Author Topic: Teologi Kemakmuran  (Read 4678 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 09, 2010, 02:46:32 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3005
Quote
Posted on Juli 4, 2009 by Pastor John Jeshurun


GEREJA KEMAKMURAN

PENYIMPANGAN TERBESAR GEREJA MASA KINI



“Tuhan akan menjadikan kita kaya dengan cara yang elegan,
pada waktu-Nya dan seturut anugerah-Nya.”
(John Jeshurun)





Beberapa waktu yang lalu,
aku pernah membuat posting yang menolak dengan tegas INJIL KEMAKMURAN.
Kali ini, mari kita bahas lebih gamblang.
Bagiku penyimpangan terbesar gereja Tuhan saat ini,
bukanlah karena gereja Setan atau adanya aliran sesat yang baru (I don’t buy it!).

Tapi,
penyimpangan terbesar datang dari dalam gereja sendiri yaitu generasi pemburu uang atau
kita sebut saja dengan istilah gereja kemakmuran.
Inilah sesungguhnya yang paling berbahaya. Ibarat virus menular penyakit ini terus menyebar.
Marilah kita bahas lebih jauh.



Poin penting yang utama dan yang mendasar adalah:
gereja kemakmuran dilahirkan oleh pemimpin yang cinta uang.
Gimanapun, jemaat ga akan jauh-jauh dari pemimpin.
Mau tau gimana kepemimpinan sebuah gereja?
Liat aja kehidupan jemaatnya.
Pola jemaat yang materialisme, hedonis dan cinta uang
sudah cukup jelas menggambarkan siapa sebenarnya pemimpinnya.
Ada sebuah hukum dasar yang berlaku di dalam gereja:
roh itu transfer dari imam ke jemaat! (walaupun tidak selalu juga)
Tidak ada yang lebih memuakkan di hadapan Tuhan melihat
para penyembah berlaha ini, memuji dan menyembah Allah dengan bibirnya,
bermazmur, menari, bahkan bernubuat dan berbahasa roh.
Semua hal-hal rohani yang dilakukan adalah kepalsuan,
jubah agamawi yang dibalut dengan ritual Roh, hugh!



Gereja kemakmuran adalah orang-orang yang mengejar berkat Tuhan,
bukan mencari hati-Nya Tuhan.

Mereka awalnya mengikuti Allah, namun menyimpang.
Sama seperti bangsa Israel di padang gurun.
Ingat kasus pembuatan anak lembu tuangan dari emas?
Allah baru saja melepaskan mereka, kok bisa teganya mereka demikian.
roh yang sama ada pada gereja kemakmuran.
Mereka mengejar materi dan menjadi pemburu uang dan akhirnya melupakan Tuhan.
Mereka mencintai uang melebihi Tuhan.
Sebab uang bisa menjawab semua keinginan daging mereka.
Kalo boleh jujur banyak anak-anak Tuhan yang tadinya tulus mencari Tuhanpun
bisa menyimpang menjadi demikian.
Ada alasannya kenapa pergeseran ini terjadi,
sebab mereka melihat hamba-hamba Tuhanpun demikian.
Jadi kembali ke poin pertama tadi, bahwa setuju atau tidak,
bagaimana pemimpinnya demikian pula jemaatnya.



Gereja kemakmuran meyakini bahwa menjadi kaya adalah bukti penyertaan atau perkenanan Tuhan.
Inilah salah satu mitos yang paling banyak dipercayai di gereja. Parah!
Gereja jadi tempat untuk tanding-tandingan ‘berkat’ dan unjuk kekayaan.
Katanya, kalo kamu miskin kamu ga akan pernah memuliakan Tuhan,
hanya dengan menjadi makmurlah kamu menjadi ‘terang dunia’ demikian pesan mereka.
Mencaplok beberapa ayat tentang kemakmuran dan dijadikan sebagai ‘fatwa’ di gereja.



