Author Topic: ROH JANIN DARI MANA?  (Read 8180 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 02, 2011, 06:07:46 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
Ternyata dgn sedikit bantuan dari santo google, saya dapat pengetahuan yg sangat berharga.....
Tulisan dari Pdt. Budi Asali MDiv. di http://www.golgothaministry.org/anthropology/anthropology_05.htm


Quote
DOKTRIN MANUSIA : Anthropology

oleh : Pdt. Budi Asali MDiv.
IV. ASAL USUL JIWA MANUSIA

Yang dibicarakan di sini bukanlah asal usul dari jiwanya Adam sebagai manusia pertama, tetapi asal usul jiwa manusia secara umum. Pada saat seorang bayi ada dalam kandungan, tubuhnya jelas berasal dari orang tuanya, tetapi dari mana jiwanya? Ada tiga pandangan tentang hal ini:

I) Pre-Existentianism.

1)   Jiwa manusia sudah ada sebelum ia mulai ada dalam kandungan.

2)   Ada dosa yang dilakukan jiwa itu, yang lalu menyebabkan jiwa itu harus berada dalam sebuah tubuh dan tinggal di dunia (sebagai hukuman).

Keberatan terhadap ajaran ini:

a)   Ajaran ini tidak mempunyai dasar Kitab Suci. Ajaran yang mengatakan bahwa jiwa dipersatukan dengan tubuh sebagai hukuman, adalah ajaran kafir.

b)   Ajaran ini menganggap bahwa tubuh manusia adalah suatu tambahan / embel-embel yang tidak penting dalam diri manusia. Mereka percaya bahwa manusia adalah sesuatu yang lengkap sekalipun tanpa tubuh. Ini menghapuskan perbedaan antara manusia dan malaikat.

c)   Ajaran ini menghapuskan ‘the unity of the race’ / kesatuan umat manusia.

d)   Dalam kesadaran kita, kita tidak pernah mengingat apa-apa yang terjadi dalam kehidupan lalu kita (waktu jiwa itu belum mempunyai tubuh).

II) Traducianism.

Baik tubuh maupun jiwa seorang anak diturunkan oleh / dari orang tuanya.

Dasar dari pandangan ini:

1)   Orang tua adalah orang tua dari seluruh anak, berarti termasuk jiwanya.

2)   Penciptaan Hawa (Kej 2:21-23  1Kor 11:8) yang berbeda dengan penciptaan Adam. Pada penciptaan Adam, tubuh berasal dari tanah / bumi, sedangkan jiwanya berasal dari Tuhan (Kej 2:7). Tetapi pada waktu Allah menciptakan Hawa, tidak pernah dikatakan ada elemen dari Hawa yang berasal dari Tuhan. Jadi, harus disimpulkan bahwa baik tubuh maupun jiwa Hawa berasal dari Adam.

Bantahan:

Ada pepatah yang berbunyi: ‘Silence proves nothing!’ (= Diam tidak membuktikan apa-apa!). Bahwa Kitab Suci diam / tidak berkata apa-apa tentang jiwa Hawa, tidak membuktikan bahwa jiwa Hawa berasal dari Adam. Mungkin Allah memberi jiwa itu namun tidak diceritakan oleh Kitab Suci.

3)   Sejak Sabat yang pertama (Kej 2:3), Allah tidak lagi mencipta secara langsung.

Pada hari pertama sampai hari keenam Allah menciptakan secara langsung. Tetapi pada hari ketujuh Allah berhenti mencipta, dan sejak saat itu Allah hanya mencipta secara tidak langsung, yaitu melalui hal-hal alamiah, second causes / penyebab kedua, dsb. Jadi penciptaan jiwa manusia juga dilakukan secara tidak langsung, yaitu melalui orang tuanya.

Bantahan:

a)   Ini membatasi Allah. Sekalipun Allah pada umumnya bekerja melalui hal alamiah / second causes / penyebab kedua, tetapi Ia juga sering bekerja langsung, seperti:

·        pada waktu terjadinya mujijat

·        pada peristiwa kelahiran baru (ini penciptaan!)

b)   Kej 2:3 menyebutkan ‘rested’ (= beristirahat). Jadi, tidak berarti bahwa Allah berhenti mencipta (secara langsung) untuk selama-lamanya.

4)   Sifat seorang anak mirip orang tuanya. Jadi jelas bahwa jiwanya berasal dari orang tuanya.

