Author Topic: ROH, JIWA, DAN TUBUH  (Read 6230 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 28, 2011, 12:31:19 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 127
  • Gender: Male
  • don't copy but pay the price
    • Yasperin
Menurut konsepsi umum, seorang manusia terdiri dari dua bagian: jiwa dan tubuh. Jiwa merupakan bagian rohani, yang tak terlihat, di batin, sedang tubuh adalah raga, yang terlihat, di lahir. Konsepsi demikian adalah konsepsi manusia yang telah jatuh; walaupun konsepsi ini mempunyai alasannya, tetapi tidaklah tepat. Kecuali dari wahyu Allah, di dunia ini tidak ada konsepsi lain yang dapat diandalkan. Tubuh merupakan raga manusia yang di luar, faktanya memang demikian. Tetapi Alkitab tidak pernah membaurkan jiwa dengan roh, tidak pula menyamakan kedua organ itu. Roh dan jiwa bukan hanya berbeda dalam istilahnya, hakikinya juga berbeda. Firman Allah tidak menganalisis manusia menjadi dua bagian: jiwa dan tubuh, melainkan tiga bagian: roh, jiwa, dan tubuh.

   Satu Tesalonika 5:23 mengatakan, "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, dan jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna tanpa cacat pada kedatangan YESUS KRISTUS, Tuhan kita" (Tl.). Ayat ini memperlihatkan dengan jelas bahwa manusia yang lengkap terdiri atas tiga bagian: roh, jiwa, dan tubuh. Di sini rasul membicarakan "pengudusan keseluruhan" manusia orang Kristen, yakni dikuduskannya orang Kristen secara utuh. Apakah pengudusan keseluruhan orang Kristen? Itu adalah terpeliharanya roh, jiwa, dan tubuhnya. Jelaslah bahwa seorang manusia yang lengkap meliputi roh, jiwa, dan tubuh. Ayat ini juga menerangkan adanya perbedaan antara roh dengan jiwa. Jika tidak, tentu tak dikatakan "roh dan jiwa," melainkan cukup dengan "jiwa" saja. Kalau Allah telah berkata demikian, tentulah terdapat perbedaan antara roh manusia dengan jiwa manusia. Sebab itu, kita pun mengatakan, "Manusia terbagi dalam tiga bagian: roh, jiwa, dan tubuh."

   Apa konsekuensi dari membedakan roh dengan jiwa? Konsekuensinya sangat besar, sebab hal ini sangat mempengaruhi kehidupan rohani orang Kristen. Jika orang Kristen tidak mengetahui sampai di mana batasan roh, bagaimana ia dapat memahami kehidupan rohani? Jika tak dapat memahami, bagaimana bisa memiliki kehidupan rohani yang bertumbuh? Karena orang beriman tidak membedakan atau tidak tahu bagaimana membedakan roh dengan jiwa, maka kerohaniannya tak dapat bertumbuh besar dan mencapai kedewasaan. Tambahan pula, ia akan sering keliru, mengira yang jiwani itu rohani, sehingga akan berlarut-larut tinggal dalam kehidupan yang jiwani, tanpa menuntut yang rohani. Jika kita mencampur-aduk yang dipisahkan Allah, kita akan dirugikan.

   Dalam kehidupan rohani, pengetahuan rohani sangat besar kaitannya. Namun ada satu hal yang terpenting, yakni apakah orang Kristen mau merendahkan hati dan menerima pengajaran ROH KUDUS. Jika ia mau, ROH KUDUS akan memberikan pengalaman membedakan roh dengan jiwa kepadanya, walaupun ia belum tentu memiliki pengetahuan atas kebenaran tersebut. Jadi, mungkin ada orang Kristen yang sama sekali tak berpengetahuan dalam hal membedakan roh dengan jiwa, namun mereka memiliki pengalaman membedakan kedua organ tersebut; sebaliknya, mungkin ada orang Kristen yang mengetahui sepenuhnya tentang kebenaran perbedaan roh dengan jiwa, tetapi mereka sama sekali tidak pernah mengalaminya. Jadi yang paling baik ialah tidak hanya memiliki pengetahuannya, tetapi juga memiliki pengalamannya. Sayang, jumlah orang Kristen yang tidak memiliki pengalaman lebih banyak. Maka yang paling baik ialah menyuruh mereka mengetahui dahulu perbedaan fungsi roh dengan jiwa, kemudian baru menyuruh mereka menuntut (mencari) pengalaman yang rohani.

