Author Topic: ROH JANIN DARI MANA?  (Read 9871 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 04, 2018, 04:08:32 PM
Reply #120
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
meskipun kita tidak dapat memahami seutuhnya.. namun dengan banyak berbagi, banyak belajar. pengetahuan itu agak semakin jelas, dan kita jadi semakin memahami cara orang lain juga untuk memandang.
Betul Lae!
Kita hrs terus belajar tak henti2 dan takut akan Tuhan.
1  Amsal-amsal Salomo bin Daud, raja Israel, [Pasal 1]
2  utk mengetahui hikmat dan didikan, untuk mengerti kata2 yg bermakna,
3  utk menerima didikan yg menjadikan pandai, serta kebenaran, keadilan dan kejujuran,
4  utk memberikan kecerdasan kpd org yg tak berpengalaman,
dan pengetahuan serta kebijaksanaan kpd org muda  —
5  baiklah org bijak mendengar dan menambah ilmu dan
baiklah org yg berpengertian memperoleh bahan pertimbangan  —
6  utk mengerti amsal dan ibarat, perkataan dan teka-teki org bijak.
7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,
tetapi org bodoh menghina hikmat dan didikan.

Salam Damai!

« Last Edit: July 04, 2018, 04:11:16 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 12, 2018, 04:27:24 PM
Reply #121
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tertiga itu:
Tubuh, jiwa dan roh

Ada santapan rohani
Ada makanan tubuh
Apa konsumsi jiwa?

Salam Damai!

----------------------
Refresh:
----------------------
@Krispus
Selamat Siang!
Apa sedang sibuk, ya Bro!

Kita bisa mengenal banyak fenomena di alam ini
Kita bisa menyederhanakan pun mengkomplekkan
Semua fenomena itu jelas ada walau tidak berbukti

Satu hal yg bisa kutawarkan
berupa matematika-ibarat
adalah, sbb:

Ibarat:
1 tubuh = 1 tanaman
1 tubuh + 1 jiwa = 1 hewan
1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 org.

Paradigma-1:
1 tubuh + 1 jiwa + 0 roh = 1 org mati
1 tubuh + 0 jiwa + 1 roh = 1 org gila
0 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 org halus

Paradigma-2:
1 tubuh + 1 jiwa + 2 roh = 1 org kesurupan
1 tubuh + 2 jiwa + 1 roh = 1 org bencong
2 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 org kembar siam

Paradigma-3:
1 tubuh + 2 jiwa + 2 roh = 1 org bencong-kesurupan
2 tubuh + 2 jiwa + 1 roh = 1 org bencong-kembar siam
2 tubuh + 1 jiwa + 2 roh = 1 org kembarsiam-kesurupan
2 tubuh + 2 jiwa + 2 roh = 1 org bencong-kembarsiam-kesurupan

Wah, berat, tah ...!

Jadi, org yg sempurna itu hanya:
1 tubuh + 1 jiwa + 1 roh = 1 orang
Diri tubuh, diri jiwa, diri roh itu beda2

Sbg pokok adalah orang yg adalah jiwa
Sbg sebutannya adalah tubuh, jiwa dan roh

Maka ada istilah cacah jiwa, korban jiwa, dll
Ada org-sabar, org-soleh, org-pandai, dll-jiwa
Ada org-halus, org-pinter, org-jadi2-an, dll-roh

Tubuh, jiwa dan roh beda2 tapi tak terpisahkan
Ancer-ancer-ku ini kusebut "tertiga", ter--tiga
Suatu presisi tiga yg tersaji secara tak sengaja
Satu sakit sakit semua, satu tak ada maka sia2

Makanan tubuh, konsumsi jiwa, dan santapan rohani beda juga
Keinginan masing2 pun beda2 juga tetapi selalu satu keputusan
Satu pengharapan, satu kesengsaraan dan pd satu kebahagiaan

Aku ini tertiga, tertiga itu satu
Sebab segala sesuatu hanya ada satu
Hanya satu pada satu titik pd satu waktu

Semua orang di jagat raya ini satu2
Tanda tangan, sidik jari, DNA, dll
Ini bagus utk menerawang trinitas

Dan memang segala sesuatu itu satu
Baik daun pun debu hanya ada satu
Pada satu titik dan pada satu waktu

Jika aku melihat aku dlm mimpi
Yg mana aku yg sesungguhnya?
Yg melihat? Yg dilihat? Yg tidur?

