Author Topic: SUKSES menurut Alkitab = SUKSES menurut kata Motivator?  (Read 5820 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 09, 2010, 11:13:43 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
 :angel:   :angel:   :angel:  :angel:  :angel:  :angel:  :angel:

Dalam dunia Sekuler, kita mengenal banyak motivator mengajarkan kiat-kiat SUKSES.  :coolsmiley:   :azn:
Contoh : Robert T Kiyosaki, Al Rise, Mario Teguh, Rhenald Kazali, dll.Pada beberapa aliran Gereja, Jemaat juga disuguhkan topik-topik sekitar kunci sukses.

Pertanyaan saya :

1. Apakah kiat-kiat sukses di dunia sekuler mirip dengan prinsip-prinsip sukses Alkitab?

2. Apakah YESUS KRISTUS hidupnya berakhir dengan 'sukses' (sukses dalam pengertian dunia sekuler) ketika  
    banyak dibenci, dan mati disalibkan?

3. Apakah "menyangkal diri", "pikul salib", dapat menjadi kunci sukses untuk hidup sejahtera di dunia?

4. Orang Kristen yang tidak sukses dalam hal materi, jabatan : Apakah mereka bisa dikatakan gagal di mata
   Tuhan?


ada yang bisa membantu menjawab 'misteri' di atas?
« Last Edit: September 09, 2010, 12:17:21 PM by Bpk.Valery »
September 09, 2010, 11:15:56 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 910
  • Gender: Male
  • ^cOoL^
:angel:   :angel:   :angel:  :angel:  :angel:  :angel:  :angel:

Dalam dunia Sekuler, kita mengenal banyak motivator mengajarkan kiat-kiat SUKSES.  :coolsmiley:   :azn:
Contoh : Robert T Kiyosaki, Al Rise, Mario Teguh, Rhenald Kazali, dll.[/move]
Pada beberapa aliran Gereja, Jemaat juga disuguhkan topik-topik sekitar kunci sukses.[/color]

Pertanyaan saya :
1. Apakah kiat-kiat sukses di dunia sekuler mirip dengan prinsip-prinsip sukses Alkitab?
2. Apakah YESUS KRISTUS hidupnya berakhir dengan 'sukses' (sukses dalam pengertian dunia sekuler) ketika banyak dibenci, dan mati disalibkan?
3. Apakah "menyangkal diri", "pikul salib", dapat menjadi kunci sukses untuk hidup sejahtera di dunia?
4. Orang Kristen yang tidak sukses dalam hal materi, jabatan : Apakah mereka bisa dikatakan gagal di mata Tuhan?


ada yang bisa membantu menjawab 'misteri' di atas?
Koq di marquee tulisannya sich (move).
Baca nya susah nich... Pertamax dulu d :D
"Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh" (Roma 1:22)
September 09, 2010, 12:14:44 PM
Reply #2
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
:angel:   :angel:   :angel:  :angel:  :angel:  :angel:  :angel:

Dalam dunia Sekuler, kita mengenal banyak motivator mengajarkan kiat-kiat SUKSES.  :coolsmiley:   :azn:
Contoh : Robert T Kiyosaki, Al Rise, Mario Teguh, Rhenald Kazali, dll.[/move]
Pada beberapa aliran Gereja, Jemaat juga disuguhkan topik-topik sekitar kunci sukses.[/color]

Pertanyaan saya :
1. Apakah kiat-kiat sukses di dunia sekuler mirip dengan prinsip-prinsip sukses Alkitab?
2. Apakah YESUS KRISTUS hidupnya berakhir dengan 'sukses' (sukses dalam pengertian dunia sekuler) ketika banyak dibenci, dan mati disalibkan?
3. Apakah "menyangkal diri", "pikul salib", dapat menjadi kunci sukses untuk hidup sejahtera di dunia?
4. Orang Kristen yang tidak sukses dalam hal materi, jabatan : Apakah mereka bisa dikatakan gagal di mata Tuhan?


ada yang bisa membantu menjawab 'misteri' di atas?
Koq di marquee tulisannya sich (move).
Baca nya susah nich... Pertamax dulu d :D
maap gan.. salah edit.. yang mw di marquee yang motivator-motivatornya aja..
September 09, 2010, 12:30:29 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6783
  • Gender: Male
  • Jesus is My Lord and My GOD
:angel:   :angel:   :angel:  :angel:  :angel:  :angel:  :angel:

Dalam dunia Sekuler, kita mengenal banyak motivator mengajarkan kiat-kiat SUKSES.  :coolsmiley:   :azn:
Contoh : Robert T Kiyosaki, Al Rise, Mario Teguh, Rhenald Kazali, dll.Pada beberapa aliran Gereja, Jemaat juga disuguhkan topik-topik sekitar kunci sukses.