Bantahan:

a)   Kemiripan itu bisa terjadi karena anak itu meniru orang tuanya.

b)   Tubuh anak itu jelas dari orang tuanya, dan tubuh mempengaruhi jiwa dari anak itu , sehingga akhirnya jiwanya juga mirip orang tuanya.

c)   Pada waktu Allah memberikan jiwa, Ia menyesuaikannya dengan tubuh si anak.

5)   Ibr 7:9-10 mengatakan bahwa Lewi ada di dalam tubuh Abraham.

Ibr 7:9-10 - “(9) Maka dapatlah dikatakan, bahwa dengan perantaraan Abraham dipungut juga persepuluhan dari Lewi, yang berhak menerima persepuluhan, (10) sebab ia masih berada dalam tubuh bapa leluhurnya, ketika Melkisedek menyongsong bapa leluhurnya itu”.

Bantahan:

a)   Dalam Ibr 7:9 ada kata-kata ‘maka dapatlah dikatakan’. Ini menunjukkan bahwa hal ini tidaklah merupakan hal yang sebenarnya.

b)   Tidak mungkin seluruh jiwa Lewi berada dalam tubuh Abraham, karena Sara, Ribka, dan Lea pasti juga punya andil terhadap jiwa Lewi tersebut.

6)   Inkarnasi KRISTUS

Kecuali tubuh dan jiwa KRISTUS diturunkan dari Maria, maka KRISTUS tidak bisa disebut manusia sejati sama seperti kita.

Bantahan:

KRISTUS lahir sama seperti semua manusia yang lain kecuali dalam hal terjadinya kandungan itu oleh ROH KUDUS. Kalau semua manusia jiwanya bukan berasal dari orang tuanya (sesuai dengan pandangan Creationism), maka KRISTUS adalah manusia sama seperti kita sekalipun jiwanya tidak berasal dari Maria (tetapi merupakan ciptaan langsung dari Allah).

Pendapat saya : Roh/jiwa hanya diturunkan dari bapanya/ayah, bukan dari ibu. Itulah makanya YESUS terbebas dari dosa asal, karena rohnya bukan dari ayahnya (yusuf) maupun maria.

Quote
7)   Adanya dosa / kebejatan moral / rohani pada umat manusia.

Orang-orang yang menganut Traducianism berkata bahwa:

·        Kita betul-betul berdosa (actually sinned) di dalam Adam karena pada saat itu kita memang ada di dalam dia.

·        Zat yang melanggar Firman Tuhan di dalam diri Adam, itulah yang diturunkan / diberikan kepada kita, sehingga begitu lahir, moral sudah bejat.

Kalau kita beranggapan bahwa jiwa seseorang berasal dari Allah, maka ada 2 kemungkinan:

¨      Jiwa yang diciptakan Allah itu jiwa yang berdosa.

¨      Jiwa yang diciptakan itu suci, tetapi lalu setelah dipersatukan dengan tubuh, menjadi manusia yang berdosa.

Yang manapun yang benar, ini berarti bahwa Allah adalah pencipta kejahatan moral (God is the author of moral evil)

Bantahan:

a)   Kalau memang pada saat Adam berdosa, kita sudah ada di dalam dia, sehingga kita betul-betul berdosa di dalam dia, maka mengapa dosa Adam yang lain tidak diturunkan? Dan mengapa dosa-dosa nenek moyang kita, tidak diturunkan kepada kita?

b)   Kalau semua orang betul-betul berdosa di dalam Adam, maka KRISTUS juga demikian!

c)   Allah bukanlah pencipta dari moral evil / kejahatan moral. Adanya dosa asal, dsb merupakan hukuman Allah atas dosa Adam.

III) Creationism.

Tubuh anak berasal dari orang tuanya, tetapi jiwanya merupakan ciptaan langsung dari Tuhan.

Dasar dari pandangan ini:

1)   Ini sesuai dengan penciptaan pertama (terhadap Adam), dimana tubuh berasal dari tanah / bumi, sedangkan jiwa berasal dari Tuhan (Kej 2:7).

Bantahan:

Ini hanya berlaku untuk Adam.

2)   Ada ayat-ayat Kitab Suci yang menunjukkan bahwa jiwa / roh manusia diciptakan / diberi oleh Tuhan.

·        Bil 16:22 - “Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: ‘Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?’”.

