Author Topic: Apakah Bapa saja yang bernama Yahweh?  (Read 2143 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 22, 2010, 11:25:26 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Saya pernah menghadapi Saksi Yehuwa dan orang2 Kristen yang pro Yahweisme. Mereka beragumen bahwa Bapa yang bernama Yahwe.

Diambil dari ayat:

Yesaya  64
64:8 Tetapi sekarang, ya TUHAN (Yahwe), Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.

Matius  6
6:9. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,

Hanya Bapa yang memiliki nama Yahwe, yang harus dikuduskan namaNya.

Benarkah demikian? Bagaimana penjelasan ayat di atas?
April 23, 2010, 10:12:45 AM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2739
  • me , just moe without 'o'
Keluaran 3 : (Terjemahan Lama)

3:13 Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? --apakah yang harus kujawab kepada mereka?"
3:14 Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."
3:15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun

Exodus 3:13 Hebrew Study Bible (Apostolic / Interlinear)
וַיֹּ֨אמֶר מֹשֶׁ֜ה אֶל־ הָֽאֱלֹהִ֗ים הִנֵּ֨ה אָנֹכִ֣י בָא֮ אֶל־ בְּנֵ֣י יִשְׂרָאֵל֒ וְאָמַרְתִּ֣י לָהֶ֔ם אֱלֹהֵ֥י אֲבֹותֵיכֶ֖ם שְׁלָחַ֣נִי אֲלֵיכֶ֑ם וְאָֽמְרוּ־ לִ֣י מַה־ שְּׁמֹ֔ו מָ֥ה אֹמַ֖ר אֲלֵהֶֽם׃

מַה־ שְּׁמֹ֔

Mah -- bagaimana

what? how? anything
Original Word: מָה
Transliteration: mah or ma- or meh
Phonetic Spelling: (maw)
Short Definition: how long

Mah -- bukan sekedar siapa, tetapi mengandung sesuatu yg memerlukan penjelasan lebih lanjut

Untuk itu Terjemahan Lama , lebih tepat menyampaikan makna ayat ini.


Yahwe adalah nama yg diperkenalkan kepada manusia -- sebab ada Nama lain yang tersembunyi yang tidak diperkenalkan pada manusia

'Atribut' Yahwe juga diperkenalkan pada Yesus (Yahshua), juga para nabi : Yeremiyah, Yesayah.....



[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
April 23, 2010, 10:27:20 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Sulit bro, satu hal yang dipastikan adalah YHVH merupakan nama diri Tuhan selamanya dan turun-menurun, mengenai nama lain mereka menyebutnya nama gelar atau nama sebutan. Kalau penjelasan atribut nama YHVH yang melekat pada Yahshua, Yeremiyah, dan Yesayah diberikan maka status manusia yang diberikan atribut nama YHVH merupakan utusan Allah. Kalau Saksi Yehuwa pasti akan membenarkan ini sehingga membenarkan bahwa Yesus bukanlah YHVH. Mengenai arti "Mah" dalam pertanyaan Musa menjelaskan makna nama YHVH yang berarti AKU ADALAH AKU. Nah aku perlu bukti bahwa Anak atau ROH KUDUS dapat disebut YHVH. Ada tidak?
April 23, 2010, 11:29:39 AM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 307
  • KULIT PISANG ( : Rm. 3:7 Salahkah Aku?
  • Denominasi: just BELIVER = ALWAYS GIVE THANKS =
just thinking and "numpang lewat"  :wink:

bisa jadi yang dimaksud bro Moe, Yahwe, Yehova, ALLAH dan TUHAN itu cuma atribut.
Nama diri yang sesungguhnya adalah Yesus, yang tersirat di Yoh 7:12

bener ndak bro Moe ?  :D

Salam
Hati BAPA : Aku telah berkenan memberi pertunjuk kepada orang yang tidak menanyakan aku; -Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. -Aku telah berkata : "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil namaKUYes 65:1
May 27, 2010, 11:58:52 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3009
Yahwe kalo ga salah artinya Aku adalah Aku

jadi menurut saya Yahwe itu cuma atribut
Efesus 2:15-a

(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


(BIS)
Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
May 30, 2010, 07:55:36 PM
Reply #5
  • Guest
Nama diri yang sesungguhnya adalah YESUS, yang tersirat di Yoh 7:12

Setuja :wink:
June 02, 2010, 09:14:35 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11449
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Nama diri yang sesungguhnya adalah YESUS, yang tersirat di Yoh 7:12

Setuja :wink:

Tidak setuju.

