Author Topic: [Solved 7] Mrs. Ellen Gould White - EXPOSED  (Read 7999 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 11, 2018, 09:23:43 AM
Reply #180
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
:afro: Agar DIA senantiasa tinggal dalam aku dan aku dalam DIA...

GBU Bro...

 :afro:
October 11, 2018, 09:31:19 AM
Reply #181
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2163
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Hi Bro,

Artikel itu sama sekali tidak menjelaskan bahwa kita akan menjadi seperti binatang. 

Ellen White mengatakan "Animal propensities have been strengthened" - sifat / nature kebinatangan kita menjadi menguat. 

Salam

selamat pagi brother @melangkahpasti..
baik mari kita lanjutkan diskusinya kembali..

sebelum lanjut, saya mau tanya:
apakah bro setuju dengan pendapat Ahli yang kukutip diatas ??
ini saya kutipkan kembali:
https://www.vemale.com/kesehatan/21635-sifat-seseorang-dipengaruhi-oleh-makanan.html
Kepala Departemen Ilmu kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Prof M. Juffrie, SpA (K).
mengatakan: "Perilaku manusia tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, namun juga oleh makanan yang dikonsumsi,"
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa saluran cerna memiliki hubungan dengan otak. "Saluran cerna juga punya insting.



yaitu ada hubungan antara Makanan dan Perilaku .. ?

salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 11, 2018, 09:40:06 AM
Reply #182
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Ellen White, Kenabian dan Reformasi Kesehatan

Sebelum saya lanjut ke pertanyaan lanjutan, sehubungan dengan pertanyaan #4 dan #5 (dan banyak pertanyaan lagi yang saya akan ajukan tentang Reformasi Kesehatan, sebelum berlanjut ke pertanyaan dengan topik berbeda), kita mungkin memikirkan kenapa pernyataan EGW dalam tulisan-tulisan-nya sehubungan dengan Reformasi Kesehatan sebegitu pentingnya.  Hal ini disebabkan karena menurut EGW sendiri, apa yang dia sampaikan mengenai Reformasi Kesehatan adalah bagian dari berbagai "penglihatan" yang dia lihat dan terima dari Tuhan. 

Contoh :

"The health reform, I was shown, is a part of the third angel's message and is just as closely connected with it as are the arm and hand with the human body" Testimonies for the Church Volume 1, pg. 486.

Dua point dari kutipan ini adalah sbb. :

1. Health Reform merupakan penglihatan yang Ellen White terima dari Tuhan.
2. Health Reform adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pesan malaikat ke-tiga

Pertanyaan #4 dan #5 adalah pembuktian bahwa penglihatan Ellen White salah.  Dia gagal sebagai nabi.  Tetapi karena setiap SDA/GMAHK harus mengakuinya sebagai nabi, maka pernyataan-pernyataan aneh EGW akan dibela mati-mati-an dan dicarikan alasan oleh pengikut-2-nya.  Kesatuan doktrin SDA / GMAKH berlandaskan pada kenabian EGW.


#17 The Gift Of Prophecy
One of the gifts of the Holy Spirit is prophecy. This gift is an identifying mark of the remnant church and was manifested in the ministry of Ellen G. White. As the Lord's messenger, her writings are a continuing and authoritative source of truth which provide for the church comfort, guidance, instruction, and correction. They also make clear that the Bible is the standard by which all teaching and experience must be tested. Support is found in these Bible passages: Joel 2:28,29: Acts 2:14-21: Hebrews 1:1-3: Revelation 12:17: Revelation 19:10

Salam
« Last Edit: October 11, 2018, 09:50:18 AM by melangkahpasti »
October 11, 2018, 09:47:58 AM
Reply #183
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
selamat pagi brother @melangkahpasti..
baik mari kita lanjutkan diskusinya kembali..

