Author Topic: Tentang kitab-kitab Deuterokanonika  (Read 14601 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 24, 2010, 10:02:52 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4540
  • Gender: Male
  • Stella-Maris---Living-It-Up
  • Denominasi: the origin of Church
1. Kitab Deuterokanonika memang merupakan satu kesatuan dengan Kitab Perjanjian Lama
Kitab Deuterokanonika memang merupakan satu kesatuan dengan Kitab Perjanjian Lama (yang terdiri dari 46 kitab). Dalam edisi Vulgate (kitab Suci yang ditulis berdasarkan Septuagint, yaitu yang memuat kitab Perjanjian Lama yang diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani pada tahun 250- 125 BC) Kitab Deuterokanonika termasuk di dalamnya, inilah yang dipakai oleh Gereja Katolik sampai sekarang. Maka benar bahwa di dalam Alkitab Katolik versi bahasa Inggris, memang kitab Deuterokanonika ini disatukan di dalam Perjanjian Lama. Jika di versi bahasa Indonesia dipisahkan, saya rasa itu kemungkinan karena pertimbangan kemudahan percetakan, dengan menggunakan dasar versi yang sudah ada dan diterima secara umum oleh semua umat Kristen di Indonesia.


2. Deuterokanonika adalah istilah yang dipakai setelah abad ke 16
Deuterokanonika adalah istilah yang dipakai setelah abad ke 16, yang artinya adalah yang termasuk dalam kanon kedua. Istilah ini dipakai untuk membedakan dengan kitab-kitab Perjanjian Lama lainnya yang diterima oleh gereja Protestan, yang disebut sebagai proto-canon. Namun sebenarnya Kitab Deuterokanonika ini telah termasuk dalam kanon Septuaginta, yaitu Kitab Suci yang dipergunakan oleh Yesus dan para Rasul. Dengan berpegang pada Tradisi Para Rasul,  Magisterium Gereja Katolik memasukkan kitab Deuterokanonika dalam kanon Kitab Suci, seperti yang telah ditetapkan oleh Paus Damasus I (382) dan kemudian oleh Konsili Hippo (393) dan Konsili Carthage (397). Kita percaya mereka diinspirasikan oleh ROH KUDUS untuk menentukan keotentikan kitab-kitab ini, berdasarkan ajaran- ajaran yang terkandung di dalamnya. Kitab- kitab Deuterokanonika ini, bersamaan dengan kitab-kitab lainnya dalam PL dan PB, dikutip oleh para Bapa Gereja di abad- abad awal untuk pengajaran iman, dan prinsip- prinsip pengajaran pada kitab Deoterokanonika ini berada dalam kesatuan dengan PL dan PB.

3. Martin Luther tidak membuang Kitab- kitab Deuterokanonika
Sebenarnya, Martin Luther tidak membuang Kitab- kitab Deuterokanonika. Luther memasukkan kitab-kitab Deuterokanonika itu di dalam terjemahan kitab suci-nya yang pertama dalam bahasa Jerman. Kitab Deuterokanonika juga terdapat di dalam edisi pertama dari King James version (1611) dan cetakan Kitab Suci pertama yang disebut sebagai Guttenberg Bible (yang dicetak satu abad sebelum Konsili Trente 1546. Kenyataannya, kitab-kitab Deuterokanonika ini termasuk di dalam hampir semua Kitab Suci sampai Komite Edinburg dari the British Foreign Bible Society memotongnya pada tahun 1825. Sampai sebelum saat itu, setidaknya kitab Deuterokanonika masih termasuk dalam appendix dalam Alkitab Protestan. Maka secara historis dapat dibuktikan, bahwa bukan Gereja Katolik yang menambahkan kitab Deuterokanonika, namun gereja Protestan yang membuangnya.