Saya keberatan karena asumsi anda itu ialah hasil pemikiran dogma kamu yg mengajar bahwa Tuhan YESUS KRISTUS adalah Allah Bapa. Itu bukan bersumber dari alkitab.

Nama diri Allah ialah YHWH.

YHWH ialah Bapa, Anak & ROH KUDUS.

Dalam PL, hanya Bapa dinyatakan secara jelas sebagai YHWH. Tapi ini bukan bermakna Anak & ROH KUDUS bukan YHWH. Cuma dalam PL, Anak dan ROH KUDUS tidak dinyatakan secara jelas.

Bagi org percaya, PL harus ditafsirkan dalam terang PB bukan sebaliknya. PB ialah wahyu yg sempurna. Nah, dalam PB, Anak dan ROH KUDUS dinyatakan dengan sangat jelas sebagai YHWH.

Jadi, Bapa, Anak dan ROH KUDUS ialah YHWH.

Hanya Anak/Firman yg menjelma menjadi manusia. Dari penjelmaan-Nya itulah ia diberi nama YESUS. Jadi YESUS ialah nama untuk Anak/Firman yg menjelma menjadi manusia.

Nama sesungguh-Nya YESUS ialah YHWH.

Jadi, YHWH ialah nama untuk Bapa, Anak dan ROH KUDUS.

Sebaliknya YESUS ialah nama untuk Firman-Nya (Anak) yg berinkarnasi.



« Last Edit: June 10, 2010, 11:14:03 PM by CosmicBoy »
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
June 02, 2010, 09:44:09 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11449
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Sulit bro, satu hal yang dipastikan adalah YHVH merupakan nama diri Tuhan selamanya dan turun-menurun, mengenai nama lain mereka menyebutnya nama gelar atau nama sebutan. Kalau penjelasan atribut nama YHVH yang melekat pada Yahshua, Yeremiyah, dan Yesayah diberikan maka status manusia yang diberikan atribut nama YHVH merupakan utusan Allah. Kalau Saksi Yehuwa pasti akan membenarkan ini sehingga membenarkan bahwa YESUS bukanlah YHVH. Mengenai arti "Mah" dalam pertanyaan Musa menjelaskan makna nama YHVH yang berarti AKU ADALAH AKU. Nah aku perlu bukti bahwa Anak atau ROH KUDUS dapat disebut YHVH. Ada tidak?

Poin 1: YHWH merupakan nama diri Tuhan

Poin 2: selamanya dan turun-menurun

Untuk poin 1, itu benar. Tapi nama diri Allah ini tidak dipertahankan oleh

(1) Para penterjemah yg menterjemahkan PL bhs Ibrani ke bahasa Yunani yg disebut Septuaginta. Terjemahan ini menggantikan/mensubstusikan nama YHWH dengan KYRIOS. Hasil terjemahan ini diiktiraf oleh Imam Besar Yahudi di Yerusalem.

(2) YESUS sendiri. YESUS malah lebih senang memanggil Allah dengan sapaan Abba ketimbang YHWH.

(3) Para rasul dan tabiun (murid2 dari para rasul) dalam rangka menyebarkan Injil apabila menggunakan bahasa Yuhani, tidak memanggil Allah dengan nama YHWH melainkan KYRIOS.

(4) Kitab2 Injil, surat2 dari para rasul dan dari para tabiun yg aslinya ditulis dalam bahasa Yunani menggantikan kalimat "YHWH" dengan "KYRIOS".

(5) Dalam Injil2, surat2 para rasul dan tabiun, mereka mengutip ayat2 PL dari Kitab PL Septuaginta, terjemahan Yunani. Dalam terjemahan itu, YHWH digantikan dengan KYRIOS. Kutipan dari Kitab PL terjemahan Yunani/Septuaginta menunjukkan bahwa mereka tidak mempertahankan nama YHWH.

(6) Tradisi org Yahudi yg tidak menyebut2 nama YHWH karena alasan2 tertentu baik dalam pembacaan alkitab, baik komunikasi sesama, baik dalam ibadat, baik dalam tulisan TIDAK DIPERMASALAH OLEH YESUS & PARA RASUL. ITS A NON ISSUES. Jadi YESUS dan para rasul tidak mempertahankan nama YHWH.

