. Hormatilah Ayahmu dan Ibumu dst..
5. Jangan membunuh
6. Jangan berzinah
7. Jangan mencuri
8. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
9. Janganlah mengingini isteri sesamamu
10. Janganlah mengingini harta sesamamu

Apakah yang di rubah?
1. Hukum tentang patung dihilangkan
2. Sabat hari Sabtu digantikan dengan hari Minggu
3. Hukum janganlah mengingini di bagi menjadi dua bagian sehingga tetap menjadi sepuluh hukum

Mereka mengira telah berhasil mengubah Hukum Allah, tetapi sebenarnya tidak (Mat 5:18) "Karena Aku berkata kepadamu: sesungguhnya sebelum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat (ayat ini berbicara mengenai taurat Hukum Moral/10 Hukum bukan taurat Hukum Upacara Korban Bakaran dan Hukum Sipil. Yang dipalangkan adalah hukum Taurat Uparcara Korban Bakaran yang telah digenapi YESUS dengan ditandai terbelahnya/tersobeknya tirai pada Baik Suci Allah. Ada pelajaran khusus ttg Hukum Taurat)

Risalah Rome's Challenge" halaman 25-27:
Menceritakan tentang dewan gereja Katolik yang menyusun dasar-dasar pemanen dari kepercayaan katolik - serangkaian persidangan dewan diadakan guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang timbul dan memaksakan perhatian di Eropa oleh para Reformator Protestan: Para Reformator menuduh gereja Katolik telah ingkar dari Kebenaran "sebagaimana terdapat pada Firman yang tersurat". Itulah pokok yang dikumandangkan oleh Reformasi dan Protestanisme: Firman Yang Tersurat, "Alkitab dan hanya Alkitab saja" inilah patokan mereka (Protestanisme)
Namun Katolik bersikukuh pada Kitab Suci dan TRADISI, "Alkitab berdasarkan penafsiran gereja dan alasan untuk hal tersebut adalah Bapa-bapa Suci dari generasi-generasi terdahulu.

Namun yang menarik adalah ada suatu kelompok ditengah-tengah dewan gereja Katolik ini yang mendukung ditinggalkannya "Tradisi" serta mengikuti hanya Alkitab saja sebagai standar kewenangan! pandangan ini diperdebatkan dengan seru sehingga para pembantu Paus melaporkan adanya kecenderungan yang kuat untuk menyingkirkan segala tradisi dan menjadikan Kitab Suci sebagai satu-satunya standar pertimbangan. "Tetapi melakukan hal ini berarti menyebabkan suatu langkah besar yang akan membenarkan tuntutan kaum Protestan"

Akibat dari krisis ini maka berkembanglah dikalangan penganut Katolik-Ultra dalam dewan tersebut untuk meyakinkan kelompok lain bahwa "Kitab Suci dan Tradisi adalah satu-satunya pijakkan pasti - Jika ini dicapai maka dewan dapat dibujuk untuk mengeluarkan suatu dekrit Mempermasalahkan Reformasi, lain dari itu tidak...

Masalah ini diperdebatkan hari demi hari sampai dewan tiba pada suatu jalan buntu. Akhirnya, setelah melewati suatu perdebatan panjang dan terus-menerus, Imam kepala dari Reggio mengajukan kepada dewan argumentasi sbb:

Kaum Protestan mengklaim berdiri pada "Firman yang tersurat saja"---mereka mengaku hanya berpegang pada Kitab Suci saja sebagai standard iman mereka. Mereka membenarkan pemberontakkan mereka dengan dalih bahwa gereja telah mengingkari Firman yang tersurat dan mengikuti tradisi. Sekarang klaim kaum Protestan bahwa mereka hanya berdiri pada Firman yang tersurat saja ADALAH TIDAK BENAR, pengakuan mereka HANYA MEMEGANG KITAB SUCI SAJA SEBAGAI STANDAR IMAN" adalah TIDAK BENAR!
BUKTINYA:
FIRMAN YANG TERSURAT SECARA TEGAS MEMERINTAHKAN PEMELIHARAAN HARI KETUJUH SEBAGAI HARI SABAT! mereka TIDAK MEMELIHARA HARI KETUJUH, melainkan MENOLAKNYA! kalau benar mereka hanya berpegang kepada Alkitab sebagai standar, mestinya mereka memelihara HARI KETUJUH! namun mereka bukan saja MENOLAK PEMELIHARAAN HARI SABAT SEBAGAIMANA FIRMAN YANG TERSURAT, TETAPI MEREKA JUGA TELAH MENGIKUTI DAN MEMPRAKTEKKAN PEMELIHARAAN HARI MINGGU, yang berarti mereka hanya mempraktekkan/mengikuti TRADISI GEREJA.... Dengan demikian maka klaim bahwa "Alkitab saja sebagai Standar" menjadi GUGUR! dan doktrin tentang "Alkitab dan Tradisi" sebagai inti berlaku sepenuhnya, orang-orang Protestan itu sendiri yang menjadi hakim!

