Author Topic: Agama (Kristen) Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan?  (Read 2147 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 07, 2010, 11:24:51 AM
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1657
  • Gender: Male
  • I'hv such Crazy to You,Jesus...... U'r my Idol...!
    • Tempat Nongkrong AnakMuda! Kristen
Apa penyebab adanya pertentangan Ilmu pengetahuan dengan Agama?

qu ingin juga menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh tmen qu, tentang teori evolusi dan tanggapan agama terhadap teori tersebut. Jelas, hal ini mengindikatorkan adanya pertentangan antara agama dengan ilmu pengetahuan (walaupun hanya sedikit) contoh lainnya adalah dihuhum matinya Socrates dan Galileo Galilei karena dianggap menentang agama dengan teori-teorinya. Sebenarnya, apa penyebab dari pertentangan tersebut?
1 TIMOTHY 4:12 "Don't let anyone look down on you because you are AnakMuda!, but set an example for the believers in speech, in life, in  love, in faith and in purity"
July 07, 2010, 11:26:48 AM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 1657
  • Gender: Male
  • I'hv such Crazy to You,Jesus...... U'r my Idol...!
    • Tempat Nongkrong AnakMuda! Kristen
1 TIMOTHY 4:12 "Don't let anyone look down on you because you are AnakMuda!, but set an example for the believers in speech, in life, in  love, in faith and in purity"
July 07, 2010, 11:45:04 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 645
  • † dalam nama Bapa ,Putra dan ROH KUDUS amin
  • Denominasi: Katolik
kalau setahu saya sih , saat itu ( zaman pertengahan ) pimpinan AGAMA dan NEGARA dijadikan satu atau dicampur aduk kan atau Pengaruh Pimpinan Agama terlalu masuk kedalam duniawi / kebendaan . Seorang Raja / Kaisar baru syah kalau di mahkotai oleh seorang Uskup dsb nya .
Pusat keilmuan juga masih disekitar gereja / biara . kepustakaan yang resmi adalah kepustakaan milik gereja ( notabene Katolik -sekaligus saya mau pengakuan dosa)
Masih maraknya Ilmu Sihir / Tahayul ( ingat setting dongeng Harry Potter ?), dan ALKITAB DIANGGAP / DIBACA SEBAGAI BUKU ILMU PENGETAHUAN .
buku yang lain harus dibakar karena dianggap buku sihir . ALKITAB menuliskan yang saat itu ditafsirkan bahwa BUMI DATAR dan pusat alam semesta ( GEOSENTRIS ) . dan ALKITAB ADALAH OTORITAS ABSOLUT . jadi yang bertentangan dianggap AHLI SIHIR .
tetapi koreksi ekstrem atas hal ini memunculkan paham SEKULAR. memisahkan 100% agama dan ilmu pengetahuan . di Eropa muncul zaman PENCERAHAN / AUFKLARUNG/RENEISANCE. dimana semua karya seni dan ilmu pengetahuan tidak lagi berpusat di gereja . sebelum itu karya seni berpusat di gereja ingat karya MICHAEANGELO di kapel CISTINE ? dan karya LEONARDI DA VINCI ( peralihan antara keagamaan dan ilmu pengetahuan ) , DA VINCI adalah seorang ARTIS sekaligus SCIENTIST dan seorang RELIGIUS pula ( ingat karya nya yang berjudul - THE LAST SUPPER - ) yang kemudian di bikin fiksi sama Dan Brown .

