Author Topic: ROH JANIN DARI MANA?  (Read 8606 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 03, 2018, 01:27:58 PM
Reply #150
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yes, Bro! Kiblat kita Yesus!
Bukan Tembok Ratapan
Bukan pula Vatican
Bukan Ka'bah

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 11, 2018, 03:01:31 PM
Reply #151
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Amin...

Puji Tuhan..

Tuhan memberkatimu berader...

Amin!

Tuhan kiranya memberkatimu juga, Bro!
Baiklah sesama kita saling mendoakan
Agar seterusnya kita dicerahkan-Nya

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 26, 2018, 04:40:43 PM
Reply #152
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
... dst
MK: Kucoba bedakan buku2 bacaan saja:
Ada tiga kelompok buku pembelajaran “tertiga”
Buku manual tubuh, manual jiwa, dan anual roh.
Tampaknya spt masing2, sesunggunya terintegrasi.

Saat kita kecil telah diajari macem-macem di sekolah. Pertama, belajar menghormati guru dgn “Selamat pagi!”, Ke dua, belajar mencintai teman dengan bermain bersama. Ke tiga, belajar menyanyi, mewarnai, tulis-baca, Lalu bertanya, mengarang hingga mencipta. Kita telah banyak membaca buku buah pikir seseorang. Kita telah banyak tanya pada ide pengalaman seseorang. Semua diserap dipilah demi keinginan kita menjadi seseorang.

Semua buku memiliki fokus. Fokus itu mengarah pd tiga hal, tubuh, jiwa dan roh.
Buku manual tubuh, itu  semua yang berkaitan dgn pemeliharaan tubuh.
Mulai buku “Mari Memasak”, Buku Olahraga, hingga Kitab Kedokteran.

Buku manual jiwa, itu semua yang berkaitan dgn perkembangan jiwa.
Mulai dr buku “Mari Mewarnai Gambar”, Rekayasa, hingga Kitab Filsafat.

Buku manual roh, itu semua yang berkaitan dgn pertumbuhan rohani.
Mulai buku “Mari Menyanyi”, Membaca hingga Kitab Suci.

Semua buku itu penting dipelajari diserap dipilah secara cermat.
Mempelajarinya perlu berurut naik sesuai pertumbuhan diri,
Bukan berurut turun bagai keinginan DEWAsa yg dimulai dr Kitab Suci.

Menurutku,
Alumni yg belajar terbalik selalu melihat ke atas belakang. Selalu merindukan “Yesterday today”. Berhasrat meng-“cut and paste” dalil maya ke dunia nyata. Menjunjung tinggi tradisi. Allah bagai harus dibela mati-matian utk mewujudkannya. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Dia lebih banyak sinis dari pada senyum. Setahu dia pada senyum ada kelemahan.

Alumni yg belajar berurut naik selalu melihat ke depan atas. Selalu mampu menerawang “Tomorrow today”. Berharap Allah menjelaskan dan mencerdaskannya. Segala rintangan adalah ujian iman dan imajiner utk terus betumbuh. Menyadari kurangnya, sabar menanti berbagai kebenaran Illahi. Dia lebih banyak senyum dari pada tertawa. Setahu dia pada tertawa selalu ada pelecehan. Entahlah!
... dst.

Yg mirip dgn manual2 itu,
Ada tak terhingga buku2 pelajaran di dlm pustaka2
Semua itu dpt di pandang ke dlm tiga kartegori saja
Kategori alami, kategori duniawi dan kategori rohani

Ektrimnya pengajaran adalah, mis.:
Yg fanatik hanya pd buku2 alami saja, mengabaikan lainnya akan mentok hingga dukun
Yg fanatik hanya pd buku2 duniawi saja, mengabaikan lainnya akan bangga jadi atheis
Yg fanatik hanya pd buku2 rohani saja, dan mengabaikan lainnya, akan menjadi sufi
Begitu, kali!