Jadi Allah disebut sebagai ‘Allah dari roh segala makhluk’.

·        Ibr 12:9 - “Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?”.

Ayat ini menyebut Allah sebagai ‘Bapa segala roh’.

·        Yes 42:5 - “Beginilah firman Allah, TUHAN, yang menciptakan langit dan membentangkannya, yang menghamparkan bumi dengan segala yang tumbuh di atasnya, yang memberikan nafas kepada umat manusia yang mendudukinya dan nyawa kepada mereka yang hidup di atasnya”.

Ayat ini mengatakan bahwa Allahlah yang memberikan nafas / nyawa kepada umat manusia.

*        kata ‘nafas’ di sini menggunakan kata Ibrani yang sama dengan kata ‘nafas’ dalam Kej 2:7.

*        kata ‘nyawa’ di sini dalam bahasa Ibraninya adalah RUAKH, yang biasanya diterjemahkan ‘roh’.

·        Yes 57:16 - “Sebab bukan untuk selama-lamanya Aku hendak berbantah, dan bukan untuk seterusnya Aku hendak murka, supaya semangat mereka jangan lemah lesu di hadapanKu, padahal Akulah yang membuat nafas kehidupan”.

Ayat ini mengatakan bahwa Allahlah yang membuat ‘nafas kehidupan’.

*        kata ‘nafas kehidupan’ di sini menggunakan kata Ibrani yang sama dengan kata ‘nafas’ dalam Kej 2:7.

*        kata ‘nafas’ di sini ada dalam bentuk jamak, sehingga tidak mungkin menunjuk kepada Adam.

·        Zakh 12:1 - “Ucapan ilahi. Firman Tuhan tentang Israel: Demikianlah Firman Tuhan yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi dan yang menciptakan roh dalam diri manusia”.

Ayat ini secara explicit mengatakan bahwa Allahlah yang menciptakan roh dalam diri manusia. Tetapi kata ‘manusia’ di sini menggunakan kata Ibrani ADAM, sehingga ini bisa menunjuk kepada Adam.

·        Maz 104:28-30 - “(28) Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tanganMu, mereka kenyang oleh kebaikan. (29) Apabila Engkau menyembunyikan wajahMu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. (30) Apabila Engkau mengirim rohMu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi”.

Ayat ini mengatakan bahwa binatangpun rohnya dari Tuhan.

Bantahan:

Ayat-ayat tersebut di atas artinya adalah: Allah mencipta roh manusia pertama / roh Adam, dan lalu selanjutnya Allah mencipta dengan perantaraan manusia pertama / Adam.

Mari kita memperhatikan beberapa ayat di bawah ini:

·        Ayub 10:8-9 - “(8) TanganMulah yang membentuk dan membuat aku, tetapi kemudian Engkau berpaling dan hendak membinasakan aku? (9) Ingatlah, bahwa Engkau yang membuat aku dari tanah liat, tetapi Engkau hendak menjadikan aku debu kembali?”.

·        Ayub 34:14-15 - “(14) Jikalau Ia menarik kembali RohNya, dan mengembalikan nafasNya padaNya, (15) maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu”.

·        Maz 103:13-14 - “(13) Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. (14) Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu”.

·        Pkh 3:20 - “Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu”.

Dari ayat-ayat ini terlihat bahwa Kitab Suci juga mengatakan bahwa kita berasal dari debu, padahal yang betul-betul dari debu hanyalah Adam, sedangkan kita diturunkan oleh Adam.

Analoginya: Kalau Kitab Suci berkata bahwa roh / jiwa kita dicipta oleh Allah, maka itu berarti bahwa jiwa / roh Adam saja yang dicipta oleh Allah, sedangkan jiwa / roh kita diturunkan oleh Adam.

3)   Jiwa bersifat indivisible (= tak bisa dipecah-pecah). Kalau kita percaya pada Traducianism, maka kita harus percaya bahwa sebagian jiwa ibu bergabung dengan sebagian jiwa ayah menjadi jiwa anak.

Bantahan:

Kita tidak mengerti tentang substance / zat dari jiwa. Kalau dikatakan bahwa jiwa berasal dari orang tua, tetapi dalam proses perkembang-biakan itu tidak terjadi perpecahan maupun penggabungan jiwa, maka tidak ada orang yang bisa membenarkan ataupun menyalahkan.