Poin 2: Frase "selamanya dan turun-menurun" dalam bahasa aslinya membawa maksud satu jangkamasa/tempoh yg lama tapi akan ada akhirnya" Cth, disebut hukum2 spt Sabat, spt perayaan2, spt makanan haram, spt upacara2 korban dll yg harus dilakukan 'untuk selamanya dan turun-menurun.' tapi berakhir apabila YESUS mengenapinya.

Cth,

Im. 3:17   Inilah suatu ketetapan untuk selamanya bagi kamu turun-temurun di segala tempat kediamanmu: janganlah sekali-kali kamu makan lemak dan darah."

Emang tidak bisa makan lemak bagi org percaya sekarang?

Bandingkan.

Kel 3:15 "Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: TUHAN, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun."

Nama YHWH diwahyukan/diberikan kepada kaum Israel dalam hubungan-Nya karya Allah untuk membebaskan umatnya dari belenggu perhambaan di tanah Mesir.

Inget, nama El (Allah) diwahyukan kepada Abraham, Ishak dan Yakub dalam konteks/berhubung dengan anak perjanjian.

Semoga menambahkan wawasan.

Salam hangat.
« Last Edit: June 02, 2010, 09:50:11 AM by CosmicBoy »
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
June 10, 2010, 10:25:59 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2025
  • Gender: Female
  • Pujilah YAHWEH, hai jiwaku. Haleluyah
  • Denominasi: Penyembah YHWH & Mesianik
Shalloom,
Saya setuju dengan Sdr.  Cosmic Boy,
YAHWEH adalah nama diri Tuhan yang disembah oleh Bapa Avraham, Yitskhaq dan Yaa'qov.
Ani YAHWEH hu sh'mi uk'voddi le'akher lo-etten ut'hillati lap'sillim.
Aku YAHWEH itu namaKu, dan Aku tidak akan memberikan kemuliaanKu kepada yang lain, dan pujianKu kepada patung (Yesaya 42:8).
YAHWEH adalah YESUS KRISTUS (YESHUA HAMASIAKH)
- YAHWEH dengan YESHUA itu satu; Ani we'haav Ekhad=Aku dan Bapa itu esa. (Yoh. 10:30)
- Membenci YAHWEH artinya sama dengan membenci YESHUA HAMASIAH; Hassne oti hu sne gam-et-avi=siapa yang membenci Aku, ia juga membenci BapaKu (Yoh. 15:23).

Wujud sebenarnya dari YAHWEH adalah Ruh ul Qudus; Jadi Yahweh adalah ROH KUDUS.
« Last Edit: June 10, 2010, 10:34:12 PM by endang123456789 »
Dan bangsa-bangsa itu akan mengetahui bahwa Akulah YAHWEH, demikianlah Firman Tuhan YAHWEH
June 11, 2010, 12:18:16 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3696
Ilah Selain Allahh ? : Koreksi Atas Ajaran Sesat Sekte Saksi-saksi Yehuwa
sesuai buku om Bambang Noorsena...

Mungkin masih terlalu pagi untuk mengatakan bahwa sekte saksi2 yuhuwa eksis di negara-negara Arab. Malahan kita heran, bahwa mereka memang sangat aktif dalam pekerjaan misi mereka.
Tetapi serentak dengan itu, kita juga tidak bisa mengentengkan mereka, karena kegigihan dakwah mereka, bahkan sampai menerbitkan buku-buku dan traktat mereka dalam bahasa Arab.
Saya mendengar sekte ini pertama disebut-sebut di negara-negara Arab, kira-kira terjadi pada awal tahun 1998 ketika saya mengunjungi Mesir sebagai pemandu rohani Ziarah ke Mesir, Syria dan Palestina. Pada waktu itu, saya menemukan buku polemikus Islam, Ahmad Deedat, dalam bahasa Arab yang berjudul : Atadu Al-Jihad

