Author Topic: [God is Love - 1] Lukas 15:11-32 : Ketika Anugerah Semakin Mendalam  (Read 2564 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 06, 2010, 10:32:40 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3009
Ketika Anugerah Semakin mendalam

-- diambil dari kotbah YESUS tentang Perumpamaan anak yg hilang --
(Lukas 15:11-32 )



Si anak yang telah menghambur-hamburkan harta kekayaan orang tuanya berjalan terseok-seok.
Bau badannya yg seperti kandang babi membuat para pejalan kaki memilih berjalan memutar menjauhinya, tetapi semua itu tidak ia sadari. Sambil menunduk, dihafalkannya kalimat ini :

"Bapa" -- suaranya nyaris tak terdengar --
"aku telah berdosa terhadap Engkau. Aku tidak layak lagi disebut anak bapa."


ia ulang-ulang terus kalimat tersebut sambil menimbang-nimbang apakah ia perlu menambahi, mengurangi kalimatnya, atau justru lebih baik langsung putar halauan dan kembali ke pekarangan kandang ternak.

Bagaimanapun, ia telah meminta warisan yg menjadi bagiannya dan mencemarkan nama baik keluarga. Sepanjang tahun yg silam, ia selalu bangun dengan kerongkongan yg terasa terbakar, para wanita, dan tato yg lebih banyak dari bintang musik rock.

Bagaimana mungkin bapanya akan mengampuninya ? Barangkali aku harus berjanji melunasi banyak tagihan kartu kredit itu. Pikirannya begitu terpusat pada rencananya untuk memohon ampun pada bapanya, sehinga ia tidak mendengar suara sang bapa... yg berlari menyongsongnya

Sang bapa berlari dan memeluk si anak yg berlumuran lumpur itu, seakan-akan anaknya itu adalah pahlawan yg baru kembali dari medan perang. Diperintahkannya para pelayan membawakan jubah,cincin, dan sandal, seolah-olah hendak mengatakan "Tak ada seorangpun dari anakku yg boleh berpenampilan seperti pengurus kandang babi. Nyalakan panggangan. Marilah kita berpesta !"





Namun, si sulung berdiri di serambi rumah sambil merajuk. "Tak seorangpun pernah membuatkan pesta untukku" gumamnya sambil bersedekap.

Sang ayah mencoba memberinya pengertian, tetapi anak sulung yg iri hati itu tidak sudi mendengarkannya. Ia marah dan sambil mengangkat bahu, ia mengomel tentang kasih karunia picisan. Ia kemudian memasang pelana di punggung kudanya yg tinggi tegap dan memacunya kencang. Anda pasti telah akrab dgn cerita itu. Anda tentu pernah mendengar perumpamaan tentang bapa yg pemurah dan kakak sulung yg bersikap memusuhi.

Namun pernahkah anda mendengar apa yg terjadi selanjutnya? Itu adalah kisah yg menarik. Si kakak sulung mencoba menghalangi jalannya arak-arakan pengampunan. "Jika Bapa tidak bersedia menegakkan keadilan atas anak itu, akulah yg akan melakukannya."





"indah sekali jubahmu dik" katanya pada suatu hari kepada adiknya "jangan sampai kotor. Jika sampai ada setitik noda saja, Bapa akan memasukkan jubah itu, sekaligus dengan dirimu ke dalam mesin cuci"

Si adik menghalau pergi kakaknya, tetapi kemudian ketika ia melihat bapanya datang, ia segera memeriksa, adakah noda pada jubahnya.





Beberapa hari kemudian, si anak sulung memperingatkan dirinya soal cincin. "Bagus benar perhiasan yg Bapa berikan kepadamu. Sebenarnya beliau lebih suka jika engkau mengenakannya di ibu jari"

"Ibu jari? bapa tidak pernah berkata begitu kepadaku"

"Ada hal-hal yg seharusnya kita ketahui dengan sendirinya"

"Tetapi cincin itu tidak akan muat jika aku pakai di ibu jari"

"Sebenarnya apakah tujuanmu-menyukakan hati Bapa atau lebih mengutamakan kenyamanan pribadimu ?" ejek sang pengamat rohani seraya berlalu.





Tindakan si sulung belum berhenti sampai disitu. Dengan lagak ramah layaknya seorang auditor jawatan pajak yg sulit dicerna, ia mengejek "Jika Bapa melihatmu memakai sandal dengan tali yg diikat sekenanya, beliau akan meminta kembali sandal itu"

"Beliau tidak akan melakukannya. Semua ini adalah hadiah. Beliau tidak akan melakukannya... bukankah demikian ?" Mantan anak durhaka itu kemudian membungkuk untuk mengencangkan ikatan tali sandalnya. Ketika itulah ia mendapati setitik noda pada jubahnya. sementara ia mencoba menghilangkan noda itu dengan menggosok jubahnya, tampaklah cincin yg terpasang di jari manisnya, bukan di ibu jarinya. Saat itulah ia mendengar suara ayahnya "HALO NAK"

si anak jatuh terduduk,mengenakan jubah yg bernoda, dengan tali sandal yg terikat sekenanya, dan cincin yg salah tempat. Sambil berusaha melawan rasa takutnya, ia bereaksi dengan mengatakan "Maaf Bapa" dan kemudian membalikkan badan dan berlari.