Kesimpulan:

Ajaran Pre-existentianism jelas salah. Tetapi ajaran Traducianism dan Creationism mempunyai dasar yang sama-sama kuat, sehingga sukar dibuktikan secara jelas yang mana yang benar.

·       Agustinus tidak bisa menentukan yang mana yang benar.

·        Martin Luther berpegang pada Traducianism.

·        Calvin berpegang pada Creationism.

Ini terlihat misalnya dari tafsiran Calvin tentang Yoh 3:6 dimana ia berkata:

“the soul is not begotten by human generation” (= jiwa tidak diturunkan oleh kelahiran) - hal 112.

·        Mayoritas (tidak semua) orang Reformed juga berpegang pada Creationism.

·        Saya sendiri condong pada Creationism.

-o0o-

-AMIN-


Wah ternyata scr tdk sengaja saya pengikut paham traducianism, walau sedikit berbeda.... :afro: Walaupun si penulis sendiri lebih condong ke  Creationism.

Salam...


 
« Last Edit: February 03, 2011, 06:14:56 AM by simonsez »
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
February 02, 2011, 01:21:57 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11426
  • Gender: Male
  • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt
1. Tubuh--->keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut:
2. Jiwa--->nyawa; seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb)
3. Roh--->Awalnya berasal dari TUHAN ALLAH, apabila tersesat menjadi roh jahat
Bro yopi, itu jawaban pertanyaan saya di topik sebelah . Gmn tentang waktu  janin dinyatakan bernyawa menurut katholik? Saya pingin tahu dong, terutama yg resmi dr gereja katholik...


Salam..

Berikut jawabannya:

2270   Kehidupan manusia harus dihormati dan dilindungi secara absolut sejak saat pembuahannya. Sudah sejak saat pertama keberadaannya, satu makhluk manusia harus dihargai karena ia mempunyai hak-hak pribadi, di antaranya hak atas kehidupan dari makhluk yang tidak bersalah Bdk. DnV 1, 1. yang tidak dapat diganggu gugat.
"Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau" (Yer 1:5) Bdk. Ayb 10:8-12; Mzm 22:10-11..

"Tulang-tulangku tidak terlindung bagiMu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah" (Mzm 139:15).
1703, 357
2271   Sejak abad pertama Gereja telah menyatakan abortus sebagai kejahatan moral. Ajaran itu belum berubah dan tidak akan berubah. Abortus langsung, artinya abortus yang dikehendaki baik sebagai tujuan maupun sebagai sarana, merupakan pelanggaran berat melawan hukum moral:
"Engkau tidak boleh melakukan abortus dan juga tidak boleh membunuh anak yang baru dilahirkan" (Didache 2,2) Bdk. Surat Barnabas 19,5; Diognet 5,5; Tertulianus, apol. 9..

"Allah, Tuhan kehidupan, telah mempercayakan pelayanan mulia melestarikan hidup kepada manusia, untuk dijalankan dengan cara yang layak baginya. Maka kehidupan sejak saat pembuahan harus dilindungi dengan sangat cermat. Pengguguran dan pembunuhan anak merupakan tindakan kejahatan yang durhaka" (GS 51,3).
 
