Author Topic: Apakah ini benar jalan-Nya Tuhan ?  (Read 203 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 01, 2019, 09:17:10 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Teman2 aku mau curhat nih, jadi di topik sebelumnya aku kan pernah curhat soal cowok yang aku suka dari pas ret2 ketemu dan akhirnya kita jadi sering curi pandang dan saling bertemu mata. Nah jadi setelah sekian lama aku doain dia, aku ikut salah satu kelas Alkitab  dimana aku dapat mentor yang adalah mamanya si cowok yg aku suka. Jadi setelah beberapa bulan dan kelas itu beres, aku mulai kenal sama mamanya si cowok sampai sekarang aku diajakin usaha sama mamanya dan kemarin lusa aku mulai ikutan bantu usaha mamanya dan disana kami ketemu lagi, karena pas minggunya aku tugas usher aku sama dia ketemu juga. Dan sampai sekarang aku masih bawa dia dalam doa, menurut teman2 apakah ini jalan dari Tuhan atau hanya saya yg kegeeran dan hanya sebuah kebetulan saja ? Mohon masukannya ya teman2, JBU
March 01, 2019, 10:16:22 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 422
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
mainkan aja peranmu sis. ini uda masuk drama. kamu mainnya pelan aja ya biar asyik dan seru gimana gitu dramanya. harus happy ending loh
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
March 03, 2019, 06:55:42 AM
Reply #2
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Amin kak, makasih atas masukannya kak
March 04, 2019, 05:27:01 AM
Reply #3
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 62
    • Gospel Radio
  • Denominasi: CHRIST
Shalom Priska,

saya setuju dengan maksud yang disampaikan revoltzer. Jadi rasanya saya tidak memberi masukan tentang drama cinta kamu karena sepaham dengannya.

Tapi kurang setuju dengan kalimat di akhir karena agak kurang pas untuk ditanamkan di hati dalam kejadian yang sedang berlangsung ini pada kehidupan (hati) kamu. Itupun saya katakan sebatas dari hati dan pengalaman saya saja, pengalaman khan bisa berbeda yah.

"Kalau menurut saya harus happy ending loh", mungkin sebatas hanya penyemangat saja dari seorang teman :)

Namun sebagai teman yang lainnya, saya justru akan mengatakan:
Happy ending atau tidak, tidak menjadi soal.. (a.k.a. jgn terlalu berharap akhirnya karena kita tidak tahu masa depan).
- Karena bila tidak pun menjadi pacar pun sudah seharusnya tidak apa-apa, jangan terlalu berharap ending yang sesuai dengan keinginan, tetapi kebutuhan.
- Karena sepanjang apa drama ini sudah berlangsung, khan masih belum tentu akhirnya
- Karena bila kamu rasa ini endingnya sudah ketemu, katakanlah jadi pacar, itu juga baru PERMULAAN, khaan masih belum lagi kamu juga menikah dan menjalani ini & itu nya, gendong bayi... pegel tangan... dan lain-lainnya (just kidding).
Maksudnya, ini khan bukan sepihak, bukan di pihak mereka aja yang meng-analisa kamu tuh gimana sih orangnya?
Tapi juga di kamu, apa kamu sudah tau mereka itu baik, sesuai dengan pengertian baik yang asli yah.. Bukan semenurut perasaan diri sendiri baik/tidak baik.
Contoh: Sang calon suami baik, calon mertua tidak baik. Ekonomi suami-istri belum baik jadi harus tinggal serumah/kost. Apakah si calon istri akan mentalnya ditekan karena gelap yang datang karena si mertua? Apakah siap menghadapi itu?
Dan sebaliknya.

Janganlah takut untuk menilai, lupakan dulu ajaran dunia "Jangan kebanyakan menilai orang-lah... jadi orang itu harus menghargai yah!!"
Menilai dan menghakimi itu berbeda.. Jangan kamu menghakimi AGAR kamu tidak dihakimi, tapi ampunilah & kasihilah.
Sebelum itu kamu seharusnya menilai sedapat-dapatnya dalam Roh & Kebenaran.
Maksudnya dalam Pengertian (sifatnya roh) dan patokan-patokan benar itu bisa didapatkan dari Alkitab/Yesus/muridNya kalau kamu seorang yang percaya.

Kalau cuma baru kenal ya rata-rata manusia yaa baik.. meskipun sebagian besar di masa depan ujungnya juga manusia banyak yang di tempat gelap dengan gertak giginya doang, tapi yaa.. pada nunjukin (palsu) baik atau benar aja.
Masuk neraka khan manusianya sendiri yang memantaskan dirinya, masuk neraka juga khan karena? Enyahlah dari hadapanKu, kata Yesus... karena apa? Jahat! Bukan karena belum cukup benar / kurang baik saja. Tapi JAHAT! Baik itu apa? Jahat itu bagaimana?

Jadi, bila nanti tidak jadi pacar pun, sejatuh-jatuhnya kamu tidak akan terlalu kecewa sama Mama-nya, doa kamu, atau kejadian ini yang menurut kamu seolah seperti "sudah pas drama-nya" tapi kok ternyata "Fail/gagal".