sebelum lanjut, saya mau tanya:
apakah bro setuju dengan pendapat Ahli yang kukutip diatas ??
ini saya kutipkan kembali:
https://www.vemale.com/kesehatan/21635-sifat-seseorang-dipengaruhi-oleh-makanan.html
Kepala Departemen Ilmu kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Prof M. Juffrie, SpA (K).
mengatakan: "Perilaku manusia tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, namun juga oleh makanan yang dikonsumsi,"
Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa saluran cerna memiliki hubungan dengan otak. "Saluran cerna juga punya insting.



yaitu ada hubungan antara Makanan dan Perilaku .. ?

salam

Hi Bro,

Selamat pagi juga  :afro:

Katakanlah saya boleh2 saja percaya yang dikatakan oleh artikel itu, tapi artikel itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pernyataan Ellen White.

Dalam kutipan dari EGW yang saya sampaikan di atas, ini yang dia tulis :

if we subsist largely upon the flesh of dead animals we shall partake of their nature

Pernyataan EGW adalah sbb "we shall partake of the nature of the animals that we eat" atau
"kita akan mengambil dari sifat kebinatangan dari binatang yang kita makan" atau parafrase sehari-hari "sifat kita akan menjadi seperti sifat binatang yang kita makan."

Salam
« Last Edit: October 11, 2018, 09:55:29 AM by melangkahpasti »
October 11, 2018, 09:57:08 AM
Reply #184
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2163
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist


Pertanyaan #4 dan #5 adalah pembuktian bahwa penglihatan Ellen White salah. 

menurutku kesimpulan pertanyaan no 4 dan 5 belum boleh dibuat karena masih dalam tahap diskusi.
barulah setelah pertanyaan no 4 dan no 5, selesai didiskusikan maka boleh dibuat  kesimpulan tersebut.


* apabila  "TIDAK ADA HUBUNGAN ANTARA MAKANAN DAN TINGKAH LAKU MANUSIA" maka pernyataan Ellen White kurang lebih 150 tahun lalu adalah salah dan harus ditolak.

namun

* apabila  "ADA HUBUNGAN ANTARA MAKANAN DAN TINGKAH LAKU MANUSIA" maka pernyataan Ellen White adalah benar.


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 11, 2018, 10:00:18 AM
Reply #185
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
menurutku kesimpulan pertanyaan no 4 dan 5 belum boleh dibuat karena masih dalam tahap diskusi.
barulah setelah pertanyaan no 4 dan no 5, selesai didiskusikan maka boleh dibuat  kesimpulan tersebut.


* apabila  "TIDAK ADA HUBUNGAN ANTARA MAKANAN DAN TINGKAH LAKU MANUSIA" maka pernyataan Ellen White kurang lebih 150 tahun lalu adalah salah dan harus ditolak.

namun

* apabila  "ADA HUBUNGAN ANTARA MAKANAN DAN TINGKAH LAKU MANUSIA" maka pernyataan Ellen White adalah benar.


salam
TYM

Hi Bro,

Baiklah, bilanglah belum boleh dibuat.  Kita belum selesai berdiskusi. :D

Kita lanjutkan dulu dengan pernyataan Bro,

apabila  "ADA HUBUNGAN ANTARA MAKANAN DAN TINGKAH LAKU MANUSIA" maka pernyataan Ellen White adalah benar.

Pertanyaan saya, apakah Bro percaya kalau Bro makan ayam, sifat Bro akan menjadi seperti ayam?