Dengan pengamatan ini sang Imam kepala memperoleh celah, karena pernyataan iman kaum Protestan sendiri (Pengakuan Augsburg 1530) telah dengan jelas mengakui bahwa "Pemeliharaan Hari Tuhan" Hanya ditentukan oleh gereja saja.

Argumentasi ini disambut oleh Dewan sebagai Ilham sejati-- Kelompok penganut "Hanya Alkitab Saja (Sola Scriptura)" menyerah... lalu dewan dengan segera SECARA BULAT MEMPERSALAHKAN PROTESTANISME DAN SELURUH GERAKAN REFORMASI SEBAGAI HANYA SATU PEMBERONTAKAN TAK BERALASAN DARI KOMUNE DAN OTORITAS GEREJA KATOLIK...

Demikianlah KETIDAKTEPATAN praktek Protestan dengan "Pengakuan Protestan" Itulah yang memberi peluang kepada Gereja Katolik memperoleh alasan yang telah lama dicari guna menghukum Protestanisme dan seluruh gerakan Reformasi...

SEMUA ITU AKIBAT KAUM PROTESTAN MENOLAK SABAT HARI KETUJUH ALKITAB!!

Begitulah kaum Katolik MENANG... dan kaum Protestan GAGAL meraih Kemenangn penting bagi TUHAN... Tradisi harus berlanjut...

TRADISI!
Jadi apa yang dikatan YESUS tentang "Tradisi"... (Mat 15:3) YESUS berkata..
"Mengapa kamupun melanggar perintah Allah demi adat istiadat nenek moyangmu?"

Bangsa Yahudi telah memberlakukan suatu peraturan yang membiarkan seseorang untuk tidak meninggalkan warisan hartanya kepada orang tuanya jika orang itu meninggal dunia yang bertentangan dengan hukum#5 "Hormatilah Ayahmu dan Ibumu..."

JELASLAH BAHWA TUHAN TIDAK SENANG KALAU KITA MENGIKUTI "TRADISI-TRADISI" MANUSIA MENGGANTIKAN HUKUM-HUKUM-NYA!

(Mat 15:9) "Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia"
Dan inilah yang dilakukan oleh "Gereja" dan bilamana kaum Protestan terus berbakti pada "hari Minggu", itu berarti mereka mendukung "Tradisi Gereja/Tradisi manusia"!!
« Last Edit: October 08, 2010, 09:49:03 PM by 3angels »
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
October 08, 2010, 09:52:19 PM
Reply #353
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 484
  • Gender: Male
  • The Judgement Day-Judged by the law James 2:10–12
    • Buku-buku Roh Nubuat (Wah 19:10)
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
FAKTA#6: 7 FAKTA TENTANG HARI SABAT

Part of Satan’s strategy to destroy humanity’s trust in God has been to attack His claim as the Creator. Obviously, the theory of evolution is part of this deceptive and soul-destroying effort. With its amoral humanistic emphasis, Darwin’s doctrine has turned millions into religious skeptics and enshrouded in darkness their need for the Savior.

Yet while many Christians rightly denounce this unscientific belief, ironically, many are still falling into the devil’s trap of denying God’s sovereignty over the earth. That trap is the ages-long effort to twist and destroy the observance of the seventh-day Sabbath.

Through Satan’s false information and man’s trust in traditions over the sure word of Scripture, millions of Christians have been led to discount or even reject the importance of observing the Sabbath. “The seventh day is the sabbath of the Lord: … in it thou shalt not do any work” (Exodus 20:10). No one disagrees with the clear meaning of this text, yet millions are finding ways not to follow it.

Why? The general Bible ignorance of the church and the clever arguments of Satan have created a climate of prejudice against the holiness of the seventh day in favor of the observance of Sunday. So in the interest of promoting God’s law over the theories of men, let’s take a moment to rediscover some amazing facts about the seventh-day Sabbath.

Fact #1: The Seventh-day Sabbath Establishes God’s Sovereignty

Why does Satan hate the Sabbath so much? Because the Sabbath identifies the true God and His claim of ultimate sovereignty.