Pengajaran kpd bayi menurutku hrs beringsut rata:
Mulai dari yg rohani, yaitu bernyanyi dan monolog, sebab iman datang dr pendengaran
Rata dgn yg alami, yaitu me-milih2 makanan, sebab dlm tubuh yg sehat terdapat jiwa yg kuat
Rata dgn yg duniawi, yaitu mengenal benda dan warna2, sebab jiwa membesar dlm kreativitasnya

Salam Damai!
« Last Edit: September 27, 2018, 10:35:52 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 03, 2018, 03:37:21 PM
Reply #153
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Pengajaran kpd bayi menurutku hrs beringsut rata:
Mulai dari yg rohani, yaitu bernyanyi dan monolog, sebab iman datang dr pendengaran
Rata dgn yg alami, yaitu me-milih2 makanan, sebab dlm tubuh yg sehat terdapat jiwa yg kuat
Rata dgn yg duniawi, yaitu mengenal benda dan warna2, sebab jiwa membesar dlm kreativitasnya

Berpikir lintas mata telinga
Pada kanak: Seeing is believing
Dewa-sa: Believing makes you see


Berpikir lintas mata adalah pembelajaran yg kerap menuntut bukti,
suatu pembelajaran yg selalu ingin memuaskan jiwa;
“Seeing is believing”.
Mata adalah alat pencerna pertama makanan jiwa,
yaitu padatan, atau yg keras2, pejal, atau hal mengagetkan.

Berpikir lintasi telinga adalah pembelajaran yg tidak selalu menuntut bukti,
suatu pembelajaran yg tidak selalu ingin memuaskan jiwa melainkan rohani;
“Believing makes you see”
Telinga adalah alat pencerna pertama makanan roh,
Berupa gas-san yg lembut halus ilang, heran, mengejutkan.

Setiap gambar yg dilihat mata kerap ber-kata2 dan setiap kata yg didengar telinga kerap bergambar. Gambar nyata masuk melalui mata, kata maya masuk melalui telinga. Tulisan ini adalah gambar2 kata yg masuk melalui mata seolah terdengar ditelinga lalu membentuk imej keseluruhan pelukisnya. Kita bagai dpt mendengar apa yg kita lihat dan kita seolah dapat melihat setiap apa yg kita dengar. Demikian halnya Beethoven berkata ketika menuliskan Symphony No.9 dlm keadaan tuli total, “Sementara aku mendengar karya itu dgn mata, kau akan melihat keagungannya dgn telinga”. Saran: Perlu sesekali kita melihat lagu Klasik itu di Youtube. Tik: “Japan 10000 choir”, bagi pemula mungkin perlu 2-3 kali dengar baru rada meresap.

Dlm keadaan sadar, kata2 sering terdengar jelas, tapi gambar2-nya kerap buram. Dlm keadaan tak sadar atau tidur, gambar2 yg kerap terlihat jelas,  tapi kata2-nya terdengar samar. Tengoklah itu mis.dlm mimpi2 std kita. Jadi, mata dan telinga memberi pelajaran utama bagi kita utk berkata dan berbicara, berpikir dan percaya, sebelum berbuat utk menjadikannya.

Kurasa, pelajaran pertama yg diserap se-org anak dari ego dunia ini adalah belajar dgn telinga, yaitu belajar mendengar, kemudian barulah yg kedua, belajar dgn mata, belajar melihat. Kedua input data pelajaran itu adalah utk belajar berkata-kata. Saat dlm kandungan anak sudah bisa mendengar,  utamanya mendengar denyut jantung Ibunya, mungkin juga dia mendengar desir aliran darah, mendengar suara tarikan dan hembusan nafas  dan mendengar nada bicara Ibunya. Miriplah keknya bagai kita mendengar suara bineng dan suara gemuruh bila kita menutup telinga rapat2.

Pengajaran utama dari org-tua kpd anaknya ialah mencintainya. Mula2 ibu memperdengarkan kata-kata cintanya dgn berbicara monolog dan kadang dgn bersenandung atau bernyanyi solo kpd-nya semata. Seluruh bangsa dan suku di dunia ini keknya mempunyai lagu kanak2 sejenis “Nina Bobo”, lagu penghantar tidur bagi anak. Seluruh bangsa dan suku mengerti arti kata “Mama” dan “Papa”, kata yg mudah dilafalkan si mulut mungil berlidah pendek itu utk berkomunikasi dgn org-tuanya. Kata “Bunda”, “Ayah” atau “Bapak” dan “Ibu” adalah kata2 berikut yg lebih sulit diucapkannya dan boleh saja dipilih utk meluaskan arti cinta kpd org2 yg lebih tua nantinya.