Adalah suatu ketidakwarasan mengkaitkan Kekristenan dengan kemakmuran.
Sebab kalo tujuan hidup untuk di dunia ini hanya untuk menjadi makmur,
maka kamu ga harus jadi pengikut KRISTUS kok.
Banyak atheis yang super kaya kok,
ambil contoh Mark Zuckerberg, (25 thn), Facebook CEO & Founder yang memiliki kekayaan Rp. 10 Trilun.
Kalo disuruh milih, mending aku temenan ama Mark, dibanding temenan ama pendeta kemakmuran.





Gereja kemakmuran mementingkan citra daripada ketulusan hati melayani.
Hamba-hamba Tuhan kemakmuran berupaya menyelamatkan citra mereka dalam pelayanan.
Salah satunya (yang paling wajib) adalah dengan berusaha memiliki mobil walau dengan kredit
kalo bisa menggaji supir juga. Sebab, pikirnya kalo pakai mobil kan kelihatan diberkati,
sehingga kalo khotbah lebih dapat diterima/dianggap.
Lagian ini kan juga ‘mendukung’ pelayanan (baca: karir).
Kalo ga, nanti ga dapet ‘setoran’ karena sepi ‘job’.
Hari gene, melayani dianggap profesi? Parah!
Pendeta tipe gini hanya hidup dari amplop dan dari transferan bank,
sebagai upah atas jasa berbicara di mimbar.
Lalu kalo sudah punya mobil lalu semakin ‘sukses’ maka hal selanjutnya adalah
meng-upgrade mobil yang sudah ada menjadi mobil mewah.
Supaya semakin nyata ‘berkat’ Tuhan itu. Supaya ‘dilihat’ orang-orang bahwa ada ‘kemajuan’.
Ini juga yang nantinya membikin makin banyak undangan khotbah kemana-mana.
Belum lagi, tau sama tau aja,
kalo gue naik BMW seri terbaru, emang ‘bayarannya’ sama dengan pendeta yang cuma pakai Xenia?
Mau tau salah satu ciri pendeta kemakmuran yang paling gampang?
Jangan terjebak karena melihat penampilan luar ataupun mobilnya, bukan itu.
Cirinya adalah, mereka kalo ngumpul, ga bakalan cerita Firman Tuhan deh,
apalagi cerita visi maupun jalan-jalan Tuhan.
Cerita mereka hanya seputar bisnis, uang, mobil dan materi.
Padahal ini, pendeta ketemu pendeta. Ga heran,
sebab penyembah berhala itu ya tetap saja penyembah berhala, walau kayak apapun rohaninya.
Apa yang paling banyak keluar dari hati-sudah jelas menunjukkan apa yang paling kamu cintai,
walaupun mulut sampai doer bilang “Kucintai Kau Tuhan, melebihi emas dan perak!”



Gereja kemakmuran mempercayai bahwa sukses itu sama dengan kaya.
Inilah yang membuat beberapa hamba Tuhan mulai putar otak 360 derajat,
gimana supaya bisa nambah pemasukan hari lepas hari.
Sebab sudah jadi ketentuan kalo bisnis berhasil, semakin meneguhkan citra ‘diberkati’ Tuhan.
Ini sudah jadi ketentuan standar deh (aturan darimana yah?).
Pokoknya gimana caranya supaya cari pemasukan.
Cari bisnis baru atau membuat bisnis baru.
Investasi jenis apapun, MLM, bahkan money game semuanya digeluti.
Mengenai hal ini, kata mereka, kalo merugi atau ditipu, yah anggap aja buat amal atau sumbangan dah.
Ga ragu mereka kadang mengajak orang lain dan
memanfaatkan kepopuleran mereka demi menambah pemasukan.
Hati nurani sudah tumpul, dililit sama cinta materi.
Wah, memang uang itu luar biasa, bisa membeli apa saja.
Tiap hari bernyanyi, “Yeah…I love money!” Money is my passion! Itu motto dari kehidupan mereka.
Tiap hari bangun dan berpikir gimana supaya tabungan terus nambah.
Mimpi terbesar bukanlah semata-mata punya villa dan hunian mewah atau
fancy cars parkir di halaman, namun juga pengen punya deposito atau portofolio (surat berharga, emas misalnya) dengan nilai puluhan jutaan dolar.
Kalo sudah terjadi semuanya ini,
maka dengan gaya agamawi
‘mengucap syukur’ di hadapan manusia dan berkata pongah, “Inilah berkat Tuhan”



