Author Topic: SYARAT PEMBERKATAN ATAU PENEGUHAN NIKAH  (Read 20 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

June 14, 2019, 11:47:44 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Perkenalkan, saya Enderson dari Surabaya. Saya memiliki tunangan yang bulan depan akan saya nikahi. Singkat cerita, saya sadar bahwa saya menyimpan sebuah rahasia besar dalam hidup saya dan saya mengakuinya di hadapan tunangn saya. Jujur ini sangat berat, namun saya ingin mengaku seluruh hal yang tersembunyi pada diri saya kepada calon istri saya dan kepada Tuhan. Saya memiliki preferensi seksual yang menyimpang. Saya memiliki ketertarikan tidak hanya kepada wanita, namun juga kepada pria. Saya tahu ini menyimpang dan berdosa. Setiap saya mencoba untuk mengontrol, saya selalu gagal dan selalu jatuh dalam dosa masturbasi. Namun yang aneh adalah, masturbasi saya pun menyimpang. Setiap kali saaya masturbasi, dan bahkan saat pertama kali saya melakukannya, saya melakukannya seolah-olah saua sebagai wanita dan objek seksual yang saya bayangkan adalah pria. Ampuni saya Tuhan. Saya bebal dan saya sangat tahu saya berdosa. Saya tidak ingin hidup dalam sandiwara selama menjalani pernikahan dengn istri saya. Saya putuskan untuk mengaku dosa ke Tuhan dan berkata dengan jujur ke calon istri saya.

Singkat cerita, puji Tuhan kami melaluinya dengan baik. Tunangan saya memahami kondisi dan latar belakang saya dan membantu saya untuk mengontrol preferensi seksual saya agar menjadi normal seperli pria pada umumnya. Berminggu minggu dicoba saya berhasil melaluinya tanpa bermasturbasi. Namun pada akhirnya, saya jatuh juga. Saya akui jika saya jath. Tunangan saya kecewa dengan saya, saya pun kecewa dengan diri saya sendiri. Calon istri saya takut jika setelah kami menikah. Kami tidak dapat menikmati seks kami. Saya bingung. Saya bimbang. Saya takut dan cemas tidak dapat melayani istri saya dengan baik. Saya takut organ vital saya tidak dapat bekerja pada lawan jenis. Karena bertahun tahun objek visual yg saya bayangkan selalu Pria. Saya takut.

Dari sini saya melakukan dosa. Saya dan tunangan saya sepakat untuk mencoba membuktikan apakah saya memiliki ketertarikan dengan wanita atau tidak. Tunangan saya setuju untuk membantu saya bermartubasi sambil membayangkan sedang bersetubuh dengannya. Memang secara langsung kami tidak sedang berhubungan seks memasukkan atau menempelkan organ vital satu sama lain. Namun saya tahu bahwa apa yang perbuat adalah zinah dana cabul dan tidak diperkenankan oleh Tuhan. Pada akhirnya saya dapat melakukannya dan saya menjadi yakin bahwa saya juga memiliki preferensi seksual terhadap lawan jenis.

Kami mau menikah. Setelah dilakukan konsep pernikahan. Kami berkta jujur semua yang telah terjadi dan yang telah kami perbuat. Dan kami sangat shock bahwa pendeta kami tidak dapat memberkati kami. Namun hanya meneguhkan kami dengan alasan tunangan saya membantu saya bermasturbasi.

Mohon maaf sebelumnya, sesungguhnya saya kaget karena saya tidak merasa berhubungan seksual secaara intim memasukkan organ vital saya ke milik tunangan saya. Dalam kategori ini saya bingung sebenarnya apa syarat pemberkatan nikah? Apa syarat peneguhan nikah? Dan apakah yang saya lakukan juga termasuk dalam seks dan tidak layak untuk diberkati? Jika iya maka di luar sana ada banyak sekali yang pernah melakukan foreplay tanpa seks atau petting namun juga tidak dapat diberkati? Karena yang saya tahu, peneguhan dilakukan untuk yang sudah pernah menikah sebelumnya. Sedangkan saya belum.

PS. Saya dan tunangan sudah berdoa dan mengundang Tuhan untuk hadir menyertai perjuangan kami untuk kesembuhan saya. Saya paham apa yang saya lakukan dengan tunangan adalah buruk dan berdasar hanya kepada pemikiran manusia bukan kepada kuasa Tuhan. Gbu.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)