Author Topic: ROH JANIN DARI MANA?  (Read 16080 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 26, 2020, 10:05:13 PM
Reply #250
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3332
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Jiwa itu ada ketika Roh Yang Mahakuasa berada di tubuh manusia. Roh itu bukan Jiwa, dan ketika Roh itu kembali kepada Allah yang mengaruniakannya maka lenyaplah Jiwa itu, hampa, kosong, nihil, lenyap, tidak kemana mana.. Jiwa itu tidak ke Neraka dan tidak ke Surga..

Horas Lae!
Ttg jiwa yg lenyap itu
Bagai mana penjelasannya kpd [Mat 10:28]

Dan janganlah kamu takut kpd mereka yg dpt membunuh tubuh,
tetapi yg tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia
yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Dan bagai mana hubungannya dgn [Mat 16:25] 
Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;
tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.

Salam Damai!
« Last Edit: September 26, 2020, 10:10:56 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 26, 2020, 11:20:04 PM
Reply #251
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5213
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
sangat setuju dengan tambahan penjelasan yang disampaikan.
perkenankan kutambahkan penjelasan sedikit lagi, bahwa nafas hidup itu bukanlah makhluk hidup, namun nafas hidup itu ketika diberikan kepada debu tanah, maka debu tanah atau benda mati itu menjadi makhluk hidup. jadi Nafas Hidup + Debu Tanah = maka jadilah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.
Terima kasih.
Tambahan penjelasan @Simatupang@123 memunculkan pertanyaan di benakku.
Kupikir, "nafas hidup" tidak ditiupkan Tuhan kepada hewan dan tumbuhan, tetapi hewan dan tumbuhan disebut oleh manusia sebagai benda (makhluk) hidup. Dengan demikian, terjadinya makhluk yang hidup bukan hanya karena "nafas hidup" yang ditiupkan Tuhan. Sekali lagi, makhluk yang hidup bukan semata-mata karena Tuhan meniupkan "nafas hidup" kepadanya, karena, kepada tumbuhan dan hewan tidak dicatat ditiupkan "nafas hidup", tetapi tumbuhan dan hewan adalah makhluk hidup.

tapi puji Tuhan, manusia bukan sekedar hidup, manusia diberikan Tuhan kemampuan untuk mengenal Tuhan, mengenal sesamanya, memuji Tuhan dan mengasihi sesama-nya..
Yang Mengenal Tuhan, Yang Memuji Tuhan, Yang Mengasihi Sesama dan Menghormati sesamanya manusia  adalah Jiwa yaitu manusia itu yang sesungguhnya.
Nah, walaupun tumbuhan itu disebut hidup, namun karena tidk mampu bergerak sendiri, mari kita kesampingkan. Hewan dan manusia sama-sama hidup. Beda di antara manusia dan hewan, memang terletak pada pengenalan kepada Penciptanya. Kalo mengenal sesamanya, menurut pendapatku, hewan juga mengenal sesamanya. Nyata-nyata, katakanlah anjing, mengenal sesama anjing, dan mengenal ayam. Anjing juga mengenal tuannya. Demikian juga hewan liar, mengenal sesamanya.
Jadi, tentang pengenalan kepada sesama, bukan faktor pembeda hewan dari manusia. Kemampuan mengenal Penciptalah faktor pembeda hewan dari manusia.

Jiwa itu ada ketika Roh Yang Mahakuasa berada di tubuh manusia. Roh itu bukan Jiwa, dan ketika Roh itu kembali kepada Allah yang mengaruniakannya maka lenyaplah Jiwa itu, hampa, kosong, nihil, lenyap, tidak kemana mana.. Jiwa itu tidak ke Neraka dan tidak ke Surga..
Jika Roh Yang Maha Kuasa berada di tubuh manusia, yang dinamai jiwa, patut menanyakan, pada orang-orang zaman Perjanjian Lama, kapan jiwa itu berada di tubuh manusia? Kalo pada orang zaman Perjanjian Baru dapat dipandang bahwa Roh Yang Maha Kuasa itu berada pada seseorang sejak orang itu dibaptis dalam nama Bapa, Anak, dan ROH KUDUS.
Namun, jika begitu, apakah orang yang tidak dibaptis tidak mempunyai jiwa?