Buku ini menyerang otentisitas Alkitab, dengan menunjukkan ratusan kontradiksi ayat-ayat yang berbeda. Untik itu, Deedat mengkonfrontasikan terjemahan Alkitab resmi Kristen/ Katolik dengan terjemahan Alkitab oleh Saksi-saksi Yehuwa. Baru beberapa waktu lalu, saya mendapatkan Perjanjian Baru versi sekte yang menyangkal neraka ini dalam bahasa Arab yang berjudul al-Kitab al-Muqaddas : al-Asfar al-Yunaniyyat al_Masihiyyat Tarjamat al-alam al-jadid. Terjemahan saksi-saksi yehuwa dalam artikel ini, selanjutnya disingkat TAJ (Tarjamat al=alam al-jadid), Sebagaimana dalam bahasa inggris biasanya disingkat NW (New World Translation of The Holy Sciptures)


"Siapakah Nama-Nya?": Saksi-saksi Yehuwa dan Ahmad Deedat

Sesuai dengan nama yang diklaim pendiri Saksi-saksi Yehuwa, mereka merasa mengembalikan Nama Ilahi yang dilupakan oleh Gereja-Nya selama kurang lebih 19 abad, persisnya sejak berdirinya kelompok sempalan ini. Karena itu apa yang disebut mereka sebagai "Alkitab Dunia Baru", sebenarnya hasil "bajakan" terjemahan-terjemahan Alkitab yang sebelumnya beredar, kecuali ayat-ayat tertentu yang direkayasa untuk kepentingan ajaran mereka plus "nama ilahi" dalam bahasa Obrani Yehuwa (YHWH, pembacaan yang mendekati kebenaran, sebagaimana yang diusulkan para pakar Perjanjian Lama, Yahwe)

Anehnya, mereka yang memperkenalkan terbitan Perjanjian Baru mereka sebagai "Kitan-kitab Yunani Kristen" (arab : al-Asfar al-Yunaniyyat al-Masihiyyat), -- yang dalam teks aslinya tidak dipertahankan nama ilahi itu, bahkan oleh rasul-rasul Kristen sendiri, -- justru menambahkan nama Ibrani itu kedalam terbitan mereka. Untik itu mereka mengelabui para pembacanya dengan menampilkan manuskrip-manuskrip Yunani dengan "nama ilahi" Yehuwa itu yang ditulis dalam bahasa Ibrani.

Tapi agaknya itu merupakan rekayasa mereka, karena antara teks Yunani dan "tetagrammation" (empat huruf suci, YHWH atau Yahwe) yang disisipkannya, ukuran besar hurufnya berbeda. Jadi, peneliti manuskrip yang bertanggungjawab tidak pernah membuktikan otentisitas teks yang mereka tampilkan, kecuali menderetkan kutipan-kutipan bapa-bapa gereja, yang itu pun masih membuka kemungkinan berbagai interpretasi.

Kutipan sabda Yesus mengenai "Hukum mana yang terutama" di bawah ini, mencontohkan bagaimana mereka memaksakan pencantuman "nama ilahi" itu :

"Isma Ya Israil Yahuwa ilahuna Yahuwa wahid Artinya : Dengarlah wahai Israel, Yehuwa adalah sembahan kita, Yehuwa itu Esa" (Markus 12:29 TAJ)

itulah salah satu ajaran saksi-saksi Yehuwa, yang minimal memotivasi polemikus Muslim asal Afrika, Ahmed Deedat. "Keliatahannya", tulisan Deedat dalam bukunya yang diterbitkan di Kairo, Allahu fi al-Yahudiyyati wa al-Masihiyyati wa al-Islam, "mereka menjadi ahli dalam soal kata yang satu ini, dan malahan menjadikannya sebagai agama. Meskipun Deedat tidak tertarik dengan "agama baru" ini, ia termotivasi dengan kegigihan dan metode dakwah kelompok ini, yang begitu sistematis dan terorganisir, baik kepada orang Kristen maupun Muslim.

"mereka keluar masuk dari satu pintu rumah ke pintu rumah yang lain, sambil bertanya : Siapa Nama-Nya?", tulis Deedat pula. "Orang Kristen yang bersahaja akan menjawab :Allah. Mereka menyalahkan jawaban ini, sebab menurut mereka Allah itu bukan nama, tetapi Ia yang dituju melalui ibadah. Lalu siapa nama-Nya?, kejar mereka. "Sang Bapa", jawaban Kristen awam tersebut, Bukan, "Sang Bapa" itu bukan nama. Lalu mereka membantu menjelaskan, bahwa nama Allah itu adalah Yehuwa"