Pendeta kemakmuran ga ragu menikmati hidup mewah dan glamour.
Kalo nginep harus di hotel mewah. Kalo terbang harus tiket kelas satu. Fasilitas harus kelas satu.
Kalo pas pelayanan, seluruh nilai busana dan atributnya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Mulai dari jas mahal sampai sepatu bermerk terkenal komplit dengan aksesoris paling muktahir.
Yang paling ngetrend belakangan ini,
pendeta kayaknya harus punya BlackBerry atau I-Phone keluaran terbaru deh.
Itu ampuh dalam menambah ‘rasa percaya diri’ saat berhadapan dengan
orang lain yang pengen tukeren no. HP.
Mereka ga takut kok dengan apa kata orang,
sebab kebanyakan orang Kristen juga meyakini bahwa semuanya itu tanda ‘diberkati’ Tuhan,
wong jemaat juga pemburu harta kok.
Kalo udah kelihatan kaya, maka timbul percaya diri pendeta di mimbar.
Maka khotbahpun makin terasa ‘berotoritas’ dan
tanpa beban berteriak bahwa kemiskinan adalah kutuk.
Caplok beberapa ayat dan ang ing eng….
tantang jemaat untuk memberi lebih banyak…lebih banyak…lebih banyak lagi untuk ‘kerajaan Allah’.
Mengemis ke jemaat minta sumbangan.
Terkadang, beberapa pendeta kaya muncul di tv, glamour, tapi minta-minta sumbangan, parah!
Gerah rasanya diriku, mending pindah ke channel olah raga.
Truz seperti biasa, saat jemaat memberi, dikasih iming-iming lagi
bahwa Tuhan akan membalaskan 100 kali ganda.
Jemaatpun taat sama ‘suara Tuhan’ dan memberi karena iming-iming,
toh mereka juga pengen kaya seperti hamba Tuhan yang khotbah! Ga waras apa?
Seandainya benar maka, kita ga perlu nginjil lagi deh cape-cape,
sebab orang-orang banyak akan berbondong-bondong datang sendiri ke gereja tanpa disuruh,
sebab siapa sih yang ga mau dapat untung 2 kali lipat aja?

Apalagi yang namanya 100 kali lipat! Please, deh!





Teori iming-iming ini menarik.
Pendeta yang kaya dan khotbahnya spesialis kemakmuran semakin dicari.
Di dunia nyata, mencari kekayaan itu ga mudah lho,
kalo di gereja ternyata bisa ditemukan kekayaan, kenapa ngga? Gratis lagi.
Apalagi, tahukan seminar menjadi kaya atau
menjadi sukses oleh profesional motivator itu mahal sekali tiketnya?
Bukan cuma isapan jempol belaka, memang khotbah ‘mengejar kekayaan’ paling disukai,
sebab faktanya memang orang pengen jadi kaya kok.
Jemaat berteriak (dalam hati), “More…more tell us about money.. money.. money!”
Jadi pendeta mulai kasih pengajaran HOW TO GET RICH.
Jemaat menjadi bersemangat, because money..money..money, we luv money so much, ahhh!
Waspadalah, penyakit jiwa ini bisa cepat menular.
Cara satu-satunya supaya tidak terkontaminasi adalah berlari jauh-jauh dan hindari tempat itu!
Ibarat tubuh, maka gereja kemakmuran ini adalah bagian yang harus segera diamputasi
agar tidak mematikan bagian tubuh yang lain.