ya betul,
pengenalan akan Tuhan itu di dapat dari membaca dan merenungkan Firman Tuhan dan berdoa..
binatang tidak dapat membaca dan merenungkan Firman Tuhan, juga tidak dapat berdoa.
Perlu dicatat, "membaca" di situ bukan membaca huruf-huruf karena Tuhan tidak menggedebukkan huruf-huruf kepada manusia. Tuhan bersabda kepada manusia, dan mengutus FirmanNya yang menjadi manusia dan tinggal di antara manusia.
Jadi, yang "dibaca" oleh manusia bukan semata-mata huruf-huruf, bukan semata-mata kitab, melainkan segala sesuatu yang difirmankan Tuhan dan memperhatikan alam semsta.

dengan pengecualian, manusia yang sudah rusak otak depannya.
manusia yang sudah rusak otak depannya, atau diangkat otak depannya akibat operasi tidak dapat lagi mengenal Tuhan, tidak dapat memuji Tuhan, tidak mengerti Firman Tuhan.
fisik hidup tapi sudah tidak punya jiwa lagi..
Menurut pendapatku, walau otak depan seseorang itu rusak ato hilang, orang itu masih punya jiwa, yaitu yang terwaris dari penciptaan Adam, yaitu "nafas hidup" yang ditiupkan kepada Adam. Jadi, yang kupahami, walau hewan dan manusia sama-sama hidup, kehidupan hewan berbeda dari manusia, karena hewan hidup hanya karena disabdakan Tuhan, sementara manusia hidup karena kepada manusia ditiupkan "nafas hidup" oleh Tuhan.


menurutku yang membedakan antara manusia dan binatang adalah Jiwa.
belajar Firman Tuhan dapat menyelamatkan Jiwa. tidak belajar Firman Tuhan maka nasibnya akan sama seperti nasib binatang, tidak punya tujuan, lahir, besar, beranak lalu mati..
Ini satu dari sekian banyak soal yang belum kudalami. Yang kupercaya, sampai sejauh ini, jiwa adalah "sesuatu yang memberi kemungkinan untuk hidup", sementara roh manusia adalah yang dicatat dalam Kitab Kejadian sebagai "nafas hidup" yang ditiupkan Tuhan kepada Adam.

Salam damai.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 27, 2020, 03:38:08 PM
Reply #252
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3332
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kupikir, "nafas hidup" tidak ditiupkan Tuhan kepada hewan dan tumbuhan,
tetapi hewan dan tumbuhan disebut oleh manusia sebagai benda (makhluk) hidup.
Dengan demikian, terjadinya makhluk yang hidup bukan hanya karena "nafas hidup" yang ditiupkan Tuhan.

Menurut pendapatku, walau otak depan seseorang itu rusak ato hilang, orang itu masih punya jiwa, yaitu yang terwaris dari penciptaan Adam, yaitu "nafas hidup" yang ditiupkan kepada Adam. Jadi, yang kupahami, walau hewan dan manusia sama-sama hidup, kehidupan hewan berbeda dari manusia, karena hewan hidup hanya karena disabdakan Tuhan, sementara manusia hidup karena kepada manusia ditiupkan "nafas hidup" oleh Tuhan.
Menarik, toh?
Setuju aku dgn penangkapanmu itu, Broh!
Bw Allah menghembuskan “nafas hidup” hanya kpd manusia
Itulah nafas Yg Maha Kuasa yg ditempatkan Allah menghidupkan kita [Ayb 33:4]
Roh itu yg membuat kita bisa bicara dan mendengar dan berkomunikasi kpd Allah Yg Maha Esa

Begitulah dulu secara yg paling sederhana yg dpt kita sepakati sbg roh manusia yg menghidupkan
Demikian jika hembusan nafas terakhir adalah perginya roh manusia, maka hirupan pertama datangnya
Saat masuknya itulah sang bayi meraung-kejer2, ibarat mobil baru yg distart, perlu dicun-ap agar tenang

