Author Topic: Mengenal Dasar Gereja Orthodox  (Read 21309 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

August 15, 2010, 09:25:43 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
Melalui Thread ini saya akan sedikit memperkenalkan Mengenai Dasar Gereja Orthodox mulai dari Sejarah s/d Doktrinnya (karena banyak terjadi kesalahpahaman yang menganggap Gereja Orthodox adalah gereja sesat), namun akan saya lakukan setahap demi setahap.

Untuk mereka yang berada di daerah Surabaya dan ingin mengetahui lebih banyak tentang Gereja Orthodox bisa menghubungi saya di no HP: 085 630 84702

Daftar Isi:
I. Sekilas Sejarah Terbentuknya Gereja Orthodox
II. Gereja Orthodox Di Era Modern
III. Cerita Dibalik Pelopor GOI
IV. Semboyan, Tujuan & Dogma Gereja Orthodox
V. Pernak Pernik Gereja Orthodox
   5.1. KeImaman Gereja Orthodox
   5.2. Gedung Gereja Orthodox
   5.3. Signum Crucis (Tanda Salib), Air Suci, Kehidupan Asketik & Kerudung
VI. Theologi Dasar Gereja Orthodox
   6.1. Sumber Ajaran
   6.2. Kanon Alkitab
   6.3. Sakramen Baptisan Air, Khrisma & Ekaristi (Perjamuan Kudus)
   6.4. Alam Roh & Eskatologi

I. Sekilas Sejarah Terbentuknya Gereja Orthodox

Bermula dari tahun-tahun awal (abad pertama) ke-Kristen-an, dimana para Rasul memulai mendirikan 5 Kota sebagai Pusat Gereja (kemudian disebut sebagai Pentarkhi), yang antara lain adalah:
1) Antiokhia (Turki), didirikan oleh Rasul Petrus pada tahun 37 AD.
2) Konstantinopel (Yunani/Byzantium), didirikan oleh Rasul Andreas pada tahun 38 AD.
3) Roma (Latin), didirikan oleh Rasul Petrus & Rasul Paulus pada tahun 42 AD.
4) Yerusalem (Israel), didirikan oleh Rasul Yakobus pada tahun 43 AD.
5) Alexandria (Mesir), didirikan oleh Rasul Markus pada tahun 68 AD.
Kota Pentarkhi tersebut masing-masing dikepalai oleh seorang Patriakh.

Tahun 451 AD, saat Konsili Khalsedon, sebagian kecil Gereja Orthodox menolak keputusan Konsili Khalsedon, sehingga timbullah Gereja Orthodox Oriental (Non-Khalsedon), yang antara lain terdiri atas: Gereja Rasuli Armenia, Gereja Koptik Alexandria, Gereja Etiopia Tewahedo, Gereja Eritrean Tewahedo, Gereja Orthodox Syria, dan Gereja Orthodox Syria-India. Namun belakangan, kabarnya sedang direncanakan penggabungan kembali Gereja Orthodox Oriental dan Gereja Orthodox Timur.

Gambar Daerah Gereja Orthodox Oriental


Setelah mengalami berbagai penyesatan dari berbagai bidat dari tahun ke tahun, Kota Pentarkhi tersebut berhasil mempertahankan Ajaran Rasuli sampai pada tahun 1054 AD.

Pada tahun 1054 AD, terjadilah sebuah peristiwa yang mengguncang Kota Pentarkhi, terjadi ketidaksetujuan antara Gereja Roma diwilayah Barat dan 4 Gereja lainnya diwilayah Timur (Antiokhia, Konstantinopel, Yerusalem, dan Alexandria) karena Gereja Roma mengajukan klaim bahwa Roma adalah Kepala & Ibu Atas Semua Gereja Patriakh yang lain secara otoritas dan hukum, hal ini menimbulkan ketidaksetujuan oleh 4 Gereja lainnya yang menganggap bahwa dalam otoritas dan hukum haruslah setara (saat itu Gereja Roma hanya dianggap sebagai kakak yang dituakan/dihormati, namun tetap tidak memiliki Yuridiksi yang lebih dari Patriakh lainnya). Akhir dikata, kedua belah pihak bersikukuh dengan pendapatnya sendiri-sendiri, dan karena tidak ditemui kata sepakat maka terjadilah Peristiwa Skismatik Besar (Perpisahan Besar), pihak Gereja Roma yang menguasai daerah Barat menyebut dirinya Gereja Katolik Roma, dan 4 Gereja lainnya yang menguasai daerah Timur menyebut dirinya Gereja Orthodox. Arti dari nama Orthodox sendiri adalah Ajaran (Doxa) Yang Benar/Lurus (Orthos), sedangkan arti Katolik adalah Universal/Umum.