kalau dibidang seni terkenal istilah : L'ART POUR L'ART ( seni untuk seni ) sebelumnya " seni untuk Tuhan "
di bidang biologi terkenal dalil  : OMNE VIVO EX OVUM , OMNE OVUM EX VIVO
semua kehidupan berasal dari kehidupan pula ( smua hidup dari telur , semua telur dari hidup ) , mulai dipertanyakan teori penciptaan , dan mulai berkembang teori evolusi

salah satu hasil (dari gerakan Aufklarung ) ini CRISTOFORUS COLUMBUS berani menjelajah samudra dan menemukan benua Amerika karena yakin bahwa BUMI BUNDAR SEPERTI JERUK  ;D

pada jaman AUFKLARUNG / PENCERAHAN/RENEISANCE : RASIO / ILMU PENGETAHUAN menjadi NOMOR SATU - > muncullah REVOLUSI INDUSTRI dan perkembangan ilmu dan kemajuan yang luarbiasa Di Eropa TAPI KOSONG JIWA / FAITH ( IMAN )


 
« Last Edit: July 07, 2010, 02:45:15 PM by wahyufredy01 »
JIKA ADA YANG MEMBUKTIKAN KEPADAKU BAHWA AJARAN YESUS ITU SALAH , AKU TETAP MAU PERCAYA DAN IKUT YESUS
July 07, 2010, 01:05:54 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Yang salah kan manusia yang mengartikan Firman Tuhan bukan Firman Tuhannya....^0^

Siapa yang mengatakan bahwa ilmu pengetahuan bertentangan dengan Firman Tuhan? Hanya saja ilmu pengetahuan sekarang belum mampu menyelidiki dan membuktikan kebenaran Firman Tuhan saja.....^-^

Contoh kasus Galileo, orang dulu menyangka bahwa bumi datar dan benda2 langit seperti bulan dan matahari yang mengelilingi bumi.

Namun Alkitab sudah mengatakan bahwa bumi adalah bulat, tanpa mereka sadari....^-^

Yesaya  40
40:22 Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!

Salam
July 07, 2010, 03:20:07 PM
Reply #4
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2959
  • Gender: Male
  • Teologi Kaum Awam
    • Teologi Kaum Awam
Apa penyebab adanya pertentangan Ilmu pengetahuan dengan Agama?

qu ingin juga menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh tmen qu, tentang teori evolusi dan tanggapan agama terhadap teori tersebut. Jelas, hal ini mengindikatorkan adanya pertentangan antara agama dengan ilmu pengetahuan (walaupun hanya sedikit) contoh lainnya adalah dihuhum matinya Socrates dan Galileo Galilei karena dianggap menentang agama dengan teori-teorinya. Sebenarnya, apa penyebab dari pertentangan tersebut?

Ilmu dan agama tidak saling bertentangan.. mereka yang mempertentangan bukanlah orang yang berilmu dan beriman...

Kasus kasus yang dipertentangkan tidak menjadikan agama bertentangan dengan ilmu... hal itu menunjukkan keberilmuan dan keberimanan orang tidak seperti yang mereka pikirkan..
« Last Edit: July 07, 2010, 03:25:56 PM by Satya »
Hidup sudah susah... jangan dibikin lebih susah.. lihat senyumnya...

http://teologikaumawam.blogspot.com/
July 07, 2010, 03:46:38 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 511
  • Gender: Male
  • ????
Agama tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan.
Tapi agama merupakah dasar bagi segala ilmu pengetahuan.
FirmanMU, Pelita Bagi Kakiku & Terang Bagi Jalanku.
July 07, 2010, 06:56:05 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3136
Mungkin tepatnya engga bertentangan, namun iman Kristen melebihi ilmu pengetahuan. Nah karena lebih gitu, jadinya orang ngeliat bertentangan gitu.. :coolsmiley:
mau mau, engga engga, jangan mau yang engga engga
July 08, 2010, 01:58:31 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 645
  • † dalam nama Bapa ,Putra dan ROH KUDUS amin
  • Denominasi: Katolik
Agama ( Kitab Suci ) dicampur adukkan dengan Ilmu Pengetahuan seperti jaman pertengahan itu sebaiknya jangan dilakukan lagi, kalau Agama (Kitab Suci ) menerangi / membimbing Ilmu Pengetahuan agar manusia modern tidak menjadi Tuhan dan Ilmu Pengetahuan menjadi Tuhan  , SEHINGGA DAPAT MENENTUKAN APA YANG BAIK DAN YANG JAHAT bagi dirinya sendiri .

