Author Topic: Lilin-lilin Kecil  (Read 1649 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 14, 2008, 10:20:16 PM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 62
1. SALAM SEORANG RASUL

Hampir semua surat Rasul Paulus diakhiri dengan salam (salam dariku untuk si anu, dan untuk si itu atau salam dari si anu dan si itu untukmu). Dalam surat yang dikirim untuk jemaat di Roma, banyak nama orang yang disebut oleh Paulus dalam salamnya itu. Kita akan memperhatikan beberapa diantaranya.

Paulus menulis : "Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus." (Roma 16:3).  Akwila dan Priskila adalah sepasang suami-isteri yang dijumpai oleh Paulus di kota Korintus. Paulus tinggal dirumah suami-isteri itu. Paulus memiliki kerja yang sama dengan Akwila dan Priskila, dan hal ini membuat mereka bekerja bersama-sama dengan mereka (Kis 18:2-3).

Setiap orang memiliki sepasang tangan, kaki, mata, dengan begitu seseorang mempunyai kemampuan sekaligus keterbatasan. Dengan dua buah tangan kita dapat mengerjakan cukup banyak pekerjaan. Kita bisa mengetik (entah dua jari atau sepuluh jari) yang melibatkan tangan kiri dan kanan. Kita dapat bermain sepak bola memakai kedua buah kaki kita, atau berjalan-jalan ditaman atau mengunjungi sahabat-sahabat kita. dengan sepasang mata banyak hal yang dapat dilihat disekitar tempat tinggal kita.

Jelas sekali bahwa ada cukup banyak hal yang tidak dapat kita lakukan sekaligus dan untuk itu diperlukan teman sekerja. Dengan banyak orang, satu pekerjaan dapat diselesaikan dengan waktu yang relatif cepat. dengan beramai-ramai ada banyak pekerjaan yang dapat dilakukan pada saat yang bersamaan. Karena banyaknya orang, maka dibutuhkan kerjasama, bukan kerja sendiri-sendiri. pengikat kebersamaan antara Paulus dengan teman-temannya adalah Yesus Kristus, seperti yang dikatakannya, "Teman-teman sekerjaku didalam Yesus Kristus."

Pada bagian lain dalam salamnya Paulus mengatakan, "dan dari Lukius, Yason, dan Sosipater, teman-temanku sebangsa." (Roma 16:21). Paulus bergaul tidak hanya dengan orang Yahudi saja, namun juga dengan orang-orang Yunani. Paulus yakin bahwa setiap manusia adalah sama dimata Tuhan. Untuk itu ia pernah menyatakan, "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu didalam Kristus Yesus." (Gal 3:28)

Dulu pernah terjadi orang kulit hitam direndahkan, bahkan diperjualbelikan dan diperbudak oleh orang kulit putih. Sesungguhnya oleh Kasih Yesus Kristus kita semua telah dimerdekakan dan menjadi anak-anak Allah. Dibumi pertiwi ini ada orang Batak, orang Dayak, orang Sasak, orang Jawa, orang Sunda, orang Madura dan masih banyak lagi yang lainnya. Kita mengatakan bahwa kita adalah bangsa Indonesia. Kita adalah teman-teman sebangsa bukan musuh-musuh sebangsa.

Paulus menutup surat Roma dengan mengizinkan nama Tertius dicantumkan dalamnya. Tertius adalah orang yang membantu Paulus untuk menuliskan surat Roma tersebut. Mungkin saja Paulus mendiktekan kepada jemaat di Roma dan Tertius menulisnya. sesungguhnya pada zaman Paulus hidup alat tulis-menulis masih sangat sederhana. untuk menuliskan seluruh surat Roma tentulah dibutuhkan waktu yang sangat banyak dan juga ketelitian yang tinggi.

Paulus mengingat jerih lelah Tertius yang telah membantunya untuk menulis surat Roma. Kita tidak mendapatkan informasi yang lebih lengkap mengenai Tertius ini, karena bagian lain Alkitab tidak pernah lagi menyinggung orang ini. Barangkali Tertius adalah seorang jurutulis yang biasa yang kemudian dikenal oleh rasul Paulus. Paulus tidak melupakan jerih lelah seseorang, ia mengingatnya dengan baik.