Gambar Daerah Gereja Orthodox & Gereja Roma Katolik


Selanjutnya dari Gereja Katolik Roma dibarat inilah terjadi Skisma-Skisma Gereja yang lain yaitu dalam bentuk Gereja Protestan (daerah biru kedip-kedip adalah daerah persebaran Protestan), yang dipelopori oleh Martin Luther yang dimulai pada tahun 1517.

Gambar Daerah Gereja Roma Katolik & Gereja Protestan


Pada perkembangan selanjutnya sampai tahun 2010 ini, Protestan sendiri berpisah-pisah dalam lebih dari 33.800 Denominasi Gereja (beberapa Gereja Protestan Cabang Utama dapat dilihat dari bagan dibawah ini).



Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: December 02, 2010, 01:08:31 AM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 15, 2010, 09:53:19 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
II. Gereja Orthodox Di Era Modern

Sampai saat ini, sebagaimana Gereja Roma Katolik dan Protestan masih eksis, Gereja Orthodox pun masih eksis keberadaannya (dengan mata rantai Suksesi Kerasulan/Apostolic Succession sejak dari para rasul pada abad pertama), kendati dalam perjalanan sejarahnya, Gereja Orthodox terlunta-lunta dalam penindasan baik oleh Non-Kristen maupun oleh sesama Kristen sendiri, oleh karena itu kendati secara Statistik Gereja Orthodox memiliki kuantitas umat terbanyak setelah Katolik (jika Statistik Protestan yang 33.800 denominasi tidak digabungkan) yaitu sekitar 350 juta umat namun Gereja Orthodox tidak memiliki kekayaan semegah Gereja Roma Katolik.

Gambar Persebaran Gereja Orthodox Di Era Modern


Sebagaimana Gereja Roma Katolik memiliki 1 Patriakh, yang disebut sebagai Paus, pada tahun 2010 oleh Paus Benediktus XVI, demikian juga Gereja Orthodox masih memiliki Patriakhnya masing-masing.

Paus Roma Katolik Tahun 2010 Benediktus XVI


Gereja Orthodox membagi Sistem Yuridiksinya sebagai berikut:
1.  Tahkta Kepatriarkhan Apostolik Utama
a. Kepatriarkhan Konstantinopel yang berpusat di Turki (Patriakh Ekumenikal).
Tahun 2010 oleh Patriakh Bartholomew I.

b. Kepatriarkhan Alexandria yang berpusat di Mesir.
Tahun 2010 oleh Patriakh Theodoros II.

c. Kepatriarkhan Antiokhia yang berpusat di Suriah.
Tahun 2010 oleh Patriakh Agnatius IV Hazim

d. Kepatriarkhan Yerusalem yang berpusat di Israel.
Tahun 2010 oleh Patriakh Theophilus III.

2. Tahkta Kepatriarkhan Wilayah
a. Kepatriarkhan Rusia.
Tahun 2010 oleh Patriakh Kirill I.

b. Kepatriarkhan Serbia.
c. Kepatriarkhan Romania.
d. Kepatriarkhan Georgia.
e. Kepatriarkhan Bulgaria.
3. Gereja-Gereja Autochepalus
Gereja yang mendapatkan kemandirian secara sepenuh. Pemimpin dari gereja-gereja ini walaupun bukan merupakan Patriarkh, para pemimpin gereja-gereja ini (para Uskup Agung/Metropolitan) mempunyai kedudukan istimewa dan sejajar dengan para Patriarkh.
a. Gereja Orthodox Yunani.
b. Gereja Orthodox Polandia.
c. Gereja Orthodox Albania.
d. Gereja Orthodox Ceko dan Slovakia.
e. Gereja Orthodox Siprus.
f. Biara Agung St. Katarina dari Gunung Sinai.
4. Gereja-Gereja Otonomi
Gereja-Gereja ini diakui kemandiriannya namun belum mendapatkan kemandirian secara penuh dari Kepatriarkhan Konstantinopel.
a. Gereja Orthodox di Finlandia.
b. Gereja Orthodox di Jepang.
c. Gereja Orthodox di Cina.
5. Gereja Diaspora
Walaupun mempunyai kemandirian secara utuh, tetapi diberikan wewenang untuk memerintah secara mandiri, dan diakui apostolitasnya oleh seluruh Gereja Orthodox.
a. Gereja ini adalah Gereja Orthodox Amerika.

Gereja Orthodox Rusia (Yuridiksi KePatriakhan Wilayah--yang saya beri warna hijau--) inilah yang telah masuk ke Indonesia secara resmi secara hukum dengan nama Gereja Orthodox Indonesia (GOI) dengan SK Dirjen Bimas Kristen Depag R.I. no: DJ.III/Kep/HK.00.5/190/3212/2006.

