Author Topic: Gereja Lokal di Indonesia (Lord's Recovery Church)  (Read 8999 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 07, 2017, 01:04:04 PM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
TERSAMBUNG

Jadi, sependek yang kutang-kap, kalian (@ekonomi dkk) percaya bahwa ajaran Yesus Kristus hanya yang terdapat dalam Alkitab (satu-satunya), ya? Boleh tahu, dari kitab mana ayat berapa kepercayaan seperti itu kalian bangun? Sependek yang @Cinta Bhinnekaa ketahui, seperti yang telah dikemukakan di atas, Alkitab itu sendiri memuat informasi bahwa belum semua tanda yang dilakukan Yesus di catat di sana, dan masih banyak yang harus dikatakan kepada rasul namun rasul belum sanggup menanggungnya. Rasul diperintah mengajarkan segala sesuatu (termasuk tanda yang belum dicatat dalam Alkitab) yang diperintahkan Yesus, dan rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Quote
Maksud saya, kepemimpinan dalam gereja ialah berdasar pada ajaran para rasul. Maksudnya, ke-penatua-an seorang anggota jemaat, diperoleh dengan pemilihan? Dari sekian banyak anggota jemaat yang dipandang layak dijadikan penatua, dipilih sebanyak yang diperlukan. Begitu? Demokratis bangat, ya? Seperti pemilihan ketua RT atau organisasi apa, gitu?
@Cinta Bhinnekaa, dalam penentuan kepenatuan dalam gereja lokal pertama-tama dilakukan oleh saudara-saudara yang diutus Tuhan untuk membangun gereja lokal ataupun yang belum ada penatuanya. Setelah itu, apabila diperlukan lebih banyak penatua dilakukan dalam persekutuan para penatua di lokal tersebut. Mungkin juga ada saudara-saudara dari lokal lain yang berkunjung dan merasa perlunya pengangkatan penatua yang lain. Walau untuk hal ini saya kurang tahu karena saya bukan seorang penatua, tetapi setahu saya bukan dengan pemilu yang Anda maksudkan.
Menarik.
Idealnya, dalam pemahaman @Cinta Bhinnekaa, jika benar seperti yang bergaris bawah itu, maka, pembentukan suatu gereja lokal akan terdokumentasi, dong? Atau, pemahaman (kelengkapan dokumentasi) seperti itu kurang tepat?
Jika ada dokumentasi pada tiap pendirian gerejalokal, berarti, tugas ke-penatua-an di suatu gerejalokal akan dapat ditelusuri dong? Sejak kapan gerejalokal tersebut mulai berdiri, dan siapa saja yang pernah terpilih menjadi penatua di situ, bertugas dari tahun berapa sampai ke tahun berapa. Idealnya, begitu, bukan?

Sebentar, @ekonomi.
Tentang kepenatuaan ini, apakah @ekonomi hendak menyampaikan bahwa @ekonomi tidak mengetahui secara jelas tatacara pelaksanaannya di gerejalokal tempatmu beribadat? Dengan kata lain, @ekonomi percaya dan beraktivitas ibadat pada suatu gerejalokal yang tidak @ekonomi ketahui?
Lalu, sependek penangkapan @Cinta Bhinnekaa dari tulisanmu yang kumerahkan itu, apakah @ekonomi hendak mengatakan bahwa dimungkinkan ada suatu gerejalokal yang belum ada pemimpin atau penatua atau administratur di gerejalokal tersebut?

Quote
Quote
Yang kutang-kap dari Cara hidup jemaat yang pertama (KPR 2:41-47) berdasarkan ayat 4, Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa, tertangkap, bahwa rasul-rasul langsung mengajar kumpulan jemaat, bukan memilih seorang atau beberapa orang dari jemaat yang ada. Bahwa rasul juga mengajar jemaat secara lisan. Bukan dengan bahan tertulis saja.
Tentu saja pada saat tersebut pengajaran dilakukan secara lisan karena Perjanjian Baru belum selesai dituliskan. Namun, setiap pengajaran lisan tersebut, tetap memiliki dasar dari Kitab Suci yang pada waktu itu ialah Perjanjian Lama.
Pada tahap awal pendirian gereja, para rasul mengajar langsung kumpulan jemaat. Tetapi pada berikutnya, ada pengajar-pengajar lain. Dari surat-surat kiriman Paulus, kita tahu bahwa ada orang-orang yang secara waktu seharusnya sudah menjadi pengajar-pengajar (bukan karena Paulus tinggal disana dan mengajar mereka). Hal ini berarti sesuai dengan pertumbuhan para pengajar tersebut.
Menarik.
Apakah Perjanian Lama yang @ekonomi maksudkan itu ialah kitab para nabi?
Kalo meurut Mat 5:17, Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Kutang-kap, Mat 5:17 itu menyatakan bahwa hukum Taurat dan kitab para nabi sudah digenapi oleh Yesus Kristus. Hal-hal yang termuat dalam Perjanjian Lama merupakan bayangan dari Yang akan datang, yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian, setelah Yesus Kristus datang, maka, idealnya, bayang-bayang itu sudah tidak penting. Yang penting adalah Yesus Kristus sendiri.