   Bukan 1 Tesalonika saja yang menganalisis manusia dalam tiga bagian, Ibrani 4:12 juga demikian, "Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk sangat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup menilai (membedakan) pikiran dan niat hati kita." Dalam ayat ini rasul membagi unsur non-material seorang manusia menjadi dua bagian: "jiwa dan roh," sedang unsur materialnya ditujukan kepada sendi-sendi dan sumsum, yang bersesuaian dengan pikiran dan niat hati. Ibarat seorang imam membedah seekor kurban dengan pisau, sehingga tidak ada satu bagian pun yang tersembunyi; demikian pula Tuhan YESUS dengan firman Allah membedah orang-orang yang berpaling kepada-Nya, Ia memisahkannya satu per satu, baik yang rohani, yang jiwani maupun yang jasmani. Karena jiwa dapat dipisahkan dengan roh, ini berarti kedua unsur tersebut tidak sama. Maka ayat ini pun membuktikan bahwa manusia tersusun dari tiga unsur: roh, jiwa, dan tubuh.

   Karena Alkitab yang biasa kita pergunakan tidak menerjemahkan istilah roh dan jiwa secara harfiah dan ketat, maka acapkali yang aslinya "roh" diterjemahkan menjadi "jiwa", sehingga para pembaca sukar membedakan secara harfiah mana yang roh dan mana yang jiwa. Hal ini mungkin terpengaruh oleh tata bahasa. Namun kebenaran atau keaslian firman Allah tidak seharusnya dipengaruhi oleh tata bahasa. Ketika menerjemahkan Alkitab, seharusnya menerjemahkan istilah-istilah tersebut secara langsung, agar nantinya dapat dipakai secara tepat. Pula, kita nampak banyak istilah baru yang diciptakan orang dalam menerjemahkan buku-buku duniawi, mengapa kita tak dapat berbuat demikian terhadap Alkitab yang paling laris ini? Kalau ketika Allah mengilhamkan Alkitab, penggunaan istilah roh dibedakan dengan istilah jiwa, tidaklah patut kalau kita membaurkannya. Dalam Alkitab kita juga nampak adanya istilah "rohani" (1 Kor. 2:15, 3:1, Gal. 6:1) sebagai kata keterangan roh. Tetapi mengapa untuk istilah jiwa tidak diterjemahkan menjadi "jiwani"? Sebagai contoh, 1 Korintus 2:14, menurut bahasa aslinya harus diterjemahkan "manusia jiwani", namun diterjemahkan "manusia duniawi". Juga dalam Yakobus 3:15 aslinya "jiwani", tetapi diterjemahkan "dari nafsu manusia". Dan lagi dalam kitab Yudas ayat 19, kata "manusia duniawi" seharusnya diterjemahkan menjadi "jiwani". Karena para penerjemah tidak berani menerjemahkannya secara langsung dan karena mereka menerjemahkan kata sifat "jiwani" yang sama ini menjadi beberapa macam istilah, akibatnya, ketika orang Kristen membaca Alkitab, mereka menjadi lebih sukar mengetahui perbedaan antara roh dengan jiwa.

reference Manusia Rohani(1)
Don't Copy but Pay the Price - God be with you all - Yasperin Lawang :happy0025:
January 28, 2011, 01:16:38 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3694
apakah jiwa terikat dengan daging ?
January 28, 2011, 01:30:46 PM
Reply #2
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 127
  • Gender: Male
  • don't copy but pay the price
    • Yasperin
manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh. roh adalah yang paling dalam dari manusia. jiwa berada ditengah-tengah dari manusia dan tubuh adalah paling luar. roh menjamah hal-hal yang rohani dan jiwa menjamah hal-hal yang jiwani sedangkan tubuh menjamah hal-hal yang bersifat jasmani.

roh manusia ketika dilahirkan kembali menjadi hidup kembali dan Allah berdiam didalam roh manusia. sedangkan tubuh manusia berada paling luar, ketika kejatuhan manusia dikuasai oleh iblis. itulah mengapa manusia ketika masih jatuh dalam dosa terus-menerus di perbudak oleh iblis untuk berbuat dosa. sedangkan jiwa manusia adalah kehendak manusia atau kita sebut tekad bebas manusia.

ketika manusia memilih hidup dalam roh, maka manusia akan bersatu dengan Allah dan mengikatkan dirinya menjadi satu roh dengan Dia. namun kalau manusia lebih memilih hidup dalam daging maka manusia akan kembali berbuat dosa dan hidup dalam daging menjadi bersifat daging.

oleh karena itu sekarang pilihan ada pada kita. apakah mau meletakan pikiran, emosi dan tekad yaitu jiwa kita, kepada Tuhan yang tinggal di roh kita atau tinggal didalam daging yang dikuasai oleh iblis. ini adalah pilihan kita dan saya harap kita memilih yang tepat.