Adapun Kantor Pusat Gereja Orthodox Indonesia ini berada di Jakarta, dengan alamat sebagai berikut:

Gereja Orthodox Indonesia (GOI)
Kantor Pusat (Head Office):
JL.K.H.Syafii Hadzami no.1 - Arteri Gandaria
Jakarta Selatan - 12220
INDONESIA
(Telp.021-72788175; 7395302 - Fax.: 021-7234880)

Pendiri & Ketua Umum GOI, Arkhimandrit Daniel Byantoro


Metropolitan (Uskup Agung/Archbishop) GOI 2010, Vladyka Hilarion


Kelima Yuridiksi tubuh Gereja diatas mempunyai sebuah persekutuan yang erat baik secara sakramental maupun dalam Tradisi Gereja serta Pengajaran Iman Apostolik, hal ini berarti baik awam dan imam kesemuanya disatukan oleh Ekaristi yang sama, in communio, satu roti dan satu cawan, bersekutu secara penuh dan utuh. Tubuh Gereja Orthodox memang terdiri dari berbagai Yurisdiksi walaupun demikian pusat pemerintahan dari Gereja Orthodox tidak tersentralisasi kepada satu wilayah atau satu kota dan satu pribadi sebagai pemimpin tetapi lebih kepada Sidang (Konsili) serta persekutuan rohani dari seluruh pemimpin gereja-gereja Yuridiksial di bawah bimbingan rohani dari Patriarkh Konstantinopel sebagai yang dianggap pertama (dianggap sebagai kakak tertua) di antara yang sejajar.

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: August 16, 2010, 10:41:48 AM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 16, 2010, 12:30:08 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
III. Cerita Dibalik Pelopor GOI


Bermula dari seorang anak bernama Byantoro yang memiliki latar belakang Islam dan sudah pergi ke Masjid sejak usia 5 tahun dibawah bimbingan kakeknya. Ketika semakin dewasa, ia mencari dengan sungguh-sungguh kepastian tentang Allah yang sejati.

Saat SMA, ia bertemu dengan suami guru sekolahnya yang berpindah kepada Kekristenan, kemudian terjadilah perdebatan mengenai Trinitas, keIlahian YESUS KRISTUS, InkarnasiNya, dan IdentitasNya sebagai Putera Allah; Akhirnya ia memenangkan perdebatan itu dan tetap tidak percaya kepada kebenaran Injil.

Suatu malam, setelah membaca doa dan Alquran, mendadak ia melihat visi yang membuatnya takut, ia bertemu KRISTUS untuk yang pertama kalinya dalam bentuk cahaya; hal ini membuatnya kebingungan, gemetar, dan sukacita yang mendalam, setelah hal itu ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri: "Siapakah YESUS KRISTUS itu?"

Dalam permenungan yang mendalam tentang YESUS yang adalah Kalimatullah (Firman) maka ia sampai pada kesimpulan:
"Allah, FirmanNya yang disebut AnakNya, dan RohNya bukan tiga Allah yang berbeda, namun realitas didalam Satu Allah. Tanpa Roh, tidak ada yang hidup, dan tanpa Firman adalah bisu. Jadi itulah Satu Allah."

Kemudian ia melanjutkan permenungannya, "Jika diantara manusia, komunikasi dilakukan dengan kata-kata, maka demikian dengan Allah, bahwa hanya melalui Satu Firman, yaitu YESUS KRISTUS, maka komunikasi antara Allah dan manusia dapat terjalin."
Sekarang ia tahu "mengapa ia tidak dapat mengenal Allah", tidak lain karena ia tidak mengenal FirmanNya, yaitu YESUS KRISTUS.
Oleh karena itu, akhirnya ia memutuskan untuk percaya kepada YESUS KRISTUS seraya berkata: "Ya Allah, saya percaya YESUS KRISTUS, Sang SabdaMu, dan aku mau menjadi Kristen." Pemuda ini kemudian dibaptiskan dalam Kristen Protestan Reformasi, dan diberi nama baptis "Daniel".

Tahun 1974, dalam suatu pertemuan doa, Daniel menerima baptisan yang disebut "ROH KUDUS" lengkap dengan bahasa roh dan bernubuat, serta menjadi aktivis dalam Gereja Kharismatik.
Tahun 1978, Daniel menjadi salah satu Penasehat Spiritual Kharismatik di pulau Sulawesi oleh Gubernur Manado Willy Lasut yang juga adalah Kristen Kharismatik.