Keberhasilan seseorang seringkali didukung oleh banyak orang. Seorang calon presiden memiliki tim sukses yang bekerja siang dan malam untuk keberhasilan sang capres tersebut. Kemasyuran sebuah restoran didukung oleh semua unsur yang terlibat didalamnya : koki, pramusaji, petugas kebersihan, dan lain-lain. Kesuksesan kita juga mungkin saja didukung oleh istri yang telaten atau atasan yang memberikan dukungan sepenuhnya. Ingatlah mereka itu, jangan melupakannya.





Disadur dari " lilin-lilin kecil, Pdt. Dede Irawan Godjali "
September 15, 2008, 11:20:41 PM
Reply #1
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 62
2. Tebang Pilih

Zamrud Khatulistiwa kini mulai merana, karena dibanyak tempat banyak pohon ditebang dengan semena-mena. Besar kecil dibabat, dan lebih parah lagi penanaman benih baru sangat terlambat dan dalam skala yang relatif lebih kecil. Semestinya sistem tebang pilih dijalankan dengan sungguh-sungguh untuk menjaga kelestarian hutan dibumi pertiwi ini.

Di sisi lain, cukup banyak pihak yang kecewa dengan pemberantasan korupsi yang terkesan "tebang pilih". Pihak yang ditebang nampaknya hanya pihak "lawan" yang pandangannya tidak sejalan. Koruptor dari pihak "kawan" terkesan dibiarkan, dilindungi karena adanya unsur perkawanan itu. Pemegang kekuasaan diduga kurang bersikap adil dalam memberantas korupsi di nusantara ini.

Raja Saul merupakan orang yang menyukai tebang "siapa saja", sekalipun itu anak kandungnya sendiri. Saul berkata "Beginilah kiranya Allah menghukum aku, bahkan lebih lagi daripada itu. Sesungguhnya. Yonatan, engkau harus mati" (1 Sam 14:44). Tetapi rakyat membela Yonatan, sehingga anak Saul itu tidak harus mati. (1 Sam 14:45).

Allah melihat bagaimana perilaku miryam dan Harun terhadap adiknya. Musa mencatat : "Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kusy yang diambilnya, sebab memang ia (Musa) telah mengambil perempuan Kusy" (Bil 12:1). "Sebab itu bangkitlah murka TUHAN kepada mereka, lalu pergilah Ia. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena penyakit kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa ia kena kusta!" (Bil 12:9-10)

Dari catatan Alkitab, diketahui bahwa Miryam adalah nabiah yang pertama. Ia adalah orang yang dipilih dan dipakai Allah (Kel 15:20). Miryam adalah anak sulung dari pasangan Amram dan Yokhebed. Namun, kesalahannya mengundang hukuman Allah terhadap dirinya. Tidak peduli apa dan siapa orang tersebut, Allah tidak pernah ragu untuk menjatuhkan hukuman-Nya jika ia bersalah.

Musa, orang yang juga dipakai secara khusus oleh Allah juga pernah mengalami tindakan tegas dari yang Mahakuasa. Alkitab mencatat "Adapun TUHAN sudah berfirman kepada Musa di Midian, "Kembalilah ke Mesir, sebab semua orang ingin mencabut nyawamu telah mati." (Kel 4:19). Allah mengutus Musa ke Mesir untuk membawa umat Israel keluar dari sana. "Tetapi di tengah jalan, disuatu tempat bermalam, TUHAN bertemu dengan Musa dan berikhtiar untuk membunuhnya. Lalu Zipora mengambil pisau batu, dipotongnya kulit khatan anaknya, kemudian disentuhnya dengan kulit itu kaki Musa sambil berkata, "Sesungguhnya engkau pengantin darah bagiku." (Kel 4:24-25)

Musa lalai untuk menyunat anaknya, dan untuk itu Allah bertindak menurut keadilan-Nya. Orang yang besalah patut dihukum, siapapun orang itu. Kita masih ingat tentang Nadab dan Abihu, anak-anak imam besar Harun. Keduanya dibinasakan oleh Allah karena mereka salah.