2272   Keterlibatan aktif dalam suatu abortus adalah suatu pelanggaran berat. Gereja menghukum pelanggaran melawan kehidupan manusia ini dengan hukuman Gereja ialah ekskomunikasi. "Barang siapa yang melakukan pengguguran kandungan dan berhasil terkena ekskomunikasi" (CIC, can. 1398), "(ekskomunikasi itu) terjadi dengan sendirinya, kalau pelanggaran dilaksanakan" (CIC, can. 1314) menurut syarat-syarat yang ditentukan di dalam hukum Bdk. CIC, cane. 1323-1324.. Dengan itu, Gereja tidak bermaksud membatasi belas kasihan; tetapi ia menunjukkan dengan tegas bobot kejahatan yang dilakukan, dan kerugian yang tidak dapat diperbaiki lagi, yang terjadi bagi anak yang dibunuh tanpa kesalahan, bagi orang-tuanya dan seluruh masyarakat.   1463
2273   Hak yang tidak dapat dicabut atas kehidupan dari tiap manusia yang tidak bersalah merupakan satu unsur mendasar bagi masyarakat dan bagi perundang-undangannya.
"Hak-hak pribadi yang tidak boleh dicabut harus diakui dan dihormati oleh masyarakat negara dan oleh kekuasaan negara: hak-hak manusia tidak bergantung pada individu masing-masing, juga tidak pada orang-tua dan juga tidak merupakan satu karunia masyarakat dan negara. Mereka termasuk dalam kodrat manusia dan berakar dalam pribadi berkat tindakan penciptaan, darinya mereka berasal. Di antara hak-hak fundamental ini orang harus menjabarkan dalam hubungan ini: hak atas kehidupan dan keutuhan badani tiap manusia sejak saat pembuahan sampai kepada kematian" (DnV 3).
"Pada saat, hukum positif merampas dari satu kelompok manusia perlindungan, yang harus diberikan kepada mereka oleh undang-undang negara, negara menyangkal kesamaan semua orang di depan hukum. Kalau kekuasaan negara tidak melayani hak setiap warga, dan terutama mereka yang paling lemah, maka dasar negara hukum diguncangkan.... Sebagai akibat dari penghormatan dan perlindungan, yang harus diberikan kepada anak yang belum lahir sejak saat pembuahannya, hukum harus dilengkapi dengan sanksi-sanksi yang memadai bagi setiap pelanggaran yang dikehendaki terhadap hak-hak seorang anak" (DnV 3).   1930
2274   Oleh karena embrio sejak pembuahan harus diperlakukan sebagai pribadi, maka ia, sebagaimana setiap mangsia yang lain, sejauh mungkin harus dipertahankan secara utuh, dirawat, dan disembuhkan.
Diagnosis pranatal diperbolehkan secara moral, apabila ia "menghormati kehidupan dan keutuhan embrio dan janin manusiawi dan diarahkan kepada perlindungan dan perawatan embrio sebagai pribadi.... Tetapi ia bertentangan berat dengan hukum moral, kalau ini, - tergantung, bagaimana hasilnya, - dilakukan dengan pikiran mengenai kemungkinan abortus. Dengan demikian diagnosis... tidak boleh praktis merupakan hukuman mati" (DnV 1,2).   
2275   "Pembedahan embrio manusia harus dilihat sebagai sesuatu yang diperbolehkan dengan syarat bahwa ia menghormati kehidupan dan keutuhan embrio dan tidak membawa risiko-risiko yang tidak sebanding, tetapi bertujuan demi penyembuhannya, perbaikan keadaan kesehatannya, atau kelanjutan kehidupan pribadinya" (DnV 1,3).
"Adalah tidak bermoral mengadakan embrio manusia dengan tujuan untuk memakainya sebagai 'bahan biologis' yang siap dipakai secara bebas" (DnV 1,5).
"Beberapa percobaan untuk memanipulasi kromosom dan pembawaan genetic, tidak bersifat terapeutis, tetapi bertujuan mengadakan makhluk manusia, yang dipilih menurut jenis kelamin atau sifat-sifat lain yang ditentukan lebih dahulu. Manipulasi ini bertentangan dengan martabat pribadi manusia, integritasnya, dan identitasnya" (DnV 1,6).
Inter Esse Et Non Esse

Cogito Ergo Sum

Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

Extra Ecclesiam Nulla Salus

In Hoc Signo Vinces

With love,

your Yopi
February 02, 2011, 03:35:21 PM
Reply #22
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
just thinking,

sifat unik sebuah hologram

Quote
Sifat tiga dimensi dari gambar seperti itu bukan satu-satunya sifat yang menarik dari hologram. Jika hologram sebuah bunga mawar dibelah dua dan disoroti oleh sebuah sinar laser, masing-masing belahan itu ternyata masih mengandung gambar mawar itu secara lengkap (tetapi lebih kecil). Bahkan, jika belahan itu dibelah lagi, masing-masing potongan foto itu ternyata selalu mengandung gambar semula yang lengkap sekalipun lebih kecil. Berbeda dengan foto yang biasa, setiap bagian sebuah hologram mengandung semua informasi yang ada pada hologram secara keseluruhan.

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2010/04/sebuah-penelitian-bahwa-alam-semesta.html#ixzz1CmxSD1jq
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
February 03, 2011, 12:29:38 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
Trims bro yopi....
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
February 03, 2011, 10:44:06 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1757
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Thank's
just thinking,

sifat unik sebuah hologram

Quote
Sifat tiga dimensi dari gambar seperti itu bukan satu-satunya sifat yang menarik dari hologram. Jika hologram sebuah bunga mawar dibelah dua dan disoroti oleh sebuah sinar laser, masing-masing belahan itu ternyata masih mengandung gambar mawar itu secara lengkap (tetapi lebih kecil). Bahkan, jika belahan itu dibelah lagi, masing-masing potongan foto itu ternyata selalu mengandung gambar semula yang lengkap sekalipun lebih kecil. Berbeda dengan foto yang biasa, setiap bagian sebuah hologram mengandung semua informasi yang ada pada hologram secara keseluruhan.

