Author Topic: dari mana Pendeta bisa Membiayai keluarganya ?  (Read 5064 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 22, 2012, 06:08:11 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2228
  • Gender: Male
  • simple.. so only GOD know me more in..
    • My Mind
  • Denominasi: Humility in Jesus
umumnya gereja-gereja protestan ( HKBP, GKI, GPIB, GKJW, GEMIM ( Minahasa) , GPM (Maluku), Gereja Kristen Injili ( GKI ) di Tanah Papua, DLL, Kesejahtraan Pendeta/Gembala diatur oleh Sinode.  Sinode gereja kami tidak membenarkan Pendeta mempunyai pekerjaan lain, jadi kesejahtraan Pendeta/gembala diperhatikan oleh Jemaat dimana Pendeta/Gembala itu melayani. dengar2 gaji pendeta tidak besar sih, yg sudah melayani 20 tahun, gajinya sekitar Rp. 1,5 jtaan , tetapi pendeta mendapat rumah tinggal dan kendaraan operasional yg di sediakan oleh Jemaat, biasanya kalo pendeta melayani di Pedalaman dan daerah2 terpencil, anak2 meraka mendapat beasiswa pendidikan sampai Universitas dan tunjangan kesehatan yg diatur oleh Sinode.
teman aku seorang vicaris, yang mejalani masa vicariatnya di pedalaman Papua, mengatakan TUHAN YESUS YANG MEMANGGIL, TUHAN YESUS YANG MENGUTUS maka TUHAN YESUS PULA YANG AKAN MEMPERLENGKAPI DENGAN SEGALA KEBESARANNYA...
kita-kita yang jadi jemaat saja DIBERKATI, apalagi para PENDETA/GEMBALA. Tuhan Punya banyak cara untuk menghidupi anak-anakNYA.
Tuhan Yesus Memberkati Kita semua

6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
amin..
:)
September 05, 2012, 12:33:28 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1351
  • Denominasi: GBI

Jadi apa yang kurang tepat perpuluhan?,
mari kita lihat prinsip yang rasul Paulus tulis kepada sidang Kristen di Korintus, "Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." —2 Kor. 9:7.

jadi yang pertama masalah jumlah pemberian, sudah jelas, bahwa tidak jadi masalah berapapun yang anda beri... 0% 10% 20% 50% 90% atau bahkan 100% penghidupan anda, itu bukan masalah. karena itulah YESUS menerima persembahan dari janda miskin ataupun dari wanita yang mengosi kaki YESUS dengan minyak,

memang, "seorang pekerja layak mendapatkan upahnya" (Lukas 10:7).

jadi kesimpulannya adalah tidak patut bila seorang hamba Allah, meng harapkan penghidupan dari umatnya, apalagi bila sampai hal itu bertumpuk tumpuk dan membuat pendeta tersebut kaya raya, meski kita tidak bisa menghakimi motif pendeta tersebut, namun akan besar kemungkinan tujuan pendeta tersebut melayani menjadi tidak murni lagi bukan?


Dear 1412 (IAR-KAH?)

Salam Perkenalan.
Betul demikian. itulah perbedaan fundamental orang yang hidup dalam PL dan kita yang hidup dalam PB. Kita dalam Kristus jangan menggunakan norma Hukum Taurat, karena kalau kita menggunakannya ada 2 akibat langsung

Galatia  3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."

Yakobus  2:10 Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.

Jadi kalau hidup menurut Hukum Taurat, tidak boleh melanggar satupun dari 613 ketentuan. Setelah tidak melanggar pun tidak dibenarkan oleh Allah.

Jadi :
1. Dalam memberikan dana untuk biaya hidup, tidak harus 10 %, boleh sampai 100% kalau mau, namanya PERSEMBAHAN KASIH.
2. Dalam memberikan persembahan kasih, jangan bersungut-sungut, tetapi kalau memberi harus dengan sukacita.

Di tempat Om bergereja, jangankan pendetanya kaya, untuk membayar cicilan tempat ibadah sebesar 4,3 juta setiap bulan saja, kami tidak tahu harus kemana mencari. Setiap bulan pengurusnya sport jantung, persembahan dari jemaat jauh dari mencukupi, itulah kenyataannya.

Shalom, GBU


September 06, 2012, 12:32:04 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2289
Itu karena jemaat kasih uang receh sam Tuhan om, jauh dari sepersepuluh.  :tongue:

GBU
September 06, 2012, 09:35:19 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1351
  • Denominasi: GBI
Itu karena jemaat kasih uang receh sam Tuhan om, jauh dari sepersepuluh.  :tongue:

GBU

Dear Dya.

Engga sih dear, memang jemaatnya tidak banyak, lagian kelihatannya ekonominya rata-rata. Satu dua sih ada yang mapan kali. Itu maksud Om supaya kita tidak selalu dan selalu berpikiran bahwa pendeta itu pasti kaya. Banyak koq pendeta di daerah yang pendapatannya itu kurang dari 1 juta, lihat saja info di MISSION CARE yang dikelola Pdt Peter Tjondro.

Shalom. GBU.
September 06, 2012, 04:02:49 PM
Reply #54
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: protestan
seorang pendeta yang melayani secara nyata dilapangan mempunyai berkat yang yang beragam baik berupa barang , makanan ataupun uang. pasti Tuhan berikan kepada hamba yang setia dan mengenalnya secara pribadi yang utuh, dan Tuhan punya cara tersendiri / unik, (karena tiap pribadi adalah unik) untuk memberikan berkat (biaya hidup, makan, pakaian, sandang, papan dls) yang semuanya itu bila kita simak tiada ternilai.  :)
September 22, 2012, 02:41:51 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
  • Denominasi: Apa saja sah dan boleh-boleh sajalah yauwww..

Rohaniwankah?
Pendetakah?
Penatuakah?
Segudang namanya...  ingat baik-baik :
1. Pelayanan itu dilihat dan dialami oleh jemaatnya.
2. Berkat khusus untuk mereka yang merelakan diri 100% waktu/kesempatan dalam pelayanan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus PASTI TIDAK AKAN KEKURANGAN.
3. Segala sesuatu yg dimiliki pelayan dpt dimanfaatkan untuk mengembangkan pelayanan.
4. Bila Pos Gereja/tempat pelayanan belum dpt mencukupi kemampuan finansial, cari kesempatan bekerja dengan tangan sendiri.
5. Pelayan Tuhan yang asal-asalan PASTI mudah kecewa dan putus asah.
6. Jangan berharap berkat turun dari langit, jadikan apa yg kau miliki untuk membawa berkat untuk lingkungan.
7. Melayani dengan hati bukan dengan tuntutan finansial.
8. Di mana ada pelayanan sejati, gembala sejati PASTI kebutuhan materi tercukupi.
9. jemaat yang mampu materi tetapi tidak rela mencukupi kebutuhan pelayanan PASTI akan setengah mati.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)