Terlalu banyak tugas. Menjaga jubah tetap tak bernoda, posisi cincin, ikatan tali sandal -- siapakah yg sanggup memenuhi standar semacam itu? Beban merawat hadiah-hadiah itu mulai dirasakan si anak muda. Ia memilih menghindar dari sang ayah karena merasa tak sanggup menyenangkan hatinya. Ia tidak lagi mengenakan hadiah yg tidak sanggup lagi ia pelihara. Dan bahkan ia mulai merindukan hari-hari semasa ia masih menjadi pengurus kandang babi. "Tiada seorangpun yg memburu-buru aku disana"





Begitulah cerita selengkapnya. ingin tahu dimana saya mendapatkannya ? pada surat Galatia. Oleh karena sikap abang yg legalistis semacam itu, para pembaca surat kiriman Rasul Paulus beralih  dari penerima kasih karunia menjadi penurut hukum. Kehidupan kristiani mereka telah diisi dengan sukacita yg ditentukan oleh hasil endoskpi G.I. (penelitian mengenai organ dalam makhluk hidup) yg super teliti. Hal itulah yg membingungkan Paulus

Quote
Tak dapat aku nyana bahwa kamu begitu lekas berbalik dari Allah,
yg didalam belas kasihan-Nya telah memanggil kamu untuk membagikan
hidup yg kekal yg telah Dia Anugerahkan melalui KRISTUS.
Kamu telah mengikuti jalan lain. yg serupa Kabar Baik, tetapi
sesungguhnya sama sekali bukan Kabar Baik.
Kamu telah diperdaya
oleh mereka yg bermaksud memutarbalikkan kebenaran di dalam
Injil KRISTUS.

Dan kamu tahu bahwa kita. orang kristiani Yahudi, dibenarkan
oleh karena Allah
, bukan karena menjalankan apa yg ada di dalam
Taurat
, melainkan oleh karena iman kepada YESUS KRISTUS. Oleh sebab
itu, kami pun telah percaya bahwa Allah telah menerima kami
karena iman kepada KRISTUS -- bukan karena kami melakukan Taurat
dengan tanpa cacat cela. Sebab tidak ada seorangpun yg diselamatkan
oleh karena melakukan hukum Taurat

(Galatia 1:6-5,  2:16  NLT)


Ternyata perampas sukacita menerobos masuk pula ke tengah jemaat Roma.
Rasul Paulus dalam surat Roma 4:5 mengingatkan mereka
"Tetapi orang dinilai sebagai orang benar oleh karena imannya, dan
bukan karena jerih lelah yg telah ia lakukan" (Roma 4:5 NLT)


Hal ganjil yg serupa pernyataan tersebut juga terdengar di antara
anggota jemaat Filipi. Akan tetapi di Filipi, bunyi pesan dari "si anak sulung"
bukan berupa perintah untuk mengenakan cincin di ibu jari,
melainkan "kamu harus disunat agar dapat selamat" (Filipi 3:2 NLT)

Bahkan di tengah-tengah jemaat di Yerusalemm, yg dapat dianggap
sebagai saka guru gereja, terdengar perintah khidmat dari
Dewan Pengendali Mutu. Mereka mengingatkan orang percaya non-Yahudi
"Kamu tidak dapat diselamatkan apabila kamu tidak disunat sebagaimana
yg telah diberlakukan oleh Musa
" (Kisah Para Rasul 15:1)





Banyak gereja bergulat menghadapi wabah serupa: Anugerah yg
terganjal. Anugerah yg setengah-setengah. Boleh mencicip tetapi
tak boleh meminumnya. Boleh membasahi bibir Anda, tetapi
tidak pernah sampai memuaskan dahaga Anda.

Inilah kunci persoalannya yg dapat disederhanakan dalam 1 pertanyaan
apakah anugerah atau kasih karunia Allah membatasi anda ?
Anugerah yg utuh memberikan penjelasan , sekali dan berlaku
bagi semua, tentang siapa diri kita sesungguhnya.