kej 3:5
tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

ini sudah salah ..

tetapi jika membimbing bahwa abortus itu = pembunuhan , clonning itu tidak bermoral dst nya . itu justru saya setuju
JIKA ADA YANG MEMBUKTIKAN KEPADAKU BAHWA AJARAN YESUS ITU SALAH , AKU TETAP MAU PERCAYA DAN IKUT YESUS
July 08, 2010, 02:57:10 PM
Reply #8
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 857
  • Gender: Male
@wahyufredy
setuju dgn pemahaman Anda.. :afro:
agama/iman harusnya membimbing iptek. Makanya, biarlah pengalaman kelam di masa lalu tsb tdk terulang lagi pd masa skrg.

Kemudian, dalam awal thread kamu menulis ttg pertanyaan yg diajukan teman dan tentang teori evolusi dan tanggapan agama terhadap teori tersebut.

Berikut tanggapan saya berkaitan dgn teori evolusi vs agama/iman

Teori evolusi yang dipopulerkan oleh Charles Robert Darwin (1809-1882) telah memicu salah satu debat paling kontroversial mengenai asal-usul manusia. Bukunya yang berjudul The Origin of Species dan  The descendant of man mengatakan bahwa spesies pada dasarnya memiliki fertilitas yang sangat tinggi. Jumlah keturunan yang dilahirkan lebih banyak dari keturunan yang bisa mencapai usia dewasa. Populasi kira-kira tetap berjumlah sama, dengan sedikit perubahan. Sumber makanan adalah terbatas, tetapi relatif stabil dalam jangka waktu lama, oleh karena itu terjadi perjuangan secara implisit untuk bertahan hidup.

Pada spesies yang melakukan reproduksi secara seksual, biasanya tidak ada dua individu yang identik. Beberapa variasi dalam spesies secara langsung mempengaruhi kemampuan individu untuk bertahan dalam kondisi alam tertentu. Sebagian besar dari variasi ini bersifat turunan. Individu yang kurang sesuai dengan lingkungan tempat tinggalnya memiliki kemungkinan bertahan hidup yang lebih kecil dan kemungkinan akan lebih banyak melakukan reproduksi.

Individu yang selamat kemungkinan besar akan menurunkan ciri-ciri yang dimilikinya kepada generasi berikutnya. Proses yang menyebabkan perubahan ini menghasilkan populasi yang perlahan-lahan bisa beradaptasi dengan lingkungan, dan pada akhirnya, setelah berlangsung secara terus-menerus akan terbentuk keragaman yang baru, dan akhirnya spesies baru. Dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut teori Darwin spesies yang ada sekarang adalah keturunan dari spesies-spesies sebelumnya. Dan, seleksi alam sangat menentukan berlangsungnya mekanisme evolusi.


Iman VS Evolusi

Apabila kesimpulan dari teori evolusi tersebut diterapkan pada manusia, maka patut diduga bahwa manusia merupakan hasil evolusi atau keturunan dari makhluk lain. Benarkah Adam adalah manusia pertama? Ajaran Alkitab tersebut bersinggungan keras dengan analisa teori evolusi. Dari sinilah lahir beragam pandangan yang diantaranya mengatakan bahwa manusia masih “sepupu” dengan kera, monyet, gorilla dan primata sejenis lainnya. Ketika pernyataan mengenai asal-usul manusia menurut teori evolusi itu dikomparasikan dengan iman Kristen, maka yang terjadi adalah suatu ketidakharmonisan. Mengapa? Karena Firman Tuhan mengajarkan bahwa manusia “diciptakan” langsung oleh Allah.