Hidup bergereja tidak luput dari adanya umat yang melakukan kesalahan. Lazimnya, ada disiplin yang mesti dijalankan terhadap jemaat yang seperti itu. Apakah gereja Allah dapat menerapkan disiplin, tanpa "tebang pilih" dalam arti "tebang siapa saja" yang memang terbukti bersalah? Suatu tantangan yang tidak mudah.






Disadur dari " lilin-lilin kecil, Pdt. Dede Irawan Godjali "
September 15, 2008, 11:44:35 PM
Reply #2
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 62
3. Akibat Mengintip

"Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya." (Kej 4:7)



Intip-mengintip ternyata sudah ada sejak zaman Adam dan anak-anaknya ribuan tahun yang lalu. Allah melihat Kain, wajahnya muram dan hatinya panas, karena persembahannya tidak dikenan Allah (ref. Kej 4:3-5). Dalam situasi seperti itu Iblis mulai memasang jeratnya. pertama kalinya seorang manusia menjadi pembunuh. Suatu rekor yang tidak dapat dibanggakan.

Yesus tiga kali dicobai Iblis saat Ia berada di padang gurun, tempat ia tinggal selama empat puluh hari. Dengan mempergunakan Firman Tuhan, pedang Roh, Ia mengatasi ketiga percobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu baik. Iblis melakukan pengintipan, tidak hanya Yesus dan Kain, namun juga terhadap seluruh umat Tuhan. Saat manusia lengah, Iblis pun segera menebarkan jerat mautnya.

Ada sebagian orang yang memiliki hobi mengintip, diantaranya mengintip rumah tetangga. "Oh, si Anu yang di sebelah kiri rumah baru membeli satu set sofa baru." "Si Ono yang di seberang rumah, kemarin sudah menikmati televisi layar datar ukuran lima puluh dua inci, gede banget, yang menggotongnya saja empat orang." atau, "tetangga yang dikanan rumah, minggu lalu punya lemari es baru, katanya bisa Hot and Cool, 2 in 1 gitu lho, dari satu tempat bisa menikmati ayam goreng dan minum es jeruk."

Bu Ani, yang kebetulan suka mengintip, melaporkan semua temuannya kepada sang suami, Pak Inu. Bahkan, Bu Ani juga sudah melakukan investigasi atas semua temuannya itu, dan memang sesuai dengan yang ia lihat. Ia melaporkan kepada Pak Inu dengan sangat berapi-api karena ia pun ingin memiliki barang-barang tetangganya itu. Melihat Pak Ono, serasa berada dibioskop; duduk di sofa si Anu, badan ini serasa melayang; dan itu lho, lemari es-nya benar-benar kotak ajaib, ada yang hot dan ada yang nyes. "Ayo Pa, beli dong!" kata Bu Ani kepada suaminya.

Pak Inu, karyawan yang jujur, mulai menghitung-hitung berapa uang yang diperlukan untuk memuaskan hasrat sang istri. Walah, ternyata setara dengan dua puluh bulan gaji. Ia sudah ingin menolak keinginan sang istri, namun belum sempat ia berbicara, isterinya mulai menangis, makin lama makin kencang. Pak Inu tidak sampai hati mengecewakan sang istri, tetapi ia bingung dari mana memperoleh uang yang begitu besar dalam waktu singkat. Wajah Pak Inu menjadi muram dan hatinya tidak karuan rasanya. Iblis sudah mengintip didepan pintu hati Pak Inu dan mulai membisikkan tujuh buah huruf : K O R U P S I.

Karyawan yang jujur, menjelang purna karya (pensiun) mulai tergoda untuk korupsi. Bermula dari hobi sang istri yang suka mengintip ke kanan, ke kiri, ke seberang, akhirnya menjadi dilema bagi suaminya. Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh Pak Inu? Apa Anda punya saran?