Salam Damai, Broh!
« Last Edit: September 29, 2020, 12:37:07 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 27, 2020, 04:13:16 PM
Reply #253
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5213
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Menarik, toh?
Setuju aku dgn penangkapanmu itu, Broh!
Bw Allah menghembuskan “nafas hidup” hanya kpd manusia
Itulah nafas Yg Maha Kuasa yg ditempatkan Allah menghidupkan kita [Ayb 33:4]
Roh itu yg membuat kita bisa bicara dan mendengar dan berkomunikasi kpd Allah Yg Maha Esa
Benar.
Menarik.
Kupikir, karena "nafas hidup" itu maka manusia bisa bicara, bisa merenung (seperti tulisan @Simatupang@123), bisa menghubung-hubungkan berbagai fenomena, bisa mengenal Pencipta. Tentang mendengar, kupikir bukan karena adanya "nafas hidup", sebab, hewan dapat mendengar walaupun kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hdup".

Quote
Begitulah dulu secara yg paling sederhana yg dpt kita sepakati sbg roh manusia yg menghidupkan
Dgn demikian jika hembusan terakhir adalah keluarnya roh manusia, maka hirupan pertama masuknya
Saat masuknya itulah sang bayi meraung-kejer2, ibarat mobil baru yg distart, perlu dicun-ap agar tenang
Cukup logis ketika seorang bayi menghirup tarikan nafas pertama dipandang sebagai masuknya "nafas hidup" kepadanya.
Tetapi secara iman, kupercaya juga bahwa "roh hidup" ditiupkan Tuhan kepada janin saat bertemunya sel sperma dengan sel telur. Jadi, walaupun janin belum bernafas secara individual dan independen, janin sudah tumbuh dan hidup menjelang menjadi individu-independen. Kuduga, secara tidak disadari, pikiran seperti itu pula yang melatarbelakangi orang yang mengatakan kehilangan dua nyawa atas meninggalnya seorang perempuan hamil.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 27, 2020, 04:33:45 PM
Reply #254
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3332
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tentang mendengar, kupikir bukan karena adanya "nafas hidup", sebab, hewan dapat mendengar walaupun kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hdup".
Kurasa beda frekwensi dengarnya
Secara fisika mungkin pendengaran anjing lebih peka
Secara rohani kita dpt mendengar mimpi atau wahyu atau bisikan2


Tetapi secara iman, kupercaya juga bahwa "roh hidup" ditiupkan Tuhan kepada janin saat bertemunya sel sperma dengan sel telur. Jadi, walaupun janin belum bernafas secara individual dan independen, janin sudah tumbuh dan hidup menjelang menjadi individu-independen. Kuduga, secara tidak disadari, pikiran seperti itu pula yang melatarbelakangi orang yang mengatakan kehilangan dua nyawa atas meninggalnya seorang perempuan hamil.
---
Tapi Hawa yg adalah dr fisik Adam
Tidak kita lihat "nafas hidup" dihembuskan lagi
Seolah Hawa dst kita telah jadi dr yg telah dijadikan-Nya

Menurutku nyawa bisa dibedakan lagi dr roh
Itu adalah pertanyaanku kpd @123 di atas
Dan jiwa mungkin terkait roh jadi nyawa

Salam Damai, Broh!
« Last Edit: September 27, 2020, 04:38:49 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 27, 2020, 05:05:41 PM
Reply #255
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5213
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Tentang mendengar, kupikir bukan karena adanya "nafas hidup", sebab, hewan dapat mendengar walaupun kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hdup".
Kurasa beda frekwensi dengarnya
Secara fisika mungkin pendengaran anjing lebih peka
Secara rohani kita dpt mendengar mimpi atau wahyu atau bisikan2
Iya.
@Maren Kitatau: Roh itu yg membuat kita bisa bicara dan mendengar dan berkomunikasi kpd Allah Yg Maha Esa
@Sotardugur Parreva: Tentang mendengar, kupikir bukan karena adanya "nafas hidup", sebab, hewan dapat mendengar walaupun kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hdup".
Terhadap "mendengar" itu, @Sotardugur Parreva tidak mengkaitkannya ke frekuensi getaran yang mampu didengar. Yang kumaksudkan, bukan karena mendapat "nafas hidup" maka manusia dapat mendengar, sebab, hewan yang tidak mendapat tiupan "nafas hidup" ternyata mampu mendengar.