Gereja kemakmuran menganggap kelimpahan itu sama dengan bergelimang duit.
Sebenarnya kalo kita datang ke hadirat Tuhan, hati kita tahu benar bahwa
kelimpahan itu sama sekali ga berhubungan dengan apa yang kita terima.
Kelimpahan itu adalah suatu sikap hati yang merasa puas dan senang dengan kondisi saat ini. Itu saja.
Suatu ketika aku pernah diajak makan bersama dengan seorang kaya
(kusebut kaya, karena diperkirakan kekayaannya mencapai Rp. 75-100 Milyar).
Namun, di saat itu aku bisa merasakan ketidaktulusannya dan
itulah saatnya aku ‘menaruh sebilah pisau’ dileherku dan
menahan untuk memesan menu makanan restoran, kecuali minum saja sambil berbincang-bincang.
Ternyata dari perbincangan kami,
beliau ini adalah orang kaya yang berjiwa miskin,
baginya ga ada kata cukup, masih merasa kurang dan selalu kurang.
Sama sekali ga ada kelimpahan.
Penuh kepongahan, kikir dan menganggap remeh semua orang yang di bawahnya.
Masalah menerima Firman Tuhan? Tunggu dulu.
Hamba Tuhanpun bisa dia jadikan keset kakinya.
Makanya orang kaya (yang sungguh mencintai setiap dolar yang dia miliki) sulit sekali masuk kerajaan Allah.



Truz, pertanyaannya, kenapa gereja kemakmuran semakin besar dan ‘diberkati’?
Mari kita jawab pertanyaan itu dengan melihat sebuah contoh ekstrim.
Coba ingat, suatu waktu, YESUS pernah membubarkan 5000 ‘jemaat’-Nya,
saat Dia mengetahui motif mereka hanya mengejar berkat.
Seandainya YESUS adalah pendeta kemakmuran,
maka dengan semua berkat yang bisa disalurkan-Nya termasuk mukjizat dan kesembuhan,
bisa jadi YESUS akan menjadi pendeta yang paling ‘sukses’ di bumi dengan jemaat mencapai jutaan orang.
Gereja kemakmuran YESUS ini akan dijadikan model ‘pertumbuhan gereja’ dan diundang kemana-mana.
Seluruh dunia akan ‘tunduk’ kepada kekuasaan YESUS
karena ‘berkat’ besar ada di tangan-Nya.
Setelah itu, apa yang terjadi?
Pada akhirnya semua orang akan terjun ke lubang neraka jahanam,
sebab dalam hati mereka tidak ada Tuhan sejak mulanya.
Sebab yang menjadi berhala bagi mereka adalah ‘berkat Tuhan’ itu sendiri.
Namun, thanks God,
YESUS bukanlah tipe pendeta kemakmuran.



Salah satu cara lain mengetahui pendeta cinta uang gampang kok,
kunjungi rumahnya dan lihat koleksi buku-bukunya.
Kalo kamu pas ada waktu luang, pergilah berkunjung ke rumah pendetamu.
Kalo mayoritas buku-bukunya adalah mengenai
uang, wirausaha, bagaimana menjadi kaya, menjadi sukses, buku-buku bisnis,
maka bisa jadi dia adalah hamba Tuhan pencinta uang.
Aku punya ratusan koleksi buku, mayoritas isinya adalah kepemimpinan dan gereja,
oh ya cuma ada satu buku BERPIKIR & MENJADI KAYA karya Napoleon Hill,
yang sampai sekarang belum selesai dibaca.
Oppss, sebelum salah nangkap, aku mau tegaskan sebelumnya,
bahwa buku-buku mengenai wirausaha dan bisnis itu bagus kok, tidak ada yang salah di situ.
Tetapi jika seorang hamba Tuhan dalam pelayanannya lebih banyak menghabiskan waktu untuk
hal-hal seperti ini, wah, celakalah umat!

Itu sama saja membayangkan Rasul Paulus menghabiskan mayoritas waktunya dalam bisnis tenda.
Atau membayangkan Petrus menjadi nelayan yang sukses yang memiliki
banyak perahu dan nelayan yang diupah.
Lalu kalo ada sisa waktu maka mereka baru menginjil.