Jatuh-jatuhnya diharapkan di atas (baik):
- Ya sudahlah, mungkin ini belum yang terbaik dari doa/Tuhan. Ok deh gpp thanks ya pengalaman ini.
  (Seriously, it's mean nothing to me... And it is really mean something to me.. Something like that lah~ Just prepare whatever it's takes.) Ulangan kunci: PREPARE!

Janganlah jatuh di bawah (salah):
- Saya kurang berharga yah untuk mereka?
- Salah saya apa? Kekurangan saya apa?
- Doa saya ga dikabulin yah, ngarep & ketipu doang !?

Segala yang kamu terima sebagai makanan (saran/pengalaman/pola pikir/perkataan) bila disimpan di hati atau namun kamu juga percayai itu sebagai hal yang benar, maka akan menjadi pertumbuhan, akan menjadi kamu di masa yang akan datang. Jadi saya ngetik agak panjang, dengan harapan tidak cuma kelarin 1 perihal saja.

Diharapkan apapun hasilnya, mau pacaran, kerja, bisnis, meskipun kita anggap itu jelek peristiwanya, tapi akan membawa dampak baik (Perkembangan baik untuk dalam diri/hati, bukan di luar).

Jangan percaya saya, tapi uji terlebih dahulu perkataan-perkataan, baik didapat di internet ataupun langsung ke telinga.

Good luck!
« Last Edit: March 04, 2019, 05:59:09 AM by OMNI »
March 04, 2019, 08:20:40 PM
Reply #4
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Bener banget sih apa yang kakak bilang, kalau aku sih memang mau membantu dengan tulus dan ya sambil ikutan bisnis juga, tapi kalau untuk jodoh apa gaknya, biar waktunya Tuhan Yesus aja yang menjawab semuanya. Soalnya aku gak mau jadi yang terlalu herharap sama manusia dan akhirnya malah kecewa. Terima kasih banget kak atas pendapatnya, bener2 membukakan pola pikir aku
March 05, 2019, 12:14:01 PM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 379
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Bener banget sih apa yang kakak bilang, kalau aku sih memang mau membantu dengan tulus dan ya sambil ikutan bisnis juga, tapi kalau untuk jodoh apa gaknya, biar waktunya Tuhan Yesus aja yang menjawab semuanya. Soalnya aku gak mau jadi yang terlalu herharap sama manusia dan akhirnya malah kecewa. Terima kasih banget kak atas pendapatnya, bener2 membukakan pola pikir aku

Kalau hati kamu deg2 an dan kosong terus jika mengingat/bergaul dgn seseorang itu tandanya tidak berjodoh.
Kalau rasanya senang dan tentram jika bergaul dgn seseorang itu kemungkinan besar jodohnya.
March 05, 2019, 05:54:15 PM
Reply #6
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 19
Malah kak aku kalau sama si doi, aku merasa damai2 bgt gitu. Anehnya juga aku kalau ketemu sama dia, gak ada deg2an sama sekali, kalau kami ketemu pandang tanpa disadari kami saling bertukar senyum dan adem rasanya. Aku kan pernah ikutan doa puasa gitu di gereja, waktu itu aku masih yg bertanya-tanya bener gak sih dia yg dari Tuhan. Pas aku penyembahan dan bahasa Roh, di hati itu ada suara bilang kek gini, itu suamimu nanti udh pulang. Aku awalnya bingung ini suara apa yg ada di hati aku, dan aku makin fokusin utk bahasa Roh lagi. Nah pas selesai doa aku kan sama temen2 komsel pada jalan ke pintu luar dan bener doi yg aku suka ada di situ, dia baru pulang dari luar negeri soalnya kan dia kuliah d luar. Aku sontak kaget banget dan keinget sama suara tadi pas aku lagi pujian dan bahasa Roh. Ini aku cerita baru di sini aja aku gak berani curhat sama temen2 komsel sih, cuman satu kakak rohani aku yg tau soal aku suka sama dia, tapi klo kejadian ini masih aku keep dan aku pertama kali cerita di sini ini
March 06, 2019, 10:25:40 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9473
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
jalanin aja sis, usahakan sebaik2nya, kalau salah jangan kecewa, tetap ikut Tuhan Yesus :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
March 06, 2019, 11:09:35 AM
Reply #8
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Ini dalam pengertianku sendiri ya. Tak perlu terlalu dicermati atau dipikirkan lah.

Jadi menurutku Tuhan tidak menjodohkan, tidak ada itu cerita ini pasti jodohku, ini jodohmu dll.
Jangan nanti tau-tau dia sama yang lain, kamu nya menyalahkan Tuhan. Atau kamu menunggu jodohmu dengan segala kriteriamu dan kok kagak datang-datang, padahal banyak pilihan didepan mata, lalu mulai menyalahin Tuhan.

Yang penting itu adalah :

1. Sama-sama seiman / percaya.
2. Sama-sama dewasa (bertanggung jawab dan siap secara lahir batin).
3. Sama-sama mau (Suka geto lah).

Kalau udah (3 s) berarti udah jodoh lah.  wk wk wk.

6:14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Salam Damai.
Hidup hanya sementara.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)