Seolah:
Ada tiga aku dalam gambar-ku
Pada tiga titik pada satu waktu

Tertiga itu muskil
Trinitas hampir mustahil
Bagi Allah tak ada yg nihil

Satunya Allah kita bukan satu yg alami
Satu Allah kita bukan bilangan duniawi
Allah Yang Maha Esa itu adalah -omni-
Omnipresent, onipotent, omniscient
« Last Edit: August 28, 2018, 01:00:07 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 12, 2018, 05:20:30 PM
Reply #122
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2442
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Tertiga itu:
Tubuh, jiwa dan roh

Ada santapan rohani
Ada makanan tubuh
Apa konsumsi jiwa?

Salam Damai!

----------------------
Refresh:
----------------------


pertanyaan yang SUPER JITU....  :afro: :afro:

JIWA itu adalah "KITA YANG SESUNGGUHNYA"

* KITA (jiwa) itu punya TUBUH yang harus di beri makan.
* KITA  punya ROH/KEROHANIAN yang di beri makan.

makanan TUBUH adalah: KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, VITAMIN dan MINERAL.
makanan ROH adalah: Firman Tuhan, BACAAN ROHANI, DOA, BERSAKSI.



memberi makan TUBUH dan ROH SAMA DENGAN memberi makan JIWA.



salam
TYM

« Last Edit: July 12, 2018, 06:52:58 PM by Simatupang@123 »
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
July 13, 2018, 04:23:50 PM
Reply #123
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
memberi makan TUBUH dan ROH SAMA DENGAN memberi makan JIWA.

Terimakasih Lae!

Menurutku, nih, mungkin hrs paralel,
Bila itu demikian maka secara kontras:

Santapan rohani itu bersifat gas-an, atau yg gampang menghilang
Makanan tubuh itu bersifat cairan, atau yg gampang mengencer
Berarti konsumsi jiwa bersifat padatan, atau yg gampang mengeras

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 15, 2018, 01:09:50 PM
Reply #124
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2442
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Terimakasih Lae!

Menurutku, nih, mungkin hrs paralel,
Bila itu demikian maka secara kontras:

Santapan rohani itu bersifat gas-an, atau yg gampang menghilang
Makanan tubuh itu bersifat cairan, atau yg gampang mengencer
Berarti konsumsi jiwa bersifat padatan, atau yg gampang mengeras

Salam Damai!

konsumsi tubuh dan roh itu mirip lae.
ada yang padat dan ada yang cair dan lembut.

pada waktu kecil, tubuh itu memerlukan makanan cair dan lembut yaitu air susu ibu dan bubur, dan kacang kacangan yang digiling hingga lembut, tetapi sesudah bayi itu besar, mulailah dia memakan nasi + lauk, sayur dan buah yang tidak di giling.

begitu juga dengan roh.
sebelum roh itu diberi makan makanan yang keras harus diberi dulu makanan lembut namun sehat dan bergizi, yaitu INJIL KASIH KARUNIA, Pengampunan, Kasih Allah.
setelah roh itu semakin kuat, barulah diberi makanan yang agak keras yaitu pelajaran yang menuntut pengorbanan, disiplin, dan usaha, yaitu Hidup Kudus, ketaatan kepada Firman Tuhan termasuk 10 hukum Tuhan, Pelajaran Nubuatan, dan tugas pengabaran Injil. dst



salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
July 16, 2018, 03:41:41 PM
Reply #125
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
@123: konsumsi tubuh dan roh itu mirip lae.
ada yang padat dan ada yang cair dan lembut.

MK: Gini, Lae!
Kalau dilihat dr alat pencernanya, menurutku sementara ini:
Pencerna pertama santapan rohani itu ialah bagian telinga
Pencerna pertama makanan tubuh itu ialah bagian mulut
Pencerna pertama konsumsi jiwa itu ialah bagian mata

@123: pada waktu kecil, tubuh itu memerlukan makanan cair dan lembut yaitu air susu ibu dan bubur, dan kacang kacangan yang digiling hingga lembut, tetapi sesudah bayi itu besar, mulailah dia memakan nasi + lauk, sayur dan buah yang tidak di giling.

MK: Ya, air susu ibu makanan tubuh pertamanya
Makanan tubuh selanjutnya adalah domain ibu-nya.
Ibunya yg paling perhatian menguatkan tubuhnya

Konsumsi jiwa utamanya adalah domain bapak-nya
Bapaknya yg paling perhatian membesarkan jiwanya

Santapan rohani itu utamanya ialah domain diri-nya
Dialah yg paling bertanggung jawab menumbuhkan rohnya
Kisah dan lagu bisa dimulai dr mana2, selanjutnya hrs dr Yesus
 