Dear friend, kamu pernah ga baca riwayat kedua belas rasul?
Rata-rata mereka mati mengenaskan ga jauh beda dengan YESUS sebagai pemimpinnya.
Kondisi seperti ini sangat jarang bukan, padahal kita mengklaim sebagai gereja perjanjian baru.
Ingat, seperti yang sudah dituliskan sebelumnya, hukum yang berlaku di gereja: roh itu trasfer!
Bagaimana pemimpinnya demikian juga jemaat.
Seandainya YESUS menjadi pendeta kemakmuran, apa jadinya dunia ini?
Sehingga inilah yang membuat aku menuliskan ciri terakhir,
yang menjadi tanda pendeta kemakmuran,
yaitu mereka ga akan pernah mau menderita apalagi mati bagi jemaatnya.
Padahal, Kekristenan itu bicara tentang memikul salib!

YESUS sendiri, seandainya, kalo diundang khotbah di gereja kemakmuran masa sekarang,
pasti akan membuat hal yang ekstrim yang
ga bakalan pernah dipikirkan oleh pendeta kemakmuran.

Apa itu? Begini, bayangkan aja,
kalo YESUS pakai main tunjuk terhadap salah seorang jemaat yang kaya raya di gereja
dan mengatakan, “Jual seluruh hartamu, dan bagikan kepada orang miskin, lalu ikutlah Aku!”
Man, just think for a moment about that!



Guys, pernah ga kamu menyimak perkataan Iblis saat dia berupaya mencobai YESUS di padang gurun?
Karena itu kesempatan emas, maka so pasti Iblis melepaskan tembakan terbaik atau jurus pamungkas Iblis.]
Salah satu dari tiga perkataan Iblis adalah:
“Semua itu (kemuliaan dan kemegahan kerajaan dunia) akan kuberikan kepada-Mu kalo Engkau sujud menyembah kepadaku.”
Iblis memang pendusta, tapi perhatikan, dia bukanlah lagi bercanda saat ngomong itu.
Iblis sedang serius dan dia mengatakan hal yang bener.
Lagian ngapain Iblis buang-buang kalo itu cuma omong doang.
YESUS sendiri tahu dan sadar benar, bahwa Iblis ga main-main.
Itu justru menjadi pencobaan besar bagi-Nya, yang membuktikan bahwa
sesungguhnya pernyataan Iblis itu adalah benar!
Apa yang sebenarnya Iblis tawarkan itu adalah titik lemah kita sebagai manusia.
Manusia itu pada kodratnya cinta uang dan haus kehormatan.
Jadi, kesimpulan apa yang bisa kita petik? Simple,
kemakmuran dan kehormatan juga bisa berasal dari Iblis!
YESUS tegas berkata (dengan cara yang ekstrim),
“Apa gunanya jadi memiliki seluruh dunia ini, tetapi kehilangan keselamatannya?”.



Kaya dan miskin, ga menjadi soal dalam kerajaan Allah.
Yang menjadi soal di gereja adalah masalah cinta uang.
Sesungguhnya Tuhan mengetahui rahasia hati.
Seseorang diberikan kekayaan, untuk menunjukkan kemurahan kepada yang miskin.
Lagian ga masuk akal juga kan, kalo di dalam satu gereja
ada satu jemaat yang tiap weekend selalu naik kapal pesiar,
sementara ada jemaat yang ga punya rumah.
Lagian Tuhan tahu kok, siapa yang bisa tahan dengan kekayaan.
Kebanyakan dari kita ga kuat terhadap kekayaan.
Biasanya, hanya orang-orang yang tidak cinta uanglah yang diberikan kekayaan besar.
Heran, beberapa pendeta ngotot dan penuh iri melihat pendeta lain menjadi kaya raya.
Justru, harusnya mengucap syukur dong, sebab kalo diberikan kekayaan sehari saja,
mereka sudah lupa Tuhan dan jadi penyembah berhala.
Jadi, God knows the best for each of His people.

Terakhir. Tangan Tuhanlah yang menjadikan kaya,
susah payah ga bakalan menambahi isi tabunganmu!
Sekali lagi, ini masalah motif. Kalo kamu ngotot banget ingin menjadi kaya, tinggalkanlah niatmu ini.
Stop, menjadi penyembah berhala. Stop menjadi pemburu harta.
Tips ini paling ampuh: tinggalkan gereja kemakmuran sekarang juga.
Ingat,
Tuhanlah yang menjadikan kaya,
Tuhanlah yang membuat miskin.
Terpujilah nama Tuhan!