Pertanyaan saya :

1. Apakah kiat-kiat sukses di dunia sekuler mirip dengan prinsip-prinsip sukses Alkitab?

2. Apakah YESUS KRISTUS hidupnya berakhir dengan 'sukses' (sukses dalam pengertian dunia sekuler) ketika 
    banyak dibenci, dan mati disalibkan?

3. Apakah "menyangkal diri", "pikul salib", dapat menjadi kunci sukses untuk hidup sejahtera di dunia?

4. Orang Kristen yang tidak sukses dalam hal materi, jabatan : Apakah mereka bisa dikatakan gagal di mata
   Tuhan?


ada yang bisa membantu menjawab 'misteri' di atas?
Justru teologi kesuksesan bertentangan dengan menjadi murid Yesus....^0^

Matius
19:16. Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
19:17 Jawab Yesus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah."
19:18 Kata orang itu kepada-Nya: "Perintah yang mana?" Kata Yesus: "Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta,
19:19 hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
19:20 Kata orang muda itu kepada-Nya: "Semuanya itu telah kuturuti, apa lagi yang masih kurang?"
19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."
19:22 Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.
19:23. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
19:25 Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: "Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
19:26 Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin."
19:27 Lalu Petrus menjawab dan berkata kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?"
19:28 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.
19:29 Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.
19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."

Salam
September 09, 2010, 05:44:15 PM
Reply #4
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
@santo:

Ternyata anda termasuk yg alergi juga ya dg Prosperity Theology..., so pasti sy biza tahu kemana tanggapan anda atas pertanyaan2 sy.

Okay, pertanyaannya beralih lebih "down to earth" dehh, hasil ngamatin fakta2 yg dominan di kalangan Kristen:

1. Jika tahu bahwa Teologia Sukses bertentangan dg spirit Kekristenan, kenapa banyak Hamba Tuhan yg masih
    terus ngotot mengusung pesan2 yg gak jauh dari urusan "Sukses" (nb: setidaknya sy dengar ini selalu di
    Perseketuan2 Interdenominasi di Kantor sy)??
   
    Ciri2 itu bisa sy kemukakan di sini (saking hafalnya):
    -   "Anak Tuhan harus jadi kepala, bukan ekor" tapi dikaitkan dg tingkat Kesejahteraan...
    -   "Kesembuhan fisik" selalu jadi sisipan statement dlm khotbah dg topik apa saja.
    -   "Mintalah maka kamu akan mendapat" yg se-olah2 Allah pasti bisa kita luluhkan hatinya dg kiat2 tertentu

2. Ke depan, masa depan Gereja bakal kemana?
    Apakah arus yg mendukung Teologia Sukses itu bakal semakin berkembang?
    Apakah arus yg mengusung "Kristus yg menderita" bakal ditinggalkan orang?