@123: begitu juga dengan roh.
sebelum roh itu diberi makan makanan yang keras harus diberi dulu makanan lembut namun sehat dan bergizi, yaitu INJIL KASIH KARUNIA, Pengampunan, Kasih Allah. setelah roh itu semakin kuat, barulah diberi makanan yang agak keras yaitu pelajaran yang menuntut pengorbanan, disiplin, dan usaha, yaitu Hidup Kudus, ketaatan kepada Firman Tuhan termasuk 10 hukum Tuhan, Pelajaran Nubuatan, dan tugas pengabaran Injil. dst

MK: Kurasa lembut dan keras ini kiasan.
Lembut dan keras bisa dikenakan kpd khotbah
Juga kita bisa mengerti lagu2 lembut dan lagu2 keras
Yg lembut santapan rohaninya, yg keras konsumsi jiwanya
Yg lembut spt hal yg mengejutkan, yg keras spt yg mengagetkan

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 18, 2018, 12:25:43 PM
Reply #126
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
MK: Gini, Lae!
Kalau dilihat dr alat pencernanya, menurutku sementara ini:
Pencerna pertama santapan rohani itu ialah bagian telinga
Pencerna pertama makanan tubuh itu ialah bagian mulut
Pencerna pertama konsumsi jiwa itu ialah bagian mata

Lalu mungkin juga, Lae:
Ujung pencerna santapan rohani itu ialah mulut (spt utk peng-aku-an)
Iman datang dr pendengaran, lalu: Apa yg dikatakan-Nya dlm gelap
Katakanlah itu dlm terang; dan apa yg dibisikkan ke telingamu,
Beritakanlah itu dari atas atap rumah

Ujung pencera makanan tubuh itu ialah dubur (sbm jamban)
Bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut
Turun ke perut lalu dibuang di jamban

Ujung pencerna konsumsi jiwa itu ialah hati (berresonansi)
Bukan yg masuk ke dlm mulut yg menajiskan org
Tapi yg keluar dr mulut yg menajiskan orang
Sebab yg keluar dari mulut bersal dari hati

Salam Damai!
« Last Edit: July 18, 2018, 03:46:06 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 19, 2018, 10:47:00 AM
Reply #127
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ralat yg di atas:
Kata "pencerna" diganti dgn "cernaan", jadi:
Ujung cernaan santapan rohani itu ialah mulut (spt peng-aku-an)
Ujung cernaan makanan tubuh itu ialah dubur (sbm jamban)
Ujung cernaan konsumsi jiwa itu ialah hati (ber-resonansi)

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
July 19, 2018, 11:17:32 AM
Reply #128
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2442
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Ralat yg di atas:
Kata "pencerna" diganti dgn "cernaan", jadi:
Ujung cernaan santapan rohani itu ialah mulut (spt peng-aku-an)
Ujung cernaan makanan tubuh itu ialah dubur (sbm jamban)
Ujung cernaan konsumsi jiwa itu ialah hati (ber-resonansi)

Salam Damai!

 :D :D

santapan Rohani itu masuk lewat :
1. MATA atau Penglihatan dengan membaca Firman Tuhan, melihat keagungan ciptaan Tuhan, melihat teladan baik dari orang orang rohani.
2. TELINGA atau Pendengaran dengan mendengarkan Firman Tuhan, Lagu lagu Pujian yang mengangkat pikiran, Nasehat dari orang orang rohani.
3. HIDUNG atau Penciuman dengan mencium dan menghirup udara segar, yang secara tidak langsung juga dapat memberi efek kesegaran Jiwa.

Santapan Rohani yang masuk lewat MATA, TELINGA, HIDUNG tersebut akan di kelola oleh PIKIRAN atau OTAK PALING DEPAN (LOBUS FRONTALIS).
apabila santapan rohani tersebut adalah murni maka santapan itu akan memberikan nutrisi rohani yang bergizi tinggi, dan cepat diproses atau di cerna sehingga memberikan kesehatan kepada Jiwa.
namun apabila santapan rohani tersebut tidak murni, tidak murni maksudnya adalah bercampur dengan bacaan bacaan yang tidak rohani, musik yang kasar, nasehat yang jahat, maka makanan rohani tersebut tidak akan dicerna secara optimal.

sangat mirip apabila mengkonsumsi buah + Sayur + umbi umbian + air putih + gandum/beras, tapi juga menambahkan dalam makanan itu daging dan lemak serta kolestrol tinggi, dan minuman keras.
maka makanan bergizi tersebut (buah + Sayur + umbi umbian + air putih + gandum/nasi,) tidak akan memberi efek yang optimal bagi tubuh.

 :afro: :afro: :afro:
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
July 20, 2018, 03:25:01 PM
Reply #129
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1156
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
santapan Rohani itu masuk lewat :
1. MATA atau Penglihatan dengan membaca Firman Tuhan,
melihat keagungan ciptaan Tuhan, melihat teladan baik dari orang orang rohani.