BERSAMBUNG
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
March 07, 2017, 01:04:33 PM
Reply #101
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
TERSAMBUNG

Tentang yang blau, apakah @ekonomi hendak menyatakan bahwa setelah Perjanjian Baru selesai ditulis, maka dasar pengajaran Kristiani cukup hanya berdasarkan pada Perjanjian Baru? Atau, berdasar Perjanjian lama dan Perjanjian Baru?
Bagaimana pemahaman @ekonomi mengenai Yoh 16:12 dan Yoh 20:30?
Kalo berdasarkan 2 Tes 2:15, jemaat dihimbau untuk memegang ajaran, baik yang diajarkan lisan maupun yang diajarkan tertulis. Bukan hanya yang tercatat dalam Perjanjian Baru saja. Bahkan, Yoh 16:12 dan Yoh 20:30 itu tercatat dalam Perjanjian Baru, yang menyatakan bahwa belum semua tanda yang dibuat Yesus tercatat dalam Alkitab. Jika ayat Alkitab menyatakan bahwa belum semua tanda dicatat, dan bila @ekonomi mendasarkan kepercayaan pada yang tertulis (Alkitab) saja, maka pemahaman @ekonomi dkk didasarkan pada yang belum tercatat juga, dong?

Quote
Juga dari Cara hidup jemaat (KPR  4:32-37), kutang-kap, jemaat senantiasa dipimpin rasul dan bukan jemaat memilih seorang atau beberapa orang dari antara jemaat untuk dijadikan pemimpin.
Nah, jika Gereja Lokal yang @ekonomi dkk maksudkan itu mengangkat sendiri penatua atau pemimpin atau apalah istilahnya di komunitas tersebut, berdasar apa pelaksanaan prosesi seperti itu?[/quote]Kata penatua pertama kali ditemukan pada KPR 11, lalu dilanjutkan pada KPR 14. Para rasul merupakan orang yang pertama-tama menetapkan penatua-penatua di sebuah lokalitas. Lalu dalam pelaksanaannya hari ini, saudara-saudara yang lebih matang saling bersekutu untuk mencari pimpinan Tuhan mengenai penetapan penatua dalam satu lokal.[/quote]Maksud pos @Cinta Bhinneka pada poin itu, bukan untuk mencari sejarah penggunaan istilah penatua, melainkan untuk menunjukkan bahwa pemimpin suatu komunitas, adalah rasul. Penatua mengambil komando pimpinaan pada saat rasul tidak bersama komunitas.
KPR 11:30 Hal itu mereka lakukan juga dan mereka mengirimkannya kepada penatua-penatua dengan perantaraan Barnabas dan Saulus. Pada ayat itu, belum jelas siapa yang mengangkat penatua. Tetapi pada KPR 14;23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka, nyatalah bahwa penatua dipilih oleh rasul. Dengan demikian kutang-kap, walaupun pelaksanaan peribadatan dipimpin oleh penatua, tetapi peribadatan itu sesungguhnya dipimpin oleh rasul.