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2010/04/sebuah-penelitian-bahwa-alam-semesta.html#ixzz1CmxSD1jq



Kira2 ide yg mau di sampaikan bro moe apa ya?
Janganlah perbedaan berpendapat membuat kita saling memaki dan mencela.....perbedaan itu tidak berarti apa-apa, selama kita tetap ber-iman dalam Yesus Kristus, Tuhan dan juruselamat manusia.
February 03, 2011, 07:54:41 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11426
  • Gender: Male
  • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt
Inter Esse Et Non Esse

Cogito Ergo Sum

Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

Extra Ecclesiam Nulla Salus

In Hoc Signo Vinces

With love,

your Yopi
February 04, 2011, 06:39:01 PM
Reply #26
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 3
1. Tubuh--->keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut:
2. Jiwa--->nyawa; seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb)
3. Roh--->Awalnya berasal dari TUHAN ALLAH, apabila tersesat menjadi roh jahat


tubuh aku setuju dengan anda.. tapi untuk jiwa saya tidak setuju, apa alasannya anda ngatakan jiwa sama dengan nyawa (ada gak ayat alkitab nya ? )
klo Roh aku setuju !!! tapi tolong di jelaskan dengan roh jahat !?!?!?
February 04, 2011, 06:56:12 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11426
  • Gender: Male
  • Tuus Totus Ego Sum, Et Omnia Mea Tua Sunt
1. Tubuh--->keseluruhan jasad manusia atau binatang yg kelihatan dr bagian ujung kaki sampai ujung rambut:
2. Jiwa--->nyawa; seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb)
3. Roh--->Awalnya berasal dari TUHAN ALLAH, apabila tersesat menjadi roh jahat


tubuh aku setuju dengan anda.. tapi untuk jiwa saya tidak setuju, apa alasannya anda ngatakan jiwa sama dengan nyawa (ada gak ayat alkitab nya ? )
klo Roh aku setuju !!! tapi tolong di jelaskan dengan roh jahat !?!?!?

Silahkan lihat dikamus. Tq

NB: Roh Jahat berasal dari si jahat
Inter Esse Et Non Esse

Cogito Ergo Sum

Non Nobis Domine, Non Nobis, Sed Nomini Tuo Da Gloriam

Extra Ecclesiam Nulla Salus

In Hoc Signo Vinces

With love,

your Yopi
January 08, 2018, 08:44:54 AM
Reply #28
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 298
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Memang roh itu dari tuhan, itu pasti, tapi apa setiap janin terbentuk terus tuhan pada saat itu juga memberikan roh ke janin itu? Pernahkah ada yg pemikiran ttg ini?

ada beberapa kemungkinan:
1. sperma keluar maka Roh Allah hinggap ke sperma
2. sperma tidak/belum mengandung roh.
3. roh bapaknya keluar sebagian dan hinggap ke sperma??
4. roh orang uda ada dari sononya, tinggal menunggu dia hinggap ke salah satu sperma/bayi.
5. dan khayalkan kemungkinan2 lain.

pertanyaan yg sangat2 sulit dijawab.. variasi lain misalnya:
apakah semua sperma itu mengandung roh dan sekaligus punya kesadaran?
apakah sperma dapat merasa sakit? (kurasa tidak  :azn:)
apakah sel telur juga memiliki roh/nyawa dan kesadaran?
bagaimana mungkin tanpa mata sperma dapat 'mendeteksi' lokasi sel telur?