MK: Membaca adalah membunyikan gambar2 atau huruf2
Bahasa isyarat atau tulisan Braile membunyikan makna
Bunyi2an dominan sbg santapan rohani, menurutku.

123: 2. TELINGA atau Pendengaran dengan mendengarkan Firman Tuhan,
Lagu lagu Pujian yang mengangkat pikiran, Nasehat dari orang orang rohani.
MK: Ya! Dgn mendengar kita bisa menggambar
Setiap apa yg kita dengar kerap ada gambarnya
Sebaliknya, setiap apa yg terlihat bagai terdengar

123: 3. HIDUNG atau Penciuman dengan mencium dan menghirup udara segar,
yang secara tidak langsung juga dapat memberi efek kesegaran Jiwa.
MK: Oksigen melalui hidung itu keniscayaan,
Tak ada alternatif utk pembakaran bahan menjadi energi
Organ pencerna baik makanan tubuh, jiwa pun roh perlu energi

123: Santapan Rohani yang masuk lewat MATA, TELINGA, HIDUNG tersebut akan di kelola oleh PIKIRAN atau OTAK PALING DEPAN (LOBUS FRONTALIS). apabila santapan rohani tersebut adalah murni maka santapan itu akan memberikan nutrisi rohani yang bergizi tinggi, dan cepat diproses atau di cerna sehingga memberikan kesehatan kepada Jiwa. namun apabila santapan rohani tersebut tidak murni, tidak murni maksudnya adalah bercampur dengan bacaan bacaan yang tidak rohani, musik yang kasar, nasehat yang jahat, maka makanan rohani tersebut tidak akan dicerna secara optimal.

MK: Kucoba bedakan buku2 bacaan saja:
Ada tiga kelompok buku pembelajaran “tertiga”
Buku manual tubuh, manual jiwa, dan anual roh.
Tampaknya spt masing2, sesunggunya terintegrasi.

Saat kita kecil telah diajari macem-macem di sekolah. Pertama, belajar menghormati guru dgn “Selamat pagi!”, Ke dua, belajar mencintai teman dengan bermain bersama. Ke tiga, belajar menyanyi, mewarnai, tulis-baca, Lalu bertanya, mengarang hingga mencipta. Kita telah banyak membaca buku buah pikir seseorang. Kita telah banyak tanya pada ide pengalaman seseorang. Semua diserap dipilah demi keinginan kita menjadi seseorang.

Semua buku memiliki fokus. Fokus itu mengarah pd tiga hal, tubuh, jiwa dan roh.
Buku manual tubuh, itu  semua yang berkaitan dgn pemeliharaan tubuh.
Mulai buku “Mari Memasak”, Buku Olahraga, hingga Kitab Kedokteran.

Buku manual jiwa, itu semua yang berkaitan dgn perkembangan jiwa.
Mulai dr buku “Mari Mewarnai Gambar”, Rekayasa, hingga Kitab Filsafat.

Buku manual roh, itu semua yang berkaitan dgn pertumbuhan rohani.
Mulai buku “Mari Menyanyi”, Membaca hingga Kitab Suci.

Semua buku itu penting dipelajari diserap dipilah secara cermat.
Mempelajarinya perlu berurut naik sesuai pertumbuhan diri,
Bukan berurut turun bagai keinginan DEWAsa yg dimulai dr Kitab Suci.

Menurutku,
Alumni yg belajar terbalik selalu melihat ke atas belakang. Selalu merindukan “Yesterday today”. Berhasrat meng-“cut and paste” dalil maya ke dunia nyata. Menjunjung tinggi tradisi. Allah bagai harus dibela mati-matian utk mewujudkannya. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Dia lebih banyak sinis dari pada senyum. Setahu dia pada senyum ada kelemahan.

Alumni yg belajar berurut naik selalu melihat ke depan atas. Selalu mampu menerawang “Tomorrow today”. Berharap Allah menjelaskan dan mencerdaskannya. Segala rintangan adalah ujian iman dan imajiner utk terus betumbuh. Menyadari kurangnya, sabar menanti berbagai kebenaran Illahi. Dia lebih banyak senyum dari pada tertawa. Setahu dia pada tertawa selalu ada pelecehan. Entahlah!

Ini hanya pandanganku yang liar koq. Bukan yang lurus-lurus merujuk bukti. Tapi ada aja org yg begitu takut pd Kitab: Takut salah letak, salah baca, salah guna, salah tafsir, dll.

Salam Pikir Tiga!

NB:
Takut akan Tuhan awal segala pengetahuan
Takut akan Kitab tak akan ada manfaat
Perhatikanlah.

« Last Edit: July 20, 2018, 04:41:35 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)