God certainly anticipated the controversy over the Genesis account of Creation. He knew that after the fall of man, there would be doubts about His claims of manufacturing all the staggering mass of matter by merely commanding it to exist.

To safeguard His sovereignty, He established a mark that denoted His absolute right to rule as Lord. He chose to memorialize His display of creative power by setting aside the seventh day of the Creation week as a holy day of rest and remembering.

God wrote these words: “Remember the sabbath day, to keep it holy. Six days shalt thou labour, and do all thy work: But the seventh day is the sabbath of the Lord thy God: in it thou shalt not do any work. … For in six days the Lord made heaven and earth, the sea, and all that in them is: … wherefore the Lord blessed the sabbath day, and hallowed it” (Exodus 20:8–11).

Once a week, as the earth rotates on its axis, the Sabbath reminder travels around the earth reaching every man, woman, and child with the message of an instant creation and the one who did the creating.

Why did God say remember? Because to forget the true Sabbath is to forget the true Creator.

Does it really matter that much? See “The One Unimportant Commandment?” below.

Fact #2: The Seventh-day Sabbath Was Made for Everyone
A multitude of Christians call God’s fourth commandment the “Jewish Sabbath.” But nowhere is this expression found in the Bible. The seventh day is called “the sabbath of the Lord,” and it is never called “the sabbath of the Jew” (Exodus 20:10).

Luke, a Gentile writer of the New Testament, often refers to things that were particularly Jewish. He writes of the “nation of the Jews,” “the people of the Jews,” “the land of the Jews,” and the “synagogue of the Jews” (Acts 10:22; 12:11; 10:39; 14:1). But he never refers to the “sabbath of the Jews,” although he mentions the Sabbath repeatedly.

Christ also taught that “the sabbath was made for man” (Mark 2:27). Adam and Eve were the only two people who existed when God actually established the Sabbath. There were no Jews in the world until 2,000 years later, so it was never meant just for the Jews. Jesus uses the term “man” in the generic sense, referring to all mankind. The same word is used in connection with the institution of marriage that was also introduced at creation. Certainly no Christian can believe that marriage was made only for the Jews.

Fact #3: It’s Not About Just Keeping Any Day
Every word of God’s Ten Commandments was written by His own hand in stone. Every word is serious and meaningful. No line in them is ambiguous or mysterious. Sinners and Christians, educated and uneducated, are not confused about the words “seventh day.” So why do they discount those words if every other word in the commandments is considered to be ironclad?

Satan wants the world to accept Sunday as the day he has chosen for worship, but any day will do for him so long as it means we’re breaking God’s command.

Genesis describes the origin of the Sabbath like this: “Thus the heavens and the earth were finished, and all the host of them. And on the seventh day God ended his work which he had made. … And God blessed the seventh day, and sanctified it: because that in it he had rested from all his work which God created and made” (Genesis 2:1–3).

Which day did God bless and sanctify? The seventh day. How was it to be kept holy? By resting. Could any of the other six be kept holy? No. Why? Because God commanded not to rest those days but to work. Does God’s blessing make a difference? Of course. Parents pray for God to bless their children because they believe it makes a difference. The seventh day is different from all the other days because it has God’s blessing.

Has God ever given man the privilege of choosing his own day of rest? No. In fact, God confirms in the Bible that the Sabbath is a matter settled and sealed by His own divine power. Read Exodus 16. For 40 years, God worked three miracles every week to show Israel which day was holy: (1) No manna fell on the seventh day; (2) they could not keep manna overnight without spoilage; (3) but when they kept manna over the Sabbath, it remained sweet and fresh!

But some Israelites had the same idea as many Christians have today. They felt that any day in seven would be okay to keep holy: “It came to pass, that there went out some of the people on the seventh day for to gather, and they found none.” What happened? “And the Lord said unto Moses, How long refuse ye to keep my commandments and my laws?” (Exodus 16:27, 28).

God met them and accused them of breaking His law by going forth to work on the seventh day. Would God say the same thing to those who break the Sabbath today? Yes. He is the same yesterday, today, and forever (Hebrews 13:8).

But why the seventh day, exactly? See “Why the Seventh Day?” below.

Fact #4: We Know the True Seventh Day
Some reject the seventh-day Sabbath over the belief that we cannot know which day it falls on today, so picking any day should be okay. But this is fallacy. Here are four proofs that identify the true Sabbath.