Tolong ya beri pencerahan melalui forum ini... Terima kasih, Tuhan memberkati...
September 09, 2010, 11:15:04 PM
Reply #5
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Gender: Female
  • Smiley Doctor
Bagi saya, sukses adalah memiliki hidup yang berkenan kepada Allah dan mampu memenuhi tujuan hidup yang Allah kehendaki bagi kita. Di mana kita dapat memuliakan Allah dan menikmati Dia dalam setiap segi kehidupan karena tujuan manusia diciptakan adalah to Glorify God and Enjoy Him Forever. Seperti dalam 1 Korintus 10:31 "Aku menjawab: jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah". Melalui firman ini, Alkitab memberi tahu kita bahwa kita harus melakukan segala yang kita lakukan (bahkan hal-hal yang paling sederhana dan paling biasa) dengan cara yang akan memuliakan Allah. Bukankah Tuhan Yesus datang ke dunia untuk melakukan kehendak Allah Bapa di surga.
Ada yang menjalani hidup seolah-olah tujuan hidup mereka adalah untuk bersenang-senang dan mengumpulkan banyak uang. Orang-orang seperti ini tidak akan pernah puas. Mereka menemukan bahwa kesenangan yang mereka peroleh dari bersenang-senang dan memiliki barang-barang baru akan lenyap dengan sendirinya. Ini semua karena mereka tidak hidup menurut tujuan Allah bagi mereka.
Pada saat kita menikmati Allah, kita sebenarnya melakukan apa yang Allah maksudkan bagi kita dan sukacita kita didalam Dia akan terus bertahan. Mazmur 16: 11 "Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapanMu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kananMu ada nikmat senantiasa"
Coba pikirkan, apakah Allah meninggalkan orang miskin? Nyatanya Allah juga mengasihi orang miskin. Kasih Allah tidak bergantung pada seberapa banyak harta yang Allah percayakan pada setiap kita karena yang terpenting adalah memuliakan Allah dan menikmati Dia selamanya melalui hidup kita. Bukankah semakin banyak harta yang Allah percayakan, semakin besar juga tanggung jawab kita dan makin besar pula kesempatan iblis untuk mencobai kita. Lukas 12: 48 "Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, daripadanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut". Jangan hanya selalu meminta berkat Allah, bukankah yang terpenting adalah penyertaan Allah dan Pribadi Allah sendiri.
Kenal lah penciptamu maka kamu akan mengenal dirimu dan tujuan penciptaanmu.
Soli Deo Gloria. GBU ^0^
September 09, 2010, 11:51:30 PM
Reply #6
  • Local Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12071
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
jawaban:
1. "mirip" bukan berarti sama dengan Alkitab kan?
2. yang jelas YESUS sukses menjalani visi dan misi yang diberikan Bapa kepadanya
3. bisa
4. tidak karena tiap orang diciptakan dengan "keunikan"nya masing-masing
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
September 10, 2010, 01:59:12 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9816
Sukses dalam perpektif sekuler ya berarti sehat, pinter, kaya. Oleh karena sekuler tidak memikirkan kehidupan setelah kematian. Surga atau neraka bukan jadi pertimbangan mereka.
Pandangan orang dipengaruhi pengetahuan atau kepercayaan orang itu. Kalau tidak pernah memandang atau percaya surga atau kekekalan, tidak mungkin menjadikan surga sebagai alasan dalam pengambilan keputusan.

Sukses dalam perpektif Paulus, lain ceritanya.

Mataku tidak tertuju pada hal2 yang kelihatan karena semantara saja. Oleh sebab itu mataku tertuju pada perkara2 yang diatas karena kekal.

Drive force/kekuatan yang mengarahkan keputusan ini jelas kepercayaannya adanya surga dan neraka.

Seperti orang yang sedang perlombaan lari maraton 40 km. Yang disebut sukses kalau dia orang pertama mencapai garis finish. Pada kilo meter ke 5 mungkin dia dipaling belakang tidak apa2.

Hidup didunia hanya seratus tahun kalau kuat kebanyakan orang mati umur 89 atau tujuh puluh saja.
Kalau selama ini kita kaya raya lalu mati dan selamanya masuk neraka sejuta tahun lebih. Apa itu bisa dikatakan sukses? Sukses apanya?

Paulus meninggalkan kesuksesan dunia sementara untuk sukses jutaan tahun.

seratus tahun didunia dibanding milyadan tahun pada masa kekekalan adalah seperti semenit banding jutaan tahun

Siapa yang mau diberi rumah dan mobil mewah semenit saja lalu dimasukan penjara neraka seumur hidup? coba yang mau angkat tangan.

Orang yang berfokus pada kesuksesan semantara didunia ini tidak setuju pada ajaran Paulus yang berfokus pada perkara2 diatas/kekekalan.

Bagi orang percaya semenit didunia ini tidak dijadikan pertimbangan, karena dia percaya masa depan yang jutaan tahun itu.

Orang yang berfokus pada kesuksesan semenit ini bearti tidak percaya kesuksesan kekal. Makanya ada pendeta berfokus pada kesuksesan semenit dan dia sekarang dipenjara karena terlibat penyuapan besar2an dalam bisnisnya untuk masalah hutan.