Quote
Tetapi secara iman, kupercaya juga bahwa "roh hidup" ditiupkan Tuhan kepada janin saat bertemunya sel sperma dengan sel telur. Jadi, walaupun janin belum bernafas secara individual dan independen, janin sudah tumbuh dan hidup menjelang menjadi individu-independen. Kuduga, secara tidak disadari, pikiran seperti itu pula yang melatarbelakangi orang yang mengatakan kehilangan dua nyawa atas meninggalnya seorang perempuan hamil.
---
Tapi Hawa yg adalah dr fisik Adam
Tidak kita lihat "nafas hidup" dihembuskan lagi
Seolah Hawa dst kita telah jadi dr yg telah dijadikan-Nya
Hawa dijadikan Tuhan dari rusuk Adam yang memperoleh tiupan "nafas hidup".

Quote
Menurutku nyawa bisa dibedakan lagi dr roh
Itu adalah pertanyaanku kpd @123 di atas
Nah, sembari menunggu respon dari @Simatupang@123, kupikir, baik juga jika kusampaikan pemahamanku.
Yang kupahami dan kuimani, nyawa sama dengan jiwa. Berbeda dengan roh. Nyawa ato jiwa itu ialah sesuatu yang menjadikan sesuatu benda materi hidup dan tumbuh. Sementara roh ialah sesuatu yang memungkinkan makhluk hidup mengnalisis, merenungkan, membaca (dalam arti luas, termasuk membaca berbagai fenomena) dan hal lain yang berkaitan dengan batin. Itulah "nafas hidup" yang ditiupkan kepada Adam, dan terwariskan kepada keturunannya.

Damai selalu tanpa pentung.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 27, 2020, 05:48:22 PM
Reply #256
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3332
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Iya.
@Maren Kitatau: Roh itu yg membuat kita bisa bicara dan mendengar dan berkomunikasi kpd Allah Yg Maha Esa
@Sotardugur Parreva: Tentang mendengar, kupikir bukan karena adanya "nafas hidup", sebab, hewan dapat mendengar walaupun kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hdup".
Ok!
Aku hanya membedakan dampak "nafas hidup"
Perihal tubuh hampir tak beda dgn Simpanse
Fungsi pendengaran, penciuman, penglihatan ...


Hawa dijadikan Tuhan dari rusuk Adam yang memperoleh tiupan "nafas hidup".
---
Ya!
Adam yg beroleh hembusan nafas Allah Yg Maha Kuasa
Hembusan itu kurasa tidak muat seluruhnya utk Adam
Itu sebab Hawa tidak perlu dihembuskan lagi2 kpd-nya


Nah, sembari menunggu respon dari @Simatupang@123, kupikir, baik juga jika kusampaikan pemahamanku.
Yang kupahami dan kuimani, nyawa sama dengan jiwa. Berbeda dengan roh.
---
Ok!
Ada jiwa ada nyawa ada roh
Baru roh dan tubuh yg bisa sederhana


Nyawa ato jiwa itu ialah sesuatu yang menjadikan sesuatu benda materi hidup dan tumbuh.
---
Ini yg sulit,
Menyederhanakan dua sesuatu
Dr mana dan apa indikator mulanya/kapannya

 
Sementara roh ialah sesuatu yang memungkinkan makhluk hidup mengnalisis, merenungkan,
membaca (dalam arti luas, termasuk membaca berbagai fenomena) dan hal lain yang berkaitan
dengan batin. Itulah "nafas hidup" yang ditiupkan kepada Adam, dan terwariskan kepada keturunannya.
---
Ok!
Sembari menanti renungan @123
Kita renungkan pendapatnu
Bw jiwa sama dgn nyawa

Satu lagi indikator roh, penurut,
Kpd siapa jika bukan kpd jiwa
Ini perlu renungan juga

Salam Damai, Broh!
« Last Edit: September 27, 2020, 05:57:22 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 27, 2020, 08:41:48 PM
Reply #257
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5213
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Iya.
@Maren Kitatau: Roh itu yg membuat kita bisa bicara dan mendengar dan berkomunikasi kpd Allah Yg Maha Esa
@Sotardugur Parreva: Tentang mendengar, kupikir bukan karena adanya "nafas hidup", sebab, hewan dapat mendengar walaupun kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hdup".
Ok!
Aku hanya membedakan dampak "nafas hidup"
Perihal tubuh hampir tak beda dgn Simpanse
Fungsi pendengaran, penciuman, penglihatan ...
Kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hidup", tetapi hewan diistilahkan oleh manusia dengan hidup. Hewan itu makhluk hidup.