1: According to Scripture, Christ died on Friday and rose on Sunday, the first day of the week. Practically all churches acknowledge this by observing Easter Sunday and Good Friday. “This man went unto Pilate, and begged the body of Jesus. And he took it down, and wrapped it in linen, and laid it in a sepulchre that was hewn in stone, wherein never man before was laid. And that day was the preparation, and the sabbath drew on. The women also, which came with him from Galilee, followed after, and beheld the sepulchre, and how his body was laid. And they returned, and prepared spices and ointments; and rested the sabbath day according to the commandment” (Luke 23:52–56).

This is clear evidence that Jesus died the day before the Sabbath! The day of His death was a “preparation day” because it was the time to get ready for the Sabbath. Notice, then, that the women rested over the Sabbath “according to the commandment.” The commandment says, “The seventh day is the Sabbath,” so we know they were resting on Saturday. The very next verse says, “Now upon the first day of the week, very early in the morning, they came unto the sepulchre, bringing the spices which they had prepared. … And they found the stone rolled away from the sepulchre” (Luke 24:1, 2).

2: The calendar has not been changed so as to confuse the days of the week. Just as we know that Jesus and His followers observed the same day as Moses, we can be positive that our seventh day is the same day Jesus observed. Pope Gregory XIII did make a calendar change in 1582, but it did not interfere with the weekly cycle. What did Gregory do to the calendar? He changed Friday, October 5, 1582, to be Friday, October 15, 1582. He did not affect the weekly cycle of days.

3: The Jews have observed the seventh day from the time of Abraham, and they still keep it today. An entire nation of people, all around the world, continue to observe a Sabbath they have known for more than 4,000 years.

4: Over 100 languages on earth use the word “Sabbath” for Saturday. For example, the Spanish word for Saturday is “Sabado,” meaning Sabbath. What does this prove? It proves that when those languages originated long ago, Saturday was recognized as the Sabbath day and was incorporated into the very name of the day.

Fact #5: The Sabbath Is Not a Memorial of Deliverance Out of Egypt

This is a belief taken and twisted out of the Old Testament: “The seventh day is the sabbath of the Lord thy God: in it thou shalt not do any work, thou, nor thy son, nor thy daughter, nor thy manservant, nor thy maidservant, nor thine ox, nor thine ass, nor any of thy cattle, nor thy stranger that is within thy gates; that thy manservant and thy maidservant may rest as well as thou. And remember that thou wast a servant in the land of Egypt, and that the Lord thy God brought thee out thence through a mighty hand and by a stretched out arm: therefore the Lord thy God commanded thee to keep the sabbath day” (Deuteronomy 5:14, 15).

Some people suggest this means that God gave the Sabbath as a memorial of the Exodus from Egypt. But the Genesis story of the making of the Sabbath (Genesis 2:1–3) and the wording of the fourth commandment by God (Exodus 20:11) reveals the seventh-day Sabbath as a memorial of creation.

The key to understanding these two verses rests in the word “servant.” God said, “Remember that thou wast a servant in the land of Egypt.” And in the sentence before, He reminds them “that thy manservant and thy maidservant may rest as well as thou.” In other words, their experience in Egypt as servants would remind them to deal justly with their servants by giving them Sabbath rest.

It was not unusual for God to harken back to the Egyptian deliverance as an incentive to obey other commandments. In Deuteronomy 24:17, 18, the Bible says, “Thou shalt not pervert the judgment of the stranger, nor of the fatherless; nor take a widow’s raiment to pledge. … Thou wast a bondman in Egypt, and the Lord thy God redeemed thee thence: therefore I command thee to do this thing.”

Neither the command to be just nor to keep the Sabbath was given to memorialize the Exodus, but God told them that His goodness in bringing them out of captivity constituted a strong reason for them to deal kindly with their servants on the Sabbath and treating justly the strangers and widows.

In the same way, God spoke to them in Leviticus 11:45, “I am the Lord that bringeth you up out of the land of Egypt … ye shall therefore be holy.” No one would insist that holiness did not exist before the Exodus or that it would be ever afterwards limited only to the Jews!

Fact #6: The Sabbath Is Not Meant to Memorialize the Resurrection

It is true that Jesus rose on a Sunday. It is one of the pivotal moments in the history of the world.

But nowhere does the Bible hint that we should keep Sunday holy. Many other wonderful events occurred on certain days of the week, but we have no command to keep them holy either.

There is, of course, a memorial of the resurrection commanded in the Bible, but it is not to determine a new day of worship. Paul wrote: “Therefore we are buried with him by baptism into death: that like as Christ was raised up from the dead by the glory of the Father, even so we also should walk in newness of life” (Romans 6:4). Baptism is the memorial of Christ’s death, burial, and resurrection. However, the Sabbath is a memorial of creation.

Still have a question about this? See “The Upper Room” below.