Kemudian Daniel mulai mempelajari cara memulai Bukit Doa mengikuti pola yang ada di Korea. Selama berkunjung di Korea, ia bertemu dengan Missionaris Amerika Dr.Marlin Nelson yang memimpinnya untuk belajar di Seminari Theologi Protestan Evangelis di Seoul, yang bernama "Asian Center for Theological Studies and Mission" (ACTS, yang berafiliasi dengan Seminari Theologi Fuller di USA).

Tahun 1983, Daniel menemukan buku Gereja Orthodox di Toko Buku Timothy Ware, karena ketertarikannya dengan Gereja Purba kemudian ia mulai mencari Gereja Orthodox disana, setelah ia menemukan Gereja Orthodox, ia meminjam banyak buku dari Gereja Orthodox dan mempelajarinya dengan seksama sehingga akhirnya memutuskan bahwa inilah Gereja yang ia cari.

Tahun 1984, Daniel belajar lagi di Holy Cross Greek Orthodox School of Theology di Brookline.

25 Mei 1988, Daniel ditahbiskan secara resmi oleh Gereja Orthodox, dengan demikian sejak hari itu beliau menyandang nama Fr.Daniel B.D. Byantoro.

8 Juni 1988, Dimulailah Misi Gereja Orthodox di Indonesia yang dimulai di Solo yang diberi nama Gereja Parokia Tritunggal Maha Kudus.
Terpujilah Tuhan! Orang pertama yang masuk Gereja Orthodox ini adalah dari Kaum Muslim, yang kemudian dibaptis dengan nama Photios.

Gambar Suasana Gereja Orthodox di Solo Tahun 2010


Best Regard,
Daniel FS
 
« Last Edit: August 16, 2010, 08:30:31 AM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 16, 2010, 06:20:05 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
IV. Semboyan, Tujuan & Dogma Gereja Orthodox

Gereja Orthodox memiliki 3 Semboyan Dasar, yang antara lain adalah:
1) Orthodoxia (Ajaran Yang Benar)
2) Ortholatria (Penyembahan Yang Benar)
3) Orthopraksia (Praktek Hidup Yang Bernar)
Diharapkan bahwa dengan Ajaran Yang Benar maka umat dapat melaksanakan Penyembahan Yang Benar, dan melalui Penyembahan Yang Benar maka umat dapat berbuahkan Praktek Hidup Yang Benar.

Tujuan Utama Gereja Orthodox adalah Theosis (Kemanunggalan) antara umat manusia dan Allah.

Gereja Orthodox hanya memiliki 2 Dogma (Ajaran Fundamental/Dasar), yaitu:
1) Allah Yang Sejati adalah Tritunggal (Bapa, Putera & ROH KUDUS).
2) Firman berinkarnasi menjadi YESUS KRISTUS bagi karya penebusan dan keselamatan umat manusia yang berdosa.

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: August 16, 2010, 06:41:24 AM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 16, 2010, 06:39:53 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
V. Pernak Pernik Gereja Orthodox

5.1. KeImaman Gereja Orthodox

Gereja Orthodox tidak memperbolehkan seorang perempuan menjadi Imam sesuai dengan Alkitab yang berkata,

1Tim. 2:12   
12. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri.

1) Episkopos

1Tim 3:2
2. Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang,

Asal kata asli "Penilik" adalah Episkopon (ἐπίσκοπον), Gereja Roma Katolik menyebutnya sebagai Uskup.

Episkopos ini memiliki beberapa sub-jabatan (dengan Yuridiksial setara), dengan keutamaan sesuai urutan (dari yang paling diutamakan) yaitu:
1) Patriakh Ekumenikal (Patriakh Konstantinopel)
2) Patriakh Antiokhia
3) Patriakh Yerusalem
4) Patriakh Moskow (Rusia)
5) Patriakh Serbia
*) Dibawah Patriakh terdapat Metropolitan (dalam Roma Katolik adalah Uskup Agung), yang mengepalai suatu wilayah yang lebih kecil.

Kendati ada prioritas yang diutamakan/disegani dengan lebih, hal ini tidak membuat Sub-Jabatan itu sebagai hierarki yuridiksi dalam Gereja Orthodox, karena setiap keputusan Gereja Orthodox selalu melalui Konsili Gereja dimana semua Episkopos dari tiap-tiap Patriakh duduk bersama dan melakukan Sidang dengan otoritas Yuridiksi yang setara (termasuk Patriakhnya sendiri).

2) Presbyter

Yak 5:14  
14. Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.

Asal kata asli "Penatua" adalah Presbuterous (πρεσβυτέρους), Gereja Roma Katolik menyebutnya sebagai Imam. Presbyter inilah yang menggembalakan umat Allah dalam suatu Parokia Gereja (Gereja Lokal).