God be with you all :happy0025:
Don't Copy but Pay the Price - God be with you all - Yasperin Lawang :happy0025:
January 28, 2011, 01:50:39 PM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
apakah jiwa terikat dengan daging ?
daging (telah) menjadi alat manifestasi kehendak jiwa
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
January 28, 2011, 01:56:43 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3694
saya minta pencerahan.. :D

saat manusia di ciptakan, tidak ada jiwa yang di berikan..
hanya daging dan roh..

saya pernah baca..
roh itu terdapat
1. intuisi
2. hatinurani
3. persekutuan

didalam daging ada nya keinginan2 daging.. dimana "kehendak pikiran dll.."
seperti kata bro moe "daging (telah) menjadi alat manifestasi kehendak jiwa"

berarti secara tidak langsung daging sudah terikat menjadi 1 kesatuan dengan jiwa..

jadi apakah saat seseorang nanti mati, jiwa pun ikut mati ?
dan pada saat seseorang di bangkitkan jiwa pun ikut di bangkitkan bersama dengan daging ?
January 28, 2011, 02:22:23 PM
Reply #5
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6336
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Jiwa itu 'terikat' dengan roh atau dengan tubuh?

Tanyakan pd mreka yg pernah ngalami 'proyeksi astral' atau 'ngerogoh sukmo' atau 'dikuasai Roh Tuhan' atau 'mati tp bangkit lagi'.

Alam kesadaran mreka (jiwa) pasti akan bjalan bsama dg roh mreka.
Bagi yg pernah ngalami mati, mreka akan mlihat jiwa dan roh pergi mninggalkan tubuh yg mati.

Jiwa dan roh itu bersama-sama (terikat) walau bukan satu.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
January 28, 2011, 02:36:32 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 483
Quote
Jiwa dan roh itu bersama-sama (terikat) walau bukan satu.

atau dengan perkataan lain , jiwa adalah saudara kembar identik dari roh :wink:

dan ini memang bidangnya para psikolog , jadi saya harus setuju dengan siip :tongue:
January 28, 2011, 02:46:33 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3694
Jiwa itu 'terikat' dengan roh atau dengan tubuh?

Tanyakan pd mreka yg pernah ngalami 'proyeksi astral' atau 'ngerogoh sukmo' atau 'dikuasai Roh Tuhan' atau 'mati tp bangkit lagi'.

Alam kesadaran mreka (jiwa) pasti akan bjalan bsama dg roh mreka.
Bagi yg pernah ngalami mati, mreka akan mlihat jiwa dan roh pergi mninggalkan tubuh yg mati.

Jiwa dan roh itu bersama-sama (terikat) walau bukan satu.

apakah di dalam jiwa terdapat keinginan daging ?

berarti jiwa itu terikat dengan roh yah, bukan terikat dengan daging ?
January 28, 2011, 02:51:43 PM
Reply #8
  • Guest
assuransi tubuh dan jiwa : ada di dalam  dunia
assuransi roh : ada di dalam Yesus
January 28, 2011, 02:58:26 PM
Reply #9
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 2738
  • me , just moe without 'o'
saya minta pencerahan.. :D

saat manusia di ciptakan, tidak ada jiwa yang di berikan..
hanya daging dan roh..

saya pernah baca..
roh itu terdapat
1. intuisi
2. hatinurani
3. persekutuan

didalam daging ada nya keinginan2 daging.. dimana "kehendak pikiran dll.."
seperti kata bro moe "daging (telah) menjadi alat manifestasi kehendak jiwa"

berarti secara tidak langsung daging sudah terikat menjadi 1 kesatuan dengan jiwa..

jadi apakah saat seseorang nanti mati, jiwa pun ikut mati ?
dan pada saat seseorang di bangkitkan jiwa pun ikut di bangkitkan bersama dengan daging ?
spt siip bilang,

jiwa-roh itu padamulanya satu dan kemudian karena dosa , jiwa-roh menjadi jiwa dan roh, dan ketika mati kembali lagi menjadi jiwa-roh.

jiwa manifest dalam daging untuk berinteraksi dg alam materi

roh manifest lsg dg alam roh dimana Roh Allah berada

sejak dosa, roh manusia 'mati' alias tidak bisa konek dg Roh Allah. Ro manusia ini mati dalam arti tdk bisa konek kemana-mana

sejak kematian roh, maka jiwa menjadi penguasa tunggal daging. maka dikatakan : keinginan roh X keinginan daging


soal intuisi-imajinasi-mimpi-penyembahan-pujian-alam sadar-alam bawah sadar, bro siip bisa memberikan skema dalam bentuk grafis (bagan)

monggo bro siip


:)
[image] of mine  is  God's own [image]

http://rotihidup.blogspot.com/

His crown was of thorns
His throne was a cross
His glory was humiliation

(the wisdom of the desert)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)