Begitulah rupanya kita masing2 beroleh cinta, seperti halnya juga cinta Allah kpd manusia, bw Allah-lah yg terlebih dahulu mencintai manusia itu melalui banyak ciptaan yg dipersiapkan utk kebutuhkan kita. Allah-lah yg terlebih dahulu bermonolog kpd kita melalui Firman-Nya. Allah-lah yg terlebih dahulu bernyanyi melalui desir angin cemara, bunyian jangkrik malam dan mungkin juga melalui nada gesek  antara planet angkasa dgn gas asing, termasuk desing gesekan Bumi yg senantiasa bergerak dgn kecepatan konstan sekitar 2,5 juta km/hari mengitar matahari. Banyak sekali keteladanan yg Allah paparkan terlebih dahulu kpd kita utk bahan kajian di bumi ini.

(bersambung)
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 04, 2018, 11:18:53 AM
Reply #154
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
(sambungan)

Bagi anak, lagu dan kata2 yg terpilih adalah sangat penting utk pertumbuhan roh-nya. Dlm monolog pun org-tua hrs memilih kata2 yg tepat dan gampang dicerna, baik ketika memujinya, terlebih lagi ketika kita memarahinya saat sudah bertumbuh. Dan, bila hrs marah pun kita kpd-nya sebaiknya direncanakan terlebih dahulu agar tidak marah yg spontan, termasuk caranya, waktunya , kata2-nya pun hrs dipilih agar tidak asal jeplak, apalagi menhina atau mentertawakannya, dan perlu juga disediakan celah sempit utk jalan pemakluman pd kesalahannya sebagai katup pengaman emosi jiwanya, sekaligus utk teladan kasih dan pengampunan dari org-tua kpd anaknya.

Dlm keadaan normal sebaiknya anak diberi satu bahasa yg sederhana dan satu nyanyian yg juga hrs sedarhana. Bahasa itu adalah bahasa anak yg kalau dituliskan kedalam text sepertinya bahasa itu kedengaran blegug begitu. Sebenarnya kita tidak latah dan anak pun tidak blegug situasi dan kondisinya lah yg menghendaki bahasa itu spt latah bersama. Kata “atit” artinya sakit, “mimim” dan “mamam” artinya haus dan lapar, dst. Kadang kita juga memberikan permainan “Tang” yg lucu ber-kali2, agar si anak ikut bergembira dan tertawa bersama suasana Ibunya. Tang, yaitu: Ketiak si anak diapit dgn ke dua tangan Ibu, lalu diangkat ditinggikan sambil menyanyikan lagu “Tang-ting-tang-ting-tang-ting-tang...” 3x. Lucu juga rupa “Tang” itu. Begitu indah dan sederhana lalu-lintasan cinta itu. Org lewat yg melihat tawa mereka pun terpaksa bahagia.

Tapi ada pengamatanku sekilas pd anak tetangga yg bingung, yaitu pd pengasuhan anak hasil perkawinan campur antar suku. Suami dr suku (katakan saja) Batak-totok dgn istri Jawa-medok yg punya pembantu pengasuh anak org Pasundan-tulen. Umur, pengalaman, agama, adat budaya,  pendidikan dan keahlian mereka pun beda2 tentu. Jauh!

Ketika pengasuh menggendong menyuapi makan,
si anak selalu dicecar dgn bahasa Sunda tulen dan
setelah kenyang dia ditimang dgn menyanyikan ini:
“Neleng-nengkung eta neleng-neleng nengkung,
Geura-geura geude, geura jangkung,
Gera sakolah ka Bandung  …”

Sampai si anak tertidur!

Ketika Ibu kandungnya menimang sepulang dr kantor,
kerinduan kpd anaknya dicecer dgn bahasa Jawa dan
ada sedikit ditambah-tambahin arab-arabnya dan
selalu menidurkan anaknya itu dgn menyanyikan:
“Ta’ lelo-lelo lelo-lelo dung,...
Cep menengo aja pijer nangis …”

Sampai si anak lelap!