Gambar Presbyter, Romo Kirill JSL (Presbyter Orthodox Rusia di Surabaya)


3) Diakon/Diaken

1Tim. 3:12  
12. Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik.

Diakon memiliki tugas untuk membantu Presbyter dalam pelayanannya.

Gambar Diakon (depan)


*) Theolog Awam
Ada pula Theolog Awam dalam Gereja Orthodox, namun tidak digolongkan dalam kepelayanan keImaman.

Contoh Theolog Awam yang mengakulturasi Gereja Orthodox Syria dengan Protestan di Indonesia adalah Bpk. Bambang Noorsena (mantan Theolog Awam Gereja Orthodox Konstantinopel di Indonesia).

Beliau mendirikan ISCS (Institut for Syriac Christian Studies) sebagai badan lembaga pembelajaran Gereja Orthodox Syria (hanya berupa Institut dan bukan Gereja Orthodox Syria karena beliau bukanlah Imam Orthodox), namun pada hakekatnya beliau sendiri adalah Kristen Protestan.

Gambar Bambang Noorsena


Sesuai dengan ayat-ayat diatas bahwa yang termasuk persyaratan adalah "suami dari satu isteri", maka dalam keImaman Gereja Orthodox tidak diharuskan selibat seperti Gereja Roma Katolik, Imam diberikan keleluasaan untuk menikah (demikian juga Rasul Petrus memiliki isteri) atau selibat.

1Kor. 9:5   
5. Tidakkah kami mempunyai hak  untuk membawa seorang isteri Kristen, dalam perjalanan kami, seperti yang dilakukan rasul-rasul lain dan saudara-saudara Tuhan dan Kefas?

Mat 19:10-12
10. Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
11. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
12. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."

Namun, untuk seorang Patriakh, Konsili Gereja memutuskan haruslah dipilih dari antara yang selibat, karena tugas Patriakh adalah mengatur Sistem Gereja Orthodox secara luas, sehingga beliau diharuskan lebih fokus pada perkara Gereja lebih dari apapun.

1Kor 7:32-34
32. Aku ingin, supaya kamu hidup tanpa kekuatiran. Orang yang tidak beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan, bagaimana Tuhan berkenan kepadanya.
33. Orang yang beristeri memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan isterinya,
34. dan dengan demikian perhatiannya terbagi-bagi. Perempuan yang tidak bersuami dan anak-anak gadis memusatkan perhatian mereka pada perkara Tuhan, supaya tubuh dan jiwa mereka kudus. Tetapi perempuan yang bersuami memusatkan perhatiannya pada perkara duniawi, bagaimana ia dapat menyenangkan suaminya.

Selain hal tersebut, terdapat gaya hidup beberapa rohaniwan yang khusus, antara lain:
1) Monastik/Biarawan/Biarawati/Rahib
Rohaniwan/rohaniwati yang hidup pada Biara Gereja, biasanya mereka yang melakukan selibat, kendati demikian dalam Gereja Orthodox mereka tetap bekerja pula dalam dunia sekuler. Kehidupan Biara Gereja ini masih banyak terdapat dalam Gereja Roma Katolik sedangkan pada Protestan tinggal 1 Biara saja yang dapat lestari, yaitu Biara Enonkoski dari Denominasi Evangelikal Lutheran di Finland.

Gambar Biarawan Anthony (Pelopor Biarawan) dan Biarawati Sophia dari Suzdal


Para Biarawan/Biarawati memakai tudung yang melambangkan keselibatan mereka sebagai mempelai yang secara eksklusif milik Allah, simbolik bahwa mereka memakai tudung mempelai.

Ada berbagai tingkatan pada Monastik, antara lain:
a. Novice, biasanya hanya para tamu yang hidup dalam Biara (mencoba gaya hidup biara) selama kurang dari 3 hari.
b. Rassophore, Novice yang memutuskan untuk hidup dalam Biara lebih lama.
c. Stavrophore, Novice yang telah bertahun-tahun hidup secara saleh dalam Biara, disejajarkan dengan Tunangan dari Allah.
d. Megaloschemos, Tingkatan akhir dari Biarawan/Biarawati setelah dianggap matang/dewasa secara spiritual.

Gambar Seorang Megaloschemos


Diluar hal itu, terdapat pula sebutan Arkhimandit bagi Biarawan/Biarawati yang berjasa besar bagi Gereja Orthodox dalam karya tertentu (misalnya karya tulis ataupun karya misi) dan sebutan Starets bagi Biarawan/Biarawati yang memiliki karunia rohani tertentu oleh karya ROH KUDUS.