Kitab Kejadian 1:26-27 yang merupakan The Origin of Man menurut iman Kristiani menulis: “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Iman Kristen dengan tegas mengajarkan bahwa manusia bukanlah berasal dari evolusi suatu makhluk, namun merupakan “buatan tangan” Tuhan sendiri.

Proses penciptaan manusia berdasarkan Firman Tuhan adalah Allah pertama sekali menciptakan Adam. Kejadian 2:7 mengatakan, “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” Kata “manusia” dalam ayat tersebut berasal dari bahasa Ibrani Adam / Adamah. Jadi, yang diciptakan Allah adalah Adam, dan bahan dasarnya adalah debu tanah yang kemudian dihembuskan nafas kehidupan.

Hawa sebagai manusia yang kedua diciptakan Allah, bahan dasarnya adalah tulang rusuk Adam. Demikian diterangkan Firman Tuhan dalam Kejadian 2:21-22, “Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.” Tulang rusuk Adam itu lalu dibentuk Allah dengan kuasa-Nya yang sempurna menjadi seorang perempuan, Hawa.

Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa ada manusia yang hidup pada masa pra-Adam. Jenis manusia yang tidak berakal budi dan bersifat buas serta tidak mempunyai roh. Pandangan itu mengambil dasar dari Kejadian 1:27 yang menulis, “maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” Manusia disitu dikatakan sebagai jenis tersebut. Dan mereka membedakan dengan Adam dan Hawa yang kisah penciptaannya tertulis dalam Kejadian 2:7 (ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup).

Akan tetapi pandangan itu tidaklah tepat, karena melupakan salah satu unsur penafsiran, yaitu melihat konteks bahasa. Bahasa Ibrani untuk “manusia” yang dipakai dalam Kejadian 1:27 adalah “Adam”. (Wayo’mer ‘Elohiym, Na`seh ‘adam btsalmenuwkidmuwtenuw wyirduw bidgat hayam uwb`owp hashamayimuwbabhemah uwbkal- ha’arets {*} uwbkal- haremes haromes`al- ha’arets: transliterasi dari bahasa Ibrani – Bible Library-). Kejadian 2:7 juga menggunakan kata yang sama: “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup". Transliterasi: Wayiytser Yahweh ‘Elohiym ‘et- ha’adam `apar min-ha’damah wayipach b’apayw nishmat chayiym wayhiy ha’adamlnepesh chayah).

Dari analisa terhadap bahasa asli Alkitab Perjanjian Lama yaitu bahasa Ibrani, tertera dengan jelas bahwa “manusia” yang dimaksud dalam Kejadian 1:27 SAMA dengan “manusia” di dalam Kejadian 2:7, yaitu “Adam”.

Kata “Adam” ini dalam Alkitab bahasa Indonesia, ada yang digunakan langsung (misalnya dalam Kejadian 4:25 “Adam bersetubuh pula dengan isterinya, lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan menamainya Set, sebab katanya: “Allah telah mengaruniakan kepadaku anak yang lain sebagai ganti Habel; sebab Kain telah membunuhnya.”), dan ada juga yang diterjemahkan menjadi “manusia” seperti yang tertulis dalam Kejadian 1:26-27 “Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.”

Urutan proses penciptaan manusia sebagaimana dikisahkan dalam kitab Kejadian di Perjanjian Lama, senada dengan pernyataan Alkitab dalam Perjanjian Baru, “Karena Adam yang pertama dijadikan, kemudian barulah Hawa.” (1 Timotius 2:13). Juga dalam 1 Korintus 15:45 “Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.” Dari perkawinan Adam dan Hawa, lahirlah generasi-generasi manusia berikutnya yang terus berkembang dan memenuhi Bumi sampai sekarang.