Saat Bapak-nya menggendong atau terpaksa menggendong anaknya,
(mungkin tidak sering), tapi monolognya keras dan tajam terpercaya
selalu menyanyikan lagu ini:
“Modom ma damang Ucok, modom ma damang
Tampuk ni pusu-pusuku do damang da Ucok,
Urat ni ate-ateku do damang da Ucok …”

Sampai si anak pulas!

Tapi aku masih ragu apakah karena ragam monolog dan ragam lagu bobo itu yg menyebabkan serapan egonya menjadi terlalu berat, sehingga gambar2 dlm mimpinya pun maragam-ragam-lisoi-nya. Sekilas fakta, anak itu lama kali be**-nya, sering plengah-plengoh, tolah-toleh me-lihat2 teman sebaya-nya bermain bercengkrama dan bernyanyi dlm bahasa Indonesia. Ini pengamatanku yg liar, sebab pengamatanku ini hanya sekilas saja tanpa instrumen apa2. Dan juga belum ada kudengar cerita dr bangsa2 yg memiliki satu bahasa yg kaya dlm membesarkan anak bangsanya, mis: bangsa Jepang, Ingris, Cina, dll, dan belum kulihat cerita yg sama dr suku bangsa yg minim kata spt suku pedalaman Papua atau pedalaman Rusia. Lebih jauh lagi adalah mungkin menarik utk diamati efek gambar dan kata dlm penyerapan data pertumbuhan roh dan jiwa pd anak buta dibandingan dgn pd anak tuli sejak lahir. Apa ada yg punya cerita? Pls share!

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
October 04, 2018, 12:47:39 PM
Reply #155
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2213
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Lebih jauh lagi adalah mungkin menarik utk diamati efek gambar dan kata dlm penyerapan data pertumbuhan roh dan jiwa pd anak buta dibandingan dgn pd anak tuli sejak lahir. Apa ada yg punya cerita? Pls share!

Salam Damai!

ada bro, namanya adalah Fanny J. Crosby.
sudah buta sejak kecil, namun walaupun matanya buta mata rohaninya dapat melihat dengan jelas.
kisahnya dapat dibaca disini: https://id.wikipedia.org/wiki/Fanny_Crosby


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
October 04, 2018, 02:11:20 PM
Reply #156
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ya, Bro!
Yg buta memang cukup banyak yg sukses
Yg tuli mungkin aku tak tau Bahasa Isyarat
Apa mata tak sedahsyat telinga dlm belajar?
Entahlah!

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 09, 2018, 11:33:26 AM
Reply #157
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Robert Olen Butler:
(won the 1993 Pulitzer Prize in fiction for
A Good Scent from a Strange Mountain)

Kakek saya menjelaskan ttg dunia roh, bagaimana jiwa nenek moyang kita terus membutuhkan cinta dan perhatian dan pengabdian. Mengingat hal2 ini, mereka akan berbagi dlm kehidupan kita dan mereka akan memberkati kita dan bahkan memperingatkan kita ttg bencana dlm mimpi kita. Tetapi jika kita mengabaikan jiwa nenek moyang kita, mereka akan menjadi tersesat dan kesepian dan akan berkeliaran di kerajaan org mati tidak lebih baik dp se-org prajurit yg dibunuh musuhnya dan dibiarkan tak terkubur di ladang padi utk dimakan burung hitam.