Quote
Hawa dijadikan Tuhan dari rusuk Adam yang memperoleh tiupan "nafas hidup".
---
Ya!
Adam yg beroleh hembusan nafas Allah Yg Maha Kuasa
Hembusan itu kurasa tidak muat seluruhnya utk Adam
Itu sebab Hawa tidak perlu dihembuskan lagi2 kpd-nya
Benar.

Quote
Nah, sembari menunggu respon dari @Simatupang@123, kupikir, baik juga jika kusampaikan pemahamanku.
Yang kupahami dan kuimani, nyawa sama dengan jiwa. Berbeda dengan roh.
---
Ok!
Ada jiwa ada nyawa ada roh
Baru roh dan tubuh yg bisa sederhana
Yang kuketahui dan kuimani, ada raga, ada nyawa ato jiwa, dan ada roh ato nafas hidup.

Quote
Nyawa ato jiwa itu ialah sesuatu yang menjadikan sesuatu benda materi hidup dan tumbuh.
---
Ini yg sulit,
Menyederhanakan dua sesuatu
Dr mana dan apa indikator mulanya/kapannya
Untuk memudahkannya, misalkan saja dengan menamai secara berbeda, nanti kembalikan. Misal, sesuatu1 namai dengan A yaitu nyawa/jiwa, sesuatu2 namai dengan B yaitu benda materi. A yang menjadikan B hidup dan tumbuh. Jadi, nyawa/jiwa menjadikan benda materi hidup dan tumbuh.
 
Quote
Sementara roh ialah sesuatu yang memungkinkan makhluk hidup menganalisis, merenungkan, membaca (dalam arti luas, termasuk membaca berbagai fenomena) dan hal lain yang berkaitan
dengan batin. Itulah "nafas hidup" yang ditiupkan kepada Adam, dan terwariskan kepada keturunannya.
---
Ok!
Sembari menanti renungan @123
Kita renungkan pendapatmu
Bw jiwa sama dgn nyawa

Satu lagi indikator roh, penurut,
Kpd siapa jika bukan kpd jiwa
Ini perlu renungan juga
Menurut pendapatku, roh penurut justru bukan kepada jiwa. Roh itu penurut kepada apa saja.
Dan, jiwa bukan sesuatu yang hidup, melainkan merupakan pemberi daya untuk hidup, pemberi daya untuk tumbuh. Jadi, nyawa ato jiwa itu tidak mampu berbuat apa-apa, selain menyediakan kemampuan tumbuh dan hidup. Dengan nyawa ato jiwa, raga ato tubuh dapat menggunakan indra untuk masing-masing fungsinya.
Jadi, pada manusia, dengan nyawa ato jiwa, manusia menjadi hidup dan tumbuh, dengan roh ato "nafas hidup" manusia dapat meganalisis, membaca fenomena, mengenal Penciptanya.

Tapi itu hanya renungan.

Kupikir, jika diteruskan, sudah tidak menunjang trit.

Semaoga damai menyertaimu.
Amalkan Pancasila.
Kita adil, bangsa sejahtera.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 28, 2020, 12:33:57 AM
Reply #258
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3332
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ok!
Aku hanya membedakan dampak "nafas hidup"
Perihal tubuh hampir tak beda dgn Simpanse
Fungsi pendengaran, penciuman, penglihatan ...


Kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hidup", tetapi hewan diistilahkan oleh manusia dengan hidup. Hewan itu makhluk hidup.