Namun demikian memang diketahui bahwa Luther cenderung menilai kitab-kitab dalam Kitab suci seturut dengan penilaiannya sendiri. Misalnya, ia melihat kitab Ibrani, Yakobus, Yudas dan Wahyu sebagai kitab-kitab yang lebih rendah dibandingkan dengan kitab-kitab yang lain. Demikian juga dalam debatnya dengan Johannes Eck (1519) tentang Api Penyucian, maka ia merendahkan bukti yang diajukan oleh Eck yaitu kitab 2 Makabe 12, dengan merendahkan kitab-kitab Deuterokanonika secara keseluruhan. Ia juga mengatakan bahwa ketujuh kitab dalam Deuterokanonika tidak dikutip secara langsung di dalam PB. Namun jika ini acuannya, maka ada kitab-kitab yang lain dalam PL yang juga tidak dikutip dalam PB, seperti contohnya kitab Ezra, Nehemia, Ester, Pengkhotbah dan Kidung Agung, tetapi apakah kita akan membuang semua kitab-kitab itu? Tentu tidak bukan. Lagipula meskipun tidak ada kutipan langsung, namun ada banyak kutipan dalam PB yang mengacu pada apa yang tertulis dalam kitab Deuterokanonika. Contohnya, Ibr 11:35 tentang “Ibu-ibu yang menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab telah dibangkitkan. Beberapa disiksa dan tidak mau menerima pembebasan supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik….” ini mengacu kepada kisah seorang ibu yang menyerahkan ketujuh anak- anaknya dan akhirnya dirinya sendiri untuk disiksa, demi mempertahankan ketaatan mereka kepada hukum Taurat, seperti dikisahkan dalam kitab 2 Makabe 7. Kisah ini tidak ada di dalam kitab- kitab PL lainnya. Atau ayat 1 Korintus 2:10-11 yang mengajarkan bahwa manusia tidak dapat menyelami hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah yang telah ditulis dalam Yudith 8:14.

4. Catatan kaki yang terdapat pada kitab Deuterokanonika itu mengacu kepada ayat-ayat lain di dalam Alkitab
Catatan kaki yang terdapat pada kitab Deuterokanonika itu mengacu kepada ayat-ayat lain di dalam Alkitab yang mengisahkan hal yang sama/ serupa. Adanya kaitan ayat- ayat ini membuktikan bahwa kitab- kitab Deuterokanonika bukanlah kitab-kitab yang berdiri sendiri, melainkan merupakan kesatuan dengan kitab-kitab lainnya baik yang ada di PL maupun PB. Bahwa ada rujukan ke PL artinya ayat- ayat dalam kitab- kitab Deuterokanonika tersebut tersebut mengajarkan hal yang sama/ serupa dengan kitab- kitab PL lainnya, dan bahwa ada rujukan ke PB artinya pengajaran pada ayat- ayat kitab-kitab Deuterokanonika tersebut juga dikutip oleh para pengarang kitab- kitab PB, meskipun secara tidak langsung; atau prinsip pengajarannya diambil dan diajarkan kembali dalam PB.

Pada Alkitab The Jerusalem Bible, 1966, terbitan Dayton, Longman & Todd, Ltd dan Double Day,  tercantum cukup banyak catatan pada ayat- ayat Kitab Deuterokanonika yang mengacu kepada ayat- ayat kitab-kitab lainnya di PL dan PB. Semua ini sungguh menjadi bukti yang kuat bahwa kitab-kitab Deuterokanonika ini sama-sama diinspirasikan oleh ROH KUDUS, sama seperti kitab-kitab lainnya dalam PL dan PB.

5. PB memang mengambil banyak referensi kepada pengajaran di PL, termasuk kita Deuterokanonika
Jika diperhatikan maka kita ketahui bahwa ayat- ayat di PB memang mengambil banyak referensi kepada pengajaran di PL, termasuk kita Deuterokanonika. Ada yang dikutip sama persis, atau ada juga yang kemudian diperjelas ataupun disempurnakan. Dalam konteks inilah kita melihat nubuat pembunuhan kanak- kanak pada Keb 11:7, yang kemudian diperjelas dalam Mat 2:16 tentang pembunuhan bayi-bayi dan kanak-kanak di bawah umur 2 tahun pada jaman kaisar Herodes. Sedangkan contoh yang lain pada Mat 6:19-20 yang mengajarkan agar kita tidak menaruh perhatian kepada mengumpulkan harta dunia yang bermakna kosong, melainkan kepada harta surgawi, itu secara prinsip telah diajarkan dalam PL, yaitu Sir 29:8-12, Ayb 22:24-26; Mzm 62:10, Tob 4:9, selain juga diajarkan di PB, yaitu Yak 5:2-3, ataupun di ayat paralelnya pada Injil Lukas 12:33-34.

Contoh- contoh semacam ini banyak sekali. Maka, jika anda tertarik mempelajarinya, saya menganjurkan anda membeli buku the Jerusalem Bible, dan anda dapat melihatnya dengan lebih detail.

6. Alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang sangat ‘absurd‘/ tidak masuk akal.
Sebenarnya alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang sangat ‘absurd‘/ tidak masuk akal. Yang dimaksud di sini mungkin adalah bahwa kanon Ibrani yang ditetapkan oleh para rabi Yahudi dalam konsili Javneh/ Jamnia sekitar tahun 100,  hanya memuat 39 kitab PL, sedangkan Gereja Katolik berpegang pada Septuagint yang memuat 46 kitab (termasuk Deuterokanonika). Para rabi itu adalah orang -orang yang menolak Kristus, mereka tidak percaya kepada Kristus bahkan sampai saat ini. Bagaimanakah mereka dapat menentukan bagi Gereja, mana kitab yang diinspirasikan oleh ROH KUDUS, dan mana yang tidak? Mereka (para rabi itu) menolak Kristus (kalau tidak menolak, mereka sudah jadi umat Kristiani), lalu bagaimana sekarang kita dapat mengatakan bahwa para rabi itu dipenuhi ROH KUDUS untuk menentukan kanon Kitab Suci bagi Gereja?

Lagipula, jika kita mau secara obyektif melihat, selayaknya kita melihat pada penjelasan para pengarang Protestan yang bernama Gleason Archer dan G.C. Chirichigno membuat daftar yang menyatakan bahwa Perjanjian Baru mengutip Septuagint sebanyak 340 kali, dan hanya mengutip kanon Ibrani sebanyak 33 kali.[1] Dengan demikian, kita ketahui bahwa dalam Perjanjian Baru, terjemahan Septuagint dikutip sebanyak lebih dari 90%. Jangan lupa, seluruh kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani. Dan kitab-kitab yang tertulis dalam bahasa Yunani inilah yang ditolak oleh para Rabi Yahudi. Tetapi apakah kitab-kitab PL yang tertulis dalam bahasa Yunani ini berarti tidak diinspirasikan oleh ROH KUDUS? Tentu tidak bukan. Meskipun ditulis bukan dalam bahasa Ibrani, kitab-kitab tersebut tetap orisinil dan asli, sebab memang pada saat itu bahasa yang umum digunakan adalah bahasa Yunani.
“…jadilah pendosa, dan biarkan dosa2mu menjadi kuat. Tapi biarkan kepercayaanmu akan Kristus lebih kuat. Tidak ada dosa yg dapat memisahkan kita dariNya, sekalipun jika kita melakukan pembunuhan dan perzinahan ribuan kali sehari..." (SolaFide by Luther)
August 24, 2010, 11:51:47 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Perjanjian Lama adalah perjanjian antara Allah dengan umat Israel, jika orang Yahudi saja tidak menjadikan kitab2 Deutorakanonika, sebagai kanon kitab mereka yakni ajaran2 yang merupakan ukuran dan pengukur (pokok ajaran), bagaimana mungkin orang Kristen menerima secara Kanonik? Bagaimanapun secara historis PL adalah kitab2 mereka karena merupakan perjanjian antara Allah dan bangsa Israel secara eksklusif. Kita menerima kitab2 secara kanonik orang Yahudi untuk PL karena kita mengakui historis perjanjian Allah dengan bangsa Israel.

Salam
August 24, 2010, 01:59:56 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4540
  • Gender: Male
  • Stella-Maris---Living-It-Up
  • Denominasi: the origin of Church
Perjanjian Lama adalah perjanjian antara Allah dengan umat Israel, jika orang Yahudi saja tidak menjadikan kitab2 Deutorakanonika, sebagai kanon kitab mereka yakni ajaran2 yang merupakan ukuran dan pengukur (pokok ajaran), bagaimana mungkin orang Kristen menerima secara Kanonik? Bagaimanapun secara historis PL adalah kitab2 mereka karena merupakan perjanjian antara Allah dan bangsa Israel secara eksklusif. Kita menerima kitab2 secara kanonik orang Yahudi untuk PL karena kita mengakui historis perjanjian Allah dengan bangsa Israel.