2) Eremit/Hermit/Anchorite/Pertapa
Rohaniwan/rohaniwati yang hidup mengasingkan diri (hidup soliter) dalam waktu tertentu demi perkembangan rohaninya.

Gambar Seorang Eremit, Serafim dari Sarov, sedang berinteraksi dengan beruang


Dalam Gereja Orthodox tidak dijumpai Ordo-Ordo seperti yang terdapat pada Gereja Roma Katolik.

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: August 16, 2010, 04:27:41 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 16, 2010, 07:08:53 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11449
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Thanks bro atas infornya...puji Tuhan! Mari kita belajar untuk mengenal Gereja2 tua...
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 16, 2010, 07:15:51 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1021
  • Gender: Male
Reff :
Hanya satu yang tak terlupakan
Kala senja di gereja tua
Waktu itu hujan rintik-rintik
Kita berteduh di bawah atapnya............

:D
August 16, 2010, 09:51:33 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
5.2. Gedung Gereja Orthodox

Gedung Gereja Orthodox yang paling megah dapat ditemui pada zaman Byzantium, yaitu Gereja Hagia Sophia.

Gambar Gereja Hagia Sophia pada Zaman Byzantium


Ciri khas Gereja Orthodox adalah (biasanya) terdapatnya kubah pada Gedung Gereja (seperti Masjid pada Islam), secara simbolik adalah Allah yang sedang turun ke bawah (tanda bahwa Allah yang mencari manusia), yaitu Inkarnasi Sang Firman.

Gambar Struktur Gedung Gereja Orthodox


Struktur Gedung Gereja Orthodox memiliki ruang-ruang sebagaimana pada Kemah Suci Musa (dan juga Sinagoga Yahudi yang dibangun oleh Salomo), kesejajaran tersebut antara lain:
1) Pelataran (Sinagoga)             --- Narthex (Orthodox)
Merupakan tempat yang digunakan untuk para Katekumen (umat yang belum resmi dibaptis secara Orthodox) berada ketika Ekaristi (Perjamuan Kudus) berlangsung dan juga bagi para Penitensi.

Gambar Narthex


Pada perkembangan modern, beberapa Gereja Orthodox meniadakan Narthex sehingga Katekumen tidak keluar dari ruang ibadah Nave dan hanya diberikan peraturan tidak diperbolehkan menerima Ekaristi.

2) Ruang Kudus (Sinagoga)         --- Nave (Orthodox)
Merupakan tempat berlangsungnya ibadah (Katekumen dan Penitensi boleh disini sepanjang sebelum Ekaristi) dan tempat umat Kristen Orthodox berada.

Gambar Nave


Tidak ada kursi pada ruang ibadah Gereja Orthodox, hal ini dikarenakan ada gerakan sujud yang dilakukan oleh umat ditengah-tengah liturgi ibadah.
Namun pada perkembangan selanjutnya, beberapa Gereja Orthodox telah mulai menggunakan sarana kursi misalnya Gereja Orthodox Konstantinopel dan meniadakan gerakan-gerakan sujud dalam liturgi ibadah (Gereja Orthodox lainnya, termasuk Orthodox Rusia masih melestarikan budaya gerakan sujud dalam liturgi Gereja sampai saat ini --tahun 2010--).

3) Ruang Maha Kudus (Sinagoga) --- Sanctuary (Orthodox)
Ada pembatas yang disebut sebagai Iconostasis (sekat dengan banyak Ikon) antara Nave dan Sanctuary, ada pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup pada Iconostasis, dan pembukaan/penutupannya pada liturgi ibadah memiliki makna sendiri-sendiri secara mendalam.

Gambar Sanctuary


Pada Sanctuary terdapat tempat-tempat, sebagai berikut:
a) Meja Proskomedia/Prothesis
Digunakan untuk menyiapkan Ekaristi, dilakukan secara tertutup (pintu Iconostasis tertutup) dan diam-diam, dengan makna: kehidupan tersembunyi YESUS KRISTUS dalam rangka persiapan karyaNya di Kayu Salib.
Meja Proskomedia/Protesis ini sudah ditiadakan dalam liturgi Gereja Roma Katolik.

Gambar Perangkat Dalam Meja Proskomedia

 
b) Altar/Mezbah
Imam memimpin Liturgi (tata cara) Ibadah ditempat ini dengan menghadap searah dengan umat (berbeda dengan Roma Katolik pada zaman modern ini telah menerapkan Imam dan umat saling berhadapan).

Gambar Altar/Mezbah


c) Tabernacle
Tempat penyimpanan benda-benda Sakramen.