Kesimpulan


Pertama, jika manusia diasumsikan berasal dari evolusi makhluk lainnya (ingat: teori evolusi masih berupa teori, yang validitas kebenarannya masih harus diteliti dan dibuktikan), maka ada beberapa keberatan terhadap kesahihan atau validitas teori tersebut. Pertama, seharusnya kera, monyet dan primata lainnya sudah tidak ada atau punah, sebab evolusinya telah mencapai puncak, yaitu adanya spesies yang disebut manusia. Namun kenyataannya, bentuk-bentuk kehidupan tersebut masih ada dan hidup bersama spesies manusia sekarang ini.

Kedua, bila kehidupan ini adalah suatu evolusi yang terus menerus, maka manusia dapat berevolusi menjadi jenis makhluk lain. Hal itu tentu saja bertentangan dengan prinsip Firman Tuhan mengenai manusia. Sebab Alkitab dengan jelas mengatakan bahwa manusia adalah “gambar Allah” (Kejadian 1:27) yang sejati, dan merupakan ciptaan yang mulia sebab telah diciptakan “hampir sama seperti Allah” (Mazmur 8:6).

Bila diteliti dengan cermat, Darwin sebenarnya hanya membahas evolusi dan spesies dengan seleksi alam sebagai mekanismenya. Ia sesungguhnya tidak membahas awal mula kehidupan manusia, walaupun hal itu dimungkinkan sebagai dampak teorinya tsb. Implikasinya tentu saja jelas, yaitu teori evolusi tidak bisa dan tidak tepat apabila digunakan sebagai instrumen untuk menjelaskan asal mula manusia.

Dalam batasan tertentu, teori evolusi bisa dipakai untuk menjelaskan asal-usul hewan tertentu misalnya pinguin dan nenek moyangnya, ikan hiu dan nenek moyangnya, kucing dan nenek moyangnya dahulu dsb. Seorang bijak pemikir besar Yunani dari masa lalu, Aristoteles pernah menyatakan, “Ilmu pengetahuan yang baik harus didasari dengan iman.”


Referensi:

Alkitab

Bible Library 4.0 Special Edition

http://forumsains.com

http://id.wikipedia.org/wiki/Charles_darwin

http://www.sarapanpagi.org/apakah-evolusi-itu-suatu-ancaman-atau-sebuah-teori-vt1838.html#p8012

http://www.pbs.org/wgbh/evolution/library/07/index.html
« Last Edit: July 08, 2010, 02:59:08 PM by Roti hidup »
Pertobatan sejati berawal dari perubahan pola pikir tentang cara seseorang memandang Tuhan (Metanoia).


July 08, 2010, 05:29:10 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 645
  • † dalam nama Bapa ,Putra dan ROH KUDUS amin
  • Denominasi: Katolik
thank's jempolnya  :ashamed0002:

ini (evolusi) emang selalu jadi perdebatan besar . salah satu Ilmuwan yang menyelidiki Evolusi ini bahkan seorang PASTOR JESUIT yang bernama Pierre Teilhard de Chardin , http://en.wikipedia.org/wiki/Pierre_Teilhard_de_Chardinkalau tidak salah beliau ini mengajukan teorema yang terkenal yang disebut MISSINK LINK .
Intinya ada JALUR TERPUTUS / JALUR PEMISAH yang sangat jelas dalam alur / garis evolusi antara PRIMATA ( bukan Monyet ! ) sampai menjadi HOMO(manusia) ERECTUS
artinya harus ada satu jenis/atau lebih species yang menjembatani ( TO EVOLT ) menjadi species HOMO .
mahluk / species ini Missink Link ini TERUS DICARI !  :mad0261: :mad0261: . saya hampir yakin gak bakalan ketemu , soalnya sudah lebih dari 1 abad pencarian dan belum ketemu !
APAPUN HASIL NYA SAYA TETAP PERCAYA BAHWA TUHAN ALLAH ADALAH PENCIPTA MANUSIA DENGAN ATAU TANPA EVOLUSI

JIKA ADA YANG MEMBUKTIKAN KEPADAKU BAHWA AJARAN YESUS ITU SALAH , AKU TETAP MAU PERCAYA DAN IKUT YESUS
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)