Fact #7: The Sabbath Will Be Celebrated for Eternity
The Sabbath is an arbitrary arrangement of God that serves a powerful purpose. It is His claim — His seal — over the world and all human life. It is also a sign of the redemption He offers to every single one of us.

Surely this is why God will preserve Sabbathkeeping throughout eternity. That’s right! “For as the new heavens and the new earth, which I will make, shall remain before me, saith the Lord, so shall your seed and your name remain. And it shall come to pass, that from one new moon to another, and from one sabbath to another, shall all flesh come to worship before me, saith the Lord” (Isaiah 66:22, 23).

The Sabbath is so precious to God that He will have His people observe it throughout all time in the beautiful new earth to come. If it is so precious to Him, should it not be precious to us? If we are going to keep it through all eternity, why not keep it now as our pledge of obedience to Him?

Trust and Obey: There Is No Other Way

It is easy to understand why the devil has waged a continuing, desperate battle against the seventh-day Sabbath. He has worked through the pride of tradition, misinformation, and religious bigotry to destroy the sanctity of God’s special sign of authority — the Sabbath.

But with these Sabbath facts in hand, may God grant every Christian the courage to honor the Sabbath commandment as His special test of our love and loyalty.

It might be a duty to keep the seventh-day holy. But it should not be a burden. In an age of false gods and spirituality, of atheistic evolution, and the stubborn traditions of men, the world needs the Sabbath more than ever. It is more than just a test of our loyalty to the Creator. It is more than just a sign of our sanctification through His power. It is His promise of a lasting, eternal gift of restoration.

More Interesting Facts!

The One Unimportant Commandment?

God made it very clear that, regardless of feelings, those who abuse the Sabbath are guilty of breaking His law. James explains that it is a sin to break even one of the Ten Commandments: “For whosoever shall keep the whole law, and yet offend in one point, he is guilty of all. For he that said, Do not commit adultery, said also, Do not kill. Now if thou commit no adultery, yet if thou kill, thou art become a transgressor of the law” (James 2:10, 11).

Most of the commandments begin with the same words: ‘‘Thou shalt not.’’ But the fourth commandment is introduced with the word “Remember.” Why? Because God was commanding them to call something to memory that already existed but had been forgotten.

Why the Seventh Day?

Why did God bless the seventh day as a day of worship? Because He had just created the world in six days. It was a memorial to the birth of the world, a reason to remember that mighty act.

So could the Sabbath memorial be changed? No. Because it points backward to an accomplished fact. For instance, July 4 is Independence Day in the United States. Can it be changed? No. Because the Declaration of Independence was signed on July 4, 1776. Your birthday cannot be changed either. It is a memorial of your birth, which happened on a set day. History would have to run through again to change your birthday, to change Independence Day, or to change the Sabbath day. We can call another day Independence Day, and we can call another day the Sabbath, but that does not make it so.

The Upper Room

Those who believe that Sunday worship honors the resurrection of Jesus often cite the upper room meeting of the disciples on the same day that He rose from the grave. They argue that this gathering was meant to celebrate His resurrection. But the Bible record of the event reveals another set of circumstances.

Luke writes that even though the disciples were confronted with the eyewitness story of Mary, they “believed not. After that he appeared in another form unto two of them, as they walked, and went into the country. And they went and told it unto the residue: neither believed they them. Afterward he appeared unto the eleven as they sat at meat, and upbraided them with their unbelief and hardness of heart, because they believed not them which had seen him after he was risen” (Mark 16:11–14).

Obviously, none of those upper room disciples believed that He was raised from the dead, so they could not have been joyously celebrating the resurrection. John explains their reason for being together with these words: “The doors were shut where the disciples were assembled for fear of the Jews” (John 20:19).
Kasih Karunia melandasi penurutan hukum-hukum Allah!
Roma 6:14 Sebab kamu tidak akan "dikuasai lagi oleh dosa" (tidak akan melanggar hukum Allah lagi), karena kamu tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia
Definisi dosa: Dosa ialah pelanggaran hukum Allah 1 Yoh 3:4
October 08, 2010, 10:26:28 PM
Reply #354
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3008
@3angels

sepertinya anda fasih berbahasa inggris :)


semua tulisan yg dilontarkan bro 3angel sudah terjawab di situs ini :

http://www.exadventist.com/

jadi silahkan kunjungi situs tsb :)

(sehingga saya tidak perlu mentranslit bahasa inggris ke indonesia apalagi mengulang-ulang)

Tuhan Yesus memberkati :)
Efesus 2:15-a

(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


(BIS)
Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)