In God’s Grace,

John Jeshurun
« Last Edit: October 09, 2010, 03:00:23 PM by repento »
Efesus 2:15-a

(TB)
sebab dengan mati-Nya sbg manusia IA telah
membatalkan hukum Taurat dgn SEGALA perintah dan ketentuannya


(BIS)
Hukum agama Yahudi dgn perintah-perintah dan peraturan-peraturannya sudah dihapuskan oleh Kristus
October 09, 2010, 03:04:22 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 529
Para penginjil penganjur Teologi Sukses biasanya mengucapkan slogan-slogan kemakmuran seperti berikut:

 “Kalau Mafia bisa naik mobil Lincoln Continental, mengapa anak-
    anak Raja tidak?” (Fred Price)

 “Allah menghendaki anak-anak-Nya makan makanan terbaik,
   berpakaian pakaian terbaik, mengendarai mobil yang terbaik, dan
   menghendaki mereka untuk memperoleh segala sesuatu yang
   terbaik.” (Kenneth Hagin)

 “Saya melihat bahwa Tuhan menghendaki kita kaya. Sebab itu saya
   mulai mengkotbahkan kekayaan orang Kristen. Saya memberitahu
   kan orang-orang bahwa Tuhan menginginkan mereka menjadi kaya
   melalui iman mereka.” (Oral Roberts)

 “Tuhan menghendaki Anda menjadi makmur dalam segala
   kehidupan Anda. Apakah Anda sudah siap untuk hidup makmur?
   Apakah Anda butuh hidup makmur? Maka hendaklah Anda hidup
   makmur.” (Edwin Louise Cole)

 “Saya tidak membutuhkan emas di sorga, saya mesti memilikinya
  sekarang.” (Benny Hinn).



Bandingkanlah ini dengan isi Alkitab:
 “Janganlah kamu mengumpulkan harta dibumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya
  dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan hartamu di sorga, di sorga
  ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena
  dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)


 “… mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
  berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia
  ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang.
  Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa
  dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:9-10).


October 12, 2010, 12:32:50 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1588
  • Gender: Male
Para penginjil penganjur Teologi Sukses biasanya mengucapkan slogan-slogan kemakmuran seperti berikut:

 “Kalau Mafia bisa naik mobil Lincoln Continental, mengapa anak-
    anak Raja tidak?” (Fred Price)

 “Allah menghendaki anak-anak-Nya makan makanan terbaik,
   berpakaian pakaian terbaik, mengendarai mobil yang terbaik, dan
   menghendaki mereka untuk memperoleh segala sesuatu yang
   terbaik.” (Kenneth Hagin)

 “Saya melihat bahwa Tuhan menghendaki kita kaya. Sebab itu saya
   mulai mengkotbahkan kekayaan orang Kristen. Saya memberitahu
   kan orang-orang bahwa Tuhan menginginkan mereka menjadi kaya
   melalui iman mereka.” (Oral Roberts)

 “Tuhan menghendaki Anda menjadi makmur dalam segala
   kehidupan Anda. Apakah Anda sudah siap untuk hidup makmur?
   Apakah Anda butuh hidup makmur? Maka hendaklah Anda hidup
   makmur.” (Edwin Louise Cole)

 “Saya tidak membutuhkan emas di sorga, saya mesti memilikinya
  sekarang.” (Benny Hinn).



Bandingkanlah ini dengan isi Alkitab:
 “Janganlah kamu mengumpulkan harta dibumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya
  dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan hartamu di sorga, di sorga
  ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena
  dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)


 “… mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
  berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia
  ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang.
  Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa
  dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:9-10).




nggak beda juga dengan para motivator, hidup harus punya impian, kejarlah impian itu
Segala Pujian, Kehormatan, Kemuliaan hanya bagi Yesus sampai selama-lamanya
October 12, 2010, 12:58:25 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9779
Disini jelas bahwa ajaran mereka bertolak belakang dengan ayat2 dibawah ini. Jadi intinya siapa dibalik mereka kita tahu.