Sayang sekali ak tidak mampu mengingat apa yg terjadi ketika ak masih berupa seorang (seekor?) sperma??
« Last Edit: January 08, 2018, 08:52:19 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 08, 2018, 12:01:31 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4615
  • Gender: Male
Memang roh itu dari tuhan, itu pasti, tapi apa setiap janin terbentuk terus tuhan pada saat itu juga memberikan roh ke janin itu? Pernahkah ada yg pemikiran ttg ini?
Ayub 33:4, Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.
Ayub 34:14-15, Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya, maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

"Roh Allah telah membuat aku" menjelaskan bahwa kita dalam rahim ibu kita dibentuk oleh Allah secara ajaib, hanya satu sperma dari sekian milyar sperma yang dapat menembus sel telur dan membuahinya, kemudian secara ajaib melekat pada dinding rahim dan menerima nutrisi, kemudian bertumbuh menjadi besar terbentuk bagian-bagian tubuh kita sehingga menjadi utuh setelah 9 bulan lewat 10 hari keluar sebagai seseorang bayi.

Pernyataan yang sama dinyatakan dalam Ayub 31:15, Mazmur 139:15-16, Yesaya 44:24, Yeremia 1:5 dan seterusnya yang menyatakan bahwa oleh karena Allah maka kita dapat menjadi seorang anak.

"Nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup" menjelaskan bahwa kehidupan itu diberikan oleh Allah lewat diberinya kita nafas hidup, yaitu roh manusia dalam diri kita. Dijelaskan juga dalam Kej 6:3, Ayub 32:8, Ams 20:27, Pkh 12:7 dan seterusnya.

Jadi setiap janin yang dibentuk oleh Allah diberinya juga kehidpan oleh Allah yaitu roh yang ada dalam diri kita yang disebut roh manusia. Sejak saat itulah manusia disebut hidup.

Quote
Seperti biasa kalo sudah mentok maka teori bebas berkecamuk di pikiran saya. Kalau melihat dari benih dosa yg terus di turunkan mulai dari adam, saya melihat lebih mungkin kalau roh itu "di tunaskan" dari orang tua kita (ayah?), sehingga akibatnya kita tetap di lahirkan dgn  roh berbenih dosa  (kehilangan kekudusan). Kalau setiap janin yg memperoleh roh fresh langsung dari tuhan, maka itu bukan roh yg mengandung benih dosa, seperti halnya YESUS, yang kudus dari Tuhan, yg rohnya fresh langsung dari tuhan. Roh yg di turunkan dari orangtua kita adalah roh yg belum kudus. Jadi biarpun ortu sudah di kuduskan (di baptis), tapi tetap yg di turunkan adalah yg belum kudus, karena itu untuk memperoleh kekudusan, kita harus di lahirkan kembali. Saya melihat kehidupan di dunia ini seperti sarana "budi daya roh" milik tuhan, yg tujuannya adalah untuk kemuliaan/kebesaran Tuhan sbg pemilik ladang. Terdengar gila ya? :coolsmiley: Apakah itu semua berlawanan dgn alkitab?

Benih dosa Adam ada dalam daging, karena daging kita semua berasal dari daging Adam dan Hawa. Kita terlahir dari daging ibu dan ayah kita dimana ibu dan ayah kita terlahir dari daging kakek dan nenek dan seterusnya sampai daging Adam dan Hawa. Roma 8:3 berkata, "... Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging," sehingga oleh karena Kristus kita menerima penebusan atas dosa di dalam daging kita.

Matius 26:41 berkata, Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah."

Sebab tubuh daging kita diwarisi dari Adam namun dalam tubuh daging dosa ini roh menusia ditempatkan Allah agar manusia menerima kemurahan-Nya.

Sedangkan YESUS, anda harus paham tentang inkarnasi, bahwa Ia kudus karena Allah menaruh janin ilahi dalam rahim perawan bernama Maria. Tidak ada peroses pembuahan dimana sel telur yang diproduksi Maria kemudian dibuhai oleh sperma ilahi.

Quote
Saya pernah membaca ada ayat yg mengatakan bahwa kita harus mencari pengetahuan tdk sebatas pada alkitab saja, tapi lagi2 saya lupa ayatnya  :ashamed0002:.
Saya tidak pernah membaca hal itu ada dalam Alkitab, mungkin ingatan itu dari kitab suci agama seberang.

Quote
Thanks to rita dan bro salvation yg sudah menjawab di topik sebelah. Keduanya berpendapat bahwa roh dari tuhan, tapi belum menjelaskan pertanyaan saya, apakah fresh/langsung dari tuhan atau melalui/turunan dari ortu (ayah).

barangkali ada pendapat lagi, silahkan... :)

salam..

Mungkin sudah dijawab namun anda tidak menyimak atau pura-pura tidak membaca.
« Last Edit: January 08, 2018, 12:06:29 PM by Krispus »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)