Disadur dari " lilin-lilin kecil, Pdt. Dede Irawan Godjali "
September 16, 2008, 05:58:55 PM
Reply #3
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 62
4. Titik-Titik



Akhir Agustus 2006 menjadi batas waktu yang diberikan oleh PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) kepada Iran untuk menghentikan pengayaan uranium yang menjadi cikal bakal program nuklir. Pemerintah Iran jalan terus dengan programnya, karena tujuan mereka adalah bukan untuk membuat senjata nuklir. sampai saat ini belum tercapai titik temu yang dapat memuaskan semua pihak berkenaan dengan program nuklir Iran. Situasinya masih "titik-titik".

Lukas tercatat didalam Kisah Para Rasul pasal 15 perbedaan pandangan antara Barnabas dan Paulus: "Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja sama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus" (Kis 15:37-39). Paulus berbeda pandangan dengan Barnabas, yang selama itu menjadi mentornya. Dua pendapat yang tidak mencapai titik temu dan membuat mereka untuk sementara waktu berpisah.

Sekian tahun kemudia Paulus merenungkan pendapatnya tentang Markus, dan ia kemudian mengubah pandangannya. Hal ini terlihat saat ia mengirim surat kepada jemaat di Kolose: "Salam kepada kamu dari Aristarkhus, temanku sepenjara dan dari Markus, kemenakan Barnabas - tentang dia kamu telah menerima pesan; terimalah dia apabila dia datang kepadamu." (Kol 4:10) Syukurlah, bila bertahun-tahun kemudian Paulus dapat menemukan titik pandang yang sama dengan Barnabas; yang dulu mencapai "titik pisah" kini menemukan titik temu.

Masih tentang Paulus. Pada mulanya ia adalah seorang penganiaya umat Kristen, dengan "Kuasa penuh dan tugas dari imam-imam kepala telah menganiaya dan memasukkan banyak orang kudus kedalam penjara, bahkan ia setuju jika mereka itu dihukum mati." (Kis 26:10,12). Namun di luar gerbang kota Damsyik terjadi titik balik dalam kehidupannya. saat itu ia mendengarkan suara dalam bahasa Ibrani, "Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?" (Kis 26:14).

Ia mulanya menganiaya umat Kristen, kemudian menjadi pengikut Kristus. Dulu ia giat bekerja bagi Tuhan menurut keyakinannya (Kis 22:23), kemudian bergiat bagi Tuhan menurut pimpinan-Nya. Setiap manusia tentu mesti yakin dengan segala sesuatu yang dikerjakannya. Dengan demikian ia melakukan kegiatannya dengan sepenuh hati. Namun lebih dari itu, setiap insan hendaklah menjalankan segala hal menurut pimpinan-Nya, tidak semata-mata berdasarkan keyakinannya.

Banyak orang yakin bahwa jika terpaksa korupsi boleh-boleh saja karena gaji tiap bulan tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Menurunkan mutu barang yang dijual juga biasa-biasa saja, tidak apa-apa; mendapatkan ijasah As-Pal (Asli tapi Palsu) itu sudah lazim. "Ini bukan zalim lho, saya kan memberi sejumlah uang yang cukup besar kepada oknum kepala sekolah Anu," demikian alasannya. Bila menuruti pimpinan Tuhan, hal-hal yang disebutkan tadi tentu tidak akan kita lakukan. Dibutuhkan titik balik, dari sekedar semata-mata keyakinan menjadi dipimpin oleh Tuhan.

Kisah "anak sulung" dalam Lukas pasal 15 berakhir dengan titik-titik; tidak jelas bagaimana kesudahannya. Lukas mencatat : kata ayah kepada anaknya, "Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan hidup kembali." (Luk 15:30-32). Tidak jelas, apakah anak sulung itu masuk ke rumah bapanya atau tetap memilih diluar.