Salam

PS. ini BELUM menyelesaikan pertanyaan #5.  Tolong jawab #5 juga, Bro, karena #6 berhubungan dengan #5.
« Last Edit: October 11, 2018, 10:06:31 AM by melangkahpasti »
October 12, 2018, 08:47:21 AM
Reply #186
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Sambil menunggu jawaban atas pertanyaan #4 dan #5, saya masuk ke pertanyaan #6

Pertanyaan #6

Meat eating deranges the system, beclouds the intellect, and blunts the moral sensibilities. We say to you, dear brother and sister, your safest course is to let meat alone. Testimonies 2 Hal. 67

Ellen White, Makan Daging dan Nafsu Binatang

Sekali lagi EGW menjadi dokter yang memiliki pengetahuan luar biasa tentang manusia oleh karena penglihatan yang ia terima langsung dari Tuhan.  Entah bagaimana, memakan daging binatang membuat kita memiliki nafsu binatang.   Memang kasihan binatang, mereka sering disalahkan dan digunakan sebagai panggilan untuk memaki orang, padahal yang gila itu manusia, bukan binatang.  Sekarang dalam kutipan ini dihubungkan antara makan daging dengan nafsu kebinatangan.

Bagaimana mungkin makan daging (umpamanya, ayam) berhubungan dengan nafsu kebinatangan?

“Its use excites the animal propensities to increased activity, and strengthens the animal passions.  When the animal propensities are increased, the intellectual and moral powers are decreased.  The use of the flesh of animals ... benumbs the fine sensibilities of the mind”.  Testimonies 2. Hal 63.

Kalimat ini bukan saja berbicara tentang "animal passions" tetapi kalau makan daging binatang, maka kepekaan kita menjadi kebas.

Salam
« Last Edit: October 12, 2018, 08:51:25 AM by melangkahpasti »
October 12, 2018, 10:25:53 AM
Reply #187
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Pertanyaan #7 -

The Great Controversy – buku yang penuh kontroversi

Salah satu buku yang sangat ditinggikan oleh SDA adalah the Great Controversy yang ditulis oleh EGW.  Great Controversy merupakan bagian dari penglihatan EGW yang ia terima dari Tuhan.  Great Controversy memiliki 4 Edisi. 
Baca disini : https://en.wikipedia.org/wiki/The_Great_Controversy_(book) untuk penjelasan. 
Baca disini :http://www.centrowhite.org.br/files/ebooks/egw-english/books/The%20Great%20Controversy%201888.pdf untuk bukunya sendiri

Di contoh ini, saya hanya mengambil satu Edisi, yaitu Edisi 1888, dari satu halaman yaitu halaman 98 dan membandingkannya dengan buku History of Protestanism Book Third yang ditulis oleh James Wylie pada tahun 1870. 

Baca disini :  https://www.whatsaiththescripture.com/Voice/History.Protestant.v1.b3.html (lihat Chapter 1)

Sekarang mari kita bandingkan :

Great Controversy

John Huss was of humble birth, and was early left an orphan by the death of his father.  His pious mother, regarding education and the fear of God as the most valuable of possessions, sought to secure this heritage for her son.   Huss studied at the provincial school, and then repaired to the university at Praque, receiving admission as a charity scholar... but as they drew near to the great city, she kneeled down beside the fatherless youth, and invoked for him the blessing of their Father in Heaven.   Little did that mother realize how her prayer was to be answered.  At the university, Huss soon distinguished himself by his untiring application and rapid progress, while his blameless life and gentle, winning deportment gained him universal esteem... He was a sincere adherent of the Romish Church, and an earnest seeker for the spiritual blessings which it professes to bestow. On the occasion of a jubilee, he went to confession, paid the last few coins in his scanty store, and joined in the processions, that he might share in the absolution promised.The Great Controversy.  Hal. 98.

Ellen G. White tidak memberikan footnote apapun mengenai tulisannya (perlu diingat bahwa dia menulis berdasarkan penglihatan).