Salam
halo bro.. :)

silahkan lihat poin 6.. :)

saya copaskan :)

6. Alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang sangat ‘absurd‘/ tidak masuk akal.
Sebenarnya alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang sangat ‘absurd‘/ tidak masuk akal. Yang dimaksud di sini mungkin adalah bahwa kanon Ibrani yang ditetapkan oleh para rabi Yahudi dalam konsili Javneh/ Jamnia sekitar tahun 100,  hanya memuat 39 kitab PL, sedangkan Gereja Katolik berpegang pada Septuagint yang memuat 46 kitab (termasuk Deuterokanonika). Para rabi itu adalah orang -orang yang menolak KRISTUS, mereka tidak percaya kepada KRISTUS bahkan sampai saat ini. Bagaimanakah mereka dapat menentukan bagi Gereja, mana kitab yang diinspirasikan oleh ROH KUDUS, dan mana yang tidak? Mereka (para rabi itu) menolak KRISTUS (kalau tidak menolak, mereka sudah jadi umat Kristiani), lalu bagaimana sekarang kita dapat mengatakan bahwa para rabi itu dipenuhi ROH KUDUS untuk menentukan kanon Kitab Suci bagi Gereja?

“…jadilah pendosa, dan biarkan dosa2mu menjadi kuat. Tapi biarkan kepercayaanmu akan Kristus lebih kuat. Tidak ada dosa yg dapat memisahkan kita dariNya, sekalipun jika kita melakukan pembunuhan dan perzinahan ribuan kali sehari..." (SolaFide by Luther)
August 24, 2010, 03:19:42 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Perjanjian Lama adalah perjanjian antara Allah dengan umat Israel, jika orang Yahudi saja tidak menjadikan kitab2 Deutorakanonika, sebagai kanon kitab mereka yakni ajaran2 yang merupakan ukuran dan pengukur (pokok ajaran), bagaimana mungkin orang Kristen menerima secara Kanonik? Bagaimanapun secara historis PL adalah kitab2 mereka karena merupakan perjanjian antara Allah dan bangsa Israel secara eksklusif. Kita menerima kitab2 secara kanonik orang Yahudi untuk PL karena kita mengakui historis perjanjian Allah dengan bangsa Israel.

Salam
halo bro.. :)

silahkan lihat poin 6.. :)

saya copaskan :)

6. Alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang sangat ‘absurd‘/ tidak masuk akal.
Sebenarnya alasan tidak menerima kitab-kitab Deuterokanonika karena orang-orang Yahudi sendiri menolak kitab-kitab tersebut adalah alasan yang sangat ‘absurd‘/ tidak masuk akal. Yang dimaksud di sini mungkin adalah bahwa kanon Ibrani yang ditetapkan oleh para rabi Yahudi dalam konsili Javneh/ Jamnia sekitar tahun 100,  hanya memuat 39 kitab PL, sedangkan Gereja Katolik berpegang pada Septuagint yang memuat 46 kitab (termasuk Deuterokanonika). Para rabi itu adalah orang -orang yang menolak KRISTUS, mereka tidak percaya kepada KRISTUS bahkan sampai saat ini. Bagaimanakah mereka dapat menentukan bagi Gereja, mana kitab yang diinspirasikan oleh ROH KUDUS, dan mana yang tidak? Mereka (para rabi itu) menolak KRISTUS (kalau tidak menolak, mereka sudah jadi umat Kristiani), lalu bagaimana sekarang kita dapat mengatakan bahwa para rabi itu dipenuhi ROH KUDUS untuk menentukan kanon Kitab Suci bagi Gereja?


Adakah pernyataan dalam kitab Deutorakanonika sebagai pernyataan nubuatan bagi Yesus (bagi bangsa Yahudi adalah nubuatan Mesias, walau mereka belum mengakui Yesus sebagai Mesias) ? Tidak ada.

Alasan yang dikemukakan oleh bro-lah yang absurd, orang Yahudi saja tahu mana kitab yang merupakan DONGENG dan harus dibuktikan, Contohnya adalah purgatory. Jelas dalam tulisan2 Perjanjian Baru, tidak ada ajaran demikian....^0^

Salam
August 24, 2010, 03:46:14 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10846
Perjanjian Lama adalah perjanjian antara Allah dengan umat Israel, jika orang Yahudi saja tidak menjadikan kitab2 Deutorakanonika, sebagai kanon kitab mereka yakni ajaran2 yang merupakan ukuran dan pengukur (pokok ajaran), bagaimana mungkin orang Kristen menerima secara Kanonik? Bagaimanapun secara historis PL adalah kitab2 mereka karena merupakan perjanjian antara Allah dan bangsa Israel secara eksklusif. Kita menerima kitab2 secara kanonik orang Yahudi untuk PL karena kita mengakui historis perjanjian Allah dengan bangsa Israel.

