Author Topic: Dualisme sakral dan sekular  (Read 1493 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 19, 2017, 08:36:31 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3221
Apakah anda merasa sudah benar sendiri?

Seperti yang saya katakan, setiap gereja punya ladangnya masing-masing dan kepada mereka dipercayakan bagian mereka masing-masing. Apa urusan kamu menyatakan keliru atau tidak keliru bagian pekerjaan orang lain? Apakah karena terlalu menganggur sehingga pekerjaan orang lain dihakimi juga.

Baca ulang tanggapan saya sebelumnya. Tidak ada yang disebut benar atau salah, masing-masing punya porsinya sendiri-sendiri dalam menyikami dunia sekuler. Alkitab saja diterjemahkan dalam range terjemahan yang berbeda-beda karena tidak semua orang sama. Apa jadinya jika kita hanya punya terjemahan interlinier saja?

Apa yang hendak anda diskusikan adalah tentang peran gereja di masyarakat dan itu tidak sama kadarnya masing-masing walau dasarnya sama.

Semua orang tentunya merasa pendapatnya sudah benar kalau tidak ngapain berdiskusi disini kalau tidak punya pendapat sendiri,kecuali kalau anda bisa menunjukkan apa yang salah dari pendapat saya.

Namun suatu pemisahan yang total adalah hal tidak mungkin dilakukan. Gereja bisa saja bukan berasal dari dunia, tetapi ia masih berada di dalam dunia, karena itu ia secara tak terelakkan harus menggunakan bahasa dan struktur pikiran budaya dunia. Dan anggota gereja, pada tingkatan tertentu, secara tak terelakkan harus terlibat dalam kehidupan sosial dan ekonomi, apakah mereka mau melibatkan diri dalam kehidupan politiknya atau pun tidak.

Orang Kristen dipanggil bukan untuk menarik diri dari keduniawian, sebaliknya berusaha menembus yang “sekular” dalam semua levelnya dengan perspektif Kristen.

Kekristenan tidak membebaskan kita dari mandat ciptaan dengan semua tanggungjawab budaya dan sekularnya,tetapi membawa kita kembali kepada tanggungjawab ini dengan perspektif dan anugerah yang disediakan dalam Yesus Kristus.

Tidak boleh ada dikotomi antara sakral dan sekular dalam kehidupan Kristen,segala sesuatu yang kita lakukan menjadi sakral ketika itu dilakukan bagi kemuliaan Allah.

Apapun yang memberikan kontribusi bagi pembentukan seseorang yang bertahan selama-lamanya mempunyai nilai yang kekal. Itulah sebabnya kita harus memikirkan lebih banyak dari yang biasa kita pikirkan.

Itulah pendapat saya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)