Paulus mengatakan mataku tidak tertuju pada hal2 yang kelihatan karena hal2 itu sementara, namun mataku tertuju pada perkara2 yang diatas yang adalah kekal.

Buat apa naik mobil mewah tapi sementara lalu kehilangan jiwa kita seperti yang dikatakan Tuhan dibawah ini.
Saya yakin pengajar2 kemakmuran walaupun mereka kaya tapi jiwanya tidak ada damai. Sampai2 kita lihat banyak dari mereka yang jatuh dalam dosa zinah seperti Jims Baker dan Jimmi Swagart. Ada kekosongan dalam hati mereka yang hanya bisa dipenuhi dengan ajaran Kristus yang sejati.
Para penginjil penganjur Teologi Sukses biasanya mengucapkan slogan-slogan kemakmuran seperti berikut:

 “Kalau Mafia bisa naik mobil Lincoln Continental, mengapa anak-
    anak Raja tidak?” (Fred Price)

 “Allah menghendaki anak-anak-Nya makan makanan terbaik,
   berpakaian pakaian terbaik, mengendarai mobil yang terbaik, dan
   menghendaki mereka untuk memperoleh segala sesuatu yang
   terbaik.” (Kenneth Hagin)

 “Saya melihat bahwa Tuhan menghendaki kita kaya. Sebab itu saya
   mulai mengkotbahkan kekayaan orang Kristen. Saya memberitahu
   kan orang-orang bahwa Tuhan menginginkan mereka menjadi kaya
   melalui iman mereka.” (Oral Roberts)

 “Tuhan menghendaki Anda menjadi makmur dalam segala
   kehidupan Anda. Apakah Anda sudah siap untuk hidup makmur?
   Apakah Anda butuh hidup makmur? Maka hendaklah Anda hidup
   makmur.” (Edwin Louise Cole)

 “Saya tidak membutuhkan emas di sorga, saya mesti memilikinya
  sekarang.” (Benny Hinn).



Bandingkanlah ini dengan isi Alkitab:
 “Janganlah kamu mengumpulkan harta dibumi, di bumi ngengat dan karat merusakkannya
  dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkan hartamu di sorga, di sorga
  ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena
  dimana hartamu berada disitu juga hatimu berada.” (Matius 6:19-21)


 “… mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam
  berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia
  ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan adalah cinta uang.
  Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa
  dirinya dengan berbagai-bagai duka.” (1 Timotius 6:9-10).



October 12, 2010, 02:37:59 PM
Reply #4
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 483
saya juga paling sebel , kalo ada pendeta yg cari uang di gereja.
mencari uang dengan menjual nama Tuhan.

tapi pertanyaannya : apakah menjadi kaya itu dosa?
apakah orang kaya itu musuh Tuhan?

Kej. 26:13   Dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya.

Tuhanlah yg membuat abraham seperti itu.

jadi pendapat bahwa orang kaya itu pasti jahat dan orang miskin adalah kekasih Tuhan.
pendapat begiti adalah subyektif.
artinya sah2 saja orang berpendapat apapun juga.

kalo Tuhan ijinkan saya mengucap syukur kalo saya diberi kekayaan.
tapi saya tidak akan pernah mencari uang di gereja dengan menjual nama Tuhan.
October 12, 2010, 04:48:17 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 956
Sebenarnya, semua berkat dan kekayaan, maupun sulit dan kemiskinan, adalah demi kemuliaan Tuhan saja.

Jelas keliru jika ada anggapan bahwa kaya adalah berkat, sementara miskin adalah kutuk. Sama kelirunya dengan anggapan bahwa kaya itu dosa dan miskin itu kasih.