Salam

Perjanjian Lama yang sudah di kanon dari Kejadian sampai Maleachi yang terdiri dari 39 buku  adalah merupakan kesatuan dengan Perjanjian Baru yang terdiri dari Matius s/d Wahyu 27 buku yang jumlah keseluruhannya adalah 66 buku.
dan bila anda mempelajari "kemah suci" pada bagian "ruang suci" terdapat meja roti pertunjukkan yang memuat 2 nampan / piring yang masing masing terdiri dari 6 susun roti setiap piring.
« Last Edit: August 24, 2010, 03:49:28 PM by cutz »
August 24, 2010, 04:20:18 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 636
Quote
Adakah pernyataan dalam kitab Deutorakanonika sebagai pernyataan nubuatan bagi YESUS (bagi bangsa Yahudi adalah nubuatan Mesias, walau mereka belum mengakui YESUS sebagai Mesias) ? Tidak ada.

ADA

Kebijaksanaan 2:1-21

Ayat 1 (dikutip) selebihnya baca sendiri sampai dgn ayat 9...

Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: "Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.

Dari ayat 1-9 terdapat kata kita. Kata kita disini merujuk pada golongan imam dan ahli taurat Yahudi yang membenci Yesus.

Ayat 10
Mari kita menindas orang miskin yang benar [inggris : the poor just man], jangan kita mengasihani janda, dan jangan peduli akan uban orang yang lanjut usia.

Bhs inggris menggunakan bentuk singular (man) dan bukan jamak (men). Disini yg dimaksud adalah Yesus sbg the poor just man.

Ayat 11-13
Kekuatan kita hendaknya menjadi kaidah keadilan, sebab yang lemah ternyata tidak berguna. Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.

Lihat bagaimana tepatnya nubuatan ini...

Ayat 14-18
Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya. Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.
Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.


Bandingkan dgn Mat 27:42, & Luk 23:35...

Ayat 19-21
Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan." Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.

Perhatikan bahwa mereka disini mengarah kepada orang-orang Yahudi serta para ahli taurat dan orang farisi.

Salomo adalah seorang tokoh yang amat dihormati, tidak hanya oleh penganut Yudaisme melainkan juga oleh para penganut kabalisme. Beliau dikenal selain sebagai seorang yang bijak. Melihat bagaimana tepatnya nubuat diatas, apakah mengherankan bahwa akhirnya orang Yahudi memilih untuk “menghilangkan” kitab yang mengarah kepada ke-mesias-an Yesus tersebut dari kanon mereka?

Sekarang gantian tanya...

Adakah pernyataan dalam kitab Bilangan,Ester,Obaja sebagai pernyataan nubuatan bagi YESUS (bagi bangsa Yahudi adalah nubuatan Mesias, walau mereka belum mengakui YESUS sebagai Mesias) ? Tidak ada.
Jika kriteria kekanonikan PL adalah adanya nubuatan mesianik, maka tampaknya anda harus siap utk lebih banyak membuang kitab PL anda...

Menurut kamu apakah para rabbi yahudi ketika menetapkan daftar kanon kitab suci mereka mendapat bimbingan/pimpinan ROH KUDUS?
Jawab singkat :
YA ATAU TIDAK...

August 24, 2010, 04:30:36 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
Quote from: Nemo
Ayat 10
Mari kita menindas orang miskin yang benar [inggris : the poor just man], jangan kita mengasihani janda, dan jangan peduli akan uban orang yang lanjut usia.