Sayangnya, dan itulah kelemahan polemikus di agama apapun juga, yang sulit memandang dengan mata objektif-- Deedat tidak memberikan alternatif historis mengenai kesimpangsiuran "nama ilahi" itu, tetapi ia malahan menggelar lelucon yang sama-sama menggelikan. Menurut Deedat, justru Nama-Nya adalah Allah. Alasannya, Yehuwa kalo ditulis dalam bahasa Arab Yahuwa (artinya : Ya Huwa, "Wahai Dia")
"Lalu siapakah Hua (Dia) itu sebenarnya?", tanya Deedat yang mengekor saksi-saksi Yehuwa. Jawabnya, Deedad lalu mengutip al-Qura'an: Qul Huwa I-Lahu ahad. Artinya: "Katakanlah, Huwa (Dia) adalah Allah, Yang Esa" (Q.s. al-Ikhlash/112:1)

Jelaslah, argumentasi kocak ini sama sekali tidak didukung oleh keahlian dalam perbandingan bahasa (filologi), khususnya keserumpunan bahasa-bahasa semitis yang lazim dipakai oleh bangsa2 di Timur Tengah. memang benar, ungkapanArab Huwa I-Lah itu sejajar dengan Huwa Eloh, Huwa ELOHIM. Meskipun harus dikatakan pula, bahwa dalam bahasa Ibrani hw yang di terjemahkan "Dia" mestinya hanya dibaca Hu. cf. Yahweh, Hu ha ELOHIM, "Yahweh Dialah Allah". Dan memang benar pula, bahwa nama Yahwe berhubungan dengan kata ganti "Dia" (Huwa). menurut sumber Yahudi, nama ilahi itu berkaitan dengan pernyataan diri Allah kepada Nabi Musa di Gunung Sinai : Ehyeh asyer ehyeh. "Aku ada Yang Aku ada" (kel 3:14).

Karena Allah sendiri yang mengucapkan firman itu, maka dipakai kata ganti diri pertama: "Aku Yang selalu Ada, Mahaada" (ehyeh). Tetapi, kalau umat yang memanggil Allah, maka mereka menyapa-Nya dengan: "Doa Uamh se;a;i Ada, Dia Mahaada" (YHWH, Yahwe). Karena itu, menurut doa Yahudi Adon ha 'olam (Tuhan Yang Mahakekal), nama olahi itu bahasa Ibrani berarti : "Dia yang sudah Ada (hayah), Dia Yang Ada (howeh), dan Yang akan Ada (yihyeh)", dan Kekuasaan-Nya kekal selama-lamanya.

Jadi, sama sekali tidak benar, kalau aksara Ya dalam bahasa Ibrani itu adalah ungkapan Ya (wahai) dalam bahasa Arab. Apalagi menduga bahwa ungkapan asli dari "nama itu" sebagai sapaan Ya Huwa (Wahai Dia) tersebut hilang gara-gara kesukaan orang Barat untuk membaca setiap aksara "Y" menjadi "J" (seperti : Yeshua'a-Jeshua, Yasu'a-Jesus, dan sebagainya).
Sebab meskipun, nama-nama itu dilafalkan berbeda dalam bahasa2 Barat (dan itu juga terjadi dalam terjemahan al-Qur'an dalam bahasa Inggris, misalnya menerjemahkan : Yahya-John, Yunus-Jonah, dan sebagainya), tetapi teks asli Alkitab dalam bahasa Ibrani tetap mempertahankan huruf Y dan bukan J seperti dikatakan Deedat.

Hal ini perlu di maklumi, karena memang Deedat "buta huruf" dalam bahasa Ibrani, malahan seperti tampak dari tulisan-tulisannya ia hanya berputar-putar dari satu terjemahan ke terjemahan yang lain dalam bahasa Inggris, bahkan bahasa suku Zulu di Afrika Selatan, yang salam sekali tidak ada relevansinya dengan studi biblikal, dikutip-kutip pula.

Itulah sebabnya Saksi-saksi Yehuwa, yang "sama-sama tidak cerdas" itu dijadinnya rujukan sejauh hal ini menguntungkan tujuan polemiknya. Tetapi banyak ahli dari kalangan Muslim justru malu dengan penerbitan ceroboh sepertin ini, sebagaimana dari kalangan "kaum penginjil Kristen tertentu" yang juga acapkali mengembangkan pemikiran yang salam sekali salah terhadap Islam.

Bersambung...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)