Yang benar adalah seperti Ayub, yang berdoa :

  Ayb 1:21    katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
October 12, 2010, 08:05:02 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 529
Kalau begitu, bolehkah pengikut Kristus mencari uang dan menjadi kaya?
Firman Tuhan tidak melarang orang menjadi kaya, malah perumpamaan talenta menganjurkan orang bekerja lelah untuk melipat gandakan modalnya. Namun, janganlah kekayaan dianggap sebagai sejajar dengan iman dan kemiskinan sebagai lawan dari iman. Banyak umat Kristen yang taat tetap miskin sekalipun mereka bekerja keras, karena mereka menghindari dan tidak mau terlibat suap-menyuap dalam mengejar harta. Tidak ada salahnya umat Kristen memiliki harta kekayaan dan hidup makmur, tetapi harta kekayaannya itu harus disyukuri sebagai pemberian Allah untuk disalurkan dalam menolong sesama kita.“Barangsiapa mempunya harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?” (1 Yohanes 3:17).

October 13, 2010, 07:52:39 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 956
@soter

Saya setuju pendapat anda.

Menjadi kaya (kaya raya seklipun) tidak dilarang dalam Kristen. Justru dengan menjadi kaya, seorang Kristen harus semakin bersyukur. Hanya saja tidak boleh lupa, bahwa semakin banyak seseorang memperoleh, semakin banyak seseorang dituntut.

Yang salah adalah menjadikan kekayaan (materi) menjadi tujuan hidup. Itu sama saja dengan menjadi hamba mamon.

Intinya adalah, kaya maupun miskin, itu adalah berkat dari Tuhan yang harus disyukuri.

GBU
October 13, 2010, 01:44:34 PM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 483
Quote
Intinya adalah, kaya maupun miskin, itu adalah berkat dari Tuhan yang harus disyukuri.

saya juga setuju dengan kata2 marmut yg bijak.

seandainya ada pendeta yg berkotbah tentang bagaimana menjadi kaya , menurut saya biarin aja.
karena menjadi kaya bukanlah suatu dosa , dan seringkali pendeta2 begini hidupnya malah diberkati dan penuh urapan Tuhan.

banyak pendeta2 baik yang kaya maupun yg miskin sama brengseknya.
tapi kita toh tidak boleh menghakimi mereka.

dan menurut saya Tuhan kita bukan Tuhan yg bodol(bodoh dan to***)
Tuhan kita adalah Tuhan yg maha pintar , yg dapat mengatur gerejanya dan hamba2nya.
Tuhan kita bukanlah Tuhan yg bisa dipermainkan

Gal. 6:7   Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.
October 13, 2010, 04:32:53 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 529
Apa yang dimaksud dengan Teologia Sukses atau Theology of Success? Kadang kala, Teologia Sukses disebut juga dengan Teologia Kemakmuran, atau Prosperity Theology. Dari namanya, kita dapat menduga kira-kira apa yang dimaksud dengan teologia tersebut.

Teologia ini sangat menekankan kepada kesuksesan, khususnya di bidang materi. Itulah sebabnya, jemaat tidak perlu heran jika para tokoh atau pengkhotbah dari kelompok ini akan tinggal di tempat atau perumahan yang megah, memakai kendaraan mewah paling mutakhir dan sejenisnya. Dengan perkataaan lain, mereka berusaha menunjukkan kepada pengikutnya sebuah gaya hidup sebagaimana dikhotbahkan.

Moto atau slogan hidup yang terus-menerus dikhotbahkan adalah sesuatu yang bersifat sugesti dan berorientasi kepada hasil pencapaian atau sukses, bukan proses bagaimana mencapai keberhasilan tersebut,misalnya “Living in Divine Prosperity,” (Hidup makmur), “Name it and claim it” (Sebutlah dan tuntutlah).

Hal itu juga tercermin dari buku-buku yang diterbitkan. Sebagai contoh, adalah “You Can if You Think You Can”, oleh Norman Vincent Peale, seorang tokoh besar dari kelompok ini. Robert Schuller, yang sangat banyak dipengaruhi oleh Peale, juga menerbitkan buku sejenis: “Self-Love, The Dinamic Face of Success.”Teologia Sukses lahir di Amerika sekitar tahun 1960-an dan berkembang di tahun 1980-an.


Salam

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)