Kurasa semua perasaan kakek2 setiap suku emang begitu, dulunya, ya!
Terutama suku2 yg mengagumi kearifan/kesaktian manusia idola-nya
Mungkin itu sebabnya, maka timbul agama2 suku atau ritual2 tradisi

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
November 13, 2018, 01:45:36 PM
Reply #158
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 869
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kurasa semua perasaan kakek2 setiap suku emang begitu, dulunya, ya!
Terutama suku2 yg mengagumi kearifan/kesaktian manusia idola-nya
Mungkin itu sebabnya, maka timbul agama2 suku dan ritual2 tradisi

Kita hrs percaya, bahwa ada campur tangan Tuhan dlm setiap ajaran moral dan etika, baik itu ajaran budaya yg menjadi tradisi, baik ajaran agama-suku pun ajaran dongeng rakyat atau legenda. Semua itu disebabkan oleh ketidak berdayaan intelektual dan fisik manusia menjawab segala tantangan hidup ini, sehingga roh-nya berorientasi seliweran mencari sesuatu yg hebat, “Yg Maha”, baik melalui apa (benda2) atau melalui siapa (manusia) utk mengatasi pergumulan hidup mereka. Semua hal itu menunjukkan, bw begitu dahsyat-nya roh manusia itu bekerja menjelajahi alam semesta raya, mencari “tuhan” yg cocok atau pas utk dijadikan pelindung, mencari tuhan yg mengajarkan moral dan etika, tuhan yg meningkatkan mental dan intelektual, tuhan yg memberkati pertanian, tuhan yg bisa mengusir wabah, tuhan yg mengajarkan kasih kpd sesama sendiri. Ya, kasih kpd sesama sendiri, karna pada waktu itu, tidak mungkin ada tuhan yg rela mengajarkan mengasihi musuhnya dan berdoa utk-nya, dan belum terpikir ada Tuhan yg bisa membangkitakn org mati.

Pd waktu itu, tuhan masing2 suku sangat diandalkan dlm menguatkan mental berperang, demi mempertahankan tanah pusaka atau pun menyerang musuh utk menambah tanah subur utk rakyatnya yg terus bertambah banyak karena bernak-pinak dr poligami. Sifat agama suku itu emang begitu, spt kisah2 “the Viking” dan sejarah kerajaan2 superpower. Dampaknya masih ada, walau Yesus telah mengajarkan “Kasihilah musuhmu dan berdoa lah utk-nya”, tapi mental agama suku itu masih ter-bawa2 juga hingga pd perang dunia, dan mungkin sampai akhir dunia. Sebelum perang atau sebelum bercocok tanam, mereka bertanya kpd tokoh2, atau tetua suku atau “nabi-lokal” ttg apa bisikan tuhan yg hrs ditaati. Oleh sebab itu banyak jimat2 atau mantra2 tersimpan atau diperoleh dari patung2, batu2an, gunung2, pohon2, binatang, bulan, bintang dan matahari, Jimat itu kadang terandal dan kadang majal. Setelah perang, suku yg kalah hrs taat dan tunduk menyembah kpd tuhan pemenang. Pampasan perang di-bagi2, wanita-nya di-suka2-i pemenang. Maka, harta, tahta dan wanita itu menjadi roh2 pembangkit ego, penyemangat perang dan berbuat dosa dr sejak jaman baheula.

Sejarah mencatat: Asyur, Babilonia, Persia, Makedonia, Romawi,
Semua bekas kerajaan super power itu masih nyata puing2-nya.
Begitu juga dgn PD-1, PD-2, walau belakangan rada sadar, bw:

Perang itu melelahkan dan sia2
Mati satu tumbuh seribu dan mati lagi sia2.

Kalah jadi abu menang jadi arang
Kayu bakar jadi abis
Itu kegirangan iblis

Maka toleransi dr agama yg benar itu menjadi penting
Karna manusia sudah capek men-cari2 tuhan utk menang
Dan karena Tuhan telah mencari kita yg berdosa utk tenang

Maka
Jika tuhan tak membuat kita damai tenang
Berarti tuhan terus2 menyuruh kita perang

Lalu
Apa guna Tuhan bagi manusia dan
Dan apa guna manusia bagi Tuhan
Artinya: Mengapa kita dilahirkan?

Maka
Lebih penting sekarang memerangi diri sendiri
Perang antara keinginan tubuh vs keinginan roh
Dgn komando jiwa yg berpengalaman thp iota dosa

Pertimbangan-nya:
Antara memuliakan tubuh vs menyangkal diri
Antara menghindari beban vs memikul salib
Antara mancari2 tuhan vs mengikut Yesus.

Salam Damai!
« Last Edit: November 13, 2018, 01:51:21 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)