Quote
Quote
Kayaknya, sudah ada topik mengenai Petrus "dimarahi" Paulus. Paling sedikit, terlintas di ingatan @Cinta Bhinnekaa, sudah ada topik yang membahas Bahwa di surat Galatia itu.  Paulus menceritakan kepada jemaat Galatia bahwa Paulus pernah berterang-terang menentang Petrus karena Petrus salah. Suatu sikap yang 'hebat', menceritakan 'kehebatan'-nya bisa melihat kesalahan orang lain(Petrus), kepada orang yang tidak tahu-menahu(jemaat Galatia).
Mungkin saya belum aktif saat itu atau memang concern saya ialah untuk menjelaskan gereja lokal kepada members yang belum menerima kami sebagai saudara atau masih menganggap kami sesat.
Bagi saya ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari kisah ini:
1.   Petrus takut kepada orang-orang dari golongan Yakobus.
2.   Saat itu, Petrus menjadi pemimpin orang-orang golongan Petrus, tetapi tidak menjadi pemimpin bagi orang-orang golongan Yakobus ataupun Paulus sendiri.
3.   Kepemimpinan dalam gereja lebih bersifat dinamis bukan terpaku pada 1 orang, tetapi pada sekelompok orang.
Bukan berarti saya merendahkan Petrus, mohon pahami tulisan saya sebagaimana saya maksud ya.
Kupikir,  apapun latar pikir @ekonomi, merdeka saja.
Menurut yang kutang-kap, sampai sejauh ini, belum kutemukan landasan pikiran yang mantap agar menerima gereja lokal yang ujug-ujug berdiri tanpa penetapan dari penerus rasul.

BERSAMBUNG
« Last Edit: March 07, 2017, 01:16:33 PM by Cinta Bhinnekaa »
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
March 07, 2017, 01:04:59 PM
Reply #102
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
TERSAMBUNG

Tentang pointer itu:
1.   Pada peristiwa itu, belum tentu Petrus bergerak karena takut kepada orang-orang dari golongan Yakobus. Hanya saja, bergeraknya Petrus meninggalkan tempat duduknya, berketepatan dengan datangnya golongan Yakobus. Tidak jelas, apakah ada korelasi antara kedatangan golongan Yakobus dengan bergeraknya Petrus meninggalakan tempat duduknya.
“Takut”, hanya istilah yang digunakan Paulus menceritakan kisah itu kepada jemaat Galatia. Dan, bagi pemahaman @Cinta Binnekaa, hal itu cukup aneh. Peristiwanya sudah berlalu, kemudian Paulus menceritakannya kepada jemaat Galatia, tanpa ada saksi untuk menguatkan atau menyanggah cerita Paulus. Terkesan, Paulus ingin mengemukakan ‘kelemahan’ Petrus, dan menunjukkan bahwa diri Paulus ‘lebih hebat’ daripada Petrus.
2.   Yang pasti, ketika di tengah para rasul yang tersisa 11 orang, saat sarapan pagi, Yesus mengatakan kepada Petrus didengar oleh rasul lain, “Gebalakanlah domba-domba-Ku.” (Yoh 21:15-17). Kupikir, domba Kristus itu bukan golongan Yakobus ataupun golongan Paulus saja.
3.   Setuju.
Maka, kepemimpinan di berbagai kumpulan jemaat Kristus, dilaksanakan oleh orang yang bukan Petrus sendiri, tetapi itu tidak menihilkan perintah Yesus agar Petrus menggembalakan domba Kristus. Para rasul menetapkan penatua di tiap jemaat.

Tentang @ekonomi hendak merendahkan siapapun, bukan urusan @Cinta Bhinnekaa. Segala yang dipikirkan dan dikatakan serta dilakukan seseorang, menjadi tanggung jawab masing-masing.

Kutang-kap, Yesus mendirikan jemaat-Nya hanya satu kali. Tidak ada gereja lokal. Jemaat Kristus hanya satu. Arti yang terkandung dalam Yoh 10:16 Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala, bahwa semua domba Kristus adalah satu kawanan satu gembala, di mana tugas menggembalakan domba Kristus diberikan kepada Petrus.