Bagian titik-titik diatas menjadi tugas untuk kita mengisinya. kira-kira apa yang mesti dituliskan: anak sulung tidak mau masuk kerumah bapanya atau akhirnya anak sulung pun masuk kerumah bapanya. Diakhir hidup kita bagian titik-titik tersebut akan terisi. Ingat, jangan salah isi, nanti rugi.








Disadur dari " lilin-lilin kecil, Pdt. Dede Irawan Godjali "
September 21, 2008, 01:41:39 PM
Reply #4
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 62
5. TEORI TIKUS

Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya. (Mat 23:1-3)


Achmad Linoch, dosen hukum acara pidana di Universitas Jember selama tiga puluh tahun telah ribuan kali menyampaikan teori perlihal hukum acara pidana kepada para mahasiswanya. Ia ingin konsisten mempraktekkan teori yang disampaikannya itu. sebagai salah satu dari anggota majelis hakim perkara "x", ia berpendapat, bersama dengan dua anggota hakim yang lain, bahwa ketua MA (Mahkamah Agung) diperlukan kehadirannya di dalam sidang perkara "Y" sebagai saksi. Untuk konsistensinya itu, ia bersama dua hakim anggota yang sependapat dengan dia, diganti dalam perkara "Y", yang saat ini masih berlangsung.

Teorinya, semua orang adalah sama dihadapan hukum. Prakteknya bisa ya, namun juga bisa tidak. Hal serupa juga pernah terjadi pada zaman Yesus dulu. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi memiliki segudang teori mengenai hal ini dan itu. Nyatanya, segala teori yang bagus dan indah itu hanya sebatas diatas kertas, tidak terlihat praktek di pengadilan, eh di lapangan. Jadi, ahli hukum agama dan pakar hukum dunia tidak jauh berbeda. Mereka mungkin lebih cocok bila disebut sebagia "tikus-tikus berteori", alias "teoritikus".

Sekian puluh tahun dari zaman Yesus, Yakobus mencatat hal yang kurang lebih sama. Coba perhatikan pernyataannya : "Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang diantara kamu berkata, "Selamat Jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!" tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?" (Yak. 2:14-15).

Bencana di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang mungkin masuk kategori lokal belum nasional, sudah berjalan kira-kira tiga minggu, namun bantuan jatah hidup (JADUP) belum juga tersalurkan. Entah mampat di mana. Yang jelas, banyak warga yang terkena bencana merasa semakin jengkel. Bila mendengar teorinya sih bagus : ada bantuan untuk merenovasi rumah, yang besarnya X rupiah per rumah. Ada bantuan Langsung Tunai yang karena terjadinya gempa, banyak warga yang tidak lagi memegang kartu BLT tersebut. ada juga bantuan JADUP. Faktanya ada banyak teori yang secara praktek belum nampak wujudnya. Apakah memang negara ini banyak tikus yang berteori, eh maaf, banyak teoritikus, dari pada "praktikus" yang mungkin artinya adalah ramai-ramai menggeprak tikus.

Sudah kira-kira dua tahun lebih sejak tsunami melanda serambi Mekah dan Nias, nyatanya dua daerah yang terkena bencana yang sangat parah itu juga belum pulih. Yohanes menyatakan "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan karena perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. " (1 Yoh. 3:18) Warga yang terkena bencana tidak membutuhkan janji-janji. Mereka juga tidak membutuhkan diskusi berkepanjangan alias silat lidah. Mereka ingin melihat bantuan nyata yang benar-benar, bukan yang dikorup sana sini.

Dengan berbagai peristiwa yang digolongkan sebagai bencana, kita dapat melihat apakah banyak pihak yang menyatakan jati dirinya sebagai orang-orang yang "menggeprak tikus atau praktikus", atau justru yang bersalin rupa menjadi "Tikus-tikus yang berteori" alias teoritikus? saatnya kita membeli racun tikus, ayo buruan!






Disadur dari " lilin-lilin kecil, Pdt. Dede Irawan Godjali "
« Last Edit: September 21, 2008, 01:46:56 PM by labbats19xx »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)