Quote
Tetapi betapa BESARNYA KEMURAHAN HATI ALLAH!
Dia begitu mengasihi kita, sehingga pada waktu kita masih mati secara rohani
karena pelanggaran-pelanggaran kita, Dia menghidupkan kita kembali
bersama-sama dengan KRISTUS. Jadi,hanyalah karena kebaikan hati Allah,
kalian diselamatkan oleh-NYA
. Karena itu kita bersatu dengan KRISTUS
YESUS, Allah menghidupkan kita kembali bersama-sama Dia, supaya
kita memerintah juga bersama-sama Dia didalam surga. Allah melakukan
itu supaya pada zaman yg akan datang, manusia dapat melihat
BETAPA BESARNYA KASIH ALLAH. Kasih itu dinyatakan Allah
melalui kebaikan hati-NYA kepada kita dengan perantaraan KRISTUS YESUS

ALLAH MENGASIHI KALIAN, itu sebabnya Dia menyelamatkan kalian
karena kalian percaya kepada YESUS. Keselamatan kalian itu bukanlah
hasil usahamu sendiri. Itu adalah ANUGERAH ALLAH. Jadi, tidak ada
seorang pun yg dapat menyombongkan dirinya mengenai hal itu
(Efesus 2:4-9 NLT)


Citra diri Anda ditentukan oleh anugerah. Ketika anugerah itu tertanam
dalam diri Anda, maka pudarlah segala pencitraan duniawi.
Bodoh. Tidak produktif. Telmi. Ceplas-Ceplos. Lembek. Kikir.
Akan tetapi, ketika anugerah menyusup, SEGALA bentuk kritikan
yang ada menjadi tercerai-berai. Anda tahu bahwa Anda bukanlah
seperti yg mereka katakan kepada Anda. Anda adalah  seperti
yang Allah katakan kepada Anda. Secara rohani Anda hidup. Memiliki
tempat di surga. Terhubung dengan Allah Bapa. Hal ini merupakan
papan reklame belas kasih. Anak yg terhormat.

Tentu saja , tidak semua pencitraan yg diberikan manusia bersifat
negatif. Sebagian orang menganggap Anda tampan, pandai, sukses atau
efisien. Namun bahkan, sekalipun Anda memperoleh posisi di kantor
Gedung Putih, hal itu tidaklah dapat dibandingkan dengan
"duduk semeja bersama DIA di kerajaan Surga".
Biodata Kekristenan kita bersumber dari Anugerah.





Anugerah Allah-lah yg membentuk pencitraan diri anda.
Menurut-NYA, Anda adalah milik-NYA. Titik.
"Karena kita ini buatan Allah. Dia menciptakan kita
di dalam KRISTUS YESUS, sehingga kita bisa melakukan
banyak hal baik yg telah DIA rencanakan sejak lama"
(Efesus 2:10 NLT)

Biarkan Allah berkarya. Minumlah sepuas mungkin dari sumur
anugerah-NYA. Ketika anugerah terpancang teguh dalam jiwa Anda,
masa kelam kehidupan tidak akan lagi menjadi citra diri Anda.
Anda telah menjadi penghuni istana.





Oleh karena itu, sekarang Anda tahu apa yg harus anda katakan
kepada "si sulung" di dunia ini. Anda tidak perlu repot-repot mencuci
jubah atau dipusingkan oleh aturan memakai cincin. Perbuatan Anda
tidak akan menyelamatkan diri Anda. Amal perbuatan Anda bukan
merupakan jaminan keselamatan Anda. Semuanya karena anugerah.

Oleh karena itu, jika kelak "si sulung" mulai menggeram lebih keras
daripada 2 ekor anjing Dobberman, longgarkan ikatan tali sandal
Anda, kenakan cincin di jari manis Anda, dan kutiplah
perkataan rasul anugerah yg berbunyi
"Tetapi karena Anugerah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang"

(1 Korintus 15:10)





Quote
Sekilas Info  :
Anak Sulung sebenarnya adalah simbol Agamawi / Legalisme/ sesuatu yg baik .
yg serupa Kabar Baik, tetapi sesungguhnya sama sekali bukan Kabar Baik

dalam perumpamaan anak yg terhilang sebenarnya
yang terhilang 2 orang yaitu si bungsu dan juga si sulung

si bungsu terhilang di luar   rumah, sedangkan
si sulung terhilang di dalam GEREJA rumah sendiri




Akhir kata
minumlah sepuasnya Anugerah Allah  :)
« Last Edit: October 07, 2010, 12:24:51 AM by repento »
Efesus 2:15-a

(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


(BIS)
Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
December 01, 2010, 08:27:52 PM
Reply #1
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 46
Sebuah renungan yg sangat baik, Trims udah mau share.
Keselamatan adalah anugerah Allah, tapi kita yg telah diselamatkanNya harus berusaha mengejar kekudusan, bertumbuh dalam iman, pengharapan dan kasih, sehingga kita berbuah pula dan menjadi berkat bagi banyak orang.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)