Bhs inggris menggunakan bentuk singular (man) dan bukan jamak (men). Disini yg dimaksud adalah YESUS sbg the poor just man.
Tipikal orang Katolik yang mencari2 pembenaran dalam Alkitab seperti doktrin purgatori....^0^
Kalau orang miskin diartikan sebagai Yesus, siapa yang Anda artikan sebagai janda? Maria? Siapa yang Anda artikan sebagai orang lanjut usia? Allah?
Jangan ngaco dong, seperti halnya doktrin purgatori yang mengartikan kata2 "api" sebagai api penyucian.....^-^
Quote from: Nemo
Adakah pernyataan dalam kitab Bilangan,Ester,Obaja sebagai pernyataan nubuatan bagi YESUS (bagi bangsa Yahudi adalah nubuatan Mesias, walau mereka belum mengakui YESUS sebagai Mesias) ? Tidak ada.
Jika kriteria kekanonikan PL adalah adanya nubuatan mesianik, maka tampaknya anda harus siap utk lebih banyak membuang kitab PL anda...
Saya tidak mengatakan ukurannya adalah nubuatan Yesus....^-^
Yang saya katakan ukurannya adalah penerimaan secara kanonik oleh bangsa Israel karena PL adalah kitab mereka. Bro Onde-lah yang mengajukan alasan mereka tidak menerima kitab deutorakanonika dengan alasan sebagai pembenci Yesus, makanya saya katakan memangnya ada nubuatan tentang Yesus pada kitab2 tersebut sehingga ditolak oleh mereka? Jawabnya: TIDAK ADA.
Quote from: Nemo
Menurut kamu apakah para rabbi Yahudi ketika menetapkan daftar kanon kitab suci mereka mendapat bimbingan/pimpinan ROH KUDUS?
Jawab singkat :
YA ATAU TIDAK...
Dalam rencana, kehendak, dan kedaulatan Tuhan.....^0^
Kalau Anda tidak mau menerima jawaban panjang, anggap saja tidak melihat jawaban saya.

Salam
August 24, 2010, 04:42:44 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3136
Bro TS, apa istimewanya kitab deuterokanonika tersebut  :onion-head33:
mau mau, engga engga, jangan mau yang engga engga
August 24, 2010, 04:45:51 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1419
  • Gender: Male
  • He is the re-builder of everything that has broken
  • Denominasi: Kharismatik
sundul ahh... :)

untuk menandai trit aja bro ( gue pembaca budiman kali ini )

baru belajar tt Deuterokanonika
pasti banyak manfaatnya

lanjut.......bro :afro:

peace.... :)

Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.
( Mazmur 73:21-22 )
August 24, 2010, 05:36:22 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 636
Quote
Tipikal orang Katolik yang mencari2 pembenaran dalam Alkitab seperti doktrin purgatori....^0^
Kalau orang miskin diartikan sebagai YESUS, siapa yang Anda artikan sebagai janda? Maria? Siapa yang Anda artikan sebagai orang lanjut usia? Allah?

Bukan mencari pembenaran tapi membuka kebenaran bagi anda...

Yg diartikan janda adalah seperti yg terdapat pada Mat 23:14, Mar 12:40, Luk 20:47. Dengan kata lain perbuatan para rabbi yahudi (ahli taurat & Farisi) yg dikritik oleh Yesus telah dinubuatkan dalam kitab Kebijaksanaan.

Demikian pula dgn orgtua, dimana Kristus mengkritik pengabaian thd org tua (Mat 15:4-6). Sikap mereka yg mengabaikan orgtua tsb telah dinubuatkan dalam kitab Kebijaksanaan.

Quote
Saya tidak mengatakan ukurannya adalah nubuatan YESUS....^-^

Lantas apa tujuan anda menulis ttg tdk adanya nubuatan mesianik dlm kitab2 Deuterokanonika?

Quote
Yang saya katakan ukurannya adalah penerimaan secara kanonik oleh bangsa Israel karena PL adalah kitab mereka.

Kalau begitu kenapa ngak sekalian aja menggunakan ukuran penerimaan akan kemesiasan Yesus berdasarkan penerimaan dari mereka (dalam hal ini penerimaan mereka thd kemesiasan Yesus zero alias menolak)?

Quote
Bro Onde-lah yang mengajukan alasan mereka tidak menerima kitab deutorakanonika dengan alasan sebagai pembenci YESUS, makanya saya katakan memangnya ada nubuatan tentang YESUS pada kitab2 tersebut sehingga ditolak oleh mereka? Jawabnya: TIDAK ADA

Sudah dibuktikan...ADA

Quote
Dalam rencana, kehendak, dan kedaulatan Tuhan.....^0^
Kalau Anda tidak mau menerima jawaban panjang, anggap saja tidak melihat jawaban saya.

Hahaha kelihatan sekali kamu berada dalam keadaan dilematis...

Jika menjawab tdk ada pimpinan/bimbingan/penyertaan ROH KUDUS, maka daftar kanon yg mereka hasilkan tentu bisa salah
Sedangkan jika menjawab ada pimpinan/bimbingan/penyertaan ROH KUDUS, maka bagaimana mungkin para rabbi yahudi yg menolak Kristus tsb dpt memperoleh ROH KUDUS?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)