Saya bisa meramalkan orang yang menamakan diri Kristen bakal banyak yang memihak theologie kesuksesan semenit ini daripada theology kesuksesan kekalnya Paulus. Tuhan sudah mengatakan banyak yang dipanggil sedikit yang dipilih
« Last Edit: September 10, 2010, 02:02:28 AM by jackson123 »
September 10, 2010, 01:32:10 PM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
@Friska Agan
@Chrisma
@Jackson123

Sy appreciated & salute bahwa masih banyak anak2 Tuhan di zaman begini yg masih melihat sebagaimana "helicopter view"-nya Tuhan, bukan dg kacamata bacanya orang2 sekuler yg hebat.

Tapi permisi nanya lagi nih:

1. Ngomong SUKSES ala Paulus, ala Alkitab itu emank enak buat dipikirin, tapi kan gak mudah dijalanin...
    Ada jurang yg luas antara dunia ide dg realita harus "ber-darah2" dlm menyangkal diri...
   Khususnya buat kita2 yg nyari nafkah di dunia sekuler, kayaknya baru siap "all out" ngikut Tuhan kalo
   tabungan dah cukup buat anak2, punya side income buat ngidupin diri baru bisa terjun dalam pelayanan?

2. Gimana jelasin buat fenomena di banyak gereja2 yg cukup sehat (baca: gak "jualan obat berkat" mulu),
    yg tetep jalanin hidup "amphibi": Sehari-hari giat kerja ngumpulin duit & tetep luangkan waktu buat
    leisure + have fun, tapi di lain pihak tetep pengen makanan rohani yg sehat malah ikut sibuk2 dlm
    aktivitas rohani...?? Apakah ini bagian dari menerapkan hidup yg SUKSES??

Okay, makasih sblomnya buat rekan2 FKers yg gak pelit sharingkan pemikirannya...
:afro:
September 10, 2010, 02:00:01 PM
Reply #9
  • Local Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12071
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
karena ditanya lagi....
@Friska Agan
@Chrisma
@Jackson123

Sy appreciated & salute bahwa masih banyak anak2 Tuhan di zaman begini yg masih melihat sebagaimana "helicopter view"-nya Tuhan, bukan dg kacamata bacanya orang2 sekuler yg hebat.

Tapi permisi nanya lagi nih:

1. Ngomong SUKSES ala Paulus, ala Alkitab itu emank enak buat dipikirin, tapi kan gak mudah dijalanin...
    Ada jurang yg luas antara dunia ide dg realita harus "ber-darah2" dlm menyangkal diri...
   Khususnya buat kita2 yg nyari nafkah di dunia sekuler, kayaknya baru siap "all out" ngikut Tuhan kalo
   tabungan dah cukup buat anak2, punya side income buat ngidupin diri baru bisa terjun dalam pelayanan?

2. Gimana jelasin buat fenomena di banyak gereja2 yg cukup sehat (baca: gak "jualan obat berkat" mulu),
    yg tetep jalanin hidup "amphibi": Sehari-hari giat kerja ngumpulin duit & tetep luangkan waktu buat
    leisure + have fun, tapi di lain pihak tetep pengen makanan rohani yg sehat malah ikut sibuk2 dlm
    aktivitas rohani...?? Apakah ini bagian dari menerapkan hidup yg SUKSES??

Okay, makasih sblomnya buat rekan2 FKers yg gak pelit sharingkan pemikirannya...
:afro:
jawab:
1. IMO ngga ah...masa si sebegitunya...pelayanan sampai "berdarah2", dan baru bisa "all out" pelayanan kalau sudah kaya?
   apapun bukankah kita harus lakukan dengan segenap hati, itu sama saja kita melakukannya untuk untuk kemuliaan Tuhan, setia dalam melakukan perkara kecilpun itu juga salah satu bentuk pelayanan koq (misal: memberi persembahan, perpuluhan, sumbangan dana sosial, dll  :wink: )
jadi apapun profesi kita belajarlah setia di dalamnya
berapa berkat/gaji/rejeki yang Tuhan berikan patut disyukuri  :)
2. saya tidak mau "menghakimi", yang pasti saya bersyukur gereja tempat saya beribadah tidak seperti itu  :)
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)