Gambar Tabernacle


Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: August 16, 2010, 04:25:52 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 16, 2010, 10:36:21 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
5.3. Signum Crucis (Tanda Salib), Air Suci, Kehidupan Asketik & Kerudung

1) Signum Crucis
Gereja Orthodox juga menggunakan Signum Crucis (Tanda Salib) seperti Gereja Roma Katolik, namun dengan aturan yang sedikit berbeda antara lain:
a) Letak Jari Terstandar (3 Jari yang disatukan) yang merupakan makna simbolis dari Trinitas. Terdapat perbedaan juga dengan Roma Katolik dalam posisi tangan saat memberkati (oleh Roma Katolik sekarang diganti dengan setelapak tangan lurus, namun pada patung dan ikon Roma Katolik yang kuno tetap pada posisi tangan yang demikian).

Gambar Tangan u/ Signum Crusis (kiri) & Posisi Tangan Memberkati (kanan)


b) Gerakan dalam membuat Signum Crusis dimulai dari atas (dahi), kebawah (sedikit dibawah ulu hati) kemudian kekanan dan terakhir kekiri (pada Roma Katolik kekiri dulu kemudian kekanan). Makna Simbolik dari Signum Crusis tersebut adalah:
i) Dahi                             = Mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi.
ii) Sedikit dibawah ulu hati  = Mengasihi Tuhan dengan segenap hati.
iii) Tangan kanan & kiri       = Mengasihi Tuhan dengan segenap kekuatan.

Luk. 10:27   
27. Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

2) Air Suci
Pemakaian Air Suci sebagai Pentahiran Badan telah ada sejak sebelum Gereja ada, yaitu terkait dengan Tradisi Yahudi sebelum/sesudah acara kerohanian tertentu yang memerlukan pembasuhan tubuh pada tempat pembasuhan yang disebut sebagai Mikvah/Mikveh.

Gambar Mikvah Yahudi


Im. 8:6   
6. Lalu Musa menyuruh Harun dan anak-anaknya mendekat, dan dibasuhnyalah mereka dengan air.

Demikian juga dalam Tradisi Gereja, penggunaan Air Suci sebagai Pentahiran tetap berlaku, dalam hal pemakaian Air Suci sedikit berbeda dalam tata caranya, dalam Katolik Air Suci hanya dipakai sedikit saja untuk membuat Signum Crusis, dalam Gereja Orthodox Air Suci digunakan sebagai pentahiran (tangan & lengan, telinga, mulut, muka, dan kaki & tungkai kaki) seperti wudhu dalam Islam.

3) Asketikisme
Gereja Orthodox mengenal suatu disiplin rohani penyangkalan diri (Asketikisme) yang disebut sebagai Tzelota (Aram)/Siddur (Ibrani)/Brevir (Latin)/Sholat (Arab)/Sembahyang (Indonesia).
Sembahyang dalam Gereja Orthodox termuat dalam 2 bentuk, yaitu:
a) Sembahyang Daniel
(3x sehari: pagi subuh, siang tengah hari, dan sore/senja hari). Biasanya Sembahyang Daniel inilah yang dilakukan oleh umat awam.
b) Sembahyang Daud
(7x sehari: jam 6Am, jam 9 Am, jam 12 Pm, jam 3 Pm, jam 6 Pm, jam 9 Pm, dan jam 12 Pm), biasanya Sembahyang Daud ini dilakukan oleh Biarawan/Biarawati, nama-nama dari waktu sembahyang tersebut antara lain:
i) Sembahyang Orthros/Jam Pertama (6 Am)
ii) Sembahyang Tercia/Jam Kedua (9 Am)
iii) Sembahyang Sexta/Jam Ketiga (12 Pm)
iv) Sembahyang None/Sore (3 Pm)
v) Sembahyang Hesperinos/Vesperus/Senja (6 Pm)
vi) Sembahyang Completorium/Malam (9 Pm)
vii) Sembahyang Vigil/Tengah Malam (12 Am)

Pada mulanya rahib Gereja Roma Katolik masih memelihara 9 waktu Brevir, namun seiring dengan berjalannya waktu sekarang hanya diwajibkan 2 waktu Brevir saja (yaitu waktu subuh dan sore hari), hal ini juga masih dilestarikan oleh Gereja Protestan Lutheran (atau beberapa yang Konservatif), namun pada Gereja Modern sudah terhapus sama sekali.

Sembahyang dalam Gereja Orthodox bukan merupakan hukum/syariah seperti pada Islam, jika pada Islam melalaikan sembahyang adalah dosa, maka hal itu tidak berlaku pada sembahyang Gereja Orthodox.
Makna Sembahyang Gereja Orthodox adalah suatu bentuk kesalehan pribadi dalam wujud mengasihi Allah dan intensi pribadi untuk lebih mendekat kepada Allah.