History of Protestanism

John Huss was born on the 6th of July, 1373 ... His parents were poor, but respectable. His father died when he was young. His mother, when his education was finished at the provincial school, took him to Prague, to enter him at the university of that city.... She carried a present to the rector, but happening to lose it by the way, and grieved by the misfortune, she knelt down beside her son, and implored upon him the blessing of the Almighty. The prayers of the mother were heard, though the answer came in a way that would have pierced her heart like a sword, had she lived to witness the issue. His face was pale and thin; his consuming passion was a desire for knowledge; blameless in life, sweet and affable in address, he won upon all who came in contact with him.... He was at this time a firm believer in the Papacy... He was filled with unlimited devotion for the grace and benefits of the Roman Church; for he tells us that he went at the time of the Prague Jubilee, 1393, to confession in the Church of St. Peter, gave the last four groschen that he possessed to the confessor. Chapter 1 

James Wylie memberikan footnote terhadap semua ide / kutipan yang dia ambil dari sumber yang lain.

Kita dapat melihat bahwa ide, bahkan tulisan dari halaman 98 dari Great Controversy diambil dari History of Protestanism.  Ini baru SATU halaman perbandingan.

Pertanyaan #7:   Bukankah Great Controversy merupakan buku contekan?  Bukankah Spirit of Prophecy EGW gagal?
 
Salam

PS. : kenapa saya tulis "saya" disini, memang karena saya yang membandingkannya, tidak mencontek sumber dari mana-mana, jadi jangan menganggap saya melakukan PLAGIARISME  :D
« Last Edit: October 12, 2018, 11:21:15 AM by melangkahpasti »
October 12, 2018, 12:58:14 PM
Reply #188
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2163
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
dear Brother @melangkahpasti..

selamat pagi, saya sudah coba cari cari jurnal ilmiah mengenai pernyataan ny. White tersebut..
baik dari Sumber Sekular maupun dari Sumber Advent sendiri.
namun saya belum menemukan.

dan saya juga cari cari jurnal ilmiah yang membantah tulisan ny. White tersebut baik dari sumber sekular maupun dari Penentang tulisan ibu EGW.. tapi saya juga tidak menemukan pembahasan eksplisit yang langsung pada pointnya.

oleh karena itu perkenankan aku memberi komentar dari pengalamanku sendiri, dari pengetahuanku dan hubungannya dengan Firman Tuhan.

saya pribadi mengaminkan kalimat terkenal berikut ini: "DI DALAM TUBUH YANG SEHAT TERDAPAT JIWA YANG KUAT"

artinya ada hubungan yang sangat ketat antara kesehatan tubuh dengan kesehatan JIWA.

berdasarkan pengalamanku, saya merasakan betul bahwa ada hubungan yang sangat erat antara makanan yang kita konsumsi dengan perangai atau tingkah laku kita.

dulu ketika saya sangat doyan mengkonsumi daging, pencernaan saya tertanggu, bawaannya gelisah, gelisah, dan sering menuntun kepada kurangnya pengendalian diri atau (Disiplin Diri), kurang bisa menganalisa data atau masalah yang agak rumit. dst..

memang betul pada akhirnya kita sendirilah yang memutuskan dan memilih apakah akan marah, atau akan tenang, untuk diam, untuk merenung dst.. sebab Tuhan telah memberikan kepada kita Kuasa Memiliha yang biasa saya sebut dengan istilah "FREE WILL"

namun saya harus saya akui, bahwa ternyata setelah saya mengubah pola makan saya, (sekitar tahun 2015), penggunaan Kuasa Memilih (Free Will) tersebut akan lebih maksimal.

logika sederhananya: dengan memiliki Pencernaan yang sehat oleh karena makanan yang sehat (Buah, Sayur + Karbohidrat Komplex (Ubi, Kentang, Beras Pecah Kulit) + Protein Nabati (Kacang Kedelei, Kacang Hijau) dll. maka kegelisahan yang diakibatkan oleh karena makanan yang tidak sehat tersebut tidak terjadi.

akibatnya adalah: Tidur Pulas, bangun segar, badan bugar, dan lebih mampu untuk menganalisa problem yang rumit. dan efek yang paling berdampak besar adalah: Tidak Cepat Marah, lebih berkuasa untuk menggunakan free will untuk tidak marah, lebih paham perkara perkara rohani, lebih bisa mengendalikan diri dan hawa nafsu, berpikir panjang dst.
jadi itulah hubungan antara makanan dan perangai atau sifat, dan nafsu kebintangan dan hubungannya dengan karakter.