Quote
Tentang pengambilan keputusan di Konsili Yerusalem, berkenankah @ekonomi menunjukkan dasar pikiran @ekonomi menyatakan bahwa pengambil keputusan di sana adalah Yakobus? Yang kutang-kap, Yakobus adalah pembicara penutup (KPR 15:13-21), namun pengambil keputusan adalah Petrus (KPR 15:7).
Mengenai pengambilan keputusan. Kalau Petrus ialah pengambil keputusan maka seharusnya konsili di Yerusalem itu tidak perlu dilakukan dan pertukaran pikiran di ayat 7 tidak perlu dilakukan karena Petrus-lah yang pertama kali membuka gerbang kepada orang-orang non-Yahudi.
Saya meilhat perkataan Petrus di ayat 7 ialah pendapatnya sebagai orang yang telah “supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.” Lalu bila ayat 7 ini merupakan keputusan maka seharusnya Paulus dan Barnabas tidak perlu melanjutkan kesaksian mereka pada ayat 12.
Pada ayat 19, Yakobus mengatakan “sebab itu aku berpendapat”. Apabila ini adalah “hanya perkataan penutup” maka seharusnya Yakobus mengatakan “sebagaimana yang ditetapkan oleh Petrus”. Hal ini diteguhkan bahwa dengan hal-hal yang dilarang dalam kesimpulan tidak dikatakan oleh siapapun kecuali Yakobus.
Ya sudah. Jika menurut pemahaman @ekonomi seperti itu.
Yang kutang-kap, secara substansi, apa yang disampaikan oleh Yakobus menutup sidang (konsili) itu, tidak berbeda dengan apa yang telah disampaikan Petrus. Kutang-kap, Petrus mengatakan secara umum, dan Yakobus menyatakannya lebih teknis.
Ketua jemaat Yerusalem adalah Yakobus, maka adalah layak jika selaku Tuan Rumah di mana sidang (konsili) itu diadakan, ketua setempat menutup sidang.

BERSAMBUNG
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
March 07, 2017, 01:05:19 PM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1425
  • Gender: Male
TERSAMBUNG

Quote
Quote
Tentang ajaran para rasul, dan dijadikan bahan ajar di Gereja Lokal, ajaran rasul yang mana itu gerangan? Hanya yang tercatat dalam Alkitabkah?
Jika "Ya", mengapa Paulus menghimbau agar jemaat berpegang teguh pada ajaran rasul baik lisan maupun tertulis? (2 Tes 2:15 malah lebih dahulu menuliskan lisan baru kemudian tertulis). Kupikir, berdasar 2 Tes 2:15 itu, maka jemaat dihimbau untuk memegang ajaran rasul baik yang diajarkan lisan, maupun yang diajarkan tertulis.
Bagi kami Alkitab ialah wahyu mengenai Allah yang lengkap. Pemilihan surat-surat dalam Alkitab diinspirasi oleh Allah terlihat dari surat-surat yang memang menjadi penggangan bagi gereja-gereja selama beberapa ratus tahun. Secara nyata kita juga melihat adanya tulisan Paulus yang tidak dimasukan dalam Alkitab. Bagi kami, ini memperlihatkan otoritas Allah dalam penentuan Kitab Suci bagi orang Kristen. Apabila Alkitab tidak lengkap, apakah berarti Allah memberikan sesuatu yang kurang kepada umat pilihanNya?
Pengajaran Paulus mengenai lisan jelass diperlukan. Hal ini mengacu kepada pengajarannya selama dia bersama jemaat di Tesalonika. Melalui pengaturan Tuhan, hal-hal yang diperlukan untuk diberikan pada kita hari ini (termasuk apa yang diajarkan secara lisan bagi jemaat Tesalonika) tercantum dalam kitab-kitab lain dalam Perjanjian Baru.
Oh, ya sudah.
Bila ada tercatat di ayat Alkitab bahwa masih banyak tanda yang dilakukan Yesus di depan mata murid-Nya belum dicatat, dan ada tercatat di ayat Alkitab bahwa Yesus belum mengatakan segala sesuatu yang harus dikatakan-Nya karena rasul belum sanggup menanggung, itu semua @ekonomi dkk pandang sebagai sudah lengkap, nggak masalah bagi @Cinta Bhinnekaa.

Kutang-kap, Tuhan memberikan sesuatu yang kurang lengkap bagi umat-Nya. Kelengkapannya akan disampaikan melalui penyertaan kepada rasul yang dilakukan senantiasa sampai kepada akhir zaman.

2Tes 2:15 Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis. Paulus yang biasa menulis “aku”, pada ayat ini menulis “kami”. Kutang-kap, yang dimaksudkan, melalui tulisan Paulus, Tuhan menyatakan bahwa jemaat Kristus dihimbau memegang teguh ajaran bukan hanya yang diajarkan oleh Paulus, tetapi juga yang diajarkan oleh semua rasul dan penerusnya dan orang yang ditetapkan oleh rasul.

Salam olahraga.
Coba tebak, avatarku sedang sakit gigi atau menyeringai?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)