Sembahyang dalam Gereja Orthodox ini juga bukan bentuk doa (ada bentuk doa sendiri) melainkan ibadah harian secara pribadi yang tidak disertai dengan Sakramental (Ekaristi).

Sembahyang dalam Gereja Orthodox memiliki Kiblat ke Arah Timur (dimanapun berada), sebagaimana Bait Allah dalam Perjanjian Lama menghadap ke Timur, demikian juga pada Perjanjian Baru umat percaya yang adalah Bait Allah menghadap ke Timur sebagai simbolik pengharapan akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus yang kedua (Sembahyang Kiblat ke Timur ini dianggap salah dalam kacamata Perjanjian Lama yang adalah Tipologi Perjanjian Baru).

Yeh. 11:1   
1. Lalu Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pintu gerbang Timur dari rumah TUHAN, pintu yang menghadap ke sebelah timur. Lihat, di dalam pintu gerbang itu ada dua puluh lima orang dan di antara mereka kulihat Yaazanya bin Azur dan Pelaca bin Benaya, yaitu pemimpin-pemimpin bangsa.

1Kor. 3:16   
16. Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?

Mat. 24:27   
27. Sebab sama seperti kilat memancar dari sebelah timur dan melontarkan cahayanya sampai ke barat, demikian pulalah kelak kedatangan Anak Manusia.

Yeh. 43:2&4   
2. Sungguh, kemuliaan Allah Israel datang dari sebelah timur dan terdengarlah suara seperti suara air terjun yang menderu dan bumi bersinar karena kemuliaan-Nya.
4. Sedang kemuliaan TUHAN masuk di dalam Bait Suci melalui pintu gerbang yang menghadap ke sebelah timur,

Selanjutnya, Asketikisme juga dilakukan melalui ketaatan dalam ibadah dan hari-hari puasa yang banyak sekali telah ditetapkan oleh Gereja (dalam hal menyambut berbagai perayaan).

4) Kerudung
Kaum Perempuan dalam Gereja Orthodox diwajibkan untuk memakai kerudung dalam ibadah (hanya pada waktu ibadah saja) atau mencukur rambutnya pendek sesuai dengan pernyataan Alkitab,

1Kor 11:4-6
4. Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
5. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
6. Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.

Gambar Ibadah Gereja Orthodox Yang Dihadiri Perempuan Berkerudung


Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: August 19, 2010, 05:21:48 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
August 16, 2010, 02:10:12 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2373
  • Gender: Male
  • Grand Inquisitor
  • Denominasi: Gereja Orthodox Indonesia
VI. Theologi Dasar Gereja Orthodox

6.1. Sumber Ajaran
Gereja Orthodox memiliki Sistem Otoritas yang mirip dengan prinsip Regula Fidei dalam Gereja Barat (Katolik & Protestan) namun tidak sama sepenuhnya, bagi Gereja Orthodox sumber otoritas/standar kebenaran adalah Paradosis (Tradisi Suci). Jika Regula Fidei memisahkan antara Tradisi Gereja dan Kitab Suci maka Gereja Orthodox tidak pernah memisahkan keduanya melainkan bahwa Kitab Suci adalah bagian dari Tradisi Gereja yang selalu berjalan secara harmonis.

Tradisi Suci (Paradosis)

2Tes. 2:15  
15. Sebab itu, berdirilah teguh dan berpeganglah pada ajaran-ajaran yang kamu terima dari kami, baik secara lisan, maupun secara tertulis.

Ada ajaran lisan (tradisi) dan tertulis (konstitusi), perhatikan dalam bahasa aslinya, kata "ajaran-ajaran" yang saya garis bawah memiliki kata "παραδόσεις" (paradoseis=tradisi) dan bukan "διδασκαλίας" (didaskalias=ajaran/doktrin, bisa dilihat pada Mrk 7:7)

Didalam Paradosis ini tercantum antara lain: Kitab Suci (Scriptura), Magisterium Sinode/Hasil Konsili (bukan tafsiran perorangan--bahkan seorang Patriakh tidak memiliki Magisterium Infalibilitas seperti pada Gereja Roma Katolik-- Melainkan setiap Magisterium didapat dari Keputusan Sidang Konsili/Sinode dan diteruskan oleh pengajaran Imam Orthodox kepada umat Orthodox), Tulisan Bapa Gereja, Budaya Liturgi, Hukum Kanon, Icon.

Rm. 15:4   
4. Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.

Kis 15:6   
6. Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.

2Ptr. 1:20   
20. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri,

2Tim. 2:24   
24. sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar,

Best Regard,
Daniel FS
« Last Edit: August 28, 2010, 09:25:53 PM by Daniel FS »
---†---†---†---Fides Quaerens Intellectum---†---†---†---
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)