nah kenapa berhubungan dengan karakter ???
karakter adalah kebiasaan yang diulang ulangi dan kemudian menjadi Sifat.

sebagai Contoh: apabila tidak dapat menahan selera untuk pertama kali, atau tidak dapat menahan emosi pertama sekali, akan mudah untuk emosi untuk yang kedua kalinya, dan emosi atau amarah yang tidak dikekang ini akan menjadi kebiasan, dan kebiasaan yang diulang ulangi ini (Marah) akan menjadi karakter.
nah kalau sudah menjadi karakter akan sangat sulit untuk mengubahnya.
orang yang sering marah akan menjadi pemarah.
orang yang sering cemburu akan menjadi pencemburu.
orang yang sering mencuri akan menjadi pencuri.
orang yang sering tidak percaya akan menjadi orang yang tidak percaya.
orang yang sering nonton video porno akan menjadi kecanduan video porno.

sangat fatal kalau sudah perbuatan yang sangat salah itu dilakukan pertama atau tidak dikekang, akhirnya menjadi kebiasaan dan kebiasaan yang salah yang diulang ulangi itu terus terusan diulang ulangi akhirnya akan menjadi karakter atau sifat. dan sifat atau karakterlah yang akan kita bawa ke surga.

Firman Tuhan berkata: 1 Kor pasal 15.
pada hari kebangkitan orang benar Tuhan akan mengubah Tubuh yang fana menjadi tubuh yang mulia, tapi tidak kutemukan dalam Firman Tuhan bahwa Tuhan akan mengubah sifat atau karakter pada hari Kebangkitan atau karakter tidak tidak ikut diubah ketika Tuhan mengubah tubuh yang fana ini dengan tubuh kemuliaan.

karakter terakhir yang kita bahwa ke liang lahat itulah kelak yang menjadi karakter kita pada waktu kita dibangkitkan.

itulah sedikit pengalaman pribadiku yang bisa kujelaskan..
salam
TYM


« Last Edit: October 12, 2018, 01:05:05 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 12, 2018, 02:57:58 PM
Reply #189
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro @Simpatupang123,

Saya salut dengan upaya-mu untuk mencari jawaban atas pertanyaan-2 saya (#4, #5 & #6).  Kesaksianmu bagus, tapi jawaban anda miss the target dan tidak berhubungan dengan apa yang saya tanya. 

Anda yang perlu cari jawabannya yang berhubungan langsung dengan pernyataan EGW, karena dia membuat pernyataan aneh-aneh seperti itu, jadi perlu ada bukti pendukungnya.  Yang perlu pembuktian itu adalah penganutnya, apakah benar apa yang ditulis oleh EGW.  Karena bagi yang membaca akan menyatakan bahwa pernyataannya itu salah, dan dengan demikian dia bukan nabi.

Semoga, pencaharian kamu bukan seperti apa yang disampaikan oleh Bro ronny_het di bawah ini.   
Ini seperti cerita seorang maling yang tertangkap basah dan berdalih dengan macam macam alasan :
- Karena laparlah
- Karena mau bayar kontrakanlah
- Karena mau inilah itulah
 Apakah dengan alasan" itu bisa melepaskannya dari hukuman ? Kalo dibebaskan dari hukuman, hal ini bisa jadi contoh buat orang untuk melakukan hal serupa...

Semoga kita semua mau belajar untuk mencari "Kebenaran" bukan mencari "Pembenaran"....