Kalau begitu bagus juga dimengerti apa arti "hidup" menurut kita
Spy jelas beda efek hidup oleh “nafas hidup” yg menghidupkan kita
Istilah hidup bisa kpd mahluk lain dan perkakas, spt AC, TV, Lampu, mobil dll


Yang kuketahui dan kuimani, ada raga, ada nyawa ato jiwa, dan ada roh ato nafas hidup.
---
Yg sedang kita cari “apanya” ialah jiwa yg menurutmu nyawa
Bagai mana atau dr mana mulanya dan apa indikatornya
Jadi kita cari yg mendasar dulu utamanya pd manusia


Untuk memudahkannya, misalkan saja dengan menamai secara berbeda, nanti kembalikan. Misal, sesuatu1 namai dengan A yaitu nyawa/jiwa, sesuatu2 namai dengan B yaitu benda materi. A yang menjadikan B hidup dan tumbuh. Jadi, nyawa/jiwa menjadikan benda materi hidup dan tumbuh.
 ---
Tapi sesuatu itu bisa saja berupa tumbuhan
Benda materi itu pun bisa hidup dan tumbuh
Demikian sesuatu itu kpd bakteri seltunggal


Menurut pendapatku, roh penurut justru bukan kepada jiwa.
Roh itu penurut kepada apa saja.
---
Misalnya?


Dan, jiwa bukan sesuatu yang hidup, melainkan merupakan pemberi daya untuk hidup, pemberi daya untuk tumbuh.
Jadi, nyawa ato jiwa itu tidak mampu berbuat apa-apa, selain menyediakan kemampuan tumbuh dan hidup. Dengan nyawa ato jiwa, raga ato tubuh dapat menggunakan indra untuk masing-masing fungsinya.
Jadi, pada manusia, dengan nyawa ato jiwa, manusia menjadi hidup dan tumbuh, dengan roh ato "nafas hidup" manusia dapat meganalisis, membaca fenomena, mengenal Penciptanya.
---
Dari mana itu jiwa atau nyawa?
Indikatornya belum jelas
Mulailah kpd bayi tadi
Itu saja ttk awal kita

Salam Damai, Broh!
« Last Edit: September 28, 2020, 02:01:57 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 28, 2020, 04:00:37 PM
Reply #259
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3332
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kupikir, jika diteruskan, sudah tidak menunjang trit.

Koq, buru2 amat, Broh?
Kita bertanggung jawab mengarahkannya
Soal hidup tentu masih terkait nafas hidup

SP: Kepada hewan tidak ditiupkan "nafas hidup",
tetapi hewan diistilahkan oleh manusia dengan hidup.
Hewan itu makhluk hidup

Kalau begitu bagus juga dimengerti apa arti "hidup" menurut kita
Spy jelas beda efek hidup oleh “nafas hidup” yg menghidupkan kita
Istilah hidup bisa kpd mahluk lain dan perkakas, spt AC, TV, Lampu, mobil dll

Marilah Broh!
Hidupkan diskusi, jgn menunjang hengkang
Sebab hanya yg hidup yg dapat menghidupkan
Daging tdk, perkataan2-Nya adalah roh dan hidup

Menurutku, sesuatu dpt diistilahkan hidup
Bila sesuatu itu berinteraksi dgn apa2 pun
Jadi bukan hanya dlm gerak, atau berbiak

Dlm interaksi mutlak hrs ada min.dua pihak
Interaksi tdk mungkin bisa terjadi pd satu tok
Hrs ada aksi ada reaksi tengangahnya interaksi
Cek deh, kali2 aku keliru!

Atau coba kita diskusi ttg air hidup (sungai, mata air?) yg sudah ku coba di sini:
http://forumkristen.com/index.php?topic=64459.msg1250955#msg1250955

Jawab Yesus kepadanya:
"Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yg berkata kpd-mu:
Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kpd-Nya dan
Ia telah memberikan kpd-mu air hidup." Yoh 4:10 

Kata perempuan itu kepada-Nya:
"Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam;
dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? [Yoh 4:11] 

Barangsiapa percaya kpd-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci:
Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." [Yoh 7:38]


Alkitab Hari Ini - 28 September 2020
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat
kpd-mu dan menuntun engkau kpd keselamatan oleh iman kpd Kristus Yesus. - 2Timotius 3:15

Salam Damai, Broh!

« Last Edit: September 29, 2020, 12:26:15 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)