----------------------------------------------------------------------------------------------------------
Dari pernyataan Bro sendiri menimbulkan begitu banyak masalah :
1.  Bro bilang “orang yang sering marah akan menjadi pemarah”, apakah sama seperti ini  ini : kalau saya makan ayam, nanti saya jadi seperti ayam? 
2.  Atau sebaliknya, karena saya makan daging ayam, dan saya pemarah, maka ayam adalah binatang pemarah, sehingga kalau saya tidak makan ayam, maka sifat kebinatangan ayam (marah) dalam saya akan hilang?
3. Bro, seolah-olah mengatakan demikian :"sifat dosa dan kedagingan berhubungan dengan makanan, sehingga orang yang makan daging, pastilah memiliki sifat dosa / kedagingan dalam dirinya lebih dari yang tidak makan".
4.  Bro katakan “apabila tidak dapat menahan selera untuk pertama kali, atau tidak dapat menahan emosi pertama sekali”; Bro, yang tidak dapat menahan selera atau emosi itu manusia, bukan ayam.  Ayam kalau sudah kenyang, dia berhenti makan; kalau manusia, kita-kita cenderung rakus.  Jadi jangan meng-ayam-kan manusia, manusia yang salah kok. 

Memang manusia cenderung rakus, dan perlu mengendalikan dirinya, tapi kalau mau membuat reformasi kesehatan, jangan membuat pernyataan yang aneh-aneh; buat yang bener, baik kok.  Gereja saya juga menerapkan pola makan yang benar.   

Eniwei, saya kasih waktu Bro Simatupang cari jawabannya, karena memang pertanyaan no. 4, 5, 6 (dan 7, dan akan banyak pertanyaan lainnya) saya yang buat sendiri (ada juga nanti yang saya ambil dari sumber lain), jadi mungkin saja di internet belum ada jawabannya, karena mungkin belum pernah timbul pertanyaan-2 seperti ini sebelumnya.

Saya ulang lagi :

Pertanyaan #4 –
“Your family have partaken largely of flesh meats, and the animal propensities have been strengthened, while the intellectual have been weakened. We are composed of what we eat, and if we subsist largely upon the flesh of dead animals we shall partake of their nature”. Testimonies for the Church Vol. 2, hal 60-61

Pernyataannya adalah sifat kita akan menjadi seperti sifat hewan YANG KITA MAKAN. Perhatikan kata “nature”, dalam kamus, itu berarti sifat, kodrat, sifat dasar, watak .  Mana mungkin saya akan menjadi seperti ayam, kalau saya makan ayam?

Pertanyaan #5 –
“You have placed flesh meats before them, and what is the result? Are they refined, intellectual, obedient, conscientious, and religiously 61 inclined? You know this is not the case, but entirely the contrary. Your manner of living has strengthened the animal of your nature
and weakened the spiritual. ” Testimonies Volume 2, hal. 61-62

Apa hubungan antara saya sebagai pemakan ayam dengan saya tidak rohani, bodoh, tidak taat, tidak perhatian, tidak lembut?  Bagaimana kalau saya makan ayam sekali seminggu?

Pertanyaan #6

“Its use excites the animal propensities to increased activity, and strengthens the animal passions.  When the animal propensities are increased, the intellectual and moral powers are decreased.  The use of the flesh of animals ... benumbs the fine sensibilities of the mind”.  Testimonies 2. Hal 63.

Hubungannya apa antara makan ayam sama nafsu binatang dan kepekaan kita menjadi kebas?

“Meat eating deranges the system, beclouds the intellect, and blunts the moral sensibilities. We say to you, dear brother and sister, your safest course is to let meat alone.” Testimonies 2 Hal. 67
Hubungannya apa antara makan daging dengan membuat saya bodoh, dan tidak memiliki moralitas? 

Dan kalau boleh, saya mau tanya, Bro?  Vegetarian seperti apakah Anda?  Pantang makan semua macam daging, termasuk daging ikan?  Bagaimana dengan dairy products, telur??  Atau ada yang Anda makan?  Kalau keberatan jawab, gak papa sih  :afro:

Salam
« Last Edit: October 12, 2018, 03